Anda di halaman 1dari 26

Perkembangan Arsitektur Barat &

Timur
BAB I : PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Manusia telah mempraktekkan arsitektur sejak jaman sebelum masehi. Hal ini disebabkan
oleh adanya kebutuhan- kebutuhan seperti kebutuhan akan hunian dan tempat ibadah.
Bangunan yang dibangun untuk hunian dan tempat ibadah masih sangat sederhana dengan
menggunakan material-material yang berasal dari alam.
Usaha pemenuhan kebutuhan ini tentu saja berasal dari praktek kehidupan sehari-hari atau
berasal dari budaya masyarakat tersebut. Oleh karena itu arsitektur dapat dikatakan sebagai
produk dari sebuah kebudayaan dari suatu komunitas masyarakat.
Pengertian kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia yang dimiliki sebagai
makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menafsirkan lingkungan yang
dihadapinya (Suparlan,Pasurdi,1980). Sedangkan fungsi dari kebudayaan itu adalah
sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terwujud dalam berbagai tindakan
(Gartiwa,Marcus,2011)
Wujud

wujud
dari
yaitu(Gartiwa,Marcus,2011) :

kebudayaan

dapat

dikategorikan

menjadi

Kompleks dari die-ide,gagasan,nilai-nilai,norma-norma,peraturan,dsb.

Kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat

Benda-benda hasil karya manusia

tiga

Arsitektur bisa kita katakan sebagai kumpulan dari ide-idemanusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya berdasarkan kegiatan- kegiatan yang dilakukan sehari-hari yang
kemudian menghasilkan sebuah produk seperti misalnya hunian, tempat ibadah dll.
Arsitektur tidak bersifat statik, arsitektur berkembang seiring dengan perubahan pola pikir,
gaya hidup, perubahan alam dan perkembangan ilmu pengetahuan yang otomatis
mengubah kebudayaan yang ada didalam masyarakat sehingga produk-produk yang
dihasilkan dri kebudayaan akan berubah pula sesuai dengan perkembangan aspek-aspek
yang telah disebutkan diatas.
Oleh karena itu perkembangan arsitektur penting untuk dipelajari selain untuk memahami
bagaimana arsitektur di masa lalu juga agar kita dapat mengambil pelajaran untuk
perkembangan arsitektur selanjutnya.
Sebelum mempelajari lebih lanjut perkembangan arsitektur di dunia khususnya Asia dan
Eropa ada baiknya kita mempelajari orientasi dari arsitektur barat dan timur untuk melihat
perbedaan dan menemukan persamaan antara masing-masing arsitektur.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA


II.1 Orientasi Arsitektur Barat dan Timur
Pengertian dari orientasi adalah kiblat atau pegangan (YB,Mangun Wijaya,1988).
Dahulu perbedaan antara arsitektur barat dan timur terlihat sangat jelas. Hal ini disebabkan
oleh beberapa aspek dan faktor diantaranya adalah Iklim dan keadaan alam, budaya dan
agama.
Arsitektur barat terutama arsitektur di Eropa, dikenal dengan firmitas, utilitas dan venustas,
yang merupakan trilogi dari arsitek Marcus Vitruvius. Buku Vitruvius yang berjudul De
Architectura atau The Ten Book of Architecture telah menjadi pegangan bagi banyak arsitek
di Eropa bahkan di Asia. Vitruvius dengan triloginya telah menetapkan dasar-dasar dari
sebuah perencanaan dan perancangan. Untuk membangun suatu bangunan yang bagus
kualitasnya haruslah memiliki tiga aspek ( Firmitas, utilitas dan venustas) tersebut
didalamnya. Firmitas adalah kekuatan bangunan, atau daya tahan bangunan. Hal ini
berhubungan dengan struktur dan konstruksi bangunan tersebut. Utilitas adalah
kenyamanan pengguna didalam bangunan tersebut, berhubungan dengan fungsi bangunan,
tata dan program ruang, luasan, dll yang berhubungan dengan aspek kenyamanan. Yang
terakhir adalah venustas yaitu keindahan dari bangunan, hal ini berhubungan dengan
bentuk dan wujud dari bangunan.
Pada masa arsitektur klasik ketiga aspek tersebut diterjemahkan kedalam proporsi, dimana
didalam struktur dan konstruksi, proporsi diterapkan pada struktur kolom dan balok yang
merupakan struktur utama dari sebuah bangunan. Besar dan tinggi kolom harus sesuai
dengan jaraknya, karena balok-balok yang digunakan adalah balok yang terbuat dari batu,
sehingga beban yang diterima oleh kolom sangat besar. Dari segi kenyamanan proporsi
menentukan luasan ruang sedangkan dari segi keindahan proporsi mewujudkan bentukbentuk yang simetris yang pada masa arsitektur klasik disebut sebagai keindahan.

