Anda di halaman 1dari 14

DALAM PENGOPTIMALAN

SISTEM JARINGAN
DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
di APD WS2JB
Oleh :
Zefrianda Pratama
M. Arif Amiruddin

SEJARAH APD WS2JB


1. PADA AWALNYA AREA PENGATUR DISTRIBUSI (APD) WS2JB PT. PLN (PERSERO)
INI TERBENTUK PADA NOVEMBER 2012. ALASANNYA ADALAH KARENA
KELISTRIKAN SUMATERA SELATAN, DIBAWAH PT PLN (PERSERO) WS2JB TERBAGI
DALAM DUA AREA KERJA, YAITU PT PLN (PERSERO) AREA PALEMBANG DAN PT
PLN (PERSERO) AREA LAHAT. UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN DAN PASOKAN
LISTRIK YANG BAIK DI PROVINSI SUMATERA SELATAN, MAKA PERLU SYSTEM
KELISTRIKAN YANG TERINTEGRASI DENGAN DUKUNGAN TEKNOLOGI TERBARU.
PT PLN (PERSERO) WS2JB TELAH MENYIAPKAN SYSTEM KELISTRIKAN SUMATERA
SELATAN YANG TERINTEGRASI, SALAH SATUNYA DENGAN MENYIAPKAN PROGRAM
PENGEMBANGAN ORGANISASI AREA PENGATUR DISTRIBUSI SUMATERA SELATAN.

2. HAL YANG MENDASARI PEMBENTUKAN UNIT KHUSUS UNTUK MENJALANKAN SCADA YAITU :

PERBEDAAN KOMPETENSI DIMANA KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI OLEH PLN AREA LEBIH

MENGARAH KEPADA PENGELOLAAN PELANGGAN DAN PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN


BUKAN KOMPETENSI TEKNIK SCADA.

TUNTUTAN PENINGKATAN KECEPATAN PELAYANAN YANG SAAT INI DIUKUR DENGAN RESPONSE
TIME, KECEPATAN PEMULIHAN GANGGUAN, SAIDI/SAIFI, JUMLAH GANGGUAN PERPENYULANG.

KOMPLEKSITAS

STRUKTUR JARINGAN DISTRIBUSI KHUSUSNYA DAERAH PERKOTAAN DIMANA


SISTEM YANG ADA SUDAH TIDAK PURE SPINDLE ATAU FLOWER MELAINKAN SUDAH SEPERTI
JALA (SPIDER) SEHINGGA EVALUASI DAN ANALISA HASIL OPERASI SULIT DILAKUKAN.

SECARA TIDAK LANGSUNG TERLIHAT BAHWA PEMBENTUKAN UNIT KHUSUS UNTUK


MENJALANKAN SCADA AKAN SANGAT MENGUNTUNGKAN PLN WILAYAH S2JB DALAM UPAYA
PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN KEPADA PELANGGAN.SEHINGGA DIBENTUKLAH AREA
PENGATUR DISTRIBUSI (APD) WS2JB PT. PLN (PERSERO) PADA TAHUN 2012.

