Anda di halaman 1dari 7

Salah satu yang penting dalam proses penyempurnaan tekstil adalah mesin stenter atau

disebut juga tenter. Fungsi utama dari mesin ini adalah untuk meregangkan kain, tetapi
beberapa stenters yang dikhususkan tidak untuk tujuan ini saja, namun sebagian besar
menggabungkan peregangan dan pengeringan. Bentuk tertua dari stenter adalah hand-frame
tetap, yang comporised dua rel paralel pada yang dipasang deretan pinsto memegang kain:
kain ketika telah tertusuk di pin dengan tangan rel disebabkan untuk bergerak terpisah dengan
cross-rel , sehingga kain kering dalam kondisi membentang, bebas untuk lipatan, dan
selanjutnya kontrol atas dimensi akhir diwujudkan.
Mesin stenter dibuat pada Tahun 1854 Dikenalkan oleh Whitrly dari huddersfield: lapisan
tunggal atau scotch stenter umumnya digunakan untuk kapas, sutra, rayon, meskipun beberapa
dualapis atau kembali stenter yang beroperasi di sutra dan kain rayon.
steam pemanasan dalam satu bentuk atau lain adalah metode utama pemanasan udara untuk
mengering kain, meskipun kereta arang glowist masih digunakan dalam waktu tertentu yang
mengkhususkan untuk finishing beludru, khususnya di hand-frame: pengeringan parsial dengan
gas pembakar digunakan pada beberapa sutra dan rayon.
Kebanyakan stenter kontinu terbatas pada lebar sekitar 70 inci, tetapi tipe khusus yang
tersedia untuk kain hingga 100 inci. Pin rel hand-frame diganti dengan memindahkan pin-rantai
di panduan yang cocok: awalnya kain diumpankan ke dalam mesin dengan tangan, beberapa
meter pertama dari rel menyimpang hingga lebar yang diperlukan diperoleh, setelah rantai
parallel berjalan.
Sebuah alternatif untuk pin stenter adalah mesin klip, di mana pinggiran kain yang dicengkeram
oleh klip Spring penemuan klip otomatis atau self-feeding memberikan dorongan besar untuk
perkembangan klip stenter otomatis yang begitu banyak digunakan untuk katun dan kain linen.
Jenis mesin memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada pin stenter, dan umumnya dibuat
dengan rantai-rel datar, rantai yang akan dikembalikan pada bidang horizontal. Rantai-rel yang
membawa rantai klip disesuaikan dengan lebar oleh sekrup, yang dioperasikan bersama oleh
poros yang melewati sepanjang stenter, tetapi dua bagian dari rel di ujung masuk secara
terpisah dapat diatur, yang diatur sempit di pintu masuk , tetapi divergensi karena mereka
bergabung dengan rel lagi di mana kain dibawa ke lebar penuh.

Beberapa klip stenter dari tipe single layer disusun sebagai jigging stenter, yaitu, cross-rel
disebabkan berosilasi dengan vertical center mereka dan membawa rantai-rail dengan mereka:
memberikan kain diagonal atau "to-dan-fro "gerakan yang membantu untuk meluruskan benang
pakan, memecahkan setiap adhesi sementara di persimpangan lusi dan pakan, sehingga
menghasilkan efek yang lebih lembut kadang-kadang dikenal penyempurnaan elastis. The
jigging gerak umumnya disediakan oleh engkol disk dan batang penghubung; stroke sering
variabel sampai 24 inci dan kecepatn hingga 30 stroke per menit. Otomatis klip stenter untuk
bahan katun dapat bervariasi I panjang 60-120 meter: jenis yang populer adalah 90 meter, dan
dapat memberikan output dari 140 meter per menit dengan kain tertentu.

