Anda di halaman 1dari 101

Standar Dokumen Pengadaan Teknis

STANDAR DOKUMEN PENGADAAN TEKNIS


1.

SYARAT-

1.1.

Persyaratan

SYARAT

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi

TEKNIS UMUM

harus mempelajari dengan benar dan berpedoman kepada


ketentuan-ketentuan yang tertulis pada Gambar Kerja dan
Dokumen Pengadaan ini beserta lampirannya.
a. Penyedia

Jasa

Konsultan

Konstruksi

Pengawas

setiap

diwajibkan
akan

melapor

melakukan

kepada
kegiatan

pekerjaan di lapangan.
b. Apabila terdapat perbedaan ukuran, kelainan-kelainan antara
Gambar

Kerja

dan

Dokumen

PengadaanTeknis

serta

kesesuaiannya di lapangan antara gambar arsitek dan struktur,


gambar arsitek dan struktur dengan detail, perbedaan gambar
dengan SDP, dan perbedaan BQ dengan gambar,maka
Penyedia

Jasa

Konstruksi

diharuskan

melapor

kepada

Konsultan Pengawas untuk segera mendapatkan keputusan


dalam waktu paling lama 1 x 24 jam sejak diinformasikan secara
tertulis dan dibuatkan berita acara oleh Konsultan Pengawas
yang ditandatangani oleh Konsultan Pengawas, Tim Teknis dan
diketahui oleh Konsultan Perencana. Penyedia Jasa Konstruksi
tidak dibenarkan memperbaiki sendiri perbedaan tersebut.
Akibat dari kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi dalam hal ini
sepenuhnya

menjadi

tanggung

jawab

Penyedia

Jasa

Konstruksi.
c. Daerah Kerja (Construction Area) akan diserahkan kepada
Penyedia

Jasa

Konstruksi

selama

waktu

pelaksanaan

pekerjaan dalam keadaan seperti pada saat penjelasan


pekerjaan (Aanwijzing) dan dianggap bahwa Penyedia Jasa
Konstruksi telah benar-benar mengetahui tentang:
-

Letak bangunan yang akan dikerjakan.

Batas persil/ lahan maupun kondisi pada saat itu.

Keadaan permukaan tanah/kontur tanah eksisting.

d. Penyedia Jasa Konstruksi

wajib menyediakan sekurang-

kurangnya 3 (tiga) set lengkap Gambar Kerja dan Dokumen


Pengadaan di tempat pelaksanaan pekerjaan untuk dapat
dipergunakan setiap saat oleh Konsultan Pengawas.
e. Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan membuat gambar Shop
Drawing untuk setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan
yang disetujui Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
1

1.2.

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Penyedia Jasa Konstruksi dalam pelaksanaan pekerjaan, tenaga
kerja harus menggunakan peralatan K3 (Safety Equipment) dan
seragam/indentitas/atribut perusahaan, agar menjaga keamanan
dalam lingkungan lokasi pekerjaan.

1.3.

Peraturan Hak Paten


Penyedia Jasa Konstruksi harus melindungi pemilik (Owner/User)
terhadap semua claim atau tuntutan, biaya atau kenaikan harga
karena bencana, dalam hubungan dengan merek dagang atau
nama produksi, hak cipta pada semua material dan peralatan yang
digunakan dalam proyek ini.

1.4.

Iklan
Penyedia Jasa Konstruksi tidak diijinkan membuat iklan dalam
bentuk apapun di dalam sempadan site (batas) atau di tanah yang
berdekatan tanpa seijin dari pihak Pemberi Tugas.

1.5.

Petunjuk-petunjuk/Instruksi Konsultan Pengawas


a. Semua instruksi dari Konsultan Pengawas harus dilaksanakan
secara baik oleh Penyedia Jasa Konstruksi, jika Penyedia Jasa
Konstruksi keberatan menerima petunjuk/instruksi Konsultan
Pengawas tersebut, maka harus mengajukan secara tertulis
kepada Konsultan Pengawas dalam waktu 2 x 24 jam.
b. Apabila dalam batas waktu tersebut di atas Penyedia Jasa
Konstruksi tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah
menyetujui dan menerima petunjuk Konsultan Pengawas untuk
segera dilaksanakan. Penyedia Jasa Konstruksi
merekam

atau

dalam

kata

lain

diharuskan

mencatat

setiap

petunjuk/instruksi Konsultan Pengawas dalam buku harian


lapangan/pelaksanaan dan memintakan tanda tangan atau
persetujuan Konsultan Pengawas.
1.6.

Hasil Pekerjaan
Untuk menjamin mutu/kualitas hasil pekerjaan dan kelancaran
pelaksanaan

pekerjaan,

maka

Penyedia

Jasa

Konstruksi

diharuskan menyediakan:
a. Pelaksana atau tenaga ahli yang mengerti dan berpengalaman
tentang gambar kerja dan cara-cara pelaksanaan.
b. Alat bantu kerja, pompa air untuk kerja, alat pemadat tanah, alat
ukur waterpass, penyekat tegak dan alat bantu pekerjaan
lainnya.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
2

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


c. Bila diperlukan, sesuai dengan kondisi lapangan/situasi tempat
kerja, maka sebelum melakukan pekerjaan pembersihan,
Penyedia Jasa Konstruksi maupun pelaksana pembangunan,
Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan memasang alat-alat
pengaman/pelindung/ penyangga seperti jaring/lori/katrol.
d. Semua bahan material import dan material lokal lainya
Penyedia Jasa Konstruksi wajib memberikan resume data
spesifikasi teknis kepada pemberi tugas dan Konsultan
Pengawas.

Data

tersebut

harus

disertakan

pada

saat

penyerahan As Built Drawing.


1.7.

Penetapan Ukuran
a. Penyedia Jasa Konstruksi

bertanggung jawab atas tepatnya

pelaksanaan pekerjaan ini dan tidak boleh menambah ukuran


tanpa seijin Konsultan Pengawas. Setiap ada perbedaan
dengan ukuran-ukuran yang ada harus segera memberitahukan
kepada Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana untuk
segera ditetapkan sebagaimana mestinya.
b. Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan senantiasa mencocokkan
ukuran satu dengan yang lain dalam setiap bagian pekerjaan
dan segera melapor kepada Konsultan Pengawas setiap
terdapat selisih/perbedaan ukuran untuk diberikan keputusan
pembetulannya.
c. Kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi terhadap hal ini tidak dapat
diterima dan Konsultan Pengawas berhak untuk membongkar
pekerjaan dan memerintahkan untuk menepati ukuran sesuai
ketentuan.
d. Kerugian terhadap kesalahan pengukuran oleh Penyedia Jasa
Konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi.
1.8.

Laporan-laporan

a. Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan.


1) Penyedia Jasa Konstruksi beserta Konsultan Pengawas
wajib membuat laporan Harian, laporan Mingguan, dan
laporan Bulanan yang memberikan gambaran mengenai:
a) Kegiatan fisik.
b) Catatan

dan

perintah

Konsultan

Pengawas

yang

disampaikan secara lisan maupun tertulis.


c) Jumlah material masuk/ditolak.
d) Jumlah tenaga kerja dan keahliannya.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
3

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


e) Keadaan cuaca.
f) Pekerjaan tambah apabila ada.
g) Prestasi rencana dan yang terpasang.
h) Hambatan-hambatan selama pelaksanaan.
i) Foto-foto progres pekerjaan fisik.
2) Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian
dan setelah ditandatangani oleh Konsultan Pengawas harus
diserahkan kepada Tim Teknis untuk diketahui/disetujui.
1.9.

Kebersihan dan Ketertiban


a. Selama pelaksanaan pekerjaan pembangunan berlangsung,
Penyedia Jasa Konstruksi harus memelihara kebersihan lokasi
pembangunan maupun lingkunganya terutama jalan-jalan di
sekitar lokasi kegiatan, direksi keet, gudang, los kerja dan
bagian dalam bangunan yang akan dikerjakan harus bebas dari
bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
b. Untuk kebersihan lingkungan terutama jalan-jalan di sekitar
lokasi kegiatan yang harus dibersihkan adalah kotoran yang
diakibatkan

oleh

keluar

masuknya

kendaraan

kegiatan.

Kelalaian dalam hal ini dapat membuat Pemberi Tugas memberi


perintah penghentian pekerjaan yang segala akibatnya menjadi
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
c. Penimbunan bahan/material yang ada dalam gudang maupun di
halaman luar gudang harus diatur sedemikian rupa agar tidak
mengganggu kelancaran dan keamanan umum serta untuk
memudahkan

penelitian

yang

dilakukan

oleh

Konsultan

Pengawas.
d. Pada Penyerahan Pekerjaan Pertama, situasi bangunan serta
halamannya harus bersih dari sisa-sisa kotoran kerja.
1.10. Kecelakaan dan Kesehatan
a. Kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan dan
menimpa pekerja maupun orang yang terlibat dalam pekerjaan
tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
b. Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan untuk menyediakan alat
kesehatan/kotak PPPK yang terisi dengan obat-obatan yang
sesuai dengan kebutuhan, lengkap dengan seorang petugas
yang mengerti dalam soal-soal penyelamatan pertama dan
kesehatan.
c. Sejauh tidak disebutkan dalam Dokumen Pengadaan ini, maka
Penyedia Jasa Konstruksi harus mengikuti semua ketentuan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
4

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


umum yang berlaku dan dikeluarkan oleh Instansi Pemerintah
terutama tentang Undang-undang Keselamatan Kerja termasuk
segala kelengkapan dan perubahannya.
1.11. Keamanan
a. Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab penuh atas
segala sesuatu yang ada dan terjadi didaerah kerjanya terutama
mengenai:
1) Kerusakan-kerusakan

yang

kelalaian/kecerobohan

baik

timbul

disengaja

akibat

maupun

tidak

disengaja.
2) Penggunaan sesuatu bahan yang keliru/salah.
3) Kehilangan-kehilangan bahan, peralatan kerja.
4) Perkelahian antar pekerja maupun dengan pihak lainnya.
b. Terhadap semua kejadian sebagaimana tersebut di atas,
Penyedia Jasa Konstruksi harus melaporkan kepada Konsultan
Pengawas dalam waktu paling lambat 24 (dua puluh empat) jam
untuk diusut dan diselesaikan persoalannya lebih lanjut.
c. Untuk mencegah kejadian-kejadian seperti tersebut di atas,
Penyedia Jasa Konstruksi

harus menyediakan pengamanan

antara lain penjagaan, penerangan yang cukup di waktu malam


hari, pemagaran sementara di lokasi kerja dan lain sebagainya.
1.12. Penyediaan Material/Bahan Bangunan
a. Bila dalam Dokumen ini disebutkan nama dan pabrik pembuat
bahan/material, maka hal ini dimaksudkan menunjukan standar
minimal mutu/kualitas bahan yang digunakan dalam pekerjaan.
b. Setiap bahan/material yang akan digunakan harus disampaikan
kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat persetujuan.
Waktu penyampaian contoh bahan harus sedemikian rupa
sehingga Konsultan Pengawas dapat menilainya.
c. Contoh bahan/material yang akan digunakan harus diadakan
atas tanggungan Penyedia Jasa Konstruksi, setelah disetujui
oleh Konsultan Pengawas maka bahan/material tersebut harus
ditandai dan diadakan untuk dipakai dalam pekerjaan nantinya.
d. Contoh bahan/material tersebut selanjutnya disimpan oleh
Konsultan Pengawas untuk dijadikan dasar penolakan bila
ternyata bahan/material yang dipakai tidak sesuai dengan
contoh.
e. Dalam pengajuan harga penawaran, Penyedia Jasa Konstruksi
harus

menyertakan

biaya

untuk

pengujian

berbagai

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
5

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


bahan/material. Tanpa mengingat jumlah tersebut, Penyedia
Jasa Konstruksi tetap bertanggung jawab pula atas biaya
pengujian bahan/material yang tidak memenuhi syarat atas
perintah Konsultan Pengawas.
f. Apabila ternyata jenis dan macam bahan/material yang
tercantum dalam Dokumen ini atau melalui contoh yang telah
diberikan ternyata dalam pengadaannya tidak mencukupi dalam
jumlahnya

(persediaan

terbatas)

maka

penggantian

bahan/material hanya dapat diberikan dengan ijin dari Konsultan


Pengawas.
g. Apabila

Penyedia

bahan/material

Jasa

tidak

Konstruksi

sesuai

dengan

dalam penggunaan
ketentuan

tanpa

persetujuan Konsultan Pengawas maka Konsultan Pengawas


berhak

untuk

meminta

mengganti/membongkar

bagian

pekerjaan yang menggunakan bahan/material tersebut untuk


diganti dengan yang sesuai ketentuan kecuali terdapat alasan
tertentu yang diketahui dan disetujui Konsultan Pengawas.
h. Bahan/Material yang dikirim tidak sesuai spesifikasi harus
dikeluarkan dari lokasi proyek paling lambat 2 x 24 jam.
i. Semua kejadian dari point (a) Sampai dengan (h). Dibuat Berita
Acara dan ditandatangani oleh Penyedia Jasa Konstruksi,
Konsultan Pengawas dan Tim Teknis.
1.13. Serah Terima Hasil Pekerjaan
Pada akhir pekerjaan menjelang Penyerahan Hasil Pekerjaan
tahap pertama:
a. Semua bangunan sementara harus dibongkar dan dibersihkan
bekas-bekasnya.
b. Tiap bagian pekerjaan harus dalam keadaan baik, bersih, utuh,
tanpa cacat.
c. Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

membersihkan

dan

membuang sisa-sisa bahan/material, sampah, kotoran bekas


kerja dan barang lain yang tidak berguna akibat pekerjaan.
d. Konsultan Pengawas bersama Penyedia Jasa Konstruksi wajib
melakukan check list menjelang Serah Terima Hasil Pekerjaan
Pertama atas dasar permintaan check listtertulis dari Penyedia
Jasa Konstruksi.
e. Hasil check list dituangkan dalam berita acara.
f. Penyedia Jasa Konstruksi menyerahkan gambar As Built
Drawing, jaminan anti rayap, jaminan water proofing, IMB,
ritribusi galian C, Jamsostek dan dokumen lain yang dianggap
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
6

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


penting.
g. Pada

akhir

masa

pemeliharaan

menjelang

Penyerahan

Pekerjaan Tahap kedua:


a. Semua pekerjaan yang rusak akibat dari ketidak sempurnaan
pekerjaan telah di perbaiki.
b. Konsultan Pengawas bersama Penyedia Jasa Konstruksi
wajib melakukan check list menjelang Serah Terima Hasil
Pekerjaan Kedua atas dasar permintaan tertulis dari
Penyedia Jasa Konstruksi.
c. Hasil check list dituangkan dalam Berita Acara.
1.14. Foto Tahapan Pekerjaan
a. Foto kegiatan harus dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi
sesuai arahan dari Konsultan Pengawas.
b. Foto kegiatan pada setiap tahap tersebut dibuat sebanyak 3
(tiga) set dilampirkan bersama dengan laporan bulanan sesuai
pencapaian bobot pekerjaan dan penagihan angsuran.
c. Pengambilan titik pandang harus diusahakan tetap dari setiap
tahap dan sesuai dengan pengarahan dari Konsultan Pengawas
di lapangan.
d. Foto setiap tahap ditempelkan pada album/map dengan
keterangan singkat dan penempatan dalam album harus
disetujui Pemberi Tugas serta teknis penempelannya dalam
album ditentukan oleh Konsultan Pengawas.
e. Untuk foto kondisi force majeure diambil sebanyak 3 (tiga) kali
rekaman yang berbeda dengan mencantumkan keterangan
kejadian.
f. Semua hasil rekaman di lampirkan dalam laporan harian atau
mingguan dan atau akhir.
1.15. Bouwkeet (Bangunan Sementara)
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan dan mendirikan
semua bangunan sementara (bouwkeet) untuk digunakan sebagai
gudang penyimpan dan perlindungan bahan bangunan. Setelah
berakhirnya pekerjaan Penyedia Jasa Konstruksi dan wajib
membongkar dan menyingkirkan bangunan sementara tersebut
dari lokasi.
1.16. Pembangkit Tenaga Sementara
Setiap pembangkit tenaga sementara atau penerangan buatan
yang dipergunakan untuk pekerjaan harus disediakan oleh
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
7

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Penyedia Jasa Konstruksi, termasuk pemasangan sementara
kabel-kabel, meteran dan sebagainya. Setelah pekerjaan selesai
Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyingkirkan semua barang
tersebut dari lokasi pekerjaan, yang semua beban menjadi
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
1.17. Air Kerja
Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan apabila mungkin
didapat dari sumber yang sudah ada ditiap lokasi Kegiatan dan
sebelumnya harus dikoordinasikan kepada user melalui Konsultan
Pengawas secara tertulis.
1.18. Tambah Daya
Semua hal yang terkait dengan pengurusan tambah daya beserta
biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi sepenuhnya.
1.19. IMB
Semua hal yang terkait dengan pengurusan IMB beserta biaya
yang

dikeluarkan

menjadi

tanggung

jawab

Penyedia

Jasa

Konstruksi sepenuhnya.
1.20. Jalan Masuk
Tempat pekerjaan dan jalan sementara atau jalan masuk ke tempat
pekerjaan harus diadakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi bilamana
diperlukan atau di sesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan
lokasi kegiatan tersebut. Selama pekerjaan, Penyedia Jasa
Konstruksi harus memelihara seluruh jalan-jalan sementara dan
sebagainya yang mungkin diperlukan untuk memasuki bagian
pekerjaan dan menyingkirkan atau membersihkan kembali pada
waktu selesainya pekerjaan.
Segala kerusakan jalan masuk akibat kegiatan proyek sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi. Penyedia Jasa
Konstruksi harus membuat rambu-rambu proyek pada akses jalan
masuk proyek, dan memberi tanda lampu peringatan.
1.21. Orang-orang yang tidak berkepentingan
Penyedia Jasa Konstruksi harus melarang siapapun yang tidak
berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas
memberikan perintah demikian kepada staf pelaksana yang
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
8

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


bertugas dan para penjaga.
1.22. Perlindungan Terhadap Milik Umum
Penyedia Jasa Konstruksi harus menjaga agar jalan umum, dan
hak memakai jalan, bersih dari alat-alat mesin, bahan-bahan
bangunan dan sebagainya serta memelihara kelancaran lalu lintas,
baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki, selama kontrak
berlangsung. Penyedia Jasa Konstruksi harus bertanggung jawab
atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas seperti
saluran air, telepon, listrik dan sebagainya yang disebabkan oleh
kegiatan Penyedia Jasa Konstruksi.
1.23. Perlindungan Terhadap Bangunan yang Ada
Selama

masa-masa

pelaksanaan

kontrak,

Penyedia

Jasa

Konstruksi harus melindungi bangunan yang ada dari gangguan


dan kerusakan yang terjadi.
1.24. Penjagaan dan Pemagaran Sementara
Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas penjagaan,
penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang dianggap
penting selama pelaksanaan kontrak, siang malam. Pemberi Tugas
tidak bertanggung jawab kepada Penyedia Jasa Konstruksi , dan
sub Penyedia Jasa Konstruksi, atas kehilangan dan kerusakan
bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang
sedang dalam pelaksanaan. Penyedia Jasa Konstruksi wajib
mengadakan, mendirikan dan memelihara pagar sementara yang
mungkin diperlukan untuk pengamanan terhadap pekerjaan.
1.25. Penyedia jasa kontruksi harus bertanggung jawab penuh atas
segala kerusakan lingkungan sekitar baik itu jalan, bangunan,
maupun hal lainnya (eksisting), baik karena aktivitas pengerjaan
pelaksanaan pekerjaan atau karena pengerjaan pembongkaran.
1.26. Perlindungan Pekerjaan
Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas keamanan
seluruh

pekerjaan

termasuk

bahan-bahan

bangunan

dan

perlengkapan instalasi ditempat pekerjaan, hingga kontrak selesai


dan diterima oleh Pemberi Tugas.
1.27. Gangguan pada Tetangga
Segala pekerjaan yang menurut Pemberi Tugas mungkin akan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
9

menyebabkan

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


pada penduduk yang berdekatan,

gangguan

hendaknya dilaksanakan sesuai pengarahan Pemberi Tugas, dan


semua resiko akibat gangguan ini menjadi beban Penyedia Jasa
Konstruksi.
1.28. Pelaksanaan Pekerjaan di Luar Jam Kerja Normal
Penyedia Jasa Konstruksi harus mendapatkan ijin tertulis dari
Konsultan Pengawas untuk melaksanakan pekerjaan yang tertera
dalam kontrak ini di luar jam-jam kerja biasa.
1.29. Pelaksanaan pekerjaan di luar lokasi pekerjaan
Apabila Penyedia Jasa Konstruksi melaksanakan pekerjaan di luar
lokasi pekerjaan supaya memberitahukan kepada Konsultan
Pengawas dan Pemberi Tugas untuk diadakan pemeriksaan.
1.30. Standar yang Dipakai
1) Dalam melaksanakan pekerjaan, bila ditentukan lain dalam
Rencana Kerja dan Syarat-syarat, berlaku dan mengikat
ketentuan-ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan
dan tambahannya:
1) Perpres

No.54

Tahun

2010

tentang

Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah, beserta petunjuk teknisnya dan


perubahan-perubahannya.
2) Perpres No.70 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas
Peraturan

Presiden

Nomor

54 Tahun

2010

tentang

Kerja

tentang

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.


3) Peraturan

Umum

dari

Dinas

Tenaga

Keselamatan Kerja.
4) Standar Industri Indonesia (SII) yang berlaku.
5) Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI) 1982.
6) SNI 03-1727-1989 - Tata Cara Perencanaan Pembebanan
Untuk Rumah dan Gedung.
7) SNI Nomor: 03 1726 2002. Tentang: Pedoman
Perencanaan Tahan Gempa untuk Rumah dan Gedung.
8) Peta Hazard Gempa 2010.
9) SNI 03-2847-2002 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton
untuk Bangunan Gedung.
10) SNI 03-1729-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Baja
Untuk Bangunan Gedung.
11) SNI Nomor: 03 1734 1989. Tentang:
Perencanaan

Beton

Bertulang

dan

Struktur

Pedoman
Dinding

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
10

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Bertulang untuk Rumah & Gedung.
12) SNI 15-2049-2004 - Semen Portland.
13) SNI 15-7064-2004 - Semen Portland Komposit (Portland
Composite Cement, PCC).
14) SNI Nomor: 03 2834 1992. Tentang:

Tata cara

pembuatan rencana Campuran Beton Normal.


15) SNI 03-6815-2002 - Tata Cara Mengevaluasi Hasil Uji
Kekuatan Beton.
16) SNI 03-6916-2002 - Tata Cara Pendetailan Penulangan
Beton.
17) SNI 07-2052-2002. Tentang: Baja Tulangan Beton
18) SNI Nomor: 03 3527 1994. Tentang: Mutu kayu
bangunan
19) SNI Nomor: 03 0106 1987. Ubin lantai Keramik, Mutu
dan cara uji.
20) SNI Nomor: 03 2396 1991. Tentang: Tata cara dan
Perancangan penerangan alami siang hari untuk Rumah
dan Gedung.
21) SNI Nomor: 03 2407 1991. Tentang:

Tata cara

pengecatan kayu untuk rumah dan gedung.


22) SNI Nomor: 03 2410 1994. Tentang:

Tata cara

pengecatan dinding tembok dengan cat Emulsion.


23) Keputusan Menteri PU Nomor: 468/KPTS/1998 tanggal 1
Maret 1998 Tentang: Persyaratan Teknis Aksesbilitas pada
Bangunan Umum dan Lingkungan.
24) SNI Nomor: 03 1736 1989. Tentang: Struktur bangunan
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
rumah dan gedung, Petunjuk perencanaan.
25) Persyaratan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL) Tahun
2000 dan ketentuan ketentuan setempat.
26) Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang penggunaan
Tenaga Kerja harian, Mingguan dan Bulanan/Borongan).
27) Peraturan

Menteri

Pekerjaan

Umum

Nomor:

45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan


Bangunan Gedung Negara.
28) Peraturan Gubernur atau peraturan dan ketentuan lain
daerah yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah
setempat

yang

bersangkutan

dengan

permasalahan

Gedung Pemerintah.
29) American Society of Testing Material (ASTM).

