P. 1
Pengalaman Spiritual Berhubungan Dengan Roh oleh Aiko Gibo (part file)

Pengalaman Spiritual Berhubungan Dengan Roh oleh Aiko Gibo (part file)

|Views: 1,437|Likes:
Dipublikasikan oleh A.ARIEF.MADROMI

Complete file Download : http://www.4shared.com/office/RFA2OQul/AIKO_GIBO.html

Format epub:https://docs.google.com/open?id=0B1nLX0WN_TMNN0poT2Y3S1hrMmM

Complete file Download : http://www.4shared.com/office/RFA2OQul/AIKO_GIBO.html

Format epub:https://docs.google.com/open?id=0B1nLX0WN_TMNN0poT2Y3S1hrMmM

More info:

Published by: A.ARIEF.MADROMI on Mar 06, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2015

pdf

text

original

www.scribd.

com/madromi

MANUSIA TIDAK MATI
Pengalaman spiritual berhubungan dengan roh-roh

Aiko Gibo

Penerbit PT Grameclia Pustaka Utama Jakarta, 1995

Judui asli: Finding Your Guardian Spirit Aiko Gibo © 1992 by Kodansha International, Ltd. Published by arrangement with Kodansha Internationa!, Ltd. Pengalaman spiritual berhubungan dengan roh-roh Alih bahasa: Dwi Helly Purnomo © Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jl. Palmerah Selatan 24-26, Jakarta 10270 GM 204 95.281 Editor: Danan Priyatmoko Desain Sampul: Agus Purwanta Perwajahan: Tim Desain GPU Diterbitkan pertama kali dalam terjemahan bahasa Indonesia oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, anggota IKAPI, Jakarta 1995. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Manusia Tidak Mati

Dicetak oleh Percetakan PT Gramedia, Jakarta Isi di iuar tanggung jawab Percetakan PT Gramedia

DAFTAR ISI

Kata Pengantar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Roh Sungguh Ada Anda Dapat Mengubah Nasib Anda Saya Menyadari Kekuatan Saya Dunia Roh Apakah Roh Pelindung Itu? Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan Roh Pelindung Perusahaan Kehidupan di Alam Sana Transmigrasi dan Reinkarnasi Memberi Perhatian kepada Roh Roh Pelindung Anda

ix 1 21 31 45 75 87 103 121 145 151 177

v

Sebagai seseorang yang sejak kecil sudah melihat roh-roh dan berkomunikasi dengan mereka, saya tidak lagi bisa menerima pendapat umum bahcua jiwa manusia lenyap begitu saja seiring dengan lenyapnya tubuh. —Aiko Gibo

Kata Pengantar

xi

i bulan Februari 1992, sebuah perusahaan televisi Jepang meminta kesediaan saya untuk membuat sebuah paket acara bersama seorang medium bernama Aiko Gibo. Pihak perusahaan televisi itu menjelaskan bahwa di Jepang Aiko diyakini sebagai seorang medium yang paling diakui kehebatannya, dan pada saat itu ia sedang melakukan perjalanan keliling dunia bersama tim televisi untuk memperlihatkan kemampuannya itu. Mereka juga meminta saya untuk memilihkan sebuah rumah angker di Inggris sebagai lokasi wawancara saya dengan Nyonya Gibo. Atas permintaan itu, saya pun mengusulkan sejumlah rumah angker. Ternyata perusahaan televisi itu memilih sebuah pub angker—King's Cellars—di Croydon, London selatan. Pilihan itu menyenangkan saya, sebab saya sendiri pernah mengadakan penyelidikan ke dalam pub itu sekaligus menulis tentang tempat tersebut dalam buku saya yang berjudul Poltergeist. Saya mulai tertarik pada segala hai yang berkaitan dengan roh ketika umur saya hampir empat puluh. Sebelumnya, saya pernah menulis tentang filsafat eksistensial—mengenai problem yang oleh H.G. Wells diringkas dalam judul Apa yang Seharusnya Kita Lakukan dengan Kehidupan Kita? Buku pertama saya, The Outsider, berbicara tentang orang canggung yang merasa bahwa kehidupan ini dimaksudkan bagi sesuatu yang lebih tinggi daripada sekadar menjadi bahagia. Saya terutama tertarik akan berbagai pengalaman iluminasi mistik, ketika makna alam semesta tiba-tiba tampak jelas. Ketika diminta menulis sebuah buku tentang klenik, pada mulanya saya skeptis, sebab saya sendiri merasa bah-

D

Catatan: Kata "meuium" di sini adaiah terjemahan kata psychic. Tetapi, seperti nanti bisa Anda baca dalam seluruh buku ini, Nyonya Aiko Gifco tidak pernah sampai tak sadarkan diri selama proses dihubungi oleh roh-roh, seperti yang umumnya terjadi pada diri seorang medium. Ia melihat gambaran yang dimunculkan oleh roh-roh melalui mata kirinya yang nyaris buta, dan mendengarkan semua yang dikatakan roh-roh itu melalui telinga kanannya yang nyaris tuli. Roh-roh tidak pernah menggunakan tubuh Nyonya Gibo sebagai medium, seperti yang umumnya dialami seorang medium (-penyunting).

xii

Manusia Tidak Mati

wa sebagian besar pengalaman yang paling batiniah pun dapat dijelaskan sebagai tipuan atas diri sendiri. Tetapi ketika mulai mempelajari lusinan kasus tentang ahli tenung, peramal, telepati, dan tempat-tempat berhantu, sadarlah saya bahwa sikap skeptis saya berdasarkan ketidaktahuan belaka. Ada banyak sekali bukti nyata tentang klenik. Lagi pula, karena kenyataan itu rupanya membuktikan bahwa pikiran manusia memiliki kekuatan mengenai hal-hal yang tak kita sadari, persoalan itu jadi relevan juga dengan pertanyaan saya mengenai makna eksistensi manusia. Mulanya saya menyangsikan pendapat bahwa manusia tetap hidup setelah kematiannya. Tetapi, sekali lagi, studi terhadap ratusan kasus meyakinkan saya bahwa bukti mengenai hidup sesudah mati betul-betul kuat. Di tahun 1980, ketika saya meneliti sebuah buku tentang poltergeist—atau "hantu-hantu yang menimbulkan kegaduhan di suatu tempat"—saya mendengar tentang pub King's Cellars di Croydon, tempat hantu-hantu membanting botolbotol dan gelas-gelas, serta kadang kala menyebabkan air kloset tergelontor padahal tak ada seorang pun di sana. Pada suatu kunjungan ke pub tersebut, saya menyaksikan sendiri semua itu. Biasanya, gangguan yang disebabkan oleh hantu-hantu tersebut berlangsung paling lama satu tahun. Oleh karena itulah saya terkejut mendengar kabar bahwa hantu-hantu di Croydon masih aktif sampai sekarang. Itu pula sebabnya saya tidak ragu-ragu mengusulkan pub Croydon ketika diminta memilih lokasi untuk mewawancarai Nyonya Gibo. Pada hari Minggu, 1 Maret, saya menunggu kedatangan tim televisi di sebuah hotel di tengah kota London. Mereka tiba sekitar tengah hari dan saya diperkenalkan pada Nyonya Gibo. Saya heran bercampur senang. Karena suatu alasan yang tak masuk akal, gambaran umum mengenai seorang medium adai ah fisik mereka yang kurang menarik—seringnya berhubungan dengan roh-roh biasanya membuat seorang medium luar biasa gemuk. Aiko Gibo adalah seorang wanita menarik yang memancarkan rasa humor dan vitalitas. Kemampuannya berbahasa Inggris baik sekali. Sementara

Kata Pengantar

xiii

menunggu produser, Nyonya Gibo menceritakan pada saya bagaimana ia menjadi seorang medium—seseorang yang mampu berhubungan dengan roh-roh. Sebagai kanak-kanak, ceritanya, ia pendiam dan lebih suka menyendiri. Salah seorang dari sedikit teman dekatnya pada masa itu adalah Ayako, teman mainnya sepulang sekolah. Ketika secara mendadak Ayako meninggal, pada umur enam tahun, Aiko sangat terpukul. Ia semakin menarik diri lagi. Kemudian, pada suatu hari, ketika sedang bermain sendirian, ia mendengar suara Ayako berkata: "Kamu lagi ngapain?" Dan tiba-tiba, Ayako berada di dalam ruangan itu bersamanya. Dengan keluguan seorang kanak-kanak, Aiko menerima fenomena aneh itu. Itu semata-mata membuktikan apa yang selalu ia rasakan: manusia tidak mati. Kemudian ia semakin terbiasa bercakap-cakap dengan Ayako, dan segera ia sadari bahwa temannya itu dapat meramal tentang masa depan. Antara lain Ayako pernah mengatakan pada Aiko bahwa pada hari berikutnya seorang lelaki akan tenggelam di sungai. Esoknya, hal itu terjadi, persis seperti yang diramalkan Ayako. Dapatlah dimengerti bahwa orang tua Aiko sangat gelisah melihat sikap anak perempuan mereka yang amat berbeda dengan anak-anak sebayanya. Mereka meminta Aiko untuk tidak menceritakan pengalaman-pengalamarinya yang aneh. Aiko menurut. Orang tuanya lebih suka bila ia menjadi anak yang biasa-biasa saja. Ketika umur Aiko mencapai akhir belasan tahun, keinginan mereka terkabul. Seperti remaja belasan tahun lainnya, Aiko ingin menikmati hidup dan bertemu dengan banyak orang. Ketika ia menjadi semakin asyik dengan kehidupan sehari-hari, kekuatannya sebagai seorang medium berangsur-angsur hilang. Aiko menikah dengan seorang pengusaha. Kesibukan mengurus suami dan mengasuh tiga orang anak mengubahnya menjadi seorang realis, yang tidak punya waktu untuk dunia yang tak tampak. Dari umur 21 sampai 37, ia tak lagi mengalami pengalaman-pengalaman spiritual. Hingga pada suatu hari, kekuatan itu kembali sepenuhnya.

xiv

Manusia Tidak Mati

Anak lelaki bungsu Nyonya Gibo berumur empat tahun dan sudah mulai masuk taman kanak-kanak. Pada suatu hari, ketika Aiko sedang minum teh bersama seorang teman bernama Nyonya Hayakawa, tiba-tiba ia "melihat" kota kediaman Nyonya Hayakawa, tiga ratus kilometer jauhnya dari tempat mereka minum teh. Ia juga melihat sebuah makam yang salah satu batu nisannya roboh, dan seorang lelaki tua berjenggot putih panjang, berkimono, yang mengeluh karena makamnya dibiarkan rusak dan tak diperbaiki. Aiko memaparkan tentang makam dan lelaki tua itu kepada Nyonya Hayakawa, yang kemudian berkata dengan heran, "Sepertinya itu kakek saya." Tetapi sejauh yang diketahuinya, makam itu dalam keadaan baik. Nyonya Hayakawa menelepon saudaranya, yang tinggal sangat dekat dengan makam itu. Saudaranya itu segera menelepon kembali untuk mengatakan bahwa batu nisan kakek mereka telah tercabut dari tanah, kelihatannya dilakukan oleh seorang perusak. Malam itu, Nyonya Hayakawa bermimpi tentang kakeknya yang sedang sangat marah. Tetapi ketika makam diperbaiki seperti keadaan semula, Nyonya Gibo bisa melihat bahwa sekarang kakek itu puas; rohnya kembali dalam kedamaian. Ketika Nyonya Gibo mengatakan kepada ibunya bahwa kekuatan paranormalnya kembali, ibunya mengeluh, "Oh, tidak!" dan tak mau berbicara dengannya selama tiga hari. Sampai di sini, pembicaraan Nyonya Gibo terpotong oleh kedatangan produser, dan kami pergi makan siang. Kemudian pada sore hari itu, sebuah bis membawa kami semua ke Croydon untuk mengunjungi King's Cellars. Ternyata pub itu telah berganti nama menjadi Goodv's. Karena hari itu hari Minggu, pub tutup. Bar berhantu ada di lantai dasar. Pemiliknya, seorang gadis cantik bernama Tracy, membawa kami turun ke sana. Begitu kami mulai menuruni tangga, Nyonya Gibo berhenti dan berkata, "Saya bisa melihat seorang lelaki terbaring di kaki tangga." Mendengar itu, saya jadi sadar bahwa saya telah melanggar salah satu peraturan pertama dalam

Kata Pengantar

xv

riset mengenai masalah dunia roh, karena sebelumnya saya sudah mengatakan pada Nyonya Gibo bahwa lelaki pemiliknya ditemukan meninggal di kaki tangga. Oleh sebab itu, saya berpendapat bahwa penglihatannya tak bisa dipandang sebagai bukti yang meyakinkan. Ketika kami sampai di bar itu, Nyonya Gibo berhenti lagi dan membelalak. "Seorang gadis baru saja melintasi ruangan dan menghilang di balik dinding itu." Saya memintanya untuk melukiskan dengan tepat dari mana datangnya gadis itu, dan ia menunjuk dinding di belakang bar. Saya pergi ke belakang bar itu untuk melihat apakah mungkin pernah ada sebuah pintu di sana, tetapi jelas bahwa yang ada di situ hanya dinding. Saya mewawancarai Nyonya Gibo di depan kamera. Sesudah itu saya mewawancarai Tracy di belakang bar itu. Ia menceritakan kepada saya bahwa hantu yang suka mengganggu itu masih aktif—gelas-gelas sering jatuh dari meja dan pecah, dan pada saat lain pompa bir mulai bekerja sendiri dan menumpahkan bir ke lantai. Sampai di situ, kamera berhenti untuk penggantian film. Saya berdiri sendirian di belakang bar, sambil berbicara dengan Tracy. Sejak saat itu, harus saya akui bahwa skeptisisme saya benar adanya, dan saya mulai merasa bahwa semua itu hanya membuang-buang waktu saja. Walaupun tidak meragukan ketulusan Nyonya Gibo, saya mulai berpikir-pikir apakah ia tidak membiarkan imajinasinya dipengaruhi oleh apa yang telah saya katakan padanya. Bagaimanapun, sangatlah tidak lazim bahwa gangguan oleh hantu bisa berlangsung sampai sepuluh tahun. Sementara saya berdiri sambil berbicara dengan Tracy, terdengar dentingan keras di belakang saya. Saya berbalik dan melihat sebuah gelas yang berat telah jatuh ke lantai. Untuk sesaat saya sempat berpikir jangan-jangan gelas itu tersenggol mantol panjang yang saya kenakan. Tetapi saya sadar itu tidak mungkin sebab iaraknva terlalu jauh. GelasO j j ) gelas itu ditaruh di rak-rak kecil di bagian bawah meja layan; jaraknya paling tidak satu meter dari tempat saya berdiri. Saat itu hanya ada saya dan Tracy di belakang bar

xvi

Manusia Tidak Mati

itu, dan tidak mungkin ada orang lain dari sisi lain yang bisa menyebabkan jatuhnya gelas. Tiba-tiba, dengan rasa terkejut, saya menyadari bahwa hantu itu membuktikan keberadaannya pada saya. Cepat-cepat saya memanggil produser, dan kamera mengambil gambar saya yang sedang mengambil gelas. Sementara itu, Maurice Grosse, teman peneliti dari Society for Psychical Research, mengatakan bahwa ia melihat gelas itu jatuh dari rak seakan-akan ada yang mendorong. Ia berdiri di sebelah paling ujung meja bar itu sambil minum segelas anggur, dan bisa menyaksikan saat gelas itu bergerak sendiri. Saya berbalik dan membungkuk di atas lantai tempat gelas tadi jatuh yang kini sudah bersih dari serpihan beling, sambil berkata, "Terima kasih." Tiba-tiba, rasa skeptis saya hilang. Sepuluh menit kemudian, ketika kami selesai membuat film, saya mampir lagi ke meja bar untuk minta segelas anggur lagi. Saat itu Tracy sedang berdiri dan bercakapcakap dengan seorang teman wanitanya. Menurut apa yang saya dengar, mereka sedang membicarakan pemilik tempat itu yang telah meninggal. Sampai saat itu saya tidak bisa memperoleh informasi tentang sang pemilik yang telah meninggal itu—namanya pun tidak—dan dalam buku Poltergeist pun ia hanya disebut-sebut sebagai pemilik pub ini. Sekarang saya mendengar Tracy menyebutnya sebagai Bernard, lalu saya bertanya kepadanya dari mana ia tahu nama itu. Tampaknya Tracy mengetahui nama itu secara kebetulan belaka. Seminggu sebelumnya alat pemadam api tidak berfungsi dengan semestinya. Label pada alat pemadam itu mencantumkan alamat perusahaan yang mengurusnya. Ketika Tracy menelepon perusahaan itu dan memberikan alamatnya, gadis yang menerima teleponnya berkata, "Bukankah tempat ini dulunya bernama King's Cellars? Saya pernah bekerja di sana sekitar tahun enam puluhan." Kemudian Tracy bertanya apakah gadis itu tahu sesuatu tentang hantu-hantu di tempat itu. "Hantu itu adalah si

Kata Pengantar

xvii

pemilik tempat itu sendiri yang bernama Bernard. Pada suatu hari Minggu, ia pulang larut malam dalam keadaan mabuk berat, lalu terjatuh di tangga. Ia ditemukan pagi harinya, lehernya patah." Kemudian Tracy bertanya apakah mungkin ada juga hantu-hantu yang lain. "Ya, hantu dari seorang gadis yang bunuh diri. Ia bertengkar dengan pacarnya di pub dan kembali bekerja di gedung yang bersebelahan dengan pub itu. Beberapa saat setelah bertengkar dengan pacarnya itu, si gadis menjatuhkan diri dari atap. Tubuhnya jatuh di atap pub dan ia tewas." Saya amat senang, dan cepat-cepat mengatakan kepada si produser apa yang baru saja saya dengar. Kami tidak hanya jadi tahu nama bekas pemilik tempat itu, tetapi juga sesuatu mengenai gadis yang telah dilihat Aiko Gibo. Selain itu, kami punya seorang saksi yang pernah bekerja di pub itu, yang dapat menceritakan pengalamannya di depan kamera. Satu jam kemudian, Nyonya Gibo dan saya sampai di hotel tempat kami menginap. Sementara itu, kru kamera yang tidak merasa ngeri bersiap-siap untuk berjaga sepanjang malam di bar itu, untuk memfilmkan penampakan apa pun yang bakal terjadi. Tahu bahwa hantu-hantu pembuat gaduh itu terkenal malu dipotret, saya merasa yakin usaha yang dilakukan kru juru kamera itu hanya membuangbuang waktu saja. Ternyata benar. Esok paginya, mereka kembali ke hotel, lelah dan kecewa. Hantu itu, seperti yang sava duga, tak mau "beraksi". Tetapi saya, sekurang-kurangnya, telah memberikan bukti mengenai hantu-hantu pembuat gaduh itu—dan tentang kekuatan luar biasa yang dimiliki Nyonya Aiko Gibo.

oh Sungguh Ada

Kematian Bukanlah Akhir Sebagai seorang yang sejak kecil sudah melihat roh-roh dai mendengar suara-suara mereka, saya tidak mungkin ber sikap seperti orang-orang pada umumnya yang percay; bahwa jiwa manusia hilang bersama dengan kematian ba dan. Saya sudah menyaksikan sejumlah peristiwa ketik; roh para sahabat dekat dan sanak saudara terpisah dar badan mereka pada saat mereka meninggal, dan meliha roh-rohnya menghilang ke langit. Sering saya mendengar pesan dari roh-roh: hal-hal yanj tak tersampaikan kepada orang-orang yang mereka cintai atau kisah-kisah yang tak sempat mereka ungkapkan se waktu masih berada di antara yang hidup. Bahkan, meng atupkan tangan dalam doa untuk mengatakan bahw; harapan-harapan mereka telah didengarkan sudah cukuj untuk mendatangkan sesungging senyuman pada wajal para roh, dan kadang-kadang juga ucapan salam dari me reka. Pada kesempatan-kesempatan semacam itulah par; roh merasa paling senang. Saya punya dua saudara laki-laki. Dengan merekalal saya bisa bergaul dengan enak. Adik saya, yang sanga dekat dengan saya, mengalami musibah dalam kecelakaai mobil yang fatal saat ia berusia 15- tahun. Sebagai kanak kanak, kami tak. terpisahkan dan bisa menghabiskan wakti bersama-sama tanpa jemu. Saat ia meninggal, saya berad; di sisinya, dan pengalaman melihat rohnya meninggalkai tempat tidur lalu menghilang melalui jendela adalah suati peristiwa yang tak terlupakan. Pada saat-saat icu terjadi pertama-tama ia menatap ibu kami, kemudian masing masing dari kami yang mengelilinginya; dengan sungguh sungguh ia memandangi wajah kami lewat matanya yanj setengah tertutup, seolah-olah ingin meyakinkan bahwa i; tak akan pernah melupakan kami. Saat-saat terakhir ke hidupan adik saya itu meyakinkan saya bahwa bahkai ketika orang telah pergi dari dunia ini dan tak dapat lag berkomunikasi dengan orang yang dicintai dengan car,

4

Manusia Tidak Mati

biasa, ia masih menghargai kenangan manis akan orangorang yang ditinggalkan. Pada malam setelah kematiannya, ketika semua orang yang melayat telah pergi, saya menyelinap ke luar rumah. Ingatan saya dipenuhi oleh kenangan akan adik saya. Saya berharap, bahwa dengan meluangkan sedikit waktu di bawah cahaya bintang-bintang saya dapat mengurangi rasa duka karena kehilangan. Di luar pintu belakang rumah kami ada sebuah pintu gerbang kecil dari kayu. Di sampingnya berdiri sebatang pohon persik yang besar. Setiap tahun, pohon itu merunduk sangat rendah karena buahnya yang lebat, yang dulu saya nikmati bersama adik saya. Ketika saya berjalan di bawah pohon itu, terjadilah ini: dalam sekejap, bayangan seorang remaja yang badannya terbaring di dalam rumah berkelebat di depan mata saya. Lalu saya sadar bahwa jiwa adik saya masih tinggal di sana, enggan meninggalkan rumah yang ia cintai. Sejak kematiannya, adik saya mengajarkan pada saya banyak hal tentang alam roh-roh, harapan dan impian mereka yang tinggal di sana, serta apa yang mereka coba katakan kepada kita. Ia terus melakukan itu. Lama kemudian, setelah ibu serta kakak laki-laki saya meninggal dan bergabung dengannya, dari waktu ke waktu mereka mengirimkan pesan-pesan mereka masing-masing kepada saya. Mendengarkan segala sesuatu yang harus mereka sampaikan membuat saya tidak ragu sedikit pun bahwa walaupun daging dan tulang bisa membusuk setelah kematian, jiwa manusia terus hidup. Sahabat Karib Saya, Ayako Saya baru berusia enam tahun ketika sadar bahwa saya memiliki kemampuan seorang medium. Di hari pertama masuk sekolah dasar, saya duduk di sebelah seorang anak perempuan bernama Ayako. Rambutnya yang tebal dan lebat seperti rambut boneka-boneka milik saya, meninggalkan suaiu kesan kuat yang istimewa pada diri saya. Saya

Roh Sungguh Ada

juga ingat bahwa ia punya tahi lalat di sebelah hidungn] yang indah, yang menambah keayuannya, Kecantike Ayako sungguh luar biasa sehingga seorang anak kecil pt dapat merasakannya. Pada masa itu pakaian adalah barang mewah. Ibu sa^ sedapat mungkin selalu mengganti kerah dan pita pac pakaian berpotongan seragam pelaut yang saya kenaki agar pakaian itu kelihatan sedikit cerah. Tetapi, Ayal selalu mengenakan pakaian-pakaian bagus. Rasanya ia d tang ke sekolah dengan pakaian berbeda setiap hari. ] mata kanak-kanak saya ketika itu, roknya yang panjai dengan keliman-keliman hiasan tambahan membuatn; tampak bagai seorang putri raja. Sehelai gaun berbintik-bintik biru, sepasang sepatu yai mengilap, dan kaus kaki berenda—suatu kemewahan yai belum dikenal pada masa itu—juga ada di antara kolei pakaian Ayako. Semua yang dimiliki Ayako adalah "ii pian" bagi setiap gadis. Ayahnya, kata Ayako sendiri, ad lah manajer sebuah perusahaan dan membawakan pakaia pakaian itu dari negeri seberang saat ia pergi berbisnis. Segala sesuatu yang dimiliki Ayako mengesankan k mewahan. Bahkan, karet penghapusnya pun sama sek belum pernah saya lihat. Karet penghapus itu berbenti seorang penari, sepatu merahnya yang bertumit tinggi rr rupakan bagian yang digunakan untuk menghapus, sedar kan bagian yang lain semata-mata hanya hiasan. Beta inginnya saya menggunakan karet penghapus itu! Akhirn saya mendapat kesempatan juga: suatu hari saya lu membawa karet penghapus sendiri, dan ketika saya menj takannya kepada Ayako, ia langsung mengambil k a penghapusnya yang indah itu dari kotak pensil dan me takkannya di meja saya. Tetapi, sebelum kejadian itu 1 baikan hati Ayako telah membuat saya amat terkesan. «* Sepulang sekolah kami berdua biasa bermain bersan Saya ingat betapa saya selalu ingin cepat-cepat sampai rumah, menaruh tas sekolah begitu saja, lalu bertemu c ngan Ayako yang sudah menunggu di luar. Sesampai jalanan biasanya kami berlari-lari gembira, meloncat-lon

6

Manusia Tidak Mati

di atas tutup-tutup lubang got untuk mendengarkan suara yang ditimbulkannya. Kalau hari sedang hujan, biasanya kami menggambar dan memotong boneka-boneka kertas, bergantian main di rumah masing-masing. Masa-masa itu saya ingat dengan jelas sebagai salah satu saat paling menggembirakan dari kehidupan saya. Kemudian, dengan begitu tiba-tiba, Ayako tidak masuk sekolah: sehari, lalu dua hari. Sesudah itu kami diberi tahu oleh guru kami, yang matanya sembab karena menangis, bahwa Ayako telah meninggal karena sakit mendadak. Bangku yang Kosong Bangku Ayako kosong. Setiap kali melihat bangkunya, dada saya terasa sesak karena sedih membayangkan kotak pensilnya yang sudah begitu saya kenal, dengan beragam isinya yang diatur rapi sekali. Pada masa itu, ada kebiasaan pada waktu pemakaman untuk memberi setiap orang yang berkabung sebuah manju, kue kedi berisi adonan kacang lembut. Itu adalah cara untuk mengenang orang yang baru saja meninggal. Pada masa ketika di Jepang gula-gula dan kue merupakan barang langka, manju menjadi terasa sangat enak. Ayah Ayako sangat terpukul karena kehilangan anak perempuan satu-satunya dan ia memberi kami, temanteman sekelas Ayako, masing-masing beberapa manju, juga kantong-kantong permen kesukaan Ayako. Tetapi tak seorang pun dari kami, yang berjumlah empat puluh orang dalam kelas pertama itu, punya sepatah kata untuk diucapkan ketika menerima pemberian-pemberian murah hati itu. Suasana amat hening. Sebatang jarum yang jatuh dalam ruang kelas pada hari itu mungkin bisa terdengar, tak seorang pun dari kami mengajukan diri untuk berbicara, ingatan kami terlalu dipenuhi kenangan akan Ayako. Sore hari itu, saya berjalan pulang dengan perasaan campur aduk: penuh kesedihan atas kematian Ayako dan kegembiraan karena menerima permen, sesuatu yang biasa pada seorang

Roh Sungguh Ada

anak kecil. Saya ingat betul waktu itu musim gugur, dai guguran daun-daun kuning pohon ginkgo terbentang bagaikai karpet di tanah. Hari itu, kami semua pulang dengan perasaai terserap dalam ingatan tentang teman sekelas kami yang telai meninggal. Kenangan saat berjalan pulang dengan sedih menendang-nendang batu-batu dengan sepatu olahraga begitu jelas bagi saya seolah-olah terjadi kemarin. Hidup terasa sepi tanpa kehadiran Ayako. Saya kehilang an keinginan untuk menjalin persahabatan dengan teman teman lain. Bila teman-teman sekelas mengajak bermain saya hanya menundukkan kepala dan kembali padi pikiran-pikiran murung saya. Hal yang sama terjadi d rumah. Kehidupan saya berubah sama sekali. Saya Mendengar Suara Ayako Suatu malam, ketika sedang duduk sendirian sambil bermain boneka, saya mendengar seseorang memanggil saya. "Sini, Aiko, ayo kita bermain..." Tak diragukan lagi. Itu suara Ayako. "Tunggu sebentar, Ayako, aku akan segera ke sana,' jawab saya, dan berlari menuju pintu rumah. Ibu saya terkejut mendengar saya berbicara sendiri dengan suara keras dan melihat saya kemudian berlari ke pintu, membentak dengan marah. "Aiko, kamu omong apa? Apakah kamu baru saja mengatakan 'Ayako, aku akan segera ke sana'? Apa yang dikatakan Ayako padamu? Ia telah meninggal, Aiko. Demkebaikanmu, sadarilah itu dan tenanglah." Tetapi sementara berdiri di pintu depan, saya mendengai suara Ayako lagi. 'Aiko, cepat! Kenapa kamu lama sekali? Lihat, aku ada di sini" Mana mungkin saya salah? itu suara seorang teman dengan siapa saya telah menghabiskan banyak waktu dan jam bermain yang menyenangkan. Sambil membuka pintu, saya bcrseiu kepada ibu saya,

8

Manusia Tidak Mati

"Tetapi itu Ayako, aku tahu. Ia sungguh-sungguh memanggilku!" Saat itu di luar sudah gelap. Ibu saya dengan kuat menarik bahu saya, "Masuk ke dalam sekarang," katanya. "Sekalipun kamu merasa benar-benar mendengar suara Ayako, kamu tetap salah. Ayako sudah meninggal. Tak mungkin ia dapat memanggilmu." Wajahnya pucat pasi. Tanpa berkata apa-apa, saya kembali ke kamar. Ibu mengikuti dan duduk sejenak bersama saya. Kami diam di sana dalam kesunyian, mungkin selama 20 atau 30 menit. Kemudian ibu saya tiba-tiba pergi ke jendela dan menangkupkan kedua tangannya dalam doa yang khidmat. "Ayako, buatlah jalanmu ke dunia roh yang bahagia secepatnya. Janganlah menjemput Aiko lagi. Kamu tak pernah dapat bermain bersama-sama lagi, tetapi aku berdoa agar kamu kelak dilahirkan kembali sebagai seorang anak yang ditakdirkan berumur panjang." Sejak itu, saya menghabiskan hari-hari saya dalam kesunyian, tidak berbicara dengan seorang pun, tidak dengan teman-teman sekelas, guru-guru, tidak juga dengan ibu yang sangat saya cintai. Anak-anak lain mengajak saya bermain di papan luncur atau jungle gym di lapangan bermain sekolah, tetapi bagi saya usaha-usaha mereka untuk bersikap akrab justru mengganggu saya. Akan tetapi saya tetap belajar dengan baik: dalam soal ini ayah saya amat keras, dan saya lebih suka untuk tidak memikirkan hukuman apa yang mungkin menanti jika saya menunjukkan tanda-tanda menolak pekerjaan-pekerjaan sekolah. Maka, walaupun hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan guru dengan anggukan atau gelengan kepala, saya tidak pernah lalai untuk menyalin segala sesuatu yang ada pada oapan tulis ke dalam buku catatan saya. "Ada "Vang Aneh dengan Aiko..." Selama pelajaran, guru biasanya berjalan di sekitar meja saya dan memperhatikan saya yang sedang menulis, atau mengambil buku catatan saya dan memeriksanya. Saya

Roh Sungguh Ada

ingat ini dengan gamblang; juga bahwa ia selalu mengata kan hal yang sama dengan berbisik. "Ah, bagaimanapun juga, tampaknya ia belajar sebagai mana mestinya." Akan tetapi, tidaklah sangat mengherankan bahwa sikat diam saya mengganggunya. Ketika memanggil ibu saya k sekolah, ia menyarankan agar ibu saya membawa say; untuk menjalani pemeriksaan medis. Oleh karena itu, say; diliburkan satu hari, untuk pergi bersama ibu saya k< sebuah rumah sakit besar. "Anak ibu tidak menderita sakit apa pun," kata dokter seorang lelaki tua dengan suara yang ramah, kepada kami "Barangkali hanya shock karena kehilangan temannya itulat yang membuatnya membisu: perlakukanlah ia sebagaimana biasanya." Di rumah kami, di belakang pintu depan, di bagiar sebelah kiri, ada sebuah gudang. Di dalamnya tersimpan beberapa lemari berlaci. Ada jarak sekitar setengah meter di antara lemari-lemari itu, dan ketika saya merangkak masuk ke sela-sela itu lubang hidung saya diserbu bau yang sangat tajam, campuran jamur dan debu. Saya ingat sekali bagaimana saya mengaduk-aduk remukan dinding dan mengamatinya hancur menjadi tanah di depan mata saya. Anehnya, di tempat pengap inilah saya merasa paling senang. Setiap kali saya duduk di tempat itu, Ayako akan menampakkan dirinya di hadapan saya dan berkata sambil tersenyum, "Aiko, tahukah kamu bahwa besok akan ada pemakaman? Akan kutunjukkan tempat kamu bisa mendapatkan manju." Dan di depan mata saya muncul suatu gambaran, sejelas gambar di layar televisi, tempat ke mana saya harus pergi. Sejak lahir telinga kanan saya agak tuli dan, akibat suatu kecelakaan, penglihatan dengan mata kiri saya kabur. Kedua cacat itu tidak mencolok. Tetapi dengan telinga kanan itulah saya mendengar suara-suara roh, dan dengan mata kiri itulah saya melihat wajah mereka. Saya menggambarkan penampakan-penampakan yang

10

Manusia Tidak Mati

saya alami mirip seperti menonton layar televisi, tetapi warna-warnanya lebih alamiah daripada yang biasanya tampak pada film, dan kadang-kadang tampak pudar. Akan tetapi petunjuk-petunjuk yang diberikan Ayako selalu jelas dan saya tak pernah sulit menemukan rumah tukang roti tempat saya harus belok kanan, kotak surat yang menandai gang yang harus saya telusuri, atau ke mana pun Ayako mengirim saya. Semua itu seolah-olah peta hidup yang diletakkan di depan mata saya. Juga jam pada saat pemakaman diadakan dijelaskan pada saya: jika, misalnya, upacara akan dimulai pada pukul dua sore, angka "2" biasanya tampak dalam warna putih pada "layar" di hadapan saya. Pemakaman pemakaman di Jepang umumnya dilakukan antara pukul sepuluh dan tiga, maka wajar saja bahwa angka yang muncul selalu terentang dalam batasbatas itu. Karena mengetahui saat mulainya pemakaman, biasanya saya jadi tak dapat berkonsentrasi di sekolah pada hari itii. Saya tahu bahwa saya harus pulang, menaruh tas saya, dan pergi ke tempat pemakaman diadakan. Ketika Saya Amati, Lelaki yang Meninggal Itu Berbicara pada Saya Pada hari yang telah dikatakan, saya tergesa-gesa ke pemakaman yang dimulai pada pukul dua, dengan mengikuti petunjuk yang saya terima. Petunjuk itu antara lain: belok ke kanan begitu sampai di toko seorang pedagang beras, dari situ mencari sebuah pohon besar tempat pemakaman akan dilangsungkan. Saya sampai di tempat itu pada pukul setengah tiga sore, saat tempat itu sudah dipenuhi orang yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Sebuah foto seorang lelaki gemuk berwajah riang tergantung di ruang depan sebuah rumah dekat situ. Ia tampak berada dalam kondisi kesehatan yang prima, tetapi gambar itu dililit pita hitam. Mereka yang duduk di sekelilingnya sedang menyeka air mata. Tiba-tiba, ketika melihat ke Wa-

Roh Sungguh Ada Y.

jah lelaki dalam gambar itu, saya mendengar ia berkata kepada saya. "Aiko," katanya. "Dulu saya punya seekor anjing yane sangat saya cintai bernama Kuro. Bisakah kamu meminta keluarga saya untuk menaruh foto Kuro bersama saya di dalam peti mati?" Saya menyetujuinya, tetapi kemudian langkah-langkah saya terhenti: Bagaimana saya, yang tak kenal siapa pun di tempat itu, harus menyampaikan pesan itu? Saya berpikir sejenak, kemudian menemukan apa yang tampaknya merupakan cara paling baik. Sambil mengambil secarik kertas kecil dari saku, saya mencari sesuatu untuk menulis. Karena melihat empat atau lima pensil di atas meja tempat orang-orang yang berkabung menuliskan namanya dan meninggalkan derma, saya ambil satu pensil dan tergesa-gesa menuliskan pesan yang harus saya sampaikan dengan tulisan cakar ayam. Sambil menyisipkan kertas itu ke dalam genggaman tangan salah satu anggota keluarganya, saya berbalik dan berlari pulang, dengan tak melupakan manju saya, dan langsung masuk ke tempat rahasia saya. Setelah beberapa menit berlalu, dan cukup bagi saya untuk mengambil napas dan menjadi tenang kembali/sekali lagi saya mendengar suara lelaki gemuk itu. "Saya sudah mendapatkan foto Karo, Aiko. Terima kasih," katanya, suaranya penuh kegembiraan. Ketika ia berbicara, wajahnya tampak di hadapan saya. Walaupun hanya seorang anak kecil, saya tahu bahwa keluarga lelaki itu telah melakukan hal yang benar, dan itu membuat saya terkesan sebab tahu bahwa orang itu akan pergi ke dunia roh dengan membawa foto binatang kesayangannya. Hal itu pun menggetarkan jiwa saya sebab saya sadar telah memenuhi tanggung jawab besar semacam itu dengan baik. Gadis yang Hanya Dapat Berbicara kepada Roh Sebagai kanak-kanak, saya sering menjadi sumber percekcokan orangtua saya. Aku tak tahu apa yang telah kauajar-

12

Manusia Tidak Mati

kan padanya, tapi lihatlah ia! Sekarang ia tak mau bicara sepatah kata pun kepada siapa pun." Menanggapi itu, ibu saya biasanya menjawab, "Apakah kamu tidak menyadari bahwa ia memang pendiam? Berilah ia waktu beberapa tahun—dan selama waktu itu akan lebih baik lagi jika kamu memperlakukannya dengan kasih sayang yang lebih besar. Aku bukan satu-satunya orang yang bisa disalahkan ..." Di mata orang lain, saya pasti kelihatan menjadi seorang gadis kecil yang sangat kesepian. Tetapi, sesungguhnya sama sekali tidak demikian. Pesan-pesan yang saya terima dari dunia roh memungkinkan bisa menikmati banyak manju, dan saya selalu dapat bercakap-cakap dengan Ayako, teman saya yang paling baik. Saya sama sekali tidak kesepian. Sebaliknya, kata-kata yang ditujukan kepada saya oleh para famili dan guru-guru yang cemas, sekalipun dengan maksud-maksud yang sangat baik, lebih merupakan gangguan bagi saya. Sekolah dasar saya terletak di pinggir sebuah sungai, dan setiap kali ada orang jatuh atau terjun ke sungai itu karena mencoba bunuh diri, saya akan mendengar suara deru air di telinga kanan saya. Apabila hal itu terjadi, saya akan meninggalkan ruang kelas dan keluar lewat koridor, mengikuti suara itu, dan berlari ke pos polisi setempat untuk melaporkan bahwa seseorang telah terjun ke sungai. Guru-guru saya telah lama menghentikan teguran atas tingkah laku saya itu. Bagaimanapun, sulit bagi mereka untuk menghukum saya karena meninggalkan kelas sementara mereka sendiri melihat bahwa polisi setempat berterima kasih kepada saya karena telah membeii informasi tentang orang tenggelam. Sekarang pun saya dapat mengingat kembali pandangan-pandangan penuh keraguan di wajah mereka. Malam harinya, setelah dinyatakan mati tenggelam, korban biasanya menampakkan diri kepada saya. Mereka selalu amat ingin untuk menceritakan kepada saya keadaankeadaan di sekitar kematian mereka dan meminta saya untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada orang

Roh Sungguh Ada

13

yang mereka cintai. Mulai saat itu, kehidupan saya berkisar di seputar para roh dan semua komunikasi yang mereka sampaikan kepada saya. s Menjelajahi Rumah-rumah Berhantu Sampai pada bagian ini, saya terutama menceritakan masa kanak-kanak saya, yang sebagian besar saya habiskan bersama roh-roh. Tetapi itu hanya awal dari hubungan saya dengan dunia roh. Belum lama ini saya terlibat dalam pembuatan acara berseri televisi berjudul "Menjelajahi Rumah-rumah Berhantu". Selama masa pembuatan paket acara itu, saya berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi berhantu di berbagai negara. Tetapi perjalanan-perjalanan saya tidak dimulai dengan pembuatan serial televisi seperti itu. Selama bertahun-tahun, saya telah melakukan berbagai perjalanan atas kemauan saya sendiri. Selama tahun-tahun itulah saya mengembangkan keingintahuan saya yang kuat mengenai bagaimana dan mengapa rumah-rumah tertentu memperoleh reputasi "berhantu", seperti drama kehidupan nyata yang berlangsung di balik dinding-dinding rumah-rumah itu selama bertahun-tahun yang lalu. Taiwan adalah tempat pertama yang saya kunjungi, lalu Hong Kong, dan kemudian Eropa. Semenjak mengunjungi sejumlah besar rumah, saya dapat merasakan suatu pola tertentu mengenai keadaan roh-roh di dalam setiap rumah. Rumah-rumah yang lebih tua hampir bisa dipastikan lebih hebat mengalami "gangguan" dari berbagai macam roh, yang banyak di antaranya telah menjadi hantu-hantu yang merana. Saya juga sampai pada kesimpulan bahwa lebih banyak rumah berhantu di negara-negara yang perkembangan sejarahnya berlangsung berabad-abad. Kehidupan dengan mudah dapat dilihat sebagai rangkaian persoalan antara pria dan wanita, atau persoalan yang berakar dalam keinginan material. Berapa banyak orang yang selama berabad-abad telah diperlakukan dengan semena-mena oleh kekasih atau pasangan hidupnya? Berapa banyak yang telah

14

Manusia Tidak Mati

kehilangan hak milik atau harta benda hasil kerja kerasnya karena ditipu? Hampir dalam semua kasus, kepahitan dan penderitaan yang mengiringi kejadian-kejadian semacam itulah yang menyebabkan rumah-rumah menjadi berhantu. Eropa mempunyai sejarah panjang perebutan kekuasaan yang keji. Selama berabad-abad, raja-raja yang tak terhitung banyaknya digulingkan dari tahta mereka, dan tak terhitung banyaknya orang yang ditipu dalam soal warisan oleh sanak keluarganya sendiri yang jahat. Akibatnya, sebagian besar jenis gangguan hantu yang muncul di sana berkisar pada masalah uang dan konflik kekuasaan. Rumah tak akan berhantu tanpa alasan yang memadai, kecuali sebagai akibat langsung dari kejadian-kejadian tragis di masa lampau. Roh yang Terkurung: Permohonan Tragis Mereka Kepada Kita Biasanya, begitu tiba di sebuah rumah yang punya sejarah panjang, telinga saya akan langsung diserbu oleh permohonan-permohonan dari para roh yang kesepian. Karena roh-roh itu putus asa untuk bisa berbicara kepada seseorang, saya hanya punya sedikit pilihan kecuali mendengarkan. Suara para roh yang mendiami rumah-rumah berhantu selalu diwarnai kesedihan dan penderitaan. Ada yang kesedihan dan penderitaannya sedemikian besar sehingga saya ingin menutup telinga saya dan menyuruh mereka diam. Kadang-kadang, hanya dengan berdiri di depan sebuah rumah semacam itu, saya akan merasa kedinginan seperti disiram seember air es, atau saya merasakan kaki saya membeku dan tak dapat digerakkan. Kalau hal semacam itu terjadi, saya tahu bahwa apa yang saya namakan "hantu-hantu yang terkurung dalam rumah" tersebut sedang berusaha untuk membuat kehadiran mereka bisa dirasakan, itulah hantu orang-orang yang telah meninggal dalam rumah mereka sendiri dan kemudian tak mampu meninggalkannya.

