Anda di halaman 1dari 58

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA

KALSIUM DI BPS USWATUN KHASANAH DESA LIMAN BENAWI


KECAMATAN TRIMURJO LAMPUNG TENGAH
TAHUN 2013

Proposal Karya Tulis Ilmiah

Oleh :
SITI AYU AISYAH
10340121

D-IV KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS MALAHAYATI
2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kalsium merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah

cukup besar yang berfungsi sebagai bagian dari zat yang aktif dalam metabolisme
atau bagian penting dari struktur sel dan jaringan, baik untukmembentuk dan
mengganti komponen tulang yang rusak maupun untukmencukupi kalsium dalam
darah. Kalsium tersimpan dalam bentuk tulang dan gigi sebanyak 99%. Sementara
itu, yang terdapat dalam jaringan lunak sebanyak 1% (Wirakusumah, 2007).
Kalsium merupakan elemen mineral yang paling banyak terdapat dalam
tubuh, kebutuhan kalsium pada usia19-50 tahun sebanyak 1.000 mg/hr, dan 1.200
mg/hr untuk usia 51 tahun keatas.Hasil penelitian para pakar menunjukkan bahwa
tubuh manusia terkandungsekitar 22 gram kalsium per kilogram berat badan. Dari
jumlah tersebut, 99%berada dalam tulang dan gigi, sedangkan 1% berada di
dalam jaringan lain dancairan tubuh yang secara luas didistribusikan ke seluruh
tubuh (Siswono, 2004).
Wanita hamil dan menyusui membutuhkan kalsium lebih banyak daripada
wanita yang tidak hamil. Hal imi dikarenakan karena kalsium ibu juga dibutuhkan
untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian janin. Jika ibu
hamil kekurangan kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambil dari cadangan
kalsium pada tulang ibu, ini akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis
dan tidak jarang ibu hamil yang mengeluh giginya merapuh atau mudah patah.

Keadaan seperti itu cukup sering dialami ibu-ibu hamil yang konsumsi kalsium ny
akurang. Kehamilan merupakan salah satu faktor risiko osteoporosis, karena
pembentukan kerangka tulang janin akan mengambil 3% kalsium tulang ibu
(Nancy, 2003).
Kalsium memang dibutuhkan tubuh sejak janin dalam kandungan
yangpada saat itu diperoleh dari ibu.Oleh karena itulah ibu hamil perlu
mengkonsumsi kalsium yang banyak terdapatdalam susu, telur keju, kacangkacangan, atau tablet kalsium yang dapat diperolehsaat melakukan pemeriksaan
kehamilan (Muhilal, 2004).Mengkonsumsi kalsium pada saat hamil sangat banyak
memberikan manfaat,1% kalsium yang terkandung di dalam tubuh terdapat dalam
darah dan sel-selsaraf, yang mempunyai fungsi membantu kerja sel-sel saraf
untuk kontraksi otot dan proses penggumpalan darah, menghantar rangsang saraf
dan membantu fungsi jantung serta otot janin, juga mempersiapkan ASI untuk
menyusui.
Selama kehamilan trisemester pertama kurang lebih 5 mmol/hari
(200mg/hari) kalsium diperlukan untuk pertumbuhan janin. Kebutuhan kalsium
ibu meningkat dimulai pada kehamilan trimester kedua untuk memenuhi
kebutuhan janin dan sebagai simpanan untuk dikeluarkan dalam ASI. Jikaasupan
kalsium ibu kurang, maka kalsium untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin
diambil dari tulang ibu (Rusilanti, 2006).
Dampak kekurangan kalsium yakni nyeri otot tulang dan keram ,kelainan
tulang rusuk kekebalan tubuh berkurang, memperburuk kencing manis, gagal
dalam jantung, penyumbatan pembuluh darah,dan keram otot lambung dan usus.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aryanti (2010) yang berjudul


Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Manfaat Kalsium yang mengambil
sampel di Lampung Barat . Studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti
pada bulan januari 2013 di BPS Uswatun Hasanah terhadap 40 responden tentang
pentingnya kalsium didapatlkan bahwa sebanyak 23 orang(62,8%) ibu hamil tidak
mengerti tentng manfaat kalsium sehingga banyak ibu hamil yang tidak minum
obat yang mengandung kalsium.
Berdasarkan uraian permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian yang berjudul Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Pentingnya Kalsium di Desa Liman Benawi Kecamatan Trimurjo Lampung
Tengah.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dapat

diambil adalah bagaimanakah gambaran pengetahuan ibu hamil tentang


pentingnya kalsium di Desa Liman Benawi Kecamatan Trimurjo Lampung
Tengah ?

1.3

Tujuan Penelitian
Mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium
di Desa Liman Benawi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1

Teoritis

Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman tentang pentingnya

kalsium bagi ibu hamil.


Mengaplikasikan materi yang didapat di bangku perkuliahan dengan

praktek di lapangan.
.Dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan sumber informasi bagi
mahasiswa dan pendidik dalam pelaksanaan program pendidikan.

1.4.2 Praktis
a Sebagai masukan guna meningkatkan pemberian asuhan pada ibu hamil.
b Sebagai bahan dalam memberikan penyuluhan tentang pentingnya kalsium
bagi ibu hamil .

1.5

Ruang Lingkup Penelitian


Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif

yang menggambarkan variabel penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Ibu


Hamil Tentang Pentingnya Kalsium di BPS Uswatun Khasanah Desa Liman
Benawi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. pada ibu hamil , waktu
pelaksanaan penelitian dilaksanakan setelah proposal disetujui .

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengetahuan

2.1.1

Pengertian
Pengetahuan adalah hasil dari Tahu dan ini akan terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan


manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang. Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata
perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang
tidak didasari oleh pengetahuan (Notoadmodjo, 2007).

2.1.2

Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan

tercapai

melalui

berbagai

tingkatan

proses.

Menurut

Notoatmodjo (2007), pengetahuan mempunyai 6 tingkatan, yaitu:


1. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Termasuk kedalam pengetahuan, tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap suatu
spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh
karena itu, tahu ini adalah merupakan tingkat pegetahuan yang lebih rendah.

2. Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai kemampuan menjelaskan secara benar tentang
objek yang diketahui, dan dapat menginterprestasi materi secara benar. Tentang objek
yang dilakukan dengan menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan,
meramalkan dan sebagainya.

3. Aplikasi (Aplication)
Aplikasi dapat diartiakan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi
yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat
diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan
sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.

4. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek
kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi
tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Dapat dilihat dari penggunaan katakata kerja, dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan,
mengelompokkan dan sebagainya.

5. Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
Dengan kata lain, sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari
formulasi-formulasi yang ada.

6. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau
penilaian terhadap suatu kriteria yang di tentukan sendiri atau menggunakan kriteriakriteria yang telah ada.

2.1.3

Proses Pengetahuan

Pengetahaun atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk


terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Sebelum orang mengadopsi
perilaku baru (berperilaku baru), dalam diri orang tersebut terjadi proses yang
berurutan, yakni :
1. Awareness (kesadaran) seseorang menyadari (mengetahui) terlebih dahulu
terhadap stimulus / objek.
2. Interest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau objek tersebut, sikapsubyek
sudah mulai timbul.
3. Evalution (menimbang - nimbang) terhadap baik tidaknya stimulustersebut
bagi dirinya, sikap sudah lebih baik lagi.
4. Trial, dimana subyek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuaidengan apa
yang dikehendaki oleh stimulus.
5. Adaption, dimana subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,
kesadaran dan sikap terhadap stimulus.