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
11

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


2) Untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang tercantum
pada Dokumen ini, berlaku dan mengikat pula:
1) Gambar bestek yang dibuat oleh Konsultan Perencana yang
sudah disahkan oleh Pemberi Tugas serta unsur teknisnya.
2) Gambar-gambar detail pelaksanaan (Shop Drawing) yang
sudah disahkan/disetujui Konsultan Pengawas.
3) Rencana Kerja dan Syarat-syarat.
4) Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
5) Bilamana dalam Dokumen ini telah ditentukan patokan
kualitas bahan-bahan bangunan, maka ketentuan yang
berasal dari standar-standar atau peraturan tersebut bersifat
melengkapi, sejauh tidak bertentangan.
1.31. Penggunaan Persyaratan Teknis
a. Persyaratan teknis ini disiapkan untuk menjadi pedoman dalam
pelaksanaan kegiatan. Syarat seluruh bangunan-bangunan
dan pekerjaan-pekerjaan lainnya sebagai kesatuan yang tidak
dapat terpisahkan, kecuali disebutkan lain. Maka setiap pasal
dalam persyaratan ini, disesuaikan dengan yang dinyatakan
dalam gambar kerja. Keterangan-keterangan tambahan tertulis
dan perintah dari Konsultan Pengawas/Konsultan Perencana
ataupun Tim Teknis.
b. Standar-standar yang dipakai terutama adalah standar-standar
yang berlaku, sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang
standarnya

belum dibuat dan diberlakukan di negara ini,

maka harus digunakan standar-standar internasional yang


berlaku atau setidak-tidaknya standar dari negara-negara
produsen bahan yang menyangkut pekerjaan tersebut.
1.32. Penjelasan Dokumen dan Gambar
a. Penyedia Jasa Konstruksi wajib meneliti semua gambar dan
Dokumen

termasuk

tambahan

dan

perubahannya

yang

dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.


b. Bila gambar tidak sesuai dengan Dokumen dan atau tidak ada,
maka Penyedia Jasa Konstruksi segera berkoordinasi dengan
Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana serta Tim
Teknis, sehingga keputusan yang diambil adalah sepakatan
antara pihak-pihak yang terkait.
c.

Bila perbedaan-perbedaan ini menimbulkan keragu-raguan


sehingga dalam pelaksanaan akan menimbulkan kesalahan,
Penyedia

Jasa

Konstruksi

wajib

menanyakan

kepada

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
12

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Konsultan Pengawas dan atau Konsultan Perencana.
2.

PERSIAPAN

2.1.

Lingkup Pekerjaan

TEKNIS

Pekerjaan

PELAKSANAAN

Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo. Secara lengkap jenis


pekerjaan

yang

dilaksanakan

tersebut

dapat

dilihat

Pembangunan
pada

gambar,

Gedung
dokumen

pengadaan dan tercantum pada Bill Of Quantity (BQ).


2.2.

Lokasi Proyek
Lokasi ini terletak di Kabupaten Kulon Progo, D.I Yogyakarta.

2.3. Tenaga dan Sarana Kerja


Untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyediakan:
a. Tenaga kerja/tenaga ahli yang cukup memadai disesuaikan
dengan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
b. Alat-alat bantu kerja seperti: alat-alat pengangkut, alat
pekerjaan kayu, alat pekerjaan pipa dan peralatan lain untuk
memperlancar pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
c.

Bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap


pekerjaan

yang

akan

dilaksanakan

agar

pelaksanaan

pekerjaan dapat selesai tepat pada waktunya.


2.4. Cara Pelaksanaan
Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahlian, sesuai
dengan ketentuan-ketentuan dalam Rencana Kerja dan Syaratsyarat, Gambar Rencana, Berita Acara Penjelasan serta mengikuti
petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas dan Tim Teknis.
3.

PEMERIKSAAN

3.1.

Dalam kaitannya dengan harga penawaran, Penyedia Jasa

DAN

Konstruksi harus sudah memperhitungkan dan memasukkan

PENGUJIAN

segala keperluan biaya-biaya pemeriksaan, pengujian dan lain-lain.


3.2.

Apabila pekerjaan yang sudah terpasang diperlukan pemeriksaan


pengujian

mutu,

maka

Penyedia

Jasa

Konstruksi

wajib

melaksanakan pemeriksaan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas


atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi sendiri.
3.3.

Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan kepada Konsultan


Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai pelaporan hasil
pengujian atau pengetesan, diantaranya sebagai berikut:
1) Hasil pengetesan bahan beton dan rancangan campuran

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
13

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


beton.
2) Hasil pengetesan hasil uji laboratorium mengenai kuat tekan
beton.
3) Hasil pengetesan dimensi kuat leleh dan kuat tarik baja
tulangan.
4) Hasil pengetesan tanah untuk urugan.
5) Hasil pengetesan mesin atau peralatan.
6) Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan
harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas dan dibuat Berita
Acara.

3.4.

Pemeriksaan Rutin dan Khusus


Pemeriksaan rutin atau khusus dalam masa pemeliharaan harus
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi secara periodik dan
tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu, atau ditentukan lain oleh
Konsultan Pengawas.

4.

BAHAN DAN

4.1.

CONTOH BAHAN

Sebelum mendatangkan bahan-bahan di lapangan Penyedia Jasa


Konstruksi

terlebih

dahulu

mengajukan

(tiga)

contoh

bahan/brosur kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat


persetujuan Pengguna Jasa yang akan disesuaikan dengan syaratsyarat teknis.
4.2.

Contoh bahan-bahan yang telah disetujui harus selalu ada di


lapangan dalam kantor sementara Konsultan Pengawas. Semua
bahan yang dikirim ke lapangan dan tidak sesuai dengan contoh
bahan-bahan yang disetujui, harus segera dikeluarkan dari
lapangan atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi dalam kurun waktu
selambat-lambatnya 2 x 24 jam.

4.3.

Apabila Konsultan Pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan


lebih lanjut, karena keragu-raguan maka Konsultan Pengawas
berhak

mengirimkan

bahan

tersebut

ke

Laboratorium

Konstruksi/Bahan Bangunan yang ditunjuk oleh pengguna Jasa


dengan disesuaikan kebutuhan pekerjaan.
4.4.

Konsultan Pengawas berhak menginstruksikan kepada Penyedia


Jasa Konstruksi untuk mengadakan/melengkapi/menambah jumlah
peralatan bila dirasa peralatan yang tersedia kurang memadai
dalam usaha mencapai target prestasi.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
14

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


4.5. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh tidak adanya atau
kekurangan peralatan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi.
4.6.

Semua biaya pengadaan dan pemeliharaan peralatan tersebut


menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi dan dianggap
sudah termasuk dalam harga kontrak.

4.7.

Jaminan Kualitas
a. Penyedia Jasa Konstruksi menjamin pada Pemberi Tugas dan
Konsultan Pengawas, bahwa semua bahan dan perlengkapan
untuk pekerjaan adalah sama sekali baru, kecuali ditentukan
lain, serta Penyedia Jasa Konstruksi menyetujui bahwa semua
pekerjaan dilaksanakan dengan baik, bebas dari cacat teknis
dan estetis serta sesuai dengan Dokumen Kontrak.
b. Apabila

diminta,

Penyedia

Jasa

Konstruksi

sanggup

memberikan bukti-bukti mengenai hal-hal tersebut pada butir a.


c.

Semua pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab Penyedia


Jasa Konstruksi sepenuhnya, sampai mendapat persetujuan
dari Konsultan Pengawas.

4.8.

Nama Pabrik/Merk yang Ditentukan


a. Apabila pada Spesifikasi Teknis ini disebutkan beberapa nama
pabrik/merk dari satu jenis bahan/komponen, maka Penyedia
Jasa Konstruksi menawarkan dan memasang sesuai dengan
urutan nama merek yang telah disebutkan. Tidak ada alasan
bagi Penyedia Jasa Konstruksi pada waktu pemasangan
menyatakan barang tersebut sudah tidak terdapat lagi
dipasaran ataupun sukar didapat di pasaran, kecuali Penyedia
Jasa

Konstruksi

dapat

menyertakan

bukti

tertulis

dari

pabrik/merk bahan/komponen mengenai hal tersebut.


b. Untuk barang-barang yang harus diimpor, setelah ditunjuk
sebagai pemenang, Penyedia Jasa Konstruksi harus sesegera
mungkin memesan pada agen/distributornya di Indonesia.

c. Apabila Penyedia Jasa Konstruksi telah berusaha untuk


memesan namun pada saat pemesanan bahan/merk tersebut
tidak/sukar

diperoleh,

distributor/supplier,

yang

maka

dibuktikan
Penyedia

oleh
Jasa

surat

dari

Konstruksi

mengajukan alternatif merek lain dengan spesifikasi minimum


yang sama ke Konsultan Pengawas untuk diberi persetujuan.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
15

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Setelah 1 (satu) bulan penunjukkan pemenang, Penyedia Jasa
Konstruksi harus memberikan kepada Pemberi Tugas fotokopi
dari pemesanan material yang diimpor pada agen/distributor
resmi, yang menyatakan bahwa material-material tersebut
telah dipesan (import order) yang dilampiri jadwal kedatangan
di lokasi proyek (on the site).

5.

PELAKSANAAN

5.1.

Rencana Pelaksanaan
a. Dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak ditandatanganinya Surat
Perintah Kerja (SPK) oleh kedua belah pihak, Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas
sebuah Network Planning dan Time Schedule mengenai
seluruh kegiatan yang akan dilakukan serta kaitan/hubungan
antara seluruh kegiatan-kegiatan tesebut.
b. Kegiatan Penyedia Jasa Konstruksi untuk/selama masa
pengadaan/pembelian serta waktu pengiriman/pengangkutan
dari:
1) Bahan,

elemen,

komponen

dari

pekerjaan

maupun

pekerjaan persiapan/pembantu.
2) Peralatan dan perlengkapan untuk pekerjaan
c.

Kegiatan kegiatan Penyedia Jasa Konstruksi untuk/selama


waktu fabrikasi, pemasangan dan pembangunan.

d. Pembuatan gambar-gambar kerja.


e. Permintaaan persetujuan material atau bahan serta gambar
kerja maupun rencana kerja.
f.

Harga borongan dari masing masing kegiatan tersebut.

g. Jadwal untuk seluruh kegiatan tersebut.


h. Konsultan Pengawas akan memeriksa rencana kerja Penyedia
Jasa Konstruksi dan memberikan tanggapan dalam waktu 1
(satu) minggu.
i.

Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

memasukkan

perbaikan/penyempurnaan

atau

rencana

Konsultan

dan

meminta

Pengawas

kerja

kembali
kepada

diadakannya

perbaikan/penyempurnaan atau rencana kerja tadi paling


lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya pelaksanaan.
j.

Penyedia Jasa Konstruksi tidak dibenarkan memulai suatu


pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari
Konsultan Pengawas atas rencana kerja ini.

k.

Jadwal Pelaksanaan
Dalam waktu paling lambat 2 (dua) minggu setelah Penyedia

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
16

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Jasa Konstruksi dinyatakan sebagai pemenang lelang, atau
dengan lain cara ditunjuk oleh Pemberi Tugas sebagai
pelaksana pembangunan, Penyedia Jasa Konstruksi harus
segera membuat :
1) Site development statement and traffic management
layout.
2) Jadwal Waktu (Time Schedule) pelaksanaan secara rinci
yang digambarkan secara Diagram Balok (Bar Chart) dan
S-Curve.
3) Jadwal Pengadaan Tenaga Kerja.
4) Jadwal Pengadaan Bahan/Material Bangunan.
5) Jadwal Pengadaan Alat.
Bagan/diagram tersebut di atas harus mendapat persetujuan
dari Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas sebagai
dasar/pedoman

Penyedia

Jasa

Konstruksi

dalam

melaksanakan pekerjaanya dan Penyedia Jasa Konstruksi


wajib mematuhi dan menepatinya.
5.2. Gambar-gambar Kerja (Shop Drawings)
Yang dimaksud dengan Gambar Kerja adalah gambar yang dibuat
Penyedia Jasa Konstruksi (termasuk gambar perubahan) yang
sudah disyahkan oleh Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana
dan Tim Teknis:
-

Pekerjaan belum dapat dimulai sebelum gambar kerja


mendapat persetujuan.

Persetujuan

terhadap

Gambar

Kerja

bukan

berarti

menghilangkan tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi


terhadap pelaksanaan pekerjaan. Keterlambatan atas proses
pembuatan Shop Drawings ini tidak berarti Penyedia Jasa
Konstruksi mendapat perpanjangan waktu pelaksanaan.
-

Shop Drawing tersebut harus dibuat rangkap 3 (tiga) berikut


aslinya dan semua biaya menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa Konstruksi.

a. Perubahan Gambar Kerja hanya dapat dilakukan atas dasar


perintah

tertulis

Pemberi

Tugas

berdasar

pertimbangan

Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana dan Tim Teknis


dengan ketentuan sebagai berikut:
- Perubahan rancangan ini harus digambar oleh Penyedia
Jasa Konstruksi sesuai dengan yang diperintahkan Pemberi
Tugas dengan memperlihatkan perbedaan antara gambar
pelaksanaan dan gambar perubahan rencananya.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
17

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


- Gambar Perubahan dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi
atas

pengarahan

Konsultan

Perencana,

kemudian

dilampirkan dalam Berita Acara Perubahan Pekerjaan yang


dibuat oleh Konsultan Pengawas.
b. Gambar Sesuai Terlaksana (As Built Drawing), harus dibuat oleh
Penyedia Jasa Konstruksi bersama-sama dengan Konsultan
Pengawas dengan ketentuan sebagai berikut:

- Gambar Sesuai Terlaksana dibuat dan diserahkan pada


akhir pekerjaan harus sesuai dengan hasil pekerjaan
terpasang.

- Gambar Sesuai Terlaksana harus disetujui oleh Konsultan


Pengawas , dan diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut
hard copy-nya dengan biaya keseluruhan ditanggung oleh
Penyedia Jasa Konstruksi.
c. Untuk bagian-bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan
(Construction Drawings) belum cukup memberikan petunjuk
mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana, Penyedia
Jasa Konstruksi wajib untuk mempersiapkan gambar kerja yang
secara terperinci akan memperlihatkan cara pelaksanaan
tersebut.
d. Format dari Gambar Kerja harus sesuai dengan petunjuk yang
diberikan oleh Konsultan Pengawas.
e. Pengajuan Gambar Kerja tersebut paling lambat 14 (empat
belas) hari sebelum pemesanan bahan atau Pelaksanaan
pekerjaan dimulai.
5.3.

Ijin Pelaksanaan
Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan untuk mengajukan ijin
pelaksanaan

secara

tertulis

kepada

Konsultan

Pengawas

selambatnya 1 (satu) hari sebelum pekerjaan yang akan dikerjakan


dimulai dengan dilampiri gambar kerja yang sudah disetujui dan
dijadikan sebagai gambar As Built Drawing. Ijin pelaksanaan yang
disetujui oleh Konsultan Pengawas sebagai pegangan Penyedia
Jasa Konstruksi untuk melaksanakan pekerjaan pada bagian
tersebut.
5.4. Contoh Pekejaan (Mock Up)
Bila contoh pekerjaan (Mock Up) dikehendaki oleh Konsultan
Pengawas dan atau Tim Teknis maka Penyedia Jasa Konstruksi
wajib menyediakannya sebelum pekerjaan dimulai.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
18

5.5.

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Rencana Mingguan dan Bulanan
a. Selambat lambatnya pada setiap harisabtu dalam masa dimana
pelaksanaan pekerjaan berlangsung, Penyedia Jasa Konstruksi
wajib untuk menyerahkan kepada Konsultan Pengawas suatu
rencana mingguan yang berisi rencana pelaksanaan bahan, alat
dan tenaga dari berbagai bagian pekerjaan yang akan
dilaksanakan dalam minggu berikutnya.
b. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari tiap bulan,
Penyedia

Jasa

Konsultan

Konstruksi

Pengawas

wajib

suatu

menyerahkan

rencana

bulanan

kepada
yang

menggambarkan dalam garis besarnya, berbagai rencana


pelaksanaan dari berbagai bagian pekerjaan yang direncanakan
untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya.
c. Untuk memulai suatu bagian pekerjaan yang baru, Penyedia
Jasa Konstruksi diwajibkan untuk memberitahu Konsultan
Pengawas mengenai hal tersebut paling sedikit 2 x 24 jam
sebelumnya.
5.6.

Kualitas Pekerjaan
Pekerjaan harus dikerjakan dengan kualitas pengerjaan yang
terbaik untuk semua jenis pekerjaan.

5.7.

Pengujian Hasil Pekerjaan


a. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka semua
pekerjaan yang diuji dengan cara dan tolok ukur pengujian
yang dipersyaratkan dalam referensi yang ditetapkan dalam
Persyaratan Teknis Umum ini.
b. Kecuali

dipersyaratkan

lain

secara

khusus,

maka

Badan/Lembaga yang akan melakukan pengujian dipilih atas


persetujuan Konsultan Pengawas dari Lembaga/Badan Penguji
milik Pemerintah atau yang diakui Pemerintah atau Badan lain
yang oleh Konsultan Pengawas dianggap memiliki obyektifitas
dan Integritas yang meyakinkan.
c.

Semua

biaya

pengujian

dalam

jumlah

seperti

yang

dipersyaratkan menjadi beban Penyedia Jasa Konstruksi, yang


tidak

bertentangan

dengan

peraturan-peraturan

yang

digunakan.
d. Dalam hal dimana Penyedia Jasa Konstruksi tidak dapat
menyetujui hasil pengujian dari bahan penguji yang ditunjuk
oleh

Tim

Teknis,

Penyedia

Jasa

Konstruksi

berhak

mengadakan pengujian tambahan pada lembaga/Badan lain


Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
19

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


yang memenuhi persyaratan Badan Penguji seperti tersebut di
atas dan seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Penyedia
Jasa Konstruksi.
e. Apabila ternyata bahwa kedua hasil pengujian dari kedua
Badan tersebut memberikan kesimpulan yang berbeda, maka
dapat dipilih untuk:
1) Memilih Badan/Lembaga Penguji ketiga atau kesepakatan
bersama.
2) Melakukan pengujian ulang pada bahan/lembaga Penguji
pertama atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagai
berikut:
a) Pelaksanaan pengujian ulang harus disaksikan oleh
Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa Konstruksi
maupun wakil-wakilnya.
b) Pada pengujian ulang
penerapan

dari

alat

harus

penguji

dikonfirmasikan

kepada

Konsultan

Pengawas dan Penyedia Jasa Konstruksi.


c) Hasil dari pengujian ulang harus dianggap final, kecuali
bilamana kedua belah pihak tidak sepakat untuk
menganggapnya demikian.
d) Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan
kesimpulan dari hasil pengujian yang pertama, maka
semua akibat langsung maupun tidak langsung dari
adanya

semua

pengulangan

pengujian

menjadi

tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.


e) Apabila hasil pengujian ulang menunjukan ketidak
tepatan kesimpulan dari hasil pengujian yang kedua,
maka:
- 2 (dua) dari 3 (tiga) penguji yang bersangkutan,
atas
f)

pilihan

Penyedia

Jasa

Konstruksi

akan

diperlakukan sebagai pekerjaan tambah.


Atas segala penundaan pekerjaan akibat adanya
penambahan/pengulangan pengujian akan diberikan
tambahan waktu pelaksanaan pada bagian pekerjaan
bersangkutan dan bagian bagian lain yang terkena
akibatnya, penambahan mana besarnya adalah sesuai
dengan penundaan yang terjadi.

5.8.

Penutupan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan


a. Sebelum menutup suatu bagian pekerjaan dangan bagian
pekerjaan

yang

lain,

yang

secara

visual

menghalangi

Konsultan Pengawas untuk memeriksa bagian pekerjaan yang


terdahulu, Penyedia Jasa Konstruksi wajib melaporkan secara
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
20

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


tertulis kepada Konsultan Pengawas mengenai rencananya
untuk melaksanakan bagian pekerjaan yang akan menutupi
bagian

pekerjaan

tersebut,

sedemikian

rupa

sehingga

Konsultan Pengawas berkesempatan secara wajar melakukan


pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat
disetujui kelanjutan pengerjaannya.
b. Kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi untuk menyampaikan
laporan di atas, memberikan hak kepada Konsultan Pengawas
untuk dibelakang hari menuntut pembongkaran yang menutupi
tersebut, guna memeriksa hasil pekerjaan yang terdahulu yang
akibatnya

sepenuhnya

ditanggung

oleh

Penyedia

Jasa

Konstruksi.
c.

Dalam

hal

laporan

Pengawas, apabila

telah

disampaikan

pada

Konsultan

Konsultan Pengawas tidak mengambil

langkah-langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan yang


dimaksudkan di atas, maka setelah lewat 2 (dua) hari sejak
laporan disampaikan, Penyedia Jasa Konstruksi berhak
melanjutkan pelaksanaan pekerjaan dan menganggap bahwa
Konsultan Pengawas telah menyetujui bagian pekerjaan yang
ditutup tersebut.
d. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas atas
suatu pekerjaan tidak melepaskan Penyedia Jasa Konstruksi
dari kewajiban nya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan Surat Perjanjian Penyedia Jasa Konstruksi (SPP).
e. Walaupun telah diperiksa dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas,

Penyedia

Jasa

Konstruksi

masih

dapat

diperintahkan oleh PPK untuk membongkar bagian pekerjaan


yang menutupi bagian pekerjaan lain guna pemeriksaan
bagian pekerjaan yang ditutupi.
5.9.

Kebersihan dan Keamanan


Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab untuk menjaga agar
area kerja senantiasa berada dalam keadaan rapi dan bersih.
Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas keamanan
diarea kerja, termasuk apabila diperlukan tenaga, peralatan, atau
tanda-tanda khusus.

6.

PENYELESAIAN 6.1.

Dokumen Terlaksana (As Built Documents)

DAN

a. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan Penyedia Jasa

PENYERAHAN

Konstruksi wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri


dari:

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
21

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


1) Gambar-gambar terlaksana (As Built Drawing)
2) Persyaratan teknis terlaksana dari pekerjaan, sebagaimana
yang telah dilaksanakan.
b. Dikecualikan dari kewajiban di atas adalah Penyedia Jasa
Konstruksi untuk pekerjaan:
1) Pekerjaan Persiapan.
2) Supply bahan, perlengkapan/peralatan kerja.
c. Dokumen terlaksana bisa diukur dari:
1)
2)
3)
4)

Dokumen pelaksanaan.
Gambar-gambar perubahan.
Perubahan persyaratan teknis.
Brosur teknis yang diberi tanda pengenal khusus berupa cap
sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.

d. Dokumen terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh


Konsultan Pengawas.
e. Khusus untuk pekerjaan kunci, sarana komunikasi bersaluran
banyak, utilitas dan pekerjaan-pekerjaan lain dengan sistem
jaringan bersaluran banyak secara operasional membutuhkan
identifikasi yang bersifat lokatif, dokumen terlaksana ini harus
dilengkapi

dengan

daftar

pesawat/instalasi/peralatan/

perlengkapan yang mengidentifikasi lokasi dari masing-masing


barang tersebut.
f. Kecuali dengan ijin khusus dari Konsultan Pengawas dan
Pemberi Tugas, Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat
dokumen terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi
Tugas.

Penyedia

Jasa

Konstruksi

tidak

dibenarkan

membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari dokumen


terlaksana tanpa ijin khusus tersebut.
6.2.