Roh Sungguh Ada

15

Dari semua aktivitas yang dilakukan manusia, perang adalah yang saya anggap paling tercela. Selama berabad-abad, ribuan manusia dikorbankan dalam perang besar-besaran, dan saya sudah sering menyaksikan roh para korban perang itu mengembara ke tempat-tempat mereka dulu dibunuh, tak dapat beristirahat. Seandainya perang tidak pernah terjadi, jiwa-jiwa yang menderita dan rumah-rumah berhantu tidak akan ada, dan, bagi saya, inilah alasan yang baik untuk melarang semua konflik kejam dan tak berperikemanusiaan. Pikiran tentang perang memenuhi diri saya dengan kemarahan dan kesedihan sedemikian rupa sehingga ada saat ketika saya ingin meluapkan perasaan saya dengan berteriak keras agar bisa didengar sampai ke seluruh dunia. Karena saya dapat berkomunikasi dengan para roh, mereka menceritakan kepada saya apa saja yang terjadi dan secara khusus mereka alami, yaitu alasan bagi ketidakmampuan mereka untuk menjadi tenartg. Bagi mereka yang tak dapat secara langsung berbicara dengan roh-roh, mencari informasi semacam itu berarti menyelidiki sejarah rumah dan lingkungan di seputar rumah itu. Jika suatu kejadian tragis melibatkan seseorang yang tinggal dalam rumah Anda atau sebuah tempat yang tak jauh, letakkanlah segelas air di sudut ruangan sebagai sebuah persembahan, dan tangkupkanlah tangan Anda dalam sikap doa sambil memikirkan roh yang bersangkutan. Tindakan Anda akan sangat berarti dalam menyenangkan hati hantu yang terkurung. Pada saatnya, roh-roh akan mencari bantuan dari yang masih hidup, atau muncul untuk memperlihatkan kemarahan kepada mereka, dengan menimbulkan kebingungan atau ketiaakbahagiaan. Menenangkan roh semacam iba dengan cara yang telah saya sebutkan akan beroleh ucapan terima kasih mereka, dan sangat besar kemungkinan bahwa semua kegiatan yang menyusahkan dihentikan, serta memungkinkan penghuni rumah itu kembali menjalani kehidupan yang w ajar. Penganut Kristen di Unzen Saya pernah berkunjung ke Unzen, suatu daerah yang ter-

16

Manusia Tidak Mati

kenal karena sumber air panasnya. Tak seorang pun yang pernah melintasi daerah ini tidak terkesan oleh pemandangan misterius dari awan gemawan yang terbentuk oleh uap air panas yang menyembul di antara bukit-bukit nan hijau. Tetapi, bagi saya, keindahan Unzen kalah dengan pemandangan yang lebih menyeramkan. Di bawah saya, di balik uap itu, saya dapat melihat sekelompok orang berpakaian putih; mereka didorong secara kasar oleh orang-orang yang tampaknya semacam para petugas. Saya segera sadar bahwa yang saya lihat itu adalah sebuah penampakan mengenai suatu kejadian yang sebenarnya tak terjadi. Meskipun demikian, pemandangan itu tetap menakutkan saya. Ketika saya amati, para tawanan berpakaian putih itu, yang diikat bersama dengan tali yang membentuk suatu tanda silang pada setiap dada mereka, dituntun menuju tepi kolam yang bergelembung-gelembung dan didorong masuk satu per satu. Ketakutan serta kesedihan menguasai saya, dan saya seperti terpaku di tempat itu, tak dapat memaksa diri sendiri untuk meninggalkan pemandangan yang mengerikan itu. Ketika mereka dilemparkan ke dalam kolam, saya mendengar mereka masing-masing berseru, "Amin!" Dengan penampakan itu, kecurigaan saya diperkuat. Saya menyaksikan penindasan keji terhadap "orang-orang Jepang penganut Kristen yang bersembunyi". Pada waktu itu saya sedang mengumpulkan bahan untuk penulisan sebuah artikel majalah dan saya ditemani seorang fotografer. "Saya bisa melihat beberapa orang Kristen yang bersembunyi di sana, bisakah Anda melihat mereka juga?" tanya saya kepadanya. Ketika melukiskan apa yang saya lihat, saya diliputi emosi dan air mata mulai mengalir di pipi saya. Ia tak melihat apa-apa kecuali kelihatan terganggu dan terus mengambil foto demi foto dengan cara yang tampak sembar angan. Dari rambut mereka yang kusut dan mata yang bersinar, saya tahu bahwa para tawanan itu adalah orang-orang

Roh Sungguh Ada

Kristen tersembunyi dari abad ke-I 7. Wajah mereka taj memperlihatkan tanda-tanda ketakutan, semata-mata karen iman yang tak tergoyahkan. Sambil berpaling ke arah pe mandangan itu, yang hanya dapat terlihat oleh saya, say; tangkupkan tangan dalam sikap doa dan menundukkai kepala, dan tetap dalam keadaan itu selama beberapa wak tu. Dalam hati, saya bertanya-tanya, sudah berapa lamakal peristiwa itu terjadi? Belum lama berselang Gunung Unzei meletus, mengubur sejumlah besar orang di bawah alirai lava yang terbentang luas. Saya yakin hantu-hantu yanj terkurung di tempat yang saya lihat pada hari itu masil ada di sana. Pada saat sedang berpikir tentang sejumlah hantu yan^ terkurung di suatu tempat dan berseru-seru memohon per tolongan, saya tidak mampu menahan diri untuk berharap bahwa semoga semakin banyak orang yang mampu me nyadari keberadaan jiwa-jiwa yang merana itu dan memanjatkan doa bagi mereka. Dengan perlindungan dar perhatian dari yang masih hidup, mungkin pemandangar yang saya lihat pada hari itu di Unzen akan berubah sedikit lebih baik. Permohonan dari Roh-roh yang Tidak Bahagia Selama bertahun-tahun telah saya jumpai banyak roh yang malang, bukan hanya di Unzen. Di antara mereka terdapal roh dari orang-orang yang bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke sungai di dekat sekolah saya dulu. Beberapa roh berusaha keras untuk menjelaskan mengapa mereka memilih untuk merenggut kehidupan mereka sendiri. "Saya kesepian," kata mereka, atau, "Saya ingin keluarga saya lebih mencintai saya," atau, "Saya tak punya ketetapan hati untuk menyelesaikan suatu tugas." Namun mereka semua mengakhiri cerita mereka dengan mengatakan kepada saya bahwa ternyata mati adalah pilihan yang keliru. Ketika saya masih kecil, roh-roh itu akan mengatakan

18

Manusia Tidak Mati

kepada saya, "Saya tak bisa masuk ke dalam dunia roh seperti ini. Saya mohon, kirimkanlah kasih sayang, ucapkanlah sepatah doa buat saya—itu akan membuat saya merasa jauh lebih baik." Tentu saja tak semua roh sedih. Sesungguhnya banyak yang merasa sebaliknya. Satu hal yang saya ingat benar adalah tentang seorang wanita tua di lingkungan kami yang meninggal dunia setelah menikmati kegembiraan dan kepuasan hidup. Ia wanita yang baik hati, sangat dicintai keluarganya, dan ia meninggal dengan damai, dikelilingi orang-orang yang paling dekat dengannya. Setelah kematiannya, saya sering melihatnya memelihara kebun yang sudah dirawatnya sedemikian indah, atau berjalan-jalan dengan anjingnya. Orang-orang yang sanak saudaranya memberikan perhatian baik kepada mereka dan membuat mereka merasa dicintai serta dihargai, selalu akan tampak tersenyum dan senang ketika mereka saya lihat dengan mata kiri saya yang rabun. Roh-roh yang Bahagia Mengungkapkan Rasa Terima Kasih Mereka Roh-roh yang bahagia, seperti yang saya lukiskan tadi, tak pernah mendatangi saya dalam keadaan susah dan tidak bahagia, juga tak pernah membutuhkan saya untuk melakukan sesuatu bagi mereka. Sebaliknya, saya dapat mengatakan bahwa mereka terus-menerus mengawasi anakanak dan keluarga yang telah mereka tinggalkan, melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka. Selain itu, masing-masing roh itu bebas dari kekhawatiran, sedemikian rupa sehingga orang ingin tahu ke mana hilangnya rasa sakit dan susah yang pasti mereka derita sebelum kematian mereka. Mereka merasa bersyukur kepada keluarga mereka atas setiap pelayanan kecil yang dilakukan keluarga bagi mereka, bahkan jika itu hanya berupa ucapan sepotong doa

Roh Sungguh Ada

19

sederhana atau seporsi kecil makanan kesukaan mereka di pinggir meja keluarga. Roh tahu segala sesuatu yang diperuntukkan baginya dan, sebagai balasan, ia akan lebih mendekatkan diri kepada mereka yang masih hidup. Contohnya, karena merasa bahwa almarhum yang dicintai menyukai bunga, seseorang meletakkan pot bunga untuknya di sebuah meja di dalam rumah, sambil mengatakan, "Ini untukmu", atau kata-kata lain dengan tujuan yang sama. Roh yang dimaksud akan menjadi senang dan tinggal dekat dengan orang yang telah mengobati kesusahannya serta menghiburnya. Dengan mengamati berbagai perlakuan roh terhadap mereka yang masih hidup, tidaklah sulit untuk mengatakan mana roh-roh yang bahagia dan mana yang tidak bahagia. Kalau selama ini Anda selalu mengira bahwa tidak ada apa-apa setelah kematian, pertimbangkanlah kembali perkiraan Anda itu. Jika Anda ingin hidup bahagia, Anda harus berusaha untuk menyadari sampai sejauh mana tindakan-tindakan sederhana seperti mengucapkan sepatah doa, atau membuat persembahan kecil kepada mereka yang telah meninggal, dapat mempercerah kehidupan Anda sehari-hari. Orang yang Anda cintai mungkin telah meninggalkan dunia ini dan masuk ke dunia lain, tetapi mereka tetap menginginkan Anda bahagia, dan mereka akan melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk menjamin bahwa Anda sungguh-sungguh bahagia.

Anda Dapat Mengubah Nasib Anda

Mengapa Orang-orang Baik Ditimpa Kemalangan? Kita semua pernah mendengar orang-orang berkata, "Menj apa sesuatu yang begitu buruk harus terjadi pada oran sebaik dia?", atau "Mengapa ini terjadi pada saya? Saya ta pernah melakukan sesuatu yang merugikan orang lain Jika Anda merasa demikian, saya ingin Anda bertam kepada diri sendiri: tahukah Anda, seperti apa nenek mc yang Anda dua atau tiga generasi sebelum Anda? Kita, manusia, adalah makhluk yang penuh persoalai mudah disesatkan oleh emosi kita. Bahkan jika seseoran merasa telah menempuh hidup tanpa cela, itu tidak berar bahwa salah seorang leluhurnya tidak bersikap acuh ta acuh dan meremehkan, atau kurang menghargai roh-rol Lewat satu contoh, saya akan memulai cerita tentang dt anak muda yang menderita kemalangan luar biasa buka karena kesalahan mereka sendiri. Sebuah keluarga dengan nama Hayashi hidup di sebua rumah besar di lingkungan tempat kami tinggal. Keluar^ ini dikenal sebagai "jutawan lokal". Mereka mempekerjaka seorang tukang kebun untuk mengurus tanah milik merel yang luas. Hasil kerja tukang kebun ini sangat mengagun kan; bunga-bunga beraneka warna di kebun itu mengvu dang decak kagum orang-orang yang melihatnya. Rume tinggal keluarga itu begitu besar, sehingga mereka sanggu mempekerjakan tiga orang pembantu rumah tangga yar tinggal di sana. Keluarga Hayashi memiliki anak laki-laki bernama Katsu Ia anak tunggal, dan kami sungguh iri kepadanya. Bagaiman pun, kami berasal dari keluarga miskin dan kami hari berebut dengan sejumlah besar saudara untuk memperok perhatian orangtua kami. Setiap kali Katsuo ingin meninggi kan rumah, selalu ada seorang pembantu yang siap menga tarnya sampai pintu dengan sikap membungkuk peni hormat. Sebuah limusin membawanya ke sekolah, sua kemewahan yang belum pernah terdengar pada masa itu. Suatu ketika, rumah tangga Hayashi ditimpa musibah bes dan terasa amat mendadak: orangtua Katsuo jatuh sakit di

24

Manusia Tidak Mati

meninggal karena suatu penyakit menular. Adik lelaki sang suami dan keluarganya pindah ke rumah itu seminggu setelah suami-istri Hayashi dimakamkan, dan itu terjadi tak lama sebelum suatu tragedi lain menimpa kembali. Keluarga ini punya dua anak lelaki. Yang tertua seusia Katsuo. Akan tetapi, Katsuo jauh lebih cerdas daripada sepupunya, dan selalu lulus ujian dengan gemilang, sehingga ia dinilai layak masuk ke sekolah-sekolah paling bergengsi. Ketika tiba masanya memasuki sekolah lanjutan tingkat pertama di Jepang, semua orangtua berharap agar anakanak mereka bisa diterima di sekolah paling bergengsi. Oleh karena itu, sangat sukarlah bagi istri sang adik untuk dengan sepenuh hati memperhatikan anak almarhum saudara sepupunya, sebab anak kandungnya sendiri harus berjuang keras untuk lulus ujian. Maka, ia mulai mengusik Katsuo dengan mengatakan bahwa ia belajar terlalu keras, atau tak perlulah baginya untuk masuk sekolah bergengsi. Dengan rasa dengki, ia mengubah sebuah gudang kecil di sudut paling utara rumah raksasa itu menjadi sebuah kamar untuk Katsuo. Keluarga ini rupanya telah iupa akan janji-janji yang mereka ucapkan kepada orangtua Katsuo untuk mengasuh anak itu sebagai ganti kekayaan dan harta benda, dan rupanya mereka memutuskan untuk membuat hidup Katsuo lebih menderita. Bagaimana bentuk perlakuan mereka terhadap anak itu tetap merupakan misteri, tetapi saya ingat betul bahwa Katsuo mulai kelihatan menjadi kurus dan pucat. Ia jadi tampak sebagai anak yang sungguhsungguh berbeda. Menurut para pelayan, Katsuo tak pernah kuat untuk bangkit. Bahkan ketika ia terbaring di tempat tidur karena demam, suami-istri itu tidak memberinya obat. Perlakuan yang tak manusiawi semacam itu memperburuk demam yang telah diderita, dan anak yang malang itu meninggal dunia tanpa diketahui. Kutukan Seakan-akan Ditimpakan pada Mereka Kepribadian kedua anak keluarga ini sungguh bertolak bela-

Anda Dapat Mengubah Nasib A.nda 2

kang dengan kepribadian orangtua mereka. Kedua anak iti ramah; orang-orang di lingkungannya menyukai mereka Ketika dewasa, tibalah saatnya bagi kedua anak itu untul meninggalkan rumah dan mengarungi kehidupannya sendiri. Akan tetapi, yang menanti mereka adalah kehidupai penuh kemalangan, seolah-olah seseorang telah mengutul mereka. Si anak sulung memulai suatu bisnis dengan mo dai uang yang diberikan oleh orangtuanya. Tetapi ketik; baru saja mulai memperlihatkan kemajuan dan mulai bcr kembang, usahanya itu diambil alih oleh seseorang yanj semula ia anggap sebagai mitra yang dapat dipercaya. Se gera setelah itu, si sulung amat terkejut mendapatkan diri nya ternyata dililit utang yang begitu besar. Adiknya juga menjalankan usahanya sendiri. Sayangnya rumah yang ia sewa sebagai tempat usaha terbakar habi: karena suatu kecelakaan yang ganjil. Hanya kebetulankah? Bukan, kalau hari saat si sulung ditipu habis-habisan dalam bisnisnya dan hari saat ramai adiknya terbakar habis adalah persis hari peringatan me ninggalnya Katsuo. Keinginan untuk meninggalkan warisan, dalam bentul apa pun dan dalam jumlah sekecil apa pun, kepada anak anak merupakan sesuatu yang lazim. Tetapi jika dalan proses penyediaan warisan itu Anda mengorbankan kese jahteraan orang lain, anak-anak Anda tidak akan mungkir dapat hidup bahagia. Roh-roh yang Dilupakan Memohon kepada Anak Cucu Mereka Ada sebuah contoh mengapa orang-orang baik bisa sajc menderita kemalangan. Ini masalah lain, dan menyangku roh-roh yang pantas menerima perhatian kita. Ada oran^ yang, karena asyik dengan kesibukan sehari-hari, tak bersedia atau lupa mengunjungi makam orangtuanya; ada jugc orang yang, ketika orangtuanya meninggal, acuh tak acui: terhadap kematian sanak saudara atau bahkan terhadap kehidupan mereka sendiri.

26

Manusia Tidak Mati

Banyak roh ditolak atau dilupakan oleh keluarga mereka. Mereka terluka karena kesepian tak tertahankan. Mereka berseru kepada keluarganya untuk mengirimkan sepatah doa cinta kepada mereka. Perhatian seperti itulah yang pertama-tama dituntut oleh para roh. Setelah merasa mendapat perhatian yang layak, barulah para roh mau membantu anak cucu mereka untuk mencapai kehidupan yang sejahtera dan makmur. Jika ada orang yang bisa hidup bahagia walau ia mengesampingkan keberadaan roh-roh leluhurnya, itu berarti ia melupakan roh-roh leluhurnya yang boleh jadi menderita kesepian selama perjalanannya menuju dunia lain. Roh-roh yang mengalami penderitaan seperti itu kemudian akan berusaha menarik perhatian keturunannya, karena mereka percaya masih ada kesempatan bagi mereka untuk dikenang. Biasanya mereka akan berupaya sampai keluarga mereka berpikir, "Bagaimana mungkin begitu banyak hal buruk terjadi secara beruntun?" dan akhirnya, "Apa yang sedang ingin disampaikan oleh roh salah seorang leluhur saya?" Itulah saat ketika orang-orang cenderung bertanya-tanya, "Mengapa sesuatu yang begitu buruk terjadi pada orang sebaik dia?" Berpikirlah ke belakang sampai ke generasi kakek-nenek Anda. Apakah Anda punya bibi atau paman yang meninggal pada usia muda? Kalau memang ada, belum terlambat bagi Anda untuk mulai memperhatikan mereka. Roh-roh selalu siap menerima perhatian dan persembahan tulus Anda. Yang perlu Anda lakukan sederhana saja: kumpulkan bunga-bunga, boleh juga yang liar, secukupnya dan masukkan bunga-bungaan itu ke dalam sebuah gelas, lalu letakkan di sudut meja, juga segelas air. Sambil melakukan ini, jangan lupa Anda katakan, "Semua ini saya persembahkan bagi roh yang selama ini saya lupakan." Orang yang Beruntung, Orang yang Malang Kegagalan dan keberhasilan dalam hidup biasanya membuat orang berpikir mengenai nasibnya. Ada orang-orang

Anda Dapat Mengubah Nasib Anda

2

yang keberuntungannya tampak sangat kuat. Dengan kat lain, orang-orang itu terus-menerus bernasib baik. Semer tara itu, ada juga orang-orang yang tampaknya tak perna berhasil baik walaupun mereka sudah berusaha keras; kf beruntungan mereka bisa disebut lemah. Leluhur oranj orang yang dianugerahi nasib baik kemungkinan bes< dulunya adalah orang-orang yang mau berkorban den menolong orang lain serta memiliki rasa hormat yang bes; terhadap leluhur mereka sendiri. Dengan demikian, merel berhasil mengembangkan gudang keberuntungan bagi ana cucunya. Oleh karena itu, orang-orang yang percaya bahwa keb runtungannya kuat harus berupaya sebisa mungkin unti menjaga gudang nasib baik itu bagi keturunannya. Ca: yang paling baik untuk melakukan hal itu adalah dengc mengirimkan perhatian penuh kasih sayang kepada sak seorang leluhur, dan dengan tidak membiarkan diri ki diracuni oleh perasaan dengki atau sakit hati terhad; sesama yang masih hidup. Jangan pernah lupa bahwa ca kita menjalani hidup kitalah yang paling menentukan ap kah anak cucu kita akan dilimpahi nasib baik atau tidak. Jika kita lalai akan fakta ini dan terbuai oleh rentet; nasib baik, lalu tak bersedia memperhatikan orang la dalam proses itu, dengan segera kita akan mengosongk giidang keberuntungan yang telah diwariskan leluhur ki dan anak cucu kita pun akan kehilangan kesempatan unt menikmati keberuntungan itu. Bagaimanapun, sebagai manusia, suatu saat kita pa akan membuat kesalahan besar tanpa menyadarinya. Ol karena itu, pentinglah untuk bersikap kritis terhadap c kita sendiri agar kita tetap bersikap wajar;, juga jangan! kita lupa untuk mengucapkan rasa syukur kepada leiul kita. Kita tentu pernah mendengar seseorang yang ham selalu menang undian atau menang taruhan dalam benl apa pun. Jangan keliru, keberuntungan seperti ini tak se kit pun punya kaitan dengan kemurahan hati para r Maka, jika ada dari antara pembaca buku ini yang berpi

28

Manusia Tidak Mati

untuk memberikan penghormatan kepada leluhurnya hanya dengan harapan untuk menang undian atau taruhan, saya pasti akan mengatakan kepada mereka untuk tak usah membuang-buang waktu. Kedua keberuntungan yang tadi saya kemukakan sama sekali tak saling berhubungan. Sejauh yang "bisa saya lihat, keberuntungan -yang membuat seseorang hampir selalu tepat melakukan tebakan adalah keberuntungan yang sifatnya sementara dan kebetulan belaka, sehingga bukan merupakan keberuntungan yang sungguh-sungguh bermakna. Bangsa Jepang punya sebuah ungkapan yang secara harfiah bisa diartikan "dirasuki oleh setan". Ungkapan itu merujuk pada pikiran jahat atau tindakan yang sedemikian tak bermoral yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang, sehingga orang itu seolah-olah dirasuki oleh setan. Tetapi ungkapan itu tidak bisa diartikan begini: "setanlah yang memaksa saya berbuat begitu", yang terasa lebih ringan. Saya selalu merasakan ungkapan Jepang itu sarat dengan nuansa supernatural. Ada orang yang selalu beranggapan bahwa setanlah yang merasuki diri mereka , sehingga mereka melakukan hal-hal yang merugikan. Padahal, semua itu terjadi karena mereka sendiri bertindak sembrono, dan alasan "dirasuki setan" hanya sekadar ingin melepaskan tanggung jawab. Lain halnya bila sesuatu yang tidak enak menimpa seseorang yang selalu bersikap penuh pertimbangan, barulah istilah "dirasuki atau dipengaruhi oleh setan" bisa diterima. Bila seseorang mempertimbangkan segala sesuatunya dengan sikap sabar dan tenang, roh pelindungnya akan melakukan apa saja yang dapat dilakukan untuk membantu orang tersebut membuat keputusan terbaik. Orang yang mengambil keputusan dalam keadaan sangat emosional atau sangat tertekan akan sangat mungkin melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan. Itu bukan karena setan merasuki dan menghalangi kemampuan mereka untuk membuat keputusan yang tepai, melainkan lebih karena mereka membiarkan diri mereka masuk dalam keadaan ketika roh pelindung mereka tak .dapat mengawasi -mereka.

Anda Dapat Mengubah Nasib Anda

Oleh karena itu, dalam keadaan bagaimana pun kita teta harus berkepala dingin. Kemungkinan besar lain yang juga akan membuat kil cenderung melakukan keputusan yang buruk adalah api bila leluhur kita lalai memberikan penghormatan kepad roh-roh—ini berarti kita tak akan mempunyai roh pelii dung yang kuat untuk membantu kita. Orang sering bicara tentang sesuatu yang "kebetular terjadi, atau berkata "bahwa mereka "ditakdirkan" bernasi malang. Tetapi segala sesuatu yang terjadi selama hidu kita berkaitan, melalui cara tertentu, dengan hubunga yang sangat penting antara diri kita sendiri dan leluhv kita. Kita tidak pernah terlambat untuk mengubah kehidupa kita menjadi lebih baik. Cobalah untuk memperhatikan roh roh leluhur Anda atau roh-roh orang-orang yang And sayangi. Sajikanlah persembahan kecil bagi mereka. S< sungguhnya, roh baik hati. Mereka akan menerima semu pesan cinta Anda dengan penuh rasa terima kasih, da akan berbuat sebaik mungkin untuk membimbing serta iki menanggung beban Anda.

Saya Menyadari Kekuatan Saya 35

Pentingnya Menyajikan Persembahan di Saat-saat Tidak Pasti Tak pernah sedikit pun terlintas dalam benak maupun hati saya untuk menunjukkan kepada seluruh dunia kekuatan yang saya miliki. Itu tidak akan pernah menjadi tujuan hidup saya. Sebaliknya, saya lebih suka menjadi "orang di balik layar". Yang paling saya gemari adalah membaca dengan tenang di rumah atau menikmati lukisan. Gembargembor yang dilakukan media massa Jepang mengenai kekuatan yang saya miliki justru membuat saya merasa tidak enak. Memang, yang saya inginkan agar dikenal oleh masyarakat luas bukanlah kemasyhuran atau nama besar. Tetapi, jika ada sesuatu yang saya dambakan, itu adalah keinginan besar untuk mengajak setiap orang menyadari bahwa masingmasing dari kita memiliki potensi untuk membuat hidup kita lebih baik dan semakin baik; juga sangatlah disayangkan bahwa kita tidak mampu menikmati kebahagiaan hidup itu karena kita tidak mengakui kehadiran para roh serta tidak menyampaikan rasa cinta kita kepada mereka. Setelah mendengar langsung dari para roh apa yang mereka inginkan dari kita, dan mengetahui betapa sederhananya cara untuk membuat mereka senang, saya pun berusaha keras untuk menyampaikan semua yang saya ketahui itu melalui buku-buku, majalah, dan televisi. Saya kira, sejak dulu satu-satunya keinginan saya adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk mengenal dunia roh secara lebih baik. Tetapi karena mungkin masih kanak-kanak, segala sesuatu yang saya katakan dianggap angin lalu saja, dan hasilnya justru lebih sering runyam. Saya menyadari kekuatan yang saya miliki ketika usia saya baru enam tahun. Kanakkanak pada usia itu tentu saja sia-sia untuk meyakinkan orang-orang dewasa tentang apa yang ia ketahui. Saya Melihat Seseorang yang Tak Dapat Dilihat Ayah Saya Saya ingat betul masa sebelum saya memasuki sekolah

Manusia Tidak Mati

dasar. Pada masa-masa itu ayah biasa mengajak saya menonton pertunjukan di malam yang diterangi bintang-bintang. Menonton pertunjukan teater adalah salah satu cara mengisi waktu luang yang paling ia sukai. Ada satu kejadian yang membuat saya masih bisa mengingat dengan jelas salah satu kesempatan itu. "Ayah, lihat tuh, ada orang berjalan di sana," saya ingat mengatakan itu sambil menarik-narik lengan mantel yang dikenakan ayah. "Ada orang perempuannya juga." "Mana? Kok, saya tidak melihat siapa-siapa", jawabnya, tak menghiraukan tarikan-tarikan saya yang keras pada lengan mantolnya. Bertahun-tahun kemudian, saya baru menyadari bahwa saya telah melihat roh-roh yang tak terlihat oleh ayah saya. Kadang-kadang, ketika saya sedang bermain sendirian di taman, seorang lelaki bermantel hitam, dengan pinggiran topi menutupi matanya, muncul di hadapan saya. Setelah mengalami kejadian seperti itu biasanya saya langsung menderita demam. Saya tidak pernah tahu siapa lelaki itu sebab ia tak pernah mengucapkan sepatah kata pun, tetapi saya tentu saja tak ingin lagi melihatnya—ia sangat tinggi, di mata seorang anak kecil seperti saya. Lalu saya masuk sekolah dasar, dan saya tidak berbeda dengan teman-teman sebaya. Sampai saat kematian Ayako, sahabat saya, yang kemudian membawa kejadian-kejadian yang mengubah hidup saya, seperti telah saya ceritakan. Saya adalah seorang anak yang jarang berbicara kepada orang lain, tetapi kadang-kadang saya akan mengejutkan orang-orang di sekitar saya dengan mengeluarkan komentar-komentar yang sangat tak terduga. Pada Suatu Hari di Kereta Api Saya sering menemani ibu pergi ke kota naik kereta untuk berbelanja berbagai keperluannya. Saya senang duduk di sampingnya, dengan kedua tangan di atas salah satu lututnya, merapat manja padanya. Apabila saya lakukan itu, ia

Saya Menyadari Kekuatan Saya

akan melingkarkan lengannya di bahu saya. Itulah yang selalu kami lakukan sewaktu duduk. Tetapi, suatu hari, saya bertingkah lain. Setelah melepaskan diri dari lengan ibu saya, saya bergegas ke tempat seorang wanita yang duduk di seberang kami. "Anda akan mendapat kecelakaan," kata saya kepadanya. "Berhati-hatilah!" kata-kata yang sungguh kurang ajar, tetapi itu keluar begitu saja dari mulut saya. Karena terkejut, wanita itu kehilangan kata-kata dan hanya menatap saya, matanya melotot. Bagaimanapun, ia belum pernah melihat saya. Ibu saya cepat-cepat minta maaf. "Saya amat menyesal, saya tak tahu apa yang membuatnya mengatakan sesuatu seperti itu," katanya. "Jangan hiraukan itu barang sejenak pun." Setelah tenang kembali, wanita itu tersenyum dan menepuk-nepuk kepala saya. Akhirnya, kereta sampai di tempat pemberhentian wanita itu. Ketika ia pergi ke luar, saya berlari kepadanya dan mengulangi peringatan saya. Kali ini ia membelalakkan mata pada saya dengan marah dan turun tanpa sepatah kata. Hari itu, saya menyusahkan hati bagi ibu saya. "Kamu tak boleh mengatakan hal-hal seperti itu kepada orang-orang yang belum kamu kenal," hardik ibu saya. "Hari ini kamu tak boleh jajan." Beberapa waktu kemudian, ketika insiden itu sudah terlupakan, kami pergi lagi naik kereta. Seorang wanita dengan penopang menaiki kereta, kakinya tertekuk dan dibalut rapat. Ibu saya dan wanita itu bertemu mata dan saling menatap. Keduanya kehilangan kata-kata. Akhirnya ibu saya berdiri, dan wanita itu dengan b^rat hati pindah ke sampingnya, sambil menyeret kakinya yang dibalut. "Pada hari ketika anak Anda memperingatkan saya, sesampai di rumah saya memangkas bambu. Tiba-tiba saya terpeleset dan jatuh di ujung bambu, yang begitu parah melukai kaki saya. Itu karena kesalahan saya sendiri. Sean-

38

Manusia Tidak Mati

dan teman saya Ayako, adik saya itu telah mengirimkan banyak pesan kepada saya selama bertahun-tahun, dan terus menasihati saya melalui cara yang dapat saya pahami dengan mudah mengenai masalah-masalah sehubungan dengan dunia roh. Tiada henti saya berterima kasih atas perlindungan dari keempat roh itu. Jika bukan karena mereka, saya percaya orang yang sakit-sakitan seperti saya tak pernah mampu bertahan hidup lama. Pada umur 21, saya menderita sakit ginjal yang nyaris membunuh saya, dan pada masa mengandung anak perempuan saya, saya kembali sakit berat. Saya benar-benar kehilangan kekuatan selama 17 tahun setelah masalah ginjal itu, dan jika bukan karena roh-roh pelindung saya, tak terbayangkan bagaimana mungkin saya bisa mengatasi beragam persoalan selama tahun-tahun itu. Setelah sembuh dari sakit, saya menyadari bahwa kekuatan-kekuatan yang menjengkelkan saya telah hilang, dan selama .17 tahun berikutnya, saya hidup sebagai seorang ibu dan istri biasa. Tetapi, saya tahu bahwa roh-roh pelindung yang sama, yang telah membantu saya selama tahun-tahun saat saya dapat berhubungan dengan penghuni dunia roh, terus berbuat demikian bahkan setelah saya kehilangan kemampuan itu. Ketika kekuatan saya sebagai medium kembali, saya putuskan untuk melakukan yang terbaik demi membuat orang-orang lain1- memahami rohroh. Keinginan Saya untuk Bercerita tentang Roh-roh kepada Orang Lain Ada orang yang sama sekali tak bisa menerima gagasan tentang roh. Mereka tak dapat melihat roh, kata mereka, jadi mengapa harus percaya? Ada juga mereka yang berpendapat tentang roh-roh sebagai sesuatu yang menakutkan. Bagaimanapun, itulah gambaran paling umum mengenai roh yang tersebar di media massa. Saya lak yakin sejauh mana usaha s<aya bisa mengubah

Saya Menyadari Kekuatan Saya

39

pandangan yang dianut hampir semua orang di dunia itu. Bagaimanapun, saya merasa berjuang sendirian. Sekalipun terbayang berbagai kesulitan dalam memperjuangkannya, saya merasa terdorong untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai dunia roh kepada orang-orang di sekitar saya. Saya mencoba melakukannya melalui sejumlah paket acara televisi, tetapi tidak satu pun yang benar-benar memuaskan saya. "Roh sama sekali bukan seperti yang Anda bayangkan!" Sering saya ingin berteriak begitu, tetapi saya sadar cuma sedikit saja yang dapat saya lakukan untuk mengubah pandangan mengenai dunia roh dengan akar-akar historis yang kuat. Para produser program acara televisi itu pun punya masalah mengenai topik itu: dituntut untuk menyajikan gambaran tentang sesuatu yang tak dapat mereka lihat dan yang sama sekali tak mereka ketahui, maka program acara yang mereka hasilkan pun hanya sebatas itu. Sering orang mengatakan pada saya, "Pasti menyenangkan dapat berkomunikasi dengan roh-roh dan mengetahui hal-hal yang tidak diketahui orang lain". Jangan percaya itu. Sekadar mengatakan pada orang-orang mengenai bakat khusus saya sudah cukup untuk memastikan suatu sambutan dingin dari banyak orang. Selama bertahun-tahun saya tidak mengatakan apa-apa kepada anak-anak, saya mengenai kemampuan saya berkomunikasi dengan roh-roh. Menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan dalam istilah-istilah ilmiah bukan pekerjaan mudah, dan saya percaya bahwa bersikap sebagai ibu dan istri yang biasa-biasa saja adalah sikap yang paling bijaksana. Berkomunikasi dan bergaul dengan roh-roh selama bertahun-tahun telah mengajar saya tentang betapa para roh itu sangat membutuhkan perhatian serta cinta dari kita yang masih hidup, dan saya menjadi yakin bahwa kewajiban sayalah untuk membuat setiap orang menyadari kebenaran ini. Tetapi, memenuhi kewajiban itu berarti berhenti menjadi ibu biasa, dan diri saya pun akan terbagi

40

Manusia Tidak Mati

antara memenuhi tugas istimewa dan mempertimbangkan perasaan anak-anak selama beberapa waktu. Tahun-tahun sebagai "Wanita Biasa" Saya tak pernah membicarakan pengalaman-pengalaman saya sebagai seorang medium dengan suami: ia termasuk orang yang hanya percaya pada segala sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Saya menyimpan apa yang saya ketahui tentang dunia roh hanya untuk diri saya sendiri, dengan perasaan bersalah karena seolah-olah merahasiakannya. Bagaimanapun, kemampuan saya sebagai medium pudar saat saya berumur 21 tahun, dan itu berlangsung terus sampai saat saya menikah dan punya anak. Kalau ada artikel dalam majalah atau surat kabar yang berkaitan dengan spiritualisme dan fenomena adikodrati, saya akan bertanya pada suami saya apa pendapatnya mengenai masalah-masalah itu, sambil bersikap seolah-olah saya sendiri tak begitu berminat. Jawabannya selalu sama. "Hal-hal semacam itu sama sekali tak mungkin terjadi. Orang yang percaya akan roh adalah orang yang sakit mental atau nyaris sakit mental." Baginya, dunia roh bukan topik yang perlu dibicarakan secara serius. Berhadapan dengan sikap seperti itu, saya memutuskan lebih baik tak mencoba berbicara tentang dunia roh, dan tidak menceritakan segala peristiwa yang pernah saya alami. Tiga orang anak sudah saya lahirkan. Tahun-tahun pun berlalu. Kekuatan spiritual saya belum kembali. Kekuatan itu baru muncul kembali pada hari ketika anak bungsu saya menginjak usia empat tahun dan masuk taman kanakkanak. Karena dua kakaknya bersekolah di tempat yang sama, saya pun tak ragu memasukkan si bungsu ke sekolah itu. Pada saat-saat sendirian, ketika anak-anak bersekolah, muncul perasaan dalam diri saya untuk bekerja; pekerjaan yang mungkin tak memerlukan waktu terlalu banyak. Tetapi saya sendiri tak punya gambaran pasti tentang jenis

Saya Menyadari Kekuatan Saya

41

pekerjaan yang ingin saya lakukan. Harus saya akui, saya sangat disibukkan oleh anak-anak saya. Pada Hari Anak Bungsu Saya Masuk Taman Kanak-kanak Terjadilah pada hari saya mengantar anak perempuan saya terkecil ke taman kanak-kanak untuk pertama kali. Di pintu masuk, saya berlari-lari kecil menemui seorang teman yang sudah bertahun-tahun tak pernah bertemu. Kami dapat dikatakan sebaya, dan sama-sama untuk pertama kalinya memasukkan anak bungsu kami ke taman kanak-kanak. "Aduuuh, sudah bertahun-tahun, bukan!" serunya, sambil menambahkan, "Kamu jadi lebih gemuk sekarang, bukan?" "Kukira demikian, aku bermalas-malasan akhir-akhir ini!" jawab saya. Setelah sedikit berbasa-basi, saya mengajaknya ke rumah untuk minum kopi. Ia langsung menerima ajakan saya. Sambil melepas rindu atas masa kanak-kanak kami yang "hilang", kami duduk sambil menghirup kopi panas. Tetapi tiba-tiba saya melihat gambaran sebuah batu nisan yang runtuh muncul di belakang bahu kiri teman lama saya itu. Selama beberapa saat daerah di belakang teman saya berubah menjadi pekuburan luas dan dinding rumah saya menjadi sebuah ladang. Atap, yang berwarna putih, kelihatannya berubah menjadi biru langit, dengan awan-awan putih halus melintas di atasnya. "Nyonya Hayakawa, apakah makam keluargamu seperti ini?" tanya saya sambil melukiskan pemandangan yang bersinar di depan mata saya. Jawabannya tidak mengpjutkan. "Ya... makam keluargaku ada di sana selama hampir seratus tahun. Tetapi bagaimana mungkin kau dapat mengetahuinya padahal kau tak pernah pergi ke sana?" jawabnya berhati-hati. "Ada tanaman padi di samping makam itu, kira-kira setinggi ini," lanjut saya, sambil mengangkat tangan dalam jarak sekitar empat inci. Nyonya Hayakawa duduk ierpaku, matanya berputar-putar pada waktu itu. "Satu dari batu nisan itu telah runtuh."