Namun, menurut penelitian

selanjutnya menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati


tahap tahap tersebut. Apabila penerimaan perilaku baru atauadopsi perilaku
melalui proses yang didasari oleh pengetahuan dankesadaran (Notoatmodjo,
2007).

2.1.4

Cara Memperoleh Pengetahuan

Pengetahuan bisa didapat dengan berbagai cara. Secara umum, Notoatmodjo


(2007) membagi cara seseorang memperoleh pengetahuan dalam 2 kategori besar,
yaitu:
1. Cara tradisional atau non alamiah
a. Cara Coba Salah (Trial And Error)
Cara ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam
memecahkan masalah dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil,

dicoba kemungkinan yang lain. Apabila kemungkinan kedua gagalpula,


maka dicoba kembali kemungkinan ketiga, dan apabila kemungkinan
ketiga gagal maka dicoba kemungkinan keempat dan seterusnya, sampai
masalah tersebut dapat dipecahkan.
b. Kekuasaan atau Otoritas
Pada cara ini, pengetahuan didapatkan dari orang yang berpengaruh
dalam masyarakat kemudian diikuti dengan rasionalisasi. Misalnya sumber
pengetahuan dapat berupa pemimpin-pemimpin masyarakat formal, ahli
agama, pemegang pemerintahan dan sebagainya. Dengan kata lain,
pengetahuan tersebut berdasarkan dari otoritas atau kekuasaan, baik
tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama atau ahli ilmu
pengetahuan.

c. Berdasarkan Pengalaman Pribadi


Merupakan sumber dari pengetahuan atau pengalaman, suatu
carauntuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itupengalaman
pribadi pun dapat digunakan sebagai upayamemperoleh pengetahuan.

d. Melalui jalan Pintas


Sejalan
caraberfikir

dengan

manusia

mampumenggunakan
pengetahuannya.Dengan

perkembangan
pun

kebudayaan

berkembang.

penalarannya
kata

lain

dalam

Dari

sini

umat

manusia,

manusia

dalam
memperoleh

pun

memperoleh
kebenaran

pengetahuanmanusia telah menggunakan jalan pikirnya, baik melalui


induksimaupun deduksi.

2. Cara modern atau ilmiah


Pada dewasa ini lebih sistemis, logis dan ilmiah yang disebut dengan
metode penelitian ilmiah (Research Methodology). Metode penelitian sebagai
suatu cara untuk memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan atau pemecah suatu
masalah.

2.1.5

Pengukuran Pengetahuan
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancaraatau angket

yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukurdari subjek penelitian atau
responden. Kedalaman pengetahuan yangingin kita ketahui atau kita ukur dapat
kita sesuaikan dengan tingkatantingkatan di atas (Notoatmodjo, 2007).

Pengkatagorikan pengetahuan dibagi menjadi 3, yaitu (Arikunto, 2006) :


a. Baik jika persentase 76% - 100%
b. Cukup jika persentase 56% - 75%
c. Kurang jika persentase < 55%

2.2

Kehamilan

2.2.1

Definisi Kehamilan
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai

sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 2008).


Kehamilan merupakan proses yang diawali dengan adanya pembuahan (konsepsi),
masa pembentukan bayi dalam rahim, dan diakhiri oleh lahirnya sang bayi.
Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi (Prawirohardjo, 2008).

Kehamilan disimpulkan sebagai masa dimana wanita membawa embrio


dalam tubuhnya yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran
telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel
yang akan tumbuh yang membuat terjadinya proses konsepsi dan fertilisasi sampai
lahirnya janin. Kehamilan pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung
dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan.

Ibu hamil adalah salah satu kelompok didalam masyarakat yang paling
mudah menderita gangguan kesehatan atau rawan kekurangan gizi, sehingga pada
masa kehamilan ibu hamil, memerlukan unsur-unsur gizi lebih banyak
dibandingkan dengan keadaan biasanya (Hunter, 2005). Selama kehamilan, ibu
hamil akan mengalami proses fisiologis yaitu keadaan kesehatan fisik dan mental
sebelum dan selama hamil berpengaruh terhadap keadaan janin dan waktu
persalinan.

2.2.2

Tanda dan Gejala Kehamilan

Tanda dan gejala kehamilan menurut Prawiroharjo (2008) dibagi menjadi 3


bagian, yaitu:
a. Tanda Tidak Pasti Kehamilan
1. Amenorea (tidak dapat haid)
2. Mual dan muntah
3. Mengidam (ingin makanan khusus)
4. Pingsan
5. Anoreksia (tidak ada selera makan)
6. Mamae menjadi tegang dan membesar
7. Miksi sering

8. Pigmentasi (perubahan warna kulit)


9. Varises (pemekaran vena-vena)

b. Tanda Kemungkinan Hamil


1. Perut membesar
2. Uterus membesar
3. Tanda Hegar : Konsistensi rahim dalam kehamilan berubah menjadi lunak,
terutama daerah ismus.
4. Tanda Chadwick: Perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan pada
vulva, vagina, dan serviks.
5. Tanda Piscaseck: Uterus mengalami pembesaran.
6. Tanda Braxton-Hicks: Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi.
7. Teraba ballotemen; Fenomena bandul atau pantulan balik
8. Reaksi test kehamilan positif

c. Tanda Pasti Kehamilan


1) Gerakan janin yang dapat dilihat, dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin.
2) Denyut jantung janin

2.2.3

Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec

Dicatat dan didengar dengan alat doppler

Dicatat dengan feto-elektro kardiogra

Dilihat pada ultrasonograf

Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen

Asupan Gizi Pada Ibu Hamil

Kebutuhan gizi ibu hamil di Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional


Pangan dan Gizi VI tahun 2004 ditentukan angka 285 Kkal perhari selama
kehamilan. Angka ini tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan
temperatur ruangan, kegiatan fisik, dan pertumbuhan. Sama halnya dengan energi,
kebutuhan wanita hamil akan protein juga meningkat bahkan mencapai 68% dari
sebelum hamil. Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan
diperkirakan sebanyak 925 gr yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, serta
janin (Rusilanti, 2006).
Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu
kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan
energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan
metabolisme tubuh ibu. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan pada saat
hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna .
Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira
80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan
ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil. Energi yang
tersembunyi dalam protein ditaksir sebanyak 5180 Kkal, dan lemak 36.337 Kkal.
Agar energi ini bisa ditabung masih dibutuhkan tambahan energi sebanyak 26.244
Kkal, yang digunakan untuk mengubah energi yang terikat dalam makanan
menjadi energi yang bisa dimetabolisme. Dengan demikian jumlah total energi
yang harus tersedia selama kehamilan adalah 74.537 Kkal. Untuk memperoleh
besaran energi per hari, hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka 250
(perkiraaan lamanya kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300 Kkal.

2.2.4

Tahap-tahap kebutuhan gizi ibu hamil


Terdapat beberapa tahap kebutuhan ibu hamil berdasarkan trimester yaitu :

a) Trimester I : kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara optimal,


dimana ibu hamil sering mengalami morning sick, sehingga menyebabkan ibu
memerlukan asupan yang bervariasi dengan frekuensi sedikit tapi sering.
b) Trimester II : kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan.
Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu
seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara, serta
penumpukan lemak.
c) Trimester III : energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan
plasenta. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil, maka
WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester
I menjadi 350 Kkal sehari (Moehji, 2003).