Skema 1. Trilogi dari Vitruvius

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 2

Konsep ini telah tersebar di seluruh daratan Eropa dan digunakan oleh para arsitek dalam
merancang bangunannya. Konsep tersebut juga masih dipergunakan hingga kini. Oleh
karena itu kita bisa menyimpulkan bahwa arsitektur barat yang berpegangan kepada teori
Vitruvius memiliki tiga orientasi penting yaitu struktur dan konstruksi, fungsi, proporsi dan
tatanan serta yang terakhir, para arsitek di Eropa dan negara barat umumnya
berorientasikan logikanya dalam merancang dan membangun.
Berbeda dengan arsitektur Timur, walaupun banyak mendapat pengaruh dari arsitektur
barat, arsitektur timur memiliki ciri tersendiri. Budaya, agama dan kepercayaan sangat
berpengaruh pada arsitektur timur. Masyarakat membentuk arsitektur berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan dari buaya serta agama dan kepercayaan. Sehingga sebuah
produk arsitektur ditimur akan dinilai sejak dari proses perancangannya, tidak hanya hasil
akhirnya. Bagi arsitektur timur, firmitas, utilitas dan venustas juga merupakan faktor penting,
tetapi pada ketiga aspek tersebut akan ditambahkan oleh unsur-unsur dari budaya,agama
dan kepercayaan, baik pada proses konstruksi, fungsi dan tata ruang, dan juga pada
keindahannya.
Kita ambil saja sebagai contoh arsitektur di Indonesia. Romo Mangunwijaya memiliki konsep
guna dan citra yang dipergunakan sebagai konsep awal dalam merancang. Konsep guna
dan citra ini hampir sama dengan triloginya Vitruvius, hanya saja terdapat unsur-unsur
budaya, agama dan kepercayaan didalam guna dan citra.
Jika dibandingkan dengan teori Vitruvius maka guna bisa disamakan dengan firmitas dan
utilitas. Guna adalah hal-hal yang berhubungan dengan struktur dan fungsi dari bangunan.
Tetapi dalam pengertian guna tidak hanya berhubungan dengan struktur dan fungsi, guna
juga berhubungan dengan keuntungan dan mamfaat yang bisa diberikan oleh karya
arsitektur kepada pengguna dan lingkungannya,guna juga berhubungan dengan
kemampuan suatu karya arsitektur memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada
pengguna dan lingkungannya. Sedangkan citra bisa disamakan dengan venustas tetapi
memiliki pengertian yang lebih luas, karena bukan hanya berhubungan dengan keindahan
saja, tetapi citra juga berhubungan dengan image dari bangunan maupun
pemilik/perancangnya.
Citra juga menunjukkan tingkat spirituilitas dan derajat serta
martabat dari manusia.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 3

Skema 2. Guna dan Citra

Selain dari teori guna dan citra, paradigma kosmologi dan mitologi juga menjadi
dasar dalam arsitektur Timur terutama Indonesia. Para arsitek tradisional
sangat mementingkan alam dan Tuhan atau kepercayaan dalam
merancang suatu karya arsitektur yang tercermin pada proses perancangan dan
tentu saja pada hasilnya. Sebagai contoh bentukan meru pada bangunan pura
di Bali. Bentukan yang berrtingkat- tingkat tersebut adalah hasil dari
penyelarasan diri dengan alam, yaitu dari gunung Mahameru.

Gambar 1. Bentukan meru pada pura yang merupakan penyelarasan dengan


gunung Mahameru, sumber: http://www.trekearth.com/

Selain konsep penyelarasan dengan alam, proses-proses perancangan dan


pembangunan juga menggunakan ritual-ritual keagamaan dan kepercayaan yang
sesuai dengan agama dan kepercayaan atau kebudayaan setempat.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa orientasi arsitektur
timur adalah spiritual, mementingkan proses-proses perancangan dan pengaruh
agama dan budaya didalamnya.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 4

BAB III : PEMBAHASAN


III.1 Arsitektur Barat
Setelah mempelajari orientasi arsitektur barat dan timur, selanjutnya adalah
mengenal sejarah perkembangan arsitektur dunia dari masa pra sejarah hingga
kini. Tujuannya adalah selain untuk mengetahui arsitektur di masa lalu juga
sebagai bentuk pembelajaran untuk diterapkan dalam praktek arsitektur masa
kini.
1.