Penyerahan.
Pada waktu penyerahan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi
wajib menyerahkan kepada Pemberi Tugas:
a. 3 (tiga) dokumen terlaksana (As Built Documents).
b. Dokumen-dokumen resmi (seperti surat ijin, tanda pembayaran
cukai, surat fiskal pajak, dan lain-lain).
c. Bahan finishing cat minimal 3 (tiga) kaleng, masing-masing 2
(dua) kg (untuk semua jenis cat).
d. Segala macam surat jaminan berupa Guarantee/Warranty
sesuai yang dipersyaratkan.
e. Surat pernyataan pelunasan

sesuai

petunjuk

Konsultan

Pengawas.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
22

7.

KEAMANAN

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


7.1. Untuk keamanan Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan melakukan

DAN

penjagaan, tidak hanya terhadap pekerjaannya, tetapi juga

KESELAMATAN

bertanggung

KERJA

bangunan, jalan-jalan, pagar, pohon-pohon dan taman-taman yang

jawab

atas

keamanan,

kebersihan

bangunan-

telah ada.
7.2. Penyedia Jasa Konstruksi berkewajiban menyelamatkan bangunan
yang telah ada, apabila kerusakan terjadi pada bangunan yang
telah ada akibat pekerjaan ini, maka Penyedia Jasa Konstruksi
berkewajiban

untuk

memperbaiki/membetulkan

sebagaimana

mestinya.
7.3. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan penerangan yang
cukup di lapangan, terutama pada waktu lembur, jika Penyedia
Jasa Konstruksi menggunakan aliran listrik dari bangunan/komplek,
diwajibkan bagi Penyedia Jasa Konstruksi untuk memasang meter
sendiri untuk menetapkan sewa listrik yang dipakai.
7.4. Penyedia Jasa Konstruksi harus berusaha menanggulangi kotorankotoran debu agar tidak mengganggu kebersihan dan keindahan
bangunan-bangunan yang sudah ada.
7.5. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan rambu-rambu
proyek untuk menjamin keselamatan kerja dalam masa Konstruksi,
rambu-rambu tersebut dibuat dari bahan yang kuat sehingga
bertahan sampai dengan berakhirnya masa konstruksi. Biaya dari
rambu-rambu tersebut termasuk dalam penawaran.
7.6. Segala operasi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
untuk

Pembangunan

pekerjaan

sementara

sesuai

dengan

ketentuan kontrak harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga


tidak menimbulkan gangguan terhadap ketentraman penduduk
atau jalan-jalan yang harus digunakan baik jalan perorangan atau
umum, milik pemberi tugas atau milik pihak lain. Penyedia Jasa
Konstruksi harus membebaskan Pemberi Tugas dari segala
tuntutan ganti rugi sehubungan dengan hal tersebut di atas.
7.7. Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

bertanggung

jawab

atas

kerusakan-kerusakan yang berada di sekitar lokasi proyek dan


pada jalan raya atau jembatan yang menghubungkan proyek
sebagai akibat dari lalu lintas peralatan maupun kendaraan yang
dipergunakan untuk mengangkut bahan bahan/material guna
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
23

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


keperluan proyek.
7.8. Apabila

Penyedia

Jasa

Konstruksi

memindahkan

alat-alat

pelaksanaan, mesin-mesin berat atau unit-unit alat berat lainnya


dari bagian pekerjaan, melalui jalan raya atau jembatan yang
mungkin

akan

mengakibatkan

kerusakan

dan

seandainya

Penyedia Jasa Konstruksi akan membuat perkuatan-perkuatan di


atasnya, maka hal tersebut harus diberitahukan terlebih dahulu
kepada Pemberi Tugas dan Instansi yang berwenang. Biaya untuk
perkuatan tersebut menjadi tanggungan Penyedia Jasa Konstruksi.
8.

URAIAN
PEKERJAAN

8.1. Uraian Pekerjaaan


Pekerjaan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1.

PEKERJAAN PERSIAPAN

2.

PEKERJAAN STRUKTUR
a.
b.
c.
d.

3.

PEKERJAAN ARSITEKTUR
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

4.

PEKERJAAN PANEL
PEKERJAAN PENARIKAN KABEL
PEKERJAAN INSTALASI LAMPU & KOTAK KONTAK
PEKERJAAN TELEPON
PEKERJAAN LAN
PEKERJAAN CCTV
PAKERJAAN TATA SUARA
PEKERJAAN SAMBUNG DAYA

PEKERJAAN MEKANIKAL
a.
b.
c.
d.
e.

6.

PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN


PEKERJAAN BETON PRAKTIS
PEKERJAAN PASANGAN & PLESTERAN
PEKERJAAN FINISHING LANTAI DAN DINDING
PEKERJAAN PINTU JENDELA
PEKERJAAN PARTISI
PEKERJAAN PLAFOND
PEKERJAAN PENGECATAN
PEKERJAAN FINISHING EKSTERIOR
PEKERJAAN RAILLING

PEKERJAAN ELEKTRIKAL
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

5.

PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN


PEKERJAAN ANTI RAYAP
PEKERJAAN BETON
PEKERJAAN ATAP

PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH


PEKERJAAN INSTALASI AIR BEKAS DAN AIR KOTOR
PEKERJAAN PERALATAN SANITER
PEKERJAAN SALURAN KELILING
PEKERJAAN TATA UDARA

PEKERJAAN LANSEKAP
a.
b.
c.
d.

PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN


PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
PEKERJAAN BETON
PEKERJAAN PINTU GERBANG

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
24

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


e. PEKERJAAN HARDSCAPE
f. PEKERJAAN SOFTSCAPE

9.

PEKERJAAN
PERSIAPAN

9.1. Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan ini meliputi:

Papan nama proyek


Rambu-rambu proyek
Pagar sementara dari seng gelombang tinggi 2 meter (sewa)
Uitzet & Bowplank gedung
Direksi keet/kantor sementara (sewa) ukuran 10.8 x 4.8 m
Gudang bahan (sewa) ukuran 4.2 x 4.8 m
Pembersihan Lokasi

Administrasi dan dokumentasi

9.2. Pelaksanaan Pekerjaan


Dalam melaksanakan pekerjaan persiapan hal-hal yang harus
diperhatikan oleh Penyedia Jasa Konstruksi adalah sebagai
berikut:
Sebelum

melaksanakan persiapan Penyedia Jasa Konstruksi

harus berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas, mengenai:


a. Papan nama proyek
Papan nama proyek memuat segala informasi proyek dari mulai
judul pekerjaan, nilai kontrak, nama perusahaan baik Konsultan
Perencana,

Konsultan

Pengawas,

dan

Penyedia

Jasa

Konstruksi, serta hal-hal lainnya yang dianggap perlu. Dan


untuk tulisan informasi tersebut harus jelas dapat terbaca,
diprint out door dengan ukuran minimal 100 x 60 cm. Bahanbahan lainnya yang diperlukan diantaranya: kayu, multiplek,
serta dudukan tiang papan nama. Ukuran papan nama proyek
minimal 100 x 60 cm menggunakan multiplek tebal 9 mm dan
diberi rangka papan nama menggunakan kayu usuk ukuran 5/7
cm menggunakan kayu bengkirai mutu B.
b. Air dan listrik kerja
Air dan listrik kerja selama pelaksanaan pekerjaan jika
menggunakan milik pemberi pekerjaan maka harus dengan
seijin

pemberi

pekerjaan,

Penyedia

Jasa

Konstruksi

menyediakan perlengkapan untuk penyambungan instalasi air


maupun listrik.
c. Pagar pengaman proyek
Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan membuat pagar halaman
di sekeliling site untuk menjaga keamanan dan ketenangan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
25

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


kegiatan pelaksanaan.
1) Pagar dari seng gelombang dengan tebal 3 mm dipasang
tegak setinggi kira-kira 180 cm dicat dengan warna
ditentukan kemudian.
2) Rangka kayu sekualitas kayu mutu B, dengan penguat
mendatar 3 baris (atas, tengah dan bawah) dan penguat
tegak jarak maksimum 250 cm.
d. Uji Material
Beberapa yang harus dilakukan uji material:
1) Pengujian Beton
2) Pengujian Besi
3) Pengujian Baja
4) Pengujian Beban dan Ketahanan pada Elektrikal
e. Fasilitas-Fasilitas Lapangan
1) Listrik penerangan dan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan
serta air kerjamenggunakan milik pemberi pekerjaan, seijin
pemberi

pekerjaan,

untuk

biaya

pemakaian

dengan

sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa


Konstruksi.
2) Kamar mandi dan WC untuk para pekerja lapangan.
3) Air minum atau air bersih yang dapat diminum, untuk
kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dan semua petugaspetugas yang ada di Proyek.
4) Alat-alat pemadam kebakaran ringan.
5) Alat-alat PPPK.
6) Direksi keet dan gudang
a) Penyedia

Jasa

Konstruksi

diwajibkan

membuat

bangunan sementara guna kepentingan Penyedia Jasa


Konstruksi sendiri (sebagai kantor Proyek lengkap
dengan perabotnya, dan los/barak Pekerja), yang
lokasinya akan ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas.
b) Bentuk dan ukuran Kantor Proyek, Gudang dan Los
Pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhannya, dilengkapi
ruang toilet dan tidak mengabaikan keamanan dan
kebersihan dan bahaya kebakaran, serta memperhatikan
lokasi yang

tersedia

sehingga

tidak

mengganggu

kelancaran.
c) Selesai proyek, seluruh bangunan sementara (bangunan
saja) menjadi milik Penyedia Jasa Konstruksi, dan
Penyedia Jasa Konstruksi wajib membongkar serta
memindahkan bongkaran bangunan sementara tersebut
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
26

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


setelah mendapat instruksi dari Konsultan Pengawas.
d) Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan merawat peralatan
seperti Pompa dan lain sebagainya milik Owner/User
(bila ada) serta menanggung biaya perawatan peralatan
selama berlangsungnya pekerjaan.
e) Penyedia Jasa Konstruksi wajib membuat gudang
sementara tempat penimbunan material seperti pasir,
koral, besi beton dan lain-lain. Material harus terlindung
dengan baik. Gudang dilengkapi dengan pintu serta
kunci secukupnya. Gudang semen, lantainya dibuat
bebas dari kelembaban udara minimal 30 cm di atas
permukaan lantai plesteran. Gudang dibongkar setelah
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
f) Penyedia

Jasa

Konstruksi

diwajibkan

untuk

menempatkan barang-barang dan material pelaksanaan


baik diluar (terbuka) ataupun didalam gudang sesuai
dengan sifat-sifat barang dan material tersebut dengan
persetujuan

Konsultan

Pengawas,

sehingga

akan

menjamin keamanannya dan terhindar dari kerusakankerusakan yang diakibatkan oleh cara penyimpanan
yang salah.
g) Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan
untuk

kebutuhan

langsung

pada

pekerjaan

yang

bersangkutan tidak diperkenankan untuk disimpan di


dalam site.
7) Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

memperbaiki

jalan

eksisting atau lingkungan yang rusak akibat aktifitas


kontruksi pekerjaan bangunan.
8) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

memperhatikan

keselamatan saat berlangsungnya pekerjaan, diantaranya


menyediakan:
a) Pemasangan
rambu

rambu-rambu

informasi,

rambu

K3

(rambu

anjuran,

peringatan,

rambu

khusus

pemadaman api, dan rambu larangan)


b) APD (Alat Pelindung Diri), seperti:
1. Helm pelindung (standar ANSI Z89.1-1986)
2. Pelindung mata (standar ANSI Z87.1-2003)
3. Pelindung telinga
-

Tutup telinga (standar EN352-1 Ear Muffs)


digunakan untuk tingkat kebisingan > 85 dB

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
27

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Sumbat telinga (standar ANSI S12.6-1997 Ear
Plugs)

c) Masker Pernafasan
d) Rompi
e) Sabuk Pengaman dan harness (standar EN361)
f) Sarung Tangan (SNI 06-0652-2005)
g) Sepatu (SNI 12-1848-2006)
10. PEKERJAAN
STRUKTUR

10.1. Pekerjaan Galian dan Urugan


1. Lingkup Pekerjaan
a. Galian footplat + balok.
b. Galian footplat.
c. Urug pasir bawah pondasi footplat + balok.
d. Urug pasir bawah pondasi footplat.
e. Urug tanah kembali bekas galian footplat + balok
dipadatkan.
f. Urug tanah kembali bekas galian footplat dipadatkan.
g. Pekerjaan dewatering pengoperasian pompa diesel per
hari selama 24 jam.
h. Menyediakan peralatan

dan

perlengkapan

yang

memadai, bahan-bahan, tenaga kerja yang cukup untuk


i.

menyelesaikan semua pekerjaan.


Penggalian, pengurugan kembali dan pemadatan semua
pekerjaan yang membutuhkan galian dan atau urugan

j.

kembali.
Membuang semua

bahan-bahan galian

yang

tidak

memenuhi persyaratan ke suatu tempat pembuangan


k.

yang telah ditentukan.


Penggalian dan pengangkutan bahan timbunan dari

l.

suatu tempat galian.


Melengkapi
pekerjaan

seperti

ditentukan

dalam

Spesifikasi Teknis ini.


2. Standar/Rujukan
-

American

Association

of

State

Highway

and

Transportation Officials (AASHTO)


-

American Society for Testing and Materials (ASTM)

Semua peraturan dan standar lokal yang berlaku.

3. Prosedur Umum
-

Penggalian
1) Lebar galian harus dibuat cukup lebar sesuai dengan
gambar kerja untuk memberikan ruang gerak dalam
melaksanakan pekerjaan.
2) Setiap kali pekerjaan galian selesai, Penyedia Jasa
Konstruksi wajib melaporkannya kepada Konsultan
Pengawas untuk diperiksa sebelum melaksanakan

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
28

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


pekerjaan selanjutnya.
3) Semua lapisan keras atau permukaan keras lainnya
yang digali harus bebas dari bahan lepas, bersih dan
dipotong

mendatar

atau miring

sesuai

petunjuk

Konsultan Pengawas sebelum menempatkan bahan


urugan.
4) Bila bahan yang tidak sesuai terlihat pada elevasi
penggalian rencana, Penyedia Jasa Konstruksi harus
melakukan penggalian tambahan sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas, sampai kedalaman

dimana

daya dukung yang sesuai tercapai.


5) Untuk lapisan lunak, permukaan akhir galian tidak
boleh diselesaikan sebelum pekerjaan berikutnya siap
dilaksanakan, sehingga air hujan atau air permukaan
lainnya tidak merusak permukaan galian.
Untuk menggali tanah lunak, Penyedia Jasa Konstruksi
harus memasang dinding penahan tanah sementara
untuk mencegah longsornya tanah ke dalam lubang
galian.
Penyedia Jasa Konstruksi harus melindungi galian dari
genangan air atau air hujan dengan menyediakan
saluran pengeringan sementara atau pompa.
6) Galian di bawah elevasi rencana karena kesalahan dan
kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi harus diperbaiki
sesuai petunjuk Konsultan Pengawas tanpa tambahan
biaya dari owner/user.
Diasumsikan bahwa penggalian pada lokasi kerja
dapat dilakukan dengan peralatan standar seperti
mini backhoe.
Bila ditemukan batu-batuan, Penyedia Jasa Konstruksi
harus

memberitahukannya

kepada

Konsultan

Pengawas yang akan mengambil keputusan, sebelum


penggalian dilanjutkan. Sesudah setiap pekerjaan
penggalian selesai, Penyedia Jasa Konstruksi harus
memberitahu Konsultan Pengawas, dan pekerjaan
dapat dilanjutkan kembali setelah Konsultan Pengawas
menyetujui kedalaman penggalian dan sifat lapisan
tanah pada dasar penggalian tersebut.
-

Urugan dan Timbunan


1) Pekerjaan

urugan

atau

timbunan

hanya

dapat

dimulai bila bahan urugan dan lokasi pengerjaan


Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
29

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


urugan/timbunan telah disetujui Konsultan Pengawas.
2) Penyedia Jasa Konstruksi tidak diijinkan melanjutkan
pekerjaan pengurugan sebelum pekerjaan terdahulu
disetujui Konsultan Pengawas.
3) Bahan galian yang sesuai untuk bahan urugan dan
timbunan

dapat

disimpan

oleh

Penyedia

Jasa

Konstruksi di tempat penumpukan pada lokasi yang


memudahkan

pengangkutan

selama

pekerjaan

pengurugan dan penimbunan berlangsung.

Lokasi

penumpukan harus disetujui Konsultan Pengawas.


4) Pengurugan pekerjaan beton hanya dapat dilakukan
ketika umur beton minimal 14 hari, dan ketika
pekerjaan pasangan berumur minimal 7 hari, atau
setelah

mendapat

persetujuan

dari

Konsultan

Pengawas.
-

Pemadatan
1) Penyedia

Jasa

peralatan

Konstruksi

pemadatan

harus

yang

menyediakan

memadai

untuk

memadatkan urugan maupun daerah galian. Untuk


pemadatan tanah kohesif digunakan stamper untuk
memadatkan bahan urugan berbutir.

Pemadatan

dengan menyiram dan menyemprot tidak diijinkan.


2) Bila tingkat pemadatan tidak memenuhi, perbaikan
harus dilakukan sampai tercapai nilai pemadatan
yang disyaratkan.
3) Bahan

yang ditempatkan

tidak dipadatkan
dan

harus

di atas lapisan

dengan

dipadatkan

baik harus
kembali

yang

disingkirkan

sesuai petunjuk

Konsultan Pengawas.
4. Spesifikasi Bahan
-

Pasir urug, sirtu, dan tanah urug. Khusus untuk tanah urug
tidak menggunakan tanah lempung.

Bahan

urugan

gumpalan
mengganggu
mm

dan

harus

besar,

bebas

kayu,

dari

bahan

bahan-bahan

organik,

lain

yang

dan butiran batu lebih besar dari 100


memiliki

gradasi

sedemikian

rupa

agar

pemadatan berjalan lancar.


-

Bila menurut pendapat Konsultan Pengawas, suatu bahan


tidak dapat diperoleh, penggunaan batu-batuan atau kerikil
yang dicampur dengan tanah dapat diijinkan, dalam hal ini,

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
30

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


bahan yang lebih besar dari 150 mm dan lebih kecil dari
50 mm tidak diijinkan digunakan, dan persentase pasir
harus

berjumlah

cukup

untuk

mengisi

celah

dan

membentuk kepadatan tanah yang seragam dengan nilai


kepadatan yang sesuai.
-

Semua

bahan

galian

kecuali

tanah

tidak

dijinkan

digunakan sebagai bahan urugan kecuali disetujui oleh


Konsultan Pengawas.
-

Bahan urugan yang disimpan di dekat tempat kerja untuk


waktu lebih dari 12 jam harus dilindungi dengan lembaran
plastik agar tidak terjadi penyimpangan pada bahan urugan
yang telah disetujui tersebut.

Setiap

lapisan

bahan

urugan,

bila

kering,

harus

dibasahi merata sampai tercapai kadar air tertentu untuk


mendapatkan kepadatan yang disyaratkan.
-

Sisa-sisa galian dari lokasi area kerja harus dikeluarkan


oleh Penyedia Jasa Konstruksi, dengan biaya dan
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.

5. Pelaksanaan Pekerjaan
- Galian
1) Pekerjaan galian dapat dianggap selesai bila dasar galian
telah mencapai

elevasi yang ditentukan

atau telah

disetujui Konsultan Pengawas.


2) Semua

bahan

galian

harus

dikumpulkan

dan atau

ditumpuk pada tempat tertentu sesuai petunjuk Konsultan


Pengawas. Bila disetujui Konsultan Pengawas, bahan
galian tersebut dapat digunakan untuk bahan urugan atau
dibuang dari lokasi proyek.
3) Bila terjadi kelebihan penggalian di luar garis batas dan
elevasi

yang

ditentukan

atau

petunjuk

Konsultan

Pengawas, yang disebabkan karena kesalahan Penyedia


Jasa Konstruksi, kelebihan penggalian

tersebut tidak

dapat dibayar dan Penyedia Jasa Konstruksi

harus

memperbaiki daerah tersebut atas biaya Penyedia Jasa


Konstruksi.
4) Penggalian harus dilakukan dengan cara sedemikian rupa
agar

tidak

pekerjaan

merusak

patok-patok

pengukuran

atau

lain yang telah selesai. Semua kerusakan

yang disebabkan karena pekerjaan penggalian menjadi


tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi dan harus
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
31

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


diperbaiki oleh Penyedia Jasa Konstruksi tanpa biaya
tambahan atau waktu.
5) Penyedia Jasa Konstruksi harus menyingkirkan setiap
batuan yang ditemukan pada daerah elevasi akhir pada
kedalaman minimal 150 mm di bawah elevasi akhir
rencana. Batuan dapat berupa batu atau serpihan keras
dalam batuan dasar asli, dan batu besar dengan volume
lebih dari 0.5 cm3 atau berukuran lebih besar dari 100
cm, yang harus disingkirkan dengan alat khusus dan atau
diledakkan.
-

Urugan
1) Penempatan Bahan Urugan
a) Bahan urugan tidak boleh dihampar atau dipadatkan
pada waktu hujan.
b) Bahan urugan di dalam atau di luar lokasi timbunan
harus ditempatkan lapis demi lapis dengan ketebalan
maksimal

200 mm

(keadaan

lepas) dan harus

dipadatkan dengan baik.


c) Untuk timbunan di luar lokasi timbunan, urugan harus
dipadatkan

sampai

kepadatan

yang

sebanding

dengan daerah sekitarnya.


d) Untuk timbunan di dalam lokasi timbunan, urugan
harus

dipadatkan

sesuai

nilai

kepadatan

yang

ditentukan.
e) Kecuali ditentukan
tangan

syarat khusus,

alat pemadat

tidak diijinkan sebagai pengganti alat

pemadat mekanis.
f)

Penyedia Jasa Konstruksi tidak boleh menempatkan


lapisan baru

bahan urugan

sebelum pemadatan

lapisan terdahulu disetujui Konsultan Pengawas.


g) Pengurugan tidak boleh dikerjakan tanpa persetujuan
dari Konsultan Pengawas.

Pemadatan
1) Umum
a) Jika diperlukan, setiap lapisan sebelum dipadatkan
harus

memiliki

kadar

air yang sesuai

dengan

ketentuan agar dihasilkan pemadatan dengan nilai


Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
32

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


kepadatan yang sesuai. Bahan harus memiliki kadar
air yang seragam pada seluruh lapisan bahan yang
akan dipadatkan.
Setiap lapisan harus dipadatkan dengan merata
menggunakan stamper atau alat pemadatan lain yang
disetujui.
b) Penggilasan
memanjang

harus

dilakukan

sepanjang

pada

arah

timbunan dan biasanya

dimulai dari sisi terluar dan menuju ke arah tengah


dengan cara sedemikian rupa agar setiap bagian
menerima tingkat pemadatan yang sama.
c) Minimal sebuah mesin gilas harus dioperasikan
secara terus-menerus untuk setiap 600 m3 atau
penempatan

bahan

setiap

jam.

Bila

beberapa

timbunan kecil berada di beberapa tempat sehingga


sebuah mesin gilas tidak dapat memadatkan dengan
baik, harus disediakan mesin gilas tambahan.
d) Peralatan harus dioperasikan pada seluruh lebar
setiap lapisan sedemikian rupa agar efisien.
2) Kepadatan Kering Maksimal dan Kadar Air Optimal
Kepadatan kering maksimal dan kadar air optimal harus
ditentukan berdasarkan metoda ASTM D1557 (AASHTO
T180) yang umum dikenal sebagai Modified Proctor Test.
3) Pengawasan Kelembaban
Pada

saat

pemadatan

yang

membutuhkan

nilai

kepadatan tinggi, bahan urugan dan permukaan yang


akan menerima bahan urugan harus memiliki kadar air
yang disyaratkan. Penyedia Jasa Konstruksi tidak diijinkan
melakukan

pemadatan sampai dicapai kadar air sesuai

dengan yang disyaratkan. Penyedia Jasa Konstruksi harus


melembabkan bahan urugan atau permukaan yang akan
diurug bila kondisinya terlalu kering. Bahan urugan yang
terlalu basah harus dikeringkan sampai dicapai kadar air
yang

sesuai,

bila perlu

dengan

bantuan

peralatan

mekanis.
4) Pemadatan
a) Penyedia Jasa Konstruksi harus melakukan pekerjaan
penggilasan daerah yang dikupas atau
sesuai

petunjuk Tim Teknis,

untuk

dipotong

memastikan

adanya tanah lunak yang ada di lokasi tersebut.