2.2.5

Asupan Gizi Selama Kehamilan


Kebutuhan ibu hamil selama kehamilannya antara lain sebagai berikut

(Almatsier, 2004) :
a) Energi
Sebagai salah satu hasil metabolisme karbohidrat, protein, lemak,
dimana kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau
membangun jaringan baru misalnya fetus, plasenta, uterus, cairan amniotic,
breast, peningkatan volume darah dan mensuplai jaringan baru. Sumber energi
dari karbohidrat seperti beras, jagung, oeat, serealia, sumber protein (seperti

daging, ikan, telur, susu), sumber lemak (seperti minyak, buah berlemak, biji
berlemak). Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya (2/3
bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan,
telur, susu dan hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai
biologinya rendah) cukup 1/3 bagian. Kenaikan volume darah selama
kehamilan akan meningkatkan kebutuhan zat besi (Fe). Jumlah Fe pada yang
diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah
adalah 500 mg .

b) Zat gizi mikro


Selama kehamilan selain zat gizi makro yaitu energi dan protein, ibu
juga membutuhkan tambahan zat gizi mikro seperti diuraikan berikut :
1) Asam folat
Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan selama kehamilan
melindungi dari gangguan saraf pada janin (anensefali, spina bifida). Wanita
hamil disarankan mengkonsumsi asam folat 400 g/hari selama 12 minggu
kehamilan karena kebutuhan asam folat tidak dapat dipenuhi hanya dari
makanan.

2) Zat besi
Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja
mengangkut oksigen di dalam darah. Selama kehamilan, suplai darah
meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin. Suplemen besi yang
dibutuhkan adalah 30 50 mg/hari dan disarankan pada wanita hamil

dengan hemoglobin < 10 atau 10,5 g/dl pada akhir kehamilan. Selain
suplemen, zat besi juga terkandung pada daging, telur, kacang, sayuran
hijau, gandum, dan buah-buahan kering. Suplemen besi sebaiknya
dikonsumsi diantara waktu makan dengan perut yang kosong atau diikuti jus
jeruk untuk meningkatkan penyerapan.

3) Vitamin A

Vitamin A Vitamin A dalam bentuk retinoic acid mengatur


pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Namun demikian ibu
tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama
hamil karena dosis tinggi vitamin A memberikan efek teratogenik
(keracunan). Dengan mengkonsumsi buah-buahan, daging, unggas, ikan,
telur, sayuran berdaun hijau, akar dan umbi-umbian sehari-hari, akan
membantu ibu memenuhi kebutuhan vitaminnya setiap hari.

4) Kalsium
Kalsium penting di dalam mengatur kekuatan tulang wanita hamil
dan pertumbuhan tulang bagi janin. Kalsium yang disarankan sebanyak
1.200 mg untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Kalsium sebaiknya
dikonsumsi ketika sedang makan, diikuti dengan jus buah yang kaya vitamin
C untuk meningkatkan penyerapan (ida Wahyuni, 2004)

2.3

Kalsium Pada Ibu Hamil

2.3.1

Definisi

Kalsium adalah unsur kimia dengan nomor atom 20 dan massa atom
40,08, berupa logam, dengan titik lebur 842C dan titik didih 1480 C, ditemukan
pada tahun 1808 oleh H. Davy, J Berzelias, dan M. Portin. Kalsium berguna pada
bidang biologi yaitu berguna untuk kepentingan kelangsungan hidup karena
kalsium merupakan unsur penting dalam organisme hidup, terutama dalam kulit,
tulang dan gigi. Lambang untuk kalsium adalah Ca.
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam
tubuh,yaitu 1,5 - 2% dari berat badan orang dewasa atau sekitar 1 kg. Sembilan
puluh Sembilan persen dari jumlah ini berada dalam jaringan keras yaitu tulang
dan gigi terutama dalam bentuk hidroksiapatit [(3Ca3(PO4)2.Ca(OH)2].
Sementara itu, yang terdapat dalam jaringan lunak sebanyak 1% (Wirakusumah,
2007). Dalam keadaan seimbang, kalsium tulang dan kalsium plasma berada
dalam konsentrasi 2,25 - 2,60 mmol/liter (9 - 10,4 mg/100 ml).

2.3.2

Kebutuhan Kalsium Saat Hamil


Kebutuhan kalsium yang sangat besar selama kehamilan menyebabkan

konsumsi kalsium perlu ditambah. Tambahan ini untuk menggantikan simpanan


kalsium di dalam tubuh yang secara terus-menerus diambil untuk berbagai
keperluan saat hamil. Kalsium di transport melalui plasenta kepada fetus yang
digunakan untuk pertumbuhan fetus, seperti untuk menunjang pembentukan
tulang dan gigi serta persendiannya. Oleh karena itulah , ibu-ibu hamil yang
kurang mengkonsumsi makanan dan vitamin yang kaya kalsium, sering menderita
kerapuhan gigi. Akibat kekurangan kalsium yang paling dikenal adalah Rhakhitis.
Rhakhitis biasanya terjadi bila anak-anak dalam masa tumbuh kembang tidak

tercukupi kebutuhan kalsiumnya. Selain itu masih ada gangguan lain seperti
karies dentis, kejang otot, dan darah yang susah membeku bila terluka. Kalsium
akan berkerja secara efektif setelah kulit terkena sengatan singkat radiasi
ultraviolet-B. Paparan sinar matahari akan merangsang produksi Vitamin D.
Vitamin ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium untuk masuk kedalam
aliran darah, dan menyatu kedalam tulang (Rusilanti, 2006).
Kebutuhan kalsium yang besar selama kehamilan, mengakibatkanperlunya
tambahan konsumsi kalsium hingga 1000-1200 mg, untuk menggantikan
simpanan kalsium di tubuh anda yang secara terus-menerus diambil untuk
berbagai keperluan selama hamil, begitu juga setelah melahirkan tetap perlu
mengkonsumsi kalsium untuk kegiatan menyusui.

2.3.3

Manfaat kalsium
Kalsium mempunyai

berbagai fungsi dalam tubuh yaitu

untuk

pembentukan tulang dan gigi. Kalsium dan mineral lain memberi kekuatan dan
bentuk pada tulang dan gigi (Arisman, 2004).
a. Pembentukan Tulang
Kalsium didalam tulang mempunyai 2 fungsi (Almatsier,2004) yaitu :
1) Sebagai bagian integral dari struktur tulang
2) Sebagai tempat untuk menyimpan kalsium
Proses pembentukan tulang dimulai pada awal perkembangan janin,
dengan membentuk matriks yang kuat, tetapi masih lunak dan lentur yang
merupakan cikal bakal tulang tubuh. Matriks yag merupakan sepertiga bagian
dari tulang terdiri atas serabut yang terbuat dari kolagen yang diselubungi oleh
bahan gelatin. Segera setelah lahir matriks mulai menjadi kuat dan mengeras
melalui proses kalsifikasi, yaitu terbentuknya kristal mineral yang

mengandung senyawa kalsium. Kristal ini terdiri atas kalsium fosfat atau
kombiasi kalsium fosfat dan kalsium hidroksida dinamakan hidroksiapatit
{(3Ca3(PO4)2.Ca(OH)2}. Karena kalsium merupakan mieral yang utama
dalam ikatan ini, keduanya harus berada dalam jumlah yang cukup di dalam
cairan yang mengelilingi matriks tulang. Batang tulang yang merupakan
bagian keras matriks mengandung kalsium, fosfat, magnesium, seng, natrium
bikarbonat, dan fluor, selain hidroksipatit (Almatsier, 2004).
Selama kehidupan, tulang selalu mengalami perubahan baik dalam
bentuk maupun kepadatan, sesuai dengan usia dan perubahan berat badan.
Faktor yang mempengaruhi kalsifikasi/penulangan adalah genetik (untuk
menentukan massa tulang); hormon seks dan aktivitas fisik (untuk
mempengaruhi metabolisme tulang); dan berat badan berbanding terbalik
dengan risiko patah tulang.
b. Pembentukan gigi
Mineral yang membentuk dentin dan email yang merupakan bagian
tengah dan luar gigi adalah mineral yang sama dengan membentuk tulang.
Akan tetapi kristal dalam gigi lebih padat dan kadar airnya lebih
rendah.Protein dalam email gigi adalah keratin, sedangkan dalam dentin
adalahkolagen. Berbeda dengan tulang, gigi sedikit sekali mengalami
perubahansetelah muncul dalam rongga mulut. Pertukaran antara gigi dan
kalsium gigi dalam kalsium tubuh berlangsung lambat dan terbatas pada
kalsium yang terdapat di lapisan dentin. Sedikit pertukaran kalsium mungkin
juga terjadi diantara lapisan email dan ludah.

