Anda di halaman 1dari 6

Tingkat Pengukuran Variabel

Pengukuran tidak lain adalah sebuah proses kuantifikasi yang merupakan usaha
manusia untuk mencantumkan bilangan kepada sistem materi yang bukan
bilangan untuk menggambarkan sifat-sifat materi tersebut berdasarkan hukum
mengenai sifat-sifat itu.
Apabila seseorang mengatakan melakukan pengukuran, maka hasil kerjanya itu
akan memberikan bilangan. Interpretasi terhadap bilangan tersebut tergantung
kepada aturan yang dipakai pada saat kita mencantumkan bilangannya.
Menurut tingkat pengukurannya, variabel dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu:
Skala nominal
Skala ordinal
Skala interval
Skala Rasio
Skala Nominal
Dalam skala nominal bilangan itu fungsinya semata-mata hanya sebagai lambang
untuk membedakan. Terhadap bilangan-bilangan seperti ini tidak berlaku hukum
aritmatik secara penuh, misal: tidak boleh menjumlahkan, mengurangi,
mengalikan, maupun membagi.
Contoh:
Digunakan aturan jika kita berbicara mengenai pekerjaan
Abri
(1)
PNS
(2)
Pedagang
(3)
Petani
(4)
Buruh
(5)
Lain-lain
(6)
Skala Ordinal
Pada tingkat pengukuran ordinal bilangan itu fungsinya ada dua:
1. Sebagai lambang untuk membedakan
2. Untuk mengurutkan peringkat berdasarkan kualitas yang ditentukan
Contoh:
Sangat cantik
(1)
Cantik
(2)
Cukup
(3)
Kurang cantik
(4)
Tidak cantik
(5)
Makin kecil bilangan, peringkat makin tinggi
SD kelas 1
SD kelas 2
SD kelas 3

(1)
(2)
(3)

SD kelas 4
(4)
SD kelas 5
(5)
SD kelas 6
(6)
Makin besar bilangan, peringkat makin tinggi.
Boleh pakai mana saja, asal konsisten. Artinya sekali seseorang peneliti
menggunakan makin kecil bilangan makin tinggi peringkat, maka untuk
selanjutnya dalam penelitian itu dia menggunakan aturan tersebut secara
konsisten.
Pada tingkat pengukuran ordinal kita bisa mengatakan lebih baik/lebih buruk,
tetapi tidak bisa menentukan berapa kali lebih baik/lebih buruknya.
Contoh:
Anak kelas 6 pengetahuannya lebih baik daripada anak kelas 3, dan
bukannya anak kelas 6 pengetahuannya dua kali lebih baik dari pada anak kelas 3.
Skala Interval
Bilangan pada skala interval fungsinya ada tiga, yaitu:
1. Bilangan sebagai lambang untuk membedakan
2. Bilangan untuk mengurutkan peringkat (makin besar bilangan, peringkat
makin tinggi)
3. Bilangan bisa memperlihatkan jarak interval
Ciri utama tingkat pengukuran interval adalah bahwa titik nol bukan merupakan
titik mutlak, tetapi titik yang ditentukan berdasarkan perjanjian.
Contoh:
Skala pada termometer
F = 9/5C + 32
C
100
75
50
25
0

F
212
167
122
77
32

Skala Rasio
Ciri utama variabel dengan tingkat pengukuran rasio adalah bahwa titik nol adalah
mutlak. Nilai nol artinya kosong.

Uji Validitas (Test of Validity)


Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah
disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas
dimaksudkan sebagai ukuran seberapa cermat suatu alat melakukan
fungsi ukurannya. Suatu alat ukur yang validitasnya tinggi akan
mempunyai varian kesalahan yang kecil, sehingga data yang
terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya.
Contoh: Penyusunan skala pengukur sikap terhadap nilai anak (value
of children)
Mendifinisikan secara operasional konsep yang akan diukur
Negatif
beban emosional
beban ekonomi
berkurangnya kelesuasaan dan pengembangan diri
beban tenaga
beban bagi keluarga
Positif
keuntungan emosional
Keuntungan ekonomi dan rasa aman
Pengayaan dan pengembangan diri
Identifikasi pada anak
Kemesreaan keluarga dan keutuhan perkawinan
Contoh: Keuntungan Emosional
a. Orang yang tidak mempunyai anak tidak akan dapat merasakan
kebahagiaan yang sesungguhnya
b. Orang yang memiliki anak tidak akan kesepian di dalam
hidupnya
c. Kehadiran anak-anak membuat suasana rumah lebih meriah
Contoh: Keuntungan Ekonomi dan rasa aman
a. Banyak anak banyak rezeki
b. Dengan mempunyai anak pekerjaan di rumah menjadi ringan
c. Anak adalah jaminan hidup di masa tua
Contoh: Pengayaan dan Pengembangan diri
a. Pengalaman mengasuh anak membuat pribadi lebih dewasa