Penyedia Jasa Konstruksi harus menggunakan truk
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
33

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


bermuatan, mesin gilas atau peralatan pemadatan
lainnya yang disetujui. Jenis

ukuran

dan berat

peralatan harus sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.


b) Penyedia Jasa Konstruksi harus menempatkan dan
memadatkan bahan urugan pada tempat rendah. Bila
ditemui tempat basah, Penyedia Jasa Konstruksi harus
memberitahukannya

kepada

Konsultan Pengawas

agar dapat ditentukan perbaikannya. Lokasi yang


mendukung struktur/konstruksi harus diawasi selama
pelaksanaan

penggilasan dan harus disetujui Tim

Teknis sebelum pekerjaan dilanjutkan.


5) Kepadatan Tanah Kohesif
Untuk tanah yang mengandung 30% atau lebih berat
partikel

yang

melalui

saringan

No.

200,

yang

membutuhkan

pemadatan relatif, seperti ditentukan

ASTM D1557

(AASHTO T180), dan dinyatakan dalam

persentase

kepadatan kering maksimal dan kadar air,

pada saat pemadatan harus memenuhi ketentuan berikut:

DAERAH PEMADATAN
Pemadatan Umum
Jalan Utama dan Daerah Parkir
Kendaraan Berat
Jalan Penghubung dan Daerah
Parkir Kendaraan Ringan
Pemadatan Saluran (kecuali
ditentukan lain)

KEPADATAN
RELATIF
%
90

KADAR
AIR
%
-3 Wo +3

95

-4 Wo +2

95

-4 Wo +3

90

-3 Wo +3

* Wo = Kadar Air Optimal


6) Kepadatan Tanah Tidak Kohesif
Tanah yang mengandung kurang dari 30% berat partikel
yang melalui saringan No. 200, yang membutuhkan
pemadatan
(AASHTO

relatif,

seperti

ditentukan

T180), dan dinyatakan

ASTM

D1557

dalam persentase

kepadatan kering maksimal dan kadar air, pada saat


pemadatan harus memenuhi ketentuan berikut:

DAERAH PEMADATAN
Timbunan di bawah
lapisan drainase
Timbunan pengisi di
bawah pelat lantai

KEPADATAN RELATIF (%)


Tidak
ada
persyaratan
khusus.
Cukup digilas mini
backhoe.
95
Bisa juga diperiksa dengan
beberapa kali lintasan sesuai

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
34

Dasar jalan
Pemadatan saluran
Saluran
-

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


petunjuk Konsultan Pengawas
95
92
Tidak ada persyaratan khusus

Pembuangan Bahan Galian


Semua bahan galian yang memenuhi persyaratan harus
digunakan untuk urugan. Bahan yang tidak sesuai untuk
pengurugan harus dibuang pada tempat yang ditentukan.

10.2. Pekerjaan Anti Rayap


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan alat,
serta pelaksanaan pekerjaan anti rayap. Pekerjaan ini akan
mencakup:
Anti rayap galian footplat + balok menerus
Anti rayap galian footplat
Anti rayap galian pondasi batu kali
Anti rayap bawah lantai
2. Standar/Rujukan
-

Standar Nasional Indonesia (SNI):

SNI 03-2404-2000 - Tata Cara Pencegahan Serangan


Rayap pada Bangunan Rumah dan Gedung.

SNI 03-2405-1991 - Tata Cara Penanggulangan


Rayap pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan
Termisida.

SNI 03-3233-1992 - Panduan Pengawetan

Kayu

dengan Cara Pemulasan, Pencelupan dan


Perendaman.
-

Peraturan setempat yang diberlakukan.

3. Prosedur Umum
-

Data Teknis
1) Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan detail
data teknis bahan-bahan dari pabrik pembuat berikut
petunjuk pelaksanaannya.
2) Setelah
Konstruksi

penyelesaian

pekerjaan,

Penyedia Jasa

harus menyerahkan sertifikat pelaksana

pekerjaan yang menyatakan bahwa pekerjaan telah


dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari pabrik
pembuat dan ketentuan spesifikasi yang ditetapkan.
-

Kualitas Pekerjaan
1) Pekerjaan harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa
Konstruksi yang berpengalaman dalam melaksanakan

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
35

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


pekerjaan bidang ini secara memuaskan, untuk tipe
dan skala/besaran yang sama.
2) Hanya pekerja yang berpengalaman dan yang benarbenar terbiasa dengan persyaratan yang ditentukan
yang boleh dipekerjakan.
harus

menyediakan

Penyedia Jasa Konstruksi

Konsultan

Pengawas

yang

cakap/ahli yang akan selalu berada di lapangan


selama pekerjaan ini berlangsung.
3) Data

dan kualifikasi

perusahaan

harus

sebagai

berikut:
a) Data perusahaan yang berlaku dan resmi.
b) Ijin pemerintah yang berlaku untuk pelaksanaan
pekerjaan pengendalian rayap.
c) Daftar referensi pengaplikasian anti rayap yang
dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan.
d) Ijin yang berlaku untuk penggunaan obat anti
rayap tertentu yang dikeluarkan oleh Departemen
Kesehatan.
e) Referensi kemampuan pelaksanaan pengendalian
rayap dan pengalaman lapangan.
f)

Daftar referensi pendukung dari konsultan resmi


pengendalian rayap.

g) Nomor pajak perusahaan


Perusahaan

pelaksana

pengendalian

rayap yang

terpilih harus disetujui Konsultan Pengawas.


4) Perusahaan tersebut harus mampu menunjukkan
rancangan berikut proposal pengaplikasian

dan

biaya pengendalian rayap pada bangunan.


5) Tanah bangunan yang akan diberi anti rayap
harus berada minimal 800 cm dari sumber air yang
akan dibor.
-

Kondisi Lingkungan
1) Tidak diijinkan memberikan racun tanah bila terdapat
air permukaan.
2) Bila tanah terganggu setelah pengaplikasian, perbaiki
bagian yang rusak tersebut.
3) Lakukan

tindakan

pencegahan

orang-orang yang berada

untuk

melindungi

di lokasi dari bahaya

bahan-bahan beracun.
4. Spesifikasi Bahan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
36

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


-

Bahan Anti Rayap


1) Bahan

yang

digunakan

adalah

cairan

yang

mengandung bahan aktif cypermnathrium. Setiap


bahan

anti

rayap

memiliki

kemampuan

dan

karakteristik masing-masing, tingkat keracunan dan


harga. Bahan anti rayap yang terpilih untuk pekerjaan
ini harus berada dalam kemasan asli, dan dapat
diperiksa.
2) Setiap bahan anti rayap memiliki kemampuan dan
karakteristik masing-masing, tingkat keracunan dan
harga.

Bahan

anti

rayap

yang

terpilih

untuk

pekerjaan ini harus berada dalam kemasan asli, dan


dapat diperiksa.
-

Peralatan
Persyaratan minimal untuk peralatan pengendalian rayap
terdiri dari:
1) Penyemprot bertenaga, termasuk wadah air dan
aksesori.
2) Penyemprot dan alat penyuntik.
3) Kompresor termasuk wadah dan aksesori.
4) Peralatan keselamatan kerja untuk setiap pekerja.
5) Kotak P3K.

5. Pelaksanaan Pekerjaan
-

Peraturan Pemerintah
Dalam proses aplikasi, peraturan/regulasi

pemerintah

harus ditaati, sesuai dengan tersebut berikut:


1) Peraturan keselamatan kerja pekerja yang diterbitkan
oleh Departemen Tenaga Kerja.
2) Peraturan transportasi dan penggunaan pestisida dan
pembuangan wadah kosong bekas pestisida, yang
diterbitkan Departemen Pertanian.
3) Peraturan

perlindungan

lingkungan

dari

polusi,

dikeluarkan oleh Departemen Lingkungan Hidup.


-

Pengolahan Tanah
1) Selama persiapan, langkah-langkah berikut harus
diambil:
a) Bersihkan tanah dari akar-akar dan kayu-kayu
yang tidak terpakai.
b) Tanah landai harus dikerjakan dengan cara yang
berbeda agar limpahan cairan anti rayap tidak

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
37

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


jatuh ke dalam tanah.
2) Pengaplikasian tidak diijinkan bila:
a) Tanah tergenang air yang mengalir.
b) Hujan lebat akan turun.
c) Tanah sekitar tertutup untuk rencana sumur air
atau bak penyimpan air, atau sumur air dari
bangunan sebelah-menyebelah.
d) Tanah mudah pecah/retak selama musim kering.
3) Persiapan pemberian anti rayap, antara lain harus
sebagai berikut:
a) Wadah cairan anti rayap harus siap dan bersih,
setelah penggunaan regular.
b) Air bersih harus diisikan ke dalam wadah dan
dicampur

dengan

dibutuhkan

cairan

anti

rayap

dalam perbandingan

yang

jumlah yang

sesuai dengan petunjuk penggunaan.


-

Sebelum

melaksanakan

Barang/Jasa

pekerjaan

Penyedia

dengan

Konsultan

berkoordinasi

Pengawas.
-

Area yang akan dilaksanakan pekerjaan anti rayap


harus dilokalisir dan teridentifikasi dengan jelas.

Pekerjaan anti rayap harus dilakukan oleh sub


Penyedia Jasa Konstruksi.

Subkon

penyedia

pekerjaan

anti

rayap

harus

menyerahkan surat garansi untuk pekerjaan anti rayap.


-

Metoda Kimiawi-Mekanis
Metoda

ini

diaplikasikan

pada

bangunan

yang

memiliki balok beton bertulang dan lantai beton di


atas struktur pondasi.
Perlakuan terdiri sebagai berikut:
1) Tanah Pondasi
a) Setelah

rongga

sepanjang

dua

sisi

pondasi telah diisi dengan tanah, tanah


pengisi tersebut
sebanyak

diberi cairan anti rayap


liter/meter

dan

dengan

kedalaman 300 mm.


b) Tempat-tempat atau titik-titik yang mudah
ditembus rayap harus diolah dengan cairan
yang sama sebanyak 4-7.5 liter per meter
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
38

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


persegi, tergantung pada kepadatan dan
kondisi masing-masing tampat atau titik.
c) Perlakuan yang sama harus dilakukan pada
lubang masuk pipa dan kabel ke dalam
bangunan.
d) Banyaknya

jumlah

titik

yang

harus

disuntik/inject per m pada kedalaman 300


mm adalah 2 (dua) titik, apabila ditemukan
kedalaman tanah yang lebih besar maka
Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

menggunakan alat bantu untuk memenuhi


persyaratan untuk kondisi kedalaman 300
mm.
e) Untuk kondisi kedalaman tanah dua kali atau
lebih besar, dengan kelipatan kedalaman 300
mm. Dilakukan metode berlapis, jadi alat
suntik/inject

dilakukan

tiap

300

mm,

kemudian alat suntik tersebut dilakukan yang


sama untuk kedalaman setelahnya pada
lapis tanah di atasnya.
2) Tanah Lantai
a) Sebelum

penebaran

lapisan

pasir

pada

pemasangan ubin untuk lantai, tanah lantai


harus disemprot secara merata dengan cairan
anti rayap dalam jumlah sebanyak 5 liter/m.
b) Pada jarak 100 cm dari bagian luar dinding
sekeliling bangunan, perlakuan yang sama
harus dilakukan.
c) Waktu pelaksanaan

harus disiapkan dan

direncanakan dan dijadwalkan sesuai dengan


pelaksanaan konstruksi.
-

Metode anti rayap untuk galian (pada dasar dan


dinding

galian)

menggunakan

metode

spray,

sedangkan pada tanah urug menggunakan metode


inject atau suntik.
-

Perlakuan Tanah Pertamanan


Walaupun tanah pertamanan tidak termasuk dalam
perlakuan struktur bangunan, bila penempatan tanah
berdekatan/bersisian dengan bangunan, perlakuan
yang sama harus dilaksanakan dengan cara yang
sama dengan prosedur perlakuan tanah lantai. Bagian

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
39

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


lain tidak perlu diolah dengan anti rayap khusus.
-

Perlakuan Kayu
Struktur kayu harus secara kimiawi diperlakukan
sesuai

dengan

adalah

SNI 03-3233-1992. Metoda

aplikasi

penyemprot

cairan

bertenaga

ke

anti

rayap

lain

dengan

struktur kayu sesuai

petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat sebelum


kayu dicat.
10.3. Pekerjaan Beton
1. Ketentuan Umum
-

Persyaratan-persyaratan konstruksi beton, istilah teknik


dan atau syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton
secara umum menjadi satu kesatuan dalam persyaratan
teknis ini. Di dalam segala hal yang menyangkut pekerjaan
beton dan struktur beton harus sesuai dengan standarstandar yang sesuai syarat-syarat teknik umum di atas.

Penyedia Jasa Konstruksi wajib melaksanakan pekerjaan


ini dengan ketepatan dan presisi tinggi, sebagaimana
tercantum di dalam persyaratan teknis ini, gambar-gambar
rencana, dan atau instruksi-instruksi yang dikeluarkan oleh
Konsultan Pengawas.

Semua material yang digunakan di dalam Pekerjaan ini


harus merupakan material yang kualitasnya teruji dan atau
dapat dibuktikan memenuhi ketentuan yang disyaratkan.

Penyedia Jasa Konstruksi wajib melakukan pengujian


beton yang akan digunakan di dalam pekerjaan ini.
Termasuk dalam hal ini membuat (Mix Design/Trial Mix),
sampel beton dan slump. Mix design yang pernah
dilakukan pada proyek sebelumnya yang mutunya sesuai
mutu pekerjaan proyek ini dapat dilampirkan/dimasukkan
dalam brosur usulan penawaran dokumen teknis.

Seluruh

material

dinyatakan

tidak

yang

oleh

memenuhi

Konsultan
syarat

Pengawas

harus

segera

dikeluarkan dari lokasi kegiatan dan tidak diperkenankan


untuk digunakan kembali.
-

Jika tidak dijelaskan dalam gambar kerja (termasuk


standar detail tulangan), maka Gambar Kerja (Shop
Drawing) untuk detail penulangan, pembengkokan, dan
pemasangan penulangan beton harus sesuai SNI 03-69162002 dan atau ACI 315 "Manual of Standard Practice for
Detailing Reinforced Concrete Structures" memperlihatkan

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
40

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


bar schedule, jarak sengkang, diagram pembengkokan
batang

tulangan,

dan

pengaturan

penulanganbeton.

Termasuk penulangan khusus yang diperlukan untuk


lubang pada struktur beton.
-

Sambungan tulangan tidak diijinkan berada pada daerah


(SNI 03-2847-2002, 23.3.2.3 dan 23.4.3.2):

Pada daerah hubungan balok-kolom

Pada daerah hingga jarak dua kali tinggi balok dari


muka kolom

Pada daerah tumpuan kolom

Test

Batang

Tulangan

agen/laboratorium

dan

Beton:

yang

independen

pengujian

Ditunjuk
dan

disetujui oleh Konsultan Pengawas, untuk melakukan test


evaluasi bahan dan untuk merencanakan campuran beton.
-

Bahan

dan

pekerjaan

yang

dilaksanakan

dapat

membutuhkan test dan test ulang setiap saat selama


pelaksanaan pekerjaan. Test, termasuk test ulang atas
bahan yang ditolak yang telah terpasang dilakukan atas
biaya Penyedia Jasa Konstruksi.
2. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang diatur di dalam persyaratan teknis ini
meliputi seluruh pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai
dengan gambar rencana:
a. Pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai dengan
gambar rencana, termasuk di dalamnya pengadaan
bahan,

upah,

pengujian

dan

peralatan-bantu

yang

berhubungan dengan pekerjaan tersebut.


b. Pengadaan, detail, fabrikasi dan pemasangan semua
penulangan
c.

(reinforcement)

dan

bagian-bagian

dari

pekerjaan lain yang tertanam di dalam beton.


Perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran bekisting
beton, penyelesaian dan perawatan beton dan semua

jenis pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan beton.


d. Lantai 1
Cor rabat bawah pondasi footplat + balok menerus

tebal = 100 mm, 1 pc : 3 ps : 5 sp


Cor rabat bawah pondasi footplat tebal = 100 mm, 1

pc : 3 ps : 5 sp
Cor rabat bawah lantai tebal = 100 mm, 1 pc : 3 ps : 5

sp
Cor rabat bawah ramp tebal = 100 mm, 1 pc : 3 ps : 5

sp
Cor footplat menerus + balok f'c = 20 MPa

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
41

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Cor footplat uk. 1200 x 1200 mm f'c = 20 MPa
Cor kolom mutu beton f'c 20 MPa
Cor sloof mutu beton f'c 20 MPa
Cor balok tangga f'c = 20 MPa
Cor balok f'c = 20 MPa
Cor plat tangga f'c =20 MPa
Cor plat lantai f'c = 20 Mpa
Cor beton meja zink 1pc : 3 ps : 5sp
Cor beton meja wastafel 1pc: 3ps : 5sp
e. Lantai 2
Cor kolom mutu beton f'c 20 MPa
Cor balok f'c = 20 MPa
Cor plat lantai f'c = 20 Mpa
Cor beton meja wastafel 1pc:3 ps: 5sp
Cor beton plat topi 1pc : 3 ps : 5sp
3. Spesifikasi Bahan
- Semen
Semen yang digunakan dibagi menjadi 2 (dua) bagian:
1) Struktur atas
Semen yang digunakan adalah Semen Portland
Komposit (Portland Composite Cement, PCC), sesuai
SNI 15-7064-2004. Jumlah semen minimum adalah
325 kg/m3, sesuai SK SNI T -15 1990 03.
2) Beton struktur harus menggunakan beton Ready Mix.
3) Semen yang digunakan merupakan hasil produksi
dalam

negeri

satu

merk

(tidak

diperkenankan

menggunakan bermacam-macam jenis/merk). Semen


harus disimpan sedemikian rupa hingga mencegah
terjadinya kerusakan bahan atau pengotoran oleh
bahan lain. Penyimpanan semen harus dilakukan di
dalam gudang tertutup, sedemikian rupa sehingga
semen terhindar dari basah atau kemungkinan lembab,
terjamin tidak tercampur dengan bahan lain. Urutan
penggunaan semen harus sesuai dengan kedatangan
semen tersebut di lokasi pekerjaan. Semen yang akan
digunakan harus disertakan brosurnya.
-

Agregat Kasar (Split/Batu Pecah)


Agregat untuk beton harus memenuhi seluruh ketentuan
berikut ini:
Agregat beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan
dari SII 0052-80 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat
Beton. Bila tidak tercakup di dalam SII 0052-80, maka
agregat tersebut harus memenuhi ketentuan ASTM C33

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
42

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Specification for Concrete Aggregates.
Agregat kasar yang digunakan untuk beton struktur adalah
batu pecah dengan persyaratan sebagai berikut:
1) Batu pecah adalah butiran mineral hasil pecahan batu
alam yang dapat melalui ayakan berlubang persegi 25
mm dan tertinggal di atas ayakan berlubang persegi 2
mm.
2) Batu pecah harus keras, bersih serta besar butirannya
dan gradasinya tergantung pada penggunaannya.
3) Batu pecah tidak boleh mengandung lumpur lebih dari
1%.
4) Agregat kasar untuk konstruksi harus terdiri dari
batu butiran, batu pecah atau bahan lainnya yang
disetujui yang memiliki karakteristik serupa yang
keras, tahan lama dan bebas dari bahan-bahan yang
tidak diinginkan.

Agregat kasar harus bebas dari

bahan-bahan yang

merusak dan harus memenuhi

ketentuan berikut:

BAHAN
Gumpalan tanah liat
Bahan lolos saringan no. 200
Bahan tipis panjang lebih dari
5x ketebalan maksimal

METODE UJI
AASHTO

BERAT %
MAKSIMAL

T112
T11

0,25 %
1%

10 %

Bahan-bahan lain yang merusak harus tidak lebih dari


batas

persentase yang ditentukan dalam Spesifikasi

Teknis ini dan atau disetujui Konsultan Pengawas.


Ketentuan gradasi batuan kasar harus memenuhi
ketentuan ASTM A 33:

UKURAN
MAKSIMAL
BATU PECAH
(cm)

PRESENTASE BERAT LOLOS SARINGAN %


UKURAN SARINGAN
5,08

2,54

1,905

1,27

3,81

95
100

1,905

100

90
100

0,952

100

0,952
10
30
20
55
85
100

No.
4
0
5
0
10
10 30

No.
8

No. 16

0
5
010

0-5

Agregat kasar dari ukuran yang berbeda harus


Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
43

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


digabung dengan ukuran lain dengan perbandingan
berat atau volume untuk menghasilkan batuan yang
memenuhi persyaratan gradasi yang ditentukan.
-

Agregat Halus
Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan dalam PBI-1971/NI-3 diantaranya yang
paling penting:
1) Butir-butir harus tajam, keras tidak dapat dihancurkan
dengan jari dan pengaruh cuaca.
2) Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5%.
3) Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka
ragam besarnya, apabila diayak dengan ayakan 150,
maka sisa butiran di atas 4 mm, minimal 2% dari berat
sisa butiran-butiran di atas ayakan 1 mm minimal 10%
dari berat sisa butiran-butiran di atas ayakan 0.25 mm,
berkisar antara 80% sampai 90% dari berat.
4) Pasir laut tidak boleh digunakan.
5) Syarat-syarat

tersebut

harus

dibuktikan

dengan

pengujian di laboratorium.
6) Kadar warna zat organik tidak lebih dari grid 3 (diuji
dengan NaOH 3%).
7)

Agregat halus untuk beton harus terdiri dari pasir


keras dan harus disetujui Konsultan Pengawas.
Agregat halus harus memenuhi ketentuan berikut:

JENIS BAHAN
Gumpalan tanah liat
Bahan lolos saringan no.
200

METODE UJI
AASHTO
T 112
T11

BERAT %
MAKSIMAL
0,5 %
3%

8) Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan


anorganik, asam, alkali dan bahan lain yang merusak.
Agregat halus harus merata digradasi dan harus
memenuhi ketentuan gradasi berikut:

UKURAN

SARINGAN

3/8
No. 4
No. 16
No. 50
No. 100

(9,5 mm)
(4,75 mm)
(1,18 mm)
(0,300 mm)
(0,150 mm)

% BERAT YANG LOLOS


(AASHTO T27)
100
95 100
45- 80
10 30
2 - 10

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
44

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


-

Air
Air

yang

digunakan

untuk

campuran

beton

harus

memenuhi ketentuan-ketentuan berikut ini:


1) Harus bersih, tidak mengandung lumpur, minyak dan
benda terapung lainnya yang dapat dilihat secara
visual.
2) Tidak mengandung garam-garam yang dapat larut dan
dapat merusak beton (asam-asam, zat organic, dan
sebagainya) lebih dari 15 gram/liter. Kandungan
clorida (Cl) tidak lebih dari 500 ppm dan senyawa
sulfat (sebagai SO3) tidak lebih dari 100 ppm.
3) Air untuk campuran, perawatan atau aplikasi lainnya
harus bersih dan bebas dari unsur- unsur yang
merusak seperti alkali, asam, garam dan bahan
anorganik lainnya.
Air dari kualitas yang dikenal dan untuk konsumsi
manusia tidak perlu diuji. Bagaimanapun, bila hal ini
terjadi, semua air kecuali yang telah disebutkan di
atas, harus diuji dan memenuhi ketentuan AASHTO
T26 dan atau disetujui Konsultan Pengawas.
-

Baja Tulangan
Baja tulangan yang digunakan harus memenuhi ketentuanketentuan berikut ini:
1) Sesuai dengan SNI 07-2052-2002, mengenai baja
tulangan beton.
2) Baja batangan untuk keperluan umum (BjKU) tidak
diijinkan

digunakan

untuk

keperluan

penulangan

konstruksi beton (SNI 7614-2010).