Arsitektur Pra Sejarah

Arsitektur sudah ada sejak jaman pra sejarah. Hal ini disebabkan karena
aristektur adalah sebagai solusi kebutuhan manusia. Sebagai jawaban dari
kebutuhan manusia terhadap tempat berlindung, maka arsitektur menjawabnya
dengan hunian. Terdapat bukti pada masa pra sejarah manusia sudah mampu
membangun hunian bahkan sebuah kampung. Bukti tersebut bisa kita lihat di
Anatolia Turkey, sebuah kampung yang dinamakan catalhoyuk
Perkampungan ini menunjukkan peradaban yang lumayan maju pada masa itu.
Bukti ditemukan pada hunian yang dibangun dengan menggunakan material
batu bata (yang terbuat dari lumpur yang dikeringkan),dinding sudah di cat dan
terdapat tikar sebagai alas di lantai, beberapa furniture built in juga ditemukan,
beberapa bangku dan rak-rak yang melekat pada dinding, serta beberapa lubang
penyimpanan hasil panen. Di perkampungan ini juga sudah terdapat tempat
ibadah atau kuil.

Gambar 2.CatalHoyuk sebuah bukti perkampungan masa pra


sejarah di Anatolia,Turkey, sumber: www.acientanatolia.com

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 5

2.

Arsitektur Mesir Kuno

Piramid adalah bukti sejarah yang masih dikagumi hingga sekarang. Bangunan
yang berfungsi sebagai kuburan ini menarik dikaji terutama dari segi
konstruksinya. Hal ini menunjukkan pada masa itu metode konstruksi sudah
maju karena manusia sudah mampu membangun bangunan yang tinggi.
Piramid ini dibangun pada tahun 3050-900 BC. Piramid dibangun menggunakan
material setempat yaitu limestone, granit dan tura yang jumlahnya mencapai
2.300.000 buah . Metode penyusunan batu ini menggunakan batuan yang
dipotong-potong dan disesuaikan bentuknya, karena tidak menggunakan bahan
apapun sebagai pengikat diantara batu.

Gambar 3.Piramid Mesir


Sumber : (kanan) www.architecture.about.com,(kiri) Spyro
Kostof

Selain piramid, masyarakat mesir juga telah membangun kuil-kuil pemujaan.


Kuil-kuil ini telah dilengkapi dengan program ruang dan dekorasi-dekorasi pada
kolom yang indah.

Gambar 4.Kuil Khonsu di Karnak


Sumber : http://www.ancientegypt.co.uk

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 6

Kolom-kolom yang dipergunakan menggunakan dekorasi atau ornamen yang


diambil dari bentuk-bentuk tumbuhan yang ada disekitarnya, berikut beberapa
karakteristik dari kolom-kolom yang ada di arsitektur mesir kuno :

Terbuat dari batu


(limestone,sandstone,granit)
yang di pahat mirip dengan
batang pohon atau bundel
jerami atau batang tanaman

Bagian atas dari kolom


berbentuk/motif bunga lili,
teratai,pelem atau pohon lontar
dibagia

Bagian atas berbentuk kuncup


atau bentuk

Relif yang berukiran tegas dan


Berwarna terang

Gambar 4.beberapa jenis kolom di Mesir yang


mengambil bentuk dari tumbuhan
Sumber : Sir Banister-Fletcher, New York, 1950,p.
43

3.

Arsitektur Klasik

Perkembangan arsitektur di Eropa sangat mempengaruhi arsitektur dunia. Eropa


biasanya menjadi kiblat dalam berarsitektur. Banyak teori arsitektur Eropa
yang dijadikan pedoman para arsitek dalam berarsitektur hingga kini.
Banyak yang mengatakan bahwa arsitektur klasik adalah arsitektur yang
keindahannya tidak memudar dan bertahan mengarungi jaman. Hingga sekarang
konsep-konsep arsitektur klasik masih dipergunakan dalam dunia arsitektur.
Masa arsitektur klasik di Eropa dapat dibagi menjadi tiga masa yaitu :

Yunani (700-323 BC)

Contoh dari arsitektur masa klasikYunani adalah


Kuil Parthenon.
Beberapa karakteristik dari masa
klasik-Yunani adalah denah biasanya
berbentuk segi empat atau bujur

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Gambar 5.Kuil Parthenon Yunani

Page 7

Sumber : www.architecture.about.com

sangkar, simetri, proporsi, kolom yang digunakan pada kuil adalah kolom doric.
Sedangkan pada kuil Yang lebih kecil dan interior biasanya menggunakan kolom
ionic.