c. Mengatur pembekuan darah

Bila

terjadi

luka,

pembebasanfosfolipida

ion

kalsium

tromboplastin.

dalam

Tromboplastin

darah

merangsang

ini

mengakatalis

perubahan protrombin, bagian darah normal, menjadi trombin. Trombin


kemudianmembantu perubahan fibrinogen, bagian dari darah, menjadi fibrin
yangmerupakan gumpalan darah.
d. Mengatur kontraksi otot
Pada waktu otot berkontraksi kalsium berperan dalam interaksi protein
di dalam otot, yaitu aktin dan miosin. Bila darah kalsium kurang dari normal,
otot tidak bisa mengendur sesudah kontraksi. Tubuh akan kaku dan dapat
menimbulkan kejang. Beberapa fungsi kalsium lain adalah meningkatkan
fungsi transpor membra sel, kemungkinan dengan bertindak sebagai
stabilisator membran, dan transmisi ion melalui membran organel sel
(Almatsier, 2004).
e. Mencegah osteoporosis
Kehamilan merupakan faktorrisiko osteoporosis, karena pembentukan
kerangka tulang janinakan mengambil 3% kalsium tulang ibu. Selama
kehamilantrimester pertama kurang lebih 5 mmol/hari (200 mg/hari)
kalsiumdiperlukan

untuk

pertumbuhan

janin.

Kebutuhan

kalsium

ibumeningkat dimulai pada kehamilan trimester kedua untukmemenuhi


kebutuhan janin dan sebagai simpanan untukdikeluarkan dalam ASI. Jika
asupan kalsium ibu kurang, makakalsium untuk memenuhi kebutuhan
pertumbuhan janin diambil daritulang ibu.
Kalsium dibutuhkan untuk mineralisasitulang dan penting untuk
pengaturan proses fisiologik dan biokimia.Kalsium diperlukan untuk

memaksimalkan puncak massa tulangdan mempertahankan densitas tulang


yang normal.
f. Katalisator reaksi-reaksi biologik
Kalsium berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi biologik, seperti
absorpsi vitamin B12, tindakan enzim pemecah lemak, lipase pankreas,
ekskresi insulin oleh pankreas, pembentukan dan pemecahan asetilkolin.
Kalsium yang diperlukan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi ini diambil dari
pesediaan kalsium dalam tubuh (Almatsier, 2004).
2.3.4

Sumber Kalsium
Sumber kalsium terbagi dua, yaitu hewani dan nabati. Akan tetapi, jika

bahan hewani dikonsumsi berlebihan, bisa menghambat penyerapan kalsium,


karena kadar proteinnya tinggi. Kandungan proteinnya yang tinggi akan
meningkatkan keasaman (pH) darah. Guna menjaga agar keasaman darah tetap
normal, tubuh terpaksa menarik deposit kalsium (yang bersifat basa) dari tulang,
sehingga kepadatan tulang berkurang. Karena itu, sekalipun kaya kalsium,
makanan hewani harus dikonsumsi secukupnya saja. Jika berlebihan, justru dapat
menggerogoti tabungan kalsium dan mempermudah terjadinya keropos tulang.
Sekitar 70% kalsium dalam makanan berasal dari susu dan hasil-hasilnya
terutama keju pada orang dewasa (Muhilal, 2004). Hanya sedikit sayuran hijau
dan buah-buahan kering merupakan sumber kalsium yang baik (16% dari asupan)
dan air minum, termasuk air mineral, menyediakan 6% sampai 7%. Berikut akan
disajikan dalam bentuk tabel beberapa jenis makanan yang mengandung kalsium :

Kelompok Bahan Makanan


Susu dan produknya

Bahan Makanan
Susu sapi

mg Ca / 100 gr Bahan
116

Susu kambing

129

ASI

33

Keju

90 1180

Yoghurt

150

Susu Pabrik (Kalsium)


Teri kering

1450 - 2000
1200

Rebon

769

Teri segar

500

Sarden kaleng (dengan

354

tulang)
Daun pepaya

353

Bayam

267

Sawi

220

Kacang-kacangan dan hasil

Brokoli
Kacang panjang

110
347

olahannya

Susu kedelai (250 ml)

250

Tempe

129

Tahu
Jali

124
213

Havermut

53

Ikan

Sayuran

Serealia

Tabel 1. Daftar Kandungan Kalsium per 100 gr Bahan Makanan.

2.3.5

Absorbsi dan Ekskresi Kalsium

Dalam keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi


diabsorpsi di tubuh. Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan,
dan menurun pada proses menua. Kemampuan absorpsi pada laki-laki lebih tinggi
daripada perempuan pada semua golongan usia (Almatsier, 2004). Absorpsi
kalsium terutama terjadi dibagian atas usus halus yaitu duodenum. Dalam keadaan
normal, dari sekitar 1000 mg Ca++ yang rata-rata dikonsumsi perhari, hanya
sekitar dua pertiga yang diserap di usus halus dan sisanya keluar melalui feses.
Kalsium membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam keadaan terlarut.
Absorpsi kalsium terutama dilakukan secara aktif dengan menggunakan alat ukur
protein-pengikat kalsium. Absorpsi pasif terjadi pada permukaan saluran cerna.
Banyak faktor mempengaruhi absorpsi kalsium. Kalsium hanya bisa diabsorpsi
bila terdapat dalam bentuk larut-air dan tidak mengendap karena unsur makanan
lain, seperti oksalat.
Kalsium yang tidak diabsorbsi dikeluarkan melalui feses. Jumlah kalsium
yang diekskresikan melalui feses mencerminkan jumlah kaslsium yang diabsorbsi.
Ekskresi kalsium juga terjadi pada kulit, kuku dan rambut.

2.3.6

Faktor Yang Memicu Absorbsi Kalsium


Kemampuan

absorpsi

(penyerapan)

kalsium

lebih

tinggi

pada

masapertumbuhan dan menurun pada proses penuaan. Absorpsi pada lakilakilebih tinggi daripada perempuan pada semua golongan usia. Terdapatbanyak
faktor yang mempengaruhi absorpsi kalsium, diantaranya adalah:
a. Bentuk aktif Vitamin D yang merangsang pembentukan protein pengikat
kalsium, berguna dalam Transport aktif Kalsium (Ca) di mukosa usus halus.

Asam Klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium


dengan cara menurunkan pH di bagian atas usus halus.
b. Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan
demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium.
c. Peningkatan kebutuhan yang terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan,
menyusui, dan defisiensi kalsium (siswono, 2004).