Penjepit pada stenter, walau bagaimanapun tidak cocok untuk kebanyakan serat sutera dan
rayon, karena dapat mengurangi daya potensial, (lihat gb 244)
Pasak dari rantai stenter kembali ke posisi vertikal dan mengatur lebar yang sama pada
penjepit stenter, tapi beberapa mesin modern mempunyai kelebihan yaitu rangka yang lebih
runcing sebagai tempat selama pengeringan berlangsung,stenter untuk wool pada umumnya
adalah jenis multilayer, kebanyakan pemanasan yang diperlukan untuk mengeringkan bahan
yang lebih tebal.
Stenter modern di dalamnya terdapat 10 lapisan. Bahan di letakan di bagian paling atas pada
mesin, udara pada umumnya berada pada lapisan atau bagian atas dan suhu di turunkan
perlahan pada tombol layar, sehingga kondisi kain yang masuk di beri udara yang baru.

Stenter multilayer dengan pegangan 55 dari 150 yard kain dalam 1 menit. Semua mesin stenter
modern memiliki metoda otomatis untuk melewatkan kain pada penjepit . dan metoda dibagi
menjadi 2 jenis, pertama berpindahnya kain dengan sandaran atau yang ke dua berpindahnya
sandaran mengikuti posisi yang pertama,
Metoda yang pertama digunakan dengan penjepit stenter dimana derajatnya tidak tinggi.
Kecepatan adalah yang berhubungan dengan listrik.

Sepasang rol-rol kecil merupakan situasi dimana masing-masimg bagian dari mesin dan
merupakan poin penting dari mekanisme pelepasan pegangan pada rol. Maksud dari jenis ini
menjadikan jalannya mekanisme elektrik atau penyuapan udara.
Pasak dari stenter menggunakan rail-guiding daripada menggunakan cloth-guiding. Jenis yang
populer menggunakan mesin elektrik atau motor elektrik untuk menjalankannya. Dijalankannya
skrup yang melewati roda gigi.
Sebuah cahaya yang bekerja pada cloth-feeder diantara dua kontak elektrik yang menutup
putaran di sekeliling lingkaran satu dengan lainnya, sepasang tombol pengatur motor
merupakan bagian-bagian yang harus ada, bagian ini disertai dengan kekurangan oleh karena
itu, rail-guider di kembangkan lagi dimana sandarannya di gerakkan oleh piston.
Di dalam silinder, semua daya di bawa oleh penyuapan udara atau cairan. Semua jenis
dikembangkan oleh mather dan platt dan di kombinasikan dari jenis pneumatic dan hydralic
oleh john dalglish dan sons.
Jenis elektrik bekerja dengan prinsip yang berbeda. Sebuah cahaya dengan garis vertilkal, kain
di lewatkan pada pasak rantai dengan posisi terhubung. Situasi dimana ujung kain terdeteksi
oleh photo-cells dan penuntun kerja motor yang telah diatur pembesarannya, apakan kain
dirajut atau ditenun akan di antarkan dengan kecepatan hebat yaitu kecepatan per menit.
Cabang atau pipa peniup (puffer pipes) dari trunking pada kerangka.Udara panas yang
diproduksi oleh multitubuler heater disuplai dengan system steam bertekanan rendah,dan satu
kipas peniup; cara alternative adalah dengan menggunakan satu atau lebih pemanas dengan
system steam bertekanan tinggi,yang terdapat kipas peniup.Setelah melewati satu heater ke
heater lainnya ,udara terdistribusi pada lembaran/lapisan logam trunking dan mengarah
langsung kepada bahan oleh swivel nozzle.Kebanyakan penjepit stenter mengandung konveksi
dan radiasi dari pipa uap pada bahan.Jumlah pengurangan kelembaban bahan meningkat
dengan kecepatan arus udara,yang dimana arus udara melewati permukaan bahan ditiap
sisinya,