Hellenistic ( 323-146 BC)


Pada masa hellenistic kuil-kuil sudah
menggunakan kolom Ionic dan
corinthian

Gambar 5.Kuil Hellenistic


Sumber : www.architecture.about.com

Roman (44 BC-476 AD)


Pada
masa
Roman,
arsitektur
berkembang pada bentukan baru
yang disebabkan oleh penemuan
material baru yaitu beton. Metode
konstruksi juga berubah. Kolom
dengan
lengkung-lengkung
dan
denah berbentuk lingkaran atau
elips menambah perbendaharaan
bentuk dalam berarsitektur pada
masa itu

Gambar 5.kolloseum Roma Italy


Sumber : www.architecture.about.com

Arsitektur klasik dikenal dengan bentuk kolom serta ornamen, berikut jenis-jenis
kolom pada masa arsitektur klasik :

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 8

Karakteristik :

Karakteristik :

Diletakkan
langsung ditanah
tanpa pedestal or
base

Diletakkan diatas
base yang
menyerupai
piringan yang
ditumpuk

Shaft lebih besar


dibagian bawah

Shafts biasanya
bergalur tetapi bisa
juga polos

Shaft
bergalur,halus

Doric

Bagian atas bulat

Ionic

Tidak terdapat
pahatan atau
ornamen lainnya
Karakteristik :

Karakteristik

Shaft yang bergalur

Shaft diletakkan
didasar yang
sederhana. Shaft
biasanya polos,
shaft berbentuk
silinder dengan
proporsi yang
sama dengan
kolom Ionic

Bagian atas
didekorasi dengan
bentuk
gulungan,daundaunan, dan bunga

Corinthian

Sepasang volutes
(ornamen bentuk
gulungan) dibagian
atas

Ornamen di bagian
atas menjuntai
keluar yang
mengesankan
ketinggian

Tuscan

Halus dan bagian


atas berbentuk
lingkaran, tidak
terdapat pahatan
atau ornament

Karakteristik :
Merupakan
gabungan dari klom
Ionic dan
Corinthian

Corinthian

Berikut beberapa contoh alat-alat untuk konstruksi dan metode konstruksi pada
masa arsitektur klasik

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 9

Gambar 6 Metode konstruksi pada


masa arsitektur klasik.
Sumber : Mansbridge,John,p.23

Beberapa elemenelemen pada masa arsitektur klasik :

Gambar 7. elemen-elemen arsitektur


pada masa arsitektur klasik.
Sumber : Mansbridge,John,p.25

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 10

4.

Arsitektur Kristen Awal

Gambar 8. elemen-elemen arsitektur pada masa arsitektur klasik.


Sumber :

Arsitektur kristen awal berkembang pada tahun 373 500 AD. Merupakan
perkembangan lebih lanjut dari arsitektur Roman. Contoh bangunan pada yang
memiliki unsur arsitektur kristen awal adalah Pantheon, Roma Italy oleh arsitek
Marcus Agrippa. Beberapa karakteristik dari arsitektur kristen awal adalah :

Material cast concrete (pada kubah),batu bata.

Dome/kubah

Perubahan dari bentuk rectangular (roman) ke byzantine style

Penggunaan bentuk Lingkaran dan lengkung

Penggunaan kuda-kuda kayu

Bentang lebih lebar

Berikut beberapa contoh denah yang merupakan byzantine style

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 11

Gambar 7. Denah yang berubah dari


bentuk rectangular menjadi bentukbentuk lingkaran atau elips.
Sumber : Mansbridge,John,p.25

Contoh bangunan lainnya yang mendapat pengaruh arsitektur kristen awal


adalah museum Hagia Sophia, Istanbul, Turki. Dahulunya bangunan ini
merupakan sebuah gereja, yang kemudian diubah menjadi mesjid sesudah
konstantinopel ditaklukkan oleh pasukan muslim dan sekarang fungsinya
menjadi museum. Bangunan ini dibangun oleh arsitek Arthemius dan isodius.
Material yang digunakan adalah batu bata, marmer dan mozaik yang berwarnawarni

Gambar 8. Saint Sophia/ Hagia


Sophia

5.