42

Manusia Tidak Mati

Untuk waktu yang cukup lama Nyonya Hayakawa memang tidak mengunjungi rumah keluarganya. Tetapi ia mengatakan seandainya dapat menelepon ke rumah itu sekarang, ia bisa berbicara kepada saudaranya. Ia menelepon saudaranya dengan telepon dari rumah saya. Dengan tersengal-sengal, Nyonya Hayakawa meminta saudaranya untuk pergi dan memeriksa makam keluarga. Tidaklah mengherankan bahwa ia ingin tahu apakah penglihatan saya benar. Beberapa waktu berlalu, dan akhirnya telepon di rumah saya berdering. Telepon dari saudara Nyonya Hayakawa, untuk mengkonfirmasikan bahwa salah satu batu nisan memang telah roboh, mungkin akibat ulah anak-anak jalanan, ia menduga. Tetapi batu nisan tersebut rupanya bukan perhatian utamanya. "Siapa atau wanita macam apakah Gibo itu? Bagaimana ia mengetahui hal semacam itu?" desaknya, jelas terguncang dan memutuskan pembicaraan. Sambil mendengarkan, mata Nyonya Hayakawa tak pernah lepas dari saya. "Ya> sesungguhnya manusia macam apakah kamu?" tanyanya, lantas pergi. Roh-roh Kembali kepada Saya Segera saya mulai khawatir. Apa yang akan saya lakukan sekarang karena kekuatan saya kembali? Tak diragukan lagi, kata saya kepada diri sendiri, saya telah kembali melihat dunia roh, penglihatan yang dulu saya alami hampir tiap hari telah kembali. Setidaknya, perasaan saya jadi tidak keruan. Saya panik. Apakah anugerah itu kembali kepada saya untuk selamanya? Bagaimana kalau suami saya tahu? Haruskah saya memberitahunya, dan apakah ia malah akan mengira saya ini gila? Atau, haruskah saya menyimpannya sebagai rahasia? Tetapi dapatkah saya hidup dengan rahasia semacam itu? Dan bagaimana jika Nyonya Hayakawa menyebarkan kejadian tentang makam itu kepada orang lam? Bukan berarti seolah-olah saya telah melakukan se-

Saya Menyadari Kekuatan Saya

43

suatu yang saiah, tetapi bagi anak-anak—betapa ha! itu akan mempengaruhi diri mereka? Setumpuk pertanyaan bermunculan di benak saya. Akhirnya, tiba saatnya menjemput anak bungsu saya dari sekolah. Dengan amat berat dan letih saya berjalan pulang, tak mampu memberikan perhatian kepada anak saya yang dengan penuh gairah menceritakan pengalaman hari pertamanya di taman kanak-kanak. Setelah 17 tahun menghilang, kekuatan spiritual saya kembali. Sekarang saya berumur 37 tahun. Semenjak hari itu, pada waktu-waktu yang tak terduga pun, saya diganggu oleh tamu-tamu tak diundang, yang tetap saja ngotot ingin bertemu sekalipun saya bersikap tak mengacuhkan mereka. Tidak lama kemudian, anak-anak saya pun tahu tentang kemampuan saya sebagai medium, padahal saya sudah berusaha sedapat mungkin untuk menyembunyikannya dari mereka. Sebetulnya saya punya rencana untuk membuka masalah ini kepada anak-anak saya ketika mereka sudah lebih besar, saat mereka mampu menerimanya sebagai suatu masalah yang serius.

Dunia Roh

47

Tidak Ada Alasan untuk Takut pada Roh Banyak orang akan menggigil ketakutan saat mendengar segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia roh. Menurut saya, orang takut akan sesuatu semata-mata karena mereka tidak mampu melihatnya sendiri. Karena telah terbiasa berkomunikasi dengan roh-roh sejak masa kanakkanak. tidak ada alasan bagi saya untuk takut akan roh. Sebaliknya, pengalaman bertemu dengan roh-roh yang dikenang baik dan diperhatikan oleh anak cucunya membuat saya merasa amat bahagia. Ketika masih kanak-kanak, saya membaca banyak cerita mengenai hantu dan, sebagaimana umumnya kanak-kanak, saya juga senang mendengarkan dongeng-dongeng yang diceritakan orang-orang dewasa. Saya juga ingat betapa semua cerita dan dongeng itu membuat saya bingung ketika menyadari bahwa saya mampu berhubunganan dengan dunia roh. Sebagian besar roh yang menghubungi saya baik dan ramah. Oleh sebab itu, saya heran mengapa roh-roh dalam cerita dan dongeng tadi digambarkan punya sifat jahat serta menimbulkan malapetaka bagi kehidupan manusia. Roh-roh yang menimbulkan malapetaka dan jahat semacam itu tentu ada. Roh dari orang-orang yang bunuh diri atau dibunuh kadang-kadang berubah menjadi hantuhantu mengerikan dalam mimpi-mimpi buruk kita. Untunglah bahwa hal ini relatif jarang terjadi. Roh-roh seperti itu, juga roh-roh lain yang belum bisa melakukan perjalanan ke dunianya, mungkin akan tetap tinggal di bumi dan menimbulkan berbagai masalah bagi yang masih hidup. Tetapi roh-roh jahat seperti itu puri dapat berubah. Yang paling dibutuhkan oleh semua roh adalah cinta dan perhatian dari kita yang masih hidup di dunia ini. Kenangan akan Kekuatan dan Masa Kecil Saya Sekarang saya ingin menceritakan bagaimana persisnya saya memperoleh kekuatan sebagai medium. Telinga kanan

48

Manusia Tidak Mati

saya hampir tuli sama sekali: jika saya tempelkan gagang telepon pada telinga itu, tak peduli seberapa keras orang di ujung sana berbicara, saya tak akan mendengar sepatah kata pun. Demikian juga saat mendengarkan musik: sekalipun musik itu membuat orang lain tuli, telinga kanan saya tetap tak bisa mendengarnya, seolah-olah tertutup oleh penyumbat telinga yang terbuat dari besi. Sementara itu, telinga kiri saya normal. Mata kanan saya berfungsi baik. Dengan dengan mata kanan itu saya dapat membaca rambu-rambu yang sebenarnya terlalu jauh untuk dibaca orang lain. Tetapi, mata kiri saya lain lagi. Sampai hari ini, saya tak tahu persis mengapa saya kehilangan penglihatan pada mata kiri saya. Saya hanya bisa menduga bahwa penyebabnya adalah ulah adik saya sendiri, yang sekarang sudah almarhum. Di musim dingin, kami biasa menghangatkan diri di sekitar perapian. Di dekat perapian itu diletakkan sepasang penjepit batu bara panas. Suatu hari, tak lama menjelang hari ulang tahunnya yang kedua, adik saya mengambil penjepit itu, dan, tentu saja tanpa menyadari bahayanya, ia berjalan sambil membawa-bawa penjepit itu ke ruang depan, tempat saya sedang tidur-tiduran. Seorang anak kecil yang belum genap berusia dua tahun tentu berjalan agak terhuyunghuyung. Saya kira ia ingin bermain-main. Tetapi ketika ia meletakkan penjepit itu di lantai di dekat saya, ujungnya menyentuh mata kiri saya. Saya segera bangkit, berteriak seperti binatang yang terluka. Ibu saya, yang saat itu sedang menyiapkan makan malam, terburu-buru masuk dan hampir pingsan karena terkejut. Saya disambarnya, dan ia bergegas ke luar bertelanjang kaki menemui ayah saya yang baru saja pulang kerja. Dengan wajah pucat, ayah saya membawa saya dan menghentikan taksi yang kebetulan lewat, menyuruh si pengemudi untuk menuju rumah sakit terdekat. Kejadiankejadian pada hari itu begitu jelas bagi saya, bahkan sampai hari ini. Selama satu tahun setelah kejadian itu, orangtua saya dengan setia mengikuti semua petunjuk dokter. Dokter itu

Dunia Roh

49

juga mengatakan bahwa mata kiri saya mungkin tidak akan bisa melihat lagi. Sekalipun demikian, ia berjanji akan berusaha semampunya untuk mencegah kemungkinan itu. Saya tak tahu berapa minggu berlalu semenjak kejadian itu, tetapi saya ingat ketika duduk di jendela dan memandang ke luar, mata saya masih tetap tertutup perban. Waktu itu saya berumur lima tahun. Tidaklah berlebihan kalau sejak kejadian itu ibu saya mulai lebih waspada menjaga adik saya. Rengekan saya yang paling kecil sekali pun sudah akan cukup membuatnya berlari, dengan wajah pucat dan tegang, untuk melihat apa yang tak beres. Pada suatu hari, saya memutuskan untuk melepas perban itu. Rasa sakit dan gatal hilang, sehingga tak ada alasan untuk membiarkan perban itu tetap melekat di mata saya. Saya menyelinap ke luar, lalu berdiri di bawah atap rumah dan dengan gemetar melepas perban itu. Kilatan cahaya yang menyilaukan pada waktu itu tak pernah saya lupakan. Sinar matahari menembus mata saya bagai anak panah dan selama beberapa waktu kepala saya pusing. Saya kenakan kembali perban itu, kemudian saya lepas lagi, dan setelah mengulangi proses ini beberapa kali, mata saya jadi terbiasa dengan cahaya. Pandangan Lewat Mata Kiri Saya Beberapa hari setelah melepas perban, saya mulai menyadari bahwa yang saya lihat dengan mata kiri sama sekali berbeda dengan yang saya lihat dengan mata kanan. Mata kanan saya tetap melibas benda-benda sehari-hari seperti yang saya lihat sejak saya kecil. Tetapi, mata kiri dipenuhi oleh bayangan kabur tentang sejumlah lelaki Han perempuan yang sebelumnya tak pernah saya lihat. Waktu itu, saya adalah seorang anak yang luar biasa pendiam, yang tak pernah memulai pembicaraan dengan orangtua saya. Jadi, walaupun usia saya lima tahun dan cukup berumur untuk mengkomunikasikan apa yang terjadi, saya

50

Manusia Tidak Mati

menyimpan semua penglihatan yang iuar biasa itu bagi diri saya sendiri. Mengingat kembali masa lalu, saya menyadari seandainya waktu itu saya menceritakannya pada orangtua saya, barangkali mereka dapat memahami dengan lebih baik kemampuan saya untuk melihat dunia roh. Bahkan ayah saya—yang percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat menjelaskan segala sesuatu, dan siapa pun yang percaya akan hidup sesudah mati atau kehadiran roh-roh pasti orang itu sesat—mungkin dapat sedikit bersikap lunak. Ibu saya punya pikiran yang sejalan dengan ayah saya, walaupun sebagai wanita saya pikir ia sedikit lebih menerima terhadap pemikiran tentang dunia roh. Bagaimanapun, pendapatnya toh tak berbeda dengan pendapat ayah saya. Hanya saya, seorang gadis kecil, dalam keluarga saya yang memiliki kemampuan melihat roh-roh dengan mata kiri yang lemah dan mendengarkan suara-suara mereka dengan telinga kanan yang hampir sama sekali tuli. Apakah kemampuan ini bisa dikatakan muncul begitu saja setelah kejadian yang membuat mata kiri saya cacat, atau apakah saya dilahirkan dengan kemampuan itu dan masih terlalu muda untuk menyadarinya, saya tak tahu. Bagaimanapun, kemampuan itu tetap ada pada diri saya hingga hari ini. Nasib Buruk Selalu Bisa Dijelaskan Setiap kali melihat orang yang menderita karena perbuatanperbuatan roh pengganggu, saya dapat melihat masa lalunya di hadapan saya seperti menyaksikan tayangan di layar televisi, hanya saja warnanya sedikit lebih pudar. Apa yang saya lihat selalu menguatkan keyakinan saya tentang hubungan sebab dan akibat, "hukum pembalasan", begitu dikatakan. Pada dasarnya, dan yang paling utama, adalah bahwa saya seorang ibu rumah tangga biasa, seorang wanita pada umumnya. Tetapi, ada saat-saat ketika bertemu seorang

Dunia Kok

5

teman atau orang yang pernah membantu saya bertabur tahun sebelumnya dan sekarang sedang tertimpa masalal saya tidak pernah bisa mengelak untuk ikut mencari p< nyebab kemalangan orang itu. Dalam proses itu, saya selai dikejutkan oleh cara kejadian-kejadian masa lalu dapa membuat roh menimpakan nasib buruk kepada yang masi hidup. Seorang lelaki berumur 45 tahun, yang seharusnya bei ada dalam puncak kehidupannya, datang pada saya, men jelaskan bahwa ia dan istrinya sedang punya masalal sehubungan dengan kesehatan mereka. Salah satu dari me reka selalu sakit, katanya. Pasangan itu tinggal dalam ru mah luas di atas sebidang tanah yang sama luasnya, dai gaya hidup mereka menimbulkan kecemburuan di antar; orang-orang yang mengenal mereka. Tetapi, mengapa kehidupan pasangan suami istri yanj seharusnya tidak kekurangan apa-apa itu dikuasai oleh mo mok penyakit yang datang silih berganti? Tanpa alasai yang jelas, tiba-tiba saja sang suami sadar bahwa peng lihatannya kabur dan kakinya tak dapat digerakkan ke aral yang ia kehendaki. Tiba-tiba ia ingin sekali makan makanai yang manis-manis, makan cokelat dalam jumlah banyak dan jenis gula-gula lain yang dapat diraihnya. Semua iti tentu saja memperburuk kesehatannya. Pemeriksaan me nyeluruh oleh dokter tak membuktikan apa-apa, kecual bahwa nafsunya yang sangat besar akan makanan yanj manis-manis bukan disebabkan oleh suatu penyakit. Sementara itu, si istri mudah jatuh pingsan dan itu selai; terjadi seminggu sekali. Suatu kali ia pingsan saat sedang mencuci, dan timba air yang terlepas saat ia jatuh me nyebabkan kerusakan besar. Karena "penyakit" ibu, ia hidut dalam ketakutan jangan-jangan suatu hari ia pingsan saa sedang memasak dan menyebabkan kebakaran. Tak ada penjelasan mengenai penyakit yang tidak masai akal itu. Satu-satunya anak mereka, seorang gadis, luaj biasa egois dan sedikit pun tak mau bergerak membantu padahal orangtuanya jelas-jelas membutuhkannya. Sang suami tak pernah percaya akan adanya roh. Tetap

52

Manusia Tidak Mati

keyakinan-keyakinannya itu digoyahkan oleh apa yang mereka alami berdua. Ia pun lalu meminta teman saya untuk memperkenalkan kami. Itu terjadi kira-kira 10 tahun yang lalu. Suami istri itu duduk di hadapan saya. Sang istri jelas sekali terlihat bersikap amat memohon. Keseluruhan ekspresinya memperlihatkan dengan amat jelas keinginannya untuk dibebaskan dari kemalangan yang menimpa mereka berd ua. Setiap kali hendak menolong orang dengan cara seperti ini, saya melepas semua perhiasan saya, juga benda-benda berlogam dari tubuh klien saya, sebab akan sulit bagi saya untuk melihat roh-roh jika saya masih mengenakan perhiasan. Sesudah itu, saya beralih ke pasangan tadi. Muncullah , di antara mereka penampakan yang paling menakjubkan. Seorang anak lelaki lumpuh berusia 17 atau 18 tahun merintih diam-diam dan tidak keruan. Sambil terus mengarahkan mata saya pada penampakan itu, saya berbicara pada pasangan tersebut, menyampaikan apa yang saya lihat. "Saya dapat melihat seorang anak laki-laki muda di balik punggung Anda... merintih dengan ekspresi kosong di wajahnya," kata saya memulai. "Ada seorang wanita tua berdiri di belakang anak muda itu: ia tampak khawatir dan matanya terpaku pada anak itu sepanjang waktu. Kenalkah Anda dengan kedua orang ini?" tanya saya menyelidik. "Itu pasti ibu mertua saya," jawab sang suami. "Dan anak lelaki itu pasti adik ipar saya." Ketika ia mengatakan hal itu, wanita tua itu berpaling padanya, menatap dengan sorot mata penuh kebencian. Wanita Tua Itu Berbicara kepada Saya dengan Marah "Ini barangkali agak kasar, tetapi wanita tua itu tampaknya sangat tak menyukai Anda," kata saya pada si suami. Dengan sikap tetap luar biasa tenang, ia menolak permintaan maaf saya. "Jangan khawatir menyinggung perasaan kami! Bagaimanapun, seandainya kami menimbulkan masalah ini bagi diri kami sendiri, kami ingin mengetahuinya." Ketika si suami berbicara, wanita tua itu juga mulai

Dunia Ro

5

berbicara pada saya, kata-katanya pelan dan tak tergesagesa. "Sangatlah wajar kalau kedua orang itu harus menderita," katanya. "Sebenarnya, mereka harus lebih menderita daripada penderitaan mereka sekarang ini. Tak jadi masalah jika saya tak pernah berhasil masuk dunia akhir, selama mereka membayar apa yang telah mereka lakukan." Wajahnya berkerut penuh kebencian. Saya tak pernah menyembunyikan apa pun yang saya lihat dari orang yang meminta bantuan saya, dan kesempatan ini pun bukan pengecualian. Saya mengatakan dengan cermat apa yang telah saya dengar. Terenyak, wajah mereka berubah pucat. "Lebih baik kaukatakan yang sebenarnya," kata sang istri pada suaminya, tangannya di punggung suaminya. "Atau kita takkan pernah bahagia lagi." Ia duduk dengan kepala menunduk, air mata menetes jatuh di lututnya. "Baiklah, agak sulit untuk mengatakan tentang..." jawab suaminya, dan dengan ragu-ragu ia mulai menceritakan pada saya alasan mengapa wanita tua itu mengucapkan kata-kata dengki seperti itu. Sang suami berasal dari keluarga miskin. Ia datang ke Tokyo dan bekerja pada penjual bahan makanan. Keluarga istrinya memiliki sebuah toko besar yang sering ia kunjungi. Keduanya pun lalu saling jatuh cinta. Ibu mertuanya adalah seorang janda yang sebetulnya menentang perkawinan mereka dengan alasan bahwa menantu lekakinya terlalu miskin. Tetapi setelah berkali-kali berbantahan dengan anak perempuannya, akhirnya ia terpaksa memberi persetujuannya. Pengantin baru itu pindah ke rumah besar si janda. "Kami Takkan Berdusta pada Ibu..." Si istri punya seorang adik yang sakit-sakitan sejak lahir. Pemuda itu tak bisa meninggalkan tempat tidurnya atau bahkan menyuapi dirinya sendiri. Pada suatu hari, si janda meminta tolong pada pasangan muda itu dan mengatakan pada mereka, "Saya sudah tidak

Manusia Tidak Mati

muda lagi dan saya pikir saya tidak akan hidup lebih lama lagi. Jika kalian berjanji merawat anak laki-laki saya sepanjang sisa hidupnya, kalian dapat memperoleh rumah ini dan segala sesuatu yang saya miliki. Jika kalian tak bersedia, saya akan mencari orang lain yang mau melakukan itu, dan tak memberikan apa pun kepada kalian." Tanpa ragu-ragu pasangan muda itu menjawab, "Tentu kami akan merawatnya—ia sungguh berarti bagi kami. Jangan khawatir, kami tak akan pernah memasukkannya ke panti perawatan. Percayalah pada kami, jika ibu bersedia memberikan begitu banyak pada kami, kami tak akan pernah berdusta pada ibu." Wanita tua itu rupanya percaya, dan pada hari berikutnya ia mulai memindahkan segala miliknya atas nama menantu lelakinya. Kondisinya terus memburuk dan dari hari ke hari ia bertambah lemah. Di saat itulah pasangan muda itu memutuskan untuk mengurungnya, bersama anak lelakinya yang masih muda, dalam sebuah gudang berangin di salah satu pojok rumah itu. "Tinggallah di sana, Ibu kelihatan payah." Itulah kata-kata yang diucapkan anak perempuannya sendiri. Karena menyesali kemurahan hatinya yang naif, wanita tua itu meninggal. Yang dicemaskannya di saat-saat akhirnya adalah masa depan anak lelakinya. Sehari setelah pemakaman sang ibu, pasangan muda itu memasukkan anak lelakinya ke sebuah lembaga umum, ketika ia berumur tujuh belas tahun. Pasangan itu mengabaikan permintaan-permintaan rumah sakit agar mereka mengunjungi si pemuda malang. Mereka mulai menikmati gaya hidup kelas atas tanpa memikirkan kebahagiaan si pemuda yang malang, atau kebahagiaan roh ibunya atau ayahnya yang telah bekerja keras seumur hidup mengumpulkan kekayaan yang mereka hambur-hamburkan. Balas Dendam Roh Tahun demi tahun berlalu. Mereka yang mengenal pasangan itu berkasak-kusuk di antara mereka sendiri bahwa seandainya roh-roh itu ada, masalahnya hanya waktu sc-

Dunia Roh

55

belum mereka melakukan balas dendam. Akhirnya hal itu terjadi juga. Sang istri mulai menangis lagi dan menyembunyikan wajah di balik suaminya. Suaminya duduk, kepalanya tertunduk, dan kadang-kadang mengembuskan napas panjang. "Mulai sekarang, mengapa Anda tidak mulai menenteramkan roh ibu Anda?" saran saya. "Mintalah maaf padanya, persembahkanlah teh kepadanya, jika itu yang disukainya. Dan kunjungilah saudara Anda." Pasangan itu menyetujui saran saya dan pergi. Beberapa bulan yang lalu, saya bertemu pasangan itu di jalan. Ketika saya menanyakan kesehatan mereka, mereka menjawab gembira, "Ya, kami sehat-sehat saja, terima kasih. Kami melakukan segala sesuatu yang Anda minta pada kami. Ibu menyukai kacang polong manis, maka kami meletakkan beberapa dalam sebuah gelas di dekat tehnya, dan kami meluangkan banyak waktu untuk berbicara kepadanya." Saya memandang ke balik bahu mereka dan wanita tua itu sekali lagi berdiri di sana. Kali ini ia tak membelalakkan mata pada pasangan tersebut, melainkan tersenyum pada mereka dengan penuh kebaikan. Mereka melanjutkan, "Anak perempuan kami juga telah berubah: ia mau membantu kami, dan nanti kami juga akan memintanya agar berdoa bagi neneknya. Dan kami bertiga tak pernah lalai mengunjungi panti asuhan tempat saudara lelaki kami berada." / Binatang Juga Bisa Menjadi Roh Pelindung Roh-roh yang melintas di depan mata kiri saya, bagai sosok-sosok dalam film yang sudah pudar, tak selalu tersenyum. Beberapa di antaranya memohon bantuan saya, dengan air mata mengalir di pipi mereka, sementara yang lain tampak ketakutan. Sebagian besar mendambakan agar keluarga mereka mendoakan mereka. Manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang berjiwa: tanaman dan binatang pun punya jiwa. Ada saat-saat

Manusia Tidak Mati

ketika kita merasakan bahwa seekor binatang sedang mencoba menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian kita,, bahkan ketika binatang itu masih hidup. Ketika seekor binatang kesayangan mati, rohnya mungkin tetap tinggal di samping pemiliknya yang telah begitu baik memeliharanya. Seringkah roh binatang lebih setia daripada roh manusia yang mudah berubah-ubah sikap terhadap orang-orang yang mereka cintai. Anda bisa mencintai seekor binatang seolah-olah Anda mencintai seorang anak kecil. Tetapi, sebaiknya kita tak tergoda untuk memperlakukannya seperti itu. Memakaikan sepatu atau bahkan pakaian pada seekor binatang kesayangan adalah perlakuan yang berlebihan. Roh pelindung saya, saudara saya sendiri, berkata kepada saya begini: "Aiko, seberapa pun besarnya cintamu pada binatang, jangan memberinya pakaian seperti seorang manusia. Binatang-binatang punya bulu karena suatu alasan, dan mereka diciptakan sedemikian rupa sehingga mereka dapat hidup tanpa pakaian." Saya suka kucing, anjing, burung, pokoknya segala jenis binatang. Sering saya memperhatikan bagaimana seseorang merawat binatang kesayangannya sedemikian rupa agar tampak menarik. Kemudian saya teringat perkataan roh saudara saya tadi, dan sadar bahwa perlakuan semacam itu bukan hal terbaik bagi binatang itu sendiri. Jika Anda memelihara seekor binatang kesayangan dengan semestinya sewaktu binatang itu masih hidup dan terus mengirimkan cinta Anda padanya bahkan setelah ia mati, bisa jadi ia membalas kebaikan hati Anda dengan menjadi roh pelindung yang mengagumkan. Tetapi, jika Anda memperlakukannya dengan kejam, bisa jadi Anda dijadikan sasaran keinginan rohnya Untuk membalas dendam. Tanaman Pun Harus Dipelihara Hal yang sama berlaku bagi tanaman. Sering terjadi tanaman ditinggalkan di rumah selama berbulan-bulan tanpa seorang pun menyiraminya. Saya pernah merasa sangat

Dunia Roh

bosan merawat tanaman saya; kemudian roh sepupu sa} mendatangi saya dan berkata supaya saya mencari orar lain untuk menyirami tanaman-tanaman itu, karena baginj sungguh menyakitkan melihat tanaman-tanaman itu lay dan mati. Semasa hidupnya, sepupu saya menyukai tanaman. Si menjak kecil ia tak pernah bisa pergi tanpa terlebih dul menyirami semua tanaman yang ada di rumahnya. 3< pulang dari sekolah, ia akan duduk di hadapan sekuntui bunga yang sedang mekar, untuk menikmati keindahanny Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa rohnya mei datangai saya dan memberi saya nasihat untuk meraw; tanaman saya. Di rumah, saya punya tiga pot bunga yang saya letakka di salah satu jendela kamar saya. Karena menerima banyc sinar matahari, pot-pot itu dipenuhi dengan tulip mera yang cantik. Tetapi, pada suatu hari, saya perhatikan bal wa daun-daun pada salah satu pohon di pot-pot itu mul layu sedikit. Dengan sikap tak acuh, saya memberi pe hatian lebih besar kepada tanaman yang paling canti memberinya air dengan amat murah hati. Kepada tanama yang kedua, saya menyiraminya dengan air yang masi tersisa dalam ember. Tanaman yang ketiga, yang mul layu, sama sekali tidak saya sirami. Satu hari saja tanpa a tentu tak akan membuat tanaman itu sakit, pikir saya, de meninggalkannya begitu saja. Keesokan harinya, saya melihat terjadi perbedaan yar amat mencolok di antara ketiga tanaman bunga dalam p saya. Pohon yang disirami sehat dan kuat, sedangkan p hon yang tak disirami mulai tampak layu. Tanpa berpik dua kali, saya membuang bunga yang layu ke sudut hal man, sehingga tinggal dua lainnya sebagai penghias. Mala itu, melalui mimpi, roh adik saya datang dan berkat "Aiko, siramilah tanaman-tanaman itu". Ia mengingatkc saya. "Bunga tulip yang kaubuang itu menangis. Kautal tanaman pun punya jiwa." Secelah ibu, ia menghilang, m ninggalkan saya yang merasa ngeri sendiri karena sifat t; berperasaan saya.

Manusia Tidak Mati

Semenjak itu. saya jadi percaya bahwa semua benda hidup mempunyai jiwa, dan bahwa pentinglah untuk mencintai bahkan tanaman yang paling kecil sekalipun sepanjang hidupnya. Cara Roh Tanaman Mendatangkan Malapetaka bagi Anda Pernyataan sepupu saya mengherankan juga bagi saya, bahwa roh tanaman yang diabaikan dapat mempengaruhi nasib pemiliknya. Yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah masalah macam apakah yang dapat ditimbulkan oleh roh-roh tanaman semacam itu? Keadaan sakit terus-menerus yang membosankan, juga penyakit kulit, misalnya, tampaknya merupakan sesuatu yang lazim. Kesulitan uang adalah akibat lain dari sikap melalaikan itu. Seorang kenalan saya memenuhi taman kecilnya dengan beraneka tanaman, bahkan, karena merasa belum puas, jalan masuk ke rumahnya ia penuhi juga dengan tanamantanaman, sampai-sampai hampir tak ada ruang untuk berjalan. Sebenarnya, ia hanya terobsesi untuk membeli tanaman. Karena yang ada dalam dirinya hanya keinginan kuat untuk membeli tanaman, jika ada di antara tanaman yang ia beli itu mulai layu, ia akan membuangnya begitu saja ke suatu tempat, dan menggantinya dengan tanaman baru. Tanaman-tanaman yang disingkirkan begitu saja lambat laun semakin layu, dan daunnya pun rontok. Tanaman yang dilupakan di tempat pembuangan itu semakin menumpuk. Pada saat bersamaan, keluarga itu, yang dulu terkenal sebagai keluarga makmur, sedikit demi sedikit merosot. Bukan karena mereka malas atau menuruti kata hati untuk menghambur-hamburkan uang. Nasib mereka benar-benar tampak kian memburuk, sampai akhirnya mereka betul-betul tak punya apa-apa. Bagi saya, keadaan itu jelas sebagai akibat balas dendam roh-roh tanaman yang tidak dirawat dan dibuang begitu saja. Keadaan itu juga menggambarkan pada kita betapa tak mungkinnya mengabaikan relasi kita dengan semua benda hidup di bumi ini, tak hanya sesama manusia. Kepada saya roh-roh telah me-

Dunia Ro

5

nunjukkan bahwa hanya bila kita memahami hal ini, kita dapat menempuh hidup bahagia. Jadi, tak hanya manusia, binatang dan tanaman pur ingat pada orang-orang yang telah memperlakukan mereka dengan baik hati, dan setelah masuk ke dalam dunia roh, mereka melakukan apa saja untuk membalas kebaikan hati itu. Kemampuan manusia terbatas. Tetapi jika kita punya roh pelindung yang menunjukkan jalan bagi kita, kita punya potensi untuk menempuh hidup yang sungguhsungguh bahagia. Lain kali, sebelum mengeluh tentang kekurangberuntungan atau kekurangberhasilan dalam usaha keras Anda, cobalah untuk mengirimkan seuntai doa kepada roh-roh orang yang paling dekat dengan Anda. Kehadiran Roh dalam Benda Mati Inilah salah satu aspek dunia roh, yang saya yakin akar membuat Anda sangat tertarik. Ada barang-barang buatar tangan manusia, seperti boneka, mainan, atau bunga-bunga artifisial, yang begitu bagus sehingga sulit untuk mengalih kan pandangan kita dari benda-benda itu. Barangkali lukisan adalah contoh paling baik untuk masalah ini: ada saat-saat ketika sebuah lukisan memikat indera sedemikiar rupa sehingga jiwa kita, karena ingin menjadi bagian dar apa yang terlihat di hadapan kita, seolah-olah meninggal kan tubuh kita. Perasaan ini tak dibuat-buat seperti yang mungkin And; pikirkan. Roh kita mungkin sungguh-sungguh bertempa tinggal dalam obyek perhatian kita—berikut adalah sebual contoh mengenai kejadian semacam itu. Teman saya selalu mengenakan cincin safir pemberiai suaminya. Ia tidak pernah melepaskannya. Suatu ketika i; terserang sakit mendadak. Ia harus berbaring di tempa tidur. Ia juga melepaskan cincin itu, dan meletakkannya d suatu tempat yang memungkinkan ia bisa memandanginy; terus. Karena kondisinya terus memburuk sehingga meng haruskan ia untuk berbaring sepanjang hari, memandang cincin safirnya menjadi kesenangan satu-satunya.