2.3.7

Faktor Yang Menghambat Absorbsi Kalsium


Ada beberapa faktor internal dan eksternal yang dapat menghambat

terjadinya absorbsi kalsium, yaitu:


a. Kekurangan vitamin D dalam bentuk aktif menghambat absorpsi kalsium.
b. Asam oksalat yang terdapat dalam bayam, sayuran lain dan kakaomembentuk
garam kalsium oksalat yang tidak larut, sehingga menghambatabsorpsi
kalsium.
c. Makanan yang tinggi serat menurunkan absorpsi kalsium karenamempercepat
waktu perpindahan makanan didalam saluran cerna.
d. Gangguan absorpsi lemak sehingga kalsium sulit diserap.
e. Peningkatan kerja usus sehingga lebih banyak yang langsungdiekskresikan
terutama melalui tinja.
f. Perubahan pH lambung dan usus halus kearah basa atau suasana basa
yangmenyebabkan garam Ca susah dicerna sehingga sulit diabsorpsi.
g. Perbandingan Ca : P dalam hidangan adalah 1 : 1 sampai dengan 1 :
3,hidangan makanan dengan komposisi > 1 : 3 akan mengurangi penyerapan
kalsium(Siswono, 2004).

2.4

Kerangka Teori
Kerangka

teori

adalah

kemampuan

seorang

peneliti

dalam

mengaplikasikan pola berpikirnya dalam menyusun secara sistematis teori-teori

yang mendukung permasalahan penelitian. Menurut Kerlinger, teori adalah


himpunan konstruk (konsep), defenisi, dan proposisi yang mengemukakan
pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel,
untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Rakhmat, 2004: 6). Teori
berguna menjadi titik tolak atau landasan berpikir dalam memecahkan atau
menyoroti masalah. Fungsi teori sendiri adalah untuk menerangkan, meramalkan,
memprediksi, dan menemukan keterpautan fakta-fakta yang ada secara sistematis
(Effendy, 2004: 224).

Gambar 1. Kerangka Teori


Sumber .L.GreendalamNotoatmodjo (2007)

Faktor predisposisi:
- Pengetahuan
- Usia
- Tingkat pendidikan
- Pekerjaan
- Pengalaman
- Sosial Ekonomi
- Sosial Budaya

Faktor Pendukung

Perilaku
Kesehatan

Ketersediaan sarana
dan prasarana atau
fasilitas

Faktor Penguat:
- Dukungan keluarga
- Sikap dari keluarga
petugas kesehatan dan
tokoh masyarakat

2.5

Kerangka Konsep
Gambar 2. Kerangka Konsep

Pengetahuan ibu hamil tentang


pentingnya kalsium

Pengetahuan ibu hamil tentang kalsium :


Definisi
Manfaat
Sumber Kalsium
Akibat Kekurangan Kalsium

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk


mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium di Desa
Liman Benawi Kecamatan Trimurjo,Lampung Tengah.

3.2

Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu Penelitian :Setelah proposal disetujui.

3.2.2 Tempat Penelitian :Penelitian ini dilaksanakan di Desa Liman Benawi


Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.

3.4

Subjek Penelitian

3.4.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan dari suatu variabel yang menyangkut masalah
yang diteliti (Notoatmodjo, 2012). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh
hamil yang datang berkunjung ke BPS Uswatun Hasanah. Rata-rata jumlah ibu
hamil yang datang berkunjung pada bulan januari-maret adalah 40 orang.

3.4.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap
mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2012). Teknik pengambilan sampel
pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan sampel.
Teknik ini diambil karena jumlah sampel yang sedikit. Menurut Arikunto (2006),
jika populasi kurang dari 100 maka lebih baik diambil semua. Banyaknya sampel
yang akan diteliti adalah 40 orang.

3.5

Kriteria Inklusi dan Eklusi

3.5.1 Kriteria Inklusi


1.

Ibu hamil yang datang berkunjung ke BPS Uswatun Hasanah

2.

Ibu yang dapat berkomunikasi dengan baik.

3.

Berkemampuan membaca dan menulis.

3.5.2 Kriteria Eklusi


1. Tidak bersedia menandatangani informed consent
2. Responden yang tidak menjawab seluruh pertanyaan

3.6

Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil

tentang pentingnya kalsium meliputi definisi,manfaat,sumber kalsium dan akibat


kekurangan kalsium.

3.7 Definisi Operasional

Tabel 2. Definisi Operasional


No
1

Variabel
Pengetahuan
ibu

Definisi Operasional Skala


tingkat pengetahuan

Ukur
Ordinal

Alat

Cara Ukur

Hasil Ukur

Ukur
Kuesioner

Angket

Baik: Bila nilai

hamil ibu hamil tentang

benar

tentang

definisi, manfaat,

100%

pentingnya

sumber kalsium,

kalsium

akibat kekurangan
kalsium

76%-

Cukup:

Bila

nilai

benar

56%-75%
Kurang:

Bila

nilai

benar

55%

(sumber:

(Arikunto,

2006)

3.8

Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh

peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi


sistematis dan lebih mudah. Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrumen
berupa kuesioner yang membantu peneliti dalam mengetahui gambaran
pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium.

3.9

Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepad subyek dan

pengumpulan karakteristik yang diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam,


2003). Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner
yang diisi oleh responden.Data yang dikumpulkan kemudian ditabulasi dengan
menggunakan tabel distribusi frekuensi kemudian dihitung menurut jumlah
prosentase lalu disajikan secara diskriptif dan hasil pengolahan data disajikan
secara naratif.Alat ukur dalam penilitian ini untuk 40 responden dengan
menggunakan alat ukur kuesioner.

3.10

Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam dalam beberapa tahap, yaitu:


1. Tahap awal

Dilakukan untuk mencari permasalahan yang akan diangkat sebagai


bahan penelitian. Hal itu diperoleh dari data sekunder dan hasil observasi.
Observasi dilakukan untuk memperoleh data pendukung.

2. Tahap Persiapan Penelitian


a. Menentukan populasi.
b. Menentukan sampel yaitu hamil yang datang berkunjung ke BPS Uswatun
Hasanah.
c. Menentukan waktu dan tempat pelaksanaan.
d. Mengurus surat perijinan penelitian
e. Persiapan alat penelitian

3.

Tahap Pelaksanaan penelitian

a. Melakukan pendataan responden


b. Membagikan kuesioner yang akan diisi oleh responden

4.

Tahap Pasca Penelitian


Tahap akhir dari penelitian yaitu pencatatan dan pelaporan data yang
diperoleh dari hasil penelitian diolah dan dianalisis untuk diketahui
hubungannya.

3.1 1

Pengolahan Data

Pengolahan data terdiri dari beberapa proses yaitu:


1. Editing

Pada tahap ini, peneliti melakukan penelitian terhadap data yang diperoleh
apakah terdapat kekeliruan atau tidak pada penulisannya.
2. Coding
Pada angket pengumpulan data penelitian akandiberikan kode untuk
mempermudah analisis data yangdiperoleh.
3. Scoring
Peneliti akan memberikan skor / nilai berdasarkan hasilobservasi.
4. Tabulating
Memasukkan hasil pengumpulan data ke dalam bentuktabel.
5. Analisis
Memasukkan skor yang didapat responden ke dalam rumus:

N=

Sp

x 100%

Sm

Keterangan

N : Nilai yang didapat


Sp : Skor yang didapat
Sm : Skor maksimal

Menurut Nursalam (2003) hasil prosentase tiap variabeldiinterprestasikan


dengan menggunakan skala kualitatif, yaitu :
76% - 100%

: Baik

56% - 75%

: Cukup

55%

: Kurang

3.12

Kode Etik
1. Informed Consent (Lembar Persetujuan Menjadi Responden)
Lembar persetujuan diberikan kepada subyek yang akanditeliti,
tujuannya

adalah

penelitiselama

mengetahui

pengumpulan

maksud,
data,

tujuan
subyek

dan

harapan

dipersilahkan

menandatangani lembarpersetujuan menjadi responden, jika subjek


menolak untuk diteliti, makapeneliti tidak akan memaksa dan tetap
menghormati hak-haknya.

