Anda di halaman 1dari 7

1. Sebut dan jelaskan karakteristik utama asset.

Jawab:
Karateristik utama asset yaitu,
a. Manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti
Untuk dapat disebut smebagai asset, suatu objek harus mengandung manfaat ekonomik
dimasa datang yang cukup pasti. Ini mengisyaratkan bahwa manfaat tersebut terukur dan
dapat dikaitkan dengan kemampuannya untuk mendatangkan pendapatan atau aliran kas di
masa datang.
b. Dikuasai atau dikendalikan oleh entitas
Untuk dapat disebut sebagai asset, suatu objek atau pos tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi
cukup dikuasai oleh entitas. Artinya untuk memiliki suatu objek dipeerlikan proses yang disebut
transfer hak milik.
c. Timbul akibat transaksi masa lalu
Telah dibahas dalam rerangka konseptual bahwa criteria pengakuan elemen adalah definisi,
keterukuran, keberpautan, dan keterandalan. Bahwa asset haruus timbul akibat transaksi atau
kejadian masa lalu adalah criteria untuk memenuhi definisi tetapi bukan criteria untuk
pengakuan. Jadi manfaat ekonomik dan penguasaan atau hak atas manfaat saja tidak cukup
untuk memasukkan suatu objek kedalam asset kesatuan usaha untuk dilaporkan via statemen
keuangan.
2. Mengapa asset harus terjadi karena transaksi masa lalu?
Jawab:
Asset harus terjadi karena transaksi masa lalu karena Telah dibahas dalam rerangka konseptual
bahwa criteria pengakuan elemen adalah definisi, keterukuran, keberpautan, dan keterandalan.
Bahwa asset haruus timbul akibat transaksi atau kejadian masa lalu adalah criteria untuk
memenuhi definisi tetapi bukan criteria untuk pengakuan. Jadi manfaat ekonomik dan
penguasaan atau hak atas manfaat saja tidak cukup untuk memasukkan suatu objek kedalam
asset kesatuan usaha untuk dilaporkan via statemen keuangan.
3. Sebut dan jelaskan karakteristik pendukung asset. Mengapa karakteristik tersebut tidak
menghalangi suatu sumber ekonomik untuk disebut sebagai asset?
Jawab:
Karateristik pendukung asset, yaitu
a. Melibatkan Kos
Bila kos terjadi karena pemerolehan suatu objek terjadi akibat
b. Berwujud
c. Tertukaran
d. Terpisahkan
e. Penegasan atau kekuatan secara legal
Karateristik pendukung diatas tidak menghalangi suatu sumber ekonomik untuk disebut
sebagai asset karena karateristik pendukung diatas lebih menguatkan atau meyakinkan
adanya aset tetapi tidak harus dipenuhi untuk memasukkan suatu objek sebagai asset.
4. Bahas dan bandingkan pengertian asset menurut FASB, IASC, dan APB.
Jawab:
Pengertian asset menurut FASB : asset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti
yang diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau
kejadian masa lalu.

Pengertian asset menurut IASC : aset adalah sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan
sebagai akibat peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan
mengalir ke perusahaan.
Pengertian asset menurut APB : asset adalah sumber ekonomik karena adanya unsure
kelangkaan sehingga suatu entitas harus mengendalikannya dari akses pihak lain melalui
transaksi ekonomik.
5. Apakah asset harus merupakan sumber ekonomik?
Jawab:
Iya, karena asset digunakan dalam transaksi ekonomik yang merupakan kegiatan produktif.
6. Mengapa APB memasukkan beban tangguhan sebagai nonsumber ekonomik?
Jawab:
APB memasukkan beban tangguhan sebagai nonsumber ekonomik karena APB secara implisit
menekankan pengertian asset sebagai sesuatu yang nyata-nyata dapat digunakan dalam
kegiatan produktif (penyedia barang dan jasa). Nyata-nyata dapat digunakan berarti bahwa asset
merupakan sediaan jasa baik berwujud mauun tak berwujud.
7. Apakah beban tangguhan secara semantic dapat disebut sebagai asset?
Jawab:
Beban tangguhan secara semantik dapat disebut sebagai asset
8. Karena selalu dilaporkan dalam seksi asset, apakah depresiasi akumulasian merupakan
asset? Jelaskan makna depresiasi akumulasian.
Jawab:
Iya, karena termasuk dalam criteria asset karena dapat mengurangi manfaat dari kegunaan
asset. Depresiasi akumulasian adalah penyusutan atau penghapusan manfaat ekonomik suatu
objek (asset).
9. Mengapa untuk disebut asset suatu objek tidak harus dimiliki tetapi cukup dikuasai oleh
kesatuan usaha? Sebutkan cara-cara untuk mendapatkan penguasaan atas asset.
Jawab:
Karena pemilikan mempunyai makna yuridis atau legal,artinya,untuk memiliki suatu objek
diperlukan proses yang disebut transfer