Romanesque

Sumber :

Dengan penemuan-penemuan material dan metode konstruksi baru, bentukbentuk dan gaya barupun ditemukan. Pada tahun 500-1200 AD, gaya arsitektur
berkembang menjadi gaya romanesque. Contoh dari arsitektur pada masa ini
adalah katedral Pisa,Itali. Bangunan ini dibangun oleh arsitek Buscheto pada
tahun 1093

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 12

Gambar 9 . Katedral Pisa, Itali


Sumber : http://spirituality.knoji.com

Beberapa karakteristik pada masa ini adalah :


Menara yang besar

Perkembangan denah menjdi bentuk salib

Bangunan yang besar

Simetris

Struktur lengkung

Dekoratif/ornamen

Dinding tebal
Bangunan- bangunan pada masa ini semakin
terlihat berseni dengan dekorasi-dekorasi dan
ornamen yang rumit dibagian interiornya seperti
yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 10 . Dekorasi dan ornament yang merupakan pahatanpahatan yang rumit dan beseni tinggi
Sumber : http://spirituality.knoji.com

Pada masa ini beberapa bentuk denah dari gereja dan katedral juga berubah
menjadi bentuk salib, kemungkinan dengan alasan-alasan dan konsep spiritual.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 13

Gambar 11 . Dekorasi dan ornament yang merupakan


pahatan-pahatan yang rumit dan beseni tinggi
Sumber : Mansbridge,John,p.59

6.

Gothic

Arsitektur gothic berkembang pada tahun 1100-1450 AD. Pada masa ini sebagian
besar gereja dan katedral menggunakan aliran arsitektur gothic. Arsitektur
gothic memiliki konsep spirituil dimana gereja dan katedral dibangun dengan
bentuk yang menjulang tinggi kelangit. Hal ini bisa dilakukan karen pada masa
ini sudah memiliki metode konstruksi yang mampu membangun bangunan yang
tinggi dan memiliki dinding yang lebih tipis daripada bangunan-bangunan
terdahulu.
Dengan memiliki ketebalan dinding yang lebih tipis, mamfaat lainnya adalah
gereja dan katedral pada masa ini lebih terang karena memiliki banyak bukaan
yang bisa membuat interiornya diterangi oleh cahaya alami. Penggunaan kacakaca mozaik yang berbentuk lukisan juga menambah suasana spirituil didalam
gereja dan katedral.
Beberapa karakteristik dari arsitektur gothic adalah :

asimetris

Pointed Arches (lengkungan yang meruncing)

Ribbed Vaulting

Flying Buttresses

Jendela-jendela yang menggunakan mozaik

Sculpture

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 14

Contoh dari asritektur gothic adalah katedral Chartres,Chartres,Perancis. Bentuk


asimetris akan terlihat pada fasadnya dimana bentukan 2 terlihat bentukan
menara yang berbeda. Bentuk menara yang meruncing juga menunjukkan
konsep spirituil, dimana menara mengarah/menuju Tuhan. Bentuk ribbed
vaulting telah ditemukan sejak jaman romanesque, tetapi pada jaman ini
metodenya lebih dikembangkan lagi.

Gambar 12 . (kiri) Gereja Notre Dame, Paris,Perancis (kanan) interior gereja, ribbed vaulting
Sumber : (kiri)Photo Paolo Negri / Getty Images (kanan) http://www.proprofs.com

Contoh dari arsitektur gothic lainnya adalah katedral Notre Dame, Paris Perancis
yang dibangun oleh team arsitek Eugene Viollet le Duc, peter of Montereau, Jean
de Chelles, Jean Baptiste Antoine.

Gambar 13 . Gereja Notre Dame, Paris,Perancis


Sumber :www.sacred-destination.com

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 15

Gambar 14 .(kiri)Flying Butresses,(kanan) kaca jendela yang menggunakan mozaik


Sumber : www.sacred-destination.com

Salah satu metode konstruksi yang ditemukan pada masa ini adalah flying
buttress, elemen ini adalah struktur yang mendukung dinding sehingga dinding
ketebalannya bisa dikurangi dan bangunan bisa dibangun menjadi lebih tinggi.
Kaca jendela yang berwarna-warni juga menjadi ciri khas dari arsitektur gothic.

7.

Renainsance

Masa reinansance adalah masa/abad pencerahan, berkembang pada tahun


1400-1600 AD. Arsitek pada masa ini ingin mengembalikan kejayaan arsitektur
klasik yunani dan roman. Arsitektur reinansance juga merupakan kritik terhadap
bangunan-bangunan arsitektur gothic yang tinggi menjulang. Bangunanbangunan pada masa arsitektur reinansance dibangun secara horizontal, besar
dan megah.
Beberapa karakteristik arsitektur reinansance adalah :
Masa pencerahan ( arsitek kembali kepada arsitektur klasik yang
berdasarkan proporsi dan rasio

Penyusunan jendela dan pintu yang simetris

Penggunaan kolom dan pilaster yang extensive

Pediments segitiga

Ambang pintu segi empat

Lengkungan

Dome

Relung dengan sculpture


Contoh bangunan dari arsitektur reinansance adalah Saint Peters Basilica, Roma
Italy dan Louvre museum,Paris,Perancis

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 16

Gambar 15 . Saint Peters Basilica, Roma,Italy


Sumber : www.sacred-destination.com

Gambar 16 . Louvre Museum, Paris,Perancis


Sumber :
http://www.worldtravelattractions.com

8.