POLA OPERASI / DISTRIBUSI APD


WS2JB
Pelanggan

Wilayah

APD

GI dan Pembangkit

Area Palembang

Rayon-rayon

Area Bengkulu

Rayon-rayon

Area Muaro Bungo

Rayon-rayon

Area Jambi

Rayon-rayon

Area Lahat

Rayon-rayon

POLA KOORDINASI APD WS2JB SEKARANG


MASTER LINK KOMUNIKASI
APD S2JB

UPB SBT

IPP

UPB SBS

GI

PLTD

DCC PALEMBANG

UPD JAMBI

UPD LAHAT

UPD M BUNGO

UPD BENGKULU

TLN

MBL

TBO

BKO

RIV

AMP

TBT

BLT

CRP

AGM

KTB

MSB

SLG

BGO

KTN

SKR

LBY

PGA

TLS

TAS

IDL

BLI

NSI

KPH

KYA

MRN

MRA

BTH

SKT

RMB

TBT

MDA

BTA

KTL
SKY

TGM

PRB

ME
MNN

MPA

PDP

KETERANGAN :
TELEPONE ANALOG
RADIO ANALOG
RADIO + TELEPON ANALOG

MKK

POLA KOORDINASI YANG DIKEMBANGKAN


APD WS2JB
MASTER LINK KOMUNIKASI
APD S 2 JB

UPB SBT

IPP

UPB SBS

GI

PLTD

DCC PALEMBANG

FO NET ROIP

AREA JAMBI

AREA M BUNGO

TLN

MBL

TBO

BKO

RIV

AMP

KTB

MSB

SLG

BGO

KTN

SKR

SKT

KTL

IDL

BLI

KYA

MRN

SKY

TGM

RMB

AREA LAHAT

AREA PALEMBANG

LBY

LLG

BLT

PGA

MPA

BTA

ME

PRB

MDA

PDP

AREA BENGKULU

MNN

MRA

BTH

MK 2

NSI

KPH

AGM

TLS

CRP

TAS

KETERANGAN :
NET ROIP
ANALOG FREK
NET ROIP +

ANALOG FREK

NET VOIP
NET VOIP +

ANALOG FREK

TBT

Pemanfaatan SCADA
dalam Sistem Distibusi Listrik
SupervisoryControl And Data Acquisition (SCADA) yang diaplikasikan dalam bidang distribusi tenaga listrik
dirancang untuk memantau aktifitas listrik pada gardu listrik sehingga kondisi jaringan tenaga listrik dapat
dimonitor secara real time. Selain fungsi tersebut dengan system SCADA juga berfungsi untuk melakukan perintah
Remote Control

( RC ) buka / tutup suatu LBS. Dalam istilah PLN, SCADA Diartikan sebagai Sistem yang dapat

memonitor dan mengontrol suatu

peralatan atau sistem dari jarak jauh secara real time dan melakukan

pengumpulan data dari peralatan yang diperlukan untuk selanjutnya data tersebut dapat diolah.
Secara umum system SCADA dalam distribusi tenaga listrik berfungsi sebagai berikut :
1. Mengetahui posisi saklat LBS ( terbuka / tertutup )
2. Perintah untuk membuka / menutup LBS
3. Mengetahui besaran-besaran pengukuran tegangan,arus,frequency
4. Mengetahui lokasi daerah yang mengalami gangguan listrik
5. Mengetahui kurva beban

Skema Komunikasi Analisa Gangguan dari Penyulang ke SCADA

Fault Indicator (Sensor)


20 KV, 3 Phasa

LBS
Wireless 2,4 GHz

Sistem Fault Indicator

QuickLink Receiver

Driver
Motor

RTU

DF1725 IED

Radio Remote (MDS 4710)


Rx

Lokasi KPL Tersebar

Tx

376.050 MHz

371.050 MHz

Tx

APD WS2JB

Rx

Radio Master APD (MDS 4790)


IEC 60870-5-101

Serial

FEP

System DF
8000

Perle IOLAN SCS

LAN/Ethernet (IP Based)

Server

Master Station

P_ABC

P_XYZ

AKTIFASI FAULT INDICATOR SUTM

LBS-C

LBS-B

LBS-D

Simulasi
gangguan

200

REC-1

100

GI. ..
T-1 / 60MVA

LBS-A

200

P_ABIAN

100

LBS-F
100

LBS-E
100

PSGRAN
T-4 / 60MVA

REC-2
200
P_PEDUNG
LBS-G

LBS-H

ZONA KUNING = 1000 PLG


P. TLANTANG

TERJADI FAULT PERMANEN PADA SALAH SATU LOKASI DI ZONA KUNING (1000 PELANGGAN)
SETELAH IMPROVEMENT

SEBELUM IMPROVEMENT

REC-1 AKAN MEMBUKA


SELURUH WILAYAH ZONA KUNING PADAM (1000 PELANGGAN)
DISPATCHER APD MEMBERI TAHU PETUGAS AREA
PETUGAS AREA MENCARI LOKASI FAULT (ASUMSI 1-2 JAM)