3) Tidak boleh mengandung serpih-serpih, lipatan-lipatan,
retak-retak, gelombang-gelombang, cerna-cerna yang
dalam, atau berlapis-lapis.
4) Permukaan batang baja tulangan beton deform harus
bersirip teratur.
5) Sirip-sirip melintang sepanjang batang baja tulangan
beton deform harus terletak pada jarak yang teratur.
6) Untuk tulangan utama harus digunakan baja tulangan
deform

(BJTS),

dengan

jarak

antara

dua

sirip

melintang tidak boleh lebih dari 70% diameter


nominalnya dan tinggi siripnya tidak boleh kurang dari
5% diameter nominalnya.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
45

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


7) Tulangan ulir menggunakan BJTS/BJTD 40 dan
tulangan polos menggunakan BJTP 24.
8) Kualitas dan diameter nominal dari baja tulangan yang
digunakan harus dibuktikan dengan sertifikat pengujian
laboratorium, yang pada prinsipnya menyatakan nilai
kuat leleh, berat per meter panjang, diameter, dan
regangan dari bahan tulangan dimaksud. Penyedia
Jasa Konstruksi Penyedia Jasa Konstruksi harus
mengajukan brosur dan hasil tes tulangan pada proyek
sebelumnya

yang

memenuhi

syarat

dan

dapat

digunakan pada pekerjaan ini dan dimasukkan dalam


usulan penawaran data teknis.
9) Kuat leleh aktual berdasarkan pengujian di pabrik tidak
melampaui kuat leleh yang ditentukan sebesar lebih
dari 120 MPa (uji ulang tidak boleh memberikan hasil
yang melampaui harga ini sebesar lebih dari 30 MPa)
(SNI 03-2847-2002, pasal 23.2.5).
10) Rasio kuat tarik aktual terhadap kuat leleh aktual
(batas ulur) tidak kurang dari 1,25 (SNI 03-2847-2002,
pasal 23.2.5).
11) Diameter nominal baja tulangan (baik deform/BJTS)
yang

digunakan

harus

ditentukan

dari

sertifikat

pengujian tersebut dan harus ditentukan dari rumus:


atau
Dimana :
d = diameter nominal dalam mm
B = berat baja tulangan (N/mm)
G = berat baja tulangan (kg/m)
12) Toleransi Ukuran Diameter adalah sebagai berikut:
DIAMETER
TULANGAN
BAJA TULANGAN

TOLERANSI
DIAMETER
YANG DIIJINKAN

6 mm
8 < d < D 14 mm
D 16 < d < D 25 mm
D 28 < d < D 34 mm
d < D 35

0.3 mm
0.4 mm
0.5 mm
0.6 mm
0.8 mm

(Sumber : SNI 07 2052 2002 tabel 3)


13) Toleransi berat batang contoh yang diijinkan di dalam
pasal ini sebagai berikut:
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
46

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


DIAMETER TULANGAN
BAJA TULANGAN

TOLERANSI BERAT
YANG DIIJINKAN

6 < d < 8 mm
10 < d < D16 mm
D 16 < d < D 28 mm
> D 28 mm

7%
6%
5%
4%

(Sumber : SNI 07 2052 2002 tabel 4)


14) Toleransi tarik mnimum dan regangan mnimum
sebagai berikut:
BATAS
ULUR
MINIMUM
(kg/mm2)
24
30
30
35
40
50

SIMBOL
BJTP 24
BJTP 30
BJTD 30
BJTD 35
BJTD 40
BJTD 50

KUAT TARIK
MINIMUM
(kg/mm2)

REGANGAN
MINIMUM
(%)

39
45
45
50
57
63

20
18
18
18
16
12

(Sumber : SNI 07 2052 2002 tabel sifat mekanis)


15) Sebelum

pengiriman

baja

tulangan

dilakukan,

Penyedia Jasa Konstruksi harus menunjukan sample,


hasil

uji

tarik,

berat

dan

diameter

yang

akan

digunakan. Hal ini akan mempermudah dan dapat


menjaga kualitas. Di lokasi proyek Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyediakan alat calliper untuk
mengukur diameter tulangan polos, dan timbangan
harus disediakan untuk menimbang berat tulangan ulir.
16) Tulangan yang sudah berada di lokasi proyek tetap
dilakukan pengujian di Laboratorium bahan dan
pekerjaan

pembesian

belum

bisa

dilaksanakan

sebelum hasil pengujian memenuhi persyaratan.


17) Pengambilan
kelaboratorium

dan
di

pengiriman
lakukan

oleh

sampel

uji

Penyedia

Jasa

Konstruksi dan Konsultan Pengawas.


18) Baja tulangan yang didatangkan harus dalam bentuk
lonjoran/tidak

boleh

ditekuk,

kecuali

untuk

baja

tulangan polos dibawah 12 mm.


19) Sebagai akibat dari baja tulangan polos yang ditekuk
pada pasal sebelumnya, maka tulangan sepanjang
500 mm di daerah tekukan tidak boleh digunakan.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
47

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


20) Ujung bawah tulangan pokok yang bertemu pondasi
ditekuk

kerah

dalam

sepanjang

lebar

kolom

campuran

beton

ditambahkan 30 cm.
-Penggunaan

bahan

tambah

pada

(admixtures) harus seijin Konsultan Pengawas.


-Bekisting
Bekisting menggunakan balok kayu kalimantan kelas III,
multiplek tebal minimal 9 mm (untuk beton struktur), paku
dan lain-lain. Semua bahan harus disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
Jika tidak ditetapkan lain, waktu pembongkaran bekisting
adalah sesuai SNI 03-2847-2002 & S-2002 (ACI 347-04).
Tanggung

jawab

pembongkaran

bekisting

tersebut

sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa


Konstruksi.

Kolom: 12 jam
Sisi samping balok induk & balok anak: 12 jam
Pelat: ketika kuat tekan beton mencapai min 75% fc
pada 7 hari, jika di-curing dalam suhu maksimum 32oC
(90oF).

Perancah
Untuk

perancah/steak

werk

harus

menggunakan

scafolding.
4. Evaluasi dan Pengujian Beton
- Frekuensi pengambilan sample beton:
1) Pengujian kekuatan minimum masing-masing mutu
beton yang dicor setiap harinya adalah:

satu pasang benda uji per hari.

satu pasang benda uji untuk setiap 120 m3


beton.

satu pasang benda uji untuk setiap 500 m2


luasan permukaan lantai atau dinding.

2) Pada suatu pekerjaan pengecoran, jika volume total


adalah sedemikian hingga frekuensi pengujian yang
disyaratkan SNI 03 2847 2002 hanya akan
menghasilkan jumlah uji kekuatan beton kurang dari 5
untuk suatu mutu beton, maka satu pasang benda uji
harus diambil dari paling sedikit 5 adukan yang dipilih
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
48

secara

acak

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


atau dari masing-masing adukan

bilamana jumlah adukan yang digunakan adalah


kurang dari lima.
3) Jika volume total dari suatu mutu beton yang
digunakan kurang dari 40 m3, maka pengujian kuat
tekan tidak perlu dilakukan bila bukti terpenuhinya kuat
tekan

diserahkan

dan

disetujui

oleh

Konsultan

Pengawas.
4) Suatu uji kuat tekan harus merupakan nilai kuat tekan
rata-rata dari dua contoh (satu pasang) uji silinder
yang berasal dari adukan beton yang sama dan diuji
pada umur beton 28 hari atau pada umur uji yang
ditetapkan.
(Sumber: SNI 03 2847 2002 : pasal 7.6.2).
5) Jumlah benda uji boleh ditambahkan sesuai kebutuhan
Konsultan Pengawas yang telah disetujui oleh Tim
Teknis.
6) Benda uji tidak diperkenankan terkena sinar matahari
langsung.
7) Pengujian kuat tekan beton sesuai SNI 03-1974-1990,
Metode Pengujian Kuat Tekan Beton.
-

Untuk kekentalan adukan, setiap 5 m3 (1 truck readymix)


adukan beton harus dibuat pengujian slump, dengan
ketentuan sebagai berikut:
BAGIAN KONSTRUKSI
a.
b.
c.
d.

NILAI SLUMP (MM)

Plat Lantai
Balok
Kolom
Pondasi

Benda

Uji

dikelompokan

100 20
100 20
100 20
100 20

Beton

harus

berdasar

teridentifikasi,

waktu

pemakaian

dan
saat

penuangan mortar pada Formwork/Bekisting. Untuk


pekerjaan

ini

di

lokasi

proyek

Penyedia

Jasa

Konstruksi harus menyediakan alat slump test minimal


5 unit untuk uji workability.
-

Uji slump harus dilakukan pada setiap truck ready mix dan
pembuatan sampel uji beton. Metoda harus memenuhi
standar ASTM C 143 dan SNI 03-1972-1990, Metode
Pengujian Slump Beton.

Apabila ada hal-hal yang belum tercakup di dalam

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
49

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


persyaratan teknis ini, Pelaksana harus mengacu pada
seluruh ketentuan yang tercakup di dalam Bab 5, Tata
Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal (SNI
03 2834 1993).
-

Campuran beton yang digunakan dalam pekerjaan ini


adalah sebagai berikut:

BAGIAN KONSTRUKSI

CAMPURAN BETON

a. Cor rabat
b. Cor plat meja beton

1PCC : 3Pasir : 5Split


1PCC : 2Pasir : 3Split

Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah


kuat tekan pada umur 28 hari sebagai berikut:
BAGIAN KONSTRUKSI

a.
b.
c.
d.
-

MUTU BETON (fC)

Footplat
Balok
Kolom
Tangga

20 MPa
20 MPa
20 MPa
20 MPa

Selimut beton sesuai Gambar Kerja, jika tidak disebutkan


dalam gambar kerja, maka selimut beton yang digunakan
adalah:
ITEM
Pondasi
Sloof
Pelat
Balok
Kolom
Tangga

TEBAL SELIMUT BETON


(mm)
75
50
20
40
40
20

Benda uji kuat tekan beton adalah silinder diameter 150


mm dengan tinggi 300 mm.

Instansi

penguji

kuat

tekan

beton

ditentukan

oleh

Konsultan Pengawas dimana instansi yang dipilih adalah


instansi yang terakreditasi.
-

Kuat

tekan suatu mutu beton dapat dikategorikan

memenuhi syarat apabila:


o

Setiap nilai rata-rata dari tiga uji kuat tekan yang


berurutan mempunyai nilai yang sama atau lebih besar
dari fc.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
50

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Tidak ada nilai uji kuat tekan yang dihitung sebagai
nilai

rata-rata dari dua hasil uji contoh silider

mempunyai nilai dibawah fc melebihi dari 3.5 MPa (fc


3.5 MPa).
-

(sumber : SNI 03 2847 2002 : pasal 7.6.3).(3))


Apabila hasil pengujian silinder beton memberikan hasil di
bawah persyaratan, maka harus ditindak lanjuti uji
langsung di lapangan.

5. Pelaksanaan Pekerjaan
-

Pekerjaan Pembesian
1) Kait dan Pembengkokkan
a) Penulangan

harus

dilengkapi

dengan

kait/bengkokan minimal sesuai ketentuan SNI


03-6816-2002, atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
b) Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau
diluruskan dengan cara-cara yang merusak
tulangan itu.
c) Batang

tulangan

yang

diprofilkan,

setelah

dibengkok dan diluruskan kembali tidak boleh


dibengkok

lagi

dalam

jarak

60

cm

dari

bengkokan sebelumnya.
d) Batang tulangan yang tertanam sebagian di
dalam beton tidak boleh dibengkokkan atau
diluruskan

dilapangan,

kecuali

apabila

ditentukan di dalam gambar-gambar rencana


atau disetujui oleh Konsultan Perencana.
e) Membengkokkan
tulangan

harus

dan

meluruskan

dilakukan

dalam

batang
keadaan

dingin.
f)

Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan


dari baja lunak (polos atau diprofilkan) dapat
dipanaskan sampai kelihatan merah padam
tetapi tidak boleh mencapai suhu lebih dari
850C.

g) Apabila batang tulangan dari baja lunak yang


mengalami

pengerjaan

dingin

dalam

pelaksanaan ternyata mengalami pemanasan


di atas 100C yang bukan pada waktu las,
maka dalam perhitungan-perhitungan sebagai
kekuatan baja harus diambil kekuatan baja
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
51

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


tersebut yang tidak mengalami pengerjaan
dingin.
h) Batang tulangan dari baja keras tidak boleh
dipanaskan, kecuali diijinkan oleh perencana.
i)

Batang

tulangan

yang

dibengkok

dengan

pemanasan tidak boleh didinginkan dengan


jalan disiram dengan air.
2) Pemotongan
Panjang baja tulangan beton yang melebihi ketentuan
(kecuali

lewatan)

harus

dipotong

dengan

alat

pemotong besi atau alat pemotong yang disetujui


Konsultan Pengawas.
Pada bagian yang membutuhkan

bukaan untuk

dudukan mesin, peralatan dan alat utilitas lainnya,


tulangan beton harus dipotong sesuai dengan besar
atau ukuran bukaan.
3) Pasak Besi/Dowel
Pasak besi

harus digunakan untuk meningkatkan

kekuatan sambungan. Untuk lantai beton dengan tebal


sampai

dengan 130 mm digunakan pasak besi

diameter 12 mm panjang 600 mm setiap jarak 250


mm.
Untuk lantai beton tebal 150 mm sampai 200 mm
digunakan pasak besi diameter 12 mm panjang 800
mm setiap jarak 200 mm.
4) Penempatan dan Pengencangan
a) Sebelum

pemasangan,

tulangan beton harus

bebas dari debu, karat, kerak lepas, oli, cat dan


bahan asing lainnya.
b) Semua tulangan beton harus dipasang dengan
baik, sesuai dengan mutu, dimensi dan lokasi.
Penahan jarak dengan bentuk balok persegi atau
gelang- gelang harus dipasang pada setiap m
atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas dan
User.

Batu,

bata

atau

kayu

tidak

diijinkan

digunakan sebagai penahan jarak atau sisipan.


Semua penahan jarak atau sisipan harus diikat
dengan kawat no. AWG 16 ( 1.62 mm) atau
yang setara. Las titik dapat dilakukan pada baja
lunak

pada

tempat-tempat

yang

disetujui

Konsultan Pengawas.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
52

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


-

Cetakan Beton
Acuan yang dibuat dari kayu balok dan multiplek tebal
minimum 9 mm dan harus memenuhi syarat-syarat
kekuatan, daya tahan dan mempunyai permukaan yang
baik untuk pekerjaan finishing. Penyedia Jasa Konstruksi
harus memberikan contoh (sample) bahan yang akan
dipergunakan sabagai acuan untuk disetujui Konsultan
Pengawas, cetakan beton (bekisting) harus benar-benar
kuat dan kokoh sehingga tidak terjadi kegagalan pada
bekisting yang dapat mengubah baik bentuk maupun
ukuran elemen struktur.

Pengadukan dan Alat Aduk


1) Dalam pekerjaan ini Penyedia Jasa Konstruksi beton
yang digunakan harus menggunakan beton ready mix
dengan mutu beton sesuai yang dijelasakan dalam
SDP ini di atas.
Perusahaan yang sudah direkomendasikan, Penyedia
Jasa Konstruksi harus membuat surat pernyataan
kerjasama dengan sub Penyedia Jasa Konstruksi
ready mix. Sub Penyedia Jasa Konstruksi sebelum
pembuatan beton harus menyampaikan rancangan
campuran beton dengan mutu beton seperti yang
sudah disebutkan pada bagian lain pada dokumen ini.
Surat

kerja

sama

dan

rancangan

campuran

dilampirkan dalam penawaran dokumen teknis.


2) Pengaturan pengangkutan dan cara penakaran yang
dilakukan, harus mendapatkan persetujuan Konsultan
Pengawas Seluruh operasi harus dikontrol/diawasi
secara kontinyu oleh Konsultan Pengawas.
-

Pengangkutan Adukan
1) Pengangkutan beton dari tempat pengadukan ke
tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang), harus
sedemikian hingga tercegah terjadinya pemisahan
(segregasi) atau kehilangan material.
2) Alat

angkut

yang

digunakan

harus

mampu

menyediakan beton di tempat penyimpanan akhir


dengan

lancar, tanpa

mengakibatkan

pemisahan

bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang


Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
53

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


mengakibatkan hilangnya plastisitas beton

dapat

antara pengangkutan yang berurutan.


3) Pengangkutan beton dari ready mix ke lokasi proyek
menggunakan truk molen dengan jumlah yang cukup.
4) Penggunakan bahan aditif harus seijin Konsultan
Pengawas.
-

Penuangan Beton
1)Beton yang akan dituang harus sedekat mungkin ke
cetakan akhir (maksimum 1 meter) untuk mencegah
terjadinya segregasi karena penuangan kembali atau
pengaliran adukan.
2)Pelaksanaan penuangan beton harus dilaksanakan
dengan

suatu

kecepatan

penuangan

sedemikian

hingga beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat


mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara
tulangan.
3)Beton yang telah mengeras sebagian dan atau telah
dikotori oleh material asing, tidak boleh dituang ke
dalam cetakan.
4)Beton setengah mengeras yang ditambah air atau beton
yang diaduk kembali setelah mengalami pengerasan
tidak boleh dipergunakan kembali.
5)Waktu antara pengadukan dan pengecoran tidak boleh
lebih

dari

sedemikian

jam.

rupa

Pengecoran
untuk

harus

menghindari

dilakukan
terjadinya

pemisahan material dan perubahan letak tulangan.


6)Pengangkutan/pengecoran pada plat lantai dan balok
harus menggunakan concrete pump. Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyediakan alat concrete pump
kerjasama dengan ready mix.
7)Pelaksana harus memberitahukan Konsultan Pengawas
selambat-lambatnya 2 hari sebelum pengecoran beton
dilaksanakan.
8)Untuk setiap pelaksanaan pengecoran harus mendapat
ijin dari Konsultan Pengawas.
9)Campuran beton yang sudah ditakar termasuk beton
ready mix yang dikirim ke lokasi proyek tidak
diperkenankan

ditambah

air

diluar

proporsi

campurannya.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
54

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


-

Pemadatan Beton
1) Pemadatan beton harus dilakukan dengan penggetar
mekanis/mechanical vibrator dan tidak diperkenankan
melakukan

penggetaran

dengan

maksud

untuk

mengalirkan beton.
2) Pemadatan ini harus dilakukan sedemikian rupa
hingga beton yang dihasilkan merupakan massa yang
utuh, bebas dari lubang-lubang,

segregasi atau

keropos.
3) Pada daerah penulangan yang rapat, penggetaran
dilakukan dengan alat penggetar yang mempunyai
frekuensi tinggi untuk menjamin pengisian beton dan
pemadatan yang baik.
4) Alat penggetar tidak boleh disentuhkan pada tulangan
terutama pada tulangan yang telah masuk pada beton
yang telah mulai mengeras.
-

Perawatan Beton
Beton yang sudah dicor terutama plat, lantai dan luifel
harus

dijaga

agar

tidak

terlalu

cepat

kehilangan

kelembaban (curing) minimum 14 hari dengan cara:


1) Pembasahan terus-menerus dilakukan dengan cara
merendam air.
2) Cara-cara

perawatan

lainnya

harus

senantiasa

diketahui dan disetujui Konsultan Pengawas.


-

Pengerjaan Akhir
1) Permukaan (Pengerjaan Akhir Biasa)
a) Terkecuali diperintahkan lain, permukaan beton
harus dikerjakan segera setelah pembongkaran
acuan. Seluruh perangkat kawat atau logam yang
telah digunakan untuk memegang cetakan, dan
cetakan

yang

melewati

badan

beton,

harus

dibuang dan dipotong kembali paling sedikit 2.5 cm


di bawah permukaan beton. Tonjolan mortar dan
ketidak rataan lainnya yang disebabkan oleh
sambungan cetakan harus dibersihkan.
b) Konsultan Pengawas harus memeriksa permukaan
beton segera setelah pembongkaran acuan dan
dapat memerintahkan penambalan atas kekurang
sempurnaan minor yang tidak akan mempengaruhi
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
55

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


struktur atau fungsi lain dari pekerjaan beton.
Penambalan harus meliputi pengisian lubanglubang kecil dan lekukan dengan adukan semen.
Sedang untuk keropos yang masuk dan dilewati
yang merusak struktur harus di grouting. Mutu
grouting harus memiliki kuat tekan 2 (dua) kali kuat
tekan beton struktur.
c) Bilamana

Konsultan

Pengawas

menyetujui

pengisian lubang besar akibat keropos, pekerjaan


harus dipahat sampai ke bagian yang utuh,
membentuk permukaan yang tegak lurus terhadap
permukaan beton. Lubang harus dibasahi dengan
air dan adukan semen acian (semen dan air, tanpa
pasir) harus dioleskan pada permukaan lubang.
Lubang harus selanjutnya diisi dan ditumbuk
dengan adukan yang kental yang terdiri dari satu
bagian semen dan dua bagian pasir, yang harus
dibuat

menyusut

sebelumnya

dengan

mencampurnya kira-kira 30 menit sebelum dipakai.


2) Permukaan (Pekerjaan Akhir Khusus)
Permukaan yang terekspos harus diselesaikan dengan
pekerjaan

akhir

berikut

ini,

atau

seperti

yang

diperintahkan oleh Konsultan Pengawas:


a) Bagian atas pelat, dan permukaan horizontal
lainnya

sebagaimana

yang

diperintahkan

Konsultan Pengawas, harus digaruk dengan mistar


bersudut
ketinggian

untuk
yang

memberikan
diperlukan

bentuk

serta

segera

setelah

pengecoran beton dan harus diselesaikan secara


manual

sampai

halus

dan

rata

dengan

menggerakkan perata kayu secara memanjang


dan melintang, atau oleh cara lain yang cocok,
sebelum beton mulai mengeras.
b) Perataan

permukaan

horizontal

tidak

boleh

menjadi licin misalnya pada RAM, harus sedikit


kasar tetapi merata dengan penyapuan, atau cara
lain sebagaimana yang diperintahkan Konsultan
Pengawas, sebelum beton mulai mengeras.
c) Permukaan bukan horizontal yang nampak, yang
telah ditambal atau yang masih belum rata harus
digosok dengan batu gurinda yang agak kasar
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
56

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


(medium), dengan menempatkan sedikit adukan
semen pada permukaannya. Adukan harus terdiri
dari semen dan pasir halus yang dicampur dengan
proporsi yang digunakan untuk pengerjaan akhir
beton. Penggosokan harus dilaksanakan sampai
seluruh tanda bekas acuan, ketidakrataan, tonjolan
hilang, dan seluruh rongga terisi, serta diperoleh
permukaan yang rata. Pasta yang dihasilkan dari
penggosokan ini harus dibiarkan tertinggal di
tempat.
-

Perbaikan Beton
1) Penyedia Jasa Konstruksi harus meminta Konsultan
Pengawas untuk memeriksa permukaan beton segera
setelah pembongkaran acuan.
2) Penyedia

Barang/Jasa,

atas

biayanya

harus

mengganti beton yang tidak sesuai dengan garis, detail


atau elevasi yang telah ditentukan atau yang rusaknya
berlebihan. (Jangan menambal, mengisi, memulas,
memperbaiki atau mengganti beton ekspos kecuali
atas petunjuk Konsultan Pengawas).
3) Keropos,

lubang

atau

sambungan

dingin

harus

diperbaiki segera setelah pembongkaran bekisting.


Bahan tambalan harus kohesif, tidak berkerut dan
melebihi kekuatan beton. Beton keropos tidak boleh
ditambal

manual,

menambalan

harus

digrouting

dengan mesin tekanan hydrolis.