Baroque

Arsitektur baroque berkembang pada tahun 1600-1830 AD.


Pada masa baroque ornamen-ornamen pahatan atau pun
seni lukis semakin berkembang dan banyak digunakan pada
bangunan. Bangunan terlihat lebih rumit dan seperti sebuah
karya seni. Ornamen dan dekorasi menjadi ciri khas penting
pada masa arsitektur baroque. Beberapa karakteristik
arsitektur baroque adalah memiliki bentuk yang sulit, kurva
yang besar , kolom yang berputar , tangga besar (Grand
Stairway),kubah yang tinggi, Lukisan Trompe Ioeil.
Lukisan Trompe Ioeil adalah lukisan yang memiliki teknik
menampilkan image secara 3 dimensi. Pada masa arsitektur
baroque lukisan ini dilukis di dinding, plafon dan kubah

Gambar 17 . Jesuit Church, Vienna, byAndrea


Pozzo, 1703
.
Sumber :
http://en.wikipedia.org

Beberapa contoh bangunan dari arsitektur baroque adalah istana Versailes di


Perancis, Trevi Fountain di Itali, casa del prado di Spanyol,dll.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 17

Gambar 18. (kiri) istana Versailles,Perancis, (kanan) Trevi Fountain, Italy


.Sumber :
http://en.wikipedia.org

Arsitektur baroque di Spanyol telah bercampur dengan arsitektur lokal yang


dinamakan Churrigueresque. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

Gambar 19.Casa del Prado,Spanyol


.Sumber :

9.

Rococo

Rococo adalah bentuk baru dari arsitektur baroque, jika baroque memiliki warnawarna gelap, maka rococo memakai warna yang lebih terang seperti warnawarna pastel.arsitektur rococo juga sama seperti arsitektur baroque dengan ciri
khas ornamen yang dipahat atau dilukis pada dinding fasad dan interior, pada
plafon dan kubah. Beberapa karakteristik arsitektur rococo adalah :

Bentuk lengkung dan ulir


Ornamen berbentuk kerang dan tumbuhan
Pattern yang rumit
Detail yang halus
Bentuk yang asimetris dan kompleks
Warna terang dan pastel

Contoh beberapa bangunan arsitektur rococo adalah Smolny Catedral, Saint


Petersburgh, Rusia dan gereja-gereja di Jerman salah satunya adalah Wieskirche
yang berada di Bavaria, Jerman.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 18

Gambar 20. (kiri) katedral Smolny,Rusia dan (Kanan) Gereja Wieskirche


Jerman
.Sumber : www.architecture.about.com

Pada katedral Smolny ini terlihat penerapan warna cerah yaitu biru muda.
Sedangkan pada interior gereja Wieskirche Jerman, interiornya terlihat terang
dengan warna putih

MASUK PADA ARSITEKTUR TIMUR


PERIODE DAN PERKEMBANGAN ARSITEKTUR ISLAM

Interior salah satu Mesjid di Edirne


TEMPAT: DI Daratan Arab
Pada tahun 630 M, Nabi Muhammad beserta tentaranya berhasil menaklukkan Makkah dari
suku Quraish. Pada masa ini bangunan suci Ka'bah mulai didedikasikan untuk kepentingan
agama Islam, rekonstruksi Ka'bah dilaksanakan sebelum Muhammad menjadi Rasul.
Bangunan suci Ka'bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dahulu sebelum

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 19

Islam, dinding Ka'bah dihiasi oleh beragam gambar seperti gambar nabi Isa, Maryam,
Ibrahim, berhala, dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama
berasal dari Al Qur'an, akhirnya melarang penggunaan simbol-simbol yang menggambarkan
makhluk hidup terutama manusia dan binatang.
Pada abad ke-7, muslim terus berekspansi dan akhirnya mendapatkan wilayah yang sangat
luas. Tiap kali muslim mendapatkan tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan
adalah tempat untuk beribadah, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat awal ini
sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi
Muhammad,[rujukan?] atau kadang-kadang beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan
yang telah ada sebelumnya, misalnya gereja.
Gaya arsitektur Islam yang mencolok baru berkembang setelah kebudayaan muslim
memadukannya dengan gaya arsitektur dari Roma, Mesir, Persia dan Byzantium. Contoh
awal yang paling populer misalnya Dome of The Rock yang diselesaikan pada tahun 691 di
Jerusalem. Gaya arsitek yang mencolok dari bangunan ini misalnya ruang tengah yang luas
dan terbuka, bangunan yang melingkar, dan penggunaan pola kaligrafi yang berulang.
Mesjid Raya Samarra di Irak, selesai pada tahun 847, bangunan berciri khas dengan
adanya minaret. Juga mesjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki turut memengaruhi