tetapi pada saat kecepatan tinggi puffer pipe yang sudah lama memberikan efek yang tidak
seimbang.Pengembalian penjepit stenter menyebabkan terjadinya keseimbangan pada arus
udara dengan kecepatan tinggi. Udara panas pada sistem The Krantz dan Jahr bergantung
pada sirkulasi udara pada heater terhadap bahan pada sudut yang sesuai. Kecepatan udara
pada permukaan pakaian meningkat,dan kebanyakan mesin ditutup atau disertai dengan panel
pembatas.
Pemanasan yang terjadi pada udara adalah dengan menggunakan gilled-tube radiators,dengan
adanya uap pada pipa;udara ditiupkan melalui pipa oleh kipas dan ini memungkinkan ruang
stenter dengan beberapa kipas yang meniup udara dengan temperature yang
berbeda,biasanya temperature tertinggi barada pada bagian akhir proses.
Salah satu kekurangan mengeringkan bahan tekstil dengan udara panas adalah pada daerah
disekitar bahan pakaian menjadi hangat tetapi udara yang stagnan menyebabkan terjadinya
perintangan absorpsi menjadi lebih panas.
Lapisan ini dapat digabungkan dengan cara yang dikembangkan oleh Spooner yang dimana
uap panas yang melewati aliran pada nozzle dari tipe truncanted venturi yang merubah tekanan
static menjadi kecepatan( dinamik) ; aliran udara melewati bahan yang menyebabkan terjadinya
putaran yang cukup untuk menghancurkan batas lapisan dan juga menyebabkan terjadinya
pergantian udara hangat dengan udara kering.
Udara ini mengenai bahan secara melintang pada kecepatan tinggi dengan kondisi penekanan
pada bahan dengan nozzles atau celah peregang kearah lebar.
Keistimewaan yang sangat menarik adalah efek efaporatif yang tinggi,sehingga bahan tetap
dingin pada saat evaporasi air dengan keuntungan penanganan dan penyelesaiannya
(finish).hal ini tidak selalu dimengerti, hal ini mungkin terjadi ketika bahan dalam keadaan
basah, evaporasi air tergantung pada perbedaan temperature antara keadaan kering dan
basah daripada temperature yang seharusnya.

Pembacaan temperature pada keadaan basah menunujkkan temperature pada bahan yang
basah.Proses pengeringan tidaklah merata,awalnya 75% kelembaban mungkin akan
berkurang dari 20 menjadi 25% dari total waktu pengeringan,tetapi ketika kelembaban pada
bagian sampingnya 30%, temperature bahan akan meningkat dengan menguapnya uap kering
tersebut di udara.Pada tahap ini temperature harus lebih rendah agar tidak merusak bahan
tekstil.Jenis ini banyak digunakan pada mesin pengering yang dibagi atau terdiri dari beberapa
bagian yang memungkinkan temperature rendah dapat mengeringkan bahan.Sangat penting
untuk mencegah perubahan mendadak pada saat proses, dan kebanyakan mesin terdiri dari
proses evaporasi yang lama dengan mengontrol kelembaban pada udara panas; hal ini dapat
dilakukan menggunakan counterflow system dimana bahan yang basah dimasukkan kedalam
stenter yang mengandung udara yang panas.prinsip penggunaan memungkinkan temperature
tinggi dan tingkat kelembaban tinggi bekerja pada mesin untuk meningkatkan
Perkembangan terbaru bergantung pada penggunaan uap superheated. Prinsipnya adalah
prinsip lama dan disarankan pada tahun 1926 dan lagi oleh Andrews, tetapi sukses
diaplikasikan pada masa modern. Pada suhu diatas 100oC, dan pada tekanan normal, udara
dapat mengambil air dengan jumlah yang tak terhingga sebagai uap yang superheated. Dalam
prinsip aplikasi moderen, kain basah yang terkena panas dengan jumlah besar, dengan air
dalam bahan dibawa ke dalam titik didih dengan sangat cepat, pertama oleh arus kondensasi
yang dibentuk oleh blowing uap superheated pada kecepatan tinggi ke seluruh permukaan
pada kain, dan kedua, melalui kondensasi permukaan uap superheated pada kain ketika panas
laten dibebaskan sehingga meningkatkan suhu air di kain. Penggunaan jet dari uap
superheated dengan kecepatan tinggi pada kedua sisi kain menghasilkan pengeringan dengan
kecepatan yang lebih besar daripada yang diperoleh sebelumnya dan sistem beroperasi
dengan efisiensi termal yang lebih besar. Kontrol yang cermat memungkinkan kain menjadi
kering sampai kadar air yang telah ditetapkan dan juga mengklaim bahwa migrasi zat warna,
resin, dll dapat berkurang.
Mengingat pentingnya pengeringan yang ekonomis, sangat menarik untuk dicatat bahwa
silinder pengeringan menggunakan sekitar 1-6 lb steam per lb uap air, sedangkan stenter tipe
lama dibutuhkan sekitar 3 sampai 4-5 lb steam. Sebuah stenter modern dengan udara kering
dapat menggunakan 2 sampai 3 lb steam sedangkan klaim atas 1-3 lb steam per lb uap air
yang dibuat untuk stenters menggunakan superheated steam. Dengan udara-kering, laju
pengeringan dapat lebih tinggi daripada dengan superheated steam, dan stenter modern
"Comasach" dari Dalglish membutuhkan steam 1-6 lb steam per lb uap air pada laju 9 sampai
10 lb air per kaki persegi per jam, memberikan tingkat produksi 150 meter per menit dari 50 ft
unit. Hal ini tidak boleh dilupakan bahwa stenter juga tulang punggung dari pabrik finishing, dan
mesin pengeringan yang paling efisien tidak selalu memberikan penyelesaian.
Proses pengeringan kain dikenakan selama proses bleaching, pencelupan, dan finishing
disimpan ke minimum tidak hanya karena biaya, tetapi karena jenis pengeringan mengurangi
daya serap bahan tekstil. Hal ini juga diketahui, misalnya, bahwa MR bahan tekstil pada setiap
kelembaban relatif tergantung pada apakah bahan tekstil telah mencapai kesetimbangan
dengan penyerapan atau desorpsi; kadar air dari kain juga banyak mempengaruhi sifat fisik.
Sayangnya ketika upaya yang dilakukan untuk mengeringkan kain dengan desorpsi untuk