0

Manusia Tidak Mati

Setelah beberapa tahun sakit, tiba-tiba ia mengembalikan cincin safir itu kepada suaminya, seolah-olah tahu bahwa kematiannya sudah dekat. Ketika ia meninggal, suaminya memelihara cincin itu dan membawanya ke mana pun ia pergi. Semenjak itu, tampaknya ia dilimpahi keberuntungan yang luar biasa. Ketika terlibat dalam suatu kecelakaan mobil yang menyebabkan semua penumpang lainnya terluka, ia lolos tanpa tergores sedikit pun. Keberuntungannya yang luar biasa sama sekali bukan sejenis mukjizat. Empat tahun kemudian, ia memutuskan untuk menikah lagi. Ia memberikan cincin safir tersebut kepada istri barunya, dengan harapan istri pertamanya akan melindunginya dengan cara yang sama ia melindungi dirinya. Teman saya itu orang yang sungguh baik hati, maka suaminya mengandaikan ia akan memahami harapannya. Maka cincin safir yang indah itu menghiasi jari istri keduanya. Tetapi tak lama setelah istri kedua mengenakan cincin itu, ia jatuh sakit. Ketika ia terbaring karena demam, istri pertama suaminya menampakkan diri di hadapannya di dalam sebuah mimpi. Almarhum wanita itu menyentuh tangan kanannya, sepanjang^ waktu itu, sambil menatap wajah penggantinya. "Apakah ini yang kauinginkan? Cincin ini?" Ia bertanya pada roh dalam mimpinya. Wanita lain itu mengangguk, maka ia melepas cincin itu dari jarinya dan menaruhnya di telapak tangan dingin yang terulur kepadanya. Setelah itu, ia terbangun, dan kamar itu kosong. Tak ada tanda-tanda dari wanita yang berdiri di hadapannya beberapa detik sebelumnya. Ia menganggap semua itu mimpi biasa, sampai akhirnya ia menyadari bahwa cincin safir yang ia kenakan di jarinya hilang. Dengan cemas dicarinya di sekitarnya, dan akhirnya ia menemukannya tergeletak di bawah tempat tidur. Kemudian ia menyadari bahwa mimpinya bukan mimpi biasa dan tak ada alasan untuk terus mengenakan cincin itu. Keesokan harinya, ia menceritakan semua itu kepada suaminya, dan mereka pun memutuskan bahwa lebih baik sang suamilah yang mengenakan cincin itu. Sang suami

Dunia Roh

kembali membawa cincin itu bersamanya lagi ke mana pur ia pergi, dan pada saat-saat tertentu pasangan itu meletakkannya di meja dan mengucapkan sebuah doa khusuk hag almarhum istri pertama. Tak perlu dikatakan lagi, istri kedua sembuh dari sakit nya. Sang suami bekerja sebagai pengemudi, dan bersum pah bahwa cincin itu menghindarinya dari kecelakaan. Jadi roh bisa berdiam dalam benda-benda mati untuk menjag; seseorang yang memperoleh perhatian besar darinya. Boneka yang Hidup Berabad-abad Seorang teman saya, pencinta barang-barang antik, membel sebuah boneka, yang katanya telah berumur ratusan tahun sewaktu ia berlibur di sebuah kota kecil di Prancis. Bonek; itu mengenakan gaun kuning dan apron putih, tetapi wa jahnya membuat orang-orang yang melihatnya terpana dai gemetar. Wajahnya begitu hidup dan sama sekali tak puny; pesona kanak-kanak sebagaimana umumnya wajah boneka. Anggota keluarga teman saya itu berpendapat bahw; boneka itu mengesankan sosok iblis, dan mereka menuntu penjelasan mengapa boneka seperti itu dibeli. Tetapi temai saya telah mengambil risiko besar untuk membawa bonek; itu dari negeri yang amat jauh, dan ia tak mau melepaskan nya begitu saja. Ketika pertama kali melihatnya didudukkan dalam tok< barang-barang antik, teman saya melihat boneka itu tampal begitu hidup sehingga ia berpikir bahwa benda itu benar benar hidup. Sementara melihat-lihat barang-barang por selen Cina yang banyak dipamerkan di toko itu, ia meras, seolah-olah mata boneka itu mengikutinya berkeliling Biasanya ia tak tertarik pada boneka, dan alasan sebenar nya ia masuk ke toko itu pun adalah untuk melihat barang barang porselen Cina yang merupakan cinta pertamany akan barang-barang antik. Tetapi, pada hari itu, entah mengapa, ia tak meras antusias terhadap barang-barang porselen dan pikirarmy tetap kembali pada boneka itu. Perasaannya tidak enak

Manusia Tidak Mati

cian ia pun memutuskan untuk meninggalkan toko tersebut. Tetapi, boneka itu tampaknya punya keinginan lain. Teman saya merasa seperti ditarik kembali ke dalam toko, seolaholah ada yang memanggilnya. Berulang kali ia berusaha keras untuk meninggalkan toko itu, sampai akhirnya ia mempertimbangkan bahwa jika ia membeli boneka itu, siapa tahu kegelisahannya hilang. Toh harganya tak terlalu mahal. Ia membawa belanjaannya kembali ke hotel. Boneka itu ia masukkan ke dalam sebuah koper. Kembali ia merasa dipanggil-panggil oleh boneka itu, yang minta untuk dikeluarkan dari koper. Ia pun kembali gelisah, yang segera ditepisnya dengan menganggapnya sebagai akibat keletihan otak yang terlalu banyak kerja. Setelah tiba di rumah, seperti telah saya ceritakan, ia terus diejek oleh anggota keluarganya karena telah membeli boneka yang aneh itu. Bila cemoohan mereka sudah keterlaluan, ia akan berang dan malah akan mati-matian menolak membuang boneka itu. Tetapi, ia sendiri mengakui bahwa boneka itu memang semakin hari semakin menakutkan. Anggota keluarganya mengatakan bahwa saat mereka kebetulan terbangun di tengah malam dan melihat ke arah boneka itu, boneka itu akan menatap balik kepada mereka. Teman saya menepis semua ocehan semacam itu dan menganggapnya sebagai imajinasi yang berlebihan belaka. Sekalipun demikian, ia memutuskan untuk membuktikannya. Ia bangun sekitar pukul dua dini hari, masuk ke ruang tamu tempat boneka itu berada, dan duduk di sofa untuk mengamatinya. Begitu duduk, ia mendengar keluhan yang dalam, diikuti dengan suara. Boneka itu berbicara kepadanya. "Kembalikan saya pada pemilik saya," mohon boneka itu dengan sangat. Karena terguncang dan tidak mampu mempercayai yang ia dengar, keesokan harinya ia menghubungi saya melalui seorang teman, dan membawa boneka itu untuk saya lihat. Ketika dikeluarkan dari pembungkusnya, boneka itu mur v

Dunia Roh

lai berbisik melalui telinga kanan saya, "Saya tak ingi menjadi milik siapa pun, saya sudah menjadi mili Françoise." Ternyata boneka itu dulunya adalah mainan kesayangc seorang gadis kecil bernama Françoise, dan rohnya hidi dalam boneka itu, bahkan setelah ratusan tahun. Françoi tentunya sudah lama sekali meninggal,, sehingga tidakl; mungkin untuk mengembalikan boneka itu padanya. Saya menyarankan teman saya agar menaruh boneka i di dalam sebuah kotak yang pantas, menghiasinya deng bunga-bunga, lalu menguburkannya, sambil berdoa agar kembali ke tempat pemiliknya terbaring dan melindur rohnya. Sejak itu teman saya tak pernah lagi mendeng suara boneka itu. Kehidupan keluarganya pun kembali nc mal. Sampai saat sekarang pun, ketika mereka berkump percakapan mengenai boneka itu selalu muncul. Sam tetap penuh harap, mereka bertanya-tanya apakah ia ma pu kembali ke pangkuan majikan kecilnya. Kisah tentang Hantu Pernahkah Anda mendengar istilah "hantu"? Biasanya, k itu diartikan sebagai roh orang yang masih hidup ya karena kebencian atau kemarahan luar biasa, sering me hantui orang lain. "Kami ditipu mentah-mentah oleh seorang agen real es sewaktu menjual tanah milik keluarga kami turun-temur Ia mengeruk keuntungan dari kami. Saya kira sebag adalah kesalahan kami sendiri sebab kami tak punya in masi mengenai berapa harganya. Tetapi kami ingin m belinya kembali, tentu saja dengan menambahkan sec komisi untuk agen tersebut. Dapatkah Anda menghi nginya untuk berbicara dengan kami?" Wanita tua yang datang pada saya dengan cerita ini j berada dalam keadaan putus asa. Wajahnya kaku kai berusaha keras untuk bersabar. Ia hidup bersama sauc perempuannya. Keduanya berumur sekitar enam pulut

Manusia Tidak Mati

hun, tak pernah menikah, dan mereka berdua menikmati kehidupan yang tenang selama bertahun-tahun. Rumah mereka terletak di sebuah bukit dengan pemandangan Yokohama di bawahnya, suatu daerah tempat orang-orang kaya membangun rumah-rumah besar dengan pemandangan yang membuat kita menahan napas: hutanhutan hijau yang lebat, laut nan biru, dan kapal-kapal berlayar memasuki pelabuhan. Tempat ini sangat termasyhur sebagai daerah kantong orang kaya dan terkenal. Begitu luar biasa sehingga aneh juga bahwa ada orang tak tahu berapa nilai tanah di tempat itu. "Kami menghabiskan hampir seluruh hidup kami di rumah itu," tamu saya mulai menjelaskan. "Maka kami tak pernah tahu berapa harga tanah itu. Selain itu, kami hanya berhubungan dengan sedikit orang selain keluarga kami, dan kami tak tahu apa-apa mengenai harga tanah. "Celakanya, belum lama ini saudara perempuan saya jatuh sakit, dan kami memutuskan untuk menjual separoh dari tanah itu untuk membayar biaya pengobatan. Sebagai pertimbangan, kebunnya terlalu besar bagi kami dan biaya pemeliharaannya menggerogoti tabungan kami. "Tanah itu sangat berharga bagi mendiang ayah kami, sehingga kami ingin mempertahankan separohnya. Kami dengar bahwa tetangga kami adalah agen real estate, maka kami bertanya kepadanya berapa harga tanah itu. Ia malah mengatakan bahwa kami harus segera menjualnya, sebab harga akan jatuh pada suatu hari, dan bahwa ia sendiri yang akan membelinya dari tangan kami saat itu juga jika kami setuju. Ia meletakkan setumpuk dokumen di depan kami dan memaksa kami membubuhi tanda tangan di beberapa tempat. "Yah, sesungguhnya kami tak tahu apa-apa mengenai lingkungan itu, tak tahu juga siapa saja yang tinggai di sana, tetapi Anda tentu tak berpikir tetangga sebelah akan menipu Anda... Sekarang tentu saja kami menyesal karena sudah begitu mudah mempercayai tetangga. Tetapi tanah itu telanjur dijual, dua juta yen untuk satu tsu'bo." (Satu tsubo kurang lebih 2,8 m^ter persegi.)

Dunia Roh

"Keesokan harinya, kami berpapasan dengan seorang tt man dan menceritakan padanya tentang penjualan itu. Ke tika kami beritahukan berapa harga jual tanah itu, i terkejut. Harga itu, katanya, adalah harga berpuluh tahu yang lalu. "Kami terpana, terutama ketika ia mengatakan kepaa kami bahwa harga yang sedang berlaku untuk tanah G daerah itu adalah delapan juta yen untuk satu tsubo. I sendiri sebenarnya bermaksud membeli tanah di daerah Iti dan diberi harga itu oleh orang yang membeli tanah kam: Katanya, mungkin belum terlalu terlambat untuk mem batalkan penjualan ibu. Maka saya buru-buru ke sebelah Tetangga kami itu menyambut saya dengan dingin, dan tal bersedia membicarakan penjualan kembali tanah tersebut Tentu saja ada harga yang sedang berlaku, katanya, tetap tak ada hukum yang menetapkan bahwa segala sesuati harus dijual menurut harga itu. "Sambil menangis, saya temui istrinya. Tetapi ia pun tal mau membantu. Salah sendiri karena kami begitu bodoh katanya, dan, bagaimanapun, itu bukan urusannya. Perhatian mereka sekarang adalah menebangi pepohonan d: tanah itu sehingga mereka dapat membangun rumah. "Dengan sangat saya mohon kepada mereka untuk sedikit bertenggang rasa. Bagaimanapun, tanah itu sudah dijual untuk membayar biaya pengobatan saudara perempuan saya. Tetapi mereka mempertahankan tanah mereka, sehingga saya tak punya pilihan lain kecuali pulang. Jadi, Anda tahu sekarang bahwa saya sudah mencoba untuk memohon kebaikan hati mereka, apalagi yang dapat saya lakukan?" katanya mengakhiri pembicaraan. Menenteramkan Wanita yang Bersedih Wanita yang lemah lembut dan jelas terdidik ini kehilangan kesabarannya. Kebetulan saya tahu agen real estate itu: ia datang pada saya beberapa tahun sebelumnya untuk minta nasihat tentang anak-anaknya. Saya betul-betul dapat me-

Manusia Tidak Mati

noiongnya pada kesempatan itu. Saya berjanji untuk berbicara kepada agen itu dan istrinya. "Mereka hidup dengan penuh kekhawatiran menyangkut masa lalu mereka, mengenai anak-anak mereka, maka saya yakin mereka akan memahami apa yang Anda alami," kata saya, mencoba menenteramkan wanita malang itu. "Saya akan langsung membicarakannya, sebaiknya ini memang diselesaikan secepat mungkin." Saya menelepon istri agen itu dan pergi menemuinya petang itu. Tak dapatkah mereka membayar wanita itu sedikit lebih banyak untuk tanah mereka, tanya saya. Ia tetap pada pendiriannya, karena ia mengangap semua itu kesalahan mereka sendiri sampai harus kehabisan uang, bukan kesalahannya atau suaminya. Saya berharap tidak perlu melakukan apa yang sebaiknya tidak saya lakukan. Tetapi, apa boleh buat, inilah saat untuk mengungkapkan masa lalunya. "Bukankah Anda sendiri punya masalah dengan anakanak Anda beberapa tahun yang lalu?" tanya saya dingin. "Anda pasti bisa memahami apa yang sedang dialami tetangga Anda." Saya harus menghabiskan beberapa jam di sana, tetapi ia bersikeras bahwa mereka, si pembeli, benar dan saya salah karena mempermasalahkan penjualan itu. Saya pergi dengan perasaan kecewa, sambil bertanya-tanya apakah sebaiknya saya memikirkan urusan saya sendiri saja daripada terlibat . Saya memberi tahu si penjual mengenai kegagalan usaha saya membujuk, dan saya tak akan pernah melupakan raut wajah wanita tua itu sewaktu ia menyatakan, "Saya benci mereka, saya akan membenci mereka selamanya karena apa yang mereka perbuat terhadap kami." Tak lama kemudian, sebuah rumah besar yang sangat mengagumkan berdiri di tanah yang terjual dengan harga murah itu. Kedua bersaudara itu tidak tahan lagi menetap di lingkungan itu. Mereka pun jadi semakin enggan bertemu dengan tetangga-tetangga mereka. Akhirnya mereka menjual separoh kekayaan mereka yang masih tinggal me-

Dunia Roh

lalui seorang agen real esiate iain. Harganya 8 juta yen per tsubo. Namun, ini hanyalah hiburan kecil karena mereka merasa telah tergusur oleh agen real estate yang licik dari rumah tempat mereka telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka. Agen itu dan keluarganya merasa paling hebat di dunia ini. Mereka bangga menjadi pemilik rumah yang sama sekali baru itu, dan rasa bangga itu jadi semakin kuat karena tanah tempat rumah mewah itu berdiri dibeli dengan harga sangat murah. Bagi mereka, sama sekali tidak ada yang salah. Sebaliknya, wanita-wanita tua tersebut, menurut teman saya yang tinggal dekat mereka, melewatkan setiap hari dalam rumah baru mereka dengan darah mendidih karena kemarahan akibat ditipu. "Sekalipun mereka telah mendapatkan rumah baru, tampaknya mereka tidak pernah reda dari kemarahan akibat ulah agen real estate itu. Kasihan melihat mereka seperti itu. Mereka adalah orang-orang yang amat menyenangkan, begitu baik hati." Teman saya menggeleng-gelengkan kepalanya atas semua tragedi itu. Setiap orang yang mengenal kedua wanita itu berkumpul dan mendukung mereka. Mereka heran bahwa ada juga yang sampai hati melakukan sesuatu yang begitu mengerikan kepada dua wanita tua yang telah hidup menyendiri dan menghindar dari realitas kehidupan yang keras. Seseorang Mengintai dari Kegelapan Suatu malam ketika kebetulan saya melewati rumah baru si agen real estate, saya melihat satu dari wanita itu. Saat itu pukul sebelas lebih, tetapi—ia di sana, bersembunyi di rerumputan, memandang ke arah rumah itu. Saya putuskan untuk memanggil dan mendekatinya. Tetapi tak ada tanda-tanda seorang manusia pun. Pertamatama saya pikir ia kembali karena merindukan tempat ia tinggal sekian lama. Namun ekspresi wajahnya tidak men-

Manusia Tidak Mati

cerminkan kerinduan atau kesedihan, melainkan kebencian semata-mata. Beberapa tahun berlalu, dan saya hampir melupakan kejadian itu ketika seorang teman datang berkunjung dan bertanya apakah saya ingat rumah di bukit itu. Saya ingat, kata saya. Ia melanjutkan, "Si istri meninggalkan suaminya dan membawa tiga anak bersamanya. Ia punya masalah yang parah—anak sulungnya berusia hampir 20 tahun, tetapi tak mau sekolah, tak melakukan pekerjaan apa pun dan menghabiskan seluruh waktunya dengan berhura-hura bersama teman-temannya. Saya katakan padamu, saya merasa sangat tak senang punya anak-anak yang berkeliaran di luar larut malam seperti itu." Seketika saya sadar, bahwa hal seperti itu hanya akan dilakukan oleh hantu. Seandainya saja agen itu dan istrinya mau memperbaiki cara-cara dan kesalahan yang sudah mereka lakukan terhadap dua wanita itu, dan hidup lebih jujur, mereka tak akan mendapat masalah. Pelan tapi pasti saya takut hantu wanita-wanita itu sedang berusaha membuat kehidupan pasangan itu bertambah tidak menyenangkan. Hantu Tercipta oleh Rasa Dendam dan Iri Hati Seperti ditunjukkan melalui contoh di atas, hantu adalah perwujudan dari jiwa orang yang masih hidup, yang mendatangkan kerugian bagi orang lain. Kadang-kadang hantu bisa menjadi sangat menakutkan dipandang dari sudut kekuatan yang dikumpulkan untuk membalas perbuatan buruk. Untunglah bahwa roh-roh semacam itu merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi. Jika seseorang terus-menerus "dikuntit" oleh hantu, ia akan merasa gelisah mengenai segala hal, sampai-sampai tugas-tugas harian pun dirasakan sebagai suatu cobaan. Hantu-hantu mulai muncul apabila orang yang dilukai hatinya terbakar rasa iri hati atau kemarahan yang luar biasa, sehingga pikiran-pikiran penuh dendam terus mencengkeram setiap kali mereka terjaga. Atau, ketika mereka

Dunia Roh

dipenuhi oieh bentuk emosi yang berbeda tetapi sama-sama obsesifnya: cinta. Hai itu bisa terjadi pada seorang anak,, atau seorang kekasih. Cinta yang membara atau kebencian yang menyala: keduanya mampu menghasilkan hantu. Hantu dan roh orang yang meninggal pada dasarnya adalah entitas yang sama sekali berbeda. Roh orang mati tak menghasilkan panas, mereka tak punya detak jantung. Tetapi ketika bertemu dengan sesosok hantu, saya dapat merasakan kehangatan tubuhnya dan melihatnya bernapas. Korban mungkin tak menyadari bahwa seseorang menyimpan rasa dendam obsesif semacam itu pada dirinya, tetapi kehadiran hantu sering terwujud dalam bentuk gangguan kesehatan atau kesulitan kerja. Penelitian medis terhadap gangguan itu tak akan menunjukkan sebab-sebab yang jelas mengenai kondisi korban. Tetapi dalam banyak kasus penyakit yang misterius, hantulah yang sebetulnya menjadi penyebabnya. Manakala saya melihat korban-korbannya, lebih sering saya melihat sesosok figur yang berdiri di belakang mereka; matanya terpaku pada mereka dengan sorot penuh kebencian. Ketika saya bertanya pada hantu-hantu tersebut mengapa mereka ada di situ, mereka selalu menceritakan kisah mengenai perasaan sakit hati dan marah. Hantu tidak akan mewujud hanya melalui emosi biasa. Dituntut kemarahan yang begitu kuat, sehingga rasa marah itu bisa membunuh orang yang merasakannya, dan amatlah sulit menghasilkan energi yang begitu kuat. Sengaja berusaha menghadirkan sosok hantu untuk mengganggu orang lain dengan cara seperti yang saya paparkan amat sulit dilakukan. Hantu sudah ada bersama kita sejak awal keberadaan manusia, dan saya percaya bahwa pada zaman sekarang ini mereka sudah merupakan sesuatu yang umum. SaaL pengetahuan dan pengalaman manusia dalam soal-soal duniawi tumbuh, relasi mereka dengan yang lain menjadi kompleks, dan pada zaman ini kita punya lebih banyak alasan untuk

0

Manusia Tidak Mati

merasakan kemarahan atau kedengkian terhadap orang lain daripada waktu-waktu yang lampau. , Perasaan Dendam Bisa Meledak dalam Diri Kita Hantu sangat dipengaruhi oleh sifat dasar orang dari siapa ia berasal. Orang yang melankolis, pesimistis, dan yang sangat enggan berjumpa dengan orang lain dan lebih senang menuruti kemarahan mereka, tak peduli perasaan itu benar atau tidak, dan yang merasa dirinya dikorbankan, adalah orang yang jiwanya paling mungkin berubah menjadi hantu. Biasanya, orang-orang semacam itu sangat tidak bahagia. Mereka tak sepenuhnya mampu mengekspresikan perasaan mereka terhadap orang-orang yang membuat mereka marah. Perasaan itu jadinya berbalik membakar diri mereka sendiri. Ada saat-saat ketika kita ingin punya hantu untuk mengganggu seseorang yang kita benci. Tetapi, kita harus tetap ingat bahwa agar itu terjadi, kita harus sama menderitanya seperti korban yang kita harapkan. Ada pepatah dalam bahasa Jepang, "hito o norowaba ana futatsu", yang sama dengan ekspresi dalam bahasa Inggris chickens coming home to roost—hukum sebab akibat dan merujuk pada bahaya sebuah kutukan yang membakar pengutuknya sendiri. Ada banyak kebenaran dalam pepatah ini, sekurang-kurangnya sehubungan dengan dunia roh. Saya telah menyaksikan banyak sekali contoh mengenai hantu-hantu yang kembali pada pemiliknya dan membuat kehidupan menjadi lebih buruk daripada sebelum mereka ada. Hantu tak selalu bisa dengan begitu saja melekatkan diri pada obyek kemarahannya. Orang yang menginginkan hantunya berhasil mengganggu obyek kemarahannya harus sanggup tidak tidur malam selama berhari-hari, sambil tidak putus-putusnya mengerahkan perasaan marah dan dengkinya. Akhirnya, lebih baik kita berhati-hati dengan omongan dan tindakan kita agar tak melukai orang lain, siapa pun

Dunia Roh

orang itu. Sesuatu yang dikatakan sambil lalu boleh jad melukai perasaan orang lain secara mendalam, dan kata kata kita sendiri mungkin kembali membayang dalam ben tuk hantu. Saya yakin, bersikap baik terhadap orang laii sepanjang waktu adalah cara terbaik untuk mempertahan kan relasi kita dengan orang-orang di sekitar kita. ibu Saya, Semasa Tahun Pertama Saya di Sekolah Saya punya satu lagi cerita mengenai hantu yang perh Anda ketahui. Sejak tahun pertama masuk sekolah, say; hampir sama sekali tidak lagi berbicara dengan orang laii kecuali dengan roh-roh. Melihat anak perempuannya me nutup diri dalam dunianya sendiri, ibu saya tentu saji menjadi risau. Sering saya memberanikan diri keluar sen dirian di musim semi untuk menangkap ikan-ikan kecil d sungai kecil dekat rumah, atau memetik bunga-bunga lia yang sedang bermekaran di ladang. Setiap kali ada tanda-tanda saya ingin keluar, ibu say; akan datang dengan tergesa-gesa, menyeka tangan d apronnya, sambil berkata, 'Aiko, mau ke mana kamu? Ka lau kamu pergi ke sungai, jangan ke bagian yang dalam Dan jangan pergi terlalu jauh, nanti kamu tersesat: ber mainlah di jalan-jalan yang kamu ketahui saja." Begitulah i; biasanya berpesan. Saya diam saja, lalu berlari keluar ru mah. Pada suatu sore awal musim panas yang menyenangkan saya sedang mengejar kupu-kupu di sepanjang perbukitan Sekarang ini, tempat itu sudah dipenuhi oleh rumah-tu mah, tetapi ketika saya kecil, daerah itu jarang penghuni nya, dan bukan tempat yang cocok bagi seorang anak keci untuk bermain sendirian. Saat itu, saya sedang mengejar seekor kupu-kupu ber sayap putih kecil, seperti helai bunga. Kupu-kupu itu ter bang kian jauh, menyelinap di antara rerumputan setingg saya. Setiap kali saya mengira kehilangan jejaknya, kupu kupu itu tiba-tiba terlihat lagi, menggoda saya. Saya sam, sekali lupa waktu, sampai tersadar bahwa suhu telah iur m

Manusia Tidak Mati

drastis sekali dan bulu roma di lengan saya berdiri tegak. Tiba-tiba saya sadar bahwa saya harus pulang. Tetapi saya tak tahu letak rumah saya. Saya berjalan dan berjalan, di sepanjang jalan yang tertutup rumput liar, dan saya menjadi kian takut. Akhirnya saya duduk, letih dan mencoba mengingat dari arah mana saya tadi datang. Bunga-bunga di dekat saya tiba-tiba tampak sangat kesepian dan sedih. t>\ = "Aku mau pulang..." kata saya, tetapi tentu saja tak seorang pun menjawab. Angin, yang hanya sekejap terasa lembut di pipi saya, sekarang menjadi angin sepoi-sepoi dingin, dan bertambah hebat sepanjang waktu itu. Saya tak tahan lagi. Saya mulai menangis. Saya tak akan pernah melupakan apa yang terjadi kemudian. Saat menengadah, saya lihat ibu saya datang menghampiri, tergesa-gesa melewati rerumputan yang panjang. Tak salah lagi, itu ibu saya. Ia mengenakan blus putih dengan rok cokelat, dan matanya, yang biasanya memang cukup besar, menjadi bertambah lebar karena khawatir. Yang Saya Kira Ibu Saya Ternyata ... Saya meloncat dan berlari gembira menuju sosok tubuh yang mendekat itu. Tiba-tiba, ia menghilang. Tetapi, di tempat tadi ia berada, rerumputan menyibak dan mudah dilalui. Saya melihat sangkar kecil untuk serangga dari bambu yang patah, yang seingat saya telah saya lewati ketika mendaki bukit itu. Saya merasa seolah-olah terjaga dari tidur panjang. Dengan mengikuti jalan setapak yang menuntun diri saya ke luar, saya menuruni bukit. Jalan itu menjadi semakin lebar, sampai akhirnya saya tiba di rumah, terengah-engah. "Aiko, apakah kamu naik ke bukit?" Ibu saya menyerbu keluar untuk melihat saya. Ia tak mengenakan pakaiannya yang biasa, melainkan bius putih baru dan rok cokelat. Ia hampir pergi mencari saya, meninggalkan pekerjaannya mempersiapkan makan malam, dan berganti pakaian. Baru pertama kali ia mengenakan blus itu.

Dunia Ro

Sambil tersenyum lega, ia berkata pada saya, "Ibu cemas jangan-jangan kamu tersesat di perbukitan, Aiko! Dapat ibu bayangkan kamu duduk di suatu tempat sambil mencoba berpikir ke mana hendak pergi. Ibu tahu kedengarannya bodoh, tetapi sewaktu ibu membayangkan kamu, ibu bisa melihat sebuah sangkar serangga di tanah di dekat... Ah, sudahlah, yang penting kamu selamat." Ibu saya tak punya kekuatan sebagai seorang medium. Ia lebih percaya pada apa yang dapat dilihat oleh matanya sendiri daripada sesuatu yang berhubungan dengan dunia roh. Tetapi saya tahu, yang mendatangi saya tadi adalah sukmanya, yang keluar dari kasih sayang seorang ibu dan keprihatinan pada anaknya, untuk membimbing saya pulang pada hari itu. Tak ada penjelasan lain.

Apakah Roh Pelindung itu?

71

Roh Pelindung Menjaga Kita Sepanjang Waktu Pernahkah Anda berpikir mengapa ada orang-orang yang begitu sukses? Saat berjumpa dengan orang-orang semacam itu, saya langsung merasa bahwa mereka punya roh pelindung. Roh pelindung adalah roh yang menjaga seorang manusia tertentu. Oleh karena itu, seseorang yang punya roh pelindung kemungkinan besar menjadi lebih bahagia daripada yang tidak punya. Hubungan antara kita sendiri dan roh-roh itu adalah hubungan timbal balik. Jika kita menunjukkan cinta dar perhatian kepada roh, mereka akan sering menolong pada saat kita membutuhkan bantuan mereka. Jika Anda mengalami keberuntungan dalam hidup, jangan lupa untuk berterima kasih kepada roh pelindung Anda. Ini adalah salah satu cara untuk memastikan bantuan tanpa putus dari para roh: tak ada roh yang marah pada Anda jika Anda mengungkapkan rasa terima kasih Anda. Yang harus selalu diingat adalah bahwa tak setiap orang punya roh pelindung: sesungguhnya, hanya sekitar 40°A dari kita yang memilikinya. Jika Anda termasuk orang yan£ selalu lolos tanpa goresan luka ketika orang-orang lair terluka, atau orang yang selalu lolos dari situasi-situas sulit, kemungkinan besar Anda termasuk di antara yan^ 40% itu. Jadi, siapakah roh-roh pelindung itu? Jika Anda punya ia mungkin seorang leluhur dari lebih kurang tiga generas sebelum Anda. Jangan mengira bahwa roh itu selalu me nyertai Anda. Itu amat tergantung pada bagaimana And; memperlakukan roh dan pada cara hidup Anda, dan rol dapat dengan mudah berpaling dari Anda, Cari Lewis—Manusia Tercerai Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan bertemi dengan Cari Lewis, pelari jarak pendek termasyhur dunia Pengetahuan saya tentang dunia olahraga amat sedikit, dai ketika seseorang menyebut nama Lewis, saya menjawal

Manusia Tidak Mai

bahwa nama itu terdengar akrab, tetapi saya tak yakin apa yang sesungguhnya ia lakukan. Apakah ia seorang musikus? Penari? Ilmuwan mungkin? Akhirnya, saya harus bertanya pada orang dari stasiun televisi yang menemui saya untuk mewawancarai bintang olahraga itu. 'Anda pasti satu-satunya orang di dunia yang tak tahu siapa Carl Lewis!" serunya keheranan. "Ya ampun, seterkenal itukah ia?" jawab saya. "Tanyakan pada putra Anda," jawabnya. "Ia akan tahu siapa Carl Lewis." Saya tanya anak saya, dan mendapat ejekan tak kenal ampun yang memang pantas saya terima. Carl Lewis adalah pemegang medali emas Olimpiade, bintang dunia olahraga. Tiap orang tahu siapa dia! Kecuali saya. "Akankah orang termasyhur seperti itu mau bertemu dengan saya?" tanya saya pada seseorang di stasiun televisi. "Ya, kami sudah mengirimkan fax padanya, dan tampaknya ia amat tertarik untuk bertemu Anda." Jawaban yang mengejutkan. "Sebenarnya ia ingin bertemu Anda segera, jika mungkin." Tampaknya Lewis tak merasa antipati terhadap dunia roh, dan, sambil bernapas sedikit lebih ringan, saya menenggelamkan diri dalam persiapan perjalanan. Beberapa hari kemudian, kami terbang ke Houston, tempat Carl Lewis menunggu untuk bertemu kami. Cari yang Tegang dan Cemas Setelah kami tiba dan beristirahat sekitar tiga jam, Cari datang ke kamar hotel kami, mengetuk pintu dengan lembut. Saya mempersilakannya masuk. Ia tampak tegang dan tanpa senyum. Setelah kami bersantai sejenak agar terasa nyaman dan enak, saya memberikan selembar kertas besar, memintanya untuk menuliskan nama dan tanggal lahirnya. Itu sesuatu yang biasa saya lakukan sebelum melakukan apa yang akan saya lakukan: membaca jiwanya. Meminta seseorang menuliskan nama dan tanggal lahirnya cenderung akan melegakan orang bersangkutan. Tentu saja, saya tak selalu membutuhkan nama atau tanggai lahir lengkap.

Apakah Roh Pelindung itu?

Tetapi biia orang yang saya temui itu dalam keadaan tida tenang, saya kesulitan untuk "membaca", kelemahan yan patut disayangkan. "Nama lengkap, kata Anda?" Sambil berbisik sendiri, Ca menulis namanya dan tanggal 1 Juli dalam huruf-hun tebal. Ia masih tampak tegang, tetapi sejauh yang dap; saya lihat, tugas sederhana ini rupanya menenangkann\ sedikit. "Saya kira Anda merasa bahwa keberhasilan Anda dalai perlombaan ditolong oleh sesuatu selain dari kemampua Anda sendiri," saya memulai. Dengan tenang Cari menj angguk. "Ketika Anda masuk ruangan ini," lanjut saya, "aya Anda ada di belakang Anda, mengikuti Anda. Ia roh pelii dung Anda. "Beberapa orang tak punya roh pelindung, yang la: punya satu, sedang yang lain lagi punya dua atau tig Ketika saya memandang Anda, saya melihat dua oran satu ayah Anda, yang lain kakek Anda. Barangkali Anc tak ingat betul pada kakek Anda, tetapi ia adalah seorar pekerja keras." Cari menatap saya, matanya yang indah terbuka leb oleh keingintahuan. Pesan untuk Cari "Ya, ayah saya dulu sering bercerita tentang kakek saya. memang seorang lelaki yang sangat giat bekerja, dan bt kemauan keras juga." "Ia melindungi Anda," saya melanjutkan. "Sekarang, jil Anda mau, saya punya pesan dari ayah Anda." "Anda selalu mulai lari dengan kaki kanan Anda, bukai Sulit dilakukan, seperti yang Anda tahu, tetapi Anda juj tahu itu membantu Anda memenangkan perlombaan." Ia mengangguk setuju. . "Ayah Anda menyuruh Anda untuk memperhatikan s cara khusus pergelangan kaki kanan Anda." Ekspresi Cari pun menjadi lebih serius.

0

Manusia Tidak Mati

"Apabila Anda berlatih, Anda harus berhati-hati memilih sepatu. Sepatu dengan garis biru kelihatannya adalah yang terbaik." "Ya, itulah yang selalu saya lakukan sebelum saya memperoleh medali emas," katanya. Tiba-tiba, sebuah pena hitam tampak, di udara di antara kami. » "Cari, apakah benar Anda menerima hadiah sebuah pena dari ayah Anda?" tanya saya. "Ya, benar." . ,.?. : . y n o io.;r, "Anda tak menggunakannya akhir-akhir ini, bukan?" "Tidak. Pena itu tersimpan di suatu tempat. Tetapi pena itu tak hilang."...... .,.,,.. ,. . . Benda lain tampak di depan saya. "Sebuah jam... jam bagus, pernahkah Anda diberi jam?" Tamu saya berpikir sejenak. "Ah, ya, saya punya. Tetapi sudah lama saya juga tidak menggunakannya." "Ayah Anda ingin agar Anda menggunakan pena dan jam itu. Jam itu hilang, maka ia meminta Anda untuk membujuk ibu Anda membelikan jam yang sama. Jika Anda memakainya sekali-sekali, dan jika pada. malam sebelum perlombaan Anda menulis "Papa" dengan pena itu dan meminta bantuannya, Anda akan menyelesaikan perlombaan itu dengan baik." Sambil tersenyum dan mengangguk sekarang Cari berkata, "Ya, Papa, akan saya lakukan itu, saya akan sungguhsungguh melakukannya." Ia mulai memanggil ayahnya, seolah-olah dapat melihatnya dengan cara yang dapat saya lakukan. Tuan Lewis, sambil berdiri di belakang anak lakilakinya, tersenyum dari balik kacamatanya. Tak ada keraeuan dalam pikiran sava, bahkan dari dunia roh. ia mengawasi Cari. Bangunan dari Batu Bata "Saya harus memikirkan sepatu saya juga," Cari komatkamit sendiri. Ketika ia mengatakan hal ini, sebuah bangunan batu bata

Apakah Roh Pelindung itu?

tampak di antara kami. Pemandangan yang tidak lazir ditemukan di Jepang: halaman rumput dan tanaman yan luas, dibatasi jalan lebar yang menyenangkan. Saya pikir aya. Cari menginginkan saya untuk tahu seperti apa tempat tingge anaknya. "Ruangan-ruangan dalam rumah Anda tak begit besar," kata saya sambi! melukiskan apa yang saya liha "Ukuran ruangan-ruangan itu baik sekali untuk perbincanga: keluarga. Ruang tempat kalian semua berkumpul ada di sis kanan Anda ketika Anda melewati pintu depan." Lagi-lagi Cari tertawa dan mengangguk saat saya bei bicara. "Seorang keluarga Anda ingin menjual rumah itu c masa yang akan datang dan pindah, tetapi ayah And ingin supaya Anda mempertahankannya. Di tempat itula ia menghabiskan hari-harinya yang paling membahagiakar saat ia kadang-kadang ingin kembali. Saya kira rumah itn menyimpan banyak kenangan baginya tentang anak-anat nya," lanjut saya, dan bayangan Tuan dan Nyonya Lewi dan anak-anak mereka sedang berbincang-bincang gembir satu sama lain terbentuk dalam benak saya. Roh-roh yang tetap terikat pada rumah yang dulu me reka tempati sesungguhnya sangat jarang. Saya telah bei hubungan dengan banyak roh selama bertahun-tahur tetapi ini pertama kalinya saya jumpai roh yang meras sama kuatnya seperti yang dilakukan roh Tuan Lewis tei hadap rumah yang pernah ditinggalinya. Setelah pembacaan selesai, Cari meminta saya untuk bei tandang ke rumahnya. Keluarganya sedang berkumpul ur tuk. merayakan Natal, dan mereka sangat berharap bis bertemu dengan saya, jelas Cari. Bersama staf saya, saya menerima undangan itu, da: pergi ke rumah Cari. Walaupun saat itu baru pukul enar sore, di luar sudah amat gelap. Akhirnya kami tiba c rumah Cari yang beberapa saat sebelumnya sudah say "lihat". Lampu-lampu Natal berkelap-kelip, seolah-olah me mandu kami dari kegelapan di luar, memberi kesan suat rumah tangga yang ramah bersinar bersama hari raya itu. Cari mengantar saya masuk ke rumahnya. Ibunya, me ngenakan blus merah yang cantik, menuju ke pintu da:

Manusia Tidak Mati

menyambut kami. Adik Cari, Carol, membawa kami berkeliling melihat-lihat. Ada banyak foto di dinding, suatu ekspresi kehangatan ikatan afeksi keluarga Lewis. Untuk sejenak, harus saya akui, saya dicengangkan oleh dekorasi yang mempesenakan itu—bagi saya ini suatu kesempatan yang jarang, mengunjungi sebuah rumah orang Amerika di tengah-tengah perayaan Natal. Carol mengeluarkan foto-foto Cari sewaktu berumur lima tahun dan memperlihatkannya pada saya: seorang anak lelaki kecil manis dengan bingkai kacamata hitam yang membuatnya tampak lebih tua dari umur sesungguhnya. Pesan bagi Istri Tercinta Agak beberapa lama setelah itu, saya mengadakan pembacaan spiritual yang dihadiri oleh seluruh keluarga Lewis. Biasanya, saat saya memulai suatu pembacaan, roh-roh mencoba berbicara pada saya melalui gambar-gambar orang dan binatang, juga benda-benda, yang muncul di depan saya. Pada kesempatan ini, sebuah benda berkilauan tampak di depan Nyonya Cari disertai suara yang dalam dari almarhum suaminya di telinga saya. "Saya membelikan barang ini untuknya," katanya, "tetapi ia tidak pernah mengenakannya, juga tidak pada waktu Natal." "Nyonya Lewis," saya bertanya menyelidik, "pernahkah suami Anda membelikan perhiasaan untuk Anda? Mungkin sebagai hadiah Natal?" "Ya, benar," jawabnya. "Sepasang anting berlian. Tetapi saya takut kehilangan anting itu, maka saya menyimpannya di laci. Kadang-kadang saya membuka kotaknya dan saya pandangi perhiasaan itu." "Anda tahu, suami Anda ingin Anda memakainya. Ia bilang anting itu akan sangat menolong Cari. Please." Saya melanjutkan sambil memandang pada setiap anggota keluarga itu. "Jika ayah Anda atau saya mengatakan bahwa sebuah benda tertentu yang Anda miliki memberi keberuntungan, saya ingin Anda semua memakai atau membawanya bersama Anda dari waktu ke waktu. Dan Carol, Anda

Apakah Roh Pelindung itu?

pun dapat maju dalam dunia olahraga. Yang dituntut da: Anda hanya berlatih lebih banyak, kata ayahmu." Ketika saya berhenti, Cari mengambil alih pembicaraa sambil tersenyum lebar mendesak adiknya untuk berlatil Carol tak memberi jawaban, kecuali menyeringai masan Saya melanjutkan, "Carol,. saya dapat melihat kuda-kud yang pernah punya hubungan dengan Anda." "Sungguh?" jawabnya terkejut. "Saya senang naik kudi Saya sudah mencoba membujuk mama untuk membelika seekor, tetapi ia menolak." Cari menambahkan, sambil tertawa nakal, "Ya, betu Carol memang menyukai kuda. Tetapi saya tak suka! Kud menakutkan saya, terlalu besar, dan saya pasti akan terlen par jika mencoba menaikinya!" "Suami Anda meminta Anda untuk membelikan seekc kuda untuk Carol, Nyonya Lewis," lanjut saya. "Itu sebal nya ia mendesak Carol untuk berlatih." "Ayolah, Ma, belikan aku seekor kuda," pinta gadis itu. "Yah, akan kita lihat," sahut Nyonya Lewis, dengan suat pandangan yang mencerminkan bahwa ia sudah tak mau pu lagi menolak keinginan anaknya. "Serahkan padaku saja, Carol. Aku akan membujukny untuk membelikanmu seekor kuda," tambah kakakny; sambil memandang adiknya dengan kasih sayang. "Jadi, akankah tahun ini menjadi tahun baik bagi keluai ga Lewis?" Ibu Cari berbalik pada saya lagi. "Yah," saya menimbang-nimbang, "jika Anda semua m» lakukan hal-hal yang telah saya katakan malam ini, mak hampir dipastikan begitu." Setiap anggota keluarga yang hadir di situ saat itu mt nyambut pernyataan itu dengan senyuman. Saya bisa mt ngatakan bahwa keluarga ini terjalin erat, dan Cas memberikan perhatian besar kepada ibunya. Roh pelindun tahu keluarga macam ini mudah dijaga. Gelombang Muncul di Depan Pak Landis ^ Di tepi lereng bukit yang tenang di pinggir kota Yokoham

Manusia

idakMati

hidup keluarga Landis. Pak Landis bekerja di sebuah perusahaan Jepang. Ketika pertama kali datang ke negeri itu, mendahului keluarganya, ia kenal dengan baik salah seorang teman saya. Teman ini mengundang saya untuk bersantap malam. Pak Landis hadir juga. Itu adalah malam yang tak akan saya lupakan, walaupun kejadian-kejadian yang akan saya ceritakan ini terjadi bertahun-tahun yang lalu. Pada saat melihat Pak Landis, saya disentakkan oleh suatu penampakan tentang ombak, seperti tsunami, bergulung di depannya. Gemuruhnya memenuhi telinga saya. Karena berpikir tidak sopan bagi saya untuk menyingkapkan sesuatu seperti itu kepada seseorang yang baru saja saya kenal, saya melanjutkan percakapan mengenai teater dengan teman saya Michiko. Tetapi suara gemuruh gelombang itu merasuki telinga saya tanpa henti, dan saya mulai cemas. Cukup sudah, akhirnya saya putuskan, dan sambil menghentikan percakapan saya dengan Michiko, saya berpaling pada teman kami. "Saya tahu ini agak aneh untuk ditanyakan pada Anda," saya memulai, "tetapi benarkah rumah Anda di Amerika berada di dekat laut?" "Sangat tepat," jawabnya. "Lokasi itu bagus sekali, persis di tepi tebing karang terjal. Dari tempat itu kita dapat melihat gunung-gunung dari satu sisi dan memandang gelombang-gelombang yang menghantam tebing dari sisi yang lain—sungguh-sungguh indah. Keluarga saya akan segera datang ke sini dari California." Ia melanjutkan, sedikit khawatir, "Apakah sesuatu terjadi pada mereka?" "Sulit bagi saya untuk mengatakan sesuatu seperti ini kepada seseorang yang belum begitu saya kenai. Tetapi, terus terang, saya sangat mengkhawatirkan keselamatan keluarga Anda. Teleponlah mereka beberapa hari lagi, dan katakan pada mereka agar berhati-hati dengan air. Dan seekor anjing..." Kemudian saya bertanya, "Apakah Anda punya seekor anjing cokelat berbulu halus kira-kira sebesar ini?" saya mengulurkan tangan setinggi hampir satu meter dari lantai.