CIRI UTAMA
corak arsitektur Islam. Ketika Ustman merebut Istanbul dari kekaisaran Byzantium, mereka
mengubah sebuah basilika menjadi mesjid (sekarang museum), yang akhirnya muslim pun
mengambil sebagian dari kebudayaan Byzantium kedalam kekayaan peradaban islam,
misalnya penggunaan kubah. Hagia Sophia juga menjadi model untuk pembangunan
mesjid-mesjid Islam sselanjutnya selama kekaisaran Ustman, misalnya mesjid Sulaiman,
dan mesjid Rustem Pasha. Motif yang mencolok dalam arsitektur Islam hampir selalui
mengenai pola yang terus berulang dan berirama, serta struktur yang melingkar. Dalam hal
pola ini, geometri fraktal memegang peranan penting sebagai materi pola dalam, terutama,
mesjid dan istana. Pemakaian kubah juga sama pentingnya dalam arsitektur islam, pertama
kali muncul dalam Dome of The Rock pada tahun 691 dan muncul kembali sekitar abad ke17.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 20

KARYA

Masjid Shah di Isfahan, Iran

Persia merupakan kebudayaan yang diketahui melakukan kontak dengan Islam untuk
pertama kalinya. Sisi timur dari sungai eufrat dan tigris adalah tempat berdirinya kekaisaran
Persia pada sekitar abad ke-7. Karena kedekatannya dengan kekaisaran persia, Islam
cenderung bukan saja meminjam budaya dari persia namun juga mengadopsinya. Arsitektur
Islam mengadopsi banyak sekali kebudayaan dari Persia, bahkan bisa dikatakan arsitektur
islam merupakan evolusi dari arsitektur persia, yang memang sejak kehadiran Islam,
kejayaan Persia mulai pudar yang menunggu digantikan oleh kebudayaan lain. Banyak kota,
misalnya Baghdad, dibangun dengan contoh kota lama persia misalnya Firouzabad.
Bahkan, sekarang bisa diketahui bahwa dua arsitek yang dipekerjakan oleh Al-Mansur untuk
merancang kota pada masa awal adalah warisan dari kekaisaran Persia, yaitu Naubakht,
seorang zoroaster persia, dan seorang Yahudi dari Khorasan, Iran yaitu Mashallah. Mesjid
gaya persia bisa dilihat dari ciri khasnya yaitu pilar batu bata, taman yang luas dan
lengkungan yang disokong beberapa pilar. Di Asia Timur, gaya arsitektur Hindu juga turut
memengaruhi namun akhirnya tertekan oleh kebudayaan.

ARSITEKTUR CINA
PERIODE DAN TEMPAT
Sejarahnya, pembangunan tembok adalah salah satu bagian terpenting dalam sejarah
arsitektur bangsa Cina, yakni untuk membatasi wilayah-wilayah perkotaan dan perumaha
Berbagai teori mengapa tembok besar didirikan antara lain sebagai benteng pertahanan,
batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan
pesan.
Berdasarkan bukti tertulis yang bisa diterima umum, pada dasarnya Tembok Raksasa Cina
dikonstruksikan mayoritas pada periode Dinasti Qin, Dinasti Han dan Dinasti Ming. Namun,
sebagian besar rupa tembok raksasa yang berdiri pada saat ini merupakan hasil dari
periode Ming

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 21

Pra-Qin[

Tembok periode Qin


Sebelum periode Dinasti Qin, pembangunan tembok raksasa paling awal dilakukan pada
Zaman Musim Semi dan Gugur (722 SM-481 SM) dan Zaman Negara Perang (453 SM- 221
SM) untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara Cin Negeri-negeri yang
tercatat berkontribusi dalam konstruksi pertama antara lain negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan
Zhao. Dalam periode-periode berikutnya, tembok raksasa bertambah panjang, diperbaiki
dan dimodifikasi

Dinasti Qin[
Pada tahun 220 SM di bawah perintah Kaisar Qin Shi Huang, Jendral Meng Tian
mengumpulkan tenaga kerja sebanyak 300 ribu orang untuk menyambungkan temboktembok sebelumnya sebagai garis pertahanan. Pembangunan yang memakan waktu 9
tahun memerlukan biaya mahal dan mengorbankan rakyat jelata