2. Anonimity (Tanpa Nama)


Untuk

menjaga

kerahasiaan

identitas

subyek,

peneliti

tidakmencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data, cukup


memberinomor kode pada masing-masing lembar jawaban tersebut
.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Untuk menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baikinformasi
maupun

masalah-masalah

lainya,

semua

informasi

yang

telahdikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti hanya data


tertentu yangakan dilaporkan pada hasil penelitian.

3.13 Analisa Data


Setelah terkumpul kemudian diolah dalam bentuk table, kemudian
dianalisa.

a. Analisa Univariate
Yakni analisis terhadap semua variabel yang diteliti dengan
menggunakan distribusi frekuensi yang disajikan dalam bentuk table dan
menggunakan rumus (Setiadi, 2007; 80).
Ket:

F
P=

X 100%

P: Prosentase
F: Jumlah Jawaban positif atau
negatif

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Penelitian

4.1.1

Karakteristik Responden
Peneliti mengelompokkan responden berdasarkan demografi kelompok

umur, tingkat pendidikan, jumlah paritas dan pekerjaan.

4.1.1.1 Berdasarkan Umur


Peneliti membagi responden berdasarkan usia kedalam tiga kelompok.
Jumlah responden terbanyak berada pada kelompok usia 20 -30 tahun, yaitu
sebanyak 21 orang (46,7%). Terdapat 15 orang (37,5%) responden yang berada
pada kelompok usia >30 tahun. Responden yang berusia < 20 tahun sebanyak 4
orang (10%).
Umur

Jumlah responden

Persentase (%)

<20 tahun

10

20-30 tahun

21

52,5

>30 tahun

15

37,5

Jumlah

40

100

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia

4.1.1.2 Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Berdasarkan tingkat pendidikan responden didapatkan data bahwa
responden terbanyak mengenyam bangku sekolah hingga SMA yaitu sebanyak 19
orang (47,5%), SMP sebanyak 17 orang (42,5%), perguruan tinggi sebanyak 3
orang (7,5%) dan SD sebanyak 1 orang (2,5%).
Tingkat Pendidikan

Jumlah responden

Persentase (%)

SD

2,5

SMP

17

42,5

SMA

19

47,5

Perguruan Tinggi

7,5

Jumlah

40

100

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat


Pendidikan

4.1.1.3 Berdasarkan Jumlah Paritas


Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa penelitian ini diikuti oleh17 orang
(42,5%) primipara dan23 responden (57,5%) multipara.
JumlahParitas

Jumlah responden

Persentase (%)

Primipara

17

42,5

Multipara

23

57,5

Jumlah

40

100

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jumlah Paritas

4.1.1.4 Berdasarkan Pekerjaan


Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa
pekerjaan responden terbanyak adalah ibu rumah tangga yaitu 18 responden
(45%). Terdapat 12 orang (30%) bekerja swasta, 7 orang (17,5%) merupakan
Pekerjaan

Jumlah responden

Persentase (%)

Ibu Rumah Tangga

18

45

PNS

7,5

Swasta

12

30

Wiraswasta

17,5

Jumlah

40

100

wiraswasta, dan sisanya sebanyak 3 orang (7,5%) merupakan pegawai negeri sipil
(PNS).

Tabel 6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan


4.1.2

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Kalsium


Berdasarkan tingkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium,

peneliti membagi responden kedalam 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang
(Arikunto, 2006). Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa sebanyak 17 orang
(42,5%) berpengetahuan baik, terbanyak 12 orang (30%) berpengetahuani cukup
dan sisanya 11 orang (27,5%) berpengetahuan kurang tentang pentingnya kalsium
pada ibu hamil.

Kategori

Jumlah responden

Persentase (%)

Baik

17

42,5

Cukup

12

30

Kurang

11

27,5

40

100

Jumlah

Tabel 6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Gambaran


Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Kalsium

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Kalsium


Baik Cukup Kurang

28%

43%

30%

Gambar 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Gambaran


Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya kalsium pada ibu hamil
4.2

Pembahasan
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh,

yaitu 1,5 - 2% dari berat badan orang dewasa atau sekitar 1 kg. Sembilan puluh
Sembilan persen dari jumlah ini berada dalam jaringan keras yaitu tulang dan gigi

terutama dalam bentuk hidroksiapatit [(3Ca3(PO4)2.Ca(OH)2]. Sementara itu,


yang terdapat dalam jaringan lunak sebanyak 1% (Wirakusumah, 2007).
Kebutuhan kalsium yang sangat besar selama kehamilan menyebabkan
konsumsi kalsium perlu ditambah. Tambahan ini untuk menggantikan simpanan
kalsium di dalam tubuh yang secara terus-menerus diambil untuk berbagai
keperluan saat hamil. Kalsium di transport melalui plasenta kepada fetus yang
digunakan untuk pertumbuhan fetus, seperti untuk menunjang pembentukan
tulang dan gigi serta persendiannya. Oleh karena itulah , ibu-ibu hamil yang
kurang mengkonsumsi makanan dan vitamin yang kaya kalsium, sering menderita
kerapuhan gigi.
Dari hasil penelitian mengenai Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Pentingnya Kalsiumdi BPS Uswatun Hasanah terhadap 40 responden didapatkan
data sebagai berikut:
4.2.1

Karakteristik Responden

4.2.1.1Usia
Dari data yang dikumpulkan diketahui bahwa jumlah responden terbanyak
berada pada kelompok usia 20 -30 tahun, yaitu sebanyak 21 orang (46,7%).
Terdapat 15 orang (37,5%) responden yang berada pada kelompok usia > 30
tahun. Responden yang berusia < 20 tahun sebanyak 4 orang (10%).
Hal ini sesuai dengan ukuran reproduksi sehat bahwa usia aman untuk
kehamilan dan persalinan adalah pada usia 20-30 tahun. Selain itu umur juga
mempengaruhi seberapa banyak pengetahuan yang didapat tentang pentingnya
kalsium pada ibu hamil.

4.2.1.2 Tingkat Pendidikan


Berdasarkan tingkat pendidikan responden didapatkan data bahwa
responden terbanyak mengenyam bangku sekolah hingga SMA yaitu sebanyak 19
orang (47,5%), SMP sebanyak 17 orang (42,5%), perguruan tinggi sebanyak 3
orang (7,5%) dan SD sebanyak 1 orang (2,5%).
Menurut

Saifuddin

(2006),

bahwa

jenjang

pendidikan

sangat

mempengaruhi terhadap hal untuk memperoleh informasi, dan hak menolak atau
menerima penjelasan yang diberikan. Kemudian semakin baik pendidikan
orangtua maka orang tua akan semakin mudah menerima informasi dari luar
tentang cara yang baik untuk merawat dan mengasuh anaknya.
Menurut Notoatmojo (2007), pendidikan bertujuan untuk menanamkan
tingkah laku atau kebiasaan yang baru, semakin tinggi tingkat pengetahuan
seseorang diharapkan semakin baik pengetahuannya, dan meningkatkan pula
keadaan sosial ekonomi dan makin mudah mendapatkan informasi.

