Anda di halaman 1dari 1

Keluarga N

Dari survei pengeluaran konsumsi pangan dan gizi, non-pangan, dan pendapatan/
pengeluaran pada keluarga N didapatkan hasil pengeluaran untuk pangan selama
sebulan sebesar Rp 544.714, sedangkan pengeluaran bukan pangan selama
sebulan sebesar Rp 158.200 serta pengeluaran lain yaitu sebesar Rp 20.000, jumlah
pengeluaran selama sebulan adalah Rp 722.914. Penghasilan rata-rata selama
sebulan adalah Rp 600.000. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pendapatan
tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dilihat dari pendapatan
per kapita sebesar Rp 120.000 keluarga N termasuk keluarga dengan pendapatan
yang kurang.
Pemenuhan kebutuhan pangan yang dilakukan responden adalah dengan
memanfaatkan hasil dari kebun disekitar rumah, hasil kebun responden diantaranya
singkong, pisang, dan pepaya. Untuk bahan bakar, responden menggunakan kayu
bakar yang didapat dari kebun. Dengan memanfaatkan hasil dari kebun sendiri
maka kebutuhan pangan dapat tercukupi walaupun dengan penghasilan yang
terbatas.

Keluarga T
Dari survei pengeluaran konsumsi pangan dan gizi, non-pangan, dan pendapatan/
pengeluaran pada keluarga N didapatkan hasil pengeluaran untuk pangan selama
sebulan sebesar Rp752.143, sedangkan pengeluaran bukan pangan selama sebulan
sebesar Rp 69.000, jumlah pengeluaran selama sebulan adalah Rp 821.143.
Keluarga T tidak ada yang bekerja, mereka mendapat uang dari anggota
keluarganya yang berada diluar kota sekitar 800.000 setiap bulan. Dilihat dari
pendapatan per kapita sebesar Rp 200.000 keluarga T termasuk keluarga dengan
pendapatan yang kurang.
Responden hanya mengandalkan uang dari anggota keluarganya yang bekerja
diluar kota, responden tidak memiliki hasil dari kebun ataupun sawah. Bila
persediaan uang sudah menipis atau habis dan anggota keluarga responden belum
mengirim maka untuk memenuhi kebutuhan pangan responden membeli pangan
diwarung dengan berhutang terlebih dahulu.