1000 PELANGGAN MENGALAMI PADAM SELAMA 1-2 JAM


MIS. GANGGUAN DITEMUKAN ANTARA LBS_D dan LBS_F, SELANJUTNYA
DISPATCHER APD MELOKALISIR GANGGUAN & MENYALAKAN WILAYAH
ZONA-KUNING YANG TIDAK TERGANGGU
- RC OPEN
: LBS-D
- RC CLOSE
: REC-1

9/8/15

100 PELANGGAN ANTARA LBS_D dan LBS_F MENGALAMI PADAM


SELAMA PERBAIKAN

PADA SAAT TERJADI GANGGUAN ANTARA LBS_D dan LBS_F, MAKA


REC-1 AKAN MEMBUKA
SELURUH WILAYAH ZONA KUNING PADAM
DI LBS YANG MERASAKAN GANGGUAN AKAN MUNCUL INDICATOR FAULT
(KOTAK KECIL WARNA MERAH) TERLIHAT DI MMI SCADA DISPATCHER
DISPATCHER APD ME REMOTE CONTROL OPEN LBS_D
DISPATCHER APD ME REMOTE CONTROL CLOSE REC_1
DALAM HITUNGAN MENIT, SELURUH PELANGGAN DI ZONA KUNING
MENYALA KEMBALI & HANYA 100 PELANGGAN ANTARA LBS_D dan
LBS_F MENGALAMI PADAM SELAMA PERBAIKAN

Hery Santoso

TIDAK TERJADI LAGI

Pengembangan Sistem SCADA pada jaringan


Distribusi Listrik APD WS2JB
Sistem SCADA yang ada pada Area Pengatur Distribusi (APD) WS2JB
saat ini hanya digunakan untuk mengatur Load break Switch (LBS) yang
berada di Wilayah palembang dan sekitarnya.
Pengembangan yang dilakukan oleh APD WS2JB pada tahap awal, yaitu
merancang sistem SCADA untuk seluruh Gardu Induk (GI) yang berada
di Kota Palembang dan sekitarnya, hal ini untuk meningkatkan
pelayanan distribusi listrik ke konsumen. Dalam tahapan ini sistem
SCADA hanya sebagai pengontrol/pemantau dari beban yang terpakai di
setiap penyulang.
Harapan kedepannya, APD WS2JB menjadi Pusat pengatur dari setiap
penyulang di setiap Gardu Induk yang berada di area palembang dan
sekitarnya agar pelayanan listrik ke konsumen semakin baik.

Gambaran simulasi GI yang telah


menggunakan Sistem SCADA

SIMULASI GANGGUAN
DI TITIK A
B

P. JADI PESONA

LBS
SAELUS
0A

R
M

P.
A. TIMBUL

P. JADI
PESONA

P.
PEGOK
100 A

PSGRAN
TRF 03/60

RF
LBS
PEGOK PABRIK ES

P. PANJER

O
RTCSANGLAH

R
LBS
SIDKRYA
0A

LBS
TEGAL
10A
WNGI

P.
SIDAKARY P.
A
PALAPA

20
A

LBS
ANNUR
0A

LBS
RF UNDIKNAS LBS
75
W. RNGGNG
POLE 1

B
LBS
BATAN
0A
KENDAL

55A

75A

100 A

LBS
SANTO
YOSEP

LBS
BUTON
0A

OC
LBS
POLE 1

LBS P
ROTI
0A

P.
SUDIRMA
N

LBS
PAKERIS
0A
AN

A
BEBAN
P. T.
UMAR

P.
SIDAKAR
YA

100
A

125 A

SANUR
TRF
03/60

Harapan Untuk APD WS2JB


Menjadi

pengatur Distribusi listrik terbaik


se Indonesia.

Meningkatkan

pelayanan ke konsumen
dengan
meminimalkan
frekuensi
pemadaman (SAIFI) dan meminimalkan
waktu lamanya pemadaman (SAIDI)

Mempercepat

deteksi lokasi gangguan


jika terjadi gangguan.

TERIMA KASIH