4.2.1.3 Jumlah Paritas


Penelitian ini diikuti penelitian ini diikuti oleh 17 orang

(42,5%)

primipara dan 23 responden (57,5%) multipara. Karakteristik jumlah paritas


dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengalaman sang ibu dalam
pentingnya kalsium pada ibu hamil. Pengalaman ibu dimana ibu yang multipara
akan lebih realistis dalam mengantisipasi keterbatasan fisiknya dan dapat lebih
mudah beradaptasi terhadap peran dan interaksi sosialnya, dukungan dimana ibu
yang mendapat dukungan dapat memperkaya kemampuan menjadi orangtua dan
mengasuh anak (Bobak, 2004).

4.2.1.4 Pekerjaan
Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa
terbanyak ibu rumah tangga yaitu 18 responden (45%). Terdapat 12 orang (30%)
bekerja swasta, 7 orang (17,5%) merupakan wiraswasta, dan sisanya sebanyak 3
orang (7,5%) merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
Seperti yang telah diketahui bahwa pengetahuan seseorang dapat diperoleh
dari berbagai sumber, seperti media massa ataupun elektronik. Kemudiaan
semakin banyak seseorang berinteraksi dengan orang lain, maka semakin banyak
informasi yang didapat. Maka dalam hal ini pekerjaan seseorang juga akan
mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan. Namun
dari hasil penelitian sebagian responden bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT),
hal ini tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk tidak memperoleh
informasi, bisa saja mereka memperoleh informasi-informasi dengan cara
melakukan sebuah perkumpulaan, media elektronik maupun media cetak.

4.2.2

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Kalsium


Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan

Ibu Hamil Tentang Pentingnya Kalsium di BPS Uswatun Hasanah terhadap 40


responden didapatkan hasil bahwa sebanyak 17 orang (42,5%) berpengetahuan
baik, terbanyak 12 orang (30%) berpengetahuani cukup dan sisanya 11 orang
(27,5%) berpengetahuan kurang tentang pentingnya kalsium pada ibu hamil.
Hasil ini menyatakan bahwa ibu hamil di BPS Uswatun Hasanah sebagian
besar berpengetahuan baik yang berarti ibu hamil sudah memperoleh informasi
tentang pentingnya kalsium, baik dari berbagai sumber seperti media elektronik,

media massa, keluarga, ataupun dari petugas kesehatan. Namun angkanya masih
dikatakan rendah yaitu kurang dari 50%. Hal ini merupakan tantangan bagi para
bidan, yang merupakan salah satu pelaku kesehatan untuk meningkatkan
kemampuannya dalam mengedukasi para ibu hamil akan pentingnya kalsium
untuk menghindari dampak-dampak yang dapat terjadi akibat kekurangan kalsium
baik bagi ibu maupun janinnya.
Menurut Notoatmojdo (2007) pengetahuan adalah hasil dari tahu dan hal
ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu.
Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh dari pendidikan, pengalaman diri
sendiri maupun orang lain, media massa maupun lingkungan. Pengetahuan baik
dan cukup dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sumber informasi,
faktor pendidikan. Semakin banyak seseorang mendapatkan informasi baik dari
lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, petugas kesehatan maupun dari media
cetak. Hal ini akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Untuk
mencapai angka kecukupan kalsium pada ibu hamil, ibu hamil harus tahu terlebih
dahulu mengetahui manfaat kalsium, angka kecukupan kalsium bagi ibu hamil,
dampak kekurangan kalsium bagi ibu dan janin, serta makanan apa saja yang
mengandung tinggi kalsium.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai gambaran
pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium di BPS Uswatun Hasanah
pada 40 responden didapatkan hasil bahwa:
1. Respondenterbanyak berada pada kelompok umur antara 20-30 tahun
yaitu sebanyak 21 orang (52,5 %)
2. Pendidikan responden rata-rata adalah SMA yaitu sebanyak 19 orang
(47,5%).
3. Responden terbanyak merupakan multipara yaitu sebanyak 23 responden
(57,5%).
4. Responden sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yaitu sebanyak
18 orang (45 %)
5. Gambaranpengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium didapatkan
bahwa sebagian besar yaitu 17 orang (42,5%) berpengetahuan baik
mengenai pentingnya kalsium pada ibu hamil, 12 orang (30%)
berpengetahuan cukup dan sisanya sebanyak 11 orang (27,5%)
berpengetahuan kurang.

5.2

Saran

1. Para bidan dapat meningkatkan professionalisme, kemampuan berkomunikasi,


dan mengedukasi para ibu hamil tentang pentingnya kalsium pada ibu hamil.
2. Menambah referensi pengetahuan para bidan khususnya tentang pentingnya
kalsium pada ibu hamil, sehingga para bidan memiliki pengetahuan yang
cukup dalam memberikan pengarahan kepada ibu hamil.

3. Para ibu hamil diharapkan meningkatkan pengetahuannya mengenai asupan


yang dibutuhkan saat kehamilan.
4. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi penelitian awal untuk penelitian
selanjutnya yang lebih spesif mencari tahu hubungan keterikatan antara
pengetahuan ibu hamil terhadap angka kecukupupan kalsium pada ibu hamil
dengan menggunakan sampel yang lebih luas lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta: Gramedia Pustaka


Utama.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:


Rineka Cipta.
Arisman. 2004. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC
Bobak, Lowdermik, & Jensen. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4.
Jakarta : EGC.
Cetakan I. Jakarta: Arcan.
Hunter,HH dan Rosemary. 2005. Makanan Yang Aman Untuk Kehamilan.
Ida Wahyuni, dkk.2004. Hubungan Asupan Zat Gizi Mikro dan Makro Ibu Hamil
Trismester III dengan Status Antropometri Bayi Lahir.Surabaya: Pusat
Penelitian Kesehatan Universitas Surabaya
Lubis, Zulhaida. 2003. Status Gizi Ibu Hamil Serta PengaruhnyaTerhadap bayi
Yang

Dilahirkan.

Diunduh

dari

www.jogjabelajar.org/modul/how/k/

kesehatan/12_status-gizi_ibu_hamil.pdf
Manuaba IBG. 2008. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga
Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Moehji. 2003. Ilmu Gizi 2.Jakarta: Bharatara Niaga Media
Muhilal, dkk. 2004. Risalah Widya Karya Pangan dan Gizi. Jakarta :Persatuan
Ahli Gizi Indonesia
Nancy.

2003.

Lebih

Lengkap

Tentang

Osteoporosis.

Jakarta:

Raja

GarvindoPersada.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku.Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam.

2008.

Konsep

dan

Penerapan

Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika.