Dinasti Han

Tembok periode Han

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 22

Tembok periode Ming


Tahun 127 SM, saat Kaisar Han Wudi berkuasa (140 SM-87 SM), proyek renovasi dan

Dinasti Ming
Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), setelah menaklukkan bangsa Mongol, tembok
raksasa dari periode sebelumnya dikonstruksikan kembali,

ARSITEKTUR JEPANG
PERIODE DAN PERKEMBANGAN
Perkembangan sejarah arsitektur Jepang secara singkat diperkirakan dimulai sejak awal
periode Yomon (ca. 8000~300 BC.). Kemudian dilanjutkan dengan beberapa periode,
yaitu Yayoi (ca. 300 BC. ~ AD. 300) dan periode berikutnya adalah periode Tomb atau
Kofun (ca. 300~552). Perjalanan dari periode-periode tersebut memberikan banyak
peninggalan tradisi berbudaya dalam bangunan tempat tingal, temuan dari hasil
rekonstruksi arsitektur dan arkeologi yang masih mempunyai bentuk keasliannya, yang
sampai saat ini masih dapat dilacak keberadaannya. Arsitektur dari bangunan tempat
tinggal tersebut memberi corak tradisi perkembangan awal peradaban Jepang dalam
membentuk lingkungan permukiman tradisionalnya. Tradisi dan budaya ini berkembang
menjadi dasar pijakan awal perkembangn arsitektur dan kepercayaan asli bangsa
Jepang. Hasil rekonstruksi di atas menunjukkan bahwa budaya asli mereka dalam
berhuni cukup tinggi dengan struktur konstruksi bangunannya maupun pola
permukimannya yang sangat dinamis. Desain Eksterior Jepang Periode Heian (794).

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 23

TEMPAT :Cina
CIRI UTAMA :

Fasad rumah tradisional dengan bangku duduk yang didominasi bahan kayu serta pintu
geser arah horizontal dan vertikal dari kayu.

KARYA

Perumahan periode Heian


Perkembangan desain eksterior pada Periode Heian merupakan perkembangan dari periode
Nara. Pada periode ini desain eksterior Jepang yang muncul cenderung bersifat megah
dengan banyaknya ukiran-ukiran pada bagian fasade bangunan, terutama pada detail
tritisan atap.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 24

BAB IV : PENUTUP

IV.1 Kesimpulan :
Yang dapat saya simpulkan dari paper yang telah saya susun ialah, Arsitektur
sudah ada sejak jaman pra sejarah. Hal ini disebabkan karena aristektur adalah
sebagai solusi kebutuhan manusia. Sebagai jawaban dari kebutuhan manusia
terhadap tempat berlindung, maka arsitektur menjawabnya dengan hunian.
Terdapat bukti pada masa pra sejarah manusia sudah mampu membangun
hunian bahkan sebuah kampung ,
Arsitektur bisa kita katakan sebagai kumpulan dari ide-ide manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya berdasarkan kegiatan- kegiatan yang dilakukan
sehari-hari yang kemudian menghasilkan sebuah produk seperti misalnya
hunian, tempat ibadah dll.
Arsitektur tidak bersifat statik, arsitektur berkembang seiring dengan perubahan
pola pikir, gaya hidup, perubahan alam dan perkembangan ilmu pengetahuan
yang otomatis mengubah kebudayaan yang ada didalam masyarakat sehingga
produk-produk yang dihasilkan dri kebudayaan akan berubah pula sesuai dengan
perkembangan aspek-aspek yang telah disebutkan diatas.
Oleh karena itu perkembangan arsitektur penting untuk dipelajari selain untuk
memahami bagaimana arsitektur di masa lalu juga agar kita dapat mengambil
pelajaran untuk perkembangan arsitektur selanjutnya.
Sebelum mempelajari lebih lanjut perkembangan arsitektur di dunia khususnya
Asia dan Eropa ada baiknya kita mempelajari orientasi dari arsitektur barat dan
timur untuk melihat perbedaan dan menemukan persamaan antara masingmasing arsitektur.

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 25

Daftar Pustaka
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Gartiwa, Marcus : Morfologi Bangunan dalam Konteks Kebudayaan


Nesbitt,Kate : Theorizing a new agenda for architecture
Kruft,Hanno-Walter : History of Architectural Theory
Snyder,James C dan Catanese,Anthony J: Pengantar Arsitektur
Sudrajat, Iwan : Membangun Sistem Teori Arsitektur Nusantara
Wahid,Julaihi dan Alamsyah,Bakti : Teori Arsitektur Venturi,
Venturi, Robert: Complexity and Contradiction In Architecture
Wijaya , Y.B Mangun : Wastu Citra

Muh. Septian Aditya_ F 221 14 010

Page 26