b. Pengalaman mengasuh anak adalah pengalaman yang sangat


berharga
c. Mengasuh anak akan membuat kesabaran diri meningkat
Contoh: Identifikasi pada anak (anak representasi dirinya)
a. Anak adalah pewaris kehidupan yang tidak bias diganti oleh
siapapun
b. Kesuksesasan yang diperoleh oleh anak adalah sumber
kegembiraan orang tua yang tidak dapat disamai oleh
kegembiraan lainnya
c. Tanpa anak hidup ini tidak lengkap
Contoh: Kemesraan keluarga dan keutuhan perkawinan
a. Hubungan suami istri akan lebih intim dengan memiliki anak
b. Tanpa anak suami akan berkurang cintanya pada isteri
c. Anak adalah pencegah utama terjadinya perceraian
Contoh: Beban Emosional
a. Memiliki anak membuat pikiran tidak pernah tenang
b. Anak adalah sumber kecemasan dalam kehidupan
c. Hidup ini akan lebih bahagia bila tidak memiliki anak
Contoh: Beban Ekonomi dan rasa aman
a. Banyak anak, keungan keluarga akan morat marit
b. Dengan banyak anak kemewahan hidup akan berkurang
c. Hidup tanpa anak akan lebih menjamin keluarga
Contoh: Berkurangnya keleluasaan dan kesempatan
a. Kehadiran anak membuat kehidupan kurang bebas
b. Banyak kesempatan untuk maju hilang karena mempunyai anak
c. Keinginan seseorang akan mudah tercapai bila dia tidak punya
anak
Contoh: Beban tenaga
a. Mengurusi anak melelahkan badan
b. Tanpa anak orang akan sehat badannya
c. Merawat anak menuntut banyak tenaga
Contoh: Beban keluarga
a. Keintiman suami istri terganggu karena kehadiran anak
b. Anak seringkali menjadi sumber pertengkaran suami istri
c. Perkawinan akan lebih mampu bertahan bila tidak memiliki
anak

Cara Uji:
Menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan
dengan skor total dengan menggunakan korelasi
product moment
Res.
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J

1
5
4
3
5
3
2
2
1
4
3

2
4
5
4
5
3
1
3
1
4
2

3
5
4
4
4
4
2
2
1
4
2

Nomor Pertanyaan
4
5
6
7
4
5
4
4
5
4
5
5
3
4
2
4
3
4
5
4
4
3
4
4
1
2
2
2
3
2
2
3
2
1
2
2
5
5
5
4
2
2
3
2

Ttl
8
5
4
5
3
4
2
3
1
4
2

9
4
5
4
4
4
1
1
2
4
2

10
5
4
4
1
1
5
5
5
1
5

45
45
37
38
34
20
26
18
40
25

N (XY) (XY)
r = ------------------------------------------[ NX2 (X)2] [NY2 (Y)2]
Angka korelasi yang diperoleh harus dibandingkan dengan angka
kritis table korelasi r. Cara melihat table adalah lihat baris N-2, pada
tingkat signifikan tertentu. Bila angka r hitung > r table, maka berarti
signifikan valid.
Uji Reliabilitas (Test of Reliability)
Uji reliabiliti atau keandalan, dimaksudkan untuk mengetahui apakah
alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan,
keakuratan, kestabilan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejalah
tertentu dari sekelompok individu, walaupun dilakukan pada waktu
yang berbeda.
Uji keandalan dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan yang sudah
valid untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten
bila dilakukan pengukuran kembali, terhadap gejalah yang sama.

Langkah-langkahnya:
1. Membagi pertanyaan-pertanyaan menjadi dua belah
2. Skor untuk masing-masing pertanyaan pada tiap belahan
dijumlahkan, sehingga menghasilkan dua skor total untuk
masing-masing responden
3. mengkorelasikan skor total belahan pertama dengan skor total
belahan kedua
4. Mencari reliabiliti untuk keseluruhan pertanyaan dengan rumus
spearman brown:
2(rb)
Rtotal = ------------1 + rb
Bandingkan dengan angka korelasi sebelumnya. Kalau r total > r antar
belahan, maka dikatakan reliable (dengan catatan rb signifikan).
N (XY) (XY)
r = ------------------------------------------[ NX2 (X)2] [NY2 (Y)2]