Apakah Roh Pelindung itu?

"Ya, benar!" jawabnya senang, dengan meninggike suaranya. "Semua beres?" "Saya harap anjing itu juga berhati-hati dengan air." Suami teman saya buru-buru menambahkan, menjelaske pada tamu itu bahwa saya punya suatu kekuatan yar kadang-kadang memungkinkan saya untuk melihat ma; depan. Seorang Anak Hampir Mati Tenggelam Ekspresi Pak Landis tiba-tiba berubah. Terkejut, denga jelas ia merasakan penjelasan tuan rumah sulit dipercaya. Sebulan kemudian, saya bertemu Michiko lagi. "Ingat malam itu di rumah kami, sewaktu kamu men peringatkan Pak Landis tentang air?" tanyanya menyelidi Saya sudah lupa, tetapi kata-katanya menyentak saya. "Agja gelombang tsunami dekat rumahnya!" lanjutnya. "Ist dan anak-anaknya berjuang keras untuk menyelamatkan dii Dan anjing itu menyelamatkan satu dari anak-anak keluar^ Landis agar tidak tenggelam—menangkapnya di bahu dc menariknya supaya selamat. Anjing itu mati tiga hari kemud an, seolah-olah telah mengorbankan hidupnya demi riyav anak itu. Nyonya Landis dan anak-anaknya tiba di Jepang rupan] masih dalam keadaan sangat terpukul. Akhirnya saya mendapat kesempatan berjumpa dengc mereka, di rumah Michiko. Ketika saya menyinggung so anjing itu, si bocah kecil, yang baru berumur enam tahu mulai menangis. Bahunya berguncang karena sedih. "Itu anjing saya," ia menangis tersedu-sed". Orang cenderung mengira bahwa roh-roh pelindung s lalu dalam wujud makhluk manusia. Tetapi, sebenarny tak selalu demikian. Saya percaya bahwa si anjingla Daniel, yang mengirim pesan tentang gelombang pasang i pada saya sewaktu ia masih hidup.

Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan

Kathy dan Kedua Ibunya Seorang wanita bernama Kathy, yang bertemu saya di Sar Francisco, menyatakan bahwa ia punya kesulitan karena masalah berikut, "Saya diasuh di sebuah panti asuhan, sehingga saya tak pernah melihat orangtua kandung saya bahkan dari foto pun tidak. Tetapi dari apa yang dikatakar orangtua angkat saya, ayah saya adalah seorang pengacara dan ibu saya guru. Keduanya berasal dari keluarga yang berbeda, dan perasaan malu karena punya seorang anak d: luar pernikahan menjadi terlalu berat bagi mereka, maka mereka menempatkan saya di panti asuhan. "Orangtua angkat saya tak pirnya anak kandung dar mereka sangat baik pada saya. Saya menikah dengan s e orang pria yang baik—suami saya murah hati dan penuh pengertian, dan saya amat bahagia. Mungkin Anda berpikir bahwa tak ada yang perlu saya cemaskan. Tetapi sekarang, setelah berumur empat puluh tahun, saya mulai merasakan keinginan kuat untuk mengetahui siapa orangtua kandung saya. Jika Anda tahu sesuatu, tolong katakan, bahkan detail-detail paling kecil sekalipun." Saya dihadapkan pada dilema. Saya langsung sadar bahwa apa yang diceritakan orangtua angkat Kathy kepadanya tidak benar, Sementara Kathy berbicara pada saya, sebuah sosok muncul di belakangnya. Itulah ibu angkatnya, yang sudah meninggal. Saya memperingatkan Kathy yang sedang cemas di depan saya. "Kathy, jika kaupikir kau mampu menanggung segalanya, saya akan mencari yang sebenarnya. Tetapi mungkin lebih baik jika kau tak mengetahuinya." "Nyonya Gibo, semua itu benar. Tak ada yang dapat membuat saya terkejut. Saya ingat betul saat saya masih tinggal di panti asuhan, dan saya tahu betapa baiknya orang-orang yang menjadi orangtua angkat saya. Hidup saya bahagia sampai sekarang. Oleh karena itu, sekalipun yang akan Anda katakan sangat menyedihkan, itu tak akan mengecewakan saya."

0

Manusia Tidak Mati

Kalau itu yang memang ia inginkan, pikir saya, apa boleh buat. Saya pun mulai berbicara. "Baiklah, Kathy, akan saya katakan padamu apa yang saya lihat. Ibu angkatmu mengatakan bahwa sebaiknya kau mengetahui yang sebenarnya. Pertama, ayahmu. Ia seorang wiraniaga peralatan mesin dari Amerika Selatan." "Ya, ya, ibu angkat saya mengatakan bahwa ayah kandung saya memang berasal dari sana!" Kathy memotong dengan gembira. "Baik," lanjut saya, "tetapi, ia bukan pengacara. Kau pasti merasa sedikit kecewa. Dan ibumu, ia seorang pelayan di sebuah bar dan berasal dari Carolina Utara. Mereka jatuh cinta di sini, di San Francisco, dan kaulah hasilnya. Karena tak mampu membesarkanmu, mereka meninggalkanmu di panti asuhan dan menghilang. Tetapi orang tua angkatmu sangat mencintaimu, bukan? Menurut saya, kamu sangat beruntung." Kathy mengangguk, menambahkan bahwa ia sering mendengar nama Carolina Utara disebut-sebut oleh ibu angkatnya. "Hanya pekerjaan mereka yang berbeda," katanya sambil menundukkan kepala. "Kathy;" saya menambahkan, "kau sudah cukup dewasa untuk mendengar kebenaran tentang orangtuamu. Itu sebabnya saya katakan padamu apa adanya tentang yang saya dengar dari roh pelindungmu. Roh pelindungmu adalah ibu yang membesarkanmu, dan satu-satunya orang pada siapa kau harus merasa paling berterima kasih." Bunga Anyelir Kathy mengangkat wajahnya. Di matanya mengambang air mata. Dengan bersungguh-sungguh ia mulai berbicara. "Selama bertahun-tahun ini saya rindu untuk bertemu orangtua kandung saya, tak pernah terpikir untuk berterima kasih pada mereka yang telah membesarkan saya. Saya menerima mereka begitu saja." "Kathy, ibu angkatmu menyukai anyelir merah muda.

Roh Pelindung ang Membawa Kebahagiaan

1

bukan?" tanya saya. "Nah, sekalipun hanya setangkai bunga, taruhlah itu dalam sebuah gelas untuknya dan berdoalah agar ia bahagia di dunia roh. Dan jangan lupa untuk mengucapkan betapa kau merasa berterima kasih padanya karena telah membesarkanmu. Ia akan merasa sangat bersyukur." Ia berjanji untuk melakukan apa yang saya sarankan. Kemudian ia mengajukan pertanyaan lain. "Nyonya Gibo, suami saya dan saya ingin pindah. Apakah kami akan mendapat tempat yang baik?" "Cobalah tanyakan itu kepada ibu angkatmu pada saat kau memberinya anyelir," jawab saya. "Saya kira ia akan membantu mewujudkan keinginanmu." Kathy menjadi cerah dan mulai tertawa, berbeda sekali dengan sikapnya semula yang gugup. "Oh, itu akan sangat menyenangkan!" serunya. Enam bulan kemudian, saya kembali mengunjungi San Francisco untuk melakukan bisnis, dan memutuskan untuk menelepon Kathy. Suaranya terdengar riang. "Sebulan yang lalu kami membeli sebuah rumah dengan pemandangan laut yang luar biasa! Mampir dan singgahlah ke ramah kami. Anda akan menyukainya." "Selamat," jawab saya. "Apakah kau sudah memberi perhatian pada mendiang ibu angkatmu seperti saran saya?" Ternyata ia melakukannya. Kathy percaya, ibu angkatnyalah yang memberikan rumah itu, dan ia tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Seorang teman tiba-tiba memberitahukan bahwa mereka sangat ingin menjual rumahnya dan Kathy yakin, katanya, bahwa ibunya sudah mengaturnya sedemikian rupa sehingga rumah itu bisa jatuh ke tangannya tanpa susah payah. Dengan setengah berbisik, ia bertanya penuh selidik, dengan nada bergurau, "Nyonya Gibo, apakah menurut Anda ia akan menolong saya lagi?" "Kathy, jangan tamak!" jawab saya. "Kau tetap harus berusaha semampumu. Kapan saja kau punya minuman, biarpun hanya secangkir kopi, ingatlah untuk menuangkannya bagi ibumu."

Manusia Tidak Mati

"Pasti akan saya lakukan itu," jawabnya gembira, lalu mengucapkan kata perpisahan. "Dan mainlah ke rumah kami, Anda pasti suka." Pak Bishop dari Beverly Hilis Perjalanan kami hari berikutnya membawa kami ke Beverly Hilis, tempat rumah-rumah mewah dan apik di sepanjang jalannya membuat mata kami "berpesta". Hari itu saya akan menemui Steven Bishop, penyanyi dan penulis lagu terkenal. Tanpa alas kaki, Steven menyambut kami di ambang pintu. Ia mengenakan jaket bermotif kotak-kotak. Sambil menyunggingkan senyum selamat datang, ia mengantar kami masuk ke rumahnya. Di dinding ada sebuah pahatan besar berbentuk piringan hitam, dan kelihatannya tuan rumah kami punya koleksi lengkap peralatan musik yang, menurut penuturannya pada kami, hanya sekali-sekali saja ia mainkan. "Saya sama sekali tidak percaya pada roh-roh," ia mulai percakapannya sambil sedikit tersenyum. "Bila kita mati, ya kita mati. Itu saja. Itu yang saya yakini." Sejak awal, tuan rumah saya rupanya sudah mengambil sikap negatif. "Kalau begitu, Pak Steven, maukah Anda duduk saja di sini menemani kami?" jawab saya. Saya sendiri sebetulnya lebih suka untuk tidak berurusan dengan seseorang yang begitu skeptis. Namun, demi kepentingan program televisi, saya tak punya banyak pilihan. Dalam kasus ini, Steven Bishop dipilih karena ia adalah teman dari koordinator pertunjukan televisi saya. Setelah ia duduk di sofa, saya segera memulai pembacaan sava. "Saya lihat, masa kecil Anda penuh kesepian." "Ya, boleh-boleh saja Anda mengatakan demikian," jawabnya enggan. "Nenek Anda ada di sini, di samping Anda, dan ia mulai mengatakan beberapa h a i tentang Anda» A.nda mau mendengarkan apa yang ia katakan, bukan?"
j

Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan

"Baik, tetapi boleh jadi ada hal-hal yang saya sendiri lebih suka bila Anda tidak mengatakannya, Nyonya Gibo." Saya meyakinkan Pak Steven bahwa saya tak akan mengatakan hal-hal yang tak ingin ia dengar> dan bahwa satu-satunya tujuan saya adalah menemukan roh pelindungnya serta memberinya saran agar dapat menempuh hidup bahagia. "Baiklah kalau begitu, teruskan," katanya,-'"sambil menenggelamkan diri di kursi. "Pertama-tama," saya memulai, "saya lihat Anda mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan sehubungan dengan relasi keluarga Anda. Anda dipisahkan dari salah satu orangtua Anda ketika Anda masih kecil:" "Ya, orangtua saya, bercerai ketika saya masih kanakkanak." "Anda tidak tinggal dengan ayah Anda, juga tidak dengan ibu Anda, bukan?" lanjut saya. "Benar." "Nenek Anda mengatakan semua ini kepada saya." "Saya ingat betul dengannya—ia sekarang sudah meninggal, harap Anda ingat itu." "Agar hidup Anda bahagia, saya menyarankan Anda untuk selalu ingat akan nenek Anda, dan sekali-sekali berbicara kepadanya. Misalnya, sekalipun Anda sedang mengerjakan sesuatu seperti duduk untuk makan, katakan saja, sup, ambillah secukupnya di dalam mangkuk kecil dan letakkan di meja. Atau pikirkanlah ia, dan memintanya untuk menjaga Anda, itu sudah cukup." "Setelah Itu, Saya Kesepian untuk Sekian Waktu Lamanya..." Ketika saya selesai berbicara. Pak Steven berdiri, dan beranjak untuk mengambil sebuah foto. "Ini satu-satunya foto keluarga yang saya miliki," ia menjelaskan. Foto itu memperlihatkan Steven, ibunya dan ayahnya serta adiknya yang masih'bayi. Keluarga itu kelihatan

Manusia Tidak Mati

sangat bahagia, dan wajah-wajah yang tersenyum itu tak menunjukkan tanda-tanda bahwa akan terjadi perceraian. "Foto ini diambil sesaat sebelum orangtua saya berpisah," ia melanjutkan. "Mereka masih berusaha mempertahankan perkawinan mereka, tetapi akhirnya tak berhasil. Mulai saat itu saya kesepian." Mata Steven terpaku pada saya dengan penuh kesedihan di balik kacamata tanpa bingkainya. "Baiklah, Anda tak perlu menceritakan rincian-rincian itu, Pak Steven, tidak di depan kamera. Hanya janganlah pernah lupa bahwa nenek Anda adalah roh pelindung Anda. Berbicaralah kepadanya setiap saat Anda punya masalah, mintalah kepadanya petunjuk. Dengan bantuannya, semua jawaban atas masalah Anda akan datang kepada Anda." Steven mengangguk, setuju. Ketika saya mengatakan padanya lebih banyak lagi halhal kecil mengenai neneknya, Steven mulai bersikap terbuka terhadap saya. "Apakah belum lama ini seekor anjing besar yang Anda sayangi mati?" tanya saya. "Ya..." "Anda juga harus ingat untuk mengucapkan sebuah doa bagi roh anjing itu. Doa itu akan menyenangkannya." "Saya mengerti. Saya pasti akan mencoba melakukannya." Sampai di sini, kamera berhenti mengambil gambar. Pak Steven mendatangi saya dan, sambil meletakkan tangannya di bahu saya, ia bertanya apakah saya bersedia berbincangbincang dengannya sedikit lebih lama. Kami pergi ke dapur. Tidak mengejutkan biia ia ingin mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya di masa datang, sehubungan dengan pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Neneknyalah yang telah memberikan uraian rinci baginya, bukan saya. Saya hanya menceritakan apa yang diinginkan nenek itu agar diketahui oieh cucunya. Sikap Steven Bishop terhadap saya berubah sama sekali Dengan rasa hormat, ia berterima kasih pada saya, dan berjanji melakukan semua anjuran saya. Ia menjabat tangan

Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan

saya dengan hangat, lalu berdiri di pintu sampai kami hilang dari pandangan. Masalah Pak Brown Ketika bertemu Pak Brown, ia kelihatan cemas dan tertekan. Temannya, Mary, yang menyertainya untuk pembacaan, tak menyia-nyiakan waktu untuk bertutur tentang Pak Brown pada saya. Begitu duduk, Mary langsung berbicara. "Pak Brown tak punya energi sama sekali selama sekitar setahun ini. Biasanya ia sangat cerah dan riang, bukan begitu Pak Brown?" katanya, sambil menepuk bahu temannya. Pak Brown berumur sekitar 50 tahun, tetapi rambutnya sudah banyak beruban, suatu tanda yang menunjukkan tentang kesulitan di masa lalunya. Mary kelihatan baru berumur 30 tahun lebih, dan berbaju mencolok yang menunjukkan bahwa ia kurang punya cita rasa dalam berpakaian. "Saya kenal Pak Brown lewat seorang teman. Saya berusaha keras untuk menemukan suatu cara yang bisa membebaskannya dari depresi, tapi tak berhasil. Saya tak tahan melihatnya seperti ini." Saya mulai seperti biasa, meminta Pak Brown menuliskan nama dan tanggal lahirnya. Hampir saja saya melontarkan kata-kata tertentu ketika melihat Mary menarik siku Pak Brown dan menyuruhnya dengan tak sabar, "Ayo, tulislah!" Setelah ajakan yang agak kasar itu, Pak Brown mulai menulis. Tulisan tangannya sangat bagus. "Pak Brown, saya yakin Anda tak puas dengan pekerjaan Anda," kata saya. "Ya, saya betul-betul tidak menyukai pekerjaan saya," jawabnya. Mary memotong dengan kasar, "Ya, mungkin kau membencinya, tetapi kau harus melakukannya." Wanita itu mulai kelihatan bersikap lebih seperti seorang manajer daripada teman.

Manusia Tidak Mati

"Pekerjaan saya memang tak cocok bagi saya, tahu maksud saya?" katanya ragu-ragu. "Anda seorang eniertainer, bukan?" tanya saya. "Anda tampil di panggung, seperti ayah dan kakek Anda sebelumnya. Kakek Anda, yang menjadi roh pelindung Anda, mengatakannya pada saya." Saya berhenti. "Ia mengatakan Anda harus tetap melanjutkan tradisi keluarga, Anda harus menggunakan bakat yang Anda miliki, dan jika Anda mencoba melakukan pekerjaan lain, kesehatan Anda akan terganggu." Mary memotong lagi. "Tidak, kami tak bisa melakukannya," katanya cepat-cepat. "Saya tak ingin ia di panggung. Saya berusaha mendapatkan pekerjaan baginya sebagai wiraniaga asuransi, tetapi itu tidak bisa ia lakukan. Kemudian saya membujuknya untuk belajar menjadi jeweler, dan karena setuju, ia belajar keras sampai lulus. Tetapi itu pun berlangsung tak sampai dua tahun. Saya meminta sepupu saya untuk menerimanya dan mengajari ia menjual mobil, dan itulah yang sekarang dilakukannya. Sebenarnya, ketika mulai berdagang mobil itulah ia mulai seperti ini. Saya terus mencoba membujuknya untuk berusaha lebih keras, tetapi ia tak punya energi. Ia bahkan jadi enggan bicara." Pak Brown yang malang. Rupanya ia betul-betul didominasi oleh teman wanitanya yang masih muda itu. Nasihat Kakeknya "Pak Brown;" saya memulai lagi setelah Mary, yang bersikap sangat dominan itu, mencerocos panjang, "kakek Anda meminta agar Anda kembali ke pekerjaan lama Anda di panggung, ia berkata itulah pekerjaan paling baik yang bisa Anda lakukan." "Betulkah?" jawabnya, senyum terbayang di wajahnya. "Saya senang, itu sungguh-sungguh melegakan saya." Saya melihat bahwa Pak Brown akan menemui kesulitan dengan pekerjaan yang tak berkaitan dengan pertunjukan panggung. Sayangnya, jenis permainan sulap yang dipela-

Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan

jari r a k Brown untuk pertunjukan telah ketinggalan zaman, dan persaingan dengan pemain-pemain muda tampaknya menjadi kecemasan utamanya. Saya menjelaskan, bahwa, misalnya saja, mungkinlah untuk mengajarkan trik-trik baru kepada seekor anjing tua. Selain itu, ia juga harus mempelajari teknik-teknik terbaru. Dengan demikian, saya menambahkan, ia dapat bermain dalam suatu pertunjukan yang dipenuhi penonton. "Begitu menurut Anda?" tanyanya, tak sepenuhnya yakin. Saya yakinkan ia bahwa ia mampu melakukannya, dan pasangan itu pergi. Tuan Brown jauh lebih bahagia daripada di saat awal pertemuan kami. Beberapa waktu kemudian, saya mendengar lewat seorang teman bahwa Pak Brown ingin sekali bertemu dengan saya kembali. Ia ingin menceritakan sesuatu kepada saya. Setelah pembicaraan kami dulu, ia mulai berbicara kepada kakeknya setiap malam sebelum tidur, meminta lelaki tua itu untuk memberinya ilham mengenai atraksi baru. Berhasil. Muncul dalam suatu mimpi, roh pelindungnya melukiskan suatu permainan dengan rincian panjang, membutuhkan lima sapu tangan sutera dan seekor burung merpati. Ketika Pak Brown mempertunjukkan permainan tersebut pada sekelompok teman, permainan itu diterima dengan baik. Sebelum mendapat mimpi itu, kata Pak Brown, ia belum pernah merasakan kepuasan besar. Sulit baginya menerima kenyataan bahwa untuk beberapa lamanya ia tidak tampil di panggung, padahal semua pertunjukannya setelah mimpi itu begitu memuaskan dirinya. Tepuk tangan dan sorak sorai para penonton seakan memulihkannya ke kejayaannya di masa lalu. Tak peduli kecilnya pendapatan., sulap adalah profesinya. Ia sudah memutuskan untuk tak akan pernah meninggalkannya lagi. Setelah kembali menjadi dirinya sendiri yang periang, Pak Brown dan atraksinya adalah tontonan yang memukau. Nyonya Mose dan Neneknya Suatu ketika seorang teman saya mengajak seorang wanita

Manusia Tidak Mati

Swiss bernama Nyonya Mose untuk bertemu dengan saya. Suaminya seorang pengusaha. Pasangan .itu, yang tinggal di Yokohama, sangat harmonis. Tetapi, pada saat itu, keharmonisan mereka mulai memperlihatkan tanda-tanda keretakan. Suaminya, yang selalu tiba di rumah pada pukul enam tepat setiap petang, mulai melewatkan tiga jam seminggu di luar rumah. Pada suatu malam Nyonya Mose memutuskan untuk membuntutinya, dan melihat suaminya sedang menemui dua wanita muda. Reaksi pertamanya adalah bingung, bukan marah atau cemburu. Ia sama sekali tak percaya bahwa suaminya, yang selalu serius, bisa punya hubungan gelap, apalagi dengan dua wanita sekaligus. "Saya hanya merasa bahwa semua itu tak mungkin," katanya pada saya. "Bahkan teman-teman kami selalu menggoda kami dengan mengatakan betapa sempurnanya kami sebagai pasangan, dan mereka iri pada kami. Tak dapat dipercaya bahwa ia bisa melakukan hal semacam itu." Pada saat Nyonya Mose berbicara, sebuah penampakan muncul di depan mata saya. Saya melihat ladang, lalu sejumlah gudang dan bangunan tambahan lainnya, terpisah dari rumah oleh pagar putih yang tinggi. Seorang wanita tua gemuk duduk di kursi goyang sambil merajut dan sesekali memandang ke ladang itu. Ia mengen'akan mantel rajutan tebal berwarna abu-abu. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk menatap pemandangan yang ada di depannya, kecuali ketika ia kembali memperhatikan rajutannya sejenak, memeriksanya dari balik kacamatanya. "Nyonya Mose," kata saya, "saya dapat melihat seorang wanita sedang merajut, di sebuah ladang, dan di wajahnya terbayang rasa dengki kepada diri Anda." Mata Nyonya Mose berkaca-kaca. "Itu nenek saya. Ibu saya meninggal ketika saya masih kecil, sehingga saya dibesarkan oleh nenek saya. Ya, di depan rumah itu ada ladang yang luas, dan mantel rajut abu-abu adalah salah satu pakaian yang sering dipakainya. Ia senang merajut, ia duduk sepanjang hari untuk mprajut

Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan

dengan perhatian penuh... Saya amat beruntung dibesarka olehnya, tetapi saya sekaligus sangat melukai hatinya." A matanya lalu mengalir. "Ini adalah perkawinan kedua saya—dan ketika saya be sama-sama dengan suami pertama saya, sebelum kami m nikah, nenek saya memperingatkan tentang calon suan saya itu dan menentang rencana perkawinan kami. 'Ka ditipu/ kata nenek saya. Ia bilang masa lalu calon suan saya itu meragukan. Kami bertengkar dan saya menampi wajahnya. Sesudah itu saya meninggalkan rumah unti menikah dengan laki-laki itu. Nenek saya ternyata ben; mengenai suami pertama saya. Ia menghabiskan semi tabungan saya dan memutuskan bahwa kami harus menj ambil uang nenek saya. Saya begitu terpesona pada diriny sehingga ia tidak ragu-ragu membujuk saya untuk meran pok rumah saya sendiri. "Sekalipun dengan mata tertutup, saya dapat menemi kan harta milik nenek saya yang paling berharga: taki meninggal mendadak, nenek saya mengatakan pada sa) tempat ia menyimpan harta itu. "Salah satu barang yang paling berarti baginya adala cincin zamrud yang dibelikan kakek saya tak lama setela mereka menikah. Setiap hari Minggu, ia meminta saj untuk mengambil cincin itu dari dalam laci, dan cincin ii mengisahkan pada saya cerita-ceita tentang kakek saya. adalah seorang lelaki baik yang meninggal pada usia te amat muda. "Ibu saya adalah satu-satunya anak dari perkawinan m reka, dan satu-satunya kebahagiaan nenek saya dalam r dupnya adalah menyaksikan pertumbuhan ibu saya. Setek ibu saya meninggal, ia mencurahkan seluruh kasih sayan nya kepada saya. 'Setelah merampok semua yang dimiliki nenek saya, sa] dan suami saya tinggal bersama untuk sementara wakt Tetapi ketika ia tahu bahwa tak ada apa-apa lagi yang bis dicuri, ia mencari wanita lain dan meninggalkan say Utang-utangnya adalah satu-satunya yang tersisa dari pe kawinan kami.

100

Manusia Tidak Mati

"Saya tak pernah minta maaf pada nenek saya. Setelah bertemu dengan suami kedua saya, saya menikah lagi dan pergi ke Jepang. Saya bertanya-tanya mengenai bagaimana kabar nenek saya, sampai akhirnya seorang teman menceritakan pada saya lewat surat bahwa ia baru saja meninggal, seorang diri, karena serangan jantung." Saya Hanya Ingin Bertemu Cucu Perempuan Saya, Sekali Saja Selesai bercerita, Nyonya Mose begitu diliputi oleh kenangan-kenangannya sehingga ia mulai menangis tersedu-sedu tanpa terkontrol. Dalam penglihatan saya, neneknya sedang merajut selembar baju hangat untuknya, dan selama ini ingin sekali bertemu cucunya kembali. Saya sendiri hampir menangis. "Wanita yang malang..." saya mulai bicara lagi, "bahkan saat ini pun ia sedang memikirkan Anda, dan Anda tahu itu. Ia membiarkan saya untuk mengetahui bahwa ia ada di sana sambil menunjukkan pada saya sesuatu yang selalu ia lakukan. Mengapa Anda tak meluangkan waktu dan kembali ke Switzerland barang sebentar?" saya menasihati. "Kunjungilah makam nenek Anda dan mintalah maaf padanya." Nyonya Mose menerima nasihat saya dan kembali mengunjungi Switzerland. Sekembalinya ke Jepang, ia memberi saya oleh-oleh cokelat Swiss, jenis yang sangat digemari neneknya. "Mengapa kita tak mengundang Nyonya Gibo untuk bersantap malam?" saran suaminya. Saya menerima undangan itu dengan gembira. Ketika saya tiba di rumah mereka, panggangan daging telah disiapkan. Pasangan suami istri itu telah bersusah payah memasang lampion-lampion di taman. "Halo!" saya berseru, dan disambut oleh Nyonya Mose, lengkap dengan apron, serta siap memamerkan kepandaiannya memasak. Masakannya sungguh lezat, saya pun merasa senang: malam itu, segala sesuatunya sangat menyenangkan.

Roh Pelindung yang Membawa Kebahagiaan

101

Ketika tiba waktunya untuk pulang, sang suami mengajak saya untuk berbicara beberapa menit. "Nyonya Gibo," katanya dengan tenang, "istri saya membawa foto neneknya dari Switzerland. Ketika memandanginya, saya menyadari betapa mengerikan apa yang telah saya perbuat. Ketahuilah, saya kira wanita tua itulah yang berbicara pada saya. Saya tak akan pergi-pergi dari rumah lagi." "Saya harap tidak," jawab saya. "Anda pikir apa yang Anda perbuat terhadap seorang istri sebaik istri Anda itu? Berjanjilah pada saya bahwa Anda akan langsung pulang besok, dan setiap hari, dan seterusnya." Ia setuju. Saya pulang. Suara tawa riang Nyonya Mose bergema di telinga saya.

Roh Pelindung Perusahaan

lCto

Roh Pelindung Membantu Perkembangan Perusahaan Banyak orang tak menyadari keberadaan roh perusahaan, yang membimbing para pekerjanya dan yang membantu perusahaan itu meraih sukses. Roh perusahaan adalah roh seseorang yang penting dalam perusahaan itu, tetapi terus menetap di tempat kerjanya, untuk mengawasinya terusmenerus dan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mengemudikan perusahaan itu menuju sukses. Seperti manusia, masing-masing roh punya kepribadiannya sendiri. Sebagai contoh, jika roh sebuah perusahaan adalah roh orang yang sabar dan berhati-hati, perkembangan perusahaan itu akan dicapai secara lambat tetapi pasti. Roh orang yang lebih tak sabar akan membawa keberuntungan perusahaan naik turun dengan tajam dalam jangka waktu relatif singkat. Sementara kesuksesan mungkin dicapai dalam waktu relatif cepat, kesukaran mungkin muncul tiba-tiba dan tanpa peringatan. Jadi, sebuah perusahaan bisa membuat kemajuan yang cepat, atau lambat. Tetapi tak jadi soal apakah tahap yang dilalui dalam proses perkembangan itu memakan waktu singkat atau iama, yang pasti adalah bahwa dalam jangka panjang kehadiran roh pelindung pasti bermanfaat. Oleh karena itu, keberuntungan perusahaan sangat dipengaruhi oleh keberadaan roh pelindungnya, juga oleh karakter roh tersebut. Kekuatan nyata yang dimiliki oleh roh pelindung juga akan menjadi faktor penentu efektivitas perusahaan bersangkutan: jika pemilik roh adalah seseorang yang berbakat besar menjadi pemimpin sekaligus pekerja keras, roh orang itu memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi keberuntungan perusahaan. Roh yang bersikap terlalu berhali-hati kadang kala akan kekurangan kekuatan yang diperlukan untuk melakukan hal ini. Tetapi,, jangan menilai roh semata-mata dari apa yang tampaknya menjadi kekuatannya, karena roh orang yang lemah pun dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan perusahaan melalui nasihat-nasihatnya yang bijaksana dan penilaiannya yang hati-hati terhadap masalah.

Manusia Tidak Mai

Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya, dapatkah efektivitas roh perusahaan bertambah dengan kinerja dari para pekerja di dalam organisasi itu? Itu sangat boleh jadi; juga melalui relasi dengan mitra bisnis. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti rasa terima kasih pada roh yang dirasakan oleh semua anggota organisasi dapat sungguh-sungguh berpengaruh. Sering kali bisnis-bisnis baru dipimpin oleh chief executive yang karismatik, yang melalui kepemimpinannya semua karyawan dipersatukan dalam kerja demi mencapai sukses. Pada akhirnya kesatuan seperti itu menambah kekuatan roh pelindung perusahaan. Di satu pihak roh memelihara perusahaan, dan, di pihak lain, kesatuan upaya orang-orang di dalam perusahaan itu menambah kekuatan pengaruh roh. Dengan demikian, hukum memberi dan menerima yang berlaku di dunia ini berlaku juga di "dunia nanti". Biasanya identitas roh perusahaan akan sangat menguntungkan sejumlah anggota organisasi tertentu. Sangat besar kemungkinannya bahwa roh tersebut akan menjadi roh pelindung seseorang dari antara mereka yang berkedudukan penting dalam perusahaan, misalnya pendiri, pemilik, atau direktur. Ia juga dapat menjadi roh pelindung bagi orang muda bermasa depan cerah dalam perusahaan, walaupun itu tidak lazim. Yang paling lazim adalah bahwa roh pelindung chief executive, atau yang punya hubungan darah, berperan sebagai roh perusahaan. Ada yang mengklaim bahwa roh pelindung mereka adalah roh seseorang tertentu dari masa lalu yang jauh, seorang figur historis yang termasyhur. Klaim seperti itu lebih baik tak usah dipercayai. Berdasarkan banyak pengalaman, saya dapat memastikan bahwa roh pelindung seseorang adalah nenek moyang keluarga tak lebih dari tiga generasi sebelumnya. Itu berlaku pula bagi roh pelindung perusahaan. Walaupun sebenarnya tak mungkin menemukan dengan tepat identitas roh pelindung perusahaan tanpa bantuan metode khusus yang digunakan oleh seorang medium.. hampir bisa dipastikan bahwa roh tersebut adalah

Roh Pelindung Perusahaan

roh kakek chief executive atau nenek moyang lainnya yang menjaga perusahaan. Tetapi itu tak berarti bahwa kita harus mengetahui dengan pasti identitas roh pelindung perusahaan: bahkan tanpa mengetahui namanya, sebuah doa hening bagi 'roh perusahaan kita' selama rapat-rapat penting di dalam atau di luar kantor cukup untuk mendatangkan bantuan, jika permohonan itu dilakukan dengan tulus. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Disukai Roh Pelindung Perusahaan Saya percaya bahwa faktor paling penting dalam keberhasilan perusahaan adalah kerja' sama dari semua karyawannya, dari tingkat eksekutif ke bawah, untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka demi perusahaan. Perusahaan seperti itu akan jauh lebih berhasil di bawah pengawasan roh pelindung. Lantas bagaimana sebuah perusahaan dapat mengupayakan agar roh pelindungnya dapat leluasa menggunakan kekuatannya yang protektif dan inspiratif itu demi mencapai keberhasilan maksimal? Jawabannya sederhana. Para karyawan harus menciptakan suatu lingkungan tempat roh merasa dapat memberikan apa yang terbaik dari dirinya bagi perusahaan. Saya telah mengadakan pembacaan di berbagai perusahaan, dan yang dengan pasti dapat saya ramalkan keberhasilannya adalah perusahaan-perusahaan di mana roh-roh pelindungnya merasa kerasan. •Sebaliknya, ketika mengunjungi perusahaan-perusahaan yang jelas sedang merosot, segera saya dapat melihat sejumlah kekurangan yang biasanya membuat roh merasa tak senang. Jika Anda sungguh-sungguh ingin agar perusahaan Anda berkembang dan maju, Anda harus berusaha membuat lingkungan kerja Anda disukai oleh ion perusahaan Anda. Tetaplah yakin. Anda tak perlu panik. Roh perusahaan tak akan menuntut banyak dari Anda—misalnya, ia tak akan

Manusia Tidak Mati

menyuruh Anda untuk memindahkan kantor pusat Anda ke tempat tertentu, atau menuntut Anda untuk meremajakan kantor pusat Anda. Paling-paling roh pelindung perusahaan Anda akan berbisik begini: "Barangkali Anda dapat melakukan ini untuk saya..." Dalam prakteknya, apa saja yang dapat dilakukan agar tercipta lingkungan yang membuat roh pelindung perusahaan Anda kerasan? Banyak orang akan mengatakan bahwa karena mereka tak dapat mendengar atau melihat roh, mereka tak dapat mengetahui apa saja yang diinginkan atau diminta oleh roh itu. Bukan begitu masalahnya. Sebelum meninggalkan dunia ini, roh-roh itu dulunya adalah manusia, dan perasaan mereka hampir sepenuhnya sama seperti ketika mereka masih berada di antara yang hidup. Hanya sedikit saja orang yang tahan dengan lantai yang penuh sampah. Tak seorang pun senang bekerja dalam ruangan yang penuh sesak dengan hanya sebuah jendela kecil tertutup tirai. Kita semua menyukai orang-orang yang mengagumi kita, tetapi kita langsung tak menyukai orang-orang yang tak tahu berterima kasih, tak menghargai apa yang telah kita lakukan bagi mereka. Dengan kata lain, jika Anda melihat bahwa lingkungan perusahaan Anda tak mendukung dicapainya pekerjaan yang baik, atau bahwa relasi di antara para karyawannya tak berjalan mulus, semua itulah yang juga dapat dirasakan oleh roh pelindung, dan boleh jadi ia akan meninggalkan perusahaan itu. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk memastikan bahwa roh pelindung perusahaan akan betul-betul mencurahkan perhatiannya untuk membantu agar perusahaan kita berhasil? Roh-roh, seperti halnya diri kita, punya kesenangan dan ketidaksenangannya sendiri. Segala hal yang mereka senangi sewaktu mereka masih hidup tetap sama saja bahkan setelah mereka meninggal. Salah satu pengalaman paling mengharukan yang pernah saya saksikan adalah seseorang yang menaruh satu poci teh di makam kakeknya, karena sang kakek senang minum teh ketika masih hidup. Roh memperoleh kepuasan tak terukur dari tindakan-tin-

Roh Pelindung Perusahaan

dakan sederhana semacam itu. Ketulusan tak pernah dapat dibeli. Berdiri di depan makam seseorang, melantunkan doa hening -untuk berterima kasih pada roh karena pertolongannya, dan menceritakan dengan singkat apa yang sedang terjadi dalam pekerjaan: semua tindakan ini membuat roh merasa dibutuhkan dan membuatnya bersemangat untuk sekali lagi melakukan yang terbaik bagi perusahaan. Roh Perusahaan Menyukai Kantor yang Bersih Sebagaimana semua roh merasa lebih senang bekerja dalam rumah yang bersih dan makam mereka terawat rapi, roh perusahaan pun akan bekerja jauh lebih baik apabila kantor pusat mereka, pusat di sekitar tempat bisnis perusahaan itu berlangsung, terawat dengan baik dan menyenangkan. Sarang laba-laba di langit-langit, jendela pecah sehingga angin berembus masuk, sampah-sampah kaleng yang masih ada sisa isinya dan dibiarkan begitu saja dalam waktu lama, tumpukan buku serta dokumen yang setiap saat bisa roboh, meja-meja yang begitu berantakan, sisa-sisa makanan yang dibiarkan berhari-hari... Bila lingkungan kerja Anda seperti itu, roh akan segera tak kerasan dan pergi dari perusahaan Anda. Ada orang-orang yang tahan hidup di tengah debu dan sampah, tetapi roh perusahaan tidak. Tidaklah mengherankan bila mereka ingin pergi secepat mungkin dari tempat seperti itu. Dan ketika mereka pergi, perlindungan yang mereka berikan atas perusahaan terhadap roh-roh gentayangan (roh-roh yang merasa tak bahagia, yang tak dapat mencapai dunia roh, dan berkelana di bumi) dan jenis roh lainnya yang masih terikat di bumi, juga hilang. Jika demikian keadaannya, perusahaan bersangkutan menjadi rentan terhadap pengaruh negatif roh-roh yang gentayangan itu. Semua roh perusahaan—bahkan yang paling eksentrik pun—membenci lingkungan yang kotor. Tak ada kekecualian terhadap aturan ini. i. Bisnis harus tertata, bukan cuma demi memungkinkan para karyawannya bekerja dengan bergairah, melainkan

Manusia Tidak Mati

juga demi menjamin agar roh perusahaan tetap kerasan. Banyak perusahaan punya kolam, atau halaman berumput. Jika semua itu dipelihara, semua akan beres. Tetapi jika air di kolam kotor, atau rerumputan dibiarkan layu atau menjadi liar, roh pelindung akan merasa terasing dan ingin pergi. Mengisi kolam dengan terlalu banyak ikan atau makhluk hidup lainnya bukan ide yang "baik. Tetapi jika Anda memang ingin memelihara ikan, peliharalah dengan baik agar semua makhluk hidup itu kerasan juga. Air kolam harus sering diganti. Pendek kata, kebersihan harus menjadi bagian dari prinsip pokok perusahaan. Lobi: 'Wajah' Perusahaan Apabila Anda memasuki sebuah rumah di Jepang/ bagian pertama yang Anda lihat adalah genkan, atau ruang masuk. Umumnya, rumah-rumah di Barat pun demikian. Itulah 'wajah' rumah itu. Ketika Anda melihat seseorang, yang pertama Anda perhatikan adalah wajahnya. Itu berlaku juga dengan sebuah rumah atau bangunan. Saya diberi tahu oleh roh bahwa untuk mempertahankan keberuntungan seseorang, ruang masuk rumah orang itu merupakan tempat yang harus dijaga kebersihannya. Demikian pula dalam suatu bisnis. Barangkali yang terbaik adalah menganggap ruang masuk sebagai 'kantor' roh. Dikatakan bahwa pandangan sekilas pada ruang masuk kantor perusahaan akan bercerita banyak pada Anda tentang sikap para karyawan kantor itu terhadap pekerjaan mereka dan cara mereka dilatih. Jika ruang masuk kantor berkesan tidak menyenangkan, perusahaan itu tak akan pernah berhasil baik. Tak jadi soal apa pun bidang usahanya, sebuah perusahaan yang selalu dikunjungi banyak tamu akan sukses, dan sebuah ruang masuk yang ramah seakan-akan memberi sambutan selamat datang yang jauh "lebih hangat daripada ruang masuk yang tidak ramah. Ruang masuk yang membuat semua orang yang melaluinya merasa senang sangat diperlukan, jika perusahaan ingin berhasil dengan baik.

Roh Pelindung Perusahaan

Apabila saya mengadakan pembacaan di sebuah perusahaan, pertama-tama saya akan berdiri di ruang masuk, misalnya, di lobi atau bagian reception. Kemudian saya akan menutup mata saya dan berkonsentrasi. Biasanya, roh perusahaan menghabiskan banyak hari-harinya di sana, bekerja untuk mencegah agar orang-orang yang mungkin akan mengganggu perusahaan atau menimbulkan peristiwa kecelakaan lainnya tidak masuk. Jadi, apa yang membuat ruang masuk sebuah kantor menyenangkan? Tak ada ukuran yang pasti. Tetapi, faktor yang paling utama adalah perasaan nyaman dan tenteram ketika memasukinya, dan memang itulah unsur yang paling disukai oleh roh pelindung perusahaan. Keseimbangan perpaduan antara ruang masuk itu dan bagian-bagian lain dalam keseluruhan bangunan kantor juga vital. Lobi yang terlalu besar, atau juga yang terlalu kecil, bila dibandingkan dengan keseluruhan bagian bangunan itu akan membuat para tamu tidak merasa rileks. Lobi yang sebanding dengan bagian-bagian bangunan lainnya akan menciptakan perasaan senang bagi roh perusahaan, bagi para karyawan, juga bagi para tamu yang berkunjung. Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika Anda menyadari bahwa ruang masuk ke kantor Anda terlalu besar atau terlalu kecil? Bila terlalu kecil, lakukanlah sedikit perubahan untuk membuatnya lebih besar. Bila ruang masuk ternyata terlalu besar, pemecahannya bisa lebih sederhana: Anda bisa secara kreatif menggunakan tirai pembatas atau dinding-dinding kaca dapat memecahkan masalah itu, sekaligus membuat senang para karyawan. Tidak Sedikit berita surat kabar mengenai karyawan yang bunuh diri dengan meloncat dari jendela kantor. Apabila itu terjadi, pentinglah untuk memeriksa gedung itu dengan saksama, terutama ruang masuknya, dan menentukan apakah lingkungan itu membuat roh perusahaan senang atau tidak. Saya sendiri pernah tahu persis kejadian bunuh diri seperti itu. Di sebuah perusahaan penerbitan yang menangani beberapa tulisan saya, ada seorang wartawan muda yang sangat rajin. Kelihatannya, ia sangat menyenangi pe-

Manusia Tidak Mati

kerjaannya. Tetapi, pada suatu hari, wartawan muda itu bunuh diri dengan meloncat dari jendela kantor. Sebelum peristiwa bunuh diri itu, saya mengunjungi kantornya untuk urusan pribadi. Saya ingat betul hai itu, sebab itulah untuk pertama kalinya saya berkunjung ke situ. Saya terkejut melihat penampilan ruang masuknya. Ruang masuk itu membingungkan, sehingga saya sulit untuk bisa langsung tahu ke mana saya harus masuk. Selama setengah jam saya berkeliling untuk mencoba memastikannya—belum pernah saya temui gedung seperti itu. Sekalipun tak terlalu besar, gedung itu membingungkan, seperti halnya jalan raya yang simpang siur tanpa tanda-tanda yang jelas. Roh Perusahaan Mengawasi Anda Bekerja Seperti sudah saya katakan, roh perusahaan dan roh pelindung Anda sendiri pasti akan membantu Anda. Tetapi, bagi mereka yang mengira bahwa roh-roh akan begitu saja memberi mereka kenaikan pangkat atau gaji beberapa kali lipat dari rekan-rekan sejawatnya tanpa usaha nyata dari mereka sendiri, saya punya kabar buruk. Jika Anda bersikap demikian, roh akan meninggalkan Anda dan Anda akan cuma bisa gigit jari. "Saya telah memberi perhatian kepada roh-roh leluhur saya. Saya rajin berdoa bagi mereka setiap hari, namun perusahaan terus merosot—-dan saya dengar desas-desus tentang PHK, bahkan saya termasuk dalam daftar. Konon, ini ada hubungannya dengan roh. Mana buktinya? Saya jadi berpikir juga, jangan-jangan mereka tak sungguhsungguh ada, mungkin berdoa hanya memberi hiburan bagi diri kita sendiri..." Bagi orang-orang yang berpikiran demikian, nasihat saya adalah: periksalah lebih teiiti tindakantindakan Anda sendiri. Barangkali selama Anda berdoa kepada leluhur Anda, Anda merasa bahwa semua harus menjadi baik, dan barangkali Anda melupakan beberapa hal yang seharusnya Anda kerjakan sendiri. Tentu saja ada saat-saat ketika Anda tetap tak dapat memecahkan suatu masalah tertentu padahal Anda sudah

Roh Pelindung Perusahaan

berupaya keras. Tetapi orang-orang yang semata-mata mengandalkan bantuan roh pun akan mengalami hal yang sama. Roh amat tidak suka melihat orang-orang yang sama sekali tak berusaha menolong diri sendiri, yang malah meminta para Seluhur mereka untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Sekadar berdoa dan memberi perhatian kepada leluhur tidaklah cukup—Anda juga harus berusaha semaksimal mungkin. Bila tidak demikian, hasil yang Anda harapkan pun tidak pernah akan terjadi. Datanglah ke kantor sepuluh menit lebih awal sehingga Anda dapat mengatur meja, merencanakan jadwal secara rinci supaya penggunaan waktu jadi lebih efisien, membaca buku untuk mengetahui lebih banyak mengenai dunia di sekitar Anda, mengadakan survei bagi perkembangan produk untuk mengetahui apa yang sungguh-sungguh diinginkan orang. Melalui kegiatan-kegiatan semacam ini, kerajinan dan kreativitas berpadu untuk membuahkan hasil-hasil dalam bisnis. Bekerja untuk membuktikan prestasi Anda sama pentingnya dengan berdoa untuk memperkuat peran roh perusahaan serta untuk menjamin bahwa Anda dan perusahaan bertindak selaras. Roh pelindung Anda sendiri dan rohroh pelindung perusahaan pasti akan menghargai usahausaha semacam itu. Jangan lupa: roh selalu mengawasi Anda, tak dapat dikelabui oleh janji-janji palsu atau tindakan-tindakan tanpa makna nyata. Mereka mampu melihat jati diri Anda, dan akan memutuskan apakah Anda memang pantas dibantu. Dituntun oleh Kakek Sang Direktur ANA (Ali Nippon Airways) adalah perusahaan penerbangan terbesar kelima di dunia dalam hal jumlah penumpang. Dalam waktu singkat perusahaan penerbangan ini berkembang amat pesat. Sasarannya, yang dinyatakan secara luas, adalah mengejar dan menyusul Japan Airlines. Sebelumnya, perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan penerbangan domestik, tetapi keberaniannya melayani rute-rute pener-

Manusia Tidak Mati

bangan ke sejumlah kota besar di dunia mengundang perhatian besar. Roh yang menunjukkan jalan bagi perusahaan itu untuk menapaki pertumbuhan luar biasa dan membantu manajemen perusahaan adalah roh kakek dari Wakasa Tokuji, pemimpin maskapai penerbangan itu. Beberapa roh perusahaan lain bekerja sama dengannya. Tak semuanya Jepang: yang satu Inggris, dan roh ini dianggap memainkan peranan penting dalam spekulasi perusahaan memasuki jalur internasional. Sebuah poster besar yang dipasang di belakang meja resepsionis di lobi memberikan sumbangan besar bagi lingkungan perusahaan, yang amat mendukung kerja keras dan kegairahan dalam bekerja. Roh perusahaan menyukai poster itu, dan ketika memandanginya, ia berpikir, "Saya harus membuat perusahaan ini lebih besar lagi, lebih beragam, saya harus melakukan apa pun yang dapat saya lakukan untuk membantunya meraih sukses." Lobi ANA adalah contoh sebuah lobi yang mengagumkan, yang interiornya pas benar dengan cita jasa roh perusahaan. Sayangnya, lobi itu agak gelap, dan saya yakin inilah satu-satunya kekurangannya. Saya duga inilah faktor penyebab beberapa masalah yang pernah dialami perusahaan itu, tetapi persis dari masalah itulah perusahaan kelihatannya dipulihkan kembali dan maju pesat. Saya pikir, roh perusahaan tersebut adalah seorang lelaki yang sejak masa kanak-kanaknya senang memandang langit biru dan bercita-cita berada di sana. Itu pulalah sebabnya warna utama perusahaan itu, dari perabotan hingga pakaian seragam, adalah biru langit. Pilihan warna ini membantu ANA membuat lompatan ke depan. Beberapa perusahaan lain juga terbantu dengan pemilihan warna. Ketika saya sedang berpikir tentang perusahaan ini, selembar skarf biru putih dengan garis-garis diagonal, melayang-layang di udara, muncul di depan saya. Kenyataan bahwa benda itu muncul setelah saya membicarakan roh perusahaan menjadi pertanda bahwa roh itu akan merasa senang bila perusahaan memperkenalkan bentuk skarf ini

Roh Pelindung Perusahaan

bagi pramugara dan pramugarinya. Tak diragukan lagi bahwa jika ANA memenuhi permintaan ini, perusahaan itu akan bertambah sukses. Roh Pelindung Ito adalah Pendirinya Ito Trading Company, yang berawal di Osaka sebagai perusahaan perdagangan tekstil, terus-menerus mengembangkan prestasinya selama bertahun-tahun. Prospeknya dalam bidang komunikasi yang sedang berkembang, sangat mengagumkan. Keberhasilan gemilang itu berkat roh pelindung perusahaan, yakni roh pendiriya, Ito Chubei. Ito adalah seseorang yang sangat berhati-hati dan selalu menyelesaikan segala sesuatunya sampai tuntas. Oleh karena itu, rohnya jarang tinggal lama di sebuah bagian perusahaan. Dalam satu menit ia mungkin berada di ruang rapat, menit selanjutnya di pintu untuk memberikan berkatnya kepada para salesman yang ingin menjalankan tugasnya di luar kantor. Ketetapan hati dan semangat hidupnya menjadi pondasi kokoh bagi kegiatan perusahaan. Menurut pembacaan saya, inilah perusahaan yang, dengan menyebar para karyawan terbaiknya ke bidang-bidang usaha baru, terus membentuk sejumlah anak perusahaan. Para karyawan menerima nasihat dari roh perusahaan mengenai peluang-peluang bisnis baru dalam bidang energi dan komunikasi. Para karyawan yang telah menerima nasihat dengan cara sedemikian rupa, seolah-olah menerima kilatan inspirasi, gagasan baru yang tak pernah terjadi pada mereka sebelumnya. ¥ Roh Pelindung Bridgestone, Ishibashi Shojiro Bridgestone adalah satu dari tiga pabrik ban ternama di dunia. Walaupun bidang usahanya dikhususkan pada produksi ban dan pipa, barang-barang industri lainnya serta produk-produk olah raga yang dihasilkannya mencetak angka penjualan yang terus berkembang. Selain itu, perusahaan ini pun mengembangkan sayapnya ke bidang pe-

Manusia Tidak Mati

ngembangan pertanahan. Dengan berdiri di depan markas besar Bridgestone di pusat kota Tokyo, saya langsung disentakkan oleh suatu energi yang berasal dari tanah tempat bangunan itu berdiri. Seperti yang sudah saya duga, roh pelindung perusahaan ini adalah roh Ishibashi Shojiro. Dialah yang membimbing para direktur perusahaan ini ketika memutuskan untuk membeli sebidang tanah yang istimewa ini. Dari pembacaan yang saya lakukan, saya paham bahwa Ishibashi adalah seorang pengusaha sejati yang ingin membangun pondasi kokoh sebelum ia memulai suatu usaha. Kita bisa berharap bahwa perusahaan yang memiliki roh pelindung semacam itu akan sangat berhati-hati dalam transaksi bisnisnya, bahwa perusahaan itu akan diakui kontribusinya terhadap kepuasan masyarakat melalui produksi barang-barang berkualitas tinggi, dan bahwa perusahaan seperti itu akan memberikan perhatian sepenuhnya atas kontrol kualitas. Tetapi, Bridgestone tak enggan memulai usaha-usaha baru yang sangat berbeda dengan produk tradisionalnya— dari bola golf dan peralatan olahraga sampai bahan-bahan material bangunan dan bahkan robot. Pemilihan markas besar Bridgestone hanya dapat diilhami oleh roh Ishibashi. Lokasi yang mudah ditemukan dan terletak di pusat kota sehingga memudahkan klien untuk menemukan serta mendatanginya, mencerminkan ketajaman kalkulasi yang dilakukan Ishibasi—bisa dipastikan bahwa ia pertama-tama dan terutama adalah salesman. Lagi pula, ia selalu tertarik akan properti. Seperti yang ditunjukkan oleh contoh tentang Bridgestone tadi, peranan roh pelindung paling jelas dirasakan dalam bisnis yang memang sangat diminati oleh orang yang rohnya kemudian menjadi pelindung perusahaannya. Itulah bidang-bidang yang paling menjanjikan. Roh-roh Orang Amerika di Macdonald's MacDonald's adalah nama yang sinonim dengan ham-

Roh Pelindung Perusahaan

burger. Roh yang melindungi MacDonaid's di Jepang ada lah Dick dan Mack, pendiri rantai restoran fast-food ter masyhur di dunia. Ketika kanak-kanak, mereka miskin—segala sesuatu yanj mereka miliki diperoleh dengan kerja keras. Pernah, untul jangka waktu yang lama, mereka menabung untuk membel sebuah sepeda berwarna merah. Saya sendiri percaya bah wa pengalaman itulah yang menjadi bagian ilham merek; untuk mendirikan rantai restoran hamburger yang saat in begitu termasyhur. Pembacaan saya menunjukkan bahwa kedua bersaudar; itu masih mengendarai sepeda merah mereka, berkeliling ke cabang-cabang MacDonaid's Jepang untuk memberikai nasihat dan bantuan bagi para karyawannya. Merah, adalah warna kesukaan mereka. Warna itu men dominasi setiap rumah makan MacDonaid's yang meme gang franchise- nya. Dick dan Mack yakin bahwa mereka harus selalu ber usaha menempatkan diri pada posisi pelanggan mereka dan sikap itu tercermin dalam sikap para karyawan mere ka. Presiden perusahaan MacDonaid's di Jepang, Fujiti Den, terkenal sebagai orang yang tak pernah segan meng ucapkan terima kasih kepada setiap pelanggan. Saya yakin bahwa ketulusan dan perhatian roh perusaha an MacDonaid's terhadap hal-hal yang paling kecil mer jamin masa depan yang cerah bagi bisnis itu. Siapa Mengawasi Penerbitan Tertentu di Ginza? Saya mengunjungi perusahaan ini karena tugas yang diber: kan kepada saya oleh sebuah majalah. Saat sedang dudu menunggu di ruang tamu. secara sambil lalu saya mempei hatikan interior kantor itu. Tiba-tiba saja sepuluh meja tuli di sebelah kanan saya kelihatan menjadi gelap. Sekalipu terkejut, saya amati juga meja-meja tulis itu. Pada saat say sedang mengamati itu, seorang lelaki berseragam petuga keamanan muncul dan mulai berjalan di antara meja-mej itu.

Manusia Tidak Mati

Saat itu pukul dua siang, tak biasanya petugas keamanan berpatroli pada jam-jam demikian. Mungkin perusahaan ini punya aturannya sendiri, pikir saya. Saya terkejut ketika sosok satpam itu mengeluarkan senter dan menyorotkannya ke setiap meja. Berumur sekitar enam puluh tahun dengan wajah bulat dan menyenangkan, ia tampak amat serius menjalankan tugasnya. Akhirnya, kepala editor yang saya tunggu-tunggu pun muncul, dan kami menyelesaikan urusan kami. Tetapi, ia masih ingin menanyakan sesuatu kepada saya. "Nyonya Gibo, ngomong-ngomong, saya ingin bertanya pada Anda mengenai hal-hal aneh yang terjadi di sini... Beberapa teman di sini mengatakan mereka melihat hantu di kantor ini. Kami punya sebuah kamar berisi tiga ranjang yang khusus digunakan para karyawan bila mereka harus menginap. Beberapa teman mengatakan mereka melihat seorang lelaki dengan lampu senter berdiri di samping ranjang yang di tengah," ia menjelaskan. "Dan meja-meja di sana itu," lanjutnya, menunjuk deretan meja yang tadi menjadi gelap, "milik staf salah ¿&tu majalah kami. Seberapa pun kerasnya mereka bekerja, angka penjualan majalah itu terus merosot, dan mereka sangat tertekan karena situasi itu." Saya minta diantarkan ke kamar yang berisi tiga ranjang itu. Ketika saya berdiri di samping tempat tidur tengah, suara langkah kaki terdengar di telinga kiri saya. Langkah kaki itu berasal dari seorang lelaki, dan ia berhenti di samping tempat tidur tengah. Saya merasa cahaya lampu senter menyorot saya, dan saya memandang wajahnya. Saya langsung melihat bahwa ia adalah roh, si petugas keamanan yang tadi saya lihat. "Siapakah Anda?" tanya saya menyelidik. Dalam Sekejap, Keadaan Sekitar Berubah Saat saya berbicara, keadaan sekitar berubah seketika. Wilayah di mana kantor penerbitan itu berada, yakni di pusat

Roh Pelindung Perusahaan

Tokyo, yang dipenuhi gedung pencakar langit, berubah menjadi tempat sepi berumput tinggi yang bergoyanggoyang diterpa angin. Saya dapat melihat satu-satunya bangunan, lebih mirip bangunan sementara, yang d: dalamnya duduk sederetan lelaki di meja tulis. Seketika itu juga saya menyadari bahwa roh itu sedang berusaha memperlihatkan kepada saya bagaimana perusahaan itu berawal. "Lebih baik jika Anda tak mengerjakan majalah laki-laki di meja itu," ia menasihati. "Tolong sampaikan pada mereka untuk mengerjakan majalah bagi kaum wanita muda di meja itu. Saya tahu saya benai tentang hal ini: sudah lama saya di sini, berkeliling untuk memastikan bahwa segala sesuatu berjalan teratur, mulai saat perusahaan ini masih seperti yang Anda lihat di depan mata Anda." Saya menceritakan pada kepala editor apa yang saya lihat dan saya dengar. Dengan terkejut, ia menjawab bahwa kisah tentang seorang petugas keamanan yang bekerja di perusahaan sampai kematiannya, dan yang kelihatannya hanya mencurahkan perhatian demi kemakmuran perusahaan, telah diturunkan dari editor yang satu ke editor yang lain. "Baiklah, kalau begitu majalah pria tak bagus dilakukan di situ... baik, kita harus mencari peluang dan mencoba melakukan sesuatu untuk membuat majalah untuk kalangan wanita muda." Ia berterima kasih atas nasihat saya dan kami berpisah. Saya masih ingat hari itu, sebagai hari paling panas dalam bulan Agustus. Beberapa tahun kemudian, saya menerima telepon dari kepala editor itu. "Nyonya Gibo, terima kasih atas bantuan Anda," ia memulai. "Ingatkah Anda bahwa Anda pernah menasihati kami untuk mengubah majalah laki-laki menjadi majalah untuk kalangan wanita muda?" Saya masih ingat itu, kata saya, dan memunculkan sebuah bayangan dalam pikiran tentang kantor pusat perusahaan tersebut di dekat teater Kabukiza,

120

Manusia Tidak Mati

"Setelah mendapat nasihat Anda itu kami langsung beralih haluan, dan angka penjualan majalah baru itu terus melambung," ia melanjutkan dengan gembira. Saya tanya apa nama majalah baru tersebut. Hanako, jawabnya. Hanako adalah majalah bagi kalangan wanita muda yang paling laku di Jepang, yang mereka beli untuk mengetahui trend-trend mutakhir.

8 Kehidupan di Alam Sana

Kehidupan di Alam Sana

123

Pengalaman dengan Kematian pada Umur Dua Puluh Satu Saya ingin kembali sejenak ke suaiu hari yang suram di awal Januari, ketika saya berusia 21 tahun. Saya ingat sekali hari itu: awan kelabu memenuhi langit di musim dingin, dan hujan bercampur salju turun sepanjang hari. Saat bangun saya merasa sangat sakit. Saya berpikir lebih baik beristirahat saja sambil tiduran sepanjang hari itu. Maka, saya pun mengambil obat yang kami miliki di rumah. Ibu saya memperhatikan dengan cemas dan mengatakan bahwa saya sangat pucat. "Memang, saya merasa agak flu," jawab saya. Sebetulnya, saya tidak pernah sepenuhnya sehat, dan ibu saya biasa menilai kondisi saya dengan melihat wajah saya di pagi hari. "Saya agak pusing, tapi saya rasa sudah membaik," sambung saya, sambil memaksakan sebuah senyuman untuk menghilangkan kecemasannya. Betapapun kerasnya usaha saya untuk kembali sehat, saya malah mulai merasa semakin buruk, dan beberapa jam kemudian saya benar-benar mulai merasa sulit bernapas. Sadar bahwa saya tak mampu lagi berdiri, saya merangkak masuk kembali ke dalam selimut tebal yang hangat, berharap bisa merasa lebih enak bila berselimut tebal. Tak lama kemudian, bahu saya mulai gemetar tak terkontrol karena udara dingin yang menusuk. Ibu saya, diliputi kecemasan, menarik selimut tebal itu sampai ke bahu saya dan meletakkan tangannya di dahi saya. Terkejut oleh kehebatan demam saya, ia segera memanggil dokter keluarga. Saya bisa mendengar suara ibu saya, tetapi sepertinya jauh sekali, ketika saya mulai merasakan airi saya masuk ke alam ketidaksadaran. Saya ingin membuka kelopak mata saya yang berat dan menatap kosong ke hamparan salju di luar rumah melalui suatu bagian yang terang di atas pintu kaca yang samar. Di samping bantai saya ada hibachi, penghangat ruangan. Di dalamnya ada semangkuk kecil air yang dengan cepat

Manusia Tidak Mati

mendidih. Begitu dahsyat panasnya sehingga saya seolahoiah dapat mencium bau mangkok yang mulai meleleh. Dalam keadaan amat mengantuk pun dapat saya rasakan dada saya mulai sakit dan sadar bahwa kondisi saya kian buruk. Akhirnya mata saya tidak mau lagi terbuka. Begitu mata saya terpejam, saya merasa ada sesuatu yang menyeret saya ke dasar lantai. Saya merasa seolah-olah terbenam antara 20 dan 25 sentimeter ke dasar lantai. Pada saat yang sama, napas saya terasa menjadi lebih mudah, dan saya merasakan suatu beban yang berat menindih bagian belakang kepala saya. Tiba-tiba, saya melayang di udara dan melihat tubuh saya di bawah, terbujur di lantai. Saya ingat sekali saat yang hanya berlangsung sekejap itu, ketika diri saya menjadi dua. Saya merasa seolah-olah ditarik oleh suatu kekuatan dan melekat di langit-langit karena suatu isapan. Saya melihat ibu saya. Wajahnya diliputi kecemasan. Juga dokter yang berlari ke sisi saya, duduk di samping saya. Ayah saya juga di sana. Ia tak ada di rumah saat pertama kali saya merangkak ke dalam selimut, sewaktu saya merasa sakit. Tetapi sekarang ia berlutut di sebelah saya. Wajahnya tampak amat gelisah, saat ia mengawasi dokter keluarga menyelesaikan pemeriksaannya. "Orangtuaku khawatir," pikir saya, "tapi aku terangkat ke langit-langit... Mengapa?" Saya Pergi, Melayang ke Luar Ruangan Luar biasa. Rasa sakit lenyap, juga udara dingin yang sebelumnya menyebabkan saya gemetar. Ada koridor di luar kamar saya, dan dengan menggeser pintu sorong yang memisahkan kamar saya dari koridor itu, saya melayang ke luar. Dibandingkan dengan kamar saya, koridor itu terasa lebih dingin dan tak menarik, tetapi saya mengarahkan diri saya ke luar dan menuju pintu depan. Seperti ketika Anda menyelam dalam air, tubuh Anda

Kehidupan di Alam Sana

125

ingin tetap mengapung di permukaan, begitulah yang terjadi dengan saya di udara. Dengan susah payah saya berusaha melawan kemauan melayang dan turun ke bawah untuk berdiri dengan kedua kaki saya sendiri, walaupun saya masih merasa sangat ringan. Saya seorang yang peka, yang merasa jijik untuk memegang serangga dengan tangan kosong, atau kertas yang sangat halus. Saya juga tidak mau menyentuh gelas dingin. Oleh sebab itu, sewaktu membuka pintu kaca, saya selalu berhati-hati supaya hanya menyentuh pegangan pintu, sekitar satu inci lebarnya, yang merupakan bagian dari kisikisi pintu, dan sama sekali tak menyentuh kaca itu. Dalam keadaan merasa ringan saat itu pun saya menggunakan cara yang sama. Pintu terbuka dengan mudah dan di luar tampak pemandangan yang amat memukau. Kakak lelaki saya berdiri di sana, kakak yang telah terbunuh dalam peperangan, kakak yang selalu menjaga saya, kakak yang pendiam dan banyak belajar, kakak yang sembilan tahun lebih tua daripada saya. Tetapi, ekspresi wajahnya agak berbeda dari sifatnya: dingin dan tak bersahabat. Untuk sesaat saya pikir saya keliru. "Cepat, ayo pergi," katanya. Sambil mengangguk diam, saya pergi mengikutinya. Baru kemudian saya menyadari bahwa ia bersama seseorang, seorang wanita. Ia sepupu saya, yang telah meninggal mendadak pada umur 15 tahun. Karena kami tinggal berjauhan satu sama lain, saya hanya berjumpa dengannya satu atau dua kali. Saya tak pernah berpikir mengapa ia bersama kakak saya, yang hampir tak dikenalnya. Jalan yang kami lalui adalah tanah merah berlumpur dan sewaktu kami meninggalkan rumah, ada suatu pemandangan yang sangat berbeda dari yang biasanya terbentang di hadapan saya. Rasanya enak berjalan di tanah itu, tak ada kerikil atau sampah di bawah kaki, dan angin bertiup sepoi-sepoi.

Manusia Tidak Mati

Rasanya seperti bulan Mei, saat pepohonan tertutup bunga-bunga musim semi. Suhu udara menyenangkan, angin sepoi-sepoi lembut. Sambil berjalan gembira, untuk beberapa saat saya tak menyadari kakak dan sepupu saya yang telah lenyap. Sewaktu saya perhatikan tampaknya tak ada yang perlu saya khawatirkan: bagaimana pun saya tahu ke mana harus berjalan. Sebelum melangkah lebih jauh, saya memperhatikan tanah lapang penuh dengan bunga krisan putih lebar yang sedang mekar di sepanjang sisi jalan. Sambil memandangi bunga-bunga itu saya berjalan terus. Sungguh mengherankan, kaki saya tak merasa lelah sedikit pun. Beberapa menit kemudian, saya sampai di tepi sungai. Melihat kecepatan aliran airnya, saya menduga sungai itu dangkal, tetapi jaraknya ke seberang pasti sekitar lima setengah meter. Ada keinginan kuat dalam diri saya untuk menyeberangi sungai itu—di sisi lain saya dapat melihat sederetan bukit yang rendah, sama sekali tanpa tanaman, dan rasanya saya ingin mendaki ke sana. Seseorang dari Masa Lalu Menyeberangi Sungai Itu Tetapi, untuk menyeberangi sungai itu saya harus melepaskan sepatu, dan pakaian saya mungkin akan basah. Saya masih ragu-ragu ketika melihat seseorang yang saya kenal ada di sisi lain. Ia adik saya, Masao, yang meninggal dalam suatu kecelakaan mobil pada umur 15 tahun. Ia memanggil saya, tetapi saya tak dapat mendengar sepatah kata pun. Lalu ia mulai memberi isyarat dan segera menjadi jelas bahwa ia berkata supaya saya tak menyeberangi sungai. Tetapi saya mengabaikannya dan mulai menyeberang. Sambil mengangkat rok, saya mulai memasukkan kaki saya ke dalam air, lalu kembali memandang adik saya sekilas. Ia sedang memperhatikan saya dengan air mata mengalir di pipinya. Ketika saya lihat air matanya, saya sadar bahwa saya seharusnya tak menyeberangi sungai, dan berbalik kembali. Ketika saya lakukan itu, saya dengar

Kehidupan di Alam Sana

127

suara ibu saya, pertama terdengar jauh, kemudian lebih keras dan semakin keras. "Aiko, jangan menyerah," teriaknya, lagi dan lagi. Saya berusaha membuka mata untuk melihat wajahnya di depan wajah saya. Ia juga sedang menangis. Tetapi, ketika saya perhatikan, ekspresinya berubah menjadi gembira. "Akhirnya ia bisa mendengar saya!" tangisnya, dan di sampingnya saya lihat ayah saya dan si dokter, keduanya tersenyum lega. "Sekarang ia akan stabil, tapi saya akan kembali tiga jam lagi untuk memeriksa." Sambil berkata demikian, dokter itu bangkit perlahan-lahan dan berjalan keluar menuju pintu. Pada saat itu, saya dapat menangkap keadaan di sekeliling saya dengan mudah sekali. Saya masih dapat melihat butir-butir salju turun dengan lembut dan mencium bau mangkok di anglo. Ibu saya menggenggam erat tangan saya dan seolah-olah tak mau melepaskan untuk selamanya. Itu adalah pengalaman saya pergi ke dunia lain, dan sampai sekarang pun dapat saya ingat dengan gamblang setiap detail adegan itu. Setangkai bunga krisan putih menghiasi altar keluarga di rumah kami pada waktu itu, dan ketika saya memandanginya, dengan terkejut saya sadari bahwa bunga itu sama persis seperti yang telah saya lihat berulang kali di sisi jalan bertanah merah. Kebenaran tentang Dunia Roh Sering ketika saya terserap dalam sebuah masalah, atau sama sekali tak memikirkan sesuatu yang khusus, adik lelaki saya muncul di hadapan saya dan bercerita tentang dunia roh. Ia duduk di depan saya seakan-akan masih hidup, sehingga saya pun dengan enaknya mengajukan berbagai pertanyaan, seperti layaknya orang yang sedang mengobrol. Seperti setiap orang lain, saya ingin mengetahui kebenaran tentang dunia roh.

