Anda di halaman 1dari 5

TINJAUAN TEORI

KETUBAN PECAH DINI


Definisi

Adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada primi < 3 cm
dan pada multipara < 5 cm
(Rustam. M. 1998 : 255)

Adalah pecahnya selaput ketuban dan tanda tanda persalinan


(Arif. M, dkk...., 1999 : 310)

Etiologi

Etiologi KPD (Ketuban Pecah Dini) belum diketahui, maka preventif tidak dapat
dilakukan kecuali usaha menekan infeksi
(Rustam M. 1998 : 256)

Patofisiologi
Ketuban pecah dini ada hubungannya dengan hal hal sebagai berikut :

Adanya hipermotilitas rahim yang sudah lama terjadi sebelum ketuban pecah.

Selaput ketuban terlalu tipis (kelainan ketuban)

Infeksi (Amnionitis dan koriomnitis)

Faktor faktor lain yang merupakan predisposisi adalah malposisi, CPD, servik
inkompeten (Rustam M. 1998 : 256), Gemeli, hidramnion, infeksi genetalia,
kehamilan preterm.

Pengkajian
Kadang-kadang agak sulit atau meragukan kita, apakah ketuban benar pecah atau
belum apalagi bila pembukaan kondisi servikalis belum ada atau kecil.
Cara menentukannya adalah :

Memastikan adanya cairan yang berisi mekonium, veniks caseosa, rambut lanuga atau
bila terinfeksi berbau.

Inspekula : lihat dan perhatikan apakah ada air ketuban keluar dari kanalis servikalis
dan apakah ada bagian yang sudah pecah.

Pemeriksaan penunjang :
-

Pemeriksaan leukosit darah : 15.000/ul bla terjadi infeksi

Tekanan lakmus (bila menjadi biru : air ketuban , bila merah : urin)

Amnionitis

USG : menentukan UK, indeks amnion berkurang

Interpretasi data dasar


Data yang sudah dikumpulkan di identifikasikan sehingga dapat merumuskan
diagnosa dan masalah spesifik.
1. Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup
praktek kebidanan dan memenuhi standart nomerklatur diagnosa kebidanan Ny
G....PAPIAH UK..... mgg/ N / T / tetkep / IV dengan.......
2. Masalah adalah hal hal yang berkaitan dengan pengalaman klien yang
ditemukan dari hasil pengkajian atau yang menyertai diagnosa
3. Ketuban adalah hal hal yang dibutuhkan oleh klien dan belum teridentifikasi
dalam diagnosa dan masalah yang didapatkan dengan melakukan analisa data
Antisipasi Masalah Potensial
Pada Ibu
o Infeksi dan partus lama
o Atonia uteri
o HPD
o Infeksi nifas
Pada janin
o IUFD
o Asfiksia
(Rustam M. 1998 : 258)

Identifikasi Kebutuhan Segera

Kehamilan > 37 minggu

Bila Infeksi

Tidak ada infeksi

- Berikan penisilin, gentamisin


- Lahirkan bayi

- Lahirkan bayi
- Berikan penisilin / ampisilin
(Sarwono P. 1999 :310)

Intervensi

KPD hamil aterm

Skor pelviks < 5

Skor pelviks > 5

Ketuban pecah 6-8 jam

Inpartu

Pematangan servik degnan


oksitosin (12 jam) atau
prostaglandin

Belum Inpartu
Skor
pelviks >5

Partus pervaginam

Skor
pelviks <5

Partus pervaginam

Skor
pelviks >5

Indeksi oksitosin
SC

Berhasil

Konsesuatif max 48
jam (24 jam sudah
mulai dinilai)

Gagal

SC

Pemotongan serviks
dengan oksitosin /
prostaglandin

Skor
pelviks <5

Implementasi
Pelaksanaan tindakan merupakan kualitas dari rencana tindakan yang telah
ditetapkan pada tahap perencanaan dalam melakukan tindakan ini seorang bidan dapat
melakukannya secara mandiri, rujukan maupun kolaborasi selama melakukan tindakan
bidan mengawasi dan memonitor kemajuan kesehatan Ibu. Pelaksanaan tindakan selalu
diupayakan dalam waktu yang singkat, efisien dan berkualitas.
(Depkes RI. 1995 : 10)
EVALUASI
Secara rinci catatan perkembangan berisi uraian yang terbentuk SOAP yang
merupakan singkatan dari
S : Subyektif

didapat dari wawancara dengan sasaran pelayanan

O : Obyektif

data diperoleh dari hasil pemeriksaan dan observasi

A : Assesment

menilai sejauh mana keberhasilan dari tujuan yang telah deisimpulkan


berdasarkan data subyektif dan obyektif serta identifikasi masalah baru

P : Planning

perencanaan tindakan yang perlu dilakukan untuk peninjauan terhadap


langkah langkah pada proses manajemen kebidanan sebelumnya oleh
karena tindakan yang dilakukan kurang berhasil dan intervensi
masalah baru.
(Depkes RI. 1995 : 57)

DAFTAR PUSTAKA
1. Bagian OBGIN FK. Universitas Padjajaran. Obstetri Fisiologi. Bandung :
elemen
2. Mansjoer, Arif. Dkk...., 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media
Aesculapius
3. Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP
4. Manuaba, I Gde. 1998. Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta
: EGC