Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI BAWAH 1


TAHUN

Disusun Oleh :
Diah Ayu Wulandari
Dwi Tiara Sari
Erinna Maulina
Fadhilah Akmaliah
Farras Yanza

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA I


JURUSAN KEBIDANAN
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI BAWAH 1 TAHUN
Topik

: Lima Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Bawah 1


Tahun

Sasaran

: Ibu Yang Mempunyai Bayi Usia 0-1 Tahun

Waktu

: 20 menit

Hari/Tanggal

: Kamis/20 Maret 2014

Tempat

: Poli KIA Puskesmas Kec

Tim Penyuluh

: Diah Ayu Wulandari


Dwi Tiara Sari
Erinna Maulina
Fadhilah Akmaliah
Farras Yanza

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan tentang Lima Imunisasi Dasar Lengkap
pada bayi dibawah 1 tahun selama 20 menit ibu yang mempunyai bayi usia 01 tahun dapat memahami pentingnya Lima Imunisasi Dasar Lengkap pada
bayi usia dibawah 1 tahun.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit ibu yang mempunyai
bayi usia 0-1 tahun:
1. Menjelaskan pengertian imunisasi dengan benar tanpa melihat catatan.
2. Menyebutkan lima macam imunisasi dasar lengkap pada bayi usia di
bawah 1 tahun dengan benar tanpa melihat catatan.

3. Menjelaskan jadwal pemberian lima imunisasi dasar lengkap pada bayi


usia di bawah 1 tahun dengan benar tanpa melihat catatan.
4. Menjelaskan efek samping dari pemberian lima imunisasi dasar lengkap
pada bayi usia di bawah 1 tahun dengan benar tanpa melihat catatan.
5. Menjelaskan perawatan bayi pasca imunisasi dengan benar tanpa melihat
catatan.
II.

MATERI ( TERLAMPIR )
a. Pengertian imunisasi.
b. Lima macam imunisasi dasar lengkap pada bayi usia di bawah 1 tahun.
c. Jadwal pemberian lima imunisasi dasar lengkap pada bayi usia di bawah 1
tahun.
d. Efek samping dari pemberian lima imunisasi dasar lengkap pada usia bayi di
bawah 1 tahun.
e. Perawatan bayi pasca imunisasi

III. KEGIATAN PENYULUHAN


NO.
1.

KEGIATAN
PENYULUHAN
Pendahuluan

KEGIATAN PENYULUH

1. Salam
2. Perkenalan diri
3. Kontrak waktu

1. Memberikan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan kontrak

4. Apersepsi

waktu
4. Menanyakan pandangan
peserta tentang materi

2.

KEGIATAN
IBU
Menjawab

WAKTU

5 menit

salam
Menyimak
Menyimak
Menjawab

Kegiatan Inti
1. Penyampaian
Materi

1. Menjelaskan pengertian
imunisasi, macammacam lima imunisasi
dasar lengkap pada bayi
usia di bawah 1 tahun,

Menyimak

10 menit

jadwal pemberian lima


imunisasi dasar lengkap
pada bayi usia di bawah
1 tahun, efek samping
dari pemberian
imunisasi dan perawatan
bayi pasca imunisasi
2. Diskusi

2. Penyuluh memberi

Bertanya

kesempatan kepada
3.

Penutup

peserta untuk bertanya


Penutup

1. Membuka sesi

1. Penyuluh membuka sesi

tanya jawab
2. Memberikan

Bertanya

tanya jawab
2. Penyuluhan memberikan Menjawab

evaluasi secara

evaluasi

lisan
3. Memberikan

3. Penyuluh memberikan

kesimpulan

Menyimak

kesimpulan

yang telah
disampaikan
4. Salam penutup

4. Penyuluhan memberikan Memberi


salam

IV.

METODE PENYAMPAIAN
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

V.

MEDIA
1. Flipchart
2. Leaflet

Salam

5 menit

3. SAP
VI. SUMBER
Ranuh, I.G.N. 2005. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman
Imunisasi Indonesia. Edisi kedua. Jakarta: Badan Penerbit Pengurus Pusat Ikatan
Dokter Anak Indonesia I.G.N.
Depkes RI. 2005. Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi .
Available online : http://www.depkes.go.id. 16 Februari 2011.
Depkes RI. 2005. Brosur Imunisasi.
Available online : http://www.depkes.go.id. 16 Februari 2011.
Depkes RI. 2006. Modul Pelatihan Tenaga Pelaksana Imunisasi Puskesmas. Jakarta :
Ditjen PP & PL Depkes RI.

