Anda di halaman 1dari 22

Eksplorasi Panas Bumi

Oleh : Erlangga Saputra, ST

A Man Behind The Rocks

Alur Eksplorasi dan Lingkungan


Produksi

Energi Panas Bumi


Salah satu manfaat adanya gunung api adalah
Panas Bumi (Panas Bumi tidak hanya hadir di
lingk.vulkanik)
Geothermal berasal dari bahasa Yunani, geo
berarti bumi, thermal berarti panas.
sistem panas bumi sebagai air yang terkonveksi
pada kerak bumi bagian atas dalam ruangan yang
tertekan, kemudian panas ditransfer dari sumber
panas menuju tempat dimana panas dilepas,
biasanya di permukaan bumi (Manifestasi)

Pendapat para ahli


Energi panas bumi merupakan energi panas yang keluar
dari dalam bumi yang terkandung pada batuan dan
fluida yang mengisi rekahan dan pori batuan pada
kerak bumi
(Rybach, Muffler 1981)
Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui
batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi
terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu
sumber panas (Saptadji, 2003)
Energi panas bumi adalah energi panas alami dari
dalam bumi yang ditransfer ke permukaan bumi secara
konduksi dan konveksi (Supriyanto,2009)

Potensi Panas Bumi


Dari hasil survey dilaporkan bahwa
di Indonesiaterdapat 217 prospek panasbumi , yaitu
di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat
Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusatenggara dan
kemudian membelok ke arah utara melalui Maluku dan
Sulawesi (Saptadji, 2003).

Sistem Panas Bumi

Sistem Panas Bumi


Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan
sistim :
hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi
(>225 oC),
hanya beberapa diantaranya yang mempunyai
temperatur sedang (150225 oC).

Pengaruh Struktur Geologi


Struktur seperti rekahan maupun patahan yang terdap
at di permukaan membuat air dapat masuk ke
dalam poripori batuan (kontrol manifestasi)
Air ini lalu menembus ke bawah maupun ke samping
selama ada celah untuk air dapat mengalir (poripori
sekunder).
Ketika air sampai ke sumber panas (heat source) maka
temperatur air akan meningkat.
Jika temperatur yang diterima
oleh air tinggi, sebagian air akan menguap sedangkan
sebagiannya lagi akan tetap menjadi air (Rulia,2012).

Perpindahan panas
Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya
terjadi karena gaya apung (bouyancy).
Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai
kecenderungan untuk bergerak ke bawah, akan
tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu
sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas
sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air
menjadi lebih ringan (Saptadji, 2003).
Jika temparatur terus meningkat =
bertambahnya volume dan juga tekanan.

Arus Konveksi
Fluida panas akan menekan batuan
disekitarnya untuk mencari celah atau jalan keluar
dan melepaskan tekanan. Karena tekanan di
permukaan lebih rendah daripada tekanan di bawah
permukaan maka keadaan ini menyebabkan air yang
lebih panas bergerak ke atas dan air yang lebih dingin
bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air
atau arus konveksi

Komponen Ideal Panas Bumi


1. Sumber Panas
Umumnya gunung api (magma) baik yang aktif
maupun yang dormant adalah sumber panas dari
sistem panas bumi
Daerah yang memiliki kapasitas panas tinggi
akibat peluruhan radioaktif yang terkandung di
dalam batuan, daerah yang memiliki
magmatisme dangkal di bawah basemen.

2. Reservoir
formasi batuan* di bawah permukaan yang
mampu menyimpan dan mengalirkan fluida
termal (uap dan atau air panas)
memiliki porositas dan permeabilitas yang baik
Porositas berperan dalam menyimpan fluida
termal sedangkan permeabilitas berperan
dalam mengalirkan fluida termal
dicirikan oleh adanya kandungan Cl (klorida)
yang tinggi dengan pH mendekati normal
(Diagram Trilinear CLS04HCO3)

2. Reservoir
Diperkirakan paling tidak terdapat 2 reservoir
panas bumi yaitu reservoir panas bumi dalam
dan reservoir panas bumi yang relative lebih
dangkal yang termasuk dalam kategori :
Relatif Water Dominated Medium Enthalphy
Reservoir (temperatur <200 C).
Reservoir yang lebih dalam yang berupa
Primary Reservoir (temperatur >200 C)

Berdasarkan pada besarnya temperature, Hochstein


(1990) membedakan sistem panas bumi menjadi
tiga, yaitu :
Sistem panas bumi bertemperature rendah, yaitu
suatu sistem yang reservoirnya mengandung
fluida dengan temperature < 1250 C.
Sistem panas bumi bertemperature sedang yaitu
suatu sistem yang reservoirnya mengandung
fluida bertemperatur antara 1250 C 2250 C.
Sistem panas bumi bertemperature tinggi yaitu
suatu sistem yang reservoirnya mengandung
fluida bertemperatur > 2250 C.

3.Batuan Penutup (Caprock)


Batuan impermeable yang sulit ditembus yang
berfungsi menahan uap dan air panas agar tidak
keluar.
Umumnya terdiri dari mineralmineral lempung yang
mampu mengikat air namun sulit meloloskannya
(swelling)
Batuan Beku
Batuan Piroklastik (Kuarter)

4. Daerah Resapan (Recharge)


Daerah resapan berada pada elevasi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan elevasi dari daerah dimana
sumursumur produksi berada.
Menjaga kelesatarian daerah resapan berarti juga
menjaga keberlanjutan hidup dari reservoir panas
bumi untuk jangka panjang

5. Daerah Luapan (Discharge)


Daerah dimana arah aliran air tanah di tempat
tersebut bergerak menuju muka tanah
Daerah luapan pada sistem panas bumi ditandai
dengan hadirnya Manifestasi di permukaan. (Daud,
2010)

6. Fluida
Adanya persediaan air tanah
secukupnya yang siklusnya dekat
dengan sumber magma agar terbentuk
uap air panas.

MATURNUWUN..