Manusia Tidak Mati

"Seperti apa tempat itu? Apakah ada orang lain di sana? Bagaimana cuacanya? Apakah binatang-binatang juga ada?" Saya mengajukan semua pertanyaan dengan bertubi-tubi. Tetapi ia tampaknya tak pernah bosan, dan menjawab setiap pertanyaan dengan sabar. Kepribadiannya sama seperti ketika ia masih hidup: selalu senang menolong, tak pernah merasa disusahkan orang lain. Sebagai kanak-kanak, Masao senang memelihara burung merpati. Ia mempelajari semua kebiasaan burung , itu, dan kelihatannya ia dapat berkomunikasi dengan mereka. Walaupun hanya seorang kanak-kanak, pengetahuannya mengenai burung merpati diakui luas. Para penggemar merpati sering berkumpul di rumah kami untuk menanyakan tentang makanan serta cara pemeliharaan burung merpati yang mereka miliki. Kecintaannya terhadap bm'ung-burtmg tak terbatas pada merpati. Ia juga menyayangi ayam-ayam petelur yang berkeliaran di kebun belakang. Konon, ayam-ayam betina sedikit tak bersahabat terhadap manusia. Lain bagi adik saya. Ayam-ayam itu selalu akan berkumpul di depan pintu, menunggu kedatangan adik saya dari sekolah. Bagi saya, Masao betul-betul orang baik. Tak peduli apa yang ditanyakan dan siapa yang bertanya, ia selalu menjawab dengan sabar dan tepat. Sekarang ia sudah melakukan perjalanan di dunia roh, tetapi kepribadiannya tak berubah. Pengetahuan saya yang lebih mendetail tentang, roh-roh tak berasal dari studi mendalam atau pun dari seorang pendeta terkenal, tetapi dari apa yang dikatakan adik saya. Saat saya masih kanak-kanak, pesan-pesan yang saya terima sebentar-sebentar dari adik saya umumnya adalah sesuatu yang sangat menarik. Tetapi saya tak pernah punya pikiran untuk menulis atau menceritakannya pada orang lain. Walaupun demikian, semua itu letap saya ingat dengan sangat baik. Dengan merangkaikan segala sesuatu yang pernah ia katakan, saya menyimpulkan bahwa dunia yang kita

Kehidupan di Alam Sana

129

tinggali setelah Kematian hampir tak sehidup dan semenarik dunia tempat kita hidup. Warna-warna jadi pudar, dan cara berpikir penghuninya pun sangat berbeda dari orang hidup. Hidup tidak selalu mudah: ada saat ketika kita harus belajar keras, dan ada saat ketika kita melakukan kesalahan lalu belajar dari itu semua. Tetapi bagi kebanyakan dari kita, hidup membawa kegembiraan sekaligus penderitaan, juga perasaan sakit, dan ada beberapa aktivitas yang tak akan kita tinggalkan di dunia: menikmati musik kesayangan, mengagumi karya seorang seniman, serta menghabiskan waktu bersama teman-teman kita, untuk menyebutkan beberapa saja. Semua itu kesenangan dunia ini, tetapi bukan untuk dunia yang akan datang—hal itu tak ada di dunia lain. Malahan roh-roh menghabiskan waktunya dengan bersusah payah berjalan di sepanjang jalan yang sangat membosankan, dengan harapan untuk dilahirkan kembali (reinkarnasi). Keberadaan mereka sama sekali tidak berhubungan dengan dua kutub ekstrem seperti yang dialami oleh manusia dalam hidup sehari-hari. Sekuntum Bunga untuk Meringankan Beban Roh Saya selalu menekankan pentingnya memberikan perhatian kepada roh orang-orang yang kita cintai. Saya juga memberi penjelasan mengapa setangkai bunga saja yang sedang mekar di sepanjang jalan yang mereka lalui, atau perhatian baik dari keluarga mereka, sudah cukup untuk menyemarakkan perjalanan para roh itu di dunianya. Roh-roh jauh lebih menyadari komunikasi yang terjadi di antara jiwa-jiwa, baik jiwa orang-orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dibandingkan dengan kita. Bagi mereka, tidak ada yang lebih menyenangkan selain dikenang. Tadi sudah saya ceritakan pengalaman pribadi saya dengan dunia lain, dan Anda mungkin ingat akan bunga krisan putih yang sedang mekar di sepanjang sisi jalan,

Manusia Tidak Mati

juga kenyataan bahwa bunga-bunga itu serupa dengan yang diletakkan di altar keluarga kami, bahkan sampai jumlah daunnya sama. Bunga yang Anda persembahkan untuk menghiasi jalan yang dilalui roh-roh akan menghilangkan kebosanan mereka. Setangkai bunga yang ditaruh di sebuah gelas pun, sebagai persembahan, bagi roh bisa menjadi kebun bunga yang terbentang di dataran luas. Bunga memiliki aroma yang menyenangkan dan sedap dipandang. Roh dari orang-orang yang mencintai bunga sangat senang bila kepada mereka dipersembahkan bungabunga kesayangan mereka, melebihi hal-hal lainnya. Apa lagi yang lebih diinginkan roh-roh selain hamparan bunga kesukaan mereka melapisi jalan menuju alam akhir? Pada saat Anda melakukan persembahan seperti itu, dengan menyebutkan nama orang yang dituju, roh orang tersebut akan bergabung dengan Anda, dan menikmati pemandangan serta wewangian bunga-bunga itu, yang baginya menjadi berlipat ganda sepanjang jalan menuju dunia roh. Banyak orang percaya bahwa, karena berduri, bunga mawar tak cocok dijadikan persembahan—tetapi bila duridurinya dibuang, bunga mawar dapat juga dijadikan persembahan. Semua jenis bunga cenderung membawa suasana menyenangkan. Tak ada seorang pun, di dunia ini maupun di dunia akhir, yang cemberut atau mengeluh bila berhadapan dengan bunga. Kepercayaan orang bahwa tak ada apa-apa lagi setelah kematian adalah hai yang paling menyedihkan roh-roh. Tubuh dapat mati. Jiwa tidak. Jiwa hidup selamanya. Adik saya sering datang pada saya dengan permintaan seperti ini: "Aiko, aku mengkhawatirkan nenek dari keluarga Suzuki... semasa hidupnya ia sangat menyukai teh, tetapi keluarganya rak pernah memberinya semenjak ia tinggal di sini, tak sekali pun Ibu selalu menyisihkan biskuit untukku bila setiap orang memperolehnya, dan mengatakan kepadaku untuk makan kue tersebut, sehingga aku tak kehabisan.

Kehidupan di Alam Sana

131

Dapatkah kauberitahu keluarga Suzuki untuk melakukan hal yang sama bagi nenek mereka, dan seiaiu memberinya secangkir teh?" Kadang-kadang saya menerima permohonan semacam itu darinya beberapa kali sehari. Nyonya Yarnamcto dan Nenek yang Baik Hati Saya ingat seorang gadis bernama Yamamoto, yang saya kenal semasa kecil. Ia menjadi buah hati neneknya. Ke mana pun ia pergi, wanita tua itu akan mengikutinya, tak pernah sekali pun ketinggalan menghadiri hari olahraga atau festival sekolah saat cucunya ikut ambil bagian. Sering sang nenek membuatkan sushi berisi mentimun, makanan kesukaan gadis itu, dan membawanya ke sekolah untuk cucunya. Gadis itu selalu rewel dalam hal makanan. Oleh karena itu, berkat jerih payah neneknyalah Yamamoto dapat tumbuh besar tanpa sekali pun terserang flu. Wanita tua itu meninggal ketika Yamamoto masih di bangku SMP. Bertahun-tahun kemudian, gadis kecil yang sama, yang kini telah dewasa, terbaring di tempat tidur karena demam tinggi saat neneknya muncul dalam mimpi. Sambil meletakkan tangannya di dahi wanita yang lebih muda itu, ia berbisik, "Kita akan segera menurunkan demam ini." Sembari bangun, Yamamoto berjanji kepada neneknya bahwa jika sang nenek menolongnya untuk sembuh kembali, ia akan membuatkan sushi mentimun yang dulu sering dibuat oleh wanita tua itu. Sayang, ketika Yamamoto sudah sembuh, ia lupa menepati janjinya. Di suatu waktu kemudian, saya berjumpa dengannya di jalan. Di sebelahnya saya dapat melihat seorang wanita yang lebih tua. Dengan rasa kaget, saya melihat iebih dekat. Ya, tak diragukan lagi. Ketika saya perhatikan, wanita tua itu membawa segulung sushi mentimun dan sambil meletakkannya di piring, ia menawarkannya kepada saya sambil membisu. "Nyonya Yamamoto, ada seorang wanita tua memegang

Manusia Tidak Mati

segulung sushi mentimun berdiri di samping Anda." Saya memberitahu teman saya. Wajahnya menjadi sepucat kertas. "Sushi mentimun kata Anda? Saya selalu berniat membuatnya; tetapi akhirnya tak pernah terlaksana." Lantas ia menceritakan mimpinya pada saya. "Nyonya Yamamoto, saya sarankan supaya Anda membuat sushi secepatnya," kata saya. Saya yakin ia akan melakukannya. Wanita Tua Itu Muncul Lagi dalam Mimpi Nyonya Yamamoto Beberapa hari kemudian, melalui mimpi, Nyonya Yamamoto didatangi lagi oleh neneknya, kali itu sang nenek memegang segulung sushi mentimun dan tampak sangat bahagia. Dua hari setelah mimpi itu, saat Nyonya Yamamoto sedang melakukan perjalanan bersama beberapa teman, sesuatu yang sangat aneh terjadi. Mereka sedang makan malam di hotel tempat mereka menginap, dan ketika Nyonya Yamamoto baru saja ingin memakan ikan yang telah disiapkan tiba-tiba saja ia merasa tak ingin menyentuh ikan tersebut. Dua teman lainnya memakan ikan itu semuanya, termasuk porsi Nyonya Yamamoto. Mereka mengatakan betapa enaknya ikan tersebut. Tetapi, beberapa jam kemudian, mereka berdua merasa sangat sakit. Hanya Nyonya Yamamoto yang terhindar dari keracunan makanan. Tidak diragukan bahwa Nyonya Yamamoto, yang menyukai ikan dan biasanya makan lebih banyak daripada kedua temannya itu, telah ditolong oleh neneknya pada hari itu, sebagai suatu ungkapan rasa terima kasih wanita tua itu untuk sushi yang diberikan kepadanya. Nyonya Yamamoto sendiri menyadari hal ini. Pengalaman Nyonya Yamamoto adalah contoh luar biasa tentang bagaimana isyarat sekecil apa pun, seperti menyiapkan makanan untuk roh seseorang tercinta yang telah meninggal, dapat melindungi kita dari petaka yang mungkin bakal menimpa kita.

Kehidupan di Alam Sana .133

Memberi perhatian kepada roh berarti menunjukkan melalui tindakan-tindakan bahwa hati Anda bersama mereka. Berbicara kepada roh, sekalipun hanya dalam hati, adalah cara lain yang mengagumkan untuk menunjukkan perhatian Anda. Bersyukur atas bantuan mereka, menceritakan pada mereka apa saja yang telah Anda lakukan selama sehari itu—tak ada yang lebih membahagiakan mereka selain diajak berbincang-bincang. Sementara kita melangkah di sepanjang jalan kehidupan ini, leluhur kita berjalan di sepanjang jalan dunia roh. Jika kita saling membantu, kepedihan tak perlu ada di kedua dunia kita, dan semua akan menjadi tempat yang jauh lebih baik. Bunuh Diri Sangat banyak orang bunuh diri karena alasan-alasan tertentu sehingga mereka membenci dunia ini, dan ingin menghilang darinya. Tetapi adik saya mengatakan bahwa bunuh diri adalah tindakan yang tidak perlu dipikirkan, betapapun tak bahagianya orang itu: Manusia cenderung melakukan bunuh diri agar terlepas dari kesakitan fisik maupun mental. Yang seharusnya mereka sadari adalah bahwa kesakitan ini akan menyerang mereka berulang kali bahkan setelah mereka memasuki dunia roh. Dunia kita terdiri atas beragam makhluk hidup: manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Jangka waktu hidup masing-masing organisme telah diputuskan pada saat kelahirannya. Bagaimana itu diputuskan? Melalui proses reinkarnasi. Jangka waktu hidup kita di dunia ini tergantung pada perbuatan kita di masa lampau. Menjalani hidup kita di dunia ini sampai sejauh yang ditakdirkan adalah cara alamiah untuk melakukan banyak hal, dan kita akan sangat bahagia jika kita mengikuti cara ini. Oleh karena itu, bunuh diri, dengan memotong kehidupan sebelum masanya selesai, melawan tatanan kodrati. Se-

Manusia Tidak Mati

telah masuk ke dunia roh, roh dari seseorang yang merenggut kehidupannya sendiri akan segera menyadari bahwa ia, karena telah memilih untuk mati, harus membayarnya dengan mengalami penderitaan lebih besar daripada sebelumnya. Maka, bunuh diri adalah sesuatu yang harus dihindari, apa pun cobaan yang harus Anda jalani dalam hidup ini. Kita semua tahu orang-orang yang tak pernah diberi nasihat seperti ini, atau yang mengabaikannya. Kita masih dapat menolong meringankan beban mereka—sebagai yang masih hidup, itu adalah tugas kita. Bahkan, roh dari seseorang yang bunuh diri boleh jadi akan memberi tahu kita bahwa ia butuh bantuan dengan membuat hidup kita jadi susah. Saya akan menjelaskan alasannya. Biasanya, kalau kehidupannya berjalan mulus, manusia hanya sedikit saja memberi perhatian atau bahkan sama sekali tidak memberi perhatian kepada mereka yang telah meninggalkan dunia ini. Baru ketika terjadi banyak ketidakberesan, manusia mulai mengaitkan nasib buruknya dengan sesuatu yang mungkin dilakukan oleh roh-roh. Harap senantiasa Ar.da ingat, bahwa roh-roh gentayangan yang malang sangat membutuhkan perhatian dari kita yang masih hidup. Dan satu-satunya cara yang akan mereka lakukan untuk memperoleh perhatian itu adalah dengan mendatangkan petaka bagi yang masih hidup. Rumah-rumah yang Dihuni Roh yang Terkurung Saya yakin Anda pernah mendengar istilah "ioh yang terkurung" dan "roh yang melayang-layang". Biasanya, roh yang terkurang berdiam di sekitar tempat orang tersebut meninggal. Ada penjelasannya mengapa itu bisa terjadi. Salah satu skenario yang paling tragis adalah ketika seseorang bekerja keras sepanjang hidupnya untuk bisa membeli sebuah rumah, kemudian ia ditipu habis-habisan dan menjadi cepat

Kehidupan di Alam Sana

135

mati. Roh orang itu bisa dipastikan akan tetap tinggal di dalam rumah itu, tak mau pergi. Dapat dikatakan bahwa orang-orang seperti itu "membawa kekecewaannya sampai ke liang kubur". Keterikatan pada rumah mereka betul-betul sekuat seperti ketika mereka masih hidup. Keterikatan sekuat ini tidak hanya terbatas pada rumah. Saat berjalan-jalan di pegunungan pada musim gugur, kadang-kadang saya jumpai roh-roh para pejalan kaki yang terbunuh di sana. Mereka tetap terikat pada tempat yang telah mengubah nasib mereka. Di seluruh dunia orang menceritakan kisah-kisah tentang "rumah-rumah berhantu" dan "tempat-tempat misterius". Tempat-tempat semacam itu dihuni oleh roh-roh yang terkurung. Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu dengan roh semacam itu ketika berkunjung ke Czechoslovakia. Sekitar 15 menit berjalan kaki dari hotel tempat para wisatawan asing menginap, ada sebuah kompleks kuburan Yahudi yang terkenal. Saat sedang berjalan-jalan di suatu sore, saya mengamati sebuah batu nisan yang sepertinya baru beberapa menit sebelumnya roboh. Tetapi, yang lebih mengejutkan saya adalah apa yang berdiri di belakang batu nisan itu. Ada seorang lelaki. Tetapi ketika wajahnya saya amati lebih dekat, rasa takut akan apa yang saya lihat membuat saya terpaku. Matanya hilang, dan di kelopaknya hanya tertinggal dua buah lubang mata yang terbuka. Saya berkonsentrasi keras. Hari mulai gelap, jadi barangkali saya keliru. Tapi tidak—lelaki tanpa mata itu tetap di sana selama semenit atau lebih sebelum menghilang. Pekuburan itu ditutup pada malam hari dan kelihatannya tak ada orang lain masuk ke situ selain saya. Hanya ada satu penjelasan mengenai kehadiran lelaki itu: ia adalah roh yang terkurung, yang dihukum untuk tetap tinggal di kuburan itu dan tidak diperbolehkan menuju dunia lain secara layak. Hati saya sakit karena simpati pada kesedihannya. Tidaic semua roh yang terkurung seburuk itu. Orang yang mencintai tempat mereka lahir dan tumbuh juga da-

Manusia Tidak Mati

pat tinggal di dunia ini dan terikat di tempat itu. Walaupun sudah meninggal dunia, mereka tetap memikirkan kesejahteraan rumah mereka dulu dan nyatanya dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kemakmurannya. Tetapi jika roh-roh jadi terkurung pada suatu tempat karena telah merenggut hidupnya sendiri, mereka akan sangat tersiksa oleh penyesalan mendalam karena tak punya cara lain yang mungkin mereka lakukan untuk kesejahteraan daerah yang pernah mereka tinggali. Roh-roh itu tetap tinggal di bumi dengan harapan bahwa jika mereka ada di sini, mereka mungkin dapat kembali pada kehidupan, padahal mereka tahu bahwa keinginan itu tidak akan pernah tepenuhi. Penyesalan yang mendalam karena telah merenggut hidup mereka sendiri akan memastikan bahwa mereka akan tetap resah di antara dunia ini dan dunia yang akan datang, tak pernah bahagia. Boleh jadi roh-roh juga tinggal di suatu tempat di mana mereka pernah melakukan prestasi besar semasa masih hidup. Mereka ingin agar semua kenangan itu selalu ada di dekat mereka. Roh-roh seperti ini yang pernah saya jumpai selalu punya ekspresi yang sungguh-sungguh berbeda dari roh-roh korban bunuh diri. Bangga akan kenangan masa lalunya, mereka memancarkan sinar kebahagiaan. Setelah Mati, Karakter Manusia tidak Berubah Sekalipun sama-sama terkurung atau terikat pada suatu tempat, ada perbedaan besar antara roh dari orang yang mati karena bunuh diri dan roh dari orang mati yang telah melakukan suatu perbuatan baik. Juga, sekalipun samasama terikat pada suatu tempat, keduanya memiliki satu persamaan: apa pun alasannya mereka tetap terikat di bumi, karakter mereka tetap sama seperti ketika masih hidup. Orang-orang yang tak membiarkan dirinya disusahkan oleh soal-soal kecil atau yang dengan cepat mampu memulihkan diri dari keadaan sedih biasanya akan dengan mulus berjalan menuju dunia lain. Sebaliknya, orang-orang

Kehidupan di Alam Sana

137

yang merenggut hidupnya sendiri biasanya melakukan bunuh diri itu karena mereka begitu dipengaruhi oleh permasalahan yang mereka alami, sampai-sampai tak mampu melihat jalan keluar lain. Oleh karena itu, biasanya roh yang terkurung atau terikat pada suatu tempat adalah roh dari orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka akan selamanya terobsesi oleh keinginan untuk mati secara alami dan menyesal mengapa mereka dulu harus mati dengan bunuh diri. Orang yang sangat peduli akan masalah sesamanya dan orang yang sangat enerjik, setelah meninggal rohnya sering muncul di hadapan saya sebagai roh yang tidak bisa tinggal diam. Adik saya adalah anak yang rajin dan serius, serta sering membuat ibu kami berkomentar: "Ada saja yang dikerjakan anak satu itu..." Aspek kepribadiannya ini tetap tidak berubah bahkan setelah kematiannya. Ia mendatangi saya bukan hanya pada saat saya berbicara padanya, melainkan juga di saat-saat lain, bahkan ketika saya tidak sedang memikirkannya. Sebelum saya menyadari kehadirannya, ia sudah pergi lagi: ia tak pernah menyia-nyiakan waktu, dan kematian tidak mengubah karakter ini. Berkat kontak dengan roh-roh, saya bisa memastikan bahwa kepribadian seseorang tetap tak berubah bahkan setelah ia meninggal. Kepribadian ini tetap tak berubah selama seluruh periode ketika roh berusaha keras untuk bereinkarnasi. Kita semua tahu ada orang-orang yang memiliki rasa khawatir yang berlebihan mengenai soal-soal paling sepele, dan roh orang seperti itu juga akan punya karakter yang sama. Kecemasannya yang berlebihan tentang keluarganya mengisi setiap waktu mereka, dan rneieka seringkah menjadi roh-roh yang tidak pernah diam, terus menjaga setiap langkah yang dilakukan orang-orang yang mereka sayangi. Hai paling penting untuk diingat mengenai semua roh yang masih punya keinginan untuk tetap tinggal di bumi adalah bahwa bila keluarga yang telah mereka tinggalkan menyapa mereka, mereka akan merasa lebih tenteram, dan

Manusia Tidak Mati

akhirnya mau memahami bahwa tempat mereka adalah di dunia roh, bukan di dunia orang-orang yang masih hidup. Bahkan roh malang dari orang-orang yang mati karena bunuh diri dapat menerima kegembiraan besar karena perbuatan teman-teman dan keluarganya. Mengenang sang almarhum saat ia masih berkumpul bersama, bisa dengan membagikan segelas teh atau kopi kepada roh sang almarhum, dapat mengurangi beban penyesalan roh itu dan memungkinkannya untuk mulai meninggalkan dunia ini menuju ke dunia berikutnya. Nama Besar dan Harta Tak Punya Arti di Dunia Roh Harta benda yang diperoleh dengan susah payah dan nama besar yang duniawi tak ada artinya di dunia lain, dunia roh. Kaya atau miskin, setiap orang sama saja di sana. Banyak orang Jepang percaya bahwa dengan "membeli" nama harum orang yang sudah meninggal (anumerta) dari kuil Budha, peluang mereka untuk memperoleh kebahagiaan akhirat semakin besar. Kepercayaan ini cukup kuat sehingga banyak orang mau membayar mahal ke kuil-kuil itu demi memperoleh hak istimewa tersebut. Banyak orang kaya mampu membeli nama-nama kehormatan semacam itu, tanpa peduli akan kehidupan macam apa yang telah mereka jalani di dunia atau betapa mereka telah menyakiti orang lain. Sebetulnya, nama kehormatan tadi hanya untuk memuaskan ego orang-orang yang masih hidup. Anggapan bahwa nama besar akan memberi pengaruh besar di dunia roh adalah kesalahan besar. Bagaimana saya bisa bersikap begitu yakin mengenai hal itu? Mudah saja. Keyakinan itu saya peroleh dari apa yang selama bertahun-tahun dikatakan oleh roh-roh kepada saya mengenai diri mereka sendiri. Nama besar tidak ada artinya di dunia roh. Di dunia orang yang masih hidup, orang dapat begitu saja membeli ketenaran atau kedudukan. Tetapi setelah tahu banyak hal dari roh-roh, tentu saja saya terkejut bahwa status duniawi yang bisa dibeli itu mau dipaksakan juga untuk berlaku di

Kehidupan di Alam Sana

139

akhirat. Saya sungguh iega ketika roh-roh itu meyakinkan saya bahwa semua orang sama setelah kematiannya. Banyak orang menjadi kaya karena mereka hidup sangat hemat dan menabung: tak pernah makan enak, tak pernah bepergian... hanya bekerja. Cara hidup seperti itu tidak harus dijalani oleh seorang manusia. Bukannya saya mau mengatakan bahwa saya mendukung cara hidup yang konsumtif dan menyarankan orang untuk tidak bekerja. Yang ingin saya katakan adalah bahwa kita toh tetap harus punya sedikit kegembiraan untuk menuruti keinginan sekali waktu. Benarlah kata pepatah: "Kamu tidak bisa selalu membawa-bawa kekayaanmu". Surga dan Neraka: Sungguh Adakah? Banyak orang percaya bahwa alam baka dibagi menjadi dua: surga dan neraka. Sering kita membayangkan surga persis seperti yang kita lihat dalam lukisan: sebuah tempat penuh kedamaian, dengan alunan musik teramat lembut. Neraka, menurut banyak seniman, adalah tempat di mana begitu banyak ular menggeliat-geliat di tengah-tengah kolam darah. Kita harus mengakui bahwa gambaran seperti itu, atau yang senada dengan itu, kita peroleh dari orang-orang yang lebih tua ketika kita masih kanak-kanak. Kalau sikap hidup kita buruk, kita akan masuk neraka. Kalau sikap hidup kita baik, kita akan masuk surga, dibimbing oleh para malaikat dengan iringan musik. Sebagai cara untuk menanamkan nilai-nilai tertentu dalam diri anak-anak, cerita seperti itu memang luar biasa. Cara seperti itu sederhana sekaligus efektif untuk mengajarkan kepada kita untuk memperjuangkan kebaikan daripada kejahatan semenjak usia dini. Saya percaya, cara itu sangat efektif. Tetapi, sebagai seseorang yang selalu berhubungan dan dihubungi oleh roh-roh, saya tahu, dari para roh itu sendiri, bagaimana persisnya surga dan neraka itu. Mendiang

Manusia Tidak Mati

adik saya menjelaskan tentang neraka kepada saya meialui cara di bawah ini. Ketika meninggalkan dunia ini, kita semua akan melewati jalan yang sama, tak peduli apakah kita telah menjalani kehidupan yang baik atau yang tak bermoral. Kita semua akan berjalan dengan susah payah di sepanjang jalanan bertanah merah yang becek. Pada saat itu, beberapa dari kita akan berpikir, "Saya telah melakukan apa saja yang seharusnya saya lakukan. Saya telah menjalani hidup dengan saleh. Sekarang saya telah meninggalkan dunia, tanpa penyesalan. Semua yang harus saya kerjakan saat ini adalah berjalan menuju dunia berikutnya. ' "Teman-teman dan keluarga saya tak melupakan saya. Mereka berbicara kepada saya, menyisihkan makanan kesukaan saya, dan di saat berkumpul bersama, mereka menyebut-nyebut nama saya. Percaya bahwa dicintai oleh mereka, saya tahu bahwa yang paling baik saya lakukan adalah berjalan menuju ke dunia berikutnya. Saya pun tahu bahwa dalam perjalanan itu saya dapat nikmati pemandangan dan aroma bunga-bunga yang mereka kirimkan kepada saya.". Hanya roh-roh yang bisa mengenang dan merasakan halhal yang menyenangkan seperti itulah yang berada di surga. Jiwa-jiwa yang Kecewa, Dalam Perjalanan Mereka ke Alam Akhir Bagaimana dengan mereka yang tak puas dengan keadaan kematian mereka, dan yang tak dapat menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berada di antara yang masih hidup? "Saya ngebut. Seandainya saja tak harus terburu-buru ketika itu, pasti saya tak harus mati sebelum waktunya." "Orang itu membunuh saya, padahal saya belum mau mati ... Ini tidak adil. Pokoknya saya tak peduli. Saya belum mau menempuh perjalanan di dunia roh." Banyak sekali alasan yang membuat seseorang tidak puas

Kehidupan di Alam Sana

141

dengan kematiannya. Tetapi alasan yang paling umum adalah bunuh diri. "Kalau saja saya mengubah cara hidup saya, atau menempuh cara lain untuk melakukan apa yang telah saya lakukan, saya pasti tidak masuk dalam situasi itu, dan sekarang pasti saya masih hidup. Lebih parah lagi, keluarga saya sama sekali tak memberi perhatian kepada saya, dalam bentuk sekuntum bunga atau apa saja. Mereka bahkan tidak mengunjungi makam saya:! Mereka melupakan saya, seolah-olah saya tak pernah ada.; Saya begitu ingin untuk kembali... dan mencoba'lagi. Saya yakin bisa lebih baik dan benar kalau saya diberi kesempatan." Jiwa-jiwa yang tersiksa oleh berbagai pikiran semacam itu ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju dunia lain, adalah jiwa-jiwa yang berada di neraka. Melupakan segala "keinginan duniawi", kebesaran masa lalu, dan menjadi roh yang mampu menempuh perjalanan menuju dunia lain tanpa rasa kecewa atau menyesal, merupakan satusatunya cara agar terbebas dari masa percobaan yang sebenarnya berasal dari dalam diri sendiri. Dengan demikian, apa yang disebut "surga" atau "neraka" tergantung pada apa yang dirasakan oleh roh-roh saat mereka berjalan menuju dunia lain. Untunglah bahwa roh-roh yang berjalan melalui neraka ciptaan mereka sendiri tak perlu menjalaninya untuk selamanya, Dengan bantuan orang-orang yang masih hidup, neraka dapat berubah menjadi surga. Tentu saja roh dari orang-orang yang ketika masih hidup di dunia melakukan kejahatan bengis seperti membunuh, atau mereka yang tega menipu habis-habisan harta kekayaan seseorang, atau bersikap sangat menyakiti orang lain, mungkin tidak akan memperoleh perhatian dari keluarganya sehingga perjalanan mereka menuju dunia lain jadi lebih sulit. Jalan menuju bagian dunia lain yang dikenai sebagai surga itu amat panjang. Banyaknya kekecewaan serta penyesalan yang membebani pikiran roh-roh menambah sulit perjalanan itu. Setelah kita meninggal, menghilangkan perbuatan salah yang diremehkan, sebagai sesuatu, yang amat

Manusia Tidak Mati

tak penting sewaktu kita hidup tak semudah untuk menyapu kotoran di bawah karpet. Di Dunia Lain,- yang Ada Hanya Roh Kehidupan kita sehari-hari dipenuhi oleh pekerjaan kita, hobi kita, dan seribu satu hal lainnya. Tetapi masalahmasalah yang begitu mudah terlupakan dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi sangat penting di dunia lain itu. Seperti telah saya singgung, berjalan menuju dunia roh dengan menanggung beban rasa sakit dan penyesalan dalam diri sendiri adalah semacam neraka, karena kehidupan di dunia akhir adalah tempat kita mengalami kembali luka kehidupan kita. Proses ini dapat digambarkan dengan sangat tepat sebagai sebentuk disiplin yang ditimpakan pada jiwa-jiwa kita. Di sini saya harus menegaskan bahwa sikap orang-orang terhadap sesuatu setelah mereka meninggalkan dunia ini berbeda dengan sikap mereka ketika masih hidup. Mungkin mereka tak mau meielakan tempat duduknya bagi orang lain yang cacat, atau mengutang uang dari seorang teman dan tidak mengembalikannya, atau tak peduli akan kesulitan-kesulitan seorang teman. Kejadian-kejadian semacam itu mungkin sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya, dan pada saat itu mungkin kelihatan kecil artinya. Tetapi ketika orang masuk dalam dunia roh, ia akan diingatkan akan semua perbuatan yang pernah mereka lakukan, dan ia harus membayar atas segala perbuatan yang pernah ia lakukan atas orang yang bersangkutan. Di dunia ini, kita bisa menikmati pemandangan indah, mendengarkan dan mengapresiasi musik, menginginkan obyek-obyek tertentu. Aspek-aspek material kehidupan kita berpengaruh "besar terhadap perasaan kita. Tetapi di dunia lain, hanya soal-soal spiritual saja yang penting. Perjalanan menuju dunia lain yang paling memuaskan bagi roh adalah perjalanan yang lurus menuju reinkarnasi. Perjalanan seperti itu mengandaikan bahwa kita telah mampu membebaskan diri dari nafsu dan hasrat duniawi. Mem-

Kehidupan di Alam Sana

143

bantu roh saat ia melakukan perjalanan di sepanjang jalan ini merupakan kewajiban bagi kita yang masih hidup. Saya yakin bahwa kerja sama antara mereka yang berjalan di dunia ini dan mereka yang berjalan di dunia yang akan datang merupakan kunci menuju kebahagiaan bagi kita semua.

Transmigrasi

dan Reinkarnasi

147

Pandangan Saya tentang Reinkarnasi Seperti apakah keadaan di alam sana? Roh-roh mengatakan kepada saya hal berikut ini. Ketika seseorang meninggal, ia mulai berjalan, sendirian, di sepanjang jalan yang sangat panjang menuju akhirat. Jalan ini tak berubah. Anehnya, semua roh yang melintasi jalan itu tahu persis ke mana mereka pergi, seolah-olah ada kekuatan besar dari dalam diri mereka yang membimbing langkah demi langkah. Sesaat setelah lepas dari jasadnya, ada roh yang masih merasakan kerinduan besar akan dunia yang telah mereka tinggalkan, tetapi ada juga yang bahkan tak menyadari bahwa mereka telah meninggalkannya. Bagaimanapun, mereka mulai berjalan. Pada tahap ini, mereka masih belum merasakan keinginan akan dunia lain; cara berpikirnya pun masih sama seperti ketika mereka masih hidup. Ketika mereka berjalan lebih jauh, keadaan sekitar mulai berubah. Desiran angin berbeda. Cahaya menjadi suram. Kesulitan-kesulitan yang mereka alami sewaktu masih berada di antara yang hidup mulai dilepaskan satu per satu, seperti lapisan pakaian. Begitulah yang terjadi pada roh-roh yang ketika masih tinggal di dunia manusia telah memenuhi semua kewajiban dan melaksanakan tugas-tugas yang harus mereka penuhi. Ketika roh melangkah semakin jauh lagi, lambat laun pikirannya mulai mengarah pada reinkarnasi. Ketika perjalanan yang panjang itu selesai, roh akan masuk ke dalam cahaya yang amat menyilaukan, yang seolah-olah muncul dari sebuah lorong. Dengan demikian, roh itu sudah sampai ke sebuah tempat di mana ia akan mengalami reinkarnasi sebagai manusia lain. Saya menyebut periode sejak manusia meninggal (dan rohnya memasuki dunia iain) sampai akhirnya roh itu dilahirkan kembali sebagai manusia baru sebagai "perpindahan (transmigration) dan reinkarnasi." Yang penting, roh harus berjalan. Tidak sekadar berjalan, ia harus benalan dengan penuh keyakinan akan suatu ke-

1

Manusia Tidak Mati

hidupan baru. jika tidak begitu, ia akan berjalan tertatihtatih di sepanjang jalan bertanah merah yang becek dan membosankan. Rasa cinta dan perhatian kita kepada mereka yang sudah meninggal, juga ketetapan hati kita untuk tidak melupakan mereka, akan membantu roh-roh dalam meringankan perjalanan mereka. Reinkarnasi adalah aspek dari dunia roh yang tak dapat diabaikan dalam suatu studi mengenai apa yang terjadi setelah kematian. Saya akan membahas lebih lanjut aspek reinkarnasi ini. Kisah yang Luar Biasa tentang Reinkarnasi Sekali lagi, cerita yang satu ini juga terjadi pada masa kanak-kanak saya, tentang beberapa kejadian yang terjadi ketika saya mengunjungi sanak Saudara di Propinsi Chiba. Pada masa itu, kereta api jarang dan perjalanan dengan sarana transportasi ini tidak nyaman. Bagaimanapun, perjalanan panjang ke rumah nenek selalu menyenangkan saya, dan saya tidak sabar menantikannya. Pada masa itu, lampu-lampu jalanan jarang. Namun, malam hari di musim panas diterangi oleh kunang-kunang, yang memancarkan sinarnya bagaikan ribuan bola lampu kecil yang berkelap-kelip. Saya senang sekali menangkapi kunang-kunang, juga mengumpulkan jamur, yang tumbuh begitu tebal menutupi permukaan tanah. Kita tidak bisa berjalan di tanah yang ditumbuhi jamur tanpa menginjaknya. Hanya daerah berhutan saja yang tampaknya berubah, tidak seperti kunjungan saya sebelumnya. Tetapi saya tetap senang berjalanjalan di situ. Karena saya amat jarang berbicara dengan siapa pun, interaksi dengan alam adalah sesuatu yang betul-betul saya nikmati. Saya tinggal di rumah nenek saya ketika sesuatu yang tak akan pernah saya lupakan terjadi di desa itu. Sebuah keluarga tetangga nenek saya punya seorang anak laki-laki berumur dua lanun. Anci^ itu sakit-sakitan. Ia bahkan tak

i ransmigrasi dan Reinkarnasi

14

mampu bersuara. Pada suatu hari ia terserang selesma Dengan cepat, penyakitnya itu berkembang menjadi radan paru-paru, yang kemudian merenggut nyawanya. Kakakny adalah anak yang nakal. Si kakak ini menuliskan nam adiknya di salah satu tangan adiknya yang sudah mening gal itu. Tulisan itu tidak terhapus sewaktu tangannya d: letakkan dalam sikap doa dan anak itu dikubur di makar keluarga. Lebih dari sepuluh tahun berlalu. Si kakak sudah dewas dan menikah. Istrinya melahirkan seorang anak. Segera rt mah itu menjadi gaduh karena salah satu tangan bayi it mengepal sangat erat dan tak mau terbuka. Sambil meme gang tangan si bayi, neneknya membuka jari-jarinya sat demi satu. Itu dilakukan sambil berdoa. Ketika akhirny kepalan tangan bayi itu bisa terbuka, seisi keluarga sangc kaget karena melihat di telapak tangan bayi itu tertuli huruf-huruf yang sama seperti huruf-huruf yang duli ditulis ayahnya di tangan adik kecilnya yang meninggi karena radang paru-paru. Walaupun tidak diceritakan, peristiwa itu segera terseba di seluruh desa. Saya dengar keluarga itu mengambil tana dari makam sang adik, lalu mencoba menggosokkannya k telapak tangan si bayi agar tulisan tadi terhapus. Saya ta tahu persis apa yang kemudian terjadi setelah mereka me lakukan itu. Dalam perkembangannya, bayi tadi tak puny kesamaan fisik dengan adik ayahnya, juga tidak sama de ngan ayahnya. Ia cepat menangkap pelajaran. Saya sendi] yakin bahwa ia adalah reinkarnasi dari si anak kecil yan seandainya hidup lama, pasti akan menjadi pamannya. Pemeliharaan yang Baik dan Reinkarnasi Sekalipun orang mengalami inkarnasi, penampilannya ata kepribadiannya tidak pernah sama seperti penampilan ata kepribadiannya pada kehidupan sebelumnya. Kalau dalar kehidupan sebelumnya seseorang tidak berhasil dalar usahanya untuk menguasai suatu bidang atau keterampila: tertentu, orang itu mungkin akan mengalami reinkarna;

10

Manusia Tidak Mati

menjadi seseorang lain yang memiliki bakat yang tidak dimiliki dalam kehidupan sebelumnya itu. Begitulah proses untuk menerangkan apa yang kita sebut sebagai bakat alam atau bawaan lahir. Roh juga mengatakan kepada saya bahwa anggota satu keluarga: orangtua, kakak/adik laki-laki/perempuan, suami, istri, juga sering pernah punya ikatan satu sama lain dalam kehidupan sebelumnya. Tetapi, anggota satu keluarga boleh jadi pernah hidup sebagai sebuah keluarga di mana pun saja di bumi, tak perlu di tempat yang sama dalam kehidupan mereka sekarang. Memang kedengaran tak masuk akal bahwa boleh jadi dalam kehidupan kita sebelumnya kita pernah menjadi anggota ras atau bangsa tertentu yang sama sekali berbeda dengan ras atau kebangsaan kita dalam kehidupan kita saat ini. Lalu, adakah alasan yang lebih baik daripada ini untuk tidak saling berperang? Yang dapat dipastikan mengenai reinkarnasi adalah kemungkinan yang sangat besar bahwa kita akan dilahirkan kembali sebagai manusia lain dengan jenis kelamin yang sama. Saya percaya bahwa sikap hidup kita dalam kehidupan sekarang ini berpengaruh sangat besar atas kebahagiaan kita dalam kehidupan kita yang akan datang. Sebab saya tahu kalau kita selalu memperhatikan dan menghargai roh pelindung kita dalam kehidupan sekarang ini, roh pelindung kita itu, juga roh-roh yang lain, akan dengan senang hati membimbing kita menuju kepenuhan dalam kehidupan kita yang akan datang. Bagi orang-orang malang yang kehilangan saudara lelaki atau perempuan atau anaknya yang masih kecil, saya menyarankan: berdoalah kepada roh pelindung Anda untuk menjamin supaya kehidupan berikutnya dari saudara lelaki atau perempuan atau anak yang masih kecil itu panjang dan penuh. Itulah maksud memberikan perhatian kepada roh.