hak milik.Bila pemilikan menjadi criteria asset,akan

banyak pos yang tidak masuk sebagai asset,sehingga tidak dapat dilaporkan dalam neraca.Oleh
karena itu,konsep penguasaan(kendali)lebih penting daripada konsep pemilikan.
Cara-cara mendapatkan penguasaan yaitu, pembelian, pemberian, penemuan, perjanjian,
produksi/transformasi,

penjualan,

lain-lain

(pertukaran,

peminjaman,

penjaminan,

pengkonsignaan, transaksi komersial, atau kebiasaan bisnis)


10. Perusahaan menandatangani kontrak dengan pemasok yang didalamnya disebutkan
bahwa perusahaan akan membeli barang di masa datang dengan harga dan kuantitas yang
pasti. Apakah pada saat penandatanganan kontrak barang tersebut dapat dimasukkan
sebagai asset perusahaan?
Jawab:
Bagi perusahaan ,manfaat ekonomik masa datang sudah cukup pasti,manfaat tersebut akan
dikuasai perusahaan,dan transaksi telah terjadi sehingga secara definisi kontrak telah
menimbulkan asset tetapi asset tersebut tidak dapat diakui karena criteria lain harus dipenuhi.
11. Sebut beberapa contoh pos asset yang manfaatnya diperoleh dari pertukaran dan
penggunaan.
Jawab:
Goodwill, hak paten, dan hak cipta

12. Apakah formula atau proses yang dipatenkan suatu entitas dapat disebut sebagai asset?
Jawab:
Iya, walaupun tidak berwujud fisis
13. Suatu entitas dapat menggunakan jalan raya atau air tanah yang memberi manfaat
ekonomik bagi entitas tersebut. Apakah jalan raya atau air tanah memenuhi definisi
sebagai asset entitas tersebut?
Jawab:
Ya, karena jalan raya dan air tanah merupakan objek fisis dan pihak yang menyediakan manfaat
yang dikuasai entitas
14. Mengapa penghargaan sepakatan menjadi basis penentuan kos asset?
Jawab:
Karena kos yang didasarkan atas penghargaan sepakatan lebih terandalkan karena
penyebarannya lebih terpusat atau variansi lebih kecil atau sempit daripada kos yang disasarkan
atas penilaian secara subjektif atau selain penghargaan sepakatan. Dengan kata lain, kos atas
dasar penghargaan sepakatan lebih akurat daripada atas dasar yang lain.
15. Apakah yang dimaksud dengan batas kegiatan dan perioda pemerolehan dalam
menentukan kos asset?
Jawab:
Batas kegiatan berkaitan dengan maslaah unsur pengorbanan sumber ekonomik apa saja yang
membentuk kos suatu asset. Secara teoritis dan sebagai ketentuan umum, batas akhir kegiatan
untuk memasukkan unsur kos sebagai bagian dari kos asset.
16. Sebut dan jelaskan cara mengukur kos untuk berbagai penghargaan.
Jawab:
Transaksi pertukaran (jual-beli) dapat dijadikan landasan untuk menentukan kos yang
terandalkan karena penghargaan sepakatannya didasarkan atas mekanisma pasar yang bebas
sehingga dia menjadi bukti validitas pengukuran kos lebih-lebih dalam mekanisma pasar
sempurna. Mekanisma pasar bebas menjamin dan menghendaki agar:
o Pihak bertransaksi sama-sama berkehendak dan bebas tanpa tekanan atau ancaman.
o Pihak bertransaksi sama-sama berkemampuan memperoleh informasi secara bebas.
o Barang yang dipertukarkan cukup standar (umum) dan tersedia cukup banyak di pasar
bebas. Dengan kata lain, cukup banyak penjual dan pembeli sehingga tak seorang pun cukup
kuat untuk mempengaruhi harga.
Jadi, bila kondisi-kondisi diatas tidak dipenuhi, penghargaan sepakatan yang terjadi tidak dapat
diterima begitu saja sebagai pengukur kos yang objektif.
17. Jelaskan tahap perlakuan aliran asset dari segi fisis maupun informasi.
Jawab:
Dari segi fisis perlakuannya adalah tahap pemerolehan, pengolahan dan penjualan/penyerahan
sedangkan secara aliran informasi yaitu objek harus direpresentasi dalam kos sehingga
hubungan antar objek bermakna sebagai suatu informasi.
18. Mengapa laba dalam pertukaran asset nonmoneter sejenis tidak dapat diakui sebagai laba
dan masuk dalam statemen laba-rugi?
Jawab:
Karena perusahaan tersebut melakukan pemeliharaan atau pemertahanan capital (daya
produksi) dan bukan melakukan penjualan sehingga penerimaan asset dan penyerahan asset
dianggap sebagai transaksi pemeliharaan bukan transaksi penjualan. Dengan demikian fungsi
asset dalam memberi kontribusi untuk pembentukan pendapatan belum terhenti atau habis. Jadi,
proses pembentukan pendapatan oleh fungsi asset tersebut belum selesai. Oleh karena itu, kalau