4) Singkirkan cacat, karat, noda atau beton ekspos yang
luntur warnanya atau beton yang akan dicat dengan:
a) Semprotan pasir ringan.
b) Pembersihan
deterjen

dan

dengan
air

larutan

yang

lembut

diaplikasikan

sabun
dengan

menggosok secara keras dengan sikat lembut,


kemudian disiram dengan air.
c) Hilangkan noda karat dengan mengaplikasikan
pasta asam oksalid, biarkan sejenak, dan sikat
dengan kikir yang disetujui.
d) Hilangkan asam. Lindungi bahan metal atau
lainnya yang dapat rusak karena asam.
e) Tambalan semen.
f)

Mengikir dan menggerinda.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
57

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


10.4. Pekerjaan Atap
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan kuda-kuda, jurai,
gording, rangka atap dan penutup atap.
2. Spesifikasi Bahan
Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah :
a. Kuda-kuda
Baja IWF 200 x 100 x 5.5 x 8
Hounce Baja IWF 200 x 100 x 5.5 x 8
Plat sambung tebal 10 mm (hitam)
Plat plendes 20 mm (hitam)
Plat rib 8 mm (hitam)
Plat dudukan gording tebal 6 mm (hitam)
Baut 16 mm (A325)
Baut 13 mm
Angkur HILTI HAS-E M20 + HIT - RE 500
Cor grouting tebal = 30 mm
b. Jurai
Double Lipped channel 200 x 75 x 20 x 3.2 mm
Kolom double Lipped channel 200 x 75 x 20 x 3.2 mm
Plat plendes 20 mm (hitam)
Angkur HILTI HAS-E M20 + HIT - RE 500
Cor grouting tebal = 30 mm
c.

Gording, Rangka dan Penutup Atap


Gording Lipped channel 200 x 75 x 20 x 3.2 mm
Nok Lipped channel 200 x 75 x 20 x 3.2 mm
Sagrod 12 mm (jarak 1200 mm)
Tierod 12 mm (jarak 1200 mm)
Trekstang 16 mm
Spanskrof 16 mm
Besi siku pengapit papan ruiter, 30 x 30 x 3 mm

(Equal angle)
Usuk (C75 tebal 0.75 mm ) dan reng (Profil U 35 x

45 tebal 0.45 mm) baja ringan mutu G-550


Penutup atap genteng keramik
Bubungan genteng keramik
Bubungan 3 arah
Bubungan penutup
Ruiter kayu 20/200
Lisplang woodplank 2 x 10/200 mm + Finishing cat

3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Fabrikasi
1) Sebelum
memulai

dengan

pemotongan,

penyambungan dan pemasangan, Penyedia Jasa


Konstruksi harus memberitahukan secara tertulis
tentang tempat, sistim pengerjaan dan pemasangan
kepada

Direksi/Pengawas

untuk

mendapat

persetujuan.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
58

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


2) Penyedia Jasa Konstruksi harus terlebih dahulu
menunjukkan kualitas pengelasan dan penghalusan
untuk dijadikan standar dalam pekerjaan tersebut.
3) Pekerjaan pengelasan konstruksi baja harus sesuai
dengan

gambar

rencana

dan

harus

mengikuti

prosedur yang berlaku seperti AWC atau AISC


Spesification.
4) Kecuali ditunjukkan sistim lain, maka dalam hal
menghubungkan

profil-profil,

plat-plat

pengaku

digunakan las listrik dengan alat pembakar yang


standart dengan ketentuan sebagai berikut:
Batang las (bahan untuk las) harus dibuat dari
bahan yang campurannya sama dengan bahan

yang akan disambung.


Kekuatan sambungan

dengan

las

(hasil

pengelasan) harus sama kuat dengan batang

yang disambung.
Pemeriksaan kekuatan

las

harus

dilakukan

dengan persetujuan pengawas bila dianggap

perlu dan dapat dilakukan di laboratorium.


Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di
las harus menjamin situasi yang paling aman bagi
pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang

dilakukan.
Pada pekerjaan las, maka sebelum mengadakan
las ulangan, baik bekas lapisan pertama, maupun
bidang-bidang benda kerja harus dibersihkan dari

kerak (slag) dan kotoran lainnya.


Pada pekerjaan, dimana akan terjadi banyak
lapisan las, maka lapisan yang terdahulu harus
dibersihkan dari kerak (slag) dan percikanpercikan logam sebelum memulai dengan lapisan
as yang baru. Lapisan las yang berpori-berpori,

rusak atau retak harus dibuang sama sekali.


Tempat pengelasan dan juga bidang konstruksi
yang dilas, harus terlindung dari hujan dan angin

kencang.
5) Lubang-lubang baut
Lubang baut untuk baut harus dilaksanakan dengan
bor. Lubang baut harus lebih besar 2 mm dari pada
diameter luar baut. Pembuatan lubang baut harus
dilaksanakan di pabrik dan harus dikerjakan dengan
alat bor.
6) Sambungan
Untuk sambungan komponen konstruksi baja yang
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
59

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


tidak dapat dihindarkan berlaku ketentuan sebagai
berikut:
Hanya diperkenankan satu sambungan
Semua penyambungan profil baja

harus

dilaksanakan dengan las tumpul/full penetration


butt weld.
7) Pemasangan percobaan/Trial erection.
Bila dipandang perlu oleh Direksi/Pengawas,
Penyedia

Jasa

Konstruksi

wajib

melaksanakan

pemasangan percobaan dari sebagian atau seluruh


pekerjaan kontruksi. Komponen yang tidak cocok atau
yang tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi
dapat

ditolak

oleh

Direksi/Pengawas

dan

pemasangan percobaan tidak boleh dibongkar tanpa


persetujuan Direksi/Pengawas.
b. Pemasangan/Erection
Baja dipasangkan, kecuali

ditentukan

lain

oleh

Direksi/Pengawas 28 hari setelah pengecoran.


1) Penguat sementara
Baja harus dipasang mati setelah sebagian besar
struktur baja terpasang dan disetujui ketepatan

garis, vertikal dan horisontal.


Kontraktor supaya menyediakan

penunjang-

penunjang sementara (pembautan-pembautan)


bilamana diperlukan sampai pemasangan mati
sesuai keputusan Direksi/Pengawas.
2) Pembautan
Ulir harus bebas setidak-tidaknya dua setengah
putaran dari muka mur dalam keadaan terpasang

mati.
Kontraktor supaya menggunakan setidak-tidaknya
satu cincin pada setiap mur dan menyiapkan

daftar mur, baut dan cincin.


Kontraktor supaya menggunakan cincin baja

keras untuk baut tegangan tinggi (HBS).


3) Adukan Pengisi (Grouting)
Kontraktor supaya memasang adukan

pengisi

dibawah plat-plat kolom dan lain-lain tempat sesuai


dengan gambar-gambar.
c.

Pengecatan
1) Semua bahan kontruksi baja harus di cat.
2) Cat dasar adalah cat zink chromate

buatan

Danapaints atau setara, dan pengecatan dilakukan


satu kali di pabrik dan satu kali dilapangan. Baja yang
akan ditanam di dalam beton tidak boleh dicat.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
60

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


3) Untuk lubang baut kekuatan tinggi/high strenghbolt
permukaan baja tidak boleh dicat.
4) Cat akhir dilakukan 2 kali di lapangan, kecuali bila
dinyatakan

lain

dalam

gambar

atau

spesifikasi

arsitektur.
5) Di bagian bawah dari base plate dan/atau seperti
yang tertera pada gambar harus digrout dengan tebal
minimum 30 mm. Cara pemakaian harus sesuai
dengan spesifikasi pabrik.
d. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan
1) Bahan-bahan baja profil dihindarkan/dilindungi dari
hujan dan lain-lain.
2) Baja yang sudah

terpasang

dilindungi

dari

kemungkinan cacat/rusak yang diakibatkan oleh


pekerjaan-pekerjaan lain.
3) Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan untuk
memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu
pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung
jawab Kontraktor.
11. PEKERJAAN
ARSITEKTUR

11.1.

Pekerjaan Galian dan Urugan


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan galian dan urugan pada pekerjaan
arsitektur ini meliputi :
a. Galian pondasi batu kali
b. Urugan pasir bawah pondasi batu kali
c. Urugan pasir bawah lantai
d. Urugan kembali tanah galian pondasi dipadatkan
e. Urugan tanah baru peninggian peil bangunan

pemadatan

2. Spesifikasi Bahan
Tanah dan pasir urug
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Galian
1) Semua bahan galian harus dikumpulkan dan atau
ditumpuk pada tempat tertentu sesuai petunjuk
Konsultan

Pengawas.

Bila

disetujui

Konsultan

Pengawas, bahan galian tersebut dapat digunakan


untuk bahan urugan atau dibuang dari lokasi proyek.
2) Bila terjadi kelebihan penggalian di luar garis batas
dan elevasi yang ditentukan atau petunjuk Konsultan
Pengawas, yang disebabkan karena kesalahan
Penyedia

Jasa Konstruksi, kelebihan penggalian

tersebut tidak dapat dibayar dan Penyedia Jasa


Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
61

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Konstruksi harus memperbaiki daerah tersebut atas
biaya Penyedia Jasa Konstruksi.
3) Penggalian harus dilakukan dengan cara sedemikian
rupa agar tidak merusak patok-patok pengukuran
atau pekerjaan lain yang telah selesai. Semua
kerusakan

yang

disebabkan

karena

pekerjaan

penggalian menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa


Konstruksidan harus diperbaiki oleh Penyedia Jasa
Konstruksi tanpa biaya tambahan atau waktu.
4) Penyedia Jasa Konstruksi harus menyingkirkan setiap
batuan yang ditemukan pada daerah elevasi akhir
pada kedalaman minimal 150 (seratus lima puluh)
mm dibawah elevasi akhir rencana. Batuan dapat
berupa batu atau serpihan keras dalam batuan dasar
asli, dan batu besar dengan volume lebih dari 0.5
cm

atau berukuran lebih besar dari 100 (seratus)

cm, yang harus disingkirkan dengan alat khusus dan


atau diledakkan.
b. Urugan
1) Lokasi yang akan diberi bahan urugan/timbunan
harus

dikeringkan

dahulu

dari

genangan

air

menggunakan pompa atau alat lain yang disetujui


Konsultan Pengawas.
2) Bahan urugan di dalam atau di luar lokasi timbunan
harus ditempatkan lapis demi lapis dengan ketebalan
maksimal

250

(dua

ratus

lima

puluh)

mm

(keadaanlepas) dan harus dipadatkan harus sesuai


dengan standar pemadatan.
3) Untuk timbunan diluar lokasi timbunan, urugan harus
dipadatkan sampai

kepadatan

yang sebanding

dengan daerah sekitarnya.


4) Untuk timbunan di dalam lokasi timbunan, urugan
harus dipadatkan sesuai nilai kepadatan yang
ditentukan.
5) Penyedia Jasa Konstruksi tidak boleh menempatkan
lapisan baru bahan urugan sebelum pemadatan
c.

lapisan terdahulu disetujui Konsultan Pengawas


Pemadatan
1) Setiap lapisan harus dipadatkan dengan merata
menggunakan stamper atau alat pemadatan lain
yang disetujui.
2) Penggilasan harus dilakukan pada arah memanjang
sepanjang timbunan dan biasanya dimulai dari sisi
terluar dan menuju 62 relativ tengah dengan cara

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
62

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


sedemikian rupa agar setiap bagian menerima
tingkat pemadatan yang sama.
3) Peralatan harus dioperasikan pada seluruh lebar
setiap lapisan sedemikian rupa agar efisien.
11.2.

Pekerjaan Beton Praktis


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan :
a. Pekerjaan Sloof Praktis
b. Pekerjaan Kolom Praktis
c. Pekerjaan Ring Balok Praktis
d. Pekerjaan Balok lateiu
2. Spesifikasi Bahan
a. Semen
1) Semen yang dipakai adalah semen jenis PC tipe I.
2) Semen harus didatangkan dalam zak/kemasan yang
tidak pecah/utuh, tidak terdapat kekurangan berat
dari apa yang tercantum pada zak/kemasan.

3) Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum


mulai mengeras). Jika ada bagian yang mulai
mengeras, bagian tersebut masih harus dapat
ditekan hancur dengan tangan bebas (tanpa alat)
dan jumlah tidak lebih dari 10% berat. Jika ada
bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan
tangan bebas, maka jumlahnya tidak boleh melebihi
5% berat dan kepada campuran tersebut diberi
tambahan semen baik dalam jumlah yang sama.
b. Pasir
Untuk pekerjaan beton praktis ini harus memenuhi
persyaratan PUBB-N.I.3
1) Pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam, kuat
dan bersudut.
2) Bebas dari bahan-bahan organis, lumpur, tanah
lempung dan sebagainya, jumlah kandungan bahan
ini maksimal 5% dan tidak mengandung garam.
3) Mempunyai variasi besar butir (gradasi) yang baik
dengan ditunjukkan dengan nilai Modulus halus butir
c.

antara 1,50-3,80.
Agregat Kasar (kerikil)
Agregat beton harus

memenuhi

ketentuan

dan

persyaratan dari SII 0052-80 tentang Mutu dan Cara Uji


Agregat Beton. Bila tidak tercakup di dalam SII 0052-80,
maka agregat tersebut harus memenuhi ketentuan ASTM
C23 Specification for Concrete Aggregates.
d. Besi Tulangan
Besi yang digunakan pada pekerjaan beton praktis ini
adalah besi diameter P10 mm polos berisi 4 (empat)
untuk tulangan pokok, dan sengkang/begel diameter P8
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
63

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


mm jarak dengan 150 mm.
e. Begesting
Bahan begesting terdiri dari rangka siku besi, balok kayu,
multiplek 12 mm dilapis tegofilm, paku, baut dan lain-lain.
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan beton praktis ini dilaksanakan pada bagian
sloof, kolom, ring balok, dan juga balok lateui, dan
komponen-komponen detail lain sesuai dengan Gambar
Kerja.
b. Tulangan pokok yang terpasangan pada pekerjaan ini
baik sloof, kolom, ring balok, dan balok lateui adalah besi
P10 dengan jumlah tulangan 4, sedangkan tulangan
sengkang (begel) menggunakan besi P8 dengan jarak
c.

150 mm.
Pengadukan campuran beton harus sesuai dengan
komposisi yang ditentukan dan pengadukan harus
menggunakan mesin molen.

11.3.

Pekerjaan Pasangan dan Plesteran


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi pasangan dan plesteran untuk
pekerjaan:
Pasangan pondasi batu kali 1pcc : 8ps
Pasangan dinding 1/2 bata 1pcc : 6ps
Pasangan dinding trasram 1/2 bata 1pcc : 3ps
Plesteran dinding 1 pcc : 6 ps
Plesteran dinding 1 pcc : 3 ps
Plester dan acian beton 1 Pcc : 3 Ps (kolom dan balok)
Plesteran tali air 1 pcc : 3ps
Plesteran skoning 1 pcc : 2 ps
Plesteran ban-banan
Pasangan batu alam
Plesteran compound plat tangga
Plesteran compound plat dak
Acian dinding
2. Spesifikasi Bahan
a. Semen
Semen yang dipakai untuk pekerjaan plesteran ini harus
mempunyai kualitas yang sama seperti semen untuk
pekerjaan beton, atau harus memenuhi PUBB - NI. 8.
1) Semen yang dipakai adalah semen jenis PC.
2) Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum
mulai mengeras). Jika ada bagian yang mulai
mengeras, bagian tersebut masih harus dapat
ditekan hancur dengan tangan bebas (tanpa alat)
dan jumlah tidak lebih dari 10% berat. Jika ada
bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan
tangan bebas, maka jumlahnya tidak boleh melebihi

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
64

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


5% berat dan kepada campuran tersebut diberi
tambahan semen baik dalam jumlah yang sama.
3) Semen yang sudah disimpan lebih dari 6 bulan sejak
dibuat atau semen dalam kantong dipenyimpanan
lokal (di penyalur) lebih dari 3 bulan perlu diuji
sebelum digunakan, jika sudah rusak harus ditolak.
4) Finishing plesteran dinding beton ringan harus
menggunakan bahan mortar sesuai spesifikasi teknis
pabrik.
b. Pasir
Untuk pekerjaan pasangan dan plesteran ini harus
memenuhi persyaratan PUBB-N.I.3
1) Pasir harus terdiri dari butir-butir yang tajam, kuat
dan bersudut.
2) Bebas dari bahan-bahan organis, lumpur, tanah
lempung dan sebagainya, jumlah kandungan bahan
ini maksimal 5% dan tidak mengandung garam.
3) Mempunyai variasi besar butir (gradasi) yang baik
dengan ditunjukkan dengan nilai Modulus halus butir

c.

antara 1,50-3,80.
4) Pasir harus dalam keadaan jenuh kering muka.
Air
1) Tidak mengandung lumpur atau benda melayang
lainnya lebih dari 2 gram/liter.
2) Tidak mengandung garam-garam

yang

dapat

merusak beton (asam, zat organik lainnya) lebih dari


15 gram/liter.
3) Tidak mengandung

khlorida (CI) lebih dari 0,5

gram/liter dan senyawa sulfat lebih dari 1 gram/liter.


d. Bata Merah
1) Batu bata harus mempunyai dimensi dan ukuran
yang standar sesuai Peraturan Bahan Bangunan
yang berlaku.
2) Batu bata mempunyai dimensi seperti berikut: lebar
5 cm, panjang 20 cm, dan tebal 5 cm kecuali
ditentukan lain dalam Peraturan Bahan Bangunan.
3) Batu bata adalah dari hasil pembakaran yang
sempurna dari pabrik batu bata dimana kondisinya
tidak rapuh dan tidak mudah hancur ketika diangkut
dan diturunkan pada lokasi pekerjaan.
4) Batu bata bentuknya harus sempurna

tidak

melengkung dan permukaanya benar-benar rata


untuk semua sisinya.
5) Batu bata mempunyai Kuat Tekan minimal 30
kg/cm2.
6) Perubahan-perubahan pada dimensi dan ukuran
batu bata karena mengikuti dimensi dan ukuran yang
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
65

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


berlaku pada daerah tertentu harus disetujui oleh
Konsultan Pengawas.
7) Toleransi hanya diperbolehkan untuk dimensi dan
bukan untuk kualitas.
e. Batu kali
Spesifikasi bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini
salah satunya adalah batu kali. Batu kali harus memiliki
sisi terpanjang maksimal 150 cm, dan memiliki minimal 3
(tiga) bidang kotak, batu kali bulat tidak boleh digunakan
untuk pasangan. Batu kali harus keras dan hitam,
bersifat kekal dan tidak boleh mengandung bahan yang
f.

dapat merusak.
Batu alam
Batu alam yang digunakan ukuran 200 x 400 mm,

menggunakan batu andesit.


3. Campuran
Komposisi campuran untuk pekerjaan plesteran dan acian
dengan kompsisi sebagai berikut:
NO
1.

2.

URAIAN
PEKERJAAN
Plesteran
dinding

Plesteran
trasram

PCC

PASIR

KET

Seluruh
permukaan dinding
Untuk bata ringan
diplester dengan
mortar sesuai
aturan pabrik.
Permukaan dinding
30 cm dari muka
tanah
Permukaan dinding
KM/WC setinggi
150 cm dari dasar
Permukaan
dinding sesuai
gambar
Kolom, balok, plat,
lisplank beton

3.

Plesteran beton

4.

Plesteran
sponengan
Plesteran tali air
Plesteran ban banan

1
1

2
2

Sesuai gambar
5.
6.
7.

Sesuai gambar
Sesuai gambar

4. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pelaksanaan pekerjaan batu kali
1) Sebelum dipasang semua batu harus dibersihkan
secara menyeluruh dan dibasahi sebelum dipasang.
2) Batu-batu harus diletakkan dengan bagian
terpanjang menghadap kearah horizontal dengan
adukan penuh, dan sambungan-sambungan harus
ditutup dengan adukan.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
66

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


3) Adukan harus dilaksanakan dengan molen adukan
yang mulai mengeras tidak boleh digunakan lagi.
4) Selama konstruksi, batu batu kali harus diperlakukan
sedemikian rupa agar tidak mengganggu atau
merusak batu kali yang telah terpasang.
5) Ukuran dan dimensi sesuai dengan Gambar Kerja.
b. Pelaksanaan pekerjaan plesteran dan acian
1) Pembuatan
campuran
plesteran
menggunakan
peralatan

mesin

yang

pengaduk

memadai.

harus

(molen)

Membuat

dan

campuran

plesteran tanpa mesin pengaduk hanya dapat


dilaksanakan bila ada ijin dari Konsultan Pengawas.
2) Pada permukaan dinding yang akan diplester, siarsiar sebelumnya harus dikerok sedalam 1 cm untuk
memberikan pegangan pada plesteran.
3) Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup
basah, namun tidak sampai jenuh. Plesteran dapat
dilakukan apabila permukaan air yang terlihat sudah
lenyap/kering

kembali,

barulah

plesteran

lapis

pertama dapat dikerjakan.


4) Plesteran lapis ke dua berupa acian semen
5) Untuk bidang yang kedap air dan pasangan dinding
batu bata yang dimungkinkan terkena air hujan dan
semua

pasangan

dinding

bata

30

cm

dari

permukaan lantai dan 150 cm dari permukaan lantai


untuk kamar mandi, WC dan toilet, permukaan plat
dak dengan screeding dengan waterproofing dan
syarat kemiringan dan daerah basah lainnya.
6) Untuk mendapatkan permukaan yang rata dan
ketebalan sesuai dengan yang disyaratkan, maka
dalam memulai pekerjaan plesteran harus dibuat
kepala plesteran.
7) Jika plesteran menunjukkan

hasil

yang

tidak

memuaskan seperti tidak rata, tidak tegak lurus atau


bergelombang, adanya pecah atau retak, keropos,
maka bagian tersebut harus dibongkar kembali untuk
diperbaiki atas biaya Penyedia Barang/Jasa.
8) Pelaksanaan plesteran dilaksanakan minimal setelah
pasangan dinding/beton berumur 2 (dua) minggu.
9) Penyedia Barang/Jasa harus memperlihatkan serta
menjaga

pekerjaan yang

berhubungan

dengan

pekerjaan lain misalnya bekas bobokan pekerjaan


ME dan seterusnya, jika terjadi kerusakan akibat
kelalaiannya, maka Penyedia Barang/Jasa harus
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
67

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


mengganti tanpa biaya tambahan dan dikerjakan
secara baik.
c.

Pelaksanaan pekerjaan bata merah


1) Adukan harus diaduk dengan mesin pengaduk
seperti yang dipersyaratkan dalam pekerjaan beton.
2) Semua pasangan harus diletakkan tegak lurus, datar
dalam satu garis lurus dan berjarak sama. Sebelum
dipasang batu-bata tersebut harus dibasahi dengan
air. Bata yang kurang dari ukuran 10 cm tidak boleh
dipergunakan. Tebal spesi adalah 1 cm - 2 cm.
3) Benda-benda yang tertanam, dipasang semua,
penulangan, baut-baut, angker dan barang-barang
lain yang diperlukan untuk pekerjaan lain ditempat
yang telah ditentukan.
4) Perawatan Pasangan bata adalah dengan cara
menghindari dari beban-beban dari samping, seperti
menyandarkan balok kayu yang besar, terkena
siraman residu, bahan lain dari jenis minyak.
5) Contoh:
Berikan contoh dari batu bata

untuk

mendapatkan persetujuan dari Konsultan


Pengawas dan Direksi.
d. Pekerjaan Pasangan batu alam
1) Sebelum dipasang pastikan batu alam sesuai
dengan spek
2) Pada area yang akan dipasang batu alam pastikan
bersih dan rata.
3) Pemasangan batu alam menggunakan perekat
semen yang sudah disetujui Konsultan Pengawas.
11.4.