10 Memberi Perhatian kepada Roh

15

Manusia Tidak Mati

bangsaan orang yang rohnya berbicara kepada saya, komunikasi di antara pikiran akan melampaui halangan bahasa dan menjamin bahwa pesan terpahami. Kami kembali menaiki anak tangga, kembali ke luar. Sinar rembulan membantu kami menemukan reruntuhan gereja. Sambil menghadap ke reruntuhan gereja itu, kami memanjatkan doa untuk beberapa saat bagi jiwa-jiwa para imam itu. Sekali lagi saya mendengar suara, kali ini mengucapkan rasa terima kasih atas "doa manis" kami. Tak pernah saya mengalami sebuah komunikasi yang begitu mendalam dengan roh dari kepercayaan agama yang berbeda. Keberadaan Kita Sekarang Ini Adalah Berkat Leluhur Kita Jangan pernah lupa bahwa keberadaan kita sekarang ini adalah berkat leluhur kita. Yang membantu kita dalam saat-saat sulit bukanlah leluhur dari generasi-generasi yang amat tua, melainkan leluhur 4ari tiga atau empat generasi sebelum kita. Banyak dari leluhur generasi yang amat tua sudah mengalami reinkarnasi dan mereka kembali tinggal di dunia ini. Kepada leluhur kita dari tiga atau empat generasi sebelum kita itulah kita sebaiknya memberikan persembahan seperti yang telah saya sarankan. Satu hal lagi perlu Anda ingat pada saat Anda sedang melakukan persembahan. Sekalipun Anda sendiri sekular (tidak menganut agama atau aliran kepercayaan tertentu dengan ketat), bila Anda sedang melakukan persembahan bagi roh dari orang yang menganut agama atau aliran kepercayaan tertentu secara saleh, Anda tetap harus bersikap tulus menghargai agama atau aliran kepercayaan roh itu. Apabila kekuatan roh ditambahkan pada kekuatan kita, kita akan merasakan semacam mukjizat yang membuat kita percaya bahwa ada kekuatan adikodrati yang membantu kita. Sebagai manusia, kita iemah dan sering bimbang. Tetapi jika kita selalu memberikan perhatian tulus kepada

1

Manusia Tidak Mati

e'"Lucy," tanya saya, "apakah kau punya hubungan atau tahu sesuatu tentang Arizona?" < ni :> ,, "Ibu saya mengatakan bahwa kakek saya ada di Arizona-," jawabnya. "Tetapi saya masih "bocah ketika dipisahkan dari ibu saya, maka saya tak yakin. Namun saya harus mengakui, bahwa kata Arizona terasa punya arti khusus bagi saya." Kalau sudah dalam keadaan seperti itu, saya selalu merasa tidak sabar. Saya sangat ingin tahu dengan tepat di mana tempat itu di Arizona dan apa namanya. Lalu, saya dapat melihat deretan bangunan yang lain, kali ini dengan konstruksi yang jauh lebih kokoh. Sambil menutup mata, saya bertanya pada adik saya, "Masao, apa nama tempat dengan bangunan-bangunan kokoh ini? Aku tahu mungkin kau tak dapat menolongku. Kita sedang berada di Amerika Serikat sekarang ini. Seandainya kau tahu, dapatkah kaukatakan padaku?" Sambil berkata demikian, saya mulai mengusap-usap paha saya dengan resah, siap menerima pesan.
• *

Di Tempat Itulah Leluhur Lucy Hidup Dua atau tiga menit berlalu. Tiba-tiba, pemandangan yang tadi saya lihat muncul kembali. Tetapi kali ini saya dapat melihat tulisan "Los Angeles" pada papan di luar sebuah bar. "Ah, Los Angelesi" seru saya, sebelum kehilangan nama itu. "Lucy, apakah kau punya kenangan tentang Los Angeles?" "Kakak perempuan saya pernah berkata bahwa keluarga kami dulu tinggal di sana. Nyonya Gibo, Arizona dan Los Angeles adalah tempat tinggal leluhur saya! Menakjubkan!" Matanya bersinar gembira. "Ya, Lucy, kau sepenuhnya benar," jawab saya lega. "Saya senang kau dapat memecahkannya dengan cepat." Apabila pemandangan seperti ini muncul di belakang seseorang,- hampir bisa dipastikan bahwa pemandangan itu

Memberi Perhatian Kepada Ro

15

melukiskan suatu tempat ui mana leluhur mereka hidup, atau tempat di mana mereka dikuburkan. Mengapa roh membuat pemandangan seperti ini muncul di hadapan saya? Itu adalah cara mereka mengekspresikan rasa keterikatan mereka pada tempat yang pernah, mereka tinggali. Saya berpaling kembali pada Lucy, dan bertanya apakah ia pernah mengunjungi makam leluhurnya. "Apa? Setahu saya, kakak perempuan saya adalah satusatunya saudara yang masih hidup. Ia dapat mengingat ibu saya dengan baik dan sering bicara tentangnya... Harus saya akui bahwa saya merasa lebih kesepian setiap kali menyadari bahwa saya tak tahu apa-apa mengenai leluhur saya, atau bagaimana kehidupan mereka." Ia duduk dengan mata sedih. "Lucy," lanjut saya, "kehidupan ketika itu tidak membuatmu gembira, bukan?" "Anda benar. Tak ada yang berjalan mulus bagi saya. Saya harus terus-menerus bekerja ... Saya senang menata rambut. Saya memperoleh semacam ijazah yang mengakui keterampilan saya sebagai penata rambut. Tetapi pergaulan saya dengan para karyawan lain di tempat pertama saya bekerja tidak mulus, dan saya ditipu oleh seseorang di sana. Saya harus pergi dan berpindah-pindah dari satu negara bagian ke negara bagian yang lain selama beberapa waktu. Saya mencuci piring, bekerja sebagai pembantu... tapi tak pernah cocok dengan semua majikan saya. Semakin keras usaha saya semakin buruklah hasil yang saya peroleh. "Memang memalukan, tetapi ada saat ketika saya mula: bergabung dalam sekte ilmu hitam yang aneh. Setelah itu segala sesuatunya kian memburuk. "Seorang teman wanita bertanya apakah saya mau p^rg dengannya ke San Francisco. Katanya, ia punya pekerjaar baik di sana, dan ia juga mendapat pekerjaan yang cocol buat saya. Usaha itu pun gagal. Saya tinggal bersamanya sampai bulan berikutnya, tetapi kemudian saya harus pergi tanpa uang sepeser pun. "Kakak perempuan saya dan saya adalah penganut Kria

10

Manusia Tidak Mati

ten. Saya merasa bahwa saya sedang dihukum oleh Tuhan, bagaimana menurut Anda? Saya tak tahu alasan yang lain lagi mengapa saya selalu ditimpa kemalangan. Saya tak sabar menunggu untuk bertemu Anda agar saya dapat bertanya." Pembacaan saya mengatakan bahwa Lucy berasal dari keluarga yang tak pernah pirnya harta milik sendiri. Lelaki yang muncul dalam pemandangan di Arizona adalah buyut laki-lakinya, yang awalnya saya kira seorang budak: ia tak punya pakaian, kulitnya terbakar matahari sampai berwarna cokelat tembaga, dan tubuhnya yang begitu kurus— seakan-akan bisa patah setiap saat—jelas memperlihatkan bahwa ia kekurangan gizi. Lelaki dalam pemandangan di Los Angeles adalah anaknya: kakek Lucy. Seperti ayahnya, saya yakin, ia tak pernah punya rumah dan sampai akhir hayatnya hidup miskin. Apa yang diinginkan mereka berdua dari Lucy adalah jelas—perhatian yang baik dan doa. t Lucy Mengirim Pesan kepada Leluhurnya "Lucy," saya memulai lagi, "saya ingin kau mendengarkan dengan saksama dan tak salah mengerti apa yang saya katakan di sini. Leluhurmu bekerja sangat keras demi membangun masa depan yang lebih baik bagi keturunan mereka. Tetapi ternyata mereka tak dapat membebaskan diri dari belenggu kemiskinan, dan dikuburkan di Arizona dan Los Angeles. "Sekaranglah kesempatan bagimu untuk membahagiakan mereka. Katupkanlah kedua belah tanganmu seperti biasanya kaulakukan waktu berdoa, dan kenanglah mereka dengan manis. Setiap pagi, cobalah untuk membayangkan bahwa ada dua orang lagi yang hidup di apartemenmu, selain kau dan kakakmu, dan suguhkan sepotong roti panggang di piring, bahkan kalau bisa juga gelas berisi jus atau beberapa cangkir kopi. Sudut meja adalah tempat yang cocok untuk menaruh semua itu. Dan jangan lupa

Memberi Perhatian Kepada Roh

16

mengucapkan selamat pagi kepada mereka berdua, dengan sangat jelas." "Perlukah saya mengucapkan 'Amin' juga?" "Tak perlu, Lucy," lanjut saya, "ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak menyangkut kepercayaan agamamu. Tidak ada hubungannya dengan Kristus atau Perawan Maria—lakukanlah itu sebagai suatu bentuk doa yang sama sekali netral. "Saya ingin kau menganggap roh kakek dan buyutmu selalu ada di sampingmu. Jika kau lakukan apa yang saya sarankan, saya yakin hidupmu akan berubah menjadi lebih baik, karena kakek dan buyutmu akan menjadi roh pelindungmu. "Mereka akan tergerak oleh perhatian yang kauberikan karena itu akan membuat mereka gembira. Mereka pur akan melakukan yang terbaik untuk membantumu—setiaf saat kau merasa bahwa kau telah mencapai batas kemampuanmu sendiri, mereka akan datang mengulurkan bantu an. Sudilah kau mau melakukan saran-saran saya." Saya harus berbicara dengannya selama satu jam tentanj roh-roh: mengapa tak ada yang perlu ditakutkan tentanj mereka, bagaimana tindakan-tindakannya sendiri akan me nentukan apakah roh-roh akan melindunginya atau tidak. Ia berterima kasih atas nasihat saya. "Saya paham, Nyonya Gibo. Apabila saya merasa seakai tak dapat mengatasi masalah, saya harus meminta kake saya untuk menolong, begitu, bukan?" ia bertanya, memas tikan bahwa ia mengerti maksud saya sepenuhnya. Enam bulan kemudian, saya mengunjungi San Francisc kembali untuk urusan bisnis. Saya sengaja mengatur pe: temuan dengan seorang teman Lucy. Kepada teman it saya menanyakan keadaan Lucy. "Ia menjadi cerah tak terkira,' jawabnya gembira. melakukan segala sesuatu yang Anda sarankan dan sungguh-sungguh tekun." Memberi Perhatian kepada Leluhur Anda, Setiap Hari Pernah terjadi, selama beberapa tahun, religioUs boom mela

1

Manusia Tidak Mati

da Jepang, Konon, orang-orang yang tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk "menyenangkan roh-roh leluhur mereka—bahkan roh leluhur yang sudah mengalami reinkarnasi—selalu akan mengalami nasib buruk kalau mereka enggan melakukannya. Konon juga, kepada kaum wanita dikatakan bahwa mereka akan mendatangkan kematian bagi dirinya sendiri dan seluruh anggota keluarganya kalau mereka tidak mau mengeluarkan uang sebagai ganti doa yang seharusnya dipanjatkan bagi bayi-bayi yang mati sebelum dilahirkan atau yang mati begitu dilahirkan atau yang, karena alasan medis, harus digugurkan. Setiap kali mendengar omongan seperti itu, ada rasa marah besar dalam diri saya. Roh tak sejahat itu. Roh leluhur kita paling bahagia apabila menerima perhatian dan persembahan sederhana yang kita kirimkan kepada mereka setiap hari dengan tulus. Apabila saya tahu bahwa banyak orang menghamburkan uangnya, konon, demi menghibur roh-roh sampai orang-orang itu jatuh miskin, bahkan sampai berutang, saya akan sangat terheran-heran jaclinya. Daripada dipakai untuk keperluan seperti itu, saya yakin bahwa uang itu lebih baik digunakan demi usaha mencegah peperangan. Dengan demikian kita akan mendidik anak-anak kita untuk tidak melakukan kebodohan akibat hawa nafsu manusia untuk menghancurkan sesamanya. Roh para leluhur kita akan sangat gembira jika kita berusaha mencegah berkecamuknya perang. Agama memberi manusia kekuatan untuk menghadapi kesulitan yang ditemui dalam kehidupannya. Selain itu, adalah sesuatu yang mulia untuk percaya pada Tuhan. Tetapi, jika Anda mulai mempercayai bahwa Anda harus bertindak melaiui cara tertentu dan bakal mendatangkan penyakit atau nasib malang bagi Anda sendiri maupun seluruh anggota keluarga Anda bila tidak melakukan cara tertentu itu, maka Anda harus mempertimbangkan kembali kepercayaan Anda itu. Tunjukkanlah kepada anak dan cucu Anda bagaimana memberikan perhatian kepada leluhur mereka. Anda tak akan pernah menyesalinya.
x J

Memberi Perhatian Kepada Roh

Jangan Mengatakan Hal-hal yang Melukai Perasaan Roh Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari saat Andc berhubungan dengan roh. Salah satunya adalah melontarkan kata-kata buruk tentang roh seseorang yang tak pernalr cocok dengan Anda, bukannya mengucapkan kata-kata yang baik kepadanya. Tanpa kata-kata kita yang peda; tentangnya, di dunia sana roh-roh sebetulnya sudah di bebani kesedihan karena mereka harus menebus keiakuai mereka yang buruk semasa mereka masih di dunia ini. Kelakuan buruk ^yang diperbuat di dunia ini bertambal sepuluh kali lebih berat di dunia roh. Karena diliputi pe nyesalan mendalam yang tak pernah mereka bayangkai sewaktu masih berada di dunia ini, roh orang-orang yan] melakukan kejahatan tersiksa, tubuh dan pikirannya, olel perasaan-perasaan yang, tak peduli bagaimana cara merek mencoba untuk menekannya, tak akan membiarkan merek tinggal dalam damai. Inilah "neraka" seperti yang telah say paparkan sebelumnya. Oleh karena itu, orang-orang yan mereka tinggalkan, yang masih berada di dunia ini, ta perlu menambah beban penderitaan mereka di dunia roh. Mempersembahkan bagi roh-roh makanan yang dulu ta biasa mereka makan sewaktu masih berada di dunia ir adalah hal lain yang hendaknya tak usah dilakukan. Pernah saya punya teman baik yang sangat tidak m< nyukai ikan. Baru sekali itulah saya tahu ada orang yan begitu tidak menyukai ikan, sampai-sampai sajian sepoton ikan saja di meja sudah cukup membuatnya mual. Mengira bahwa siapa tahu di dunia roh ia jadi suka ikai keluarganya menaruh sepotong ikan di meja, sebagai pe sembahan untuknya, pada suatu malam ketika mereka S' dang makan. Ternyata tindakan mereka itu sangat keliru. Pada malam itu juga, roh teman saya itu menampakku diri pada anak perempuannya dalam mimpi, dan berkat "Kau tahu betul bahwa aku tak tahan akan bau ikan; jil kau sekali lagi menaruhnya di meja, aku tak akan be gabung denganmu lagi pada waktu makan." Setelah bertahun-tahun berhubungan dengan roh-ro

Manusia Tidak Mati

saya tahu bahwa makanan dan minat yang digemari seseorang sewaktu masih berada di dunia ini tetap tak berubah bahkan setelah orang itu tinggal di dunia roh. Aspek penting lainnya untuk menyajikan persembahan bagi roh-roh menyangkut bejana yang digunakan. Pastikan bahwa cangkir yang Anda tuangi teh atau kopi untuk mereka tidak retak atau rusak. Persembahan Anda adalah kegembiraan besar bagi mereka. Tidak ada roh yang akan merasa senang bila mereka dianggap tidak pantas lagi "minum" dari cangkir yang masih bagus. m Ungkapan Cinta Anda kepada Roh Biasanya, pada saat-saat peringatan kematian, permata dipersembahkan kepada roh seseorang yang senang memakainya. Tetapi, jangan hanya sekadar mengambil kotak permatanya dan meninggalkannya begitu saja di suatu tempat. Pilihlah sepotong atau lebih yang sesuai untuknya. Roh orang itu akan sangat tersentuh oleh perhatian yang Anda berikan. Jangan pernah mempersembahkan- sepatu kepada rohroh. Sekalipun itu adalah sepatu yang paling ia gemari, Anda tak pernah tahu apa saja yang pernah diinjak oleh sepatu itu. Oleh karena itu, sepatu adalah persembahan yang tak pantas. Roh orang yang meninggal di musim panas akan sangat berterima kasih bila kepadanya dipersembahkan segelas air dingin; sementara roh orang yang meninggal dalam musim dingin akan menyukai air hangat. Yang aneh adalah orang yang meninggal karena sakit akan langsung meminta atau air dingin atau air hangat menjelang kematiannya, tak peduli apakah itu sedang musim dingin atau musim panas. Tetapi jangan melakukan kesalahan dengan mempersembahkan obat-obatan, atau pun pembungkusnya, kepada roh orang yang meninggal setelah lama menderita sakit. Rohnya tak ingin diingatkan kembali akan pergumulan panjangnya melawan maut. Sebaliknya, mereka akan sangat senang menerima persembahan makanan yang mereka su

Memberi Perhatian. Kepada Roh

165

kai ketika masih sehat, dan apa saja yang mereka senang menggunakannya seperti misalnya, harmonika, raket tenis atau kaset lagu-lagu kesayangan mereka. Ada orang-orang yang ragu-ragu dalam menyajikan per sembahan. Mereka mulai berpikir apakah mangkuk atai gelas atau peralatan lain yang digunakan sebagai tempa persembahan harus dicuci secara terpisah, dan apakah se mua perlengkapan itu harus dilap dengan kain lap tersen diri. Tidak perlu ada pembedaan seperti itu—semu« perlengkapan itu harus diperlakukan sama dengan per lengkapan lainnya yang digunakan oleh mereka yang masil berada di dunia ini. Yang terpenting adalah perasaan se nang yang timbul dalam memberi perhatian kepada leluhu Anda. Bagaimanapun, yang diinginkan oleh roh-roh adalal bahwa Anda tetap menganggap mereka sebagai bagian ke luarga. Mengabulkan Keinginan Terakhir Orang yang Anda Cintai Ada banyak dan beragam cara orang ingin tubuhnya dipei lakukan setelah rohnya tidak lagi tinggal di dalam tubu itu. Ada yang menginginkan abunya dijatuhkan dari p« sawat ke laut, ada yang ingin tubuhnya dikubur di lau bahkan ada juga yang ingin tubuhnya dimangsa binatang. Sering kali ada saudara saya yang datang pada saya, da mengajukan pertanyaan begini: "Apakah cara ini sudah b< nar?" Saya menjawab bahwa tak ada cara yang lebih bai untuk memperlakukan tubuh yang sudah tidak lagi d tinggali rohnya daripada cara yang diinginkan oleh orar itu sendiri menjelang ajalnya. Kalau keinginan itu semp; tersampaikan. Di banyak negara, hukum memberikan batasan-batass tertentu pada cara-cara memperlakukan jasad. Sekalipu demikian, mengabulkan keinginan seseorang yang disar paikan menjelang ajalnya tetap merupakan cara terbai sebab dengan keinginan yang terkabul mereka akan menu dunia roh dengan perasaan puas.

1

Manusia Tidak Mati

Saya punya teman seorang wanita yang senang menghabiskan waktu sendirian. Ia merasa kesulitan dan tertekan untuk berbicara dengan keluarganya, apalagi dengan teman-temannya. Hal yang paling ia senangi adalah duduk di suatu pojok sendirian, sambil membaca buku. Ia sendiri pernah berkata, "Tak ada sesuatu pun yang lebih baik daripada membaca buku sambil mendengarkan suara dedaunan yang jatuh dari pohon." Ia meninggal secara mendadak dalam usia tiga puluhan. Ia menulis dalam catatan hariannya bahwa ia ingin dikuburkan sendirian, jauh dari orang-orang lain. Ia tak sanggup membayangkan abunya ditempatkan dalam makam yang penuh sesak. Tetapi, keluarganya mengabaikan keinginannya itu: mereka mempunyai tanah pekuburan untuk keluarga dari generasi ke generasi, maka mereka tak melihat alasan untuk tidak menguburkan abunya di sana. Setahun kemudian, empat anggota keluarganya yang masih hidup bermimpi sama. Dalam mimpi itu almarhumah terlihat menutupi telinganya dan mengatakan bahwa ia tak tahan dengan suara orang-orang yang berbicara di sekitarnya, dan memohon untuk dipindahkan ke suatu tempat di mana tidak ada seorang pun yang dikuburkan. Tetapi keempat anggota keluarga itu tetap tak mempedulikan permohonannya, dan menganggap mimpi mereka yang sama itu sebagai suatu kebetulan belaka. Tibatiba, tiga orang dari mereka mulai mengeluh sakit kepala yang luar biasa, sampai akhirnya menyadari bahwa mereka harus memindahkan abu jenazah saudara perempuannya. Setelah membeli sebidang tanah (yang harganya sangat murah karena terletak di luar jalan di dekat pegunungan), mereka menguburkan abu jenazah saudaranya di sana. Sakit kepala mereka pun hilang dalam sekejap. Memilih Tempat Pemakaman yang Diinginkan Mendiang Tidak jarang terjadi bahwa pihak suami atau pihak istri menyatakan keinginannya untuk bercerai, tetapi tidak di-

Memberi Perhatian Kepada Roh

16

penuhi oleh salah satu pihak. Atau, acia pasangan yang status hukumnya saja yang menyatakan mereka sah sebagai suami istri, tidak lebih dari itu. Ada anggapan yang cukup umum berlaku bahwa idealnya suami istri dikuburkan berdampingan. Tetapi dalam kasus hubungan suami istri seperti disebutkan di atas, mungkin lebih baik mereka tidak dikuburkan berdampingan. Kehidupan di dunia lain panjang. Kita harus melakukan segala sesuatu yang mungkin kita lakukan untuk membual perjalanan roh orang-orang yang kita cintai nyaman. Dan, ternyata, itu termasuk tidak menguburkan secara berdampingan orang-orang yang ketika masih hidup di dunia ini tidak saling cocok satu sama lain. Selagi kita masih sehat dan punya kesempatan, lebih baik kita memberi tahu keluarga kita cara yang kita inginkan terhadap jenazah atau abu kita. Kita bisa menyampaikan keinginan seperti itu dengan cara bergurau, misalnya. Yang penting, keinginan kita itu tersampaikan dan didengar oleh keluarga kita. Ada di antara kita yang suka berada di tengah-tengah kesibukan sehari-hari, ada yang suka tempat yang tenang ada yang suka pegunungan, ada yang suka laut, ada juga yang senang memandangi tempat tinggalnya. Termasuk upaya membantu agar roh-roh hidup nyaman di dunianya adalah dengan memastikan bahwa mereka dikuburkan d: tempat yang suasanya mirip dengan tempat yang duh mereka sukai. Seorang teman saya yang senang tinggal d blok apartemennya mengatakan pada saya bahwa ia ingir abunya diletakkan di ruangan bawah tanah bersama abi orang-orang lainnya sehingga ia tidak akan merasa ke sepian Kalau memang itulah yang ia inginkan, segala cara harus ditempuh agar keinginan itu terwujud. Jangan ragu-ragu mengatakan kepada orang lain bagai mana jenazah atau abu Anda akan diperlakukan. Tempa jenazah atau abu Anda dikuburkan memainkan peranai penting dalam kehidupan Anda di dunia roh. Berpindah tempat sewaktu Anda masih hidup di dunia ini relati mudah. Memindahkan jenazah atau abu Anda sepenulmy;

1

Manusia Tidak Mai

harus dilakukan oleh orang lain. Maka, sampaikanlah apa keinginan Anda selagi Anda masih hidup di dunia ini. JANGAN MENGUBURKAN BINATANG BERSAMA TUANNYA Binatang dan manusia sama-sama dapat merasakan suasana hati masing-masing. Mereka saling menghibur dan saling mencintai sedemikian rupa sehingga binatang dianggap bagian dari keluarga. Tetapi, kita tak pernah boleh lupa bahwa sebagai manusia kita dilahirkan dengan taraf eksistensi yang lebih tinggi daripada binatang. Selama kita hidup, kita belajar banyak dan harus mengerjakan banyak hal. Tak semuanya menyenangkan. Di lain pihak, manusia mampu merasakan kebahagiaan dengan caracara yang tak pernah bisa dirasakan oleh binatang. Dunia manusia dan dunia binatang berbeda. Dunia roh manusia dan dunia roh binatang pun berbeda. Panjangnya waktu yang dihabiskan binatang di dunia roh jauh lebih singkat daripada waktu manusia. Dengan kata lain, binatang mengalami reinkarnasi jauh lebih cepat daripada manusia. Anjing dan kucing biasanya menjadi binatang kesayangan keluarga. Kita biasanya memberi mereka nama. Roh adik saya mengatakan pada saya apa yang terjadi pada binatang semenjak meninggalkan dunia ini. "Anjing kecil berbulu putih halus yang dulu kamu pelihara, sekarang sedang menempuh kehidupan bahagia yang lain," katanya. Atau, "Kucing betina milikmu, Si Miko.. sudah dilahirkan kembali sebagai binatang yang sangat pandai, dan pemiliknya memeliharanya dengan baik." Bersama dengan potongan-potongan berita tentang binatang-binatang kesayangan yang bertahun-tahun saya sayangi, selalu datang peringatan: Jangan pernah menguburkan binatang di samping manusia. Binatang berada dalam taraf eksistensi yang berbeda dengan manusia, kata adik saya; sekalipun Anda sangat menyayanginya, dunia roh binatang berbeda dengan dunia roh manusia.

Memberi Perhatian Kepada Roh

16

Saya sendiri perlu waktu cukup larna untuk bisa me nerima kenyataan itu. Ketika masih kanak-kanak, say; menganggap kucing kesayangan saya lebih sebagai saudari daripada sekadar sebagai binatang kesayangan. Saya me mang tak pernah menganggapnya sebagai binatang, bahkai setelah kucing itu mati. Adalah keadaan yang sangat memberatkan bagi binatani kalau ia dikuburkan bersama majikannya. Ketika masii berada di dunia bersama majikannya, binatang amat sada bahwa mereka harus berhati-hati dalam bersikap agar tida membuat majikannya marah. Itu karena taraf eksistensiny lebih rendah daripada taraf eksistensi majikannya. Selai itu, perasaan manusia terhadap binatang yang merek sayangi di dunia ini sama sekali berubah di dunia rol Ketika seseorang telah memasuki dunia roh, ia akan mt nyadari bahwa ada dunia lain bagi roh binatang kesayanj an. Adalah suatu kesalahan besar menguburkan binatan kesayangan bersama majikannya. Binatang seharusnya punya tempat pekuburannya sei diri, yang seharusnya berstandar lebih rendah daripad pekuburan manusia. Jika binatang kesayangan Anda mal berbuatlah sesuatu yang bisa menjamin bahwa binatan kesayangan itu mencapai dunia rohnya secepat mungki: Masing-masing kebudayaan mempunyai kebiasaan yar berbeda menyangkut cara penguburan binatang. Menuru semua kebiasaan itu termasuk upaya untuk menjamin k bahagiaan binatang di dunia rohnya. Yang paling utama untuk diingat adalah bahwa bina tar dan manusia berbeda, maka perlakuan antara keduam pun harus berbeda. Saya punya seorang teman yang m melihara seekor anjing besar. Anjing itu sangat pandai d; setia pada keluarga. Ia juga dapat disuruh ke tukang d ging atau pedagang ikan hanya dengan sebuah catatan mulutnya. Bisa dipastikan bahwa keluarga itu mempe lakukan anjingnya bagai anggota keluarga. Setelah menjalani hidup yang panjang dan bahagia, a jing itu mati. Keluarga itu pun amat berduka, seolah-ol

1

Manusia Tidak Mati

Ketika ia berbicara, sebuah gambaran yang menarik muncul di belakangnya. Seperti biasa, gambaran itu begitu jelas, seperti kalau kita melihatnya di layar televisi, kecuali warna-warnanya yang pudar. Saya mulai memaparkan apa yang saya lihat. "Seorang gadis berumur kira-kira 10 tahun sedang menuntun seekor kuda. Hujan, dan semakin deras saja. Jalanan yang dilalui gadis dan kudanya hanyalah jalan setapak di tengah-tengah sawah. Di kejauhan tampak hutan yang agak gelap. Saat itu musim dingin, menjelang petang. "Jalan setapak itu mulai tak tampak, karena hujan yang semakin lebat mengganggu pandangan. Anak perempuan yang kelihatan miskin itu tampaknya mulai panik kehilangan pedoman. Hujan semakin lebat dan semakin lebat." Masai mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut saya dengan sungguh-sungguh. Wajahnya memperlihatkan rasa tidak percaya. Saya melanjutkan. "Anak perempuan itu, yang mengenakan kimono sederhana yang kelihatannya telah dicuci berkali-kali dan jaket pendek, berusaha sekuat tenaga mengendalikan langkah kudanya agar tak terperosok masuk ke sawah. Tetapi ia tetap tak mampu. Di punggung kuda itu terdapat beban yang tampaknya sangat berat, sehingga kuda itu tampak amat kepayahan. Anak perempuan itu mulai menangis. Ia berseru minta bantuan. Tetapi tak ada seorang pun yang mendengarnya. Ia sendiri tak dapat berbuat apa-apa selain mengawasi kudanya yang membawa beban berat, sedikit demi sedikit terbenam ke dalam sawah. "Gambaran itu berakhir di sana—saya tak tahu apa yang terjadi selanjutnya pada anak perempuan itu atau kudanya." Sebuah Kisah yang Menyayat Hati Apa yang saya paparkan berdasarkan penglihatan tadi rupanya menyentuh perasaan Masai yang mendalam. Begitu saya selesai dengan pemaparan saya, ia menangis. "Saya tak kunjung bisa melupakan hari itu sekalipun

1

Manusia Tidak Mati

anak kuda. Karena masih mud3 dan bertubuh kecil, tentu saja kuda itu belum bisa menguasai langkahnya, apalagi dengan beban berat di punggungnya. Tetapi, atas desakan majikan mudanya, kuda itu pun berjalan, terhuyunghuyung, dan nyaris tenggelam di bawah tumpukan barang yang harus dibawa di punggungnya. Pemandangan seperti itu pasti mengundang kesedihan mendalam dari siapa pun yang menyaksikannya. Siapa yang tega membebankan kesalahan matinya seekor kuda kepada anak kecil, yang memuat barang-barang dengan semestinya ke punggung kudanya pun tidak mampu, apalagi punya kekuatan cukup untuk menarik kuda itu beserta bebannya dari lumpur? Saya sendiri pun, yang sudah kenyang akan cerita-cerita yang menyedihkan, tak mampu menahan tangis. Sang Kuda Meminta Perhatian "Masai, mungkin sulit bagimu untuk mempercayai," saya mulai, "bahwa kudamu sedang meminta perhatianmu. Kau pasti tidak keberatan menaruh semangkuk air dan barangkali beberapa wortel, atau makanan lain yang disukai kuda, di meja dapurmu, dan ucapkanlah doa terima kasih pada kudamu itu. Kuda adalah binatang yang pandai, maka saya yakin ia bisa memahami perasaanmu. Kalau kau melakukan apa yang saya sarankan, gangguan makanmu pasti akan berakhir." Dengan keinginan yang sangat besar ia berjanji untuk memenuhi saran saya. Seminggu kemudian, ia kembali datang menemui saya. Dengan girang ia menceritakan bahwa pada hari itu juga nafsu makannya telah kembali normal. Beberapa tahun kemudian, sekali lagi saya bertemu dengannya "Problem saya hilang setelah itu," katanya dengan sebuah senyuman. "Sampai sekarang saya tetap menyajikan persembahan untuk roh kuda saya." Tentu saja ada dari antara Anda yang sulit untuk percaya bahwa kita pun perlu membuat persembahan bagi roh

Memberi Perhatian Kepada Roh

15

binatang, seperti yang kita lakukan bagi roh manusia. Tetapi, begitu banyak contoh nyata yang membuktikan kebenarannya. Saat ini, kuda kecil yang bekerja keras itu tentu sudah kembali bersama kita di dunia ini. Ia tentu sudah mengalami reinkarnasi, dan kali ini tentu hidupnya lebih menyenangkan.

Roh Pelindung Anda

17

Yang Harus Dilakukan Bila Anda Ingin Dilindungi oleh Roh Pelindung Anda Seperti sudah saya paparkan pada bab-bab sebelumnya perlindungan dari roh dapat membuat perbedaan besa dalam kehidupan kita. Agar roh pelindung mau membanti kita setiap saat kita membutuhkan bantuannya, kita sendir harus memiliki kebaikan jiwa agar diterima oleh roh. Ap; maksudnya? "Aturan" paling utama, jika Anda suka menyebutnya demikian, agar roh pelindung sudi mengakui kebaikar serta membantu' Anda adalah sedapat mungkin berupayi untuk tidak pernah bersikap kecewa atau putus asa. Yanj paling tidak disukai oleh roh pelindung adalah sikap mencemaskan segala sesuatu yang belum tentu terjadi, dar lebih buruk lagi, sesuatu yang kemungkinan besar tak akar terjadi. Bergembiralah, berpikirlah ke depan, yakinlah akar perasaan Anda sendiri. Hanya dengan bersikap demikiar roh pelindung akan bersedia membantu Anda. Mengetahui Siapa Roh Pelindung Anda Saya yakin bahwa siapa pun akan senang kalau ia tahi; siapa Sebenarnya roh pelindungnya. Tidaklah terlalu suli1 untuk tahu siapa roh pelindung Anda. Setiap kali Anda punya waktu liiang, pejamkan rria'tc Anda, lalu bayangkanlah orang-orang yang dekat dengar Anda yang telah meninggalkah dunia ini. Bayangan rol pelindung : Anda ketika ia melintas dalam benak Anda adalah sesuatu yang tak akan pernah Anda lupakan. Anda akan mengingat orang itu secara gamblang, bahkan sampai pada tingkah lakunya. Jika pikiran Anda tiba-tiba dibanjiri oleh kenangan akan seseorang yang punya arti khusus bagi Anda, itu bukan suatu kebetulan. Itu disebabkan oleh kedekatan orang tersebut dengan Anda. Pada saat demikian, yakinlah bahwa Anda telah menemukan identitas roh pelindung Anda.

10

Manusia Tidak Mati

"Sudilah Menjadi Roh Pelindung Saya" Barangkali Anda berharap bahwa roh seseorang tertentu sudi menjadi roh pelindung Anda—seseorang yang cakap, pandai, atau anggota masyarakat yang disegani. Itu mungkin saja. Boleh jadi roh itu adalah roh dari orang yang pernah menjadi relasi atau teman, atau mungkin guru Anda. Bicaralah dengannya, kenanglah ia, dan mintalah ia untuk menjadi roh pelindung Anda. Pada dasarnya, roh penuh dengan kebaikan: jika Anda sungguh-sungguh menginginkan bantuannya, ia tentu akan mengabulkannya. Sekalipun jarang terjadi, mungkin saja bahwa roh dari seseorang yang sama sekali belum pernah bertemu dengan Anda mau menjadi roh pelindung Anda. Itu bisa terjadi asalkan Anda memintanya dengan baik-baik dan hasrat Anda untuk memperoleh perlindungan darinya kuat. Satu hal perlu diingat: Anda tak bisa selalu bersikap sebagai penerima kemurahan hati roh. Anda juga harus bersikap sebagai pemberi—berdoalah agar perjalanan mereka menuju akhirat mulus, dan setiap kali Anda menikmati minum teh atau kopi, ingatlah untuk juga menyajikan teh atau kopi Anda bagi roh. Kenanglah dengan manis orang yang Anda harapkan rohnya menjadi roh pelindung Anda. Kalau itu Anda lakukan, Anda akan menciptakan suasana atau lingkungan di mana roh itu merasa senang berada dekat dengan Anda. Kalau roh pelindung Anda senang tinggal bersama Anda sepanjang waktu, Anda akan merasakan suatu perubahan dalam hidup Anda, bagai perubahan dari musim dingin yang menusuk tulang menjadi musim semi yang sinar mataharinya mei<ghangatkan bumi. Roh pelindung Anda akan membantu Anda melewati krisis hidup yang besar, dan Anda akan menyadari bahwa kemalangan yang mungkin saja menimpa Anda berkurang menjadi masalah kecil. Sebagai contoh, seandainya Anda terlibat dalam suatu kecelakaan yang pasti mengakibatkan luka serius pada Anda, ternyata Auida lolos dari maut dan

Roh Pelindung Anda

181

hanya mendapat luka kecil. Saya tahu banyak sekali kasus seperti ini. Ungkapkanlah Rasa Terima Kasih Anda dengan Nyata Pesan-pesan yang disampaikan oleh roh pelindung akan Anda terima dengan sangat mudah, kalau Anda sering mengenang roh itu dan meminta bantuannya. Ia akan menanggapi ketulusan Anda. Jangan biarkan pikiran-pikiran lain masuk ke kepala sewaktu Anda memikirkan roh pelindung Anda. Bila kita cukup keras mengkonsentrasikan pikiran, kita berpeluang mengatasi suatu hambatan, baik fisik maupun lainnya. Dan yang paling penting, jangan Anda lupa untuk selalu mengungkapkan rasa terima kasih Anda secara nyata apabila menerima bantuan roh pelindung Anda. Jika itu Anda lakukan, akan tiba waktunya ketika Andc memperoleh 'pertanda' mengenai peristiwa-peristiwa yang kira-kira akan terjadi. Mungkin Anda secara tiba-tiba saja merasakan ketidakmudahan melakukan perjalanan ke suati tempat atau untuk melakukan sesuatu, atau mungkin saja rol pelindung Anda akan muncul dalam mimpi untuk mengingat kan Anda tentang suatu bencana yang akan menghadang. Pada dasarnya, hubungan antara diri kita dan roh pelin dung kita adalah hubungan memberi dan menerima. Kit; tak mungkin mengharapkan pertolongan dari roh jika kit; mengabaikan kewajiban kita sebagai orang yang masil tinggal di dunia ini untuk memberi perhatian kepada roh. Kemungkinannya jauh lebih besar bahwa roh sudi mem bantu orang yang bersikap optimis dan berpikir jauh k depan. Roh tidak akan sudi memberikan perlindunganny kepada orang yang punya kecenderungan membenci, mu dah marah, atau mudah cemburu. Apa pun yang terjadi, bersyukurlah bahwa Anda hiauj dalam sikap yang selalu mengupayakan yang terbaik dalar segala usaha Anda. Sikap hidup yang demikian, ditamba! dengan perlindungan yang Anda peroleh dari roh pelindun Anda, akan menjadikan Anda orang yang baik dan berbudi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->