terjadi untung, tidak selayaknyalah untung tersebut diakui karena secara konseptual untung tidak
dapat timbul dari transaksi pemeliharaan atau pembelian, untung hanya timbul dari transaksi
penjualan. Untung yang timbul harus diperlakukan sebagai pengurang kos asset yang masuk. Ini
berarti bahwa untung dianggap sebagai penghematan kos.
19. Apakah semua kos yang terjadi selama perioda pemerolehan suatu asset harus selalu
menjadi unsur kos asset tersebut?
Jawab:
20. Apakah yang dimaksud dengan capital expenditures dan revenue expenditures?
Jawab:
Capital expenditures adalah bila suatu pengeluaran sumber ekonomik yang mengukur kos suatu
objek dicatat sebagai asset, sedangkan revenue expenditures.
21. Apa pula yang disebut asset impairment?
Jawab:
Penurunan nilai dari asset.
22. Apakah tujuan penilaian asset?
Asset merupakan elemen pembentuk posisi keuangan sebagai informasi semantic bagi investor
dan kreditor, tujuan penilaian asset harus berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan. Tujuan
pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang dapat membantu investor dan kreditor
dalam menilai jumlah, saat dan ketidakpastian aliran kas bersih ke badan usaha.
23. Apakah yang dimaksud dengan nilai masukan serta dalam kondisi apa nilai tersebut
terterapkan?
Jawab:
Nilai masukan adalah nilai yang didasarkan atas jumlah rupiah yang harus dikeluarkan atau
dikorbankan untuk memperoleh asset atau objek jasa tertentu yang masuk dalam unit usaha.
24. Apakah yang dimaksud dengan nilai keluaran serta dalam kondisi apa nilai tersebut
terterapkan?
Jawab:
Nilai keluaran adalah nilai yang didasarkan atas jumlah rupiah kas atau penghargaan lainnya
(nonkas) yang diterima suatu unit usaha apabila suatu asset atau potensi jasa akhirnya keluar
dari satuan usaha melalui pertukaran atau konversi.
25. Sebut berbagai basis penilaian dan dalam kondisi apa basis tersebut dapat diterapkan
untuk mendapatkan penilaian yang merepresentasi makna pos-pos asset.
Jawab:
Berbagai dasar penilaian bergantung pada makna yang ingin direpresentasi melalui pos statemen
keuangan. Penilaian pos asset dimaksudkan untuk menentukan berapa jumlah rupiah yang harus
dilekatkan pada tiap pos asset dan apa dasar penilaiannya. Ada berbagai dasar penilaian yang
dapat digunakan untuk tujuan pelaporan asset dalam rangka menyediakan informasi yang dapat
membantu para pemakai untuk mengevaluasi posisi keuangan dan untuk memprediksi aliran kas
di masa yang akan datang. Basis pengukuran untuk untuk menilai asset yang paling valid adalah
harga atau nilai pertukaran
26. Apa yang disebut dengan nilai terealisasi harapan sekarang dan apa kelemahannya
sebagai dasar pengukuran suatu asset.
Jawab:
Nilai terealisasi harapan sekarang adalah dasar yang digunakan apabila harapan penerimaan kas
atau setaranya cukup pasti dan senggang waktu sampai penerimaan cukup panjang tapi saat
atau tanggal penerimaan pasti. Pos yang dapat menggunakan dasar penilaian ini adalah
misalnya investasi obligasi, piutang wesel jangka panjang, dan deposito berjangka.

Kelemahannya sebagai dasar pengukuran suatu asset adalah:


a) Kalau tidak ada pasar untuk untuk asset bersangkutan, penentuan aliran kas masa datang
bersifat subjektif sehingga sulit untuk di verifikasi.
b) Hasil pengukuran sulit diinterpretasi maknanya oleh pembaca statemen keuangan.
c) Aliran kas ke perusahaan dihasilkan oleh seluruh asset sebagai satu kesatuan dalam
menghasilkan produk yang akhirnya dijual untuk mendatangkan kas. Tidak logis atau tidak
mungkin untuk memisahkan aliran kas masuk bersih untuk menunjukan kontribusi tiap asset
dalam menghasilkan aliran kas bersih tersebut.
d) Beberapa asset tidak dapat terpisahkan sehingga nilai sekarang seluruh asset tidak akan
sama dengan penjumlahan semua kas masa datang diskonan tiap asset.
27. Jelaskan konsep penilaian sediaan barang atas dasar kos atau pasar yang lebih rendah.
Mengapa perlu ada batas dan bawah untuk pasar dalam penilaian tersebut?
Jawab:
Yang dimaksud dengan konsep penilaian sediaan barang atas dasar kos atau pasar yang lebih
rendah adalah pasar mengacu ke nilai masukan karena barang biasanya dijual ke pasar yang
berbeda dengan harga lebih tinggi. Batas atas dan bawah untuk pasar dalam penilaian diperlukan
untuk menentukan bahwa pasar tidak melebihi nilai terealisasi bersih atau tidak lebih rendah dari
nilai terealisasi bersih dikurangi laba normal.
28. Sebut dan jelaskan atribut penilaian asset menurut FASB. Pos-pos asset apa saja yang
dapat diterapi dengan tiap atribut penilaian tersebut.
Jawab:
FASB mengindentifikasikan lima makna atau atribut yang dapat direpresentasi dalam berbagai
atribut penilaian. Bila dikaitkan dengan asset, dasar penilaian menurut FASB dapat disarikan
sebagai berikut:
a) Historical Cost. Tanah, gedung, perlengkapan, perlengkapan pabrik, dan kebanyakan sediaan
dilaporkan atas dasar kos historisnya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang
dikorbankan untuk memperolehnya. Kos historis ini tentunya disesuaikan dengan jumlah
bagian yang telah didepresiasi atau di amortisasi.
b) Current Cost. Beberapa sediaan disajikan sebesar nilai sekarang atau penggantinya yaitu
jumlah rupiah kas atau setaranya yang harus dikorbankan kalau asset tertentu yang sejenis
diperoleh sekarang.
c) Current Market Value. Beberapa jenis investasi dalam surat berharga disajikan atas dasar
nilai pasar sekarang yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dapat diperoleh kesatuan
usaha dengan menjual asset tersebut dalam kondisi perusahaan yang normal.
d) Net Realizable Value. Beberapa jenis piutang jangka pendek dan sediaan barang disajikan
sebesar nilai terealisasi bersih yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang akan diterima dari
asset tersebut dikurangi dengan pengorbanan yang diperlukan untuk mengkonversi asset
tersebut menjadi asset atau setaranya.
e) Present Value of Future Cash Flows. Piutang dan investasi jangka panjang disajikan sebesar
nilai sekarang penerimaan kas di masa mendatang sampai piutang terlunasi dikurangi
dengan tambahan kos yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan penerimaan tersebut.
29. Dapatkah sewaguna dikapitalisasi? Apa saja kriteria FASB untuk mengkapitalisasi
sewaguna? Mengapa bila salah satu kriteria dipenuhi, FASB mewajibkan perusahaan
untuk mengkapitalisasi sewaguna?
Jawab:

Ya, FASB mewajibkan untuk mengakui (mengkapitalisasi) fasilitas yang disewaguna sebagai
asset perusahaan kalau secara substantive perjanjian sewaguna tersebut sebenarnya
merupakan pembelian angsuran.
FASB mengajukan empat kriteria sebagai berikut:
a) Kontrak sewaguna menyebutkan adanya transfer hak milik barang atau properties kepada
tersewaguna pada akhir jangka sewaguna.
b) Kontrak sewaguna memuat pasal bahwa tersewaguna boleh pilih untuk membeli pada
tanggal yang ditetapkan dalam jangka sewaguna dengan harga yang ditetapkan dan harga
tersebut cukup murah sehingga dapat dipastikan di muka bahwa tersewaguna akan memilih
membeli properties bersangkutan.
c) Jangka sewaguna adalah 75% atau lebih dari sisa umur ekonomik taksiran properitas
sewagunaan sejak penandatanganan kontrak. Bila sisa umur ekonomik mulai dari
penandatanganan kontrak kurang dari 25% umur ekonomik total, kriteria ini tidak berlaku.
d) Pada saat penandatanganan kontrak sewaguna, nilai sekarang semua pembayaran
sewaguna minimum selama jangka sewaguna adalah sama atau lebih besar dari 90% nilai
wajar bersih bagi pesewaguna (lessor). Nilai wajar bersih bagi pesewaguna adalah nilai wajar
dipandang dari sudut pewesaguna setelah dikurangi dengan kredit pajak investasi, kalau ada,
yang menjadi hak pesewaguna.
FASB mewajibkan perusahaan untuk mengkapitalisasi sewaguna karena kalau salah satu pasal
diatas dipenuhi, secara substantive kontrak tersebut jelas merupakan pembelian angsuran
wwalaupun bentuk yuridisnya tampak sebagai sewa-menyewa biasa atau sewaguna operasi.
30. Evaluasilah kriteria kapitalisasi sewaguna menurut PSAK No. 30
Jawab:
kriteria kapitalisasi sewaguna menurut PSAK No. 30 adalah lemah bahkan kosong dengan
makna kesubstantifann transaksi sebagai pembelian sehingga kalau suatu sewaguna memenuhi
ketiga kriteria kapitalisasi tersebut maka klasifikasi tersebut akan bersifat arbitrer. Sewaguna yang
memenuhi kriteria tersebut sebagai sewaguna capital mungkin secara substantive adalah
sewaguna biasa atau sebaliknya yang diklasifikasi sewaguna biasa sebenarnya sewaguna
capital.
31. Uraikan sebanyak yang anda ketahui dengan mencari sumber-sumber acuan yang berpaut
tentang masalah kapitalisasi kos yang berkaitan dengan objek berikut ini:
a. Riset dan pengembangan
b. Ekslorasi minyak dan gas bumi
c. Selisih kurs valuta asing
d. Sumber daya manusia
32. Sebut dan jelaskan argument yang mendukung dan menolak kapitalisasi kos bunga.
Jawab:
Argument Pendukung:
a) Dengan kesiapan pemakaian atau penggunaan sebagai batas kegiatan pengukuran kos
asset, kos bunga jelas merupakan unsur kos asset.
b) Bila kesatuan usaha tidak membangun sendiri fasilitas fisis bersangkutan, penghargaan
sepakatan sebagai kos pemerolehan pada umumnya termasuk pula bunga yang harus
dibayar oleh kontraktor selama pembangunannya.
c) Pembebanan kos bunga langsung pendapatan selama masa konstruksi akan mendistorsi
laba terutama kalau konstruksi didanai dari pinjaman khusus untuk keperluan tersebut.
Dengan kata lain, pembebanan langsung menyimpang dari konsep penandingan yang tepat.

d) Kos bunga selama masa pembangunan bukan merupakan kos pendanaan karena kalau
pembangunan didanai dari penerbitan ekuitas baru , kos pendanaan secara konseptual tetap
terjadi dan digeser ke pemegang saham dalam bentuk deviden yang pembayarannya
mungkin ditunda sampai pembangunan selesai.
Argument Penolak:
a) Bunga lebih merupakan kos pendanaan daripada unsur kos asset karena perusahaan
sebenarnya dapat meghindari bunga tersebut dengan memilih alternative pendanaan dengan
ekuitas.
b) Dengan konsep nilai setara tunai atau nilai sekarang aliran kas diskunan dalam mengukur
kos suatu asset, kos pemerolehan suatu fasilitas fisis seharusnya tidak dipengaruhi oleh
kebijakan pemilihan cara pendanaan pembangunannya.
c) Dengan konsep kesatuan usaha, bunga lebih bermakna sebagai pembagian laba daripada
sebagai upaya untuk memperoleh pendapatan.
d) Karena merupakan kos pendanaan yang terpisah dengan kos pemerolehan asset, alokasi
kos bunga ke semua asset nonmoneter hanya akan kecil pengaruhnya terhadap laba periodik
karena jumlah yang dikapitalisasi dalam suatu perioda akan dikompensasi dengan amortisasi
bunga yang dikapitalisasi pada perioda-perioda sebelumnya.