Anda di halaman 1dari 2

SAKIT KEPALA 184

Sakit kepala adalah cara yang paling sering digunakan untuk memunculkan kasih sayang
dan pengampunan dari orang lain. Orang sering berkata "saya sakit kepala,", untuk dibebaskan
dari tugas yang tidak menyenangkan atau suatu komitmen. Sakit kepala adalahgejala umum dari
konflik emosional. Ada beberapa jenis sakit kepala, yang didefinisikan oleh etiologi (misalnya,
neuromuscular refleks;migrain; migranoid; histamin, dan alergi; focal infection; dan
hipertensi),atau peningkatan tekanan intrakranial dengan jenis nyeri (misalnya, berdenyut, dan
gejalanya terus menerus), atau dengan distribusi nyeri (misalnya,frontal, oksipital, unilateral,
atau bilateral).
Beberapa sakit kepala bisa menjadi gejala konversi, yang dihasilkan dari represi sikap
bermusuhan atau impuls seksual yang mungkin memiliki arti simbolik kepada pasien.
Lebih dari 90% dari semua sakit kepala salah satu diantara migrain atau tension
headache, sekitar 50% dari mereka adalah migrain. Menurut Clark dan Cumley (1973),
timbulnya sakit kepala migrain sering terjadi di antara individu mulai usia 12 sampai 25. Namun,
onset dapat terjadi diberbagai macam usia. Biasanya, orang yang mengalami migrain adalah
individu yang sangat cerdas, memiliki dorongan yang kuat , ambisius, dan memiliki kehatihatian serta teliti .
Tiga gejala yang menonjol migrain adalah: (1) sakit kepala biasanya mempengaruhi satu
sisi kepala, (2) kambuh secara periodik, dan (3) migrain cenderung turun-temurun. Gejala
migrain pada sebagian besar kasus adalah sekali setiap 2 minggu. Untuk wanita, serangan sakit
kepala ini juga dapat dikaitkan dengan mereka periode menstruasi. Namun, ada juga orang yang
tidak menunjukkan setiap keteraturan antara serangan (Anderson & Frank, 1981; Lance, 1981).
Durasi migrain dapat terjadi selama waktu 1 jam dalam seminggu. Namun, individu
sering mengalami rasa sakit dan gejala yang sama antara serangan (Davis, Wetzel, & Kashiwaga,
1976).
Gejala yang paling luar biasa migrain adalah nyeri yang luar biasa, biasanya, rasa sakit
ini sangat intens dan sangat sakit. Rasa nyeri dimulai dari pelipis, bola mata, atau dahi. Individu
yang mengalami migrain mungkin juga mengalami nyeri di seluruh wajah dan leher serta lengan
mereka. Beberapa gejala lain pada migrain yaitu penglihatan yang terganggu yang dapat
berakibat menjadi buta, dan kepekaan terhadap kebisingan. Individu yang mengalami serangan
migrain akan menjadi berkeringat, dan meskipun individu tersebut sedang salam keadaan
demam, lengan dan kaki mungkin merasa dingin. Wajah individu yang sedang migrain dapat
tampak pucat dan kuning, dan mual dan muntah dapat terjadi sebagai serangan mendekati
klimaks,.

tension headache
Seperti disebutkan di atas, sebagian besar sakit kepala yang terjadi pada kebanyakan
individu adalah migrain, tension headaches, ataupun kombinasi dari keduanya.. Sakit kepala
karena tegang (tension headaches) yang sering disebut muscular-contraction headaches adalah
daerah lain di mana organicity (elemen somatopsychic) dan psikologi (elemen psikosomatik)
saling berlawanan. Tension headaches yang diyakini sebagai hasil dari kontraksi berkelanjutan
dari otot rangka leher, bahu, kulit kepala, dan wajah. Namun, teori ini telah benar-benar tidak
disetujui atau benar-benar ditolak. Pada saat ini, tidak ada bukti konklusif bahwa tension
headaches adalah produk dari faktor emosional, meskipun kecemasan dapat menghasilkan
kontraksi otot dan sakit kepala (Martin, 1985).
Pada tahun 1981, Fuijii et al. menekankan pentingnya rasa nyeri yang diambang batas
sebagai variabel psikologis. Selain itu, Martin (1985) mengungkapkan 50 pasien dengan tension
headaches 41 (82%) diantaranya mengalami tension headaches yang disebabkan oleh konflik
emosional. Anderson dan Frank (1981) menjelaskan perbandingan antara pasien yang mengalami
migrain dan tension headaches. Para pasien yang mengalami migrain adalah pasien yang
perfeksionis dan yang berorientasi pada kesuksesan. Sedangkan pasien dengan tension
headaches lebih cemas dan memiliki rasa tidak aman (insecure). Anderson dan Frank
menyimpulkan bahwa tension headaches tidak terkait dengan peningkatan ketegangan pada otot
frontal, dan migrain tidak meningkat aktivitas vasomotornya. Davis et al. (1976), tension
headaches adalah gejala yang sering muncul pada pasien depresi. Para peneliti mempelajari 74
pasien yang mengalami sakit kepala: 40 yang depresi (menurut California Psychological
Inventory). Dari sakit kepala yang diteliti, 39% adalah pembuluh darah, 31% adalah ototkontraksi, dan 30% adalah kombinasi dari dua. Tidak ada hubungan antara jenis sakit kepala dan
jenis kepribadian. Cox dan Thomas (1981) mempelajari 74 pasien dengan tension headaches.
Mereka menerapkan California Psychological Inventory dan menemukan bahwa
mayoritas pasien ini mengalami depresi.