Pekerjaan Finishing Lantai dan Dinding


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan finishing lantai dan dinding meliputi penyediaan
tenaga kerja, alatalat yang diperlukan untuk semua
pekerjaan

pemasangan

hingga

dapat

tercapai

hasil

pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna sesuai yang


dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar.
2. Spesifikasi Bahan
Lantai keramik tile ukuran 400 x 400 mm
Lantai keramik tile 400 x 400 mm (tekstur)
Plint keramik tile 100 x 400 mm
Lantai km/wc keramik tile 300 x 300 mm
Dinding km/wc keramik tile 300 x 300 mm
Pasangan keramik meja wastafel dan pantry 300 x 300

mm
Lantai keramik tile 400 x 400 mm tangga

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
68

Standar Dokumen Pengadaan Teknis

Plint keramik tile 100 x 400 mm tangga


Stepnosing 100 x 400 mm (tangga dan teras)

3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pemasangan keramik harus menunggu sampai semua
pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor atau pekerjaan
lainnya yang terletak dibelakang atau dibawah pasangan
ubin ini telah diselesaikan terlebih dahulu.
b. Sebelum pemasangan keramik pada lantai maupun
dinding dimulai, plesteran harus dalam keadaan kering,
padat, rat dan bersih. Adukan untuk pasangan keramik
pada lantai, dinding luar dan bagian lain yang harus
kedap air harus terdiri dari campuran 1 semen, 3 pasir
dan sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan
lain dalam Gambar Kerja.
c.

Adukan untuk pasangan keramik pada tempat-tempat


lainnya menggunakan campuran 1 semen dan 6 pasir.
Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari
25 mm, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja.

d. Keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak


boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk
menjaga agar bidang keramik yang terpasang tetap lurus
dan rat. keramik yang salah letaknya, cacat atau pecah
harus dibongkar dan diganti.
e. Sambungan atau celah-celah antar keramik harus lurus,
rat dan seragam, saling tegak lurus. Lebar celah tidak
boleh lebih dari 1,6 mm, kecuali bila ditentukan lain.
Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah sambungan.
f.

Pemotongan keramik harus dikerjakan dengan keahlian


dan

dilakukan

hanya

pada

satu

sisi,

bila

tidak

terhindarkan. Pada pemasangan khusus seperti pada


sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk
yang lainnya harus dikerjakan serapi dan sesempuna
mungkin.
g. Siar antar keramik dicor dengan semen pengisi/ grout
yang berwarna sama dengan warna keramiknya dan
disetujui Konsultan Pengawas . Pengecoran dilakukan
sedemikian rupa sehingga mengisi penuh garis-garis
siar. Setelah semen mengisi cukup mengeras, bekasbekas pengecoran segera dibersihkan dengan kain lunak
yang baru dan bersih.
h. Setiap pemasangan keramik seluas 8m2 harus diberi
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
69

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


celah mulai yang terdiri dari penutup celah yang ditumpu
dengan batang penyangga berupa polystyrene atau
polyethylene. Lebar celah mulai harus sesuai petunjuk
dalam Gambar Kerja atau sesuai pengarahan dari
Konsultan Pengawas . Bahan berikut cara pemasangan
penutup

celah

dan

penyangganya

harus

sesuai

ketentuan Spesifikasi Teknis dan gambar kerja.


11.5.

Pekerjaan Pintu Jendela


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi

pengadaan,

pembuatan

dan

pemasangan kusen pintu dan jendela, daun pintu dan daun


jendela serta pekerjaan lainnya yang menggunakan bahan
profil alumunium sesuai katalog pabrik dan kayu kualitas
baik, sesuai petunjuk Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis.
2. Spesifikasi Bahan
Bahan yang digunakan pada pekerjaan pintu jendela ini
meliputi:
a. Pintu Utama
Kaca tempered 12 mm
Patch fitting PT 10
Patch fitting PT 20
Patch fitting PT 40
Floor hinges FH 84
Patch fitting US 10
Hendel stainless steel
Jendela:
Profil aluminium "U", tebal 1mm
Kaca tempered 12 mm
Sealant
b. Pintu 01
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering door flush core panel:
Lebar
: 1400 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3
mm
Skin Wood Veneer 0.6 mm, Finishing NC
Warna
: Tentukan Kemudian
Kaca
: Kaca Bening 5 mm
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kaca bening t: 5 mm
Karet
Kayu perkuatan
Flus bolt FB 050 8"
Daun boven:
Frame jendela/boven: Alumunium
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
70

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Ukuran
: 35 mm
Tebal
: 1.15 mm
Warna
: Coklat
Kaca
: Kaca Rayban 5 mm 60 %
Casement 8"
Rambuncis RMB 613 B
Karet
c.

Pintu 02
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 800 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood

Veneer 0.6 mm, Finishing NC


Warna
: Tentukan Kemudian
Kaca
: Kaca Bening 5 mm
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kaca bening t: 5 mm
Karet
Kayu perkuatan
Daun boven:
Frame jendela/boven: Alumunium
Ukuran
: 35 mm
Tebal
: 1.15 mm
Warna
: Coklat
Kaca
: Kaca Rayban 5 mm 60 %
Casement 8"
Rambuncis RMB 613 B
Karet

d. Pintu 03
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 700 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood
Veneer 0.6 mm, Finishing NC, bagian belakang

dipasang Acrylic 3 mm
Warna
: Tentukan Kemudian
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kayu perkuatan

e. Pintu 04
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 900 mm
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
71

Tebal
Tinggi
Finishing

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


: 35 mm
: 2060 mm
: Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood

Veneer 0.6 mm, Finishing NC, Bagian Dalam

f.

Dipasang Acrylic 3 mm
Warna
: Tentukan Kemudian
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kayu perkuatan

PBV 01
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 800 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood

Veneer 0.6 mm, Finishing NC


Warna
: Tentukan Kemudian
Kaca
: Kaca Bening 5 mm
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kaca bening t: 5 mm
Karet
Kayu perkuatan
Boven:
Kaca bening t: 5 mm
Karet

g. PBV 02
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 1400 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood

Veneer 0.6 mm, Finishing NC


Warna
: Tentukan Kemudian
Kaca
: Kaca Bening 5 mm
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kaca bening t: 5 mm
Karet
Kayu perkuatan
Flus bolt FB 050 8"
Boven:

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
72

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Kaca bening t: 5 mm
Karet
h. PBV 03
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 800 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood

i.

PBV 04
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun pintu enginnering wood door flush core panel:
Lebar
: 1400 mm
Tebal
: 35 mm
Tinggi
: 2060 mm
Finishing : Lapis Playwood 3 mm, Skin Wood

j.

Veneer 0.6 mm, Finishing NC


Warna
: Tentukan Kemudian
Kaca
: Kaca Bening 5 mm
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kaca bening t: 5 mm
Karet
Kayu perkuatan
Boven:
Kaca bening t: 5 mm
Karet

Veneer 0.6 mm, Finishing NC


Warna
: Tentukan Kemudian
Kaca
: Kaca Bening 5 mm
Engsel ek 2
Hendel almunium
Lockcase LC 101 WL 40
Cylinder CYL HC DL
Door closer D 20 SLD
Kaca bening t: 5 mm
Karet
Kayu perkuatan
Flus bolt FB 050 8"
Boven:
Kaca bening t: 5 mm
Karet

J 01, J 02, J 03
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun jendela:
Alumunium
Ukuran
: 35 mm
Tebal
: 1.15 mm
Warna
: Coklat
Kaca
: Kaca Rayban 5 mm 60 %
Casement 12"

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
73

Standar Dokumen Pengadaan Teknis

Karet
Rambuncis RMB 613 B
Sealant
Daun Boven:
Frame jendela/boven Aluminium
Kaca rayband t: 5 mm
Casement 8"
Rambuncis RMB 613 B
Karet

k.

J04, J 05
Kusen alumunium
Kaca tempered 12 mm
Finishing sunblasting (bagian luar)
Karet
Sealant

l.

BV 01, BV 02
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Daun Boven:
Alumunium
Ukuran
: 35 mm
Tebal
: 1.15 mm
Warna
: Coklat
Kaca
: Kaca Rayban 5 mm 60 %
Casement 8"
Rambuncis RMB 613 B
Karet
Sealant

m. BV 03
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Kaca rayband t: 5 mm
Karet
sealant
n. BV 04, BV 05
Kusen alumunium 3 tebal 1.15 mm warna coklat
Kaca bening t: 5 mm
Karet
3. Syarat-Syarat Pelaksanaan Pekerjaan Kusen Aluminium
1) Sebelum

memulai

pelaksanaan

Penyedia

Jasa

Konstruksi diwajibkan meneliti gambar-gambar dan


kondisi di lapangan, terutama ukuran dan peil lubang
bukaan dinding. Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan
membuat contoh jadi (mock-up) untuk semua detail
sambungan dan profil yang berhubungan dengan sistem
konstruksi bahan lain dan dimintakan persetujuan dari
Konsultan Pengawas dan Perencana.
2) Proses fabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu
sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Proses ini sudah
didahului dengan pembuatan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014

Shop

Drawing

atas

74

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


petunjuk Perencana, meliputi gambar denah, lokasi,
merk, kualitas, bentuk, ukuran. Penyedia Jasa Konstruksi
juga diwajibkan untuk membuat perhitungan-perhitungan
yang mendasari sistem dan dimensi profil aluminium
terpasang,

sehingga

memenuhi

persyaratan

yang

diminta/berlaku. Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung


jawab penuh atas kehandalan pekerjaan ini.
3) Semua frame/kusen baik untuk jendela, pintu dan
dinding partisi, dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti
sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar
hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
4) Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan
teliti dengan sekrup, rivet, stap dan harus cocok.
5) Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar
dengan sekrup anti karat, sedemikian rupa sehingga hair
line dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi
syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm 2.
Celah antara kaca dan sistem kusen aluminium harus
ditutup oleh sealant.
6) Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang
mana kusen aluminium akan bertemu dengan besi,
tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang
bersangkutan harus diberi lapisan chromium untuk
menghindari timbulnya korosi.
7) Engsel untuk jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak
jangkauan tangan.
4. Syarat-Syarat Pelaksanaan Pekerjaan Pintu Jendela
1) Penyedia Jasa Konstruksi harus memastikan dalam
pengerjaan pintu jenis Engineering Wood Door Flush
Core Panel, detail dan desain harus disesuaikan Gambar
Kerja.
2) Sebelum

melaksanakan

pekerjaan,

Penyedia

Jasa

Konstruksi diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar


yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubanglubang),

termasuk

out/penempatan,

mempelajari

cara

bentuk,

pola,

lay-

pemasangan/mekanisme

dan

detail-detail sesuai Gambar Kerja.


3) Sebelum pekerjaan dimulai. Penyedia Jasa Konstruksi
wajib mengajukan contoh dari semua bahan yang
digunakan dalam pekerjaan ini kepada Konsultan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
75

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Pengawas.
4) Penyedia Jasa Konstruksi wajib membuat Shop Drawing
yang mencantumkan semua data produk, ukuran dan
cara pemasangan dari pekerjaan tersebut. Gambar Shop
Drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu
oleh Konsultan Pengawas.
5) Penimbunan bahan-bahan pintu di lokasi pekerjaan
harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi
udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan
terlindungi dari kerusakan dan kelembaban.
6) Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka
pintu/jendela dan penguat lain serta pemasangan kaca,
agar

tetap

terjamin

kekuatannya

dengan

memperhatikan/menjaga kerapihan, tidak boleh terjadi


noda-noda atau cacat bekas penyetelan.
7) Bentuk/pola dan ukuran harus sesuai gambar dan
merupakan ukuran jadi.
Untuk daun pintu/jendela kaca setelah dipasang harus
rata, tidak bergelombang, tidak melincang dan semua
peralatan dapat berfungsi dengan baik.
5. Syarat-Syarat Pelaksanaan Pekerjaan Pintu Geser/Lipat
1) Sebelum

melaksanakan

pekerjaan,

Penyedia

Jasa

Konstruksi diwajibkan untuk meneliti Gambar Kerja yang


ada dan kondisi di lapangan, termasuk mempelajari
bentuk, pola layout/penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail sesuai Gambar Kerja.
2) Penyedia Jasa Kontruksi harus memeriksa semua
permukaan yang akan berhubungan dengan pekerjaan
partisi geser dan memberitahukan Konsultan Pengawas
seandainya permukaan-permukaan yang bersangkutan
dalam keadaan tidak memungkinkan untuk mendapatkan
pembetulan-pembetulan.
3) Penyedia Jasa Kontruksi harus mengukur setempat
semua dimensi yang mempengaruhi pekerjaannya.
Ukuran

lapangan yang berbeda dengan shop

drawing harus dikoreksi/diselesaikan bersama dengan


user untuk mendapatkan kepastian.
4) Penyedia Jasa Kontruksi harus memberikan perhitungan
kekuatan atas syarat-syarat yang ditentukan.
5) Pemasangan dan penyetelan pintu geser harus benarbenar kuat dengan pemasangan yang terjamin lurus dan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
76

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


tegak lurus, karena pintu geser harus tahan terhadap
dorongan-dorongan/benturan-benturan yang terjadi baik
oleh manusia atau perabotan kantor.
6) Setiap panel harus dapat dibuka, bebas dari merusak
panel yang bersebelahan. Pintu geser yang selesai
terpasang tidak menampakkan skrup-skrup penguat atau
pengikat lainnya (tersembunyi).
7) Pemasangan

komponen-komponen

pintu

geser

dilaksanakan sesuai dengan persyaratan pemasangan


dari

pabrik

yang

bersangkutan.

Apabila

ternyata

dibelakang hari terbukti bahwa komponen-komponen


terpasang

tidak

sesuai

dengan

jenis

yang

diminta/diisyaratkan, Penyedia Jasa Kontruksi wajib


menggantinya atas beban Penyedia Jasa Kontruksi.
8) Penyedia Jasa Kontruksi wajib memelihara pintu geser
dari kotoran-kotoran akibat air, semen, adukan, cat dan
lain-lain serta mengamankannya dari benturan-benturan
yang mengakibatkan cacatnya pintu geser tersebut.
11.6.

Pekerjaan Plafond
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
b. Pekerjaan pemasangan plafond gypsum, dan kalsiboard
serta

list

plafond

gypsum

sesuai

dengan

yang

disebutkan/ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan sesuai


dengan petunjuk Konsultan Pengawas.
2. Spesifikasi Bahan
Bahan yang digunakan dalam pekerjaan plafond adalah
sebagai berikut.
Plafond gypsum metalfuring:
Metal furing tebal 0.45 mm
C chanel tebal 0.45 mm
Wall angle tebal 0.45 mm
Channel clamp tebal 0.45 mm
U clamp tebal 0.45 mm
Angle clip tebal 0.45 mm
Hanger dia 4 mm
Board 9 mm
kompound + kalsit
Kasa
Skrup
Paku + Mesiu
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
77

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Plafond kalsiboard metalfuring:
Metal furing tebal 0.45 mm
C chanel tebal 0.45 mm
Wall angle tebal 0.45 mm
Channel clamp tebal 0.45 mm
U clamp tebal 0.45 mm
Angle clip tebal 0.45 mm
Hanger dia 4 mm
Board 6 mm
kompound + kalsit
Kasa
Skrup
Paku + Mesiu
List plafond:
List plafond
Paku + Mesiu
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Sebelum melaksanakan

pekerjaan,

Penyedia

Jasa

Konstruksi diwajibkan untuk membuat shop drawing dan


meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di
lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari
bentuk, pola lay-out/penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail sesuai Gambar Kerja.
b. Rangka langit-langit dipasang sisi bagian bawah
diratakan, pemasangan sesuai dengan pola yang
ditunjukkan/disebutkan

dalam

gambar

dengan

memperhatikan modul pemasangan penutup langit-langit


c.

yang dipasangnya.
Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus
rata, tidak cembung, kaku dan kuat, kecuali bila
dinyatakan lain, misal: permukaan merupakan bidang
miring/tegak sesuai yang ditunjukkan dalam Gambar

Kerja.
d. Setelah

seluruh

rangka

langit

terpasang,

seluruh

permukaan rangka harus rata, lurus dan waterpass, tidak


ada bagian yang bergelombang, dan batang-batang
rangka harus saling tegak lurus.
e. Bahan penutup langit-langit adalah gipsum dengan mutu
bahan seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola
pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam Gambar
f.

Kerja.
Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan
dinding dipasang list profil dari gypsum dengan bentuk

dan ukuran sesuai dengan Gambar Kerja.


g. Gypsum board yang dipasang adalah gypsum board
yang telah dipilih dengan baik, bentuk dan ukuran
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
78

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak,
gompal atau cacat-cacat lainnya dan telah mendapat
persetujuan dari Konsultan pengawas.
h. Gypsum board dipasang dengan cara pemasangan
sesuai dengan gambar untuk itu dan setelah gypsum
board terpasang, bidang permukaan langit-langit harus
rata, lurus, waterpass dan tidak bergelombang, dan
sambungan antar unit-unit gypsum board tidak terlihat.
11.7.

Pekerjaan Partisi
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan

pada

pekerjaan

partisi

ini adalah

pemasangan dinding partisi untuk lantai 1 dan 2.

2. Spesifikasi Bahan
Partisi gypsum rangka metalstud:
Metal C- stud 76 0.45 mm
U runner
Gypsum board 12 mm
Kasa
Kompon
Paku sekrup
Finish cat
Plint keramik tile 100 x 400 mm
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Penyedia jasa harus membuat detail shopdrawings,
mock up pekerjaan, menyediakan steger-steger agar
pada waktu pemasangan langit-langit tidak merusak
lantai ataupun pekerjaan lain yang telah selesai .
b. Penyedia
jasa
harus
memperhatikan
kerapian
pemasangan partisi terhadap pola plafond, garis-garis
nood lantai, modul dinding pintu jendela kaca dan
c.

sebagainya.
Sambungan antar gypsum harus disambung dengan kain
kasa lebar 5 cm, dan di-compound dengan serbuk
gypsum dicampur dengan alkasit, dikerjakan dengan

rapi, rata dan bersih.


d. Compound harus dikerjakan dengan rata, sehingga tidak
nampak adanya sambungan dan tidak mudah retak-retak
dengan kasa.
e. Bagian bawah partisi di beri plint partisi dengan bahan
menggunakan
f.

almunium,

bentuk

dan

ukurannya

disesuaikan dengan Gambar Kerja.


Pekerjaan rangka partisi harus mengikuti modul ukuran
jarak-jarak horizontal dan vertical 60 cm, 120 cm, 240 cm
dan sambungan kuat di bagian atas dan bawah serta
pada rangka pintu.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
79

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


g. Pemasangan kabel-kabel listrik, letak saklar dan stop
kontak pada rangka partisi harus diselesaikan dengan
baik sesuai ukuran dan standart.
11.8.

Pekerjaan Plafond
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
b. Pekerjaan pemasangan plafond gypsum, dan kalsiboard
serta

list

plafond

gypsum

sesuai

dengan

yang

disebutkan/ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan sesuai


c.

dengan petunjuk Konsultan Pengawas.


Pekerjaan plafond juga mencakup pekerjaan list plafond.

2. Spesifikasi Bahan
Plafon gypsum t = 9 mm, rangka metal furing
Plafon kalsiboard t = 6 mm, rangka metal furing, tritisan
List plafon
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Sebelum melaksanakan

pekerjaan,

Penyedia

Jasa

Konstruksi diwajibkan untuk membuat shop drawing dan


meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di
lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari
bentuk, pola lay-out/penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail sesuai Gambar Kerja.
b. Rangka langit-langit dipasang sisi bagian bawah
diratakan, pemasangan sesuai dengan pola yang
ditunjukkan/disebutkan

dalam

gambar

dengan

memperhatikan modul pemasangan penutup langit-langit


c.

yang dipasangnya.
Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus
rata, tidak cembung, kaku dan kuat, kecuali bila
dinyatakan lain, misal: permukaan merupakan bidang
miring/tegak sesuai yang ditunjukkan dalam Gambar

Kerja.
d. Setelah

seluruh

rangka

langit

terpasang,

seluruh

permukaan rangka harus rata, lurus dan waterpass, tidak


ada bagian yang bergelombang, dan batang-batang
rangka harus saling tegak lurus.
e. Bahan penutup langit-langit adalah gipsum dengan mutu
bahan seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola
pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam Gambar
Kerja.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
80

f.

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan
dinding dipasang list profil dari gypsum dengan bentuk

dan ukuran sesuai dengan Gambar Kerja.


g. Gypsum board yang dipasang adalah gypsum board
yang telah dipilih dengan baik, bentuk dan ukuran
masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak,
gompal atau cacat-cacat lainnya dan telah mendapat
persetujuan dari Konsultan pengawas.
h. Gypsum board dipasang dengan cara pemasangan
sesuai dengan gambar untuk itu dan setelah gypsum
board terpasang, bidang permukaan langit-langit harus
rata, lurus, waterpass dan tidak bergelombang, dan
sambungan antar unit-unit gypsum board tidak terlihat.
11.9.

Pekerjaan Pengecatan
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan pada pekerjaan pengecatan ini meliputi:
Pengecatan dinding dalam (dinding, kolom)
Pengecatan dinding luar (dinding, kolom, balok, listplang

beton)
Pengecatan plafond
Cat compound plat dak dan plat topi
Pengecatan batu alam
Water proofing plat
Water proofing kamar mandi

2. Standar Rujukan
a. Steel Structures Painting Council (SSPC).
b. Swedish Standard Institution (SIS).
c.

British Standard (BS).

d. Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat.


3. Prosedur Umum
a. Data Teknis dan Kartu Warna
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan data
teknis/brosur dan kartu warna dari cat yang akan
digunakan, untuk disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan
Pengawas. Semua warna ditentukan oleh Konsultan
Pengawas dan akan diterbitkan secara terpisah dalam
suatu Skema Warna.
b. Contoh dan Pengujian
1) Cat yang telah disetujui untuk digunakan harus
disimpan di lokasi proyek dalam kemasan tertutup,
bertanda

merek

dagang

dan

mencantumkan

identitas cat yang ada didalamnya, serta harus


diserahkan tidak kurang 2 (dua) bulan sebelum
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
81

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


pekerjaan pengecatan, sehingga cukup dini untuk
memungkinkan waktu pengujian selama 30 (tiga
puluh) hari.
2) Pada saat bahan cat tiba di lokasi, Penyedia Jasa
Konstruksi dan Konsultan Pengawas mengambil 1
liter contoh dari setiap takaran yang ada dan diambil
secara acak dari kaleng/kemasan yang masih
tertutup. Isi dari kaleng/kemasan contoh harus
diaduk dengan sempurna untuk memperoleh contoh
yang benar-benar dapat mewakili.
3) Untuk pengujian, Penyedia Jasa Konstruksi harus
membuat contoh warna dari cat-cat tersebut di atas
2 (dua) potongan kayu lapis atau panel semen
berserat berukuran 300 mm x 300 mm untuk masingmasing warna. 1 (satu) contoh disimpan Penyedia
Jasa Konstruksi dan 1 (satu) contoh lagi disimpan
Konsultan

Pengawas

guna

memberikan

kemungkinan untuk pengujian di masa mendatang


bila bahan tersebut ternyata tidak memenuhi syarat
setelah dikerjakan.
4) Biaya pengadaan contoh bahan dan pembuatan
contoh warna menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa Konstruksi.
4. Spesifikasi Bahan
KEGUNAAN
Cat Dinding Luar
Cat Dinding Dalam
Cat Plafond
Cat dasar untuk permukaan plesteran, beton, papan
gypsum
Cat dasar untuk permukaan besi/baja
Water proofing plat
Water proofing KM
5. Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan
a. Sebelum melakukan pengecatan permukaan dinding
yang akan dicat harus dilakukan uji kelembaban, nilai
dari uji kelembaban harus memenuhi persyaratan nilai
kelembaban yang disyaratkan yaitu maksimal 18%
dengan kadar keasaman pH=8
b. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan
lainnya, permukaan polesan mesin, pelat, instalasi lampu
dan

benda-benda

sejenisnya

yang

berhubungan

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
82

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


langsung dengan permukaan yang akan dicat, harus
dilepas, ditutupi atau dilindungi, sebelum persiapan
c.

permukaan dan pengecatan dimulai.


