Anda di halaman 1dari 3

KUESIONER SURVEY BAKSO PEKIH

A. IDENTITAS PEMILIK USAHA


Bakso pekih merupakan usaha kecil menengah yang dimiliki oleh ibu walijah (47 tahun).
Beliau menjalankan usaha bakso bersama dengan suami dan anggota keluarga yang lain.
Ibu walijah tidak mempunyai riwayat pendidikan karena tidak mempunyai kesempatan
untuk bersekolah. Alamat rumah dan tempat usahanya sama karena berada pada satu
bangunan yaitu Jalan Pekih no. 16 Rt 2 Rw 2 Purwokerto. Bu walijah bersama suami
memulai usaha pada tahun 1985 dengan berjualan keliling.
B. ASPEK BISNIS : MODAL DAN ASET USAHA
Modal awal dalam membangun bisnis bakso pekih adalah 500.000 rupiah yang modalnya
berasal dari uang pribadi pemilik. Dari modal tersebut pemilik usaha mengaku dapat
meraih omset hingga 300 juta per bulan pada tahun 2013 dan mengalami kenaikan pada
tahun 2014 menjadi 470 juta pada tahun 2015. Sedangkan keuntungan yang diperoleh
pada tahun 2013 adalah sekitar 175 juta perbulan dan di tahun 2014 sebanyak 250 juta.
C. ASPEK BISNIS: BAHAN BAKU DAN PRODUK
Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan bakso pekih antara lain daging sapi,
telur , tepung dan tetelan. Bahan baku dari tahun 2013 dan 2014 sama. Bahan baku
tersebut diperoleh dari pasar lokal. Ada beberapa macam jenis produk bakso yang
dihasilkan yaitu bakso urat, bakso biasa, bakso telur dan bakso tetelan. Produk yang
dihasilkan jenisnya tidak berubah dari tahun 2013- 2014.
D. ASPEK PENJUALAN
Produk bakso pekih dijual tunai 100 %, jadi ketika pembeli datang langsung membayar.
Setelah membayar tunai baru pelanggan dapat menikmati produk bakso sesuai jenis
pesanannya. Penjualan bakso dilakukan oleh pemiliknya sendiri dibantu suami dan
anggota keluarga yang lain. Bakso pekih merupakan salah satu usaha bakso yang terkenal
di purwokerto, jadi jangkauan penjualannya sampai sekarang sudah mencapai tingkat
kabupaten/ kota mdya. Rasanya yang enak dan gurih membuat usaha bakso ini terkenal di
kalangan masyarakat Purwokerto. Menurut penuturan pemilik bakso pekih, cara yang
digunakan dalam meningkatkan penjualan produk adalah dengan menjaga kualitas
produk dan memuaskan pelayanan pelanggan. Mungkin kedepan usaha bakso pekih akan
lebih gencar lagi dalam mempromosikan produknya agar jangkauan penjualan bisa

menembus pasar yang lebih tinggi.


E. ASPEK BISNIS : OPERASIONAL
Dalam berbisnis pastinya ada hambatan dan kendala, begitu pula yang dirasakan oleh
pemilik bakso pekih. Dulu pemilik memulai usahanya dengan berjualan keliling dari satu
desa ke desa lain. Mencari pelanggan juga bukan hal yang mudah pada waktu itu. Namun
sekarang karena bisnisnya sudah lumayan maju, pemilik bakso pekih mudah dalam
mencari modal maupun pelanggan. Akan tetapi kendala yang dihadapi sekarang adalah
sulitnya mencari pekerja yang bertahan bekerja dalam waktu yang lama. Mitra kerjapun
juga masih belum terfikirkan oleh pemilik. Dalam keseharian kegiatan usahanya,
transaksi usaha dicatat setiap harinya oleh pemilik sendiri atau anggota keluarga lain yang
membantu bisnisnya.
F. ASPEK SOSIAL : PEMBINAAN DAN SERAPAN TENAGA KERJA
Jumlah tenaga kerja tetap yang ada sekarang ( 2014) sebanyak 13 orang, sedangkan tahu
lalu hanya 10 orang. Untuk pegawai tidak tetap biasanya direkrut saat bulan puasa atau
suasana lebaran karena biasanya waktu tersebut sangat ramai pelanggan. Setiap tahunnya
direkrut pegawai tidak tetap sebanyak 5- 7 orang. Diantara pegawainya tidak ada yang
memiliki kecatatan atau lansia.
Pemilik usaha bakso pekih mengaku tidak sering dan tidak teratur dalam melakukan
pembinaan terhadap para pegawainya. Pembinaan yang dilakukan diantarnya adalah cara
melayani pelanggan, cara menghadapi pelanggan yang komplain, cara mengolah bahan
baku dan manajemen pembagian tugas masing- masing pegawai. Meskipun pegawai
tersebut dibna, tetapi pemilik sendiri belum pernah mengikuti acara pelatihan atau
pembinaan mengenai bisnis atau kewrausahaan.
G. ASPEK INOVASI
Dari aspek inovasi pemilik usaha bakso pekih mengaku belum mempunyai ide ataupun
inovasi yang besar dan cemerlang mengenai usahanya. Selama ini yang dilakukan
hanyalah menjaga kualitas produk dan kepuasan pelayanan. Inovasi hanya dilakukan
dalam bentuk penambahan jenis bakso. Awalnya bakso yang dibuat berupa bakso biasa
dan urat saja. Seiring dengan kemajuan bisnisnya, akhirnya produk yang dihasilkan
ditambah dengan jenis bakso telur dan bakso tetelan. Penambahan jenis produk yang
dihasilkan ternyata menambah keuntungan. Bakso pekih merupakan salah satu usaha

bakso yang tidak hadir pertama di darah tersebut. Menurut penuturan pemilik juga bahwa
dia tidak pernah mengajak orang lain untuk bergabung ataupun melakukan bisnis yang
sama dengannya.
H. VISI BISNIS KEDEPAN
Harapan yang ingin segera terwujud adalah menambah cabang usaha baksonya. Pemilik
mengatakan bahwa pemilik sudah memiliki cabang di dekat kampus Universitas Jenderal
Soedirman. Cabang bakso pekih juga rame pelanggan karena rasanya yang memang lezat
dan tekstur baksonya yang lembut. Selain itu, pemilik juga berharap agar usaha bakso ini
bisa dilanjutkan oleh keturunannya.