VII. KRITERIA EVALUASI


1.
2.
3.
4.

Prosedur
: Tanya jawab
Waktu
: 5 menit
Jumlah pertanyaan : 4 butir
Sifat pertanyaan
: Terbuka

Pertanyaan
1. Apa yang dimaksud dengan imunisasi ?
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara
aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen
yang serupa tidak terjadi penyakit.
2. Sebutkan macam-macam imunisasi dasar lengkap !
1. BCG
2. Hepatitis B
3. Polio
4. DPT
5. Campak
3. Sebutkan jadwal pemberian imunisasi !
1. Hepatitis B dan Polio ( 0, 2, 3, 4 Bulan)
2. BCG (2 Bulan)

3. DPT (2, 3, 4 Bulan)


4. Campak (9 Bulan)
4. Sebutkan efek samping yang ditimbulkan pasca imunisasi!
1. Demam
2. Muncul bekas luka di kulit
5. Bagaimana perawatan bayi pasca imunisasi ?
1. Jika bayi mengalami demam :
a. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak
(ASI atau air buah)
b. Pakailah pakaian yang tipis,
c. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin,
d. Berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan,
maksimal 6 kali dalam 24 jam,
e. Boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Jika reaksi tersebut
menjadi berat dan menetap, atau jika orangtua merasa khawatir,
bawalah bayi/anak ke dokter (Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak
Indonesia, 2005).
2. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan
cairan antiseptik. Bila cairan bertambah banyak atau koreng semakin
membesar orang tua harus membawanya ke dokter.

LAMPIRAN MATERI
LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI
USIA DI BAWAH 1 TAHUN

1. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah suatu pemindahan atau transfer antibodi secara pasif,
sedangkan vaksinasi adalah dimaksudkan sebagai pemeriksaan vaksin (antigen) yang
dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari system imun di dalam
tubuh. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara
aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa
tidak terjadi penyakit. Dilihat dari cara timbulnya maka terdapat dua jenis kekebalan,

yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif. Kekebalan pasif adalah kekebalan yang
diperoleh dari luar tubuh, bukan dibuat oleh individu itu sendiri. Contohnya adalah
kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah
pemberian suntikan immunoglobulin. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama
karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari,
sedangkan waktu paruh immunoglobulin lainnya lebih pendek. Kekebalan aktif
adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti
pada imunisasi, atau terpajan secara alamiah. Kekebalan aktif biasanya berlangsung
lebih lama karena adanya memori imunologik (Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak
Indonesia. 2005).
2. Tujuan Imunisasi
Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada
seseorang, dan menghilangkan peyakit tertentu pada sekelompok masyarakat
(populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada
imunisasi cacar. Keadaan yang terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit
yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti misalnya penyakit difteria.
(Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2005),
Program imunisasi dasar merupakan salah satu program priorotas Dirjen
PPM&PL (Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan). Adapun
dalam imunisasi dasar meliputi DPT, Polio, BCG, Campak dan Hepatitis. Sebagai
sasaran adalah bayi berumur 0-1 tahun. Tujuan dari imunisasi dasar adalah
tercapainya kekebalan Penyakit yang dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) pada
masyarakat (Depkes RI, 2005).
3. Manfaat Lima Imunisasi Dasar Lengkap
Program imunisasi dasar lengkap (LIL/Lima Imunisasi dasar Lengkap) pada bayi
meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis Polio, 4 dosis Hepatitis B, dan 1 dosis
Campak.
a. Hepatitis B
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
hepatitis yang kendungannya adalah HbsAg dalam bentuk cair. (Hidayat, 2005).
b. BCG

Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya


penyakit TBC yang berat sebab terjadinya penyakit TBC yang primer atau yang
ringan dapat terjadi walaupun sudah dilakukan imunisasi BCG, pencegahan
imunisasi BCG untuk TBC yang berat seperti TBC pada selaput otak, TBC Milier
(pada seluruh lapangan paru) atau TBC tulang. Imunisasi BCG ini merupakan
vaksin yang mengandung kuman TBC yang telah dilemahkan. Frekuensi
pemberian imunisasi BCG adalah satu kali dan diberikan pada bayi umur 2 atau 3
bulan, kemudian cara pemberian imunisasi BCG melalui intra dermal. Efek
samping pada BCG dapat terjadi ulkus pada daerah suntikan dan dapat terjadi
limfadenitis regional, dan reaksi panas (Hidayat, 2005).
c. DPT
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
difteri. Imunisasi DPT ini merupakan vaksin yang mengandung racun kuman difteri
yang telah dihilangkan sifat racunnya akan tetapi masih dapat merangsang
pembentukan zat anti (toksoid). Frekuensi pemberian imunisasi DPT adalah tiga kali,
dengan maksud pemberian pertama zat anti terbentuk masih sangat sedikit (tahap
pengenalan) terhadap vaksin dan mengaktifkan organ-organ tubuh membuat zat anti,
kedua dan ketiga terbentuk zat anti yang cukup. Waktu pemberian imunisasi DPT
melalui intra muscular (Hidayat, 2005).
d. Polio
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Kandungan vaksin ini
adalah virus yang dilemahkan. (Hidayat, 2005).
e. Campak
Di antara penyakit pada balita yang dapat dicegah dengan imunisasi,

campak adalah penyebab utama kematian pada balita. Oleh karena itu pencegahan
campak merupakan faktor penting dalam mengurangi angka kematian balita
(Profil Kesehatan Indonesia, 2009).
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
campak pada anak karena penyakit ini sangat menular. Kandungan vaksin ini adalah
virus yang dilemahkan. Frekuensi pemberian imunisasi campak adalah satu kali.
Waktu pemberian imunisasi campak pada umur 9-11 bulan. Cara pemberian imunisasi

campak melalui subkutan kemudian efek sampingnya adalah dapat terjadi ruam pada
tempat suntikan dan panas (Hidayat, 2005).

4. Jadwal Pemberian Lima Imunisasi Dasar Lengkap

5. Efek Samping Pemberian Lima Imunisasi Dasar Lengkap


a. Hepatitis B
Kejadian ikutan pasca imunisasi pada Hepatitis B jarang terjadi. Segera
setelah imunisasi dapat timbul demam yang tinggi, pada tempat penyuntikkan
timbul kemerahan, pembengkakan, nyeri, rasa mual dan nyeri sendi.
b. BCG
Orang tua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2 minggu setelah
imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan
dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan, kemudian menyembuh perlahan
dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus.
Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan
ulkus local yang superficial 3 minggu setelah penyuntikan. Ulkus yang biasanya
tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkna parut bulat
dengan diameter 4-8 mm apabila dosis terlalu tinggi maka ulkus yang timbul lebih
besar, namun apabila penyuntikan terlalu dalam maka parut yang terjadi tertarik
ke dalam (retracted) (Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2005).
c. DPT

Efek samping pada DPT mempunyai efek ringan dan efek berat, efek
ringan seperti pembengkakan dan nyeri pada tempat penyuntikan, demam
sedangkan efek berat dapat menangis hebat kesakitan kurang lebih empat jam,
kesadaran menurun, terjadi kejang, ensefalopati, dan shock (Hidayat, 2005).
Reaksi yang dapat terjadi segera setelah vaksinasi DPT antara lain
demam tinggi, rewel, di tempat suntikan timbul kemerahan, nyeri dan
pembengkakan, yang akan hilang dalam dua hari.
d. Polio
Sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio, oleh karena itu
orangtua/pengasuh tidak memerlukan tindakan apapun (Satgas Imunisasi Ikatan
Dokter Anak Indonesia, 2005).
e. Campak
Reaksi yang dapat terjadi pasca vaksinasi campak dan MMR berupa rasa
tidak nyaman di bekas penyuntikan vaksin. Selain itu dapat terjadi gejala-gejala
lain yang timbul 5-12 hari setelah penyuntikan selama kurang dari 48 jam yaitu
demam tidak tinggi, erupsi kulit kemerahan halus/tipis yang tidak menular, pilek.
Pembengkakan kelenjar getah bening kepala dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca
imunisasi MMR.
6. Perawatan Pasca Imunisasi
1. Jika bayi mengalami demam :
a. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI
atau air buah)
b. Pakailah pakaian yang tipis,
c. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin,
d. Berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan, maksimal 6 kali
dalam 24 jam,
e. Boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Jika reaksi tersebut menjadi
berat dan menetap, atau jika orangtua merasa khawatir, bawalah bayi/anak ke
dokter (Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2005).
2. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan
antiseptik. Bila cairan bertambah banyak atau koreng semakin membesar orang tua
harus membawanya ke dokter.

3. Kompres dengan air dingin di bekas bagian yang disuntik selama 10-20 menit
dapat membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak.