Anda di halaman 1dari 173

PENGARUH IKLIM KELAS DAN LINGKUNGAN

KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR


SISWA KELAS X JURUSAN ADMINISTRASI
PERKANTORAN PADA MATA PELAJARAN
KOMPETENSI KEJURUAN ADMINISTRASI
PERKANTORAN
DI SMK PGRI 2 SALATIGA

SKRIPSI
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
pada Universitas Negeri Semarang

Oleh
Juliyana Ratna Sari
NIM 7101409206

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013

PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian
skripsi pada:

Hari

: Rabu

Tanggal

: 21 Agustus 2013

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Ade Rustiana, M.Si.


NIP. 196801021992031002

Nina Oktarina, S.Pd., M.Pd.


NIP. 197810072003122002

Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi

Dra. Nanik Suryani, M.Pd.


NIP. 195604211985032001

ii

PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi ini telah dipertahankan didepan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada:

Hari

: Selasa

Tanggal : 3 September 2013

Penguji

Drs. Marimin, M. Pd.


NIP. 195202281980031003

Anggota I

Anggota II

Drs. Ade Rustiana, M.Si.


NIP. 196801021992031002

Nina Oktarina, S.Pd,M.Pd.


NIP. 197810072003122002

Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi

Dr. S. Martono, M.Si.


NIP.196603081983011001

iii

PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar-benar hasil
karya saya sendiri, bukan jiplakan karya tulis orang lain, baik sebagian atau
keseluruhan. Pendapat serta temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini
dikutip dan dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Apabila dikemudian hari
terbukti bahwa skripsi ini merupakan hasil jiplakan dari karya tulis orang lain,
maka saya bersedia untuk menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Semarang, Agustus 2013

Juliyana Ratna Sari


NIM. 7101409206

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN


Motto
Waktu mengubah semua hal, kecuali
kita. Kita mungkin menua dengan
berjalannya waktu, tetapi belum tentu
membijak.

Kita

mengubah

diri

lah
kita

yang

harus

sendiri(Bagus

Pradipta)

Persembahan
Skripsi ini kupersembahkan untuk:
1. Kedua

orang

tuaku

beserta

keluarga besarku yang selalu


mendoakan

dan

memberi

semangat kepadaku.
2. Guru

dan

dosenku

yang

senantiasa dirahmati Allah SWT,


terima kasih atas bimbingannya.
3. Almamaterku

PRAKATA
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam atas segala nikmat yang telah
diberikan kepada makhuk-Nya karena dengan kehendak-Nya penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Iklim Kelas Dan Lingkungan
Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Jurusan Administrasi
Perkantoran Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi
Perkantoran Di SMK PGRI 2 Salatiga. Sholawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang telah mengantarkan umatnya
kepada zaman yang terang benderang.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini, banyak pihak
yang mendukung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu
penyusun mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Fathur Rohman, M. Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang
yang telah memberi kesempatan menuntut ilmu di UNNES.
2. Dr. S. Martono, M. Si., Dekan Fakultas Ekonomi yang memberi kesempatan
menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi UNNES.
3. Dra. Hj. Nanik Suryani, M. Pd., Ketua Jurusan pendidikan ekonomi yang telah
memberi ijin penelitian.
4. Dr. Ade Rustiana, M. Si., selaku Dosen Pembimbing Iyang telah memberikan
bimbingan, arahan dan saran selama penyusunan skripsi ini.
5. Nina Oktarina, S.Pd, M. Pd., selaku Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan, arahan dan saran selama penyusunan skripsi ini.
6. TU Fakultas Ekonomi yang telah melayani administrasi.

vi

7. Heriyanta, S.Pd, Kepala SMK PGRI 2 Salatiga yang memberi ijin untuk
mengadakan penelitian di SMK PGRI 2 Salatiga.
8. Kuntoro, S.Pd, selaku guru pengampu Kompetensi Kejuruan Administrasi
Perkantoran yang telah membantu selama penelitian.
9. Siswa-siswi kelas X-AP SMK PGRI 2 Salatiga atas kerjasama dan
kesediaanya untuk menjadi responden dalam penelitian.
10. Sahabat dan teman-temanku: mahasiswa prodi PAP Angkatan 2009 dan
Wisma Paradise Kost yang telah memberikan semangat dan dukungannya.
11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah mendukung
dan berperan dalam membantu penyelesaian skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca, peneliti selanjutnya
serta dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya dunia pendidikan.

Semarang, Agustus 2013

Penyusun

vii

SARI
Juliyana Ratna Sari. 2013.Pengaruh Iklim Kelas dan Lingkungan Keluarga
terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran
Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran Di SMK
PGRI 2 Salatiga. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi.
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dr. Ade Rustiana, M. Si.
Pembimbing II: Nina Oktarina, S.Pd. M. Pd.
Kata Kunci : Iklim Kelas, Lingkungan Keluarga, Motivasi Belajar.
Motivasi belajar adalah daya penggerak yang memberikan kekuatan dan
mengarahkan aktivitas seseorang untuk melakukan usaha dalam mencapai suatu
tujuan. Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa ada dua yaitu faktor
intrinsik dan ekstrinsik. Faktor yang dikaji dalam penelitian ini adalah faktor
ekstrinsik, yaitu iklim kelas dan lingkungan keluarga.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1)Bagaimana gambaran tentang
iklim kelas, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar siswa? (2)Adakah
pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar siswa? (3)Adakah pengaruh
lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa? (4) Adakah pengaruh iklim
kelas dan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa?. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui:(1) gambaran umum tentang iklim kelas, lingkungan
keluarga, dan motivasi belajar siswa, (2) pengaruh iklim kelas terhadap motivasi
belajar siswa,(3) pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa,
(4) pengaruh iklim kelas dan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa.
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK PGRI 2 Salatiga jurusan
Administrasi Perkantoran yang berjumlah 95 siswa. Metode pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis
regresi berganda dengan bantuan program SPSS release 16.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear berganda
diperoleh persamaan: Y = 0,655 + 0,552X1 + 0,468X2. Uji F diperoleh Fhitung =
12,601, sehingga H3 diterima. Secara parsial (uji t) variabel iklim kelas (X1)
diperoleh t hitung = 3,718 , sehingga H1 diterima. Variabel lingkungan keluarga
(X2) diperoleh t hitung = 2,133 , sehingga H2 diterima. Secara simultan (R2) iklim
kelas dan lingkungan keluarga berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa
sebesar 19,8%. Besarnya kontrubusi secara parsial (r2) yang diberikan variabel
iklim kelas terhadap motivasi belajar sebesar 13,03% , sedangakan variabel
lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar sebesar 4,70%. Simpulan
penelitian ini adalah ada pengaruh iklim kelas dan lingkungan keluarga terhadap
motivasi belajar siswa baik secara simultan maupun parsial. Saran penelitian ini
adalah guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang lebih menarik
untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, sebagai seorang siswa anak perlu
memiliki sikap terbuka kepada orang tuanya mengenai kesulitan belajar yang
dialaminya, dan siswa yang memiliki sikap mudah putus asa perlu diberikan
penghargaan-penghargaan
untuk
meningkatkan
motivasi
belajarnya.

viii

ABSTRACT
Juliyana Ratna Sari. 2013. Influence Class Climate and Family Environment for
Student Motivation Programs Administration Subjects Vocational Competency In
Office Administration at SMK PGRI 2 Salatiga. Final Project. Economic
Education Department. Economics Faculty. Semarang State University. Advisor I:
Dr. Ade Rustiana, M. Si. Advisor II: Nina Oktarina, S.Pd. M.Pd.
Keywords: ClassClimate, Family Environment, StudentMotivation.
Student motivation is the driving force that gives strength and direct the
activities of a person to do business in achieving a purpose.Factors that affect
student motivation there are two, intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors
such as passion, desire and aspirations. Extrinsic factors such as the appreciation
conducive learning environment, and engaging learning activities. Factors that
were examined in this study are an extrinsic factor, namely class climate and
family environment.
The research problemis: (1) How thedescription of the classclimate, family
environment, and learning motivation? (2) Is there any influence of class climate
for students motivation? (3) Is there any influence of family environment for
student motivation? (4) Is there any influence of class climate and family
environment for students motivation?. The purpose of this study to determine: (1)
overview of class climate, family environment, and student motivation, (2)
influence of class climate for students motivation, (3) influence of family
environment for student motivation, (4) class climate and the influence of family
environment for student motivation.
The study population was a class X student of SMK PGRI 2 Salatiga
majoring in Office Administration, amounting to 95 students. Methods of data
collection using questionaires and documentation. Analysis of data using multiple
regression analysis with SPSS release 16.
The results showed that the multiple linear regression analysis obtained by
the equation: Y = 0.655 + 0.552 X1 + 0.468 X2. F test obtained F value = 12.601,
so H3 is accepted. Partial (t test) class climate variables (X1) obtained t = 3.718,
so that H1 is accepted. Family environment variables (X2) obtained t = 2.133, so
that H2 is accepted. Simultaneously (R2) class climate and family environment
influence students motivation by 19.8%.Magnitude kontrubusi partially (r2) given
class climate variables on motivation to learn by 13.03%, while the family
environment variables on motivation to learn by 4.70%. Conclusions this study is
the influence of class climate and environment class family on the students
motivation either simultaneously or partially.This study is the suggestion of
teachers should use media that is more attractive to increase students' motivation,
as a young student needs to have an open attitude to his parents about the learning
difficulties they experienced, and students who have an easy attitude desperate
need to be given accolades for improving learning motivation.

ix

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................... ii
PENGESAHAN KELULUSAN ..................................................................... iii
PERNYATAAN .............................................................................................. iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................. v
PRAKATA ....................................................................................................... vi
SARI................................................................................................................. viii
ABSTRACT ..................................................................................................... ix
DAFTAR ISI ................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvii
BAB IPENDAHULUAN ............................................................................ .... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ...................................................................... 8
1.3. Tujuan Penelitian ....................................................................... 9
1.4. Manfaat Penelitian ..................................................................... 10
BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 11
2.1. Konsep Belajar ............................................................................ 11
2.1.1. Pengertian Belajar ........................................................... 11
2.1.2. Unsur-unsur Belajar ........................................................ 12
2.1.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar..................... 13

2.2. Motivasi Belajar .......................................................................... 14


2.2.1. Pengertian Motivasi Belajar ............................................ 14
2.2.2. Ciri-ciri Motivasi Belajar ................................................ 15
2.2.3. Macam-macam Motivasi................................................. 16
2.2.4. Fungsi Motivasi Belajar ................................................... 17
2.2.5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar ...... 18
2.2.6. Indikator Motivasi Belajar ............................................... 19
2.3. Iklim Kelas .................................................................................. 20
2.3.1. Pengertian Iklim Kelas..................................................... 20
2.3.2. Ciri-ciri Iklim Kelas yang Kondusif ................................ 20
2.3.3. Iklim Kelas yang Baik..................................................... 22
2.3.4. Tujuan Penciptaan Iklim Kelas ....................................... 23
2.3.5. Indikator Iklim Kelas ...................................................... 24
2.4. Lingkungan Keluarga.................................................................. 26
2.4.1. Pengertian Lingkungan Keluarga .................................... 26
2.4.2. Fungsi Keluarga ............................................................... 27
2.4.3. Faktor-faktor dalam Keluarga .......................................... 27
2.4.4. Indikator Lingkungan Keluarga ....................................... 29
2.5. Penelitian Terdahulu ................................................................... 30
2.6. Kerangka Berfikir ....................................................................... 31
2.7. Hipotesis ..................................................................................... 34
BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 35
3.1. Populasi ....................................................................................... 35

xi

3.2. Variabel Penelitian ...................................................................... 35


3.2.1. Variabel Bebas ................................................................ 35
3.2.2. Variabel Terikat .............................................................. 36
3.3. Metode Pengumpulan Data ......................................................... 36
3.3.1. Kuesioner .......................................................................... 37
3.3.2. Dokumentasi ..................................................................... 37
3.4. Uji Instrumen Penelitian ............................................................. 38
3.4.1. Validitas ............................................................................ 38
3.4.2. Reliabilitas ........................................................................ 40
3.5. Teknik Analisis Data................................................................... 41
3.5.1. Analisis Deskriptif Persentase .......................................... 41
3.5.2. Regresi Linear Berganda .................................................. 44
3.5.3. Uji Hipotesis ..................................................................... 45
3.5.3.1. Uji Simultan (Uji F) ........................................... 45
3.5.3.2. Uji Parsial (Uji t) ................................................ 45
3.5.3.3. Koefisien Determinasi Simultan (R2) ................ 46
3.5.3.4. Koefisien Determinasi Parsial (r2) ..................... 46
3.5.4. Uji Asumsi Klasik ............................................................. 46
3.5.4.1. Uji Multikolinearitas .......................................... 47
3.5.4.2. Uji Heteroskedastisitas....................................... 47
3.5.4.3. Uji Normalitas .................................................... 48
3.5.4.4. Uji Linear ........................................................... 48
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 50

xii

4.1. Hasil Penelitian .......................................................................... 50


4.1.1. Analisis Deskriptif Persentase Variabel Penelitian ................... 50
4.1.1.1. Deskriptif Variabel Iklim Kelas (X1).......................... 50
4.1.1.2. Deskriptif Variabel Lingkungan Keluarga (X2) ......... 55
4.1.1.3. Deskriptif Variabel Motivasi Belajar (Y) .................... 60
4.1.2. Regresi Linear Berganda ........................................................... 65
4.1.3. Uji Hipotesis .............................................................................. 67
4.1.3.1. Uji Simultan (Uji F) .................................................... 67
4.1.3.2. Uji Parsial (Uji t) ......................................................... 68
2

4.1.3.3. Koefisien Determinasi Simultan (R ) ....................... 70


4.1.3.4. Koefisien Determinasi Parsial (r2)........................ 71
4.1.4. Uji Asumsi Klasik ............................................................. 72
4.1.4.1. Uji Multikolinearitas ............................................ 72
4.1.4.2. Uji Heterokedastisitas .......................................... 73
4.1.4.3. Uji Normalitas ...................................................... 75
4.1.4.4. Uji Linearitas ........................................................ 77
4.2. Pembahasan ......................................................................................... 79
BAB V PENUTUP ..................................................................................................... 84
5.1. Simpulan ............................................................................................... 84
5.2. Saran ..................................................................................................... 85

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 87

xiii

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

1.1Data Administrasi Siswa ............................................................................. 7


3.1Hasil Uji Coba Validitas Instrumen ............................................................ 39
3.2 Hasil Uji Coba Reliabilitas Instrumen ....................................................... 41
3.3 Kriteria Iklim Kelas.................................................................................... 43
3.4 Kriteria Lingkungan Keluarga ................................................................... 44
3.5 Kriteria Motivasi Belajar............................................................................ 44
4.1 Distribusi Jawaban Variabel Iklim Kelas ................................................... 50
4.2 Distribusi Jawaban Indikator Suasana Pembelajaran di Kelas .................. 52
4.3 Distribusi Jawaban Indikator Hubungan Antar Warga Kelas .................... 53
4.4 Distribusi Jawaban Indikator Aktifitas Belajar Mengajar .......................... 53
4.5 Distribusi Jawaban Indikator Kondisi Fisik, Kerapian, dan Kebersihan
Ruang Kelas .............................................................................................. 54
4.6 Distribusi Jawaban Indikator Kedisiplinan Siswa didalam Kelas.............. 55
4.7 Distribusi Jawaban Variabel Lingkungan Lingkungan Keluarga .............. 56
4.8 Distribusi Jawaban Indikator Cara Orang tua Mendidik............................ 57
4.9 Distribusi Jawaban Indikator Relasi Antar Anggota Keluarga .................. 58
4.10 Distribusi Jawaban Indikator Suasana Rumah ......................................... 59
4.11 Distribusi Jawaban Indikator Kondisi Ekonomi Keluarga....................... 59
4.12 Distribusi Jawaban Variabel Motivasi Belajar ......................................... 60
4.13 Distribusi Jawaban Indikator Tekun Menghadapi Tugas......................... 62
4.14 Distribusi Jawaban Indikator Ulet Menghadapi Kesulitan ...................... 62

xiv

4.15 Distribusi Jawaban Indikator Menunjukkan Minat terhadap Bermacammacam Masalah ...................................................................................... 63
4.16 Distribusi Jawaban Indikator Cepat Bosan dengan Tugas yang Rutin .... 64
4.17 Distribusi Jawaban Indikator Lebih Senang Bekerja Mandiri ................. 65
4.18 Regresi Linear Berganda .......................................................................... 66
4.19 Uji Simultan (Uji F) ................................................................................. 67
4.20 Uji Parsial (Uji t) ...................................................................................... 69
4.21 Koefisien Determinasi Simultan (R2)....................................................... 70
4.22 Koefisien Determinasi Parsial (r2) ........................................................... 71
4.23 Uji Multikolinearitas ................................................................................ 73
4.24 Uji Glejser ................................................................................................ 75
4.25 Uji Normalitas .......................................................................................... 77
4.26 Uji Linearitas ............................................................................................ 78

xv

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

2.1 Kerangka Berpikir ...................................................................................... 33


4.1 Diagram Variabel Iklim Kelas ................................................................... 51
4.2 Diagram Variabel Lingkungan Keluarga ................................................... 56
4.3 Diagram Variabel Motivasi Belajar ........................................................... 61
4.4 Grafik Scatterplot ....................................................................................... 74
4.5 Grafik Normal P-Plot................................................................................. 76

xvi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

1. Surat Permohonan Pengisian Angket Kepada Siswa .................................. 89


2. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ..................................................................... 90
3. Uji Coba Angket Penelitian ......................................................................... 91
4. Hasil Uji Coba Validitas dan Reliabilitas Instrumen .................................. 96
5. Angket Penelitian ........................................................................................ 107
6. Tabulasi Data Hasil Penelitian .................................................................... 112
7. Tabulasi Data Hasil Penelitian Deskriptif Persentase per Indikator dan
Variabel Iklim Kelas .................................................................................. 121
8. Tabulasi Data Hasil Penelitian Deskriptif Persentase per Indikator dan
Variabel Lingkungan Keluarga .................................................................. 126
9. Tabulasi Data Hasil Penelitian Deskriptif Persentase per Indikator dan
Variabel Motivasi Belajar ........................................................................... 131
10. Regresi Linear Berganda ........................................................................... 137
11. Uji Hipotesis ............................................................................................. 138
12. Uji Asumsi Klasik ..................................................................................... 140
13. Data Administrasi Siswa ........................................................................... 144
14. Daftar Nama Responden ........................................................................... 151
15. Surat Ijin Observasi ................................................................................... 154
16. Surat Ijin Penelitian ................................................................................... 155
17. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ................................... 156

xvii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Undang-Undang Pendidikan No 20 Tahun 2003 pasal 1 menjelaskan
bahwa Pendidikan Nasional adalah usaha secara sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual,
keagamaan, pengendalian diri, kebiasaan, kecerdasan dan ketrampilan yang
diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sehingga pendidikan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting untuk
melakukan tugas-tugasnya dengan terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien
dalam proses pembangunan. Pendidikan yang berperan dalam penyiapan sumber
daya manusia memang harus segera dibenahi untuk menghasilkan sumber daya
manusia yang berkualitas.
SMK adalah Sekolah Menengah Kejuruan dengan tujuannya yaitu
mempersiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai
dengan kebutuhan persyaratan lapangan kerja dan mampu mengembangkan
potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan
teknologi. Salah satu program keahlian di SMK PGRI 2 Salatiga adalah program
Keahlian Administrasi Perkantoran, dalam Program Administrasi Perkantoran
terdapat mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran atau
disingkat dengan KKAP. Kompetensi kejuruan administrasi perkantoran ini
merupakan mata pelajaran produktif yang meliputi standar kompetensi

mengoperasikan perangkat lunak dan mengoperasikan aplikasi presentasi.


Kompetensi ini penting karena sebagai bekal bagi siswa.
Proses belajar mengajar merupakan inti kegiatan di sekolah, dengan proses
belajar mengajar yang baik dapat menentukan kualitas lulusan suatu sekolah.
Proses belajar mengajar ini melibatkan bagaimana peran guru dalam pembelajaran
dan keterlibatan sisa sebagai obyek pembelajaran. Salah satu komponen berhasil
atau tidaknya proses belajar mengajar ditentukan dengan motivasi belajar.
Sardiman (2010:74) menjelaskan bahwa motivasi akan menyebabkan
terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia sehingga akan
bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk
kemudian bertindak melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya
tujuan, kebutuhan atau keinginan.
Motivasi belajar merupakan syarat mutlak untuk belajar, memegang
peranan penting dalam memberikan gairah untuk semangat dalam belajar.
Motivasi belajar tidak hanya menjadi pendorong untuk mencapai hasil yang baik
tetapi mengandung usaha untuk mencapi tujuan belajar, dimana terdapat
pemahaman dan pengembangan dari belajar. Dengan motivasi belajar, setiap
siswa memotivasi dirinya untuk belajar bukan hanya untuk mengetahui tetapi
lebih kepada memahami hasil pembelajaran tersebut.
Motivasi belajar menurut Uno (2012:23) dapat timbul karena faktor
intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar,
harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya
penghargaan lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang
menarik.
Kedua faktor tersebut mempengaruhi dan berproses menumbuhkan
motivasi belajar siswa. Faktor tersebut bersifat saling mendominasi, dimana ada
siswa yang memiliki motivasi belajar karena pengaruh intrinsik yang kuat

sehingga kemauan belajarnyalebih terdorong karena faktor dalam dirinya.


Sementara itu siswa yang memiliki motivasi belajar karena pengaruh ekstrinsik
lebih dominan, kemauan belajarnya tergantung pada faktor dari luar dirinya, yaitu
rangsangan dari luar yang menyebabkan siswa memiliki motivasi belajar. Dalam
mengarahkan motivasi belajar, faktor ekstrinsik yang akan diteliti dalam
penelitian ini yaitu iklim kelas dan lingkungan keluarga.
Iklim kelas merupakan bagian dari sekolah atau institusi yang dapat
mempengaruhi motivasi belajar. Terciptanya suasana belajar yang kondusif dapat
menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Hoy & Miskel dalam
Hadiyanto (2004:3) sebagaimana dikutip Silalahi (2008:1) menyatakan bahwa
iklim kelas merupakan kualitas lingkungan kelas yang terus menerus dialami oleh
guru yang mempengaruhi tingkah laku siswa dalam menciptakan proses
pembelajaran yang kondusif. Rahmat (1985:1) dalam Silalahi (2008:2)
menyebutkan bahwa iklim kelas ditandai dengan munculnya: 1) sikap saling
terbuka, 2) terjalinnya hubungan antar pribadi yang akrab, 3) sikap saling
menghargai satu dengan yang lain, 4) menghormati satu sama lain, dan 5)
mendahulukan kepentingan bersama.
Pada iklim kelas yang positif, siswa akan merasa nyaman ketika memasuki
ruang kelas, mereka mengetahui bahwa akan ada yang memperdulikan dan
menghargai mereka, dan mereka percaya bahwa akan mempelajari sesuatu yang
berharga. Namun sebaliknya, pada iklim kelas negatif, siswa akan merasa takut
apabila berada didalam kelas dan ragu apakah mereka akan mendapat pengalaman
yang berharga.

Hasil penelitian yang dilakukan Juniman Silalahi, terkait dengan pengaruh


iklim kelas terhadap motivasi belajar menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan antara iklim terhadap motivasi belajar. Dimana implikasinya adalah
semakin rendah iklim kelas dibangun, maka rendah pula motivasi belajar yang
ditampilkan oleh siswa. Demikian pula sebaliknya, semakin tinggi iklim kelas
dibangun semakin tinggi motivasi belajar yang ditampilkan.
Anderson, dkk (2004:2) dalam jurnalnya yang berjudul Classroom Climate and
Motivated Behaviour in Secondary Schools menyatakan bahwa:
The results show that the social environment of classrooms signicantly impact
students motivated behaviour. Specically, an important dimension of classroom
climate is afliation, which measures the level of friendship that students feel for
each other, as expressed by getting to know each other, helping each other with
homework, and enjoying working together (Trickett & Moos, 1974).

Jurnal tersebut menjelaskan hasil penelitian yang dilakukan oleh


Anderson, dkk menyebutkan bahwa secara signifikan iklim kelas mempengaruhi
motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang
berlangsung dikelas, dimana setiap siswa dikelompokkan untuk mengerjakan
tugas, mereka satu sama lain saling bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh guru. Jadi dapat disimpulkan bahwa iklim kelas dan cara guru
mengajar dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.
Selain iklim kelas, faktor lain yang akan diteliti dalam penelitian ini terkait
dengan motivasi belajar siswa yaitu lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga
dalam peneltian ini adalah lingkungan tempat suatu kelompok sosial kecil yang
umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang mempunyai hubungan sosial relatif
tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan atau adopsi dimana anak
memperoleh pendidikan pertama kali.

Munib (2012:72) keluarga adalah yang pertama dan utama, karena


sebelum manusia mengenal lembaga pendidikan yang lain, lembaga inilah yang
pertama ada. Pola pendidikan orang tua yang baik dan suasana keluarga yang
harmonis, menjadikan keadaan psikologis anak terkontrol. Hal ini akan
mendukung proses belajar anak akan berjalan lancar, tenang, bersemangat, untuk
belajar dan anak akan merasa diperhatikan dan juga termotivasi untuk belajar.
Aspek yang harus dicapai sebagai cermin mutu sumber daya manusia
adalah motivasi belajar yang tinggi pada setiap jenjang pendidikan. Hal tersebut
tidak bisa lepas dari peran orang tua yang memiliki wewenang secara kodrati
sebagai pendidik di lingkungan keluarga.
Siahaan (1991:85) menyatakan bahwa orang tua memegang peranan
penting untuk meningkatkan perkembangan anak dan prestasi belajar anak. Tanpa
dorongan dan rangsangan orang tua, maka perkembangan dan prestasi belajar
anak akan mengalami hambatan dan akan menurun sampai rendah. Pada
umumnya orang tua kurang menyadari betapa pentingnya peranan mereka dalam
meningkatkan prestasi belajar anak-anak mereka.
Keluarga merupakan sumber motivasi bagi siswa dalam belajar. Faktorfaktor dalam lingkungan keluarga yang berpengaruh terhadap motivasi antara lain
adalah cara orang tua mendidik, suasana rumah, dan keadaan ekonomi keluarga.
Penelitian yang dilakukan oleh Risma Putri Pranitasari, jurusan
Manajemenpada tahun 2010 mengenai pengaruh lingkungan keluarga dan
lingkungan sekolah terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas XI jurusan
Administrasi Perkantoran SMK Negeri 2 Tegal secara parsial lingkungan keluarga
berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi sebesar 36,4%. Lingkungan
sekolah secara parsial berpengaruh positif terhadap motivasi berprestasi sebesar
37,4%. Sehingga kesimpulannya adalah lingkungan keluarga dan lingkungan
sekolah dapat memberikan motivasi yang baik dalam belajar siswa dan
berdampak positif terhadap prestasi siswa disekolah.

Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMK PGRI 2 Salatiga


terkait dengan pengajaran guru pada standar kompetensi mengaplikasikan
perangkat lunak memiliki iklim kelas cukup baik, pada standar kompetensi
mengoperasikan perangkat lunak siswa lebih banyak melakukan kegiatan
pembelajaran didalam laboratorium komputer administrasi perkantoran. Hal ini
dikarenakan pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran
lebih banyak melakukan praktek pembelajaran menggunakan komputer, sehingga
akan lebih mudah melakukan proses pembelajaran di laboratorium.
Berdasarkan wawancara dengan guru mata pelajaran yaitu Bapak Kuntoro,
S.Pd yang dilakukan pada tanggal 23 Maret 2013 diketahui bahwa suasana
pembelajaran di kelas sudah cukup baik seperti tersedianya 25 komputer dengan
kondisi baik yang bisa digunakan siswa ketika praktek komputer serta tersedianya
LCD dan printer di laboratorium komputer yang dapat menunjang kegiatan
pembelajaran. Selain itu, kebersihan kelas juga merupakan indikasi untuk
menciptakan iklim kelas yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan
beberapa siswa, ruang kelas tempat pembelajaran sudah nyaman dan tenang serta
tidak bising, karena letak sekolah yang berada ditengah perumahan warga
masyarakat sehingga tidak terganggu dengan suara-suara bising seperti suara yang
ditimbulkan jika sekolah berada tepat dipinggir jalan. Terjalinnya hubungan yang
baik antara guru dengan murid, begitu juga sebaliknya membuat suasana
pembelajaran menjadi menyenangkan dan harmonis.
Lingkungan keluarga siswa SMK PGRI 2 Salatiga berasal dari latar
belakang ekonomi yang beragam. Mata pencaharian orangtua siswa rata-rata

adalah petani, buruh, pedagang dan sopir dan lain-lain. Hanya beberapa siswa saja
yang orangtuanya bekerja sebagai pegawai negeri sipil, hampir sebagian dari
jumlah siswanya berasal dari golongan ekonomi menengah. Hal tersebut dapat
dilihat dari data administrasi siswa.
Tabel 1.1
Data Administrasi Siswa
No.

Keterangan

Pekerjaan Orang
tua

Penghasilan/bulan
<900.000

600.000900.000

300.000600.000

> 300.000

Lain-lain

Buruh

PNS

Petani

1
XB
10 2 12
8
4
14
10
2
XC
4
1 14 13 2
11
11
3
XD
5
1 10 15 2
14
6
Sumber: Data Bimbingan dan Konseling SMK PGRI 2 Salatiga

4
8
9

Berdasarkan data di atas keadaan ekonomi orang tua siswa serta pekerjaan
orang tua yang beragam menyebabkan motivasi belajar siswa juga berbeda-beda.
Beberapa siswa yang orang tua nya sibuk bekerja membuat relasi antar anggota
keluarga kurang berjalan dengan baik. Hal ini dikarena kan orang tua sibuk
bekerja untuk membiayai sekolah anak, sehingga mereka kadang tidak
memperdulikan prestasi belajar anak.
Observasi awal yang dilakukan peneliti kepada siswa kelas X jurusan
Administrasi Perkantoran menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih
rendah. Hal ini dapat dilihat dari menunjukkan minat terhadap bermacam-macam
masalah, siswa cenderung tidak ingin bertanya kepada guru mengenai hal yang
tidak mereka pahami, ketika diberikan kesempatan bertanya siswa hanya diam.
Siswa juga mudah putus asa ketika mengerjakan tugas yang sulit, ketika

menemukan soal yang sulit mereka lebih senang mencontek jawaban temannya.
Selain itu, siswa kurang ulet dalam menghadapi kesulitan belajar yang
dialaminya, dimana siswa sering mengeluh dalam menghadapi tugas praktik dan
sering dijumpai keterlambatan pengumpulan tugas oleh beberapa siswa yang di
duga disebabkan karena motivasi belajar yang rendah.
Dilihat dari iklim kelas yang cukup baik dan lingkungan keluarga yang
beragam, seharusnya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X jurusan
Administrasi Perkantoran. Tetapi, yang terjadi motivasi belajar siswa masih
rendah, padahal guru mata pelajaran tersebut sudah menciptakan iklim kelas yang
cukup baik salah satunya dengan menjaga kebersihan agar siswa dapat belajar
dengan nyaman, selain itu menciptakan hubungan yang baik antara guru dengan
murid.
Berkaitan dengan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh Iklim Kelas dan Lingkungan
Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Jurusan Administrasi
Perkantoran Pada Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran
di SMK PGRI 2 Salatiga.
1.2.Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.

Bagaimana gambaran tentang iklim kelas, lingkungan keluarga dan motivasi


belajar siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran mata pelajaran
Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga?

2.

Adakah pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar siswa kelas X jurusan
Administrasi Perkantoran mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi
Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga?

3.

Adakah pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas


X jurusan Administrasi Perkantoran mata pelajaran Kompetensi Kejuruan
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga?

4.

Adakah pengaruh iklim kelas dan lingkungan keluarga terhadap motivasi


belajar siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran mata pelajaran
Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga?

1.3.Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang diungkapkan diatas, maka tujuan
penelitian ini adalah:
1.

Untuk mengetahui gambaran umum tentang iklim kelas, lingkungan keluarga,


dan motivasi belajar siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran mata
pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2
Salatiga.

2.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh iklim kelas terhadap motivasi


belajar siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran mata pelajaran
Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.

3.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lingkungan keluarga terhadap


motivasi belajar siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran mata
pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2
Salatiga.

10

4.

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh iklim kelas dan lingkungan


keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas X jurusan Administrasi
Perkantoran mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantorandi
SMK PGRI 2 Salatiga.

1.4.Manfaat Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan manfaat, antara lain:
1.4.1. Manfaat Teoritis
Sebagai bahan kajian dalam menambah pengetahuan mengenai pendidikan
dan proses belajar, khususnya pengaruh iklim kelas dan lingkungan keluarga
terhadap motivasi belajar.
1.4.2. Manfaat Praktis
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini merupakan sarana penelitian untuk menerapkan
ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan
kondisi yang terjadi di lapangan, serta untuk menambah pengalaman
dalam melakukan penelitian yang terkait dengan judul yang diangkat.
2. Bagi Sekolah
a. Sebagai bahan masukan pengetahuan praktis di bidang pendidikan
dan

sekolah

khususnya

permasalahan

yang

menyangkut

keberhasilan belajar siswa.


b. Sebagai data masukan dan bahan pertimbangan bagi SMK PGRI 2
Salatiga dalam memahami permasalahan yang dihadapi oleh siswa
terkait dengan motivasi siswa dalam belajar.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.Konsep Belajar
2.1.1. Pengertian Belajar
Belajar menurut Slameto (2010:1-2) merupakan suatu proses usaha yang
dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya. Belajar menurut Hamalik (2011:36) diartikan sebagai suatu proses
atau kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Sedangkan menurut Djamarah
(2008:13) belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi
dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Rifai dan Anni (2012:66) terdapat tiga unsur pokok tentang pengertian
belajar, yaitu:
1. Adanya perubahan perilaku.
2. Adanya proses pengalaman, perubahan perilaku tersebut terjadi karena
didahului oleh proses pengalaman.
3. Lamanya waktu perubahan perilaku yang dimiliki oleh pembelajar yang
berbentuk perubahan kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh perubahan perilaku
individu yang disebabkan oleh proses pengalaman baik yang menyangkut aspek
kognitif, afektif maupun psikomotorik, sehingga terjadi perubahan perilaku yang
dimiliki oleh pembelajar yang senantiasa menuju ke arah yang lebih baik.

11

12

2.1.2. Unsur-unsur Belajar


Belajar merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai
unsur yang saling berkaitan sehingga terjadi perubahan perilaku.
Menurut Hamalik (2011:50-52) unsur-unsur yang terkait dalam proses
belajar terdiri dari:
1.

2.

3.

4.

5.

Motivasi siswa
Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan terjadi suatu perbuatan atau
tindakan tertentu.
Bahan belajar
Bahan belajar merupakan suatu unsur belajar yang penting mendapat
perhatian oleh guru.
Alat bantu belajar
Alat bantu balajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk
membantu siswa untuk melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiatan
belajar menjadi lebih efisien dan efektif.
Suasana belajar
Suasana belajar penting artinya bagi kegiatan belajar. Suasana yang
menyenangkan dapat menumbuhkan kegairahan belajar, Suasana yang kacau,
ramai, tak tenang, dan banyak gangguan, sudah tentu tidak menunjang
kegiatan belajar yang efektif.
Kondisi subjek belajar
Kondisi subjek belajar turut menentukan kegiatan dan keberhasilan belajar.
Siswa dapat belajar secara efisien dan efektif apabila berbadan sehat,
memiliki intelegensi yang memadai, siap untuk melakukan kegiatan belajar,
memiliki bakat khusus, dan pengalaman yang bertalian dengan pelajaran,
serta memiliki minat untuk belajar.
Rifai dan Anni (2012:68) unsur-unsur dalam belajar yaitu:

1.
2.
3.
4.

Pembelajar, meliputi peserta didik, pembelajar dan warga belajar.


Rangsangan (stimulus), sesuatu yang merangsang penginderaan pembelajar
agar mampu belajar optimal.
Memori, berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan, keterampilan
dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.
Respon, tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi memori yang diamati pada
akhir proses belajar sehingga dapat mengahsilkan perubahan perilaku.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu proses

pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila terpenuhi unsur-unsur

13

pembelajaran yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidik, motivasi/stimulus,


bahan belajar, alat bantu belajar serta suasana dan kondisi belajar yang dapat
mendukung kelancaran pembelajaran.
2.1.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Slameto (2010:54) menggolongkan faktor-faktor yang mempengaruhi
belajar menjadi dua faktor, yaitu:
1.

Faktor intern
Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar
(diri pembelajar), meliputi:
a. Faktor jasmaniah
Faktor jasmaniah terdiri dari faktor kesehatan dan cacat tubuh. Kesehatan
seseorang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajarnya. Proses
belajar akan terganggu apabila kesehatan fisiknya dalam keadaan tidak
baik.
b. Faktor psikologis
Faktor psikologis yang mempengaruhi belajar yaitu segala sesuatu yang
berhubungan dengan kondisi mental seseorang yang meliputi perhatian,
minat, bakat, kematangan, daya ingat, dan daya konsentrasi.
c. Faktor kelelahan
Faktor kelelahan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu faktor
kelelahan jasmani (berhubungan dengan keadaan fisik, misal capek,
pusing, pegal-pegal) dan faktor kelelahan rohani berhubungan dengan
psikis, misal stress).
2. Faktor ekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu, meliputi:
a. Faktor lingkungan keluarga
Faktor ini mencakup cara orang tua mendidik anak, relasi antar anggota
keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga dan latar belakang
kebudayaan.
b. Faktor lingkungan sekolah
Faktor ini mencakup kompetensi guru, kurikulum, relasi guru dengan
siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, sarana dan
prasarana, metode belajar dan tugas rumah.
c. Faktor lingkungan masyarakat
Masyarakat merupakan faktor eksternal yang juga berpengaruh terhadap
hasil belajar siswa. Pengaruh tersebut terjadi karena keberadaan siswa di
dalam masayarakat. Faktor ini mencakup kegiatan siswa dalam
masyarakat, massa media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan
masyarakat.

14

2.2 Motivasi Belajar


2.2.1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam rangka seseorang
menjalankan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan dirinya, termasuk
dalam belajar. Banyak hal yang diperlukan oleh seseorang dalam rangka
mengembangkan dirinya sendiri, namun bila semua usaha itu tidak dilakukan
dengan baik bagaimana bisa sesuai dengan harapan. Agar motivasi tetap efektif,
perlu didukung oleh disiplin diri tinggi, dengan tetap konsisten menjalankan halhal yang sudah direncanakan, dalam rangka mencapai tujuan, sambil tetap
menghormati aturan-aturan yang berlaku.
Seseorang akan berhasil dalam belajar, jika pada dirinya ada keinginan
untuk belajar. Keinginan atau dorongan inilah yang disebut motivasi. Motivasi
dalam hal ini meliputi dua hal, yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari dan
memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari. Dua hal tersebut dianggap
sebagai dasar permulaan yang baik untuk belajar. Sebab tanpa motivasi (tidak
mengetahui apa yang akan dipelajari dan tidak memahami mengapa hal tersebut
perlu dipelajari) kegiatan belajar mengajar sulit untuk berhasil (Sardiman
2010:40).
Nasution (2004:77) menyebutkan bahwa dalam bahasa sehari-hari
motivasi dinyatakan dengan hasrat, keinginan, maksud, tekad, kemauan,
dorongan, kebutuhan, kehendak, cita-cita, keharusan, kesediaan dan sebagainya.
Sardiman (2010:42) menyebutkan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam

15

diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan.
Motivasi belajar menurut Uno (2012:23) adalah dorongan internal dan
eksternal pada siswa-siswi yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan
tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang
mendukung.
Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian
motivasi belajar adalah daya penggerak yang memberikan kekuatan dan
mengarahkan aktivitas seseorang untuk melakukan usaha dalam mencapai suatu
tujuan.
2.2.2. Ciri-ciri Motivasi Belajar
Sardiman (2010:83) menyatakan bahwa motivasi yang ada pada diri setiap
orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tekun menghadapi tugas


Ulet menghadapi kesulitan
Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah
Tidak mudah melepas hal yang diyakini itu
Cepat bosan dengan tugas yang rutin
Dapat mempertahankan pendapatnya
Lebih senang bekerja mandiri
Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal
Jika seseorang memiliki ciri-ciri tersebut, berarti orang tersebut memiliki

motivasi yang cukup kuat. Ciri-ciri motivasi tersebut akan sangat penting dalam
kegiatan belajar mengajar. Karena kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik,
bila siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan masalah dan
hambatan secara mandiri.

16

2.2.3. Macam-macam Motivasi


Motivasi dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni motivasi yang berasal
dari dalam pribadi seseorang yang disebut motivasi intrinsik dan motivasi
ekstrinsik yang berasal dari luar diri seseorang (Djamarah 2002:115-117).
1.

Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau
berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri
individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi intrinsik
bila tujuannya inheren dengan situasi belajar dan bertemu dengan kebutuhan
dan tujuan anak didik untuk menguasai nilai-nilai yang terkandung di dalam
mata pelajaran itu. Anak didik termotivasi untuk belajar semata-mata untuk
menguasai nilai-nilai yang terkandung dalam bahan pelajaran, bukan karena
keinginan lain seperti ingin mendapat pujian, nilai yang tinggi, atau hadiah,
dan sebagainya.

2.

Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik yaitu motif-motif yang aktif dan berfungsi karena
adanya rangsangan dari luar. Motivasi belajar dikatakan ekstrinsik apabila
anak didik menempatkan tujuan belajarnya di luar-luar faktor situasi belajar.
Anak didik belajar karena hendak mencapai tujuan yang terletak di luar hal
yang dipelajarinya, misalnya untuk mencapai angka tertinggi, diploma, gelar,
kehormatan, dan sebagainya.
Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi seseorang
dipengaruhi 2 hal, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri siswa (internal)

17

dan luar siswa (eksternal). Motivasi tersebut sangat berpengaruh terhadap


seseorang untuk melakukan sesuatu.
2.2.4. Fungsi Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam belajar, karena
motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan oleh siswa.
Hawley dalam Yusuf (2003:14) menyatakan bahwa para siswa yang memiliki
motivasi yang tinggi, belajarnya lebih baik dibandingkan para siswa yang
memiliki motivasi rendah. Hal ini berarti siswa yang memiliki motivasi belajar
tinggi akan tekun dalam belajar dan terus belajar secara kontinyu tanpa mengenal
putus asa serta dapat mengesampingkan hal-hal yang dapat menganggu kegiatan
belajar.
Sardiman (2010:17-18) menyebutkan fungsi motivasi sebagai berikut:
1.
2.

3.

Mendorong manusia untuk berbuat, motivasi dalam hal ini merupakan motor
penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang hendak dicapai,
dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus
dikerjakan sesuai dengan tujuannya.
Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus
dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatanperbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Sedangkan Hamalik (2011:175) menyebutkan bahwa fungsi motivasi

sebagai berikut:
1.
2.
3.

Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi tidak


akan timbul perbuatan seperti belajar.
Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan
yang diinginkan.
Sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Kuat
lemahnya motivasi akan menentukan lambatnya suatu pekerjaan.

18

Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian


prestasi/hasil belajar. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi.
Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.
Kesimpulannya dengan adanya usaha yang tekun terutama didasar adanya
motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi/hasil
belajar yang baik.
2.2.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa menurut
Rifai dan Anni (2012:137) yaitu:
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Sikap
Sikap merupakan kombinasi dari konsep, informasi dan emosi yang
dihasilkan di dalam posisi untuk merespon orang, kelompok, gagasan,
peristiwa atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Kebutuhan
Kebutuhan merupakan kondisi yang dialami oleh individu sebagai
kekuatan internal yang memandu siswa untuk mencapai tujuan.
Rangsangan
Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman
dengan kondisi yang membuat seseorang bersifat aktif.
Afeksi
Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional kecemasan,
kepedulian dan pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar.
Kompetensi
Manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk memperoleh
kompetensi dari kondisinya. Teori kompetensi mengasumsikan bahwa siswa
secara alami berusaha keras untuk berinteraksi dengan kondisinya secara
aktif. Siswa secara intrinsik termotivasi untuk menguasai kondisi dan
mengerjakan tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas.
Penguatan
Salah satu hukum psikologis paling fundamental adalah prinsip
penguatan (reinorcement). Penguatan merupakan peristiwa yang
mempertahankan atau meningkatkan kemungkinan respon.

19

2.2.6. Indikator Motivasi Belajar


Sardiman (2010:83) menyatakan bahwa motivasi yang ada pada diri setiap
orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tekun menghadapi tugas


Ulet menghadapi kesulitan
Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah
Tidak mudah melepas hal yang diyakini itu
Cepat bosan dengan tugas yang rutin
Dapat mempertahankan pendapatnya
Lebih senang bekerja mandiri
Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal
Dalam penelitian ini ciri-ciri motivasi yang dijadikan sebagai indikator

dalam penelitian untuk mengukur motivasi belajar adalah:


1.

Tekun menghadapi tugas

2.

Ulet menghadapi kesulitan

3.

Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah

4.

Cepat bosan dengan tugas yang rutin

5.

Lebih senang bekerja mandiri


Untuk ciri-ciri motivasi belajar menurut Sardiman (2010:83), tidak mudah

melepas hal yang diyakini itu, dapat mempertahankan pendapatnya, dan senang
mencari dan memecahkan masalah soal-soal, tidak digunakan dalam indikator
mata pelajaran kompetensi kejuruan administrasi perkantoran karena pada mata
pelajaran kompetensi kejuruan administrasi perkantoran lebih berfokus pada
pelajaran praktik yaitu mengaplikasikan perangkat lunak yaitu aplikasi persentasi,
dan siswa tidak di berikan tugas yang menuntut siswa untuk berpendapat atau
memecahkan suatu masalah.

20

2.3. Iklim Kelas


2.3.1. Pengertian Iklim Kelas
Pengertian iklim kelas menurut para ahli adalah:
1.

Bloom dalam Hadiyanto dan Subiyanto (2003:1) menyatakan bahwa iklim


kelas adalah kondisi, pengaruh, dan rangsangan dari luar yang meliputi
pengaruh fisik, sosial, dan intelektual yang mempengaruhi peserta didik.

2.

Tarmidi (2006:3) menyatakan bahwa iklim kelas adalah segala situasi yang
muncul akibat hubungan antara guru dan peserta didik atau hubungan antara
peserta didik yang menjadi ciri khusus dari kelas dan mempengaruhi proses
belajar mengajar.
Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu proses interaksi

belajar antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid lainnya.
Berhasil tidaknya suatu interaksi proses pembelajaran dipengaruhi oleh banyak
faktor, baik faktor dari guru sendiri, siswa, fasilitas penunjang maupun suasana
interaksi pembelajaran tersebut.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa iklim kelas
merupakan suasana pembelajaran yang muncul akibat hubungan antara guru dan
siswa di dalam kelas yang mempengaruhi proses belajar mengajar.
2.3.2. Ciri-ciri Iklim Kelas yang Kondusif
Tinjauan tentang iklim kelas (class climate) terbagi dalam beberapa
suasana. Nasution (2005:119) menyatakan bahwa ada tiga jenis suasana yang
dihadapi siswa dalam proses pembelajaran di sekolah berdasarkan sikap guru
terhadap anak dalam mengajarkan materi pelajaran.

21

Pertama suasana kelas dengan sikap guru yang otoriter. Suasana dengan
sikap guru yang otoriter, terjadi apabila guru menggunakan kekuatannya untuk
mencapai tujuan tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak,
khususnya perkembangan pribadinya. Dengan hukuman dan ancaman anak
dipaksa untuk menguasai bahan pelajaran yang dianggap perlu untuk ujian dan
masa depan.
Kedua suasana kelas dengan sikap guru yang permisif. Suasana kelas
dengan sikap guru

yang permisif ditandai

dengan membiarkan

anak

berkembangan dalam kebebasan tanpa banyak tekanan frustasi, larangan, perintah


atau paksaan. Pelajaran selalu dibuat menyenangkan. Guru tidak menonjolkan
dirinya dan berada dibelakang untuk memberi bantuan bila dibutuhkan. Sikap ini
mengutamakan perkembangan pribadi anak khususnya dalam aspek emosional,
agar anak bebas dari kegoncangan jiwa dan menjadi anak yang dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Ketiga, suasana kelas dengan sikap guru yang riil. Suasana kelas dengan
suasana guru yang riil ditandai dengan adanya kebebasan anak yang disertai
dengan pengendalian. Anak-anak diberi kesempatan yang cukup untuk bermain
bebas tanpa diawasi atau diatur dengan ketat. Dilain pihak anak diberi tugas
sesuai petunjuk dan pengawasaan guru.
Ciri-ciri kelas yang memiliki iklim yang baik menurut Moedjiarto
(2002:36) adalah sebagai berikut:
1.
2.

Suasana pembelajaran dikelas, tenang, jauh dari kegaduhan dan kekacauan.


Adanya hubungan yang akrab, penuh pengertian, dan rasa kekeluargaan
antara civitas sekolah.

22

3.

Disekolah tampak adanya sikap mendahulukan kepentingan sekolah dan


kepentingan banyak, sedangkan kepentingan pribadi mendapatkan tempat
yang paling belakang.
4. Semua kegiatan sekolah diatur dengan tertib, dilaksanakan dan dilakukan
dengan penuh tanggungjawab dan merata.
5. Siswa mendapat perlakuan adil, tidak dibeda-bedakan antara yang miskin dan
kaya, pandai dan yang lamban berfikir, semuanya mendapat kesempatan yang
sama untuk berprestasi sebaik-baiknya.
6. Didalam kelas dapat dilihat adanya aktvitas belajar mengajar yang tinggi.
7. Siswa aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pelajaran yang kurang
dipahami, sedangkan guru dengan senang hati senantiasa bersedia
menjawabnya. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab, dengan
bijaksana guru meminta waktu untuk mencari data dan informasi lebih lanjut.
8. Siswa saling menghargai satu sama lainnya, dan terhadap gurunya siswa
memiliki rasa hormat yang tinggi.
9. Meja dan kursi serta perlengkapan lainnya, yang terdapat di kelas senantiasa
ditata dengan rapi dan dijaga kebersihannya.
10. Siswa ikut merawat kebersihan perabot sekolah dan kebersihan ruang kelas
yang penugasannya dilakukan secara bergilir.

2.3.3. Iklim Kelas yang Baik


Hoy dan Miskel dalam Hadiyanto (2003:1) sebagaimana dikutip Silalahi
(2008:2), menyatakan bahwa iklim kelas merupakan kualitas lingkungan kelas
yang terus menerus dialami oleh guru yang mempengaruhi tingkah laku siswa
dalam menciptakan proses pembelajaran yang kondusif. Rahmat (1985:1) dalam
Silalahi (2008), iklim kelas ditandai dengan munculnya; 1) sikap saling terbuka,
2) terjalinnya hubungan antar pribadi yang akrab, 3) sikap saling menghargai satu
dengan yang lain, 4) menghormati satu sama lain, 5) mendahulukan kepentingan
bersama.
Hasil penelitian yang dilakukan Silalahi (2008:3) terkait dengan pengaruh
iklim kelas terhadap motivasi belajar, menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan antara iklim kelas terhadap motivasi belajar. Dimana implikasinya
adalah semakin rendah iklim kelas yang dibangun, maka rendah pula motivasi

23

belajar yang ditampilkan oleh siswa. Demikian pula sebaliknya, semakin tinggi
iklim yang dibangun maka semakin tinggi motivasi belajar yang ditampilkan oleh
siswa.
Hyman dalam Tarmidi (2006:8) mengatakan bahwa iklim kelas yang baik
antara lain dapat mendukung:
1.
2.
3.
4.

Interaksi yang bermanfaat.


Memperjelas pengalaman-pengalaman guru dan peserta didik.
Menumbuhkan semangat yang memungkinkan kegiatan-kegiatan dikelas
berlangsung dengan baik.
Mendukung saling pengertian antara guru dan peserta didik.

2.3.4. Tujuan Penciptaan Iklim Kelas


Iklim kelas yang kondusif sangat penting untuk diciptakan agar tujuan
akan tercapainya hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa dan antar
siswa, suasana pembelajaran yang sejuk, menyenangkan, tenang tanpa
permusuhan, atmosfir belajar yang penuh kebermaknaan serta suasana
pembelajaran dikelas yang tidak kaku dapat diwujudkan. Depdikbud dalam
Ismiarti (2004:26-27) mengemukakan tujuan penciptaan iklim kelas yang
kondusif yaitu:
1.

2.
3.

Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar


maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk
megembangkan kemampuannya semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya
interaksi belajar.
Menyediakan dan mengatur fasilitas perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional,
dan intelektual dalam kelas.

24

2.3.5. Indikator Iklim Kelas


Ciri-ciri kelas yang memiliki iklim yang baik menurut Moedjiarto
(2002:36) adalah sebagai berikut:
1.

Suasana pembelajaran dikelas tertib, tenang, jauh dari kegaduhan dan


kekacauan.
2. Adanya hubungan yang akrab, penuh pengertian, dan rasa kekeluargaan
antara civitas sekolah.
3. Disekolah tampak adanya sikap mendahulukan kepentingan sekolah dan
kepentingan banyak, sedangkan kepentingan pribadi mendapatkan tempat
yang paling belakang.
4. Semua kegiatan sekolah diatur dengan tertib, dilaksanakan dan dilakukan
dengan penuh tanggungjawab dan merata.
5. Siswa mendapat perlakuan adil, tidak dibeda-bedakan antara yang miskin dan
kaya, pandai dan yang lamban berfikir, semuanya mendapat kesempatan yang
sama untuk berprestasi sebaik-baiknya.
6. Didalam kelas dapat dilihat adanya aktivitas belajar mengajar yang tinggi.
7. Siswa aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pelajaran yang kurang
dipahami, sedangkan guru dengan senang hati senantiasa bersedia
menjawabnya. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab, dengan
bijaksana guru meminta waktu untuk mencari data dan informasi lebih lanjut.
8. Siswa saling menghargai satu sama lainnya, dan terhadap gurunya siswa
memiliki rasa hormat yang tinggi.
9. Meja dan kursi serta perlengkapan lainnya, yang terdapat di kelas senantiasa
ditata dengan rapi dan dijaga kebersihannya.
10. Siswa ikut merawat kebersihan perabot sekolah dan kebersihan ruang kelas
yang penugasannya dilakukan secara bergilir.

Berdasarkan ciri-ciri iklim kelas yang telah dijelaskan, peniliti menetapkan


indikator iklim kelas sebagai berikut:
1.

Suasana pembelajaran di kelas

2.

Hubungan antar warga kelas

3.

Aktifitas belajar mengajar

4.

Kondisi fisik, kerapian dan kebersihan ruang kelas

5.

Kedisiplinan siswa didalam kelas

25

Pada indikator yang pertama yaitu suasana pembelajaran dikelas,


merupakan keimpulan dari suasana pembelajaran dikelas tertib,tenang, jauh dari
kegaduhan dan kekacauan. Pada indikator yang kedua yaitu hubungan antar warga
kelas, merupakan kesimpulan dari hubungan yang akrab, penuh pengertian, dan
rasa kekeluargaan antara civitas sekolah diperlukan dalam iklim kelas, siswa
saling menghargai satu sama lainnya, dan terhadap gurunya siswa memiliki rasa
hormat yang tinggi. Pada indikator yang ketiga aktivitas belajar mengajar,
merupakan kesimpulan dari didalam kelas dapat dilihat adanya aktivitas belajar
mengajar yang tinggi. Pada indikator yang keempat yaitu kondisi fisik, kerapian,
dan kebersihan kelas, merupakan kesimpulan dari meja dan kursi serta
perlengkapan lainnya, yang terdapat di kelas senantiasa ditata dengan rapi dan
dijaga kebersihannya, dan siswa ikut merawat kebersihan perabot sekolah dan
kebersihan ruang kelas yang penugasannya dilakukan secara bergilir. Pada
indikator yang kelima yaitu kedisiplinan siswa didalam kelas, merupakan
kesimpulan dari semua kegiatan sekolah diatur dengan tertib, dilaksanakan dan
dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan merata.
Untuk ciri-ciri iklim kelas menurut Moedjiarto (2002:36), 1) disekolah
tampak adanya sikap mendahulukan kepentingan sekolah dan kepentingan
banyak, sedangkan kepentingan pribadi mendapatkan tempat yang paling
belakang, 2) siswa mendapat perlakuan adil, tidak dibeda-bedakan antara yang
miskin dan kaya, pandai dan yang lamban berfikir, semuanya mendapat
kesempatan yang sama untuk berprestasi sebaik-baiknya, 3) siswa aktif
mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pelajaran yang kurang dipahami,

26

sedangkan guru dengan senang hati senantiasa bersedia menjawabnya, peneliti


tidak menggunakan ciri-ciri tersebut dalam indikator iklim kelas karena sikap
mendahulukan kepentingan sekolah lebih berfokus pada kepentingan sekolah dan
bukan kepentingan iklim kelas, siswa mendapatkan perlakuan sama tidak
digunakan karena setiap siswa didalam sekolah pasti memiliki kesempatan yang
sama untuk berperstasi, siswa aktif mengajukan pertanyaan sudah terwakili oleh
pernyataan pada indikator variabel motivasi belajar, pada indikator menunjukkan
minat terhadap bermacam-macam masalah.
2.4. Lingkungan Keluarga
2.4.1. Pengertian Lingkungan Keluarga
Ahmadi (2007:167) menyebutkan bahwa keluarga adalah kelompok sosial
kecil yang umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang mempunyai hubungan
sosial relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan atau adopsi.
Jurnal internasional yang berjudul Family Environment and Childrens
Outcomes, Marjoribanks mengungkapkan:
Much of the development of family environment research relates to
Murrays (1938) theory of personality, which suggested that if the
behaviour of individuals is to be understood then it is necessary to devise a
method of analysis that will lead to satisfactory dynamical formulations
of external environments (p. 16). He proposed that an environment
should be classified by the kinds of benefits or harms that it provides. If the
environment has a potentially beneficial effect, Murray suggested that
individuals typically approach the environment and attempt to interact
with it. In contrast, if the environment has a potentially harmful effect,
individuals attempt to prevent its occurrence by avoiding the environment
or defending themselves against it (Marjoribanks 2005:468).
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama.
Disebut sebagai lingkungan atau lembaga pendidikan pertama, karena sebelum

27

manusia mengenal lembaga pendidikan yang lain, lembaga pendidikan inilah yang
pertama kali ada. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir
ahkan sejak dalam kandungan pertama kali dalam keluarga.
Berdasarkan uraian diatas, maka yang dimaksud lingkungan keluarga
adalah lingkungan tempat suatu kelompok sosial yang kecil yang umumnya terdiri
atas ayah, ibu dan anak, yang mempunyai hubungan sosial relatif tetap dan
didasarkan atas ikatan darah, perkawinan atau adopsi dimana anak memperoleh
pendidikan pertama kali.
2.4.2. Fungsi Keluarga
Oqnum dalam Ahmadi (2007:108) fungsi keluarga itu adalah sebagai
fungsi kasih sayang, ekonomi, pendidikan, perlindungan/penjagaan, rekreasi,
status keluarga dan agama. Sedangkan Bierstadt dalam Ahmadi (2007:109)
keluarga berfungsi sebagai:
1.

Bersifat membantu.

2.

Mengatur dan menguasai impuls-impuls (dorongan) sekuil.

3.

Menggerakkan nilai-nilai kebudayaan.

4.

Menunjukkan status.
Sementara itu Ahmadi (2007:110) menyebutkan fungsi keluarga adalah

memelihara, merawat, dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar


mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.
2.4.3. Faktor-faktor dalam Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan salah satu lingkungan yang dapat
mempengaruhi motivasi siswa didalam belajar. Ahmadi (2007:91) menyebutkan

28

bahwa faktor-faktor dalam keluarga yang turut mempengaruhi motivasi pada diri
seseorang adalah sebagai berikut:
1.
2.

3.

Status sosial ekonomi keluarga.


Faktor keutuhan keluarga, terutama ditekankan kepada stukturnya yaitu
keluarga yang masih lengkap, ada ayah, ibu dan anak, disamping itu keutuhan
interaksi hubungan antara anggota satu dengan anggota keluarga yang lain.
Sikap dan kebiasaan-kebiasaan orang tua.
Slameto (2010:60-64) menyatakan bahwa faktor-faktor dalam keluarga

yang berpengaruh terhadap motivasi adalah sebagai berikut:


1.

Cara orang tua mendidik anak.

2.

Relasi antar anggota keluarga.

3.

Suasana rumah.

4.

Keadaan ekonomi keluarga


Dari pendapat-pendapat diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi adalah sebagai berikut:


1.

Cara orang tua mendidik anak


Orang tua yang terbiasa bersikap lemah lebut dan ramah kepada anak,
tetapi tetap memiliki batasan tentang tingkah laku anak, memberikan
perhatian serta cenderung memberikan penguatan akan menunjang motivasi
pada diri anak.

2.

Relasi antar anggota keluarga


Keluarga sebagai lingkungan yang utama harus menjaga baik relasi
antar anggota keluarganya, saling membantu apabila ada kesulitan serta
saling mendukung sehingga tercipta motivasi yang baik bagi anak.

29

3.

Suasana rumah
Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian-kejadian
yang sering terjadi didalam keluarga dimana anak berada dan belajar. Suasana
rumah yang gaduh atau ramai dan semrawut tidak akan memberi ketenangan
kepada anak yang sedang belajar. Agar motivasi dapat meningkat perlu
diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram.

4.

Keadaan ekonomi keluarga


Keadaan ekonomi yang baik akan membuat orang tua mampu
memberikan kesempatan belajar yang baik di rumah maupun di luar rumah
dengan menyediakan berbagai perlengkaan belajar. Hal itu merupakan salah
satu penunjang dalam memotivasi anak.

2.4.4. Indikator Lingkungan Keluarga


Slameto (2010:60-64) menyatakan bahwa faktor-faktor dalam keluarga
yang berpengaruh terhadap motivasi adalah sebagai berikut:
1.

Cara orang tua mendidik anak.

2.

Relasi antar anggota keluarga.

3.

Suasana rumah.

4.

Keadaan ekonomi keluarga

30

2.5. Penelitian Terdahulu


No

Peneliti

Judul Penelitian

Hasil Penelitian

Persamaan

Perbedaan

Dwi
Oktafiani

Pengaruh Gaya
Kepemimpinan
Guru dan Iklim
Kelas Terhadap
Motivasi Belajar
Siswa Kelas XI
IPS SMA Negeri
4
Semarang
Tahun
Ajaran
2008/2009

Variabel
iklim kelas
dan
motivasi
belajar

Penelitian
Dwi tidak
meneliti
tentang
lingkungan
keluarga,
tetapi gaya
kepemimpin
an guru

Risma
Putri
Pranitasari

Pengaruh
Lingkungan
Keluarga
dan
Lingkungan
Sekolah Terhadap
Motivasi
Berprestasi Pada
Siswa Kelas XI
Jurusan
Administrasi
Perkantoran SMK
Negeri Tegal

Secara parsial
bahwa
gaya
kepemimpinan
guru
(X1)
memberikan
pengaruh positif
terhadap
motivasi belajar
(Y)
sebesar
34,9%.
Dan
iklim kelas (X2)
memberikan
pengaruh positif
terhadap
motivasi belajar
(Y)
sebesar
39,5%.
Secara parsial
bahwa
lingkungan
keluarga (X1)
memberikan
pengaruh positif
terhadap
motivasi
berprestasi (Y)
sebesar 36,4%.
Dan lingkungan
sekolah
(X2)
memberikan
pengaruh positif
terhadap
motivasi
berprestasi (Y)
sebesar 37,4%.

Variabel
lingkungan
keluarga

Penelitian
Risma tidak
meneliti
tentang
iklim kelas
dan
motivasi
belajar,
tetapi
lingkungan
sekolah dan
motivasi
berprestasi

31

2.6. Kerangka Berfikir


Belajar adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh
perubahan perilaku individu yang disebabkan oleh proses pengalaman baik yang
menyangkut aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik, sehingga terjadi
perubahan perilaku yang dimiliki oleh pembelajar yang senantiasa menuju ke arah
yang lebih baik. Proses belajar mengajar yang dilakukan antara guru dan siswa
yang dilakukan disekolah dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Didalam
diri siswa sebagai peserta didik diperlukan adanya motivasi, karena motivasi
bukan hanya penyebab belajar, namun memperlancar belajar dan pencapaian hasil
belajar yang optimal. Indikator dari motivasi belajar yaitu tekun menghadapi
tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat terhadap bermacam-macam
masalah, cepat bosan dengan tugas yang rutin, dan lebih senang bekerja mandiri.
Sardiman (2010:92) menyatakan bahwa motivasi memiliki peranan
penting untuk mendorong siswa dalam belajar, baik motivasi intrinsik maupun
motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik ini mampu menumbuhkan semangat belajar
dalam diri siswa karena tidak dipengaruhi oleh faktor dari luar. Sedangkan
motivasi ekstrinsik disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Faktor
dari luar yang dapat mempengaruhi belajar siswa diantaranya iklim kelas dan
lingkungan keluarga.
Tarmidi (2006:3) menyatakan bahwa iklim kelas merupakan suasana
pembelajaran yang muncul akibat hubungan antara guru dan peserta didik di
dalam kelas yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Iklim kelas yang
merupakan bagian dari lingkungan belaar akan mempengaruhi kepribadian dan

32

tingkah laku seseorang, sebab dalam melaksanakan tugas sekolah seorang siswa
akan terus berinteraksi dengan lingkungan belajarnya.
Iklim kelas yang baik dapat memberikan dorongan untuk bertindak yang
mengarahkan pada hasil belajar siswa yang baik. Semakin baik iklim kelas yang
dibangun, maka akan semakin baik motivasi belajar siswa. Indikator dari iklim
kelas, yaitu : suasana pembelajaran dikelas, hubungan antara warga kelas, aktifitas
belajar mengajar,kondisi fisik, kerapian dan kebersihan ruangan kelas,
kedisiplinan siswa didalam kelas.
Lingkungan keluarga meliputi cara orang tua mendidik, relasi antar
anggota keluarga, suasana rumah dan kondisi ekonomi keluarga berpengaruh
terhadap motivasi belajar siswa. Cara orang tua mendidik anak yaitu dengan
banyak

memberikan

perhatian,

cenderung

memberikan

penguatan

dan

pengahargaan daripada memberikan kritikan dan celaan, relasi antar anggota


keluarga yang baik, saling memberikan dukungan dan bantuan, suasana rumah
yang tenang dan tentram, keadaan ekonomi yang cukup untuk mencukupi
kebutuhan anak.

33

Berdasarkan uraian diatas, kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat


dikemukakan sebagai berikut :

Iklim Kelas (X1)


1.

Suasana pembelajaran
di kelas
2. Hubungan antara warga
kelas
3. Aktifitas
belajar
mengajar
4. Kondisi fisik, kerapian
dan kebersihan ruang
kelas
5. Kedisiplinan siswa di
dalam kelas
(Moedjiarto 2002:36)

Motivasi Belajar (Y)


1.
2.
3.

4.
LingkunganKeluarga (X2)

5.
1.
2.
3.
4.

Cara orangtuamendidik
Relasiantaranggotakelua
rga
Suasanarumah
Kondisiekonomikeluarg
a

Tekun menghadapi
tugas
Ulet menghadapi
kesulitan
Menunjukkan minat
terhadap bermacammacam masalah
Cepat bosan dengan
tugas yang rutin
Lebih senang bekerja
mandiri

(Sardiman 2010:83)

(Slameto 2010:60)

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

34

2.7. Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara
terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul
(Suharsimi 2006:71).
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
1.

Ada pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar siswa kelas X Jurusan
Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.

2.

Ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas X


Jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.

3.

Ada pengaruh iklim kelas dan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar
siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran
Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi 2006:130).
Sedangkan menurut Sugiyono (2010:61) populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang

ditetapkan

oleh

peneliti

untuk

dipelajari

dan

kemudian

ditarik

kesimpulannya.
Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas X SMK PGRI 2
Salatiga jurusan administrasi perkantoran yang berjumlah 95 siswa. Karena
populasi kurang dari 100 maka penelitian ini disebut dengan penelitian populasi.
3.2. Variabel Penelitian
Sugiyono (2010:2) menyatakan bahwa variabel penelitian pada dasarnya
adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga variabel
penelitian yaitu dua variabel bebas (Independen variabel) dan satu variabel terikat
(Dependen variabel).
3.2.1. Variabel Bebas (Independen Variabel)
Penelitian ini terdapat dua variabel bebas yaitu:
1.

Iklim kelas: indikator dari iklim kelas yaitu:


a) Suasana pembelajaran di kelas.
b) Hubungan antar warga kelas.

35

36

c) Aktifitas belajar mengajar.


d) Kondisi fisik, kerapian dan kebersihan ruang kelas.
e) Kedisiplinan siswa di dalam kelas.
2.

Lingkungan keluarga: indikator dari lingkungan keluarga yaitu:


a) Cara orang tua mendidik anak.
b) Relasi antar anggota keluarga.
c) Suasana rumah.
d) Keadaan ekonomi keluarga.

3.2.2. Variabel Terikat (Dependen Variabel)


Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar. Indikator
motivasi belajar yaitu:
1.

Tekun menghadapi tugas.

2.

Ulet menghadapi kesulitan.

3.

Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah.

4.

Cepat bosan dengan tugas yang rutin.

5.

Lebih senang bekerja mandiri.

3.3. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data adalah suatu usaha untuk memperoleh data
dengan metode yang ditentukan oleh peneliti sehingga harus dilaksanakan dengan
hati-hati sejak awal dan akan berhasil baik selanjutnya. Untuk memperoleh data
yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, diperlukan cara
yang mampu mengungkapkan dan sesuai dengan pokok permasalahannya.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

37

3.3.1. Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau
hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi 2006:151).
Dalam penelitian ini angket dibuat berdasarkan indikator yang diturunkan
dari variabel-variabel, yang disetiap indikator terdiri dari beberapa item soal.
Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data tentang
iklim kelas, lingkungan keluarga dan motivasi belajar. Bentuk angket yang
digunakan dalam penelitian ini adalah check list dengan skala nominal, dimana
responden tinggal membubuhkan tanda check () pada kolom jawaban yang
sesuai dengan kondisi yang dihadapi atau dialami oleh responden. Penggunaan
check list ini diharapkan dapat memudahkan responden dalam memberikan
jawaban pada setiap item pernyataan dan disediakan 5 kolom ketentuan sebagai
berikut:
a.

Kolom 1 dengan kriteria selalu (SL) dengan skor 5

b.

Kolom 2 dengan kriteria sering (SR) dengan skor 4

c.

Kolom 3 dengan kriteria kadang-kadang (KD) dengan skor 3

d.

Kolom 4 dengan kriteria hampir tidak pernah (HTP) dengan skor 2

e.

Kolom 5 dengan kriteria tidak pernah (TP) dengan skor 1

3.3.2. Dokumentasi
Metode

dokumentasi

adalah

metode

yang

digunakan

untuk

mengumpulkan data yaitu berupa catatan, transkrip, buku surat kabar, majalah,
prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya (Suharsimi 2006:231).

38

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan


data daftar nama siswa dan jumlah siswa yang menjadi populasi dalam penelitian
ini.
3.4. Uji Instrumen Penelitian
Uji instrumen penelitian dilakukan sebelum angket diberikan kepada
responden. Tujuan dari uji instrumen adalah untuk menghindari pertanyaanpertanyaan yang kurang jelas, menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami,
mempertimbangkan penambahan atau pengurangan item.
Instrumen ditentukan oleh tingkat kesahihan dan keterandalan. Uji coba
instrumen dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen
sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya instrumen tersebut digunakan dalam
pengambilan data penelitian.
3.4.1. Validitas
Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau
kesahihan suatu instrumen (Suharsimi 2006:168). Suatu instrumen yang valid atau
sahih mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid
berarti memiliki validitas yang rendah. Penelitian ini menggunakan validitas
internal yaitu menghitung validitas berdasarkan data dan instrumen yang telah
dibuat sebelumnya.
Uji validitas dapat dilakukan melalui perhitungan SPSS for windows
release 16 dengan cara membandingkan r hitung dengan r tabel untuk degree of
freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Untuk menguji apakah
masing-masing butir pertanyaan valid atau tidak dapat diketahui dengan cara

39

melihat tampilan output Cronbachs Alpha pada kolom Correlated item-Total


Correlation. Bandingkan dengan nilai Correlated item-Total Correlation dengan r
tabel (pada tabel r product moment) sebesar 0,361. Apabila perhitungan
menunjukkan r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka butir
pertanyaan dikatakan valid (Ghozali 2011:45).
Tabel 3.1
Hasil Uji Coba Validitas Instrumen
Variabel

Indikator
Suasana pembelajaran di
kelas
Hubungan antar warga
kelas

Iklim kelas

Aktifitas belajar mengajar


Kondisi fisik, kerapian,
dan kebersihan ruang kelas
Kedisiplinan siswa
didalam kelas
Cara orang tua mendidik

Lingkungan
keluarga

Relasi antar anggota


keluarga
Suasana rumah
Kondisi ekonomi keluarga

Motivasi
belajar

Tekun menghadapi tugas

Butir

r
Hitung

r
Tabel

Keterangan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

0,560
0,565
0,711
0,605
0,477
0,514
0,667
0,570
0,656
0,484
0,211
0,581
0,499
0,378
0,367
0,583
0,495
0,717
0,735
0,717
0,590
0,632
0,575
0,668
0,714
0,478

0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

40

27
28
Ulet menghadapi kesulitan
29
30
31
Menunjukkan minat
terhadap bermacam32
macam masalah
33
34
Cepat bosan dengan tugas
yang rutin
35
36
Lebih senang bekerja
37
mandiri
38
Sumber : Hasil pengolahan penelitian data tahun 2013

0,530
0,503
0,640
0,411
0,615
0,704
0,680
0,537
0,553
0,622
0,562
0,731

0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361
0,361

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

Berdasarkan hasil uji validitas variabel iklim kelas, lingkungan keluarga


dan motivasi belajar yang terdiri dari 38 butir pertanyaan soal untuk N = 30,
diketahui bahwa terdapat 37 soal yang valid karena memiliki rhitung> rtabel untuk N
= 30 dengan rtabel 0,361 pada taraf signifikansi 5%. Kemudian terdapat 1 butir soal
yang tidak valid karena memiliki rhitung< rtabel untuk N = 30 dengan rtabel 0,361
pada taraf signifikansi 5%, yaitu nomor 11.
Pernyataan yang valid seluruhnya digunakan untuk memperoleh data,
sedangkan untuk pernyataan yang tidak valid tidak digunakan karena indikator
pada penyataan yang tidak valid sudah dapat terwakili oleh pernyataan-pernyataan
yang valid.
3.4.2. Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen
cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrumen tersebut sudah baik(Suharsimi 2006:178). Reliabilitas artinya dapat
dipercaya, dapat diandalkan.

41

Uji reliabelitas dapat digunakan dengan menggunakan SPSS for windows


release 16 dengan memilih menu Analyze, kemudian pilih sub menu Scale, lalu
pilih Reliability Analysis. Hasil analisis tersebut akan diperoleh melalui
Cronbachs Alpha. Suatu konstruk dikatakan reliabel jika nilai Cronbachs
Alpha> 0,70 (Ghozali 2011:47).
Tabel 3.2
Hasil Uji Coba Reliabilitas Instrumen
No.

Variabel

Cronbach

Syarat Minimal

Alpha

Cronbach Alpha

Keterangan

1.

Iklim Kelas

0,807

0,70

Reliabel

2.

Lingkungan

0,808

0,70

Reliabel

0,854

0,70

Reliabel

Keluarga
3.

Motivasi Belajar

Sumber: Hasil penelitian pengolahan data tahun 2013


Berdasarkanhasil uji reliabilitas variabel iklim kelas, lingkungan keluarga
dan motivasi belajardiperoleh hasil koefisien reliabilitas dengan N = 30,
Cronbach Alpha>0,70 maka dapat dijelaskan bahwa angket tersebut reliabel dan
dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penelitian.
3.5.Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengolah
hasil penelitian guna memperoleh suatu kesimpulan. Adapun teknik analisis data
yang digunakan adalah:
3.5.1 Analisis Deskriptif Persentase
Penelitian ini akan menggunakan tabel statistik yang menunjukkan angka
kisaran teoritis dan sesungguhnya, rata-rata standar deviasi dengan rumus:

42

DP =

x 100%

Dimana:
DP

: Deskriptif persentase
: Nilai yang diperoleh

: Jumlah seluruh nilai

(Ali 1993:186)
Metode analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengkaji variabel
iklim kelas, lingkungan keluarga dan motivasi belajar. Variabel tersebut terdiri
dari beberapa indikator yang sangat mendukung dan kemudian indikator tersebut
dikembangkan menjadi instrumen (angket).
Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :
1.

Mengumpulkan angket yang telah diisi responden dengan memeriksa


kelengkapan.

2.

Mengubah skor kualitatif menjadi skor kuantitatif.

3.

Membuat tabulasi.

4.

Memasukkan dalam rumus deskriptif persentase.

5.

Membuat tabel rujukan dengan cara sebagai berikut:


a.

Menetapkan persentase tertinggi

43

b.

Menetapkan persentase terendah


=

c.

Menetapkan rentangan persentase


= persentase tertinggi- persentase terendah
= 100% - 20%
= 80%

d.

Menetapkan skala interval


=5

e.

Interval
= rentangan persentase : skala interval
= 80% : 5
= 16%
Berikut adalah tabel dan kriteria dari perhitungan di atas:
Tabel 3.3
Kriteria Iklim Kelas
No.

Interval

Kriteria

85% - 100%

Sangat Tinggi

70% - 86%

Tinggi

54% - 69%

Sedang

37% - 53%

Rendah

20% - 36%

Sangat Rendah

44

Tabel 3.4
Kriteria Lingkungan Keluarga
No.

Interval

Kriteria

85% - 100%

Sangat Tinggi

70% - 86%

Tinggi

54% - 69%

Sedang

37% - 53%

Rendah

20% - 36%

Sangat Rendah

Tabel 3.5
Kriteria Motivasi Belajar
No.

Interval

Kriteria

85% - 100%

Sangat Tinggi

70% - 86%

Tinggi

54% - 69%

Sedang

37% - 53%

Rendah

20% - 36%

Sangat Rendah

3.5.2. Regresi Linear Berganda


Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh
antara variabel independen dengan variabel dependen, yaitu Iklim kelas (X1) dan
Lingkungan keluarga (X2) terhadap Motivasi Belajar (Y).
Analisis regresi yang dipergunakan menggunakan rumus:

Dimana:
: Variabel terikat (Motivasi Belajar)
: Konstanta

45

: Nilai Koefisien Variabel bebas X1 (Iklim kelas)


: Nilai Koefisien Variabel bebas X2 (Lingkungan Keluarga)
e

:Standar eror

3.5.3. Uji Hipotesis


3.5.3.1. Uji Simultan (Uji F)
Uji ini digunakan untuk menguji keberartian persamaan regresi berganda.
Dari perhitungan nilai t akan terjadi kemungkinan sebagai berikut:
1.

Jika nilai signifikansi F < 0,05 atau koefisien F hitung signifikan pada taraf
kurang dari 5 % maka Ho ditolak, yang berarti iklim kelas dan lingkungan
keluarga secara simultan mempengaruhi motivasi belajar.

2.

Jika nilai signifikansi F > 0,05 atau koefisien F hitung signifikan pada taraf
lebih dari 5% maka Ho diterima, yang berarti iklim kelas dan lingkungan
keluarga secara simultan tidak mempengaruhi motivasi belajar.

3.5.3.2. Uji Parsial (Uji t)


Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial antara iklim
kelas, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar. Dari perhitungan nilai t akan
terjadi kemungkinan sebagai berikut:
a.

Jika nilai signifikansi t < 0,05 atau koefisien t hitung signifikan pada taraf
kurang dari 5 % maka Ho ditolak, yang berarti iklim kelas dan lingkungan
keluarga secara parsial mempengaruhi motivasi belajar.

b.

Jika nilai signifikansi t > 0,05 atau koefisien t hitung signifikan pada taraf
lebih dari 5% maka Ho diterima, yang berarti iklim kelas dan lingkungan
keluarga secara parsial tidak mempengaruhi motivasi belajar.

46

3.5.3.3. Koefisien Determinasi Simultan (R2 )


Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien
determinasi adalah nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel
independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Nilai yang
mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi
yang dibutuhkan untuk mempredeksi variabel dependen (Ghozali 2011:97).
Hasil perhitungan R2digunakan untuk mengukur ketetapatan yang paling
baik dari analisis regresi linear berganda. Apabila R2 mendekati 1 (satu) maka
dapat dikatakan semakin kuat model tersebut dalam menerangkan variabel bebas
terhadap variabel terikat. Sebaliknya apabila R2 mendekati 0 (nol) maka dapat
dikatakan semakin lemah model tersebut dalam menerangkan variabel bebas
terhadap variabel terikat.
3.5.3.4. Koefisien Determinasi Parsial (r2)
Koefisien determinasi parsial (r2)digunakan untuk mengetahui masingmasing variabel bebas, jika variabel lainnya konstanta terhadap variabel terikat.
Koefisien

determinasi

parsial

masing-masing

variabel

digunakan

untuk

mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel tersebut. Besarnya


pengaruh iklim kelas (X1) terhadap motivasi belajar (Y), dan lingkungan keluarga
(X2) terhadap motivasi belajar (Y) dengan cara mengkuadratkan r yang diperoleh.
3.5.4. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah uji yang digunakan untuk mengetahuimodel
regresi berganda yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini

47

memenuhi asumsi klasik atau tidak. Uji asumsi klasik yang dipakai dalam
penelitian ini antara lain:
3.5.4.1. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi maka
problem multikolinearitas (Santoso 2000:203). Syarat model regresi berganda
dapat digunakan, apabila tidak ada hubungan yang sempurna antar variabel
bebasnya.
Pengujian multikolineritas dapat dilihat dengan menggunakan program
SPSS for windows release 16. Dari nilai Variance Inflation Factor dan nilai
Tolerance. Nilai Variance Inflation Factor dan Variance Inflation Factor dapat
kita lihat pada tabel Coefficients. Antara variabel bebas dikatakan tidak terjadi
multikolineritas apabila nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 (Ghozali
2011:105).
3.5.4.2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varian residual dari suatu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke
pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Dan jika berbeda disebut
heteroskedastisitas (Santoso 2000:208).
Pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat dengan menggunakan program
SPSS for windows release 16. Dasar dalam pengambilan keputusan (Ghozali
2011:139) antara lain:

48

1.

Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu
yang

teratur

(bergelombang,

melebar

kemudian

menyempit)

maka

mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.


2.

Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah
angka 0 pada sumbu y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.5.4.3. Uji Normalitas


Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi, variabel
dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau
tidak (Santoso 2000:200). Model regresi yang baik adalah distribusi normal atau
mendekati normal.
Pengujian normalitas dapat dilihat dari grafik normal P-Plot. Dasar
pengambilan keputusan (Ghozali 2011:163) yaitu:
1.

Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal, menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi
asumsi normalitas.

2.

Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal
tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak
memenuhi asumsi normalitas.

3.5.4.4. Uji Linear


Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan
benar atau tidak (Ghozali 2011:166). Uji linearitas garis regresi dimaksudkan
untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berbentuk linear atau tidak. Jika
data berbentuk linear, maka penggunaan analisis regresi linear pada pengujian

49

hipotesis dapat dipertanggungjawabkan, akan tetapi jika tidak linear maka harus
digunakan analisis regresi non linear. Hasil uji linearitas data iklim kelas dan
lingkungan keluarga dapat dilihat dari uji F menggunakan bantuan program SPSS
v16 for Windowsdengan cara memilih Analye lalu Compre Means pilih Means,
masukkan variabel dependen ke kotak Dependent List dan variabel lain ke kotak
Independent List, pilih OK lalu beri tanda centang pada pilihan Test for Linearity,
Continue, dan OK. Jika sig F pada ANOVA lebih besar dari 0,05 maka hipotesis
tentang hubungan linear dapat diterima.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Analisis Deskriptif Persentase Variabel Penelitian
Analisis deskriptif ini digunakan untuk mendeskripsikan data-data dari
masing-masing variabel penelitian yaitu dua variabel bebas atau variabel
independen, diantaranya iklim kelas (X1), lingkungan keluarga (X2), dan satu
variabel terikat atau variabel dependen yaitu motivasi belajar siswa (Y) pada kelas
X jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga.
4.1.1.1. Deskriptif Variabel Iklim Kelas (X1)
Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk variabel iklim
kelas, dengan rumus

diperoleh persentase rata-rata

sebesar 83,13% yang terdapat pada interval 70%-85%. Berdasarkan analisis


deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi. Ditinjau dari pernyataan
masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Distribusi Jawaban Variabel Iklim Kelas
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
35
36,84
70% - 86%
Tinggi
58
61,05
54% - 69%
Sedang
2
2,11
37% - 53%
Rendah
0
0,00
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

50

Rata-rata
83,13 %

Tinggi

51

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan bahwa iklim kelas dalam kategori sangat tinggi sebesar 36,84%,
kemudian kategori tinggi sebesar 61,05%, dan kategori sedang sebesar 2,11%.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram sebagai berikut:
Gambar 4.1
Diagram Variabel Iklim Kelas

Iklim Kelas
82
80

79,65 %

79,44%
77,33%

78

75,79%

76
74
72,21%
72
70
68
Suasana
pembelajaran
di kelas

Hubungan
antar warga
kelas

Aktifitas
belajar
mengajar

Kondisi fisik, Kedisiplinan


kerapian dan siswa di dalam
kebersihan
kelas
ruang kelas

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

1.

Deskriptif Indikator Suasana Pembelajaran di kelas


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

suasana pembelajaran di kelas, dengan rumus


diperoleh persentase rata-rata sebesar 79,65% yang terletak pada interval 68%84%. Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi.

52

Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut:
Tabel 4.2
Distribusi Jawaban Indikator Suasana Pembelajaran di Kelas
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100% Sangat Tinggi
36
37,89
70% - 86%
Tinggi
40
42,11
54% - 69%
Sedang
18
18,95
37% - 53%
Rendah
1
1,05
20% - 36% Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-Rata
79,65

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan suasana pembelajaran di kelas dalam kategori sangattinggi sebesar
37,89% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 42,11%, sedangkan kategori
sedang sebesar 18,95% dan kategori rendah sebesar 1,05%.
2.

Deskriptif Indikator Hubungan Antar Warga Kelas


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

hubungan antar warga kelas, dengan rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 77,33% yang terletak pada interval 68%-84%.


Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi.
Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut:

53

Tabel 4.3
Distribusi Jawaban Indikator Hubungan Antar Warga Kelas
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi
Persentase
85% - 100% Sangat Tinggi
36
37,89
70% - 86%
Tinggi
29
30,53
54% - 69%
Sedang
26
27,37
37% - 53%
Rendah
4
4,21
20% - 36% Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-Rata
77,33

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan hubungan antar warga kelas dalam kategori sangat tinggi sebesar
37,89% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 30,53%, sedangkan kategori
sedang sebesar 27,37% dan kategori rendah sebesar 4,21%.
3.

Deskriptif Indikator Aktifitas Belajar Mengajar


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

aktifitas belajar mengajar, dengan rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 72,21% yang terletak pada interval 68%-84%.


Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi.
Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut
Tabel 4.4
Distribusi Jawaban Indikator Aktifitas Belajar Mengajar
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
11
11,58
70% - 86%
Tinggi
56
58,95
54% - 69%
Sedang
21
22,11
37% - 53%
Rendah
7
7,37
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
72,21

Tinggi

54

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan aktifitas belajar mengajar dalam kategori sangat tinggi sebesar
11,58% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 58,95%, sedangkan kategori
sedang sebesar 22,11% dan kategori rendah sebesar 7,37%.
4.

Deskriptif Indikator Kondisi Fisik, Kerapian dan Kebersihan Ruang


Kelas
Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

kondisi

fisik,

kerapian

dan

kebersihan

ruang

kelas,

dengan

rumus

diperoleh persentase rata-rata sebesar 75,79% yang


terletak pada interval 68%-84%. Berdasarkan analisis deskriptif persentase
termasuk dalam kategori tinggi. Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa
diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Indikator Kondisi Fisik, Kerapian dan Kebersihan
Ruang Kelas
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
26
27,37
70% - 86%
Tinggi
46
48,42
54% - 69%
Sedang
16
16,84
37% - 53%
Rendah
7
7,36
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
75,79

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan kondisi fisik, kerapian dan kebersihan ruang kelas dalam kategori
sangat tinggi sebesar 27,37% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 48,42%,
sedangkan kategori sedang sebesar 16,84% dan kategori rendah sebesar 7,36%.

55

5.

Deskriptif Indikator Kedisiplinan Siswa didalam Kelas


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

kedisiplinan

siswa

di

dalam

kelas,

dengan

rumus

diperoleh persentase rata-rata sebesar 79,44% yang


terletak pada interval 68%-84%. Berdasarkan analisis deskriptif persentase
termasuk dalam kategori tinggi. Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa
diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Indikator Kedisiplinan Siswa didalam Kelas
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
36
37,89
70% - 86%
Tinggi
39
41,05
54% - 69%
Sedang
18
18,95
37% - 53%
Rendah
2
2,11
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
79,44

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan kedisiplinan siswa di dalam kelas dalam kategori sangat tinggi
sebesar 37,89% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 41,05%, sedangkan
kategori sedang sebesar 18,95% dan kategori rendah sebesar 2,11%.
4.1.1.2.Deskriptif Variabel Lingkungan Keluarga (X2)
Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif untuk variabel lingkungan
keluarga, dengan rumus

diperoleh persentase rata-rata

sebesar 74,53% yang terdapat pada interval 70%-85%. Berdasarkan analisis


deskriptif persentase dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga termasuk

56

dalam kategori tinggi. Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh


hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.7
Distribusi Jawaban Variabel Lingkungan Keluarga
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85%- 100% Sangat Tinggi
4
4,21
70% - 86%
Tinggi
74
77,89
54% - 69%
Sedang
17
17,89
37% - 53%
Rendah
0
0,00
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
74,53

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan bahwa lingkungan keluarga dalam kategori sangat tinggi sebesar
4,21%, kemudian kategori tinggi sebesar 77,89%, dan kategori sedang sebesar
17,89%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram sebagai berikut:
Gambar 4.2
Diagram Variabel Lingkungan Keluarga

Lingkungan Keluarga
82
80
78
76
74
72
70
68
66
64
62
60

80,14%
76,32%
74,32%

67,86%

Cara orang tua


mendidik

Relasi antar anggota


keluarga

Suasana rumah

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Kondisi ekonomi
keluarga

57

1.

Deskriptif Indikator Cara Orang tua Mendidik


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator cara

orang tua mendidik, dengan rumus

diperoleh persentase

rata-rata sebesar 76,32% yang terletak pada interval 68%-84%. Berdasarkan


analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi. Ditinjau dari
pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel
berikut:
Tabel 4.8
Distribusi Jawaban Indikator Cara Orang tua Mendidik
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
28
29,47
70% - 86%
Tinggi
46
48,42
54% - 69%
Sedang
12
12,63
37% - 53%
Rendah
9
9,47
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
76,32

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan cara orang tua mendidik dalam kategori sangat tinggi sebesar 29,47%
kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 48,42%, sedangkan kategori sedang
sebesar 12,63% dan kategori rendah sebesar 9,47%.
2.

Deskriptif Indikator Relasi Antar Anggota Keluarga


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator relasi

antar anggota keluarga, dengan rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 67,86% yang terletak pada interval 54%-69%.


Berdasarkan

analisis

deskriptif

persentase

termasuk

dalam

kategori

58

sedang.Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang


tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.9
Distribusi Jawaban Indikator Relasi Antar Anggota Keluarga
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
7
7,37
70% - 86%
Tinggi
37
38,95
54% - 69%
Sedang
37
38,95
37% - 53%
Rendah
14
14,74
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
67,86

Sedang

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan relasi antar anggota keluarga dalam kategori sangat tinggi sebesar
7,37% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 38,95%, sedangkan kategori sedang
sebesar 38,95% dan kategori rendah sebesar 14,74%.
3.

Deskriptif Indikator Suasana Rumah


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

suasana rumah, dengan rumus

diperoleh persentase rata-

rata sebesar 74,32% yang terletak pada interval 70%-85%. Berdasarkan analisis
deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi.Ditinjau dari pernyataan
masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:

59

Tabel 4.10
Distribusi Jawaban Indikator Suasana Rumah
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
22
23,16
70% - 86%
Tinggi
51
53,68
54% - 69%
Sedang
14
14,74
37% - 53%
Rendah
7
7,37
20% - 36%
Sangat Rendah
1
1,05
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
74,32

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan suasana rumah dalam kategori sangat tinggi sebesar 23,16%
kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 53,68%, sedangkan kategori sedang
sebesar 14,74% kategori rendah sebesar 7,37% dan sangat rendah 1,05%.
4.

Deskriptif Indikator Kondisi Ekonomi Keluarga


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

kondisi ekonomi keluarga, dengan rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 80,14% yang terletak pada interval 70%-85%.


Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi.Ditinjau
dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera pada
tabel berikut:
Tabel 4.11
Distribusi Jawaban Indikator Kondisi Ekonomi Keluarga
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
41
43,16
70% - 86%
Tinggi
37
38,95
54% - 69%
Sedang
15
15,79
37% - 53%
Rendah
2
2,11
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
80,14

Tinggi

60

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan kondisi ekonomi keluarga dalam kategori sangat tinggi sebesar
43,16% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 38,95%, sedangkan kategori
sedang sebesar 15,79% dan kategori rendah sebesar 2,11%.
4.1.1.3.Deskriptif Variabel Motivasi Belajar (Y)
Berdasarkan hasil perhitungan deskripsi untuk variabel motivasi belajar,
dengan rumus

diperoleh persentase rata-rata sebesar

68,44% yang terdapat pada interval 54%-69%. Berdasarkan analisis deskriptif


persentase dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar termasuk dalam kategori
sedang. Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti
yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.12
Distribusi Jawaban Variabel Motivasi Belajar
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100% Sangat Tinggi
5
5,26
70% - 86%
Tinggi
40
42,11
54% - 69%
Sedang
45
47,37
37% - 53%
Rendah
5
5,26
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
68,44

Sedang

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan bahwa motivasi belajar dalam kategori sangat tinggi sebesar 5,26%,
kemudian kategori tinggi sebesar 42,11% kategori sedang sebesar 47,37% dan
kategori rendah 5,26%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram sebagai
berikut:

61

Gambar 4.3
Diagram Variabel Motivasi Belajar

Motivasi Belajar
80

70,95%

70

65,75%

68,70%

65,89%

70,04%

60
50
40
30
20
10
0
Tekun
Ulet menghadapi
menghadapi tugas
kesulitan

Menunjukkan
Cepat bosan
Lebih senang
minat terhadap dengan tugas yang bekerja mandiri
bermacam-macam
rutin
masalah

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian 2013


1.

Deskriptif Indikator Tekun Menghadapi Tugas


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator tekun

menghadapi tugas, dengan rumus

diperoleh persentase

rata-rata sebesar 70,95% yang terletak pada interval 70%-85%. Berdasarkan


analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi. Ditinjau dari
pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel
berikut:

62

Tabel 4.13
Distribusi Jawaban Indikator Tekun Menghadapi Tugas
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
25
26,32
70% - 86%
Tinggi
22
23,16
54% - 69%
Sedang
30
31,58
37% - 53%
Rendah
17
17,89
20% - 36%
Sangat Rendah
0
0,00
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
74,32

Tinggi

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan tekun menghadapi tugas dalam kategori sangat tinggi sebesar 26,32%
kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 23,16%, sedangkan kategori sedang
sebesar 31,58% dan kategori rendah sebesar 17,89%.
2.

Deskriptif Indikator Ulet Menghadapi Kesulitan


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator ulet

menghadapi

kesulitan,

dengan

rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 65,75% yang terletak pada interval 54%-69%.


Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori sedang.
Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut:
Tabel 4.14
Distribusi Jawaban Indikator Ulet Menghadapi Kesulitan
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
9
9,47
70% - 86%
Tinggi
25
26,32
54% - 69%
Sedang
37
38,95
37% - 53%
Rendah
23
24,21
20% - 36%
Sangat Rendah
1
1,05
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
65,75

Sedang

63

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan ulet menghadapi kesulitan dalam kategori sangat tinggi sebesar
9,47% kemudian kategori tinggi yaitu sebesar 26,32% sedangkan kategori sedang
yaitu 38,95% kategori rendah sebesar 24,21% dan kategori sangat rendah 1,05%.
3.

Deskriptif Indikator Menunjukkan Minat terhadap bermacam-macam


masalah
Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator

menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah, dengan rumus


diperoleh persentase rata-rata sebesar 68,70% yang
terletak pada interval 54%-69%. Berdasarkan analisis deskriptif persentase
termasuk dalam kategori sedang. Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa
diperoleh hasil seperti yang tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.15
Distribusi Jawaban Indikator Menunjukkan Minat terhadap
bermacam-macam Masalah
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
14
14,74
70% - 86%
Tinggi
32
33,68
54% - 69%
Sedang
33
34,74
37% - 53%
Rendah
13
13,68
20% - 36%
Sangat Rendah
3
3,16
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
68,70

Sedang

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalahdalam
kategori sangat tinggi yaitu 14,74%, kategori tinggi 33,68%, kategori sedang yaitu
34,74%, kategori rendah sebesar 13,68% dan kategori sangat rendah 3,16%.

64

4.

Deskriptif Indikator Cepat Bosan dengan Tugas yang Rutin


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator cepat

bosan dengan tugas yang rutin, dengan rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 65,89% yang terletak pada interval 54%-69%.


Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori sedang.
Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut:
Tabel 4.16
Distribusi Jawaban Indikator Cepat Bosan dengan tugas yang Rutin
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
12
12,63
70% - 86%
Tinggi
36
37,89
54% - 69%
Sedang
25
26,32
37% - 53%
Rendah
21
22,11
20% - 36%
Sangat Rendah
1
1,05
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
65,89

Sedang

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan cepat bosan dengan tugas yang rutin dalam kategori sangat tinggi
sebesar 12,63% kemudian kategori tinggi yaitu 37,89% sedangkan kategori
sedang yaitu 26,32% kategori rendah sebesar 22,11% dan kategori sangat rendah
1,05%.
5.

Deskriptif Indikator Lebih Senang Bekerja Mandiri


Berdasarkan hasil perhitungan deskriptif persentase untuk indikator lebih

senang bekerja mandiri, dengan rumus

diperoleh

persentase rata-rata sebesar 70,04% yang terletak pada interval 70%-85%.


Berdasarkan analisis deskriptif persentase termasuk dalam kategori tinggi.

65

Ditinjau dari pernyataan masing-masing siswa diperoleh hasil seperti yang tertera
pada tabel berikut:
Tabel 4.17
Distribusi Jawaban Indikator Lebih Senang Bekerja Mandiri
No.
1
2
3
4
5

Interval
Kriteria
Frekuensi Persentase
85% - 100%
Sangat Tinggi
15
15,79
70% - 86%
Tinggi
34
35,79
54% - 69%
Sedang
33
34,74
37% - 53%
Rendah
10
10,53
20% - 36%
Sangat Rendah
3
3,16
Jumlah
95
100,00
Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

Rata-rata
70,04

Tinggi

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa paling banyak responden


menyatakan lebih senang bekerja mandiri dalam kategori sangat tinggi sebesar
15,79% kemudian kategori tinggi yaitu 35,79% sedangkan kategori sedang yaitu
34,74% kategori rendah sebesar 10,53% dan kategori sangat rendah 3,16%.
4.1.2. Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh iklim kelas (X1) dan lingkungan keluarga (X2) terhadap motivasi
belajar (Y). Penelitian ini menggunakanan alisis regresi linier berganda dengan
menggunakan perhitungan SPSS for windows release 16. Hasil analisis tersaji
dalam tabel berikut:

66

Tabel 4.18
Regresi Linear Berganda
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

.655

9.650

Iklim Kelas

.552

.148

.468

.219

Lingkungan
Keluarga

Coefficients
Beta

Sig.
.068

.946

.359

3.718

.000

.206

2.133

.036

a. Dependent Variable: Motivasi Belajar

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Tabel analisis regresi linier berganda diatas menunjukkan persamaan
regresi berganda sebagai berikut: Y = 0,655 + 0,552X1 + 0,468X2+ e.
Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut:
1.

Konstanta = 0,655
Jika variabel iklim kelasdan lingkungan keluarga bernilai 0, maka
variabel motivasi belajar menjadi 0,655.

2.

Koefisien X1= 0,552


Jika variabel iklim kelas mengalami kenaikan sebesar 1%, sementara
variabel lingkungan keluarga tetap, maka akan menyebabkan kenaikan
motivasi belajar sebesar 0,552. Harga koefisien regresi positif menunjukkan
bahwa pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar adalah pengaruh
positif, artinya setiap kenaikan 1% iklim kelas, maka diikuti kenaikan
motivasi belajar sebesar 0,522 pada konstanta 0,655 dan sebaliknya.

67

3.

Koefisien X2 = 0,468
Jika variabel lingkungan keluarga mengalami kenaikan sebesar 1%,
sementara variabel iklim kelas tetap, maka akan menyebabkan kenaikan
motivasi belajar sebesar 0,468. Harga koefisien regresi positif menunjukkan
bahwa pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar adalah
pengaruh positif, artinya setiap kenaikan 1% lingkungan keluarga, maka
diikuti kenaikan motivasi belajar sebesar 0,468 pada konstanta 0,655.

4.1.3. Uji Hipotesis


4.1.3.1. Uji Simultan (Uji F)
Pengujian hipotesis secara simultan dimaksudkan untuk menguji
keberartian pengaruh secara bersama-sama atau simultan dari variabel bebas,
yaitu iklim kelas dan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar.Dalam
pengujian secara simultan ini digunakan uji F, apabila diperoleh nilai p value <
0,05 maka Ha diterima, sedangkan apabila nilai p value > 0,05 maka Ha ditolak.
Hasil uji F dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Tabel 4.19
Uji Simultan (Uji F)
b

ANOVA
Model
1

Sum of Squares

Df

Mean Square

Regression

1159.896

579.948

Residual

4234.251

92

46.024

Total

5394.147

94

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Keluarga, Iklim Kelas


b. Dependent Variable: Motivasi Belajar

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013

F
12.601

Sig.
.000

68

Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan dengan


menggunakan program SPSS v16 for Windowsmenunjukkan bahwa Fhitung sebesar
12,601dengan

signifikansi

0,000,karena

signifikansi

kurang

dari

0,05,

menunjukkan bahwa nilai F hitung yang diperoleh signifikan. Sehingga hipotesis


3 (H3) yang diuji dalam penelitian ini, yaitu ada pengaruhiklim kelas dan
lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa kelas X Jurusan Administrasi
Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran
di SMK PGRI 2 Salatiga diterima.
4.1.3.2. Uji Parsial (Uji t)
Pengujian hipotesis secara parsial dimaksudkan untuk menguji keberartian
pengaruh dari masing-masing variabel bebas, yaitu iklim kelas dan lingkungan
keluarga terhadap motivasi belajarsiswa kelas X Jurusan Administrasi
Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran
di SMK PGRI 2 Salatiga.Pengujian secara parsial ini menggunakan uji t dengan
kaidah Ha diterima jika p value< 0,05 atau jika menggunakan penentuan nilai
kritis thitung > ttabel. Hasil analisis uji parsial dalam penelitian ini dapat dilihat
berdasarkan tabel berikut ini:

69

Tabel 4.20
Uji Parsial (Uji t)
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

B
(Constant)

Iklim Kelas

Lingkungan Keluarga

Coefficients

Std. Error
.655

9.650

.552

.148

.468

.219

Beta

Sig.
.068

.946

.359

3.718

.000

.206

2.133

.036

a. Dependent Variable: Motivasi Belajar

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


1.

Pengujian Hipotesis 1(H1)


Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan program SPSS v16 for Windowsmenunjukkan bahwa koefisien
korelasi secara parsial untuk variabel iklim kelas (X1) dengan uji t diperoleh
thitung = 3,718dengan signifikansi 0,000, karena signifikansi yang diperoleh
kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut
signifikan. Sehingga hipotesis 1 (H1) yang diuji dalam penelitian ini, yaitu
ada pengaruh iklim kelasterhadap motivasi belajar siswa kelas X Jurusan
Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga diterima.

2.

Pengujian Hipotesis 2 (H2)


Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan komputer program SPSS v16 for Windowsmenunjukkan bahwa

70

koefisien korelasi secara parsial untuk variabel lingkungan keluarga (X2)


dengan uji t diperoleh thitung = 2,133dengan signifikansi 0,036, karena
signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang
diperoleh tersebut signifikan. Sehingga hipotesis 2 (H2) yang diuji dalam
penelitian ini, yaitu ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi
belajar siswa kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran
Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga
diterima.
4.1.3.3. Koefisien Determinasi Simultan (R2)
Uji R2dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan atau
kontribusi yang diberikan oleh variabel independen yang mempengaruhi variabel
dependen secara simultan. Hasil koefisien determinasi simultan dalam penelitian
ini dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 4.21
Koefisien Determinasi Simultan (R2)
Model Summary

Model

1
.464

R Square
a

.215

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.198

6.784

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Keluarga, Iklim Kelas

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan program SPSS v16 for Windowsdiperoleh nilai Adjusted R2= 0,198
= 19,8%, berarti iklim kelas dan lingkungan keluarga secara bersama-sama

71

mempengaruhi motivasi belajar sebesar 19,8% dan sisanya 80,2% dipengaruhi


oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
4.1.3.4. Koefisien Determinasi Parsial (r2)
Uji r2dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan atau
kontribusi yang diberikan oleh variabel independen yang mempengaruhi variabel
dependen secara parsial. Hasil koefisien determinasi parsial dalam penelitian ini
dapat dilihat berdasarkan tabel berikut ini:
Tabel 4.22
Koefisien Determinasi Parsial (r2)
Coefficients

Standardiz
ed
Unstandardized

Coefficient

Coefficients

Correlations
Zero-

Model
1

(Constant)

Std. Error
.655

9.650

.552

.148

.468

.219

Beta

Sig.

order

Partial

Part

.068

.946

.359

3.718

.000

.420

.361

.343

.206

2.133

.036

.312

.217

.197

Iklim Kelas

Lingkungan
Keluarga

a. Dependent Variable: Motivasi


Belajar

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


1.

Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh variabel iklim kelas
(X1) terhadap variabel motivasi belajar (Y). Berdasarkan tabel di atas
diperoleh nilai parsial variabel iklim kelas sebesar 0,361, kemudian
dikuadratkan (r2) yaitu (0,361)2= 0,130321 = 13,03% artinya bahwa variabel

72

iklim kelas berpengaruh secara parsial terhadap variabel motivasi belajar


sebesar 13,03%.
2.

Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh variabel lingkungan


keluarga (X2) terhadap variabel motivasi belajar (Y). Berdasarkan tabel di
atas diperoleh nilai parsial variabel lingkungan keluarga sebesar 0,217,
kemudian dikuadratkan (r2) yaitu (0,217)2= 0,047089 = 4,70% artinya bahwa
variabel lingkungan keluarga berpengaruh secara parsial terhadap variabel
motivasi belajar sebesar 4,70%.

4.1.4. Uji Asumsi Klasik


4.1.4.1. Uji Multikolinearitas
Uji multikolonieritas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah
antara variabel bebas yang terdapat dalam model regresi memiliki hubungan yang
sempurna atau tidak. Model regresi yang bebas dari multikolonieritas memiliki
nilai VIF (Variance Inflation Factor) dibawah 10 dan nilai tolerance diatas 0,1.
Berikut ini hasil pengolahan menggunakan program SPSS v16 for Windows:

73

Tabel 4.23
Uji Multikolinearitas
Coefficients
Unstandardized

Standardized

Collinearity

Coefficients

Coefficients

Statistics

Model
1

Std. Error

(Constant)

.655

9.650

Iklim Kelas

.552

.148

.468

.219

Lingkungan
Keluarga

Beta

Sig.

Tolerance

VIF

.068

.946

.359

3.718

.000

.914 1.094

.206

2.133

.036

.914 1.094

a. Dependent Variable:
Motivasi Belajar

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Berdasarkan tabel diatas terlihat setiap variabel bebas yaitu masing-masing
variabel mempunyai nilai tolerance 0,914 > 0,1 dan nilai VIF 1,094 < 10. Jadi
dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas
dalam model regresi ini. Artinya iklim kelas dan lingkungan keluarga tidak terjadi
gejala multikolinearitas dalam model regresi.
4.1.4.2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam regresi terjadi
ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Heteroskedastisitas menunjukkan penyebaran variabel bebas. Penyebaran yang
acak menunjukkan model regresi yang baik. Dengan kata lain tidak terjadi
heteroskedastisitas. Untuk menguji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan
mengamati grafik scatterplot dengan pola titik-titik yang terbentuktidak teratur
dan menyebar diatas maupun dibawah sumbu Y. Berikut hasil pengolahan
menggunakan program SPSS v16 for Windows:

74

Gambar 4.4
Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Grafik scatterplot diatas terlihat bahwa penyebaran residual adalahtidak
teratur. Hal tersebut dapat dilihat pada plot yang terpencar dan tidak membentuk
pola tertentu. Titik-titik tersebut menyebar secara acak serta tersebar baik diatas
maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi
heteroskedastisitas pada model regresi ini.
Uji heteroskedastisitas juga dapat dilakukan dengan cara uji statistik yang
dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan
analisis

uji

glejser.Jika

variabel

independen

signifikan

secara

statistik

mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.


Sebaliknya jika variabel independen tidak signifikan secara statistik terhadap
variabel

dependen,

maka

dapat

dikatakan

bahwa

tidak

ada

indikasi

heteroskedastisitas. Berikut hasil pengolahan menggunakan program SPSS v16 for


Windows:

75

Tabel 4.24
Uji Glejser
Coefficients

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients


Model
1

Std. Error

Beta

(Constant)

-1.419

5.969

Iklim Kelas

.066

.092

.082

.136

Lingkungan
Keluarga

Sig.

-.238

.813

.078

.723

.472

.066

.605

.547

a. Dependent Variable: ABS_RES

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Hasil tampilan output SPSS diatas dengan jelas menunjukkan bahwa tidak
ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi
variabel dependen nilai absolut. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya
lebih dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya
heteroskedastisitas.
4.1.4.3. Uji Normalitas
Berdasarkan teori statistika model linear hanya residu dari variabel
dependen Y yang harus diuji normalitasnya, sedangkan variabel independen X
diasumsikan bukan fungsi distribusi. Jadi tidak perlu diuji normalitasnya.
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi
variabel residual memiliki distribusi normal atau tidak. Data yang baik adalah data
yang mempunyai pola distribusi normal terlihat sebaran data yang bergerombol
disekitar garis uji dan tidak ada data yang terletak jauh dari sebaran data. Hasil
output SPSS v16 for Windowssebagai berikut:

76

Gambar 4.5
Grafik Normal P-P Plot

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Pada grafik P-P Plot terlihat keberadaan titik-titik menyebar di sekitar
garis diagonal dan mengikuti arah garis histogram menuju pola distribusi normal.
Jadi model regresi ini memiliki distribusi normal, artinya variabel dependen Y
memenuhi asumsi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada analisis
Kolmogorov Smirnov (KS) sebagai berikut:

77

Tabel 4.25
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N

95

Normal Parameters

Most Extreme Differences

Mean

.0000000

Std. Deviation

6.71157379

Absolute

.056

Positive

.033

Negative

-.056

Kolmogorov-Smirnov Z

.545

Asymp. Sig. (2-tailed)

.928

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa harga Kolmogorov-Smirnov
Test untuk variabel iklim kelas, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar sebesar
0,545 dengan probalilitas sebesar 0,928. Semua nilai berada di atas 0,05 dengan
demikian data iklim kelas, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar berdistribusi
normal.
4.1.4.4.Uji Linearitas
Uji linearitas garis regresi dimaksudkan untuk mengetahui apakah data
yang diperoleh berbentuk linear atau tidak. Jika data berbentuk linear, maka
penggunaan

analisis

regresi

linear

pada

pengujian

hipotesis

dapat

dipertanggungjawabkan, akan tetapi jika tidak linear maka harus digunakan


analisis regresi non linear. Linearitas dapat dilihat pada tabel anova dengan

78

bantuan program SPSS. Apabila Fhitung > Ftabel dengan taraf signifikansi 5% maka
persamaan regresi tersebut dinyatakan linear.
Tabel 4.26
Uji Linearitas
ANOVA Table
Sum of Squares
Motivasi

Between

Belajar *

Groups

(Combined)

df

Mean Square

Sig.

1780.248

20

89.012

1.823 .033

950.417

950.417

19.461 .000

829.831

19

43.675

.894 .591

Within Groups

3613.899

74

48.836

Total

5394.147

94

Linearity

Iklim Kelas
Deviation
from Linearity

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


ANOVA Table

Sum of Squares
Motivasi

Between (Combined)

Belajar *

Groups

df

Mean Square

1333.154

15

523.829

809.325

14

57.809

Within Groups

4060.993

79

51.405

Total

5394.147

94

Linearity

88.877

Sig.

1.729

.062

523.829 10.190

.002

Lingkungan
Deviation

Keluarga

from

1.125

.350

Linearity

Sumber: Hasil pengolahan data penelitian tahun 2013


Hasil uji linearitas dapat di lihat dari uji F. Berdasarkan perhitungan
diperoleh nilai F untuk data iklim kelas dengan motivasi belajar sebesar 0,894
dengan probabilitas 0,591> 0,05, dan nilai Fhitung untuk data lingkungan keluarga
dengan motivasi belajar sebesar 1,125 dengan probabilitas 0,350> 0,05. Dengan

79

demikian menunjukkan bahwa data penelitian membentuk garis linear, sehingga


penggunaan analisis regresi linear berganda dapat dipertanggungjawabkan.
4.2. Pembahasan
Motivasi belajar pada diri siswa diperlukan dalam kegiatan belajar, karena
motivasi belajar bukan hanya menjadi penyebab belajar namun juga
memperlancar belajar dan pencapaian belajar yang optimal. Siswa yang memiliki
motivasi

belajar

yang

tinggi

cenderung

mengalami

kesuksesan

dalam

mengerjakan tugas-tugas belajarnya, karena siswa yang mempunyai motivasi


belajar tinggi memiliki keinginan dan harapan untuk berhasil, dan apabila
mengalami kegagalan mereka akan berusaha keras dalam mencapai keberhasilan.
Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor
ekstrinsiknya adalah lingkungan belajar yang kondusif dan kegiatan belajar yang
menarik. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan keluarga
sedangkan kegiatan belajar yang menarik berupa iklim kelas pada saat proses
kegiatan belajar mengajar.
Iklim kelas yang kondusif akan mendorong dan menguatkan motivasi
belajar pada siswa. Suasana kelas yang nyaman dan edukatif siswa akan merasa
betah belajar di kelas dan tidak cepat merasa jenuh. Parson dkk (2001:2)
mengatakan bahwa suatu kelas adalah tempat yang unik karena terdapat
karakteristik sosial dan psikologis yang dapat memudahkan atau menghalangi
motivasi belajar siswa. Pendapat tersebut juga didukung oleh Muhtadi (2005:1)
dalam Jurnalnya yang berjudul Menciptakan Iklim Kelas (Classroom Climate)
yang Kondusif dan Berkualitas dalam Proses Pembelajaran bahwa suatu proses

80

pembelajaran di sekolah yang penting bukan saja materi yang diajarkan atau pun
siapa yang mengajarkan, melainkan bagaimana materi tersebut diajarkan. Yang
terpenting adalah bagaimana guru menciptakan iklim kelas dalam proses
pembelajaran tersebut.
Iklim kelas dalam proses belajar mengajar pada siswa kelas X jurusan
Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi
Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga diperoleh persentase rata-rata 83,13%
termasuk dalam kategori tinggi. Kondisi ini menandakan bahwa iklim kelas sudah
mendukung terciptanya motivasi belajar pada siswa. Suasana pembelajaran di
kelas, sudah tercipta dengan baik yaitu suasana tempat proses belajar mengajar
tenang, nyaman, dan tidak bising serta seluruh warga kelas sudah berusaha
menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar. Hubungan antar warga kelas,
tingkat keakraban yang terjadi antara siswa dengan siswa, atau guru dengan siswa
sudah baik, mereka berusaha untuk terbuka dan saling peduli dengan sesama.
Aktifitas belajar mengajar, guru masih kurang dalam hal penggunaan variasi
model pembelajaran. Guru hanya menggunakan model variasi pembelajaran
ceramah, dengan menyuruh siswa membuka materi pelajaran yang terdapat pada
buku panduan atau LKS. Kondisi fisik, kerapian dan kebersihan ruang kelas,
sudah bagus bangungan fisik kelas berdiri kokoh serta lantainya sudah
berkeramik, selain itu siswa juga sering melaksanakan piket untuk menjaga
kebersihan kelas. Kedisiplinan siswa di dalam kelas tergolong sudah bagus,
banyak siswa yang mematuhi peraturan sekolah salah satunya berpakaian rapi
sesuai atributdan masuk kelas tepat waktu pada saat pelajaran Kompetensi

81

Kejuruan Administrasi Perkantoran dimulai. Disiplin merupakan yang penting


untuk menanamkan ataupun sebagai fondasi keteraturan dan terarahnya sebuah
kegiatan belajar mengajar.
Selain iklim kelas, faktor lain yang diteliti terkait dengan motivasi belajar
yaitu lingkungan keluarga. Keluarga merupakan sumber motivasi bagi siswa
dalam belajar. Ahmadi (2007:91) mengungkapkan bahwa faktor-faktor dalam
keluarga yang turut mempengaruhi motivasi pada diri seseorang adalah sebagai
berikut: 1) status sosial ekonomi keluarga, 2) faktor keutuhan keluarga, 3) sikap
dan kebiasaan-kebiasaan orang tua. Hal ini sejalan dengan pendapat Prayitno
(1989:140) yang menyatakan bahwa sikap atau kebiasaan orang tua dalam
mendidik anak-anaknya akan mempengaruhi motivasi belajar pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian pada variabel lingkungan keluarga pada siswa
kelas X jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi
Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga diperoleh persentase
rata-rata 74,53% termasuk dalam kategori tinggi. Cara orang tua mendidik, orang
tua membiasakan untuk mengingatkan pada anaknya ketika waktu belajar tiba dan
memberikan pujian ketika mereka mendapatkan nilai yang bagus dengan tujuan
membangkitkan motivasi belajar pada anak. Relasi antar anggota keluarga, masih
ada beberapa siswa yang tidak terbuka pada orang tuanya mengenai kesulitan
belajar yang dialami. Siswa cenderung tertutup mengenai kesulitan belajarnya,
siswa tidak menceritakan kesulitan-kesulitan belajarnya. Suasana rumah, siswa
biasanya belajar dikamar mereka masing-masing dengan menjaga kebersihan dan
kerapian kamar agar mereka nyaman dalam belajar. Kondisi ekonomi keluarga,

82

siswa SMK PGRI 2 Salatiga berasal dari keluarga dengan golongan ekonomi yang
beragam tetapi walaupun demikian para orang tua tetap berusaha membayar
SPP/BP3 tepat waktu.
Motivasi merupakan bagian terpenting dalam lembaga pendidikan, dengan
motivasi belajar yang tinggi, maka tujuan dan cita-cita keberhasilan pembelajaran
akan tercapai.Soemanto dalam Hadinata (2009:2) menyebutkan bahwa tugas guru
adalah memotivasi murid untuk belajar, demi terciptanya tujuan yang diharapkan,
serta didalam proses memperoleh tingkah laku yang diinginkan. Selain itu
Soemanto dalam Hadinata (2009:3) juga menyatakan bahwa guru harus kreatif
dan imajinatif di dalam pembelajaran untuk memotivasi anak agar berusaha untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil penelitian pada variabel motivasi belajar ada siswa kelas
X jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga diperoleh persentase rata-rata
68,44% termasuk dalam kategori sedang. Motivasi belajar siswa masih belum
sesuai dengan apa yang diharapkan, dimana kepala sekolah dan guru sangat
mengharapkan para siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Tekun
menghadapi tugas tergolong baik, siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru
dan berusaha menyelesaikannya tepat waktu. Ulet menghadapi kesulitan, pada
indikator ini siswa cenderung mudah putus asa ketika mengerjakan soal yang
sulit. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah, siswa akan
bertanya kepada guru mengenai hal-hal yang tidak mereka pahami. Cepat bosan
dengan tugas yang rutin, siswa cenderung bosan dengan pekerjaan rumah yang

83

diberikan guru karena menurut mereka tugas yang diberikan guru sudah terlalu
banyak. Lebih senang bekerja mandiri, dalam hal ini siswa sangat senang mencari
sumber materi pelajaran yang mereka anggap penting untuk menambah informasi.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel iklim kelas dan
lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas X
jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi Kejuruan
Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2 Salatiga. Penciptaan iklim kelas yang
baik akan memberikan pengaruh yang baik pada motivasi belajar siswa. Siswa
akan merasa nyaman dan dapat memahami penjelasan dari guru jika iklim kelas
yang diciptakan oleh guru dan siswa dapat berjalan dengan baik. Lingkungan
keluarga merupakan wadah dimana anak memperoleh pendidikan pertama kali,
untuk itu orang tua diharapkan dapat memberikan motivasi yang baik pada
anaknya agar anak semangat didalam belajar sehingga dapat memiliki prestasi
yang optimal.

BAB V
PENUTUP
5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan sebagai
berikut:
1.

Variabel iklim kelas dalam kategori tinggi dengan persentase rata-rata sebesar
83,13%, variabel lingkungan keluarga dalam kategori tinggi dengan
persentase rata-rata sebesar 74,53%, dan variabel motivasi belajar dalam
kategori sedang dengan persentase rata-rata sebesar 68,44%.

2.

Adanya pengaruh signifikan iklim kelas terhadap motivasi belajar siswa kelas
X jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran Kompetensi
Kejuruan Administrasi Perkantoran. Besarnya pengaruh iklim kelas adalah
13,03%.

3.

Adanya pengaruh signifikan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar


siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran
Kompetensi

Kejuruan

Administrasi

Perkantoran.

Besarnya

pengaruh

lingkungan keluarga adalah 4,70%.


4.

Adanya pengaruh signifikan iklim kelas dan lingkungan keluarga terhadap


motivasi belajar siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran pada mata
pelajaran

Kompetensi

Kejuruan

Administrasi

Perkantoran.

pengaruh iklim kelas dan lingkungan keluarga adalah 19,8%.

87

Besarnya

85

5.2. Saran
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasaan dalam penelitian ini, maka
dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
1.

Kaitannya dengan iklim kelas, sebaiknya guru menggunakan media


pembelajaran yang lebih menarik dalam kegiatan belajar mengajar, seperti
menggunakan Ms. Power Point dalam penyampaian materi agar terlihat lebih
menarik. Karena jika menggunakan variasi model pembelajaran dirasa sulit,
mengingat mata pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi lebih banyak
dilaksanakan di laboratorium dan siswa lebih banyak mengerjakan tugas
praktek.

2.

Kaitannya dengan lingkungan keluarga, sebaiknya siswa dapat terbuka


dengan orang tua tentang kesulitan belajar yang mereka alami, karena orang
tua pasti akan berusaha membantu kesulitan belajar anaknya. Sikap terbuka
siswa dapat membina hubungan yang lebih baik antara orang tua dan anak,
karena dengan sikap terbuka orang tua mengetahui apa yang diinginkan dari
anak tersebut.

3.

Kaitannnya dengan motivasi belajar, sebaiknya jika diberikan tugas oleh guru
dan dirasa menurut siswa tersebut sulit jangan mudah putus asa. Karena
banyak sumber belajar yang dapat dibaca untuk menjawab soal tersebut,
seperti mencari sumber materi di internet atau buku referensi yang ada di
perpustakaan sekolah dan mendiskusikannya bersama teman-teman. Guru
juga bisa membangkitkan motivasi belajar pada anak yang sering putus asa
dalam mengerjakan tugas, dengan cara memberikan penghargaan misalnya

86

saja memberikan nilai tambah jika anak tersebut mampu menjawab soal yang
di berikan oleh guru. Sehingga anak tersebut selalu bersemangat dalam
mengerjakan tugas yang di berikan guru.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2007. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.


Ali, Muhammad. 1993. Penelitian Pendidikan Prosedur dan Strategi. Bandung:
Angkasa.
Anderson, dkk. 2004. Classroom Climate and Motivated Behaviour in Secondary
Schools. Jurnal Teaching and Learning. University of Auckland.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Rifai, Achmad dan Catharina Tri Anni. 2012. Psikologi Pendidikan. Semarang:
UNNES Press.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002 . Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: UNDIP.
Hadiyanto dan Subiyanto. 2003. Pengembalian Kebebasan Guru untuk
Mengkreasikan Iklim Kelas dalam Manajemen Berbasis Sekolah. Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan No.040 Januari 2003. Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, Oemar. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Ismiarti. 2004. Meningkatkan Minat Belajar Siswa melalui Penciptaan Iklim
Kelas yang Kondusif. Jurnal Guru. Vol 1 hal 25-28.
Marjoribanks, Kevin. 2005. Family Environment and Childrens Outcomes.
Dalam Educational Psychology. Vol 25 No 6. University of Adelaide.
Muhtadi, Ali. 2005. Menciptakan Iklim Kelas (Classroom Climate) Yang Kondusif
Dan Berkualitas Dalam Proses Pembelajaran. Jurnal.
Moedjiarto. 2002. Sekolah Unggulan Pendidikan Partisipator dengan Pendekatan
Sistem. Surabaya. Duta Graha Pustaka.
Munib, Achmad. 2012. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UNNES Press.
Nasution. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nasution. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

87

88

Santoso, Singgih. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: PT Elek
Media Komputindo.
Sardiman, A.M. 2010. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja
Grafindo.
Siahaan, Henry. 1991. Peranan Ibu dan Bapak dalam Mendidik Anak. Bandung:
Angkasa.
Silalahi, Juniman. 2008. Pengaruh Iklim Terhadap Motivasi Belajar. Jurnal
Pembelajaran Volume 30 No. 02. Universitas Negeri Padang Press.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sugiyono. 2010. Stastika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Tarmidi. 2006. Iklim Kelas dan Prestasi Belajar. Skripsi. Fakultas Kedokteran
USU.
Uno, Hamzah B. 2012. Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

89

Lampiran 1
SURAT PERMOHONAN PENGISIAN ANGKET PENELITIAN

Yth.

Siswa/Siswi
SMK PGRI 2 Salatiga
Program Studi Administrasi Perkantoran
Di Salatiga

Dengan hormat,
Dalam rangka pengumpulan data penelitian untuk menyelesaikan studi
Strata 1 Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran di Universitas Negeri
Semarang, dengan judul Pengaruh Iklim Kelas dan Lingkungan Keluarga
Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran Pada
Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran di SMK PGRI 2
Salatiga, maka dengan ini saya mohon kesediaan Saudara untuk meluangkan
waktu mengisi angket penelitian ini.
Jawaban saudara yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya sangat berarti
dan sangat membantu penyelesaian penelitian ini. Kegiatan ini tidak ada
hubungannya dengan penilaian saudara sebagai siswa dan saya jamin
kerahasiaannya.
Atas segenap bantuan dan kesungguhan Saudara dalam mengisi angket ini,
saya ucapkan terimakasih.

Semarang, Mei 2013


Hormat saya,

Juliyana Ratna Sari


NIM. 7101409206

90

Lampiran 2
KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN
PENGARUH IKLIM KELAS DAN LINGKUNGAN KELUARGA
TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X JURUSAN
ADMINISTRASI PERKANTORAN PADA MATA PELAJARAN
KOMPETENSI KEJURUAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK
PGRI 2 SALATIGA
No.
1.

Variabel
Iklim Kelas

Indikator

No. Soal

Jumlah

1. Suasana pembelajaran di kelas

1, 2, 3

2. Hubungan antar warga kelas

4, 5, 6

7, 8

9, 10, 11

12, 13, 14

15, 16

17, 18, 19

20, 21

4. Kondisi ekonomi keluarga

22, 23, 24

1. Tekun menghadapi tugas

25, 26, 27

2. Ulet menghadapi kesulitan

28, 29, 30

3. Menunjukkan minat terhadap

31, 32, 33

34, 35

36, 37, 38

Jumlah

38

3. Aktifitas belajar mengajar


4. Kondisi fisik, kerapian dan
kebersihan ruang kelas
5. Kedisiplinan siswa didalam
kelas
2.

Lingkungan
Keluarga

1. Cara orang tua mendidik


2. Relasi antar anggota keluarga
3. Suasana rumah

3.

Motivasi
Belajar

bermacam-macam masalah
4. Cepat bosan dengan tugas
yang rutin
5. Lebih senang bekerja mandiri

91

Lampiran 3
ANGKET UJI COBA
Pengaruh Iklim Kelas Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Motivasi Belajar
Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran Pada Mata Pelajaran
Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran Di SMK PGRI 2 Salatiga

NO. RESPONDEN

KELAS

I.

Petunjuk Pengisian
Pada pernyataan berikut ini, Saudara dimohon untuk memberikan tanda
checklist () pada salah satu jawaban yang tersedia yang paling sesuai
menurut Saudara tentang iklim kelas, lingkungan keluarga, dan motivasi
belajar siswa.
Jawaban yang tersedia berupa skala 1-5 yang mempunyai arti:
Nilai

Tingkat Persetujuan

Tidak Pernah (TP)

Hampir Tidak Pernah (HTP)

Kadang-kadang (KD)

Sering (SR)

Selalu (SL)

II. Pernyataan Penelitian


A. Iklim Kelas
No.

Item Pernyataan

SL
5

1. Suasana Pembelajaran di Kelas


1.

Ruang

kelas

mengajartenang,

tempat

proses

nyaman,

dan

belajar
tidak

SR
4

KD

HTP

TP

92

bising.
2.

Seluruh warga kelas berusahamenciptakan


suasana kelas yang kondusif untuk proses
belajar mengajar.

3.

Tidak berbicara sendiri dengan teman


pada saat pelajaran berlangsung.
2. Hubungan Antar Warga Kelas

4.

Membina hubungan baik dengan teman


sekelas.

5.

Membina hubungan baik dengan guru


kompetensi

kejuruan

administrasi

perkantoran.
6.

Terbuka

dengan

permasalahan
kompetensi

guru

ketika

mengenai
kejuruan

ada

pelajaran
administrasi

perkantoran.
3. Aktivitas Belajar Mengajar
7.

Guru memberikan kesempatan bertanya


jika ada yang belum dipahami.

8.

Guru

menggunakan

variasi

model

pembelajaran pada saat mengajar.


4. Kondisi fisik, kerapian, dan kebersihan kelas
9.

Kondisi fisik ruang kelasdalam keadaan


bersih ketika guru memulai pelajaran.

10.

Meja dan kursi tertata rapi setelah selesai


pelajaran.

11.

Kebersihan kelas selalu terjaga setiap hari.


5. Kedisiplinan siswa didalam kelas

12.

Berpakaian rapi dengan atribut lengkap


sesuai peraturan sekolah.

93

13.

Mengerjakan tugas yang diberikan guru,


walaupun guru tersebut tidak masuk.

14.

Masuk kelas tepat waktu saat pelajaran


kompetensi

kejuruan

administrasi

perkantoran.

B. Lingkungan Keluarga
No.

Item Pernyataan

1.
15.

Cara Orang tua mendidik


Orang tua mengingatkan untuk belajar,
ketika waktu belajar tiba.

16.

Orang tua memberikan pujian, ketika saya


berhasil mengerjakan tugas yang diberikan
oleh guru.
2. Relasi antar anggota keluarga

17.

Orang

tua

memberikan

pengarahan

mengenai kesulitan belajar saya.


18.

Terbuka pada orang tua mengenai kesulitan


belajar.

19.

Keluarga membantu menyelesaikan PR


yang sulit.
3. Suasana Rumah

20.

Pada saat saya sedang belajar, anggota


keluarga mematikan TV.

21.

Ruangan tempat saya belajar bersih dan


rapi.
4. Kondisi ekonomi keluarga

22.

Membayar SPP/BP3 tepat pada waktunya.

23.

Orang tua membiayai biaya pendidikan

SL

SR

KD

HTP

TP

94

saya.
24.

Orang tua memenuhi semua kebutuhan


belajar.

C. Motivasi Belajar
No.

Item Pernyataan

SL
5

1.
25.

SR KD
4

Tekun menghadapi tugas


Setiap ada tugas praktek dari guru, saya
langsung mengerjakannya.

26.

Mengerjakan tugas praktek kompetensi


kejuruan administrasi perkantoran dengan
sungguh-sungguh.

27.

Menyelesaikan tugas praktek kompetensi


kejuruan administrasi perkantoran tepat
waktu.
2. Ulet Menghadapi Kesulitan

28.

Mempelajari kembali materi pelajaran


yang telah diajarkan oleh guru, apabila ada
yang kurang paham.

29.

Ketika mendapatkan nilai yang jelek, saya


akan lebih giat belajar agar mendapatkan
nilai yang baik.

30.

Tidak

mudah

putus

asa

ketika

mengerjakan soal yang sulit.


3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah
31.

Sebelum mempelajari materi pelajaran


KKAP,

saya

belajar

terlebih

dahulu

dirumah.
32.

Ketika

ada

soal

yang

sulit

untuk

HTP

TP

95

dikerjakan,

saya

mendiskusikannya

bersama teman-teman.
33.

Bertanya kepada guru apabila ada hal yang


tidak dipahami.
4. Cepat bosan dengan tugas yang rutin

34.

Pekerjaan Rumah yang diberikan guru,


saya kerjakan dengan senang hati.

35.

Selama pembelajaran saya bersemangat


mengikuti pelajaran dan mengerjakan tugas
yang diberikan guru.
5. Lebih senang bekerja mandiri

36.

Percaya diri pada pekerjaan yang telah saya


kerjakan sendiri.

37.

Mencari sumber belajar lain, selain yang


diberikan guru.

38.

Mencatat materi atau penjelasan guru yang


tidak ada di buku pelajaran.

96

Lampiran 4
HASIL SPSS VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL IKLIM KELAS (X1)

Correlations
Correlations
butir1
butir1

Pearson
Correlation

butir2

butir2

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir3

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir4

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)

butir4

butir5

butir6

butir7

butir8

butir9

butir10 butir11 butir12 butir13 butir14 totalskor

,126

,396

,239

,074

,174

,306

,161

,438

,348

,007

,508

,030

,203

,696

,358

,100

,394

,015

,060

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,126

,394

,146

,450

Sig. (2-tailed)
N

butir3

,508
30
,396

,385

,455

,439

,390

**

,303

-,079

,971

,001

,103

,679

,001

30

30

30

30

30

30

,074

,224

,305

,072

-,093

,559

,560

,565

**

**

,031

,036

,012

,015

,033

,442

,013

,697

,235

,102

,705

,626

,001

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,206

,138

**

,235

,404

,150

-,118

**

,340

,102

,000

,276

,468

,000

,211

,027

,427

,534

,009

,066

,590

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,289

,347

,433

,200

,132

-,073

,253

,128

,105

,121

,061

,017

,049

,290

,488

,703

,178

,499

,581

,394

,030

,031

30

30

,239

,385

,203

,036

,668

,000

,668

,815

,363

,470

,711

,605

**

**

,000

97

N
butir5

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir6

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir7

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir8

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir9

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir10

Pearson
Correlation

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,074

,455

,206

,289

,213

,431

,350

,066

,089

,050

,035

-,053

,424

,696

,012

,276

,121

,258

,018

,058

,729

,640

,794

,855

,781

,020

,008

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,174

,439

,138

,347

,213

-,084

,201

,334

,213

,192

,317

,375

,202

,358

,015

,468

,061

,258

,657

,286

,072

,258

,309

,088

,041

,285

,004

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,306

,390

-,084

,272

,413

,226

-,133

,354

,191

,237

,100

,033

,000

,017

,018

,657

,146

,023

,229

,483

,055

,313

,206

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,161

,146

,235

,363

,350

,201

,272

,067

,403

,154

,197

,352

,372

,394

,442

,211

,049

,058

,286

,146

,726

,027

,417

,297

,057

,043

,001

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,200

,066

,334

,413

,067

,263

,303

**

,353

,092

,160

,104

,008

,056

,629

,000
30

,438

,450

,815

**

,404

,433

,431

,474

,015

,013

,027

,290

,729

,072

,023

,726

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,348

,074

,150

,132

,089

,213

,226

,403

,263

,110

,104

,328

,216

30
,477

,514

,667

,570

,656

,484

**

**

**

**

**

**

98

Sig. (2-tailed)
N
butir11

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir12

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir13

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir14

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

totalskor

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

,060

,697

,427

,488

,640

,258

,229

,027

,160

,564

,584

,077

,251

,007

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,007

,224

-,118

-,073

,050

,192

-,133

,154

,303

,110

-,096

-,126

,135

,211

,971

,235

,534

,703

,794

,309

,483

,417

,104

,564

,615

,506

,476

,263

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,305

**

,253

,035

,317

,354

,197

**

,104

-,096

,440

-,028

,001

,102

,009

,178

,855

,088

,055

,297

,008

,584

,615

,015

,885

,001

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,303

,072

,340

,128

-,053

,375

,191

,352

,353

,328

-,126

,440

,110

,103

,705

,066

,499

,781

,041

,313

,057

,056

,077

,506

,015

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

-,079

-,093

,102

,105

,424

,202

,237

,372

,092

,216

,135

,679

,626

,590

,581

,020

,285

,206

,043

,629

,251

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,559

,560

**

,565

**

,470

,711

**

,605

**

,477

**

,514

**

,667

**

,570

**

,474

,656

**

,499

**

**

,564

,005

30

30

30

-,028

,110

,378

,476

,885

,564

30

30

30

30

**

,211

,484

,581

**

,499

**

,040
30

30

,378

,001

,001

,000

,000

,008

,004

,000

,001

,000

,007

,263

,001

,005

,040

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

,581

30

99

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed).

Reliability

Case Processing Summary


N
Cases

Valid

%
30

100,0

,0

30

100,0

Excluded
Total

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Based on
Cronbach's Alpha
,807

Standardized Items
,808

N of Items
14

100

HASIL SPSS VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL LINGKUNGAN KELUARGA (X2)

Correlations

Correlations
butir15
butir15

Pearson Correlation

butir16

Sig. (2-tailed)
N
butir16

Pearson Correlation

,197

Sig. (2-tailed)

,298

N
butir17

butir20

butir21

butir22

-,042

butir23

butir24

totalskor

,036

,382

,148

,367

,197

,258

,106

,159

,374

,298

,169

,577

,401

,042

,827

,851

,037

,435

,046

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,320

,506

,583

**

,352

,179

,276

,262

,264

,188

,057

,344

,141

,162

,158

,320

,004

,085

,001
30

30

30

30

30

30

30

30

30

Pearson Correlation

,258

,352

,230

,186

,193

,358

,183

,179

,126

Sig. (2-tailed)

,169

,057

,222

,324

,307

,052

,333

,343

,506

,005

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

**

,319

,372

30

Pearson Correlation

,106

,179

,230

Sig. (2-tailed)

,577

,344

,222

30

30

30

Pearson Correlation

,159

,276

,186

Sig. (2-tailed)

,401

,141

,324

,000

30

30

30

30

,193

N
butir20

butir19

30

N
butir19

butir18

30

N
butir18

30

butir17

Pearson Correlation

,374

,262

,664

,449

,420

,604

,495

,717

**

**

,000

,013

,021

,000

,085

,043

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,356

,205

,054

,278

,001

,000

,007

,000

30

30

30

30

30

30

**

,193

**

,664

,449

30
,356

,549

,577

**

,358

,606

**

,484

,537

**

,735

,717

**

**

101

Sig. (2-tailed)
N
butir21

Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir22

,013

,054

30

30

30

30

30

,205

,002

,052

,307

,002

,000

30

30

30

30

30

30

**

,312

-,156

,272

,093

,409

,146

,001
30

,264

,358

,420

,827

,158

,052

,021

,278

,002

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

**

,358

,312

,281

,350

,132

,058

,000

30

30

30

**

,183

Sig. (2-tailed)

,851

,320

,333

,000

,001

,052

,093

30

30

30

30

30

30

30

**

,179

,319

**

,193

-,156

,281

,506

,604

,577

,549

,606

30

Pearson Correlation

,382

Sig. (2-tailed)

,037

,004

,343

,085

,000

,307

,409

,132

30

30

30

30

30

30

30

30

**

**

,272

,350

,575

**

**

,006

,001

30

30

30

**

,320

,126

,372

Sig. (2-tailed)

,435

,085

,506

,043

,007

,002

,146

,058

,006

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

**

**

**

**

**

**

**

**

,367

Sig. (2-tailed)

,046

,001

,005

,000

,000

,000

,001

,000

,001

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).


**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

,735

,717

,590

,632

,575

,668

,000

Pearson Correlation

,717

,487

**

,148

,495

,537

,632

Pearson Correlation

,583

,484

,487

,590

**

-,042

,188

N
totalskor

,307

,036

N
butir24

,162

Pearson Correlation

N
butir23

,042

,668

30

102

Reliability
Case Processing Summary
N
Cases

Valid

%
30

100,0

,0

30

100,0

Excluded
Total

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Based on
Cronbach's Alpha
,808

Standardized Items
,813

N of Items
10

103

HASIL SPSS VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL MOTIVASI BELAJAR (Y)

Correlations
Correlations
butir25 butir26 butir27 butir28 butir29 butir30 butir31 butir32 butir33 butir34 butir35 butir36 butir37
butir25

Pearson
Correlation

,336

,321

,375

,249

,243

,336

,354

,148

,248

,002

,069

,084

,041

,185

,195

,069

,055

,436

,186

,000

,002

,001

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,247

,297

,217

,323

,056

,173

,171

,082

,058

,461

,162

,242

,188

,111

,250

,082

,767

,360

,367

,666

,763

,010

,393

,198

,008
30

Sig. (2-tailed)
N
butir26

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir27

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir28

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

,546

,546

,002

,673

,549

**

totalskor

**

**

butir38
,574

**

,714

,478

**

**

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,336

,247

,235

,396

,194

,149

,260

,391

,175

,200

,322

,106

,299

,069

,188

,211

,030

,305

,431

,166

,033

,354

,290

,083

,578

,109

,003

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,321

,297

,235

,274

,207

,261

,311

,354

,077

,170

,342

,195

,374

,084

,111

,211

,143

,272

,164

,094

,055

,686

,370

,064

,303

,042

,005

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,530

,503

**

**

104

butir29

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir30

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir31

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir32

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir33

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir34

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)

,217

,396

,274

**

,265

,100

,298

,232

,041

,250

,030

,143

,197

,001

,156

,599

,109

,218

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,249

,323

,194

,207

,066

,281

,113

,179

,248

,000

,091

,099

,411

,185

,082

,305

,272

,004

,728

,133

,551

,344

,186

1,000

,634

,604

,024

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,243

,056

,149

,261

,104

,066

,432

**

,328

,360

,195

,767

,431

,164

,585

,728

,017

,001

,076

,003

,012

,051

,000

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,336

,173

,260

,311

**

,281

,432

,288

,240

,272

,069

,360

,166

,094

,001

,133

,017

,001

,011

,122

,202

,145

,003

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,354

,171

,391

,354

,242

,113

**

,337

,296

,424

,258

,055

,367

,033

,055

,197

,551

,001

,001

,069

,113

,020

,168

,001

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,148

,082

,175

,077

**

,179

,328

,457

,337

,402

,000

,215

,203

,436

,666

,354

,686

,001

,344

,076

,011

,069

,028

1,000

,253

,283

,375

**

,104

,004
30
**

,510

,575

,556

**

,242

,585

,001

30

30

,510

,554

**

,575

,596

,554

,596

**

,556

,457

,524

**

,455

,644

,518

,568

**

**

**

,640

,615

,704

,680

,537

**

**

**

**

**

,002

105

N
butir35

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir36

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir37

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

butir38

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

totalskor

Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,248

,058

,200

,170

,265

,248

**

,288

,296

,402

,365

,186

,763

,290

,370

,156

,186

,003

,122

,113

,028

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

,322

,342

,100

,000

,455

,240

,424

,000

,365

,000

,010

,083

,064

,599

1,000

,012

,202

,020

1,000

,047

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,162

,106

,195

,298

,091

,360

,272

,258

,215

,368

,002

,393

,578

,303

,109

,634

,051

,145

,168

30

30

30

30

30

30

30

30

**

,242

,299

,374

,232

,099

,001

,198

,109

,042

,218

,604

,000

30

30

30

30

30

30

30

,673

,549

,574

,714

**

**

,461

,478

**

**

,503

**

,640

**

,411

,644

,615

**

**

30

,274

,047

,046

,142

,002

30

30

30

30

30

,346

,368

,580

**

30
,553

,622

**

**

,061

,001

,000

30

30

30

30

,346

,418

,253

,046

,061

30

30

30

30

**

,203

,274

,003

,001

,283

,142

,001

,021

30

30

30

30

30

30

,518

,704

**

**

,568

,680

**

,537

**

,553

**

,580

,622

**

**

,562

**

,021

,001

30

30

30

,418

,562

**

,731

**

,000
30

30

**

,731

,000

,008

,003

,005

,000

,024

,000

,000

,000

,002

,002

,000

,001

,000

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

30

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2tailed).

,530

,524

30

30

106

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability

Case Processing Summary


N
Cases

Valid

%
30

100,0

,0

30

100,0

Excluded
Total

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Based on
Cronbach's Alpha
,854

Standardized Items
,858

N of Items
14

107

Lampiran 5
ANGKET PENELITIAN
Pengaruh Iklim Kelas Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Motivasi Belajar
Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran Pada Mata Pelajaran
Kompetensi Kejuruan Administrasi Perkantoran Di SMK PGRI 2 Salatiga

NO. RESPONDEN

KELAS

III. Petunjuk Pengisian


Pada pernyataan berikut ini, Saudara dimohon untuk memberikan tanda
checklist () pada salah satu jawaban yang tersedia yang paling sesuai
menurut Saudara tentang iklim kelas, lingkungan keluarga, dan motivasi
belajar siswa.
Jawaban yang tersedia berupa skala 1-5 yang mempunyai arti:
Nilai

Tingkat Persetujuan

Tidak Pernah (TP)

Hampir Tidak Pernah (HTP)

Kadang-kadang (KD)

Sering (SR)

Selalu (SL)

IV. Pernyataan Penelitian


No.
Item Pernyataan

1.

Ruang kelas tempat proses


belajar

mengajartenang,

nyaman, dan tidak bising.


2.

Seluruh

warga

kelas

berusahamenciptakan suasana
kelas yang kondusif untuk

SL

SR

KD

HTP

TP

108

proses belajar mengajar.


3.

Tidak berbicara sendiri dengan


teman

pada

saat

pelajaran

berlangsung.
4.

Membina

hubungan

baik

dengan teman sekelas.


5.

Membina
dengan

hubungan
guru

baik

kompetensi

kejuruan

administrasi

perkantoran.
6.

Terbuka dengan guru ketika


ada permasalahan mengenai
pelajaran kompetensi kejuruan
administrasi perkantoran.

7.

Guru memberikan kesempatan


bertanya jika ada yang belum
dipahami.

8.

Guru

menggunakan

variasi

model pembelajaran pada saat


mengajar.
9.

Kondisi fisik ruang kelasdalam


keadaan bersih ketika guru
memulai pelajaran.

10.

Meja dan kursi tertata rapi


setelah selesai pelajaran.

11.

Berpakaian rapi dengan atribut


lengkap

sesuai

peraturan

sekolah.
12.

Mengerjakan

tugas

yang

diberikan guru, walaupun guru

109

tersebut tidak masuk.


13.

Masuk kelas tepat waktu saat


pelajaran kompetensi kejuruan
administrasi perkantoran.

14.

Orang tua mengingatkan untuk


belajar, ketika waktu belajar
tiba.

15.

Orang tua memberikan pujian,


ketika

saya

mengerjakan

berhasil
tugas

yang

diberikan oleh guru.


16.

Orang

tua

memberikan

pengarahan mengenai kesulitan


belajar saya.
17.

Terbuka

pada

orang

tua

mengenai kesulitan belajar.


18.

Keluarga

membantu

menyelesaikan PR yang sulit.


19.

Pada saat saya sedang belajar,


anggota keluarga mematikan
TV.

20.

Ruangan tempat saya belajar


bersih dan rapi.

21.

Membayar SPP/BP3 tepat pada


waktunya.

22.

Orang tua membiayai biaya


pendidikan saya.

23.

Orang tua memenuhi semua


kebutuhan belajar.

24.

Setiap ada tugas praktek dari

110

guru,

saya

langsung

mengerjakannya.
25.

Mengerjakan

tugas

praktek

kompetensi

kejuruan

administrasi

perkantoran

dengan sungguh-sungguh.
26.

Menyelesaikan tugas praktek


kompetensi

kejuruan

administrasi perkantoran tepat


waktu.
27.

Mempelajari kembali materi


pelajaran yang telah diajarkan
oleh guru, apabila ada yang
kurang paham.

28.

Ketika mendapatkan nilai yang


jelek, saya akan lebih giat
belajar agar mendapatkan nilai
yang baik.

29.

Tidak mudah putus asa ketika


mengerjakan soal yang sulit.

30.

Sebelum mempelajari materi


pelajaran KKAP, saya belajar
terlebih dahulu dirumah.

31.

Ketika ada soal yang sulit


untuk

dikerjakan,

mendiskusikannya

saya
bersama

teman-teman.
32.

Bertanya kepada guru apabila


ada hal yang tidak dipahami.

33.

Pekerjaan

Rumah

yang

111

diberikan guru, saya kerjakan


dengan senang hati.
34.

Selama

pembelajaran

bersemangat
pelajaran

saya

mengikuti

dan

mengerjakan

tugas yang diberikan guru.


35.

Percaya diri pada pekerjaan


yang

telah

saya

kerjakan

sendiri.
36.

Mencari sumber belajar lain,


selain yang diberikan guru.

37.

Mencatat

materi

atau

penjelasan guru yang tidak ada


di buku pelajaran.

112

Lampiran 6
Tabulasi Data Penelitian
Iklim Kelas (X1)
No.

Kode
Resp.

I-1

I-2

I-3

I-4

I-5

10

11

12

13

R-1

55

R-2

46

R-3

61

R-4

55

R-5

60

R-6

60

R-7

53

R-8

52

R-9

55

10

R-10

56

11

R-11

62

12

R-12

59

13

R-13

51

14

R-14

60

15

R-15

45

16

R-16

52

17

R-17

55

18

R-18

49

19

R-19

60

20

R-20

51

21

R-21

56

22

R-22

57

23

R-23

58

24

R-24

57

25

R-25

47

26

R-26

53

27

R-27

51

28

R-28

62

29

R-29

55

30

R-30

48

31

R-31

55

32

R-32

55

33

R-33

49

113

34

R-34

46

35

R-35

39

36

R-36

55

37

R-37

52

38

R-38

58

39

R-39

49

40

R-40

52

41

R-41

51

42

R-42

51

43

R-43

46

44

R-44

54

45

R-45

53

46

R-46

53

47

R-47

47

48

R-48

51

49

R-49

51

50

R-50

54

51

R-51

56

52

R-52

50

53

R-53

61

54

R-54

60

55

R-55

53

56

R-56

63

57

R-57

48

58

R-58

58

59

R-59

47

60

R-60

47

61

R-61

54

62

R-62

55

63

R-63

60

64

R-64

51

65

R-65

53

66

R-66

46

67

R-67

62

68

R-68

61

69

R-69

46

70

R-70

57

71

R-71

53

72

R-72

51

114

73

R-73

56

74

R-74

59

75

R-75

50

76

R-76

51

77

R-77

64

78

R-78

55

79

R-79

57

80

R-80

55

81

R-81

60

82

R-82

57

83

R-83

61

84

R-84

59

85

R-85

51

86

R-86

58

87

R-87

54

88

R-88

53

89

R-89

47

90

R-90

58

91

R-91

51

92

R-92

52

93

R-93

53

94

R-94

58

95

R-95

60

403

380

352

351

376

375

344

342

366

354

372

363

397

5133

Jumlah

115

Tabulasi Data Penelitian


Lingkungan Keluarga (X2)
No.

Kode
Resp.

I-1

I-2

I-3

I-4

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

R-1

39

R-2

36

R-3

40

R-4

38

R-5

45

R-6

45

R-7

37

R-8

38

R-9

39

10

R-10

41

11

R-11

41

12

R-12

37

13

R-13

37

14

R-14

37

15

R-15

36

16

R-16

37

17

R-17

35

18

R-18

42

19

R-19

34

20

R-20

38

21

R-21

41

22

R-22

37

23

R-23

34

24

R-24

38

25

R-25

37

26

R-26

32

27

R-27

30

28

R-28

41

29

R-29

38

30

R-30

40

31

R-31

34

32

R-32

37

33

R-33

39

34

R-34

26

116

35

R-35

31

36

R-36

37

37

R-37

39

38

R-38

32

39

R-39

37

40

R-40

36

41

R-41

36

42

R-42

32

43

R-43

41

44

R-44

36

45

R-45

39

46

R-46

41

47

R-47

37

48

R-48

33

49

R-49

41

50

R-50

35

51

R-51

35

52

R-52

39

53

R-53

36

54

R-54

36

55

R-55

38

56

R-56

39

57

R-57

32

58

R-58

38

59

R-59

43

60

R-60

38

61

R-61

33

62

R-62

36

63

R-63

39

64

R-64

36

65

R-65

34

66

R-66

38

67

R-67

40

68

R-68

38

69

R-69

36

70

R-70

38

71

R-71

39

72

R-72

38

73

R-73

36

117

74

R-74

41

75

R-75

41

76

R-76

36

77

R-77

42

78

R-78

38

79

R-79

37

80

R-80

41

81

R-81

36

82

R-82

43

83

R-83

36

84

R-84

38

85

R-85

33

86

R-86

40

87

R-87

36

88

R-88

34

89

R-89

33

90

R-90

41

91

R-91

30

92

R-92

37

93

R-93

41

94

R-94

40

95

R-95

32

379

346

359

301

307

330

376

362

400

380

3540

Jumlah

118

Tabulasi Data Penelitian


Motivasi Belajar (Y)
No.

Kode
Resp.

I-1

I-2

I-3

I-4

I-5

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

R-1

39

R-2

40

R-3

61

R-4

52

R-5

60

R-6

52

R-7

42

R-8

48

R-9

46

10

R-10

45

11

R-11

54

12

R-12

47

13

R-13

44

14

R-14

62

15

R-15

55

16

R-16

51

17

R-17

45

18

R-18

44

19

R-19

60

20

R-20

51

21

R-21

56

22

R-22

51

23

R-23

48

24

R-24

53

25

R-25

42

26

R-26

41

27

R-27

43

28

R-28

62

29

R-29

47

30

R-30

53

31

R-31

51

32

R-32

53

33

R-33

52

34

R-34

26

35

R-35

37

36

R-36

49

119

37

R-37

45

38

R-38

51

39

R-39

50

40

R-40

50

41

R-41

60

42

R-42

44

43

R-43

40

44

R-44

28

45

R-45

50

46

R-46

51

47

R-47

38

48

R-48

48

49

R-49

59

50

R-50

52

51

R-51

44

52

R-52

54

53

R-53

53

54

R-54

60

55

R-55

52

56

R-56

61

57

R-57

42

58

R-58

39

59

R-59

38

60

R-60

41

61

R-61

52

62

R-62

51

63

R-63

60

64

R-64

44

65

R-65

42

66

R-66

44

67

R-67

52

68

R-68

45

69

R-69

54

70

R-70

47

71

R-71

45

72

R-72

41

73

R-73

56

74

R-74

46

75

R-75

44

76

R-76

39

77

R-77

60

120

78

R-78

49

79

R-79

43

80

R-80

29

81

R-81

55

82

R-82

44

83

R-83

47

84

R-84

45

85

R-85

50

86

R-86

45

87

R-87

50

88

R-88

41

89

R-89

43

90

R-90

44

91

R-91

43

92

R-92

46

93

R-93

60

94

R-94

52

95

R-95

31

322

348

341

313

318

306

324

328

327

312

314

343

314

341

4551

Jumlah

121

Lampiran 7
DESKRIPTIF PERSENTASE PER INDIKATOR DAN VARIABEL IKLIM KELAS
No.

Kode
Resp.

R-1

I1
11

%
skor
73,33

I2
14

%
skor
93,33

R-2

12

80,00

11

R-3

13

86,67

ST

R-4

13

86,67

R-5

11

R-6

Iklim Kelas
I%
Kriteria
4
skor
T
6
60,00

ST

I3
8

%
skor
80,00

I5
13

73,33

50,00

50,00

10

66,67

46

70,77

13

86,67

ST

80,00

90,00

ST

13

86,67

ST

61

93,85

ST

ST

11

73,33

80,00

70,00

12

80,00

55

84,62

73,33

12

80,00

80,00

90,00

ST

15

100,00

ST

60

92,31

ST

11

73,33

14

93,33

ST

80,00

90,00

ST

15

100,00

ST

60

92,31

ST

R-7

11

73,33

10

66,67

70,00

80,00

12

80,00

53

81,54

R-8

11

73,33

14

93,33

ST

70,00

50,00

12

80,00

52

80,00

R-9

13

86,67

ST

60,00

80,00

10

100,00

ST

12

80,00

55

84,62

10

R-10

12

11

R-11

14

80,00
93,33

14

93,33

ST

70,00

70,00

13

86,67

ST

56

86,15

ST

ST

13

86,67

ST

80,00

90,00

ST

14

93,33

ST

62

95,38

ST

12

R-12

11

13

R-13

11

73,33

14

93,33

ST

80,00

80,00

15

100,00

ST

59

90,77

ST

73,33

12

80,00

70,00

80,00

10

66,67

51

78,46

14

R-14

14

93,33

ST

14

93,33

ST

90,00

ST

10

100,00

ST

13

86,67

ST

60

92,31

ST

15

R-15

10

66,67

11

73,33

40,00

80,00

10

66,67

45

69,23

16

R-16

12

80,00

12

80,00

60,00

60,00

13

86,67

ST

52

80,00

17

R-17

13

86,67

ST

60,00

80,00

10

100,00

ST

12

80,00

55

84,62

18

R-18

12

80,00

12

80,00

70,00

50,00

60,00

49

75,38

19

R-19

14

93,33

ST

14

93,33

ST

70,00

70,00

13

86,67

ST

60

92,31

ST

Kriteria

Kriteria

Kriteria

ST

total
skor
55

%
skor
84,62

% skor

Kriteria

86,67

Kriteria
T

122

20

R-20

13

86,67

ST

10

66,67

60,00

80,00

11

73,33

51

78,46

21

R-21

13

86,67

ST

12

80,00

70,00

90,00

ST

10

66,67

56

86,15

ST

22

R-22

11

73,33

12

80,00

80,00

90,00

ST

14

93,33

ST

57

87,69

ST

23

R-23

12

80,00

13

86,67

ST

70,00

70,00

14

93,33

ST

58

89,23

ST

24

R-24

12

80,00

13

86,67

ST

80,00

80,00

13

86,67

ST

57

87,69

ST

25

R-25

12

80,00

11

73,33

60,00

60,00

10

66,67

47

72,31

26

R-26

12

80,00

13

86,67

ST

80,00

60,00

10

66,67

53

81,54

27

R-27

60,00

10

66,67

90,00

ST

60,00

12

80,00

51

78,46

28

R-28

15

100,00

ST

13

86,67

ST

10

100,00

ST

90,00

ST

12

80,00

62

95,38

ST

29

R-29

11

73,33

15

100,00

ST

80,00

70,00

11

73,33

55

84,62

30

R-30

10

66,67

11

73,33

60,00

80,00

60,00

48

73,85

31

R-31

15

100,00

ST

60,00

60,00

60,00

14

93,33

ST

55

84,62

32

R-32

15

100,00

ST

10

66,67

60,00

80,00

11

73,33

55

84,62

33

R-33

13

86,67

ST

60,00

60,00

80,00

60,00

49

75,38

34

R-34

60,00

60,00

60,00

60,00

13

86,67

ST

46

70,77

35

R-35

10

66,67

46,67

50,00

60,00

53,33

39

60,00

36

R-36

12

80,00

60,00

10

100,00

ST

60,00

15

100,00

ST

55

84,62

37

R-37

10

66,67

60,00

70,00

10

100,00

ST

12

80,00

52

80,00

38

R-38

12

80,00

14

93,33

ST

60,00

90,00

ST

13

86,67

ST

58

89,23

ST

39

R-39

13

86,67

ST

10

66,67

50,00

50,00

12

80,00

49

75,38

40

R-40

12

80,00

53,33

70,00

80,00

13

86,67

ST

52

80,00

41

R-41

10

66,67

14

93,33

ST

70,00

70,00

10

66,67

51

78,46

42

R-42

10

66,67

60,00

80,00

70,00

13

86,67

ST

51

78,46

43

R-43

10

66,67

10

66,67

60,00

70,00

60,00

46

70,77

123

44

R-44

10

66,67

14

93,33

ST

80,00

50,00

14

93,33

ST

54

83,08

45

R-45

12

80,00

13

86,67

ST

60,00

50,00

12

80,00

53

81,54

46

R-46

13

86,67

ST

11

73,33

50,00

80,00

12

80,00

53

81,54

47

R-47

11

73,33

53,33

70,00

90,00

ST

60,00

47

72,31

48

R-48

14

93,33

ST

11

73,33

50,00

60,00

12

80,00

51

78,46

49

R-49

11

73,33

12

80,00

50,00

80,00

11

73,33

51

78,46

50

R-50

12

80,00

13

86,67

ST

70,00

60,00

11

73,33

54

83,08

51

R-51

14

93,33

ST

12

80,00

80,00

70,00

12

80,00

56

86,15

ST

52

R-52

10

66,67

13

86,67

ST

70,00

80,00

60,00

50

76,92

53

R-53

15

100,00

ST

12

80,00

80,00

80,00

14

93,33

ST

61

93,85

ST

54

R-54

13

86,67

ST

14

93,33

ST

90,00

ST

90,00

ST

12

80,00

60

92,31

ST

55

R-55

10

66,67

13

86,67

ST

70,00

70,00

12

80,00

53

81,54

56

R-56

14

93,33

ST

12

80,00

80,00

10

100,00

ST

14

93,33

ST

63

96,92

ST

57

R-57

11

73,33

10

66,67

70,00

60,00

11

73,33

48

73,85

58

R-58

12

80,00

13

86,67

ST

70,00

10

100,00

ST

13

86,67

ST

58

89,23

ST

59

R-59

60,00

14

93,33

ST

60,00

90,00

ST

53,33

47

72,31

60

R-60

53,33

10

66,67

70,00

70,00

11

73,33

47

72,31

61

R-61

12

80,00

10

66,67

90,00

ST

70,00

12

80,00

54

83,08

62

R-62

13

86,67

ST

12

80,00

80,00

80,00

11

73,33

55

84,62

63

R-63

12

80,00

14

93,33

ST

60,00

90,00

ST

14

93,33

ST

60

92,31

ST

64

R-64

11

73,33

10

66,67

80,00

80,00

60,00

51

78,46

65

R-65

10

66,67

13

86,67

ST

60,00

60,00

15

100,00

ST

53

81,54

66

R-66

10

66,67

60,00

60,00

70,00

10

66,67

46

70,77

67

R-67

15

100,00

ST

60,00

10

100,00

ST

90,00

ST

14

93,33

ST

62

95,38

ST

124

68

R-68

14

93,33

ST

12

80,00

80,00

80,00

14

93,33

ST

61

93,85

ST

69

R-69

10

66,67

12

80,00

60,00

80,00

53,33

46

70,77

70

R-70

13

86,67

ST

15

100,00

ST

70,00

60,00

11

73,33

57

87,69

ST

71

R-71

13

86,67

ST

46,67

80,00

90,00

ST

12

80,00

53

81,54

72

R-72

11

73,33

12

80,00

70,00

80,00

10

66,67

51

78,46

73

R-73

11

73,33

14

93,33

ST

70,00

80,00

12

80,00

56

86,15

ST

74

R-74

13

86,67

ST

13

86,67

ST

80,00

60,00

14

93,33

ST

59

90,77

ST

75

R-75

13

86,67

ST

60,00

60,00

50,00

13

86,67

ST

50

76,92

76

R-76

10

66,67

12

80,00

60,00

80,00

11

73,33

51

78,46

77

R-77

14

93,33

ST

14

93,33

ST

90,00

ST

90,00

ST

13

86,67

ST

64

98,46

ST

78

R-78

10

66,67

13

86,67

ST

80,00

90,00

ST

11

73,33

55

84,62

79

R-79

13

86,67

ST

13

86,67

ST

80,00

80,00

10

66,67

57

87,69

ST

80

R-80

14

93,33

ST

11

73,33

80,00

80,00

11

73,33

55

84,62

81

R-81

14

93,33

ST

13

86,67

ST

60,00

80,00

15

100,00

ST

60

92,31

ST

82

R-82

11

73,33

13

86,67

ST

90,00

ST

90,00

ST

12

80,00

57

87,69

ST

83

R-83

13

86,67

ST

12

80,00

70,00

10

100,00

ST

15

100,00

ST

61

93,85

ST

84

R-84

14

93,33

ST

12

80,00

80,00

90,00

ST

11

73,33

59

90,77

ST

85

R-85

11

73,33

10

66,67

70,00

80,00

11

73,33

51

78,46

86

R-86

12

80,00

12

80,00

80,00

80,00

13

86,67

ST

58

89,23

ST

87

R-87

12

80,00

11

73,33

70,00

80,00

12

80,00

54

83,08

88

R-88

12

80,00

11

73,33

70,00

60,00

12

80,00

53

81,54

89

R-89

11

73,33

60,00

60,00

70,00

10

66,67

47

72,31

90

R-90

13

86,67

ST

14

93,33

ST

60,00

70,00

13

86,67

ST

58

89,23

ST

91

R-91

12

80,00

60,00

70,00

70,00

13

86,67

ST

51

78,46

125

92

R-92

11

73,33

60,00

90,00

ST

70,00

11

73,33

52

80,00

93

R-93

13

86,67

ST

11

73,33

80,00

50,00

12

80,00

53

81,54

94

R-94

14

93,33

ST

11

73,33

10

100,00

ST

80,00

12

80,00

58

89,23

ST

95

R-95

11

73,33

13

86,67

ST

90,00

90,00

ST

14

93,33

ST

60

92,31

ST

Jumlah

11,9

79,65

12

77,33

7,22

72,21

7,58

75,79

11,92

79,44

54,03

83,13

Distribusi Jawaban Responden


Kriteria

I-1

I-2

I-3

I-4

I-5

X1

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

ST

36

37,89

36

37,89

11

11,58

26

27,36

36

37,89

35

36,84

40

42,11

29

30,53

56

58,95

46

48,42

39

41,05

58

61,05

18

18,95

26

27,37

21

22,11

16

16,84

18

18,95

2,11

1,05

4,21

7,37

7,36

2,11

0,00

SR

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

Jumlah

95

100

95

100

95

100

95

100

95

100

95

100

126

Lampiran 8
DESKRIPTIF PERSENTASE PER INDIKATOR DAN VARIABEL LINGKUNGAN KELUARGA
No.

Kode
Resp.

I-1

%
skor

Kriteria

I-2

%
skor

Kriteria

Lingkungan Keluarga

%
Kriteria
I-3
skor

I-4

%
skor

Kriteria

total
skor

%
skor

Kriteria

R-1

70,00

10

66,67

10

100,00

ST

12

80,00

39

78,00

R-2

80,00

60,00

80,00

11

73,33

36

72,00

R-3

60,00

11

73,33

80,00

15

100,00

ST

40

80,00

R-4

70,00

10

66,67

70,00

14

93,33

ST

38

76,00

R-5

10

100,00

ST

11

73,33

10

100,00

ST

14

93,33

ST

45

90,00

ST

R-6

10

100,00

ST

14

93,33

ST

90,00

ST

12

80,00

45

90,00

ST

R-7

60,00

10

66,67

90,00

ST

12

80,00

37

74,00

R-8

70,00

60,00

80,00

14

93,33

ST

38

76,00

R-9

80,00

46,67

90,00

ST

15

100,00

ST

39

78,00

10

R-10

70,00

14

93,33

ST

90,00

ST

11

73,33

41

82,00

11

R-11

10

100,00

ST

60,00

90,00

ST

13

86,67

ST

41

82,00

12

R-12

70,00

10

66,67

60,00

14

93,33

ST

37

74,00

13

R-13

70,00

11

73,33

70,00

12

80,00

37

74,00

14

R-14

80,00

11

73,33

70,00

11

73,33

37

74,00

15

R-15

80,00

10

66,67

50,00

13

86,67

ST

36

72,00

16

R-16

80,00

53,33

70,00

14

93,33

ST

37

74,00

17

R-17

70,00

12

80,00

70,00

60,00

35

70,00

18

R-18

10

100,00

ST

12

80,00

70,00

13

86,67

ST

42

84,00

127

19

R-19

70,00

53,33

70,00

12

80,00

34

68,00

20

R-20

60,00

12

80,00

70,00

13

86,67

ST

38

76,00

21

R-21

10

100,00

ST

53,33

10

100,00

ST

13

86,67

ST

41

82,00

22

R-22

70,00

11

73,33

70,00

12

80,00

37

74,00

23

R-23

90,00

ST

53,33

60,00

11

73,33

34

68,00

24

R-24

70,00

53,33

80,00

15

100,00

ST

38

76,00

25

R-25

50,00

11

73,33

80,00

13

86,67

ST

37

74,00

26

R-26

70,00

60,00

70,00

60,00

32

64,00

27

R-27

70,00

40,00

80,00

60,00

30

60,00

28

R-28

10

100,00

ST

10

66,67

10

100,00

ST

11

73,33

41

82,00

29

R-29

80,00

11

73,33

60,00

13

86,67

ST

38

76,00

30

R-30

80,00

11

73,33

70,00

14

93,33

ST

40

80,00

31

R-31

70,00

10

66,67

70,00

10

66,67

34

68,00

32

R-32

80,00

60,00

70,00

13

86,67

ST

37

74,00

33

R-33

70,00

10

66,67

80,00

14

93,33

ST

39

78,00

34

R-34

60,00

60,00

50,00

40,00

26

52,00

35

R-35

60,00

60,00

30,00

SR

13

86,67

ST

31

62,00

36

R-36

70,00

10

66,67

90,00

ST

11

73,33

37

74,00

37

R-37

90,00

ST

10

66,67

70,00

13

86,67

ST

39

78,00

38

R-38

40,00

12

80,00

50,00

11

73,33

32

64,00

39

R-39

90,00

ST

60,00

70,00

12

80,00

37

74,00

40

R-40

90,00

ST

60,00

50,00

13

86,67

ST

36

72,00

41

R-41

70,00

60,00

80,00

12

80,00

36

72,00

42

R-42

50,00

60,00

60,00

12

80,00

32

64,00

128

43

R-43

80,00

13

86,67

ST

70,00

13

86,67

ST

41

82,00

44

R-44

70,00

11

73,33

80,00

10

66,67

36

72,00

45

R-45

90,00

ST

11

73,33

70,00

12

80,00

39

78,00

46

R-46

80,00

10

66,67

90,00

ST

14

93,33

ST

41

82,00

47

R-47

80,00

11

73,33

60,00

12

80,00

37

74,00

48

R-48

50,00

60,00

60,00

13

86,67

ST

33

66,00

49

R-49

90,00

ST

13

86,67

ST

80,00

11

73,33

41

82,00

50

R-50

90,00

ST

53,33

60,00

12

80,00

35

70,00

51

R-51

90,00

ST

10

66,67

70,00

60,00

35

70,00

52

R-52

80,00

11

73,33

80,00

12

80,00

39

78,00

53

R-53

50,00

11

73,33

60,00

14

93,33

ST

36

72,00

54

R-54

10

100,00

ST

53,33

60,00

12

80,00

36

72,00

55

R-55

90,00

ST

10

66,67

80,00

11

73,33

38

76,00

56

R-56

90,00

ST

60,00

90,00

ST

12

80,00

39

78,00

57

R-57

50,00

53,33

60,00

13

86,67

ST

32

64,00

58

R-58

80,00

11

73,33

80,00

11

73,33

38

76,00

59

R-59

90,00

ST

12

80,00

70,00

15

100,00

ST

43

86,00

ST

60

R-60

90,00

ST

11

73,33

70,00

11

73,33

38

76,00

61

R-61

60,00

11

73,33

60,00

10

66,67

33

66,00

62

R-62

80,00

46,67

80,00

13

86,67

ST

36

72,00

63

R-63

90,00

ST

60,00

70,00

14

93,33

ST

39

78,00

64

R-64

60,00

12

80,00

80,00

10

66,67

36

72,00

65

R-65

80,00

60,00

50,00

12

80,00

34

68,00

66

R-66

80,00

10

66,67

80,00

12

80,00

38

76,00

129

67

R-67

90,00

ST

53,33

10

100,00

ST

13

86,67

ST

40

80,00

68

R-68

80,00

11

73,33

70,00

12

80,00

38

76,00

69

R-69

40,00

12

80,00

60,00

14

93,33

ST

36

72,00

70

R-70

90,00

ST

60,00

70,00

13

86,67

ST

38

76,00

71

R-71

60,00

13

86,67

ST

90,00

ST

11

73,33

39

78,00

72

R-72

80,00

60,00

80,00

13

86,67

ST

38

76,00

73

R-73

60,00

11

73,33

70,00

12

80,00

36

72,00

74

R-74

10

100,00

ST

10

66,67

80,00

13

86,67

ST

41

82,00

75

R-75

80,00

12

80,00

90,00

ST

12

80,00

41

82,00

76

R-76

50,00

11

73,33

70,00

13

86,67

ST

36

72,00

77

R-77

80,00

11

73,33

90,00

ST

14

93,33

ST

42

84,00

78

R-78

90,00

ST

11

73,33

50,00

13

86,67

ST

38

76,00

79

R-79

80,00

60,00

70,00

13

86,67

ST

37

74,00

80

R-80

90,00

ST

13

86,67

ST

60,00

13

86,67

ST

41

82,00

81

R-81

90,00

ST

11

73,33

60,00

10

66,67

36

72,00

82

R-82

90,00

ST

15

100,00

ST

70,00

12

80,00

43

86,00

ST

83

R-83

80,00

11

73,33

80,00

60,00

36

72,00

84

R-84

80,00

10

66,67

10

100,00

ST

10

66,67

38

76,00

85

R-85

80,00

60,00

70,00

60,00

33

66,00

86

R-86

80,00

11

73,33

90,00

ST

12

80,00

40

80,00

87

R-87

80,00

10

66,67

90,00

ST

60,00

36

72,00

88

R-88

80,00

53,33

50,00

13

86,67

ST

34

68,00

89

R-89

50,00

60,00

70,00

12

80,00

33

66,00

90

R-90

80,00

11

73,33

10

100,00

ST

12

80,00

41

82,00

130

91

R-91

60,00

46,67

70,00

10

66,67

30

60,00

92

R-92

80,00

10

66,67

90,00

ST

10

66,67

37

74,00

93

R-93

60,00

12

80,00

10

100,00

ST

13

86,67

ST

41

82,00

94

R-94

90,00

ST

11

73,33

80,00

12

80,00

40

80,00

95

R-95

50,00

11

73,33

80,00

53,33

32

64,00

76,32

10,18

67,86

7,43

74,32

12,02

80,14

37

74,53

Jumlah

Distribusi Jawaban Responden


Kriteria

I-1

I-2

I-3

I-4

X2

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

ST

28

29,47

7,37

22

23,16

41

43,16

4,21

46

48,42

37

38,95

51

53,68

37

38,95

74

77,89

ST

12

12,63

37

38,95

14

14,74

15

15,79

17

17,89

9,47

14

14,74

7,37

2,11

0,00

SR

0,00

0,00

1,05

0,00

0,00

Jumlah

95

100

95

100

95

100

95

100

95

100

131

Lampiran 9
DESKRIPTIF PERSENTASE PER INDIKATOR DAN VARIABEL MOTIVASI BELAJAR
No.

Kode
Resp.