Metodologi

Penelitian

Ilmu

Prawiroharjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka


Sarwono PrawiroharjoPustaka
Rusilanti. 2006. Menu Bergizi Untuk Ibu Hamil.Cetakan I. Jakarta. Kawan
Saifuddin, A. B. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Siswono. 2004. Konsumsi Kalsium Cegah Osteoporosis. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka
Wirakusumah, Emma. 2007. Mencegah Osteoporosis. Jakrta: Penebar Plus

Lampiran 1

LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN

Saya yang benama Siti Ayu Aisyah sedang menjalani Program Pendidikan
D-IV Bidan Pendidik di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Untuk
memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Program D-IV Bidan

Pendidik yang sedang saya jalani, saya melakukan penelitian dengan judul
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Kalsium Di Desa Liman
Benawi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah
Adapun tujuan penelitian saya adalah untuk mengetahui gambaran
pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kalsium. Adapun hasil penelitian ini
tidak akan disebarluaskan dan dijaga kerahasiaannnya. Saudara tidak dikenakan
biaya apapun dalam penelitian ini. Kerahasiaan mengenai informasi yang telah
diberikan oleh saudara akan terjamin. Keikutsertaan saudara dalam penelitian ini
adalah dengan sukarela. Bila saudara tidak bersedia, saudara berhak menolak
diikutsertakan dalam penelitian ini dan tidak ada konsekuensi, perlakuan yang
tidak layak maupun membeda-bedakan dengan yang lainnya.
Apabila saudara bersedia dan menyetujui menjadi responden, harap
menandatangani persetujuan. Atas partisipasi saudara saya ucapkan banyak
terimakasih.

Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama

Usia

Pendidikan Terakhir :
Junlah Anak

Pekerjaan

Telah mendapat penjelasan dan memahami mengenai segala yang akan dilakukan
untuk penelitian. Dengan ini saya menyatakan setuju untuk diikutsertakan sebagai
responden dalam penelitian ini. Demikian surat persetujuan ini dibuat dalam
keadaan baik dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Bandar lampung ,.....................

(SITI AYUAISYAH )
Peneliti

(..................................................)
Responden

Lampiran 3
KISI-KISI KUESIONER
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
PENTINGNYA KALSIUM DI DESA LIMAN BENAWI
KECAMATAN TRIMURJO LAMPUNG TENGAH

Kisi-kisi pertanyaan

Nomor soal

O
1
2

Fungsi ,manfaat dan jumlah kalsium


Sumber kalsium yang terdapat dalam

1,2,3,14, 16,4
5,6,,9,12,13

3
4
5

makanan
Dampak kekurangan kalsium
Penyakit akibat kekurangan kalsium
Vitamin yang meningkatkan absorbsi

7,11,17,20
8,10,
15,18,19

kalsium , sekresi kalsium

Lampiran 4

KUESIONER
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
PENTINGNYA KALSIUM DI DESA LIMAN BENAWI
KECAMATAN TRIMURJO LAMPUNG TENGAH

Nama

:...............................................

Umur

:...............................................

Pendidikan Terakhir :...............................................


Jumlah Anak

:...............................................

Pekerjaan

:...............................................

Alamat

:...............................................

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang menurut Anda benar!
1. Menurut ibu seorang wanita akan mengalami peningkatan kebutuhan kalsium
yaitu pada saat?
a. Anak-anak
b. Dewasa
c. Kehamilan
d. Persalinan
e.Nifas

2. Menurut ibu apakah fungsi utama Kalsium pada ibu hamil ?


a. Untuk pertumbuhan sel sel otak janin
b. Untuk pembentukan tulang dan gigi janin
c. Untuk pembentukan rambut pada janin
d. Untuk perkembangan bayi
e.untuk kematangan sel-sel

3. Dibawah ini yang bukan merupakan manfaat kalsium adalah?


a. Mencegah osteoporosis
b. Mengatur kontraksi otot
c. Mengatur suhu tubuh
d. Mengatur kerja sel
e. Mengantur perkembangan otak

4. Berapa kebutuhan ibu hamil terhadap kalsium?


a. 100-200 mg
b. 1000-1200 mg
c. 1000-2000 mg
d. 1500-2000 mg

e. 200-300 mg

5. Apakah sumber utama kalsium ?


a. Susu
b. Daging
c. Nasi
d. Teh
e. Sayuran

6. Mengandung apakah tablet Lactas yang ibu dapatkan saat memeriksakan


kehamilan :
a. Protein
b. Kalsium
c. Air
d. Mineral
e. vitamin

7. Menurut ibu dampak apakah yang dapat ditimbulkan pada bayi jika ibu
hamil kurang mengkonsumsi kalsium :
a. Gangguan pertumbuhan tulang
b. Gangguan pertumbuhan rambut
c. Gangguan pertumbuhan kuku
d. Gangguan pertumbuhan sel-sel
e. Gangguan pertumbuhan penglihatan

8. Penyakit apakah yang dapat ditimbulkan oleh ibu hamil kepada bayi baru
lahir bila ibu kurang mengkonsumsi kalsium :
a. Kejang-kejang pada bayi baru lahir
b. Muntah-muntah pada bayi baru lahir
c. Cacat bawaan pada bayi baru lahir
d. Polio
e. Penyakit gigi

9. Dibawah ini merupakan sayuran yang mengandung tinggi kalsium, kecuali:


a. Daun Pepaya
b. Bayam
c. Daun kangkung
d. Daun katuk
e. Kecambah

10. Jika asupan kalsium ibu kurang, maka kalsium untuk memenuhi kebutuhan
pertumbuhan janin diambil dari ?
a. Tulang ibu
b. Hati Ibu
c. Plasenta
d. Jantung ibu
e. Ginjal ibu

11. Salah satu dampak kekurangan kalsium yang sering terjadi pada masa
tumbuh kembang anak adalah?
a. Rakhitis
b. Beri-Beri
c. Rabun Senja
d. Hepatitis
e. Osteoporosis

12. Makanan dibawah ini yang banyak mengandung kalsium adalah?


a. Wortel
b. Tempe
c. Tahu
d. ikan
e. Keju
13. Dibawah ini adalah jenis ikan yang kaya akan kalsium, kecuali?
a. Teri kering
b. Rebon
c. Ikan mas
d. Ikan Lele
e. Ikan gurame

14. Dibawah ini merupakan manfaat dari kalsium, kecuali?


a. Membantu pembekuan darah
b. Mengatur kontraksi otot
c. Melancarkan proses pencernaan
d. Untuk pertumbuhan tulang
e. Mencegah pengeroposan tulang
15. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan absorbsi kalsium adalah?
a. Vitamin A
b. Vitamin C
c. Vitamin E
d. Vitamin D
e. Vitamin B

16. Mengapa ibu hamil membutuhkan tambahan kebutuhan kalsium


dibandingkan normalnya?
a. Kalsium ibu juga dibutuhkan oleh janin untuk pertumbuhan tulang dan
giginya
b. Penyerapan kalsium ibu yang sedang hamil sangat lambat.
c. Kalsium baik untuk mengurangi rasa mual ibu.

d. Menghilangkan rasa pegal-pegal pada sendi


e. Agar memiliki energi yg banyak saat persalinan

17. Dibawah ini yang bukan dampak dari kekurangan kalsium adalah ?
a. Rakhitis
b. Polio
c. Osteoporosis
d. Hepatitis

e. C dan e salah

18. Kalsium tidak dikeluarkan tubuh melalui?


a. Keringat
b. Feses
c. Air liur
d. Kuku
e. rambut

19. Manakah bagian tubuh yang berfungsi menyerap kalsium?


a. Lambung
b. Colon
c. Duodenum
d. Hepar
e. ginjal

20. Apabila kandungan kalsium yang dikonsumsi ibu kurang, maka


darimanakah janin mendapatkannya?
a. Tulang ibu
b. Lemak Ibu
c. Hati ibu
d. Jantung ibu
e. Ginjal ibu

KUNCI JAWABAN

1.C
2.B
3.D
4.B
5.A
6.B
7.A
8.A
9.E
10.A
11.A
12.E
13.D
14.C
15.D
16.A

17.B
18.C
19.C
20.A