kembali normal, pemanfaatan mesin yang beroperasi dengan kecepatan konstan untuk kain
tertentu, tidaklah mungkin untuk mengatasi perbedaan, maka tempat yang lembab
menyebabkan penyimpangan dalam pencelupan dan pencapan, karena bagian dari kain telah
dikeringkan dan bagian lainnya telah over-kering. Praktek umum, adalah untuk menghasilkan
bahan seragam dengan over-pdrying pada semua sisi, dan kemudian pengkondisian kain
dengan cara penyerapan. Pada kenyataannya, sebagian besar kain yang over drying karena
adanya selisih yang cukup aman diizinkan untuk diproduksi, namun ini menghasilkan
penurunan kualitas, kapasitas serap berkurang, dan output yang rendah.
Namun, perekam kelembaban otomatis baru-baru ini dikembangkan untuk memberikan indikasi
berkelanjutan moisture content kain dan juga untuk mengontrol kecepatan stenter sehingga
moisture content yang disimpan secara substansial konstanBerkenaan dengan jalannya mesin
stenter, kebanyakan mesin modern yang digerakkan oleh tenaga listrik dan dilengkapi dengan
kontrol tombol push.Dalam banyak kain, perlu untuk memiliki welt di sudut kanan warp; ini
dapat diperbaiki dengan pemasangan kain dalam stand roll berputar dan membuat penyesuaian
yang diperlukan dengan cara manual.
Seperti disebutkan sebelumnya, ada kemungkinan untuk memiliki stenter yang beroperasi
bersamaan dengan silinder pengeringan, baik dengan pengeringan parsial, atau, seperti
beberapa mesin klip, silinder dapat mengikuti stenter dan mengeringkan pinggiran kain
tenunan.
Pada akhir pengiriman stenter , kain umumnya dianyam di atas meja atau ke wagon; stenter
jenis pendek digunakan untuk peregangan tanpa pemanasan bisa dilengkapi dengan drumbutcher, tapi kain yang beroperasi harus mampu menahan ketegangan dan penanganan yang
agak kasar. Metode lain batching tentu saja, dapat digunakan dengan kain bahkan cukup halus.

TUGAS
ELEMENT MESIN
Mesin Stenter

Disusun Oleh :
Nama

: Rika Ryana A
Rikeu Rahayu
Sarah Rosyidah
Wiwin Sri W

Group

: K-4

Dosen

: M. Ichwan,AT, MS.Eng.

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL


BANDUNG
2014