Motivasi Belajar
I%
Kriteria
4
skor

I-1

%
skor

Kriteria

I2

%
skor

Kriteria

I-3

%
skor

Kriteria

I-5

%
skor

Kriteria

R-1

10

66,67

60,00

33,33

SR

50

10

66,67

R-2

60,00

10

66,67

53,33

40

60,00

R-3

15

100,00

ST

11

73,33

13

86,67

ST

90

ST

13

86,67

ST

R-4

12

80,00

10

66,67

14

93,33

ST

60

10

66,67

R-5

13

86,67

ST

10

66,67

12

80,00

10

100

ST

15

100,00

ST

R-6

60,00

10

66,67

11

73,33

90

ST

13

86,67

ST

R-7

46,67

53,33

60,00

60

12

80,00

R-8

11

73,33

10

66,67

60,00

60

12

80,00

R-9

10

66,67

60,00

53,33

80

11

73,33

10

R-10

60,00

60,00

60,00

70

11

73,33

11

R-11

13

86,67

ST

11

73,33

11

73,33

70

12

80,00

12

R-12

11

73,33

10

66,67

10

66,67

60

10

66,67

13

R-13

60,00

10

66,67

60,00

90

ST

46,67

14

R-14

14

93,33

ST

12

80,00

12

80,00

90

ST

15

100,00

ST

total
skor

%
skor

39

55,71

40

57,14

61

87,14

52

74,29

60

85,71

52

74,29

42

60,00

48

68,57

46

65,71

45

64,29

54

77,14

47

67,14

44

62,86

62

88,57

Kriteria
S
S
ST
T
ST
T
S
S
S
S
T
S
S
ST

132

15

R-15

12

80,00

12

80,00

11

73,33

80

12

80,00

16

R-16

11

73,33

12

80,00

10

66,67

60

12

80,00

17

R-17

60,00

46,67

11

73,33

90

ST

60,00

18

R-18

53,33

10

66,67

53,33

60

12

80,00

19

R-19

15

100,00

ST

14

93,33

ST

11

73,33

70

13

86,67

ST

20

R-20

12

80,00

11

73,33

10

66,67

70

11

73,33

21

R-21

15

100,00

ST

11

73,33

13

86,67

ST

70

10

66,67

22

R-22

11

73,33

10

66,67

11

73,33

80

11

73,33

23

R-23

10

66,67

60,00

11

73,33

50

13

86,67

ST

24

R-24

12

80,00

13

86,67

ST

60,00

60

13

86,67

ST

25

R-25

60,00

60,00

60,00

70

53,33

26

R-26

10

66,67

53,33

60,00

40

10

66,67

27

R-27

53,33

53,33

60,00

70

11

73,33

28

R-28

13

86,67

ST

13

86,67

ST

14

93,33

ST

10

100

ST

12

80,00

29

R-29

60,00

60,00

11

73,33

70

11

73,33

30

R-30

14

93,33

ST

60,00

11

73,33

70

12

80,00

31

R-31

15

100,00

ST

60,00

60,00

60

12

80,00

32

R-32

15

100,00

ST

10

66,67

11

73,33

60

11

73,33

55

78,57

51

72,86

45

64,29

44

62,86

60

85,71

51

72,86

56

80,00

51

72,86

48

68,57

53

75,71

42

60,00

41

58,57

43

61,43

62

88,57

47

67,14

53

75,71

51

72,86

53

75,71

T
T
S
S
T
T
T
T
S
T
S
S
S
ST
S
T
T
T

133

33

R-33

14

93,33

ST

60,00

11

73,33

60

12

80,00

34

R-34

33,33

SR

33,33

SR

33,33

SR

50

40,00

35

R-35

60,00

40,00

53,33

60

53,33

36

R-36

12

80,00

53,33

13

86,67

ST

40

12

80,00

37

R-37

10

66,67

53,33

10

66,67

50

12

80,00

38

R-38

13

86,67

ST

12

80,00

53,33

70

11

73,33

39

R-39

14

93,33

ST

46,67

10

66,67

70

12

80,00

40

R-40

13

86,67

ST

53,33

10

66,67

60

13

86,67

ST

41

R-41

13

86,67

ST

12

80,00

13

86,67

ST

90

ST

13

86,67

ST

42

R-42

10

66,67

53,33

10

66,67

60

10

66,67

43

R-43

10

66,67

60,00

46,67

50

60,00

44

R-44

40,00

53,33

26,67

SR

60

26,67

SR

45

R-45

13

86,67

ST

12

80,00

46,67

60

12

80,00

46

R-46

12

80,00

11

73,33

53,33

80

12

80,00

47

R-47

46,67

40,00

60,00

70

60,00

48

R-48

12

80,00

10

66,67

60,00

60

11

73,33

49

R-49

13

86,67

ST

14

93,33

ST

12

80,00

80

12

80,00

50

R-50

14

93,33

ST

11

73,33

12

80,00

60

60,00

52

74,29

26

37,14

37

52,86

49

70,00

45

64,29

51

72,86

50

71,43

50

71,43

60

85,71

44

62,86

40

57,14

28

40,00

50

71,43

51

72,86

38

54,29

48

68,57

59

84,29

52

74,29

T
R
R
T
S
T
T
T
T
S
S
R
T
T
S
S
T
T

134

51

R-51

60,00

60,00

60,00

70

10

66,67

52

R-52

10

66,67

13

86,67

ST

60,00

90

ST

13

86,67

ST

53

R-53

60,00

14

93,33

ST

11

73,33

80

11

73,33

54

R-54

12

80,00

14

93,33

ST

12

80,00

10

100

ST

12

80,00

55

R-55

14

93,33

ST

11

73,33

12

80,00

60

60,00

56

R-56

15

100,00

ST

11

73,33

14

93,33

ST

70

14

93,33

ST

57

R-57

10

66,67

53,33

53,33

70

60,00

58

R-58

40,00

60,00

53,33

60

10

66,67

59

R-59

60,00

53,33

10

66,67

50

40,00

60

R-60

53,33

53,33

11

73,33

50

60,00

61

R-61

13

86,67

ST

10

66,67

11

73,33

80

10

66,67

62

R-62

11

73,33

10

66,67

13

86,67

ST

70

10

66,67

63

R-63

14

93,33

ST

12

80,00

13

86,67

ST

70

14

93,33

ST

64

R-64

11

73,33

60,00

60,00

70

53,33

65

R-65

46,67

10

66,67

10

66,67

60

60,00

66

R-66

60,00

53,33

10

66,67

70

10

66,67

67

R-67

12

80,00

11

73,33

12

80,00

60

11

73,33

68

R-68

46,67

11

73,33

11

73,33

40

12

80,00

44

62,86

54

77,14

53

75,71

60

85,71

52

74,29

61

87,14

42

60,00

39

55,71

38

54,29

41

58,57

52

74,29

51

72,86

60

85,71

44

62,86

42

60,00

44

62,86

52

74,29

45

64,29

S
T
T
T
T
ST
S
S
S
S
T
T
T
S
S
S
T
S

135

69

R-69

10

66,67

13

86,67

ST

13

86,67

ST

70

11

73,33

70

R-70

12

80,00

53,33

11

73,33

50

11

73,33

71

R-71

11

73,33

60,00

60,00

70

60,00

72

R-72

53,33

53,33

11

73,33

50

60,00

73

R-73

11

73,33

13

86,67

ST

12

80,00

80

12

80,00

74

R-74

12

80,00

60,00

10

66,67

50

10

66,67

75

R-75

46,67

40,00

14

93,33

ST

70

10

66,67

76

R-76

46,67

60,00

11

73,33

50

46,67

77

R-77

14

93,33

ST

11

73,33

13

86,67

ST

90

ST

13

86,67

ST

78

R-78

10

66,67

11

73,33

12

80,00

60

10

66,67

79

R-79

60,00

53,33

11

73,33

60

60,00

80

R-80

46,67

40,00

53,33

30

SR

33,33

SR

81

R-81

13

86,67

ST

12

80,00

10

66,67

60

14

93,33

ST

82

R-82

53,33

60,00

12

80,00

50

10

66,67

83

R-83

60,00

11

73,33

10

66,67

70

10

66,67

84

R-84

60,00

10

66,67

10

66,67

80

53,33

85

R-85

10

66,67

10

66,67

12

80,00

70

11

73,33

86

R-86

12

80,00

11

73,33

53,33

40

10

66,67

54

77,14

47

67,14

45

64,29

41

58,57

56

80,00

46

65,71

44

62,86

39

55,71

60

85,71

49

70,00

43

61,43

29

41,43

55

78,57

44

62,86

47

67,14

45

64,29

50

71,43

45

64,29

T
S
S
S
T
S
S
S
T
T
S
R
T
S
S
S
T
S

136

87

R-87

11

73,33

12

80,00

12

80,00

60

60,00

88

R-88

53,33

10

66,67

60,00

50

60,00

89

R-89

60,00

60,00

10

66,67

50

10

66,67

90

R-90

11

73,33

10

66,67

60,00

70

46,67

91

R-91

10

66,67

53,33

10

66,67

70

53,33

92

R-92

10

66,67

10

66,67

11

73,33

50

10

66,67

93

R-93

14

93,33

ST

12

80,00

13

86,67

ST

80

13

86,67

ST

94

R-94

46,67

11

73,33

13

86,67

ST

90

ST

12

80,00

95

R-95

40,00

53,33

53,33

50

26,67

SR

11

70,95

9,86

65,75

10

68,70

6,59

65,89

11

70,04

Jumlah

50

71,43

41

58,57

43

61,43

44

62,86

43

61,43

46

65,71

60

85,71

52

74,29

31
47,91

44,29
68,44

Distribusi Jawaban Responden


Kriteria

I-1

I-2

I-3

I-4

I-5

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

Frekuensi

ST

25

26,32

9,47

14

14,74

12

12,63

15

15,79

5,26

22

23,16

25

26,32

32

33,68

36

37,89

34

35,79

40

42,11

30

31,58

37

38,95

33

34,74

25

26,32

33

34,74

45

47,37

17

17,89

23

24,21

13

13,68

21

22,11

10

10,53

5,26

SR

0,00

1,05

3,16

1,053

3,16

0,00

Jumlah

95

100

95

100

95

100

95

100

95

100

95

100

T
S
S
S
S
S
T
T
R
S

137

Lampiran 10
Regresi Linear Berganda

Coefficients

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Std. Error

(Constant)

.655

9.650

Iklim Kelas

.552

.148

Lingkungan Keluarga

.468

.219

a. Dependent Variable: Motivasi Belajar

Beta

Sig.

.068

.946

.359

3.718

.000

.206

2.133

.036

138

Lampiran 11
Uji Hipotesis
1.

Uji Simultan (Uji F)


b

ANOVA
Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

1159.896

579.948

Residual

4234.251

92

46.024

Total

5394.147

94

Sig.

12.601

.000

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Keluarga, Iklim Kelas


b. Dependent Variable: Motivasi Belajar

2.

Uji Parsial (Uji t)


Coefficients

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Std. Error

(Constant)

.655

9.650

Iklim Kelas

.552

.148

.468

.219

Lingkungan
Keluarga

Beta

t
.068

.946

.359

3.718

.000

.206

2.133

.036

a. Dependent Variable: Motivasi Belajar

3.

Koefisien Determinasi Simultan (R2)


Model Summary

Model
1

R
.464

R Square
a

.215

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate
.198

a. Predictors: (Constant), Lingkungan Keluarga, Iklim Kelas

Sig.

6.784

139

4.

Koefisien Determinasi Parsial (r2)


Coefficients

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Correlations

Std.
Model
1

B
(Constant)

.655

9.650

Iklim Kelas

.552

.148

.468

.219

Lingkungan
Keluarga

a. Dependent Variable: Motivasi


Belajar

Error

ZeroBeta

Sig.

order

Partial

Part

.068

.946

.359

3.718

.000

.420

.361

.343

.206

2.133

.036

.312

.217

.197

140

Lampiran 12
Uji Asumsi Klasik
1.

Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas dengan menggunakan uji gletser


Coefficients

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

Correlations

Std.
Model
1

Error

(Constant)

-1.419

5.969

Iklim Kelas

.066

.092

.082

.136

Lingkungan
Keluarga
a. Dependent Variable:
ABS_RES

ZeroBeta

Sig.

order

Partial

Part

-.238

.813

.078

.723

.472

.098

.075

.075

.066

.605

.547

.088

.063

.063

141

2.

Uji Normalitas

Uji normalitas dengan Uji kolmogorof smirnov


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
Normal Parameters

95
a

Mean
Std. Deviation

Most Extreme Differences

.0000000
6.71157379

Absolute

.056

Positive

.033

Negative

-.056

Kolmogorov-Smirnov Z

.545

Asymp. Sig. (2-tailed)

.928

142

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N

95

Normal Parameters

Mean

.0000000

Std. Deviation
Most Extreme Differences

6.71157379

Absolute

.056

Positive

.033

Negative

-.056

Kolmogorov-Smirnov Z

.545

Asymp. Sig. (2-tailed)

.928

a. Test distribution is Normal.

3.

Uji Multikolinearitas

Coefficients

Model
1

Unstandardized

Standardized

Collinearity

Coefficients

Coefficients

Statistics

Std. Error

Beta

Sig.

Tolerance

VIF

(Constant)

.655

9.650

.068

.946

Iklim Kelas

.552

.148

.359 3.718

.000

.914 1.094

.468

.219

.206 2.133

.036

.914 1.094

Lingkungan
Keluarga

a. Dependent Variable: Motivasi


Belajar

143

4.

Uji Linearitas

Iklim Kelas
ANOVA Table
Sum of
Squares
Motivasi

Between (Combined)

Belajar * Iklim Groups

Linearity

1780.248

Mean
df

20 89.012

950.417

Kelas

Square

950.41
7

Sig.

1.823

.033

19.461

.000

.894

.591

Deviation
from

829.831

19 43.675

Within Groups

3613.899

74 48.836

Total

5394.147

94

Linearity

Lingkungan keluarga
ANOVA Table
Sum of
Squares
Motivasi

Between (Combined)

Belajar *

Groups

Linearity

Lingkungan

1333.154
523.829

Mean
df

Square

15 88.877
1

523.82
9

Sig.

1.729

.062

10.190

.002

1.125

.350

Keluarga
Deviation
from

809.325

14 57.809

Within Groups

4060.993

79 51.405

Total

5394.147

94

Linearity

144

Lampiran 13
DAFTAR ADMINISTRASI SISWA
KELAS XB JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK PGRI 2 SALATIGA
No

No
Induk

6038

ADELINA YUNIA SARI

2
3
4

6039
6040
6041

ALIF INDRIYANI
ANA SETIYANI
ASNI PURWANTI

5
6
7
8
9
10

6042
6043
6044
6045
6046
6047

11
12

6048
6049

13

6050

NAMA

Alamat Rumah
Jalan Candirejo RT 02 RW 04

Jalan Tlompakan RT 03 RW 04
Sukopano RT 01 RW 10
Suruan
Jalan Krajan Dadapayana RT 06
DEVI YUNIARI
RW 01
DIYAH TRI AMBARWATI Macanan Sidorejo
DWI TRIS YANTI
Gudang Lopait RT 05 RW 03
DWI UMI HANDAYANI
Banaran Salatiga
ENDANG MARIYANI
Jalan Bapan RT 01 RW 09
HENI PRATIWI
Poncol Klero RT 04 RW 05
Jalan Cabean RT 04 RW 01
IRA ALAMANDA
Salatiga
ISTIQOMAH
Sengkong
LILIK RIZKY
KURNIAWATI
Dsn. Gejayan

Pekerjaan
Orang tua
Buruh
bangunan
Buruh
bangunan
Buruh
Petani
Petani
Buruh
Buruh ojek
Petani
Buruh
Tukang

Jumlah
Saudara

Anak
ke-

400.000

400.000
300.000
800.000

4
2
1

3
2
2

800.000
300.000
300.000
800.000
350.000
400.000

1
3
2
1
2
2

2
3
2
2
3
1

Penghasilan

PNS
Petani

1.500.000
2.000.000

1
1

Petani

700.000

145

14
15
16
17

6051
6052
6053
6054

18
19
20

6055
6056
6057

21
22

6058
6059

23
24
25

6060
6061
6062

26
27

6063
6064

28

6065

29
30
31
32

LISTIYA NURMALASARI
MAGDALENA NOVITA
MARYASTUTI
MITA MARTINA WATI
NINDYA MERDEKA
PUTRI
NUR FITRIANA
NUR FITRIANI
PUTRI MAYANG
DEVANI
RETNO ARDIANTI
RETNO WREDHI
NINGSIH
RINI SISWANTI
RISKI SETIYANI
RIZKI NURMA YUNI
ARUM
SRI NINGSIH

Dsn. Blancir
Kopeng RT 07 RW 05 Salatiga
Jatijajar RT 04 RW 01
Kerep Panjang RT 02 RW 09
Jalan Cabean RT 05 RW 01
Salatiga
Jalan Bima Salatiga
Jalan Bima Salatiga

Petani
Petani
Buruh
Buruh

800.000
800.000
400.000
400.000

1
1
1

1
2
2
1

Buruh
Swasta
Pedagang

300.000
200.000
200.000

1
2
2

1
2
3

Tlompakan RT 01 RW 02
Deles Jogonayan RT 06 RW 02

Swasta
Pedagang

1.500.000
500.000

1
1

Jalan Sukodono RT 05 RW 010


Sumogang RT 013 RW 01
Jalan Kalinanas RT 01 RW 05

Buruh
Petani
PNS

500.000
750.000
1.200.000

5
1
3

3
2
3

Buruh
Petani

500.000
800.000

3
1

4
2

Buruh

500.000

6066
6067

SULISTIYANI
TRI NADYA
PRAMESELA
VARIAJI

Randugunting
Dsn. Getasan
Jalan Cabean RT 04 RW 07
Salatiga
Jalan Kerep Panjang RT 01 RW
09
Dsn. Getasan

200.000
800.000

2
1

6068
6069

YOLLA NOVIYANTI
YULIA NOVITASARI

Jalan Kridanggo RT 02 RW 01
Jalan Argobudoyo RT 05 RW 03

Swasta
Petani
Ka.
Kebersihan
Buruh

600.000
250.000

2
4

1
4

146

DAFTAR ADMINISTRASI SISWA


KELAS XC JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK PGRI 2 SALATIGA

No
Induk
6070

ADITYA RATIH PRATIWI

6071

AGNES LISTIANINGRUM

6072

AKHIRUL WULANDARI

4
5

6073
6074

ANITA MIRA YULISTINA


ANITA RISTIANTI

6
7

6075
6076

APRI FATMAWATI
ARI RAHMAWATI

6077

DESI EKA AYU W

6078

DEWI LESTARI

10

6079

DITA PRASETYA A

11

6080

DWI NUR WAHYUNI

12

6081

ENDAH PAKERTI

No

NAMA

Alamat Rumah
Banjaran RT 07 RW 07 Salatiga
Jalan Argalaya No 07 Argamulya
Salatiga
Jalan Bina Taruna No 109
Cabean Salatiga
Tingkir Tengah RT 01 RW 07
Salatiga
Banjaran RT 02 RW 07 Salatiga
Ds. Terban RT 07 RW 03
Pabelan Salatiga
Glagah RT 01 RW 01 Ambarawa
Ds. Gendor Ds Banding Bringin
Salatiga
Singojayan Tingkir Tengah RT
01 RW 01 Salatiga
Jalan Melatisari RT 04 RW 04
Salatiga
Dsn. Kebonan RT 06 RW 01
Getasan Semarang
Sawahan Kecandran RT 01 RW
04 Salatiga

Pekerjaan
Orang tua
Swasta
Buruh
Buruh Pijat

Penghasilan
900.000

Jumlah
Saudara
4

900.000

Anak
ke5
1

1.000.000

Buruh
Buruh

400.000
200.000

4
3

2
3

Swasta
Buruh

900.000
200.000

2
3

2
4

Wiraswasta

800.000

Swasta

400.000

Buruh

450.000

Petani

700.000

Buruh

800.000

1
1

2
1

147

13

6082

ENGGAR FITRIANA

14

6083

ERNI SULISTYAWATI

15

6084

EVA NURMALA PUTRI

16
17

6085
6086

FEBI ARIYANINGSIH
FETI DIAH AHYANI

18

6087

FITRI INDRIYANI

19
20

6088
6089

FRIZA AMALIA HAPSARI


HAYYU FITRIA

21

6090

LISTIOWATI

22
23
24

6091
6092
6093

PUTRI SETYAWATI
PUTRI WIDYANINGRUM
RIMA FEBTI ARDANI

25

6094

RINAWATI

26

6095

ROBINGATUL

27

6096

SEPTI BEKTININGTIYAS

28

6097

SEPTI PURWATININGSIH

Dsn. Glompong Bringin Salatiga


Jalan Pungkursari 1226 C RT 05
RW 03 Salatiga
Dsn. Mungan Ds. Karanganyar
Tuntang Salatiga
Jalan Wisnu Dsn. Krajan RT 06
RW 01 Salatiga
Gamol RT 05 RW 06
Dsn. Muludan Ds. Tlompakan RT
03 RW 06
Soka Jlrem RT 06 RW 02 Ampel
Boyolali
Wedilelo RT 34 RW 08 Tengaran
Ngablak Pulutan RT 02 RW 05
Salatiga
Jalan Argosari RT 02 RW 04
Salatiga
Gamol RT 03 RW 06 Salatiga
Kadonan Pakis Magelang
Dsn. Ngampon RT 04 RW 05 Ds.
Semowo
Dsn. Segiri Ds. Segri RT 09 RW
02 Pabelan
Karang RT 02 RW 02 Ujungujung Salatiga
Jalan Surawijaya No 15 RT 01
RW 03 Pengilon

PNS

2.500.000

Wiraswasta

1.500.000

Buruh

1.400.000

Buruh
Mandor

300.000
600.000

1
3

1
1

Swasta
Buruh
bangunan
Pedagang

800.000

500.000
500.000

2
2

1
1

Buruh

450.000

1.200.000
700.000
900.000

1
1
1

2
1
1

Petani

750.000

Petani

800.000

Buruh

400.000

Buruh

400.000

Buruh
Swasta
Wiraswasta

148

29

6098

SEPTIANA FAUZIA

30

6099

VINA WULANINGTYAS

31

6100

YETI YULIANI

32

6101

YULIA RISKAWATI

Jalan Bima No 09 RT 02 RW 04
Grogol
Pandean Kidul RT 01 RW 01
Ngablak Magelang
Soka Jlarem RT 06 RW 02
Ampel Boyolali
Jalan Dewi Kunti No 56 RT 12
RW 04 Grogol

Buruh

800.000

Petani

700.000

Swasta

600.000

Swasta

1.850.000

149

DAFTAR ADMINISTRASI SISWA


KELAS XD JURUSAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
SMK PGRI 2 SALATIGA
No

No
Induk

NAMA

1
2
3
4
5
6
7

6102
6103
6104
6105
6106
6107
6108

ALFI AULIA SAPUTRI


ALIFA RIYAN SAPUTRI
ANITA MEGA PRATIWI
ATIK LESTARI
AYANG SETIANI
CHOIRUL BADRIYAH
DWI ARI ERNAWATI

8
9

6109
6110

EKA SEPTIA SARI


ELSA DEA

10

6111

ETIKA NINING SEJATI

11

6112

EVA DEVITA DEWI

12

6113

FEBIANA

13
14

6114
6115

IIN NUR FITRI


INDRI PRATIWI

Alamat Rumah
Jalan Tirtotaning I Tegalrejo RT
03 RW 03
Jalan Wedilelo RT 35 RW 08
Jalan Mertani RT 01 RW 03
Jalan Nglampah RT 01 RW 04
Jalan Bima Salatiga
Rejosari RT 04 RW 01 Salatiga
Gondang RT 03 RW 04
Modangan RT 05 RW 08
Salatiga
Jalan Canden RT 01 RW 07
Dsn. Kunci Putih RT 03 RW 10
Salatiga
Jalan Merak RT 09 RW 02
Salatiga
Jalan Ngrapah RT 05 RW 04
Salatiga
Jalan Hasanudin RT 12 RW 06
Salatiga
Jalan Kenanga RT 04 RW 02

Pekerjaan
Orang tua

Penghasilan

Jumlah
Saudara

Anak
ke-

Wiraswasta
Sopir
Sopir
Buruh Tani
Kontraktor
Pedagang
Buruh

800.000
500.000
550.000
300.000
3.000.000
500.000
600.000

1
1
2
1
1
3
2

2
1
2
2
1
3
2

Wiraswasta
Sopir

1.500.000
500.000

3
2

1
2

Swasta

1.000.000

Buruh

400.000

Buruh Tani

300.000

Sopir
Buruh

300.000
900.000

1
1

1
2

150

15
16
17
18

6116
6117
6118
6119

19

6120

20

6121

21
22
23
24
25

6122
6123
6124
6125
6126

26
27

6127
6128

28
29
30

6129
6130
6131

31

6132

Jalan Daru Pagergunung RT 02


ISMAKHATUN KHASANAH RW 06
LINDA PUSPA RINI
Jalan Pundan Banyubiru
MARGARETA ANDANI
Jalan Abimanyu RT 05 RW 05
MAYA KHOIRUL JANNAH Ds. Jetak RT 04 RW 01 Salatiga
Jalan Tritis Baru RT 02 RW 08
NIKEN BEKTI UTAMI
Salatiga
Jalan Dompon RT 02 RW 04
NUR MALITA
Salatiga
Jalan Mronggo RT 03 Rw 04
RISTALIA MONICA P
Salatiga
RITA WAHYUNITA
Jalan Mainan RT 02 RW 02
SILVIA TRI C
Jalan Klopo RT 04 RW 03
SRI SURANTI
Jalan Telomoyo RT 04 RW 03
SRI WIDIYANTI
Jalan Kedungringin
Jalan Ngawen RT 03 RW 08
SUTINI
Salatiga
USWATUN KHASANAH
Jalan Gintungan RT 01 RW 05
Jalan Surowijaya RT 03 RW 13
VIKA SETIAWAN
Salatiga
WENTRI ANGGELLIA
Jalan Bima Salatiga
YENY YULIANA
Jalan Cabean RT 03 RW 07
Jalan Kalimangli RT 02 RW 03
YUNITA DEVY
Salatiga

Pedagang
Wiraswasta
Buruh
Teknisi
Dinas
Perhubungan

1.000.000
600.000
200.000
2.500.000

1
1
1
1

1
1
1
1

2.900.000

Petani

1.000.000

250.000
600.000
700.000
400.000
500.000

1
1
3
1
2

2
1
3
1
1

360.000
1.000.000

2
3

3
4

800.000
400.000
300.000

1
1
4

1
1
4

2.500.000

Buruh
Petani
Wiraswasta
Petani
Petani
Buruh
Petani
Karyawan
buruh
Buruh
Swasta

151

Lampiran 14
DAFTAR NAMA RESPONDEN
KELAS XB JURUSAN ADM. PERKANTORAN
SMK PGRI 2 SALATIGA
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

NAMA
ADELINA YUNIA SARI
ALIF INDRIYANI
ANA SETIYANI
ASNI PURWANTI
DEVI YUNIARI
DIYAH TRI AMBARWATI
DWI TRIS YANTI
DWI UMI HANDAYANI
ENDANG MARIYANI
HENI PRATIWI
IRA ALAMANDA
ISTIQOMAH
LILIK RIZKY KURNIAWATI
LISTIYA NURMALASARI
MAGDALENA NOVITA
MARYASTUTI
MITA MARTINA WATI
NINDYA MERDEKA PUTRI
NUR FITRIANA
NUR FITRIANI
PUTRI MAYANG DEVANI
RETNO ARDIANTI
RETNO WREDHI NINGSIH
RINI SISWANTI
RISKI SETIYANI
RIZKI NURMA YUNI ARUM
SRI NINGSIH
SULISTIYANI
TRI NADYA PRAMESELA
VARIAJI
YOLLA NOVIYANTI
YULIA NOVITASARI

152

DAFTAR NAMA RESPONDEN


KELAS XC JURUSAN ADM.
PERKANTORAN
SMK PGRI 2 SALATIGA
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

NAMA
ADITYA RATIH PRATIWI
AGNES LISTIANINGRUM
AKHIRUL WULANDARI
ANITA MIRA YULISTINA
ANITA RISTIANTI
APRI FATMAWATI
ARI RAHMAWATI
DESI EKA AYU W
DEWI LESTARI
DITA PRASETYA A
DWI NUR WAHYUNI
ENDAH PAKERTI
ENGGAR FITRIANA
ERNI SULISTYAWATI
EVA NURMALA PUTRI
FEBI ARIYANINGSIH
FETI DIAH AHYANI
FITRI INDRIYANI
FRIZA AMALIA HAPSARI
HAYYU FITRIA
LISTIOWATI
PUTRI SETYAWATI
PUTRI WIDYANINGRUM
RIMA FEBTI ARDANI
RINAWATI
ROBINGATUL
SEPTI BEKTININGTIYAS
SEPTI PURWATININGSIH
SEPTIANA FAUZIA
VINA WULANINGTYAS
YETI YULIANI
YULIA RISKAWATI

153

DAFTAR NAMA RESPONDEN


KELAS XD JURUSAN ADM.
PERKANTORAN
SMK PGRI 2 SALATIGA
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

NAMA
ALFI AULIA SAPUTRI
ALIFA RIYAN SAPUTRI
ANITA MEGA PRATIWI
ATIK LESTARI
AYANG SETIANI
CHOIRUL BADRIYAH
DWI ARI ERNAWATI
EKA SEPTIA SARI
ELSA DEA
ETIKA NINING SEJATI
EVA DEVITA DEWI
FEBIANA
IIN NUR FITRI
INDRI PRATIWI
ISMAKHATUN KHASANAH
LINDA PUSPA RINI
MARGARETA ANDANI
MAYA KHOIRUL JANNAH
NIKEN BEKTI UTAMI
NUR MALITA
RISTALIA MONICA P
RITA WAHYUNITA
SILVIA TRI C
SRI SURANTI
SRI WIDIYANTI
SUTINI
USWATUN KHASANAH
VIKA SETIAWAN
WENTRI ANGGELLIA
YENY YULIANA
YUNITA DEVY

154

Lampiran 15

155

Lampiran 16

156

Lampiran 17