Permukaan yang akan dicat atau finishing melamin harus
bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau
pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus
dihilangkan dengan memakai kain bersih dan zat
pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan

mempunyai titik nyala diatas 380C.


d. Harus diberi selang waktu yang

cukup

diantara

pengecatan berikutnya untuk memberikan kesempatan


pengeringan

yang

sempurna,

disesuaikan

dengan

kedaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat


dimaksud.
e. Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan
tanda-tanda
f.

mengeras,

membentuk

selaput

yang

berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya.


Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan, suhu, cuaca
dan metoda pengecatan, maka cat boleh diencerkan
sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati
petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi

jumlah 0,5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat.
g. Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya
tanggung

jawab

Penyedia

Jasa

Konstruksi

untuk

memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu


menutup warna lapis di bawahnya).
h. Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan,

maka

barang-barang yang dilepas harus dipasang kembali


oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya.
6. Pelaksanaan Pekerjaan Water Proofing
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan
Konstruksi

harus

berkoordinasi

Penyedia

dengan

Jasa

Konsultan

b.

Pengawas.
Semua material yang dikerjakan harus mengacu pada

c.

spesifikasi teknis yang tertulis dalam dokumen ini.


Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh aplikator yang

d.

berpengalaman.
Permukaan vertikal dan horizontal yang akan di water
proofing harus bebas dari curing coumpound, debu,
partikel-partikel halus yang dapat merusak daya lekat

e.

lainnya.
Pengaplikasian bahan water proofing dilaksanakan

f.

dengan 2 kali coating.


Setelah pekerjaan water proofing selesai dilakukan
pengetesan perendaman selama 3 hari.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
83

g.

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Jika terjadi kebocoran, Penyedia Jasa Konstruksi harus
memperbaiki area tersebut dan dilakukan perendaman
ulang sampai tak terjadi kebocoran.

11.10. Pekerjaan Finishing Eksterior


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan title building
DISHUBKOMINFO
Tinggi huruf = 300 mm (huruf arial bold)
LOGO DISHUBKOMINFO
2. Spesifikasi Bahan
Stainlesteel tebal = 0.8 mm, Embose 40 mm
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas dan Tim Teknis.
b. Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang
resmi, bersertifikat, dan berpengalaman.
c.

Pemasangan

harus

mengikuti

aturan/ketentuan/persyaratan dan mengikuti ketentuan


Gambar Kerja.
d. Bentuk, detail, desain dan ukuran harus sesuai Gambar
Kerja.
11.11. Pekerjaan Railing
1. Lingkup Pekerjaan
Pekejaan railling tangga stainless steel
Pekejaan hand raill tangga stainless steel
Pekejaan railling dinding kaca stainless steel
Pekerjaan grill area wudlu stainless steel
2. Spesifikasi Bahan
BAHAN

SPESIFIKASI

Pipa stainless
Pipa stainless
Material bantu

2 tebal 1.2 mm
1 tebal 1.2 mm

3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Contoh bahan-bahan
diperlihatkan

kepada

yang

akan

Konsultan

dipakai

harus

Pengawasuntuk

disetujui. Contoh itu harus memperlihatkan kualitas


pengelasan dan penghalusan untuk standar dalam
pekerjaan ini.
b. Semua bagian yang dilas harus diratakan dan difinish
sehingga sama dengan permukaan sekitarnya. Bila
memakai pengikat-pengikat lain seperti clip keling dan
lain-lain yang tampak harus sama dalam finish dan
warna dengan bahan yang diikatnya.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
84

c.

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Penyambungan dengan baut harus dilakukan dengan
cara terbaik yang sesuai dengan maksudnya termasuk
perlengkapannya. Lubang-lubang untuk baut harus dibor

dan di-punch.
d. Pemasangan

(penyambungan

dan

pemasangan

aksesoris) harus dilakukan oleh tukang yang ahli dan


berpengalaman. Semua railling tangga utama harus
terbungkus crome/stainless steel kecuali disebutkan lain.
e. Semua untuk pekerjaan ini harus mengacu pada gambar
rencana dan detail shop drawings subkon, kecuali
f.

ditentukan lain.
Penyedia
Jasa

Konstruksi

bertanggung

jawab

memperbaiki segala kesalahan dalam penggambaran,


tata letak dan fabrikasi atas biaya Penyedia Jasa
Konstruksi.
12. PEKERJAAN
ELEKTRIKAL

12.1.

Pekerjaan Panel
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi

pekerjaan

pengadaan

dan

pemasangan panel, jaringan Instalasi, pengadaan tenaga


kerja, peralatan dan bahan serta pemasangan berikut
penyerahan sistem elektrikal dalam keadaan baik dan siap
untuk dipergunakan. Pekerjaan ini mencakup pekerjaan
asesoris pendukungnya, tidak terbatas pada hal-hal berikut:
a. Panel-panel pada tempat-tempat seperti ditunjukkan
dalam Gambar Kerja.
b. Jaringan kabel feeder dari sumber daya yang ada ke
panel-panel atau sub panel seperti ditunjukkan dalam
c.

Gambar Kerja.
Meliputi pengadaan dan pemasangan lengkap dengan
asesoris: Panel MDP, SDP Lampu/Daya dan SDP AC.

2. Spesifikasi Bahan
Panel MDP Gedung
Box panel 700 x 500 x 250 mm type wall mounted
MCCB 160 A/ 3 Ph /36 kA
MCCB 75 A/ 3 Ph /18 kA
MCCB 50 A/ 3 Ph /18 kA
MCCB 30 A/ 3ph/18kA
MCCB 20 A/ 3ph/18kA
MCCB 15 A/ 3ph/18kA
Lampu Indikator
Fuse Lamp 2A
Ampere meter (0-500A)
Volt meter Cam Switch
Curent Transformator (CT) 500/5 A
Bus Bar Sistem/ Cu 5 x (500x50mm)
Sepatu kabel+ Sleeve+ Cable tie
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
85

Standar Dokumen Pengadaan Teknis

Grounding sistem BC 35 mm2 ditanam sampai air tanah


Wiring + Pemasangan

Panel SDP Lantai 1


Box panel 400 x 500 x 200 type wall mounted
MCCB 50 A/ 3ph / 18kA
MCB 16 A/ 1pH / 6 kA
MCB 6 A/ 1pH / 6 kA
MCB 4 A/ 1pH / 6 kA
Lampu Indikator
Fuse Lamp 2A
Curent Transformator (CT) 500/5 A
Bus Bar Sistem/ Cu 5 x (500x50mm)
Sepatu kabel+ Sleeve+ Cable tie
Grounding sistem BC 35 mm2 ditanam sampai air tanah
Wiring + Pemasangan
Panel SDP Lantai 2
Box panel 400 x 500 x 200 type wall mounted
MCCB 75 A/ 3ph / 18kA
MCB 16 A/ 1pH / 6 kA
MCB 6 A/ 1pH / 6 kA
MCB 4 A/ 1pH / 6 kA
Lampu Indikator
Fuse Lamp 2A
Curent Transformator (CT) 500/5 A
Bus Bar Sistem/ Cu 5 x (500x50mm)
Sepatu kabel+ Sleeve+ Cable tie
Grounding sistem BC 35 mm2 ditanam sampai air tanah
Wiring + Pemasangan
Panel SDP AC Lantai 1
Box panel 400 x 500 x 200 type wall mounted
MCCB 20A/ 3ph / 18 KA
MCB 6 A / 1ph / 6 KA
Lampu Indikator
Fuse Lamp 2A
Curent Transformator (CT) 500/5 A
Bus Bar Sistem/ Cu 5 x (500x50mm)
Sepatu kabel+ Sleeve+ Cable tie
Grounding sistem BC 35 mm2 ditanam sampai air tanah
Wiring + Pemasangan
Panel SDP AC Lantai 2
Box panel 400x 500 x 200 type wall mounted
MCCB 30A/ 3ph / 18 KA
MCB 4 A / 1ph / 6 KA
MCB 6 A / 1ph / 6 KA
Lampu Indikator
Fuse Lamp 2A
Curent Transformator (CT) 500/5 A
Bus Bar Sistem/ Cu 5 x (500x50mm)
Sepatu kabel+ Sleeve+ Cable tie
Grounding sistem BC 35 mm2 ditanam sampai air tanah
Wiring + Pemasangan
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
86

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Panel TR akan dioperasikan pada tegangan 380/220 V, 3
phase, 4 kawat, 50 Hz dan solidly grounded
b. Panel harus dapat dioperasikan dengan aman oleh
petugas, misalnya pengoperasian sakeler-sakelar daya,
pemutus tenaga, pemasangan kembali indicator-indicator
gangguan, pengecekan tegangan, dan sebagainya
c.

Panel terdiri dari lemari-lemari yang akan digunakan


untuk

pemasangan

peralatan-peralatan

dan

penyambungan. Lemari-lemari panel hanya mempunyai


bukaan dari sisi sebelah depan
d. Lemari untuk panel board harus mempunyai ukuran
yang proporsional seperti dipersyaratkan untuk panel
board dan sesuai kebutuhan, sehingga untuk sejumlah
komponen panel maupun untuk sejumlah kabel yang
dipakai tidak menjadi terlalu sesak
e. Kabinet panel terbuat dari bahan pelat baja dengan
ketebalan minimum 0.8 mm sebelum dicoating. Panelpanel floor mounting / free standing harus diberi penguat
rangka dari baja siku atau kanan dengan ketebalan 3
mm,

mempunyai

ukuran

standar

sehingga

dapat

dipertukarkan dan diperluas dengan mudah


f.

Pintu panel dilengkapi dengan engsel type terbenam,


handle (catch) dan kunci (lock). Kunci panel-panel listrik
harus memakai kunci jenis push button.

g. Finishing panel harus dilaksanakan sebagai berikut


semua mur dan baut harus tahan karat. Semua bagian
dari

baja

harus

bersih

dan

sandblasted

setelah

pengelasan, kemudian secepatnya dilindungi terhadap


karat dengan cara galvanisasi atau chromium plating
atau dengan zinc chromate primer. Pengecatan finishing
dilakukan dengan dua lapis cat oven warna abu-abu atau
warna lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
12.2.

Pekerjaan Penarikan Kabel


1. Lingkup Pekerjaan
Penarikan kabel dari
PLN ke Panel MDP Gedung
Panel MDP ke SDP Penerangan dan Daya Lt.1
Panel MDP ke SDP Penerangan dan Daya Lt.2
Panel MDP ke Pompa air
Panel MDP ke SDP AC Lt.1

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
87

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Panel MDP ke SDP AC Lt.2 NYY 4 x 6 mm2
2. Spesifikasi Bahan
Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah:
BAHAN

SPESIFIKASI
NYY 4 x 25 mm2
NYY 4 x 10 mm2

PLN ke Panel MDP Gedung


Panel MDP ke SDP
Penerangan dan Daya Lt.1
Panel
MDP
ke
SDP

NYY 4 x 16 mm2

Penerangan dan Daya Lt.2


Panel MDP ke Pompa air
Panel MDP ke SDP AC Lt.1
Panel MDP ke SDP AC Lt.2

NYY 4 x 4 mm2
NYY 4 x 4 mm2
NYY 4 x 6 mm2

3. Pelaksanaan Pekerjaan
Kabel harus dipasang dalam konduit atau rak kabel sesuai
ketentuan dalam Spesifikasi Teknis. Pengkabelan untuk
mikrofon, pembumian, pengeras suara dan kabel daya harus
dipisahkan satu sama lain dengan isolasi dan pelindung
metal. Pelindung harus diterminasi hanya pada salah satu
ujungnya.
12.3.

Pekerjaan Instalasi Lampu & Kotak Kontak


1. Lingkup Pekerjaan
Dalam pekerjaan instalasi lampu dan kotak kontak terdapat
beberapa

hal

yang

harus

di

kerjakan

agar

sistem

penerangan dan kotak kontak dapat digunakan sesuai


fungsinya. Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pemasangan,
penyambungan (wiring instalation) instalasi lampu dan kotak
kontak serta perbaikan (bila diperlukan) selama masa
pemeliharaan.
Jumlah kabel yang digunakan untuk instalasi lampu adalah 2
buah yaitu untuk kabel fasa dan kabel netral dengan kabel
fasa

dihubungkan

dengan

saklar

dan

kabel

netral

dihubungkan dengan lampu, sedang untuk instalasi kotak


kontak menggunakan 3 buah kabel yaitu untuk kabel fasa,
kabel netral dan kabel pembumian, dengan ketentuan
peletakkan kabel fasa di sebelah kiri dan kabel netral di
sebelah kanan kotak kontak dan kabel ground di tengah.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
88

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


2. Spesifikasi Bahan

Saklar tunggal
Saklar double
Saklar hotel

Stop kontak 500 W

Exhaust fan 23 W

a. Spesifikasi Saklar dan Kotak Kontak Biasa


1) Sakelar
Sakelar yang digunakan harus dari type untuk
pemasangan rata dinding, mempunyai rating 250
Volts 10 Amp dari jenis double dan single
2) Kotak Kontak Biasa (KKB) pemasangan Dinding
Kotak kontak biasa yang dipakai adalah kotak kontak
satu fasa. Semua kotak kontak harus memiliki
terminal fasa, netral dan pentanahan. Stop kontak
untuk

pemasangan

rata

dinding

diperlukan

diantaranya : 300 watt dengan pemasangan 30 cm di


atas

lantai

atau

dipasang

sesuai

keperluan

pemakaian
3) Kabel Instalasi
Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan
instalasi kotak kontak harus kabel inti tembaga
dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih.
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pemasangan saklar dan kotak kontak yang menempel
pada partisi menggunakan perkuatan C Stud, seperti
spesifikasi pada rangka partisi.
b. Semua fixture penerangan dan kotak kontak beserta
perlengkapan-perlengkapannya harus dipasang oleh
tukang-tukang yang berpengalaman dengan cara yang
benar dan disetujui Konsultan Pengawas seperti yang
ditunjukkan dalam gambar.
c.

Pada daerah yang tidak memakai ceiling pemasangan


lampu menempel pada kanal yang dipasang lengkap
dengan penggantungnya.

d. Pada waktu pemeriksaan akhir semua fixture dan


perlengkapan harus sudah siap menyala. Bebas dari
cacat. Semua fixtures dan perlengkapan harus bersih
bebas dari debu, plastes dan lain lain. Semua reflector,
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
89

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


kaca, panel pinggir atau bagian-bagian lain yang rusak
sebelum

pemeriksaan

akhir

harus

diganti

oleh

pemborong tanpa biaya tambahan.


12.4.

Pekerjaan Telepon
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan pada pekerjaan telepon ini meliputi
pemasangan pipa sparing, kabel telepon
2. Spesifikasi Bahan

Telephone Terminal Box /TTB

3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
konsultan pengawas
b. Pipa conduit instalasi dipasang diseusaikan dengan jalur
instalasi yang ada pada gambar kerja
c.

Pemasangan outlet telpon harus sesuai dengan titik


outlet yang sudah tergambar di gambar kerja

12.5.

Pekerjaan LAN
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup

pekerjaan

pada

pekerjaan

LAN

ini

meliputi

pemasangan pipa sparing, kabel LAN,


2. Spesifikasi Bahan

Intalasi titik LAN dengan kabel UTP cat. 5

Sparing pipa PVC 4" untuk kabel F/O

3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
konsultan pengawas
b. Pipa conduit instalasi dipasang diseusaikan dengan jalur
instalasi yang ada pada gambar kerja kemudian
dilanjutkan dengan memasukkan kabel ke pipa tersebut
c.

Pemasangan outlet LAN harus sesuai dengan titik outlet


yang sudah tergambar di gambar kerja

d. Kabel sparing harus dimunculkan dari atas plafon


12.6.

Pekerjaan CCTV
1. Lingkup Pekerjaan

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
90

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Lingkup pekerjaan pada pekerjaan CCTV ini meliputi
pemasangan pipa pengkabelan, dan pengkabelannya,
2. Spesifikasi Bahan

Instalasi Cabel Coaxial RG 59

3. Peleksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh aplikator yang resmi dan
berpengalaman
b. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
konsultan pengawas
c.

Pemasangan titik kamera CCTV harus sesuai dengan


titik yang sudah tergambar di gambar kerja

12.7.

Pekerjaan Tata Suara


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan pada pekerjaan tata suara ini meliputi
pemasangan pipa sparing, kabel instalasi
2. Spesifikasi Bahan
Kabel instalsi NYMHY 3x1,5mm Eterna sekualitas
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh aplikator yang resmi dan
berpengalaman
b. Kabel Instalasi tata suara harus dimunculkan dari atas
plafon
c.

Penyedia

Jasa

Konstruksi

harus

menambahkan

peralatan pembantu yang perlu untuk pekerjaan ini


meskipun tidak disebutkan dalam persyaratan teknis
khusus untuk mencapai performance yang dikehendaki
d. Penyedia Jasa Konstruksi harus melakukan semua
pengujian untuk mendemonstrasikan bahwa bekerjanya
kabel dan material yang telah selesai dipasang memang
benar-benar memenuhi persyaratan. Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyediakan personil dan peralatan
yang perlu untuk melakukan pengujian

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
91

13. PEKERJAAN
MEKANIKAL

14.1.

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Pekerjaan Instalasi Air Bersih
1. Spesifikasi Bahan
Lantai 1:
Pipa hisap dia 1"
Pipa suplai dia 1"
Pipa PVC Distribusi dia 1''
Pipa PVC Distribusi dia 1 1/2''
Pipa PVC Distribusi dia 3/4''
Pipa PVC kuras AW dia. 1"
Pipa riser dia 1 1/2''
Gate Valve 1 1/2"
Gate Valve pada Rooftank 1 1/2"
Over flow dia.1"
Header dia. 2"
Sumur air bersih
Rooftank 1000 L + Radar (autoswitch) + instalasi
Pompa
Lantai 2:
Pipa PVC Distribusi dia 1''
Pipa PVC Distribusi dia 1 1/2''
Pipa PVC Distribusi dia 3/4''
Pipa riser dia 1 1/2''
Gate Valve 1 1/2"
2. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Sambungan pipa digunakan cara sambungan ulir, flange
atau victaulic sesuai dengan ukuran masing-masing.
Penyambungan

dengan ulir

harus

terlebih

dahulu

dilapisi dengan red lead cement.


b. Pada bagian-bagian khusus, digunakan sambungan
flanged

dilas,

dimana

penyambungan

dengan

menggunakan flange ini perlu dilengkapi dengan Ring


Type Gasket untuk menjamin kerapatan dan kekuatan
c.

sambungan tersebut.
Semua ujung yang terakhir yang tidak dilanjutkan lagi

harus ditutup dengan doop/plug atau blind-flanged.


d. Pipa-pipa harus diberi gantungan, pipa tegak di dalam
Shaft harus diklem pada jarak setiap 2 m juga pada
setiap percabangan dan belokan. Pengurugan pipa-pipa
ini dilakukan setelah hasil test baik dan disetujui
pengawas.
e. Semua pipa baik yang tampak atau yang ditanam
diharuskan diberi pelindung dengan Lead Meni, untuk
yang ditanam di tanah ditambah lapisan pelindung Water
Proofing kwalitas baik. Pekerjaan Water Proofing harus
dilakukan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada bagian
permukaan pipa dan fitting yang tidak terkena Water
f.

Proofing.
Pipa-pipa distribusi sebelum disambungkan ke fixtures

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
92

harus

ditest

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


terlebih dahulu dengan tekanan uji

Hydrostatik sebesar satu setengah kali tekanan kerjanya


(Working Pressure) dimana dalam waktu minimum 1 x 24
jam (disesuaikan dengan instruksi pengawas) tidak boleh
mengalami penurunan takanan/mengalami kebocoran.
g. Instalasi yang hasil testnya tidak baik, segera diperbaiki.
Biaya pengetesan, alat-alat yang diperlukan dan biaya
perbaikannya

ditanggung

oleh

Penyedia

Jasa

Konstruksi.
h. Pipa-pipa yang menembus lantai, dinding beton harus
dibuatkan sleeve/sparing dari pipa PVC dan
i.

diberi

perapat.
Pipa-pipa yang ada di atas langit-langit, shaft

dan

pada tempat-tempat yang terlihat harus dicat (pipa air


kotor dicat hitam, pipa udara dicat abu-abu, pipa air
bersih dicat biru, pipa talang air

hujan dicat

sesuai

warna dinding (tak ada pipa udara) dengan bahan cat


j.

yang baik dan tepat.


Sebelum air bersih dipakai, maka air yang ada dalam
pipa dibuang dulu, kemudian sistim pemipaan diisi
dengan larutan yang mengandung 50 mg/1 chlor dan
didiamkan selama 24 jam. Setelah 24 jam sistim dibilas
dengan air bersih.

14.2. Pekerjaan Instalasi Air Bekas dan Air Kotor


1. Spesifikasi Bahan
Air Bekas
Lantai 1:
Pipa PVC 2"
Pipa PVC 3"
Pipa PVC 4"
Sumur resapan air bekas
1) Pasir
2) Semen
3) Agregat kasar
4) Batu koral
5) Tahu beton
Tahu beton menggunakan beton campuran 1 Pcc : 3
Pasir : 5 Krikil. Tebal tahu beton 5 cm.
6) Ijuk
7) Penutup sumur resapan
Penutup sumur menggunakan beton

dengan

dimensi, desain, dan detail tulangan yang digunakan


sesuai Gambar Kerja.
8) Buis beton
Buis beton yang digunakan 800 mm harus
berkualitas

baik

dengan

ukuran

diameter

disesuaikan dengan Gambar Kerja.


Bak kontrol air bekas

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
93

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


1) Pasir
2) Semen
3) Batu bata
a) Bermutu, matang, keras, ukuran-ukuran sama
rata, seragam dan saling tegak lurus, tidak retakretak

tidak

mengandung

berlubang-lubang.
b) Penyedia Barang/Jasa
sample

bata

mendapatkan
Pengawas.

yang

harus
akan

persetujuan

Batu bata

batu

dan

tidak

menyerahkan
dipakai

dari

untuk

Konsultan

yang ternyata tidak

memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari


site.
c) Bata bata merah yang digunakan mempunyai
toleransi ukuran sesuai dengan tabel 27-1 dan
27-2 PUBI tahun 1982 dan tabel 27-3 PUBI
tahun 1982 (tentang kuat tekan) sedang bagian
yang pecah tidak boleh lebih dari 10%.
4) Agregat kasar
5) Besi tulangan
Besi yang digunakan pada pekerjaan beton praktis
ini adalah besi diameter P10 mm polos berisi 4
(empat) untuk tulangan pokok, dan sengkang/begel
diameter P8 mm jarak dengan 150 mm.
Lantai 2:
Pipa PVC 2"
Pipa PVC 3"
Pipa riser PVC 4"
Clean Out
Fitting + Supporting
Air Kotor
Lantai 1:
Pipa PVC 4"
Pipa PVC 6"
Over flow 4"
Pipa Vent 1"
Bak kontrol air kotor
Sumur resapan air kotor
Septictank
Lantai 2:
Pipa PVC 4"
Pipa riser PVC 6"
Clean Out
2. Pelaksanaan Pekerjaan
1) Sambungan-sambungan antara pipa PVC diberi Solvent
Cement dari kwalitas baik yang disetujui oleh Direksi
Lapangan/Konsultan Pengawas.
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
94

2) Bila

terjadi

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


pertemuan antara pipa PVC atau fitting

logam, maka menggunakan sambungan ulir atau flend


dengan fitting antara lain faucet
faucet socket dan lain-lain

elbow, valve socket,

dan sambungan tersebut

diberi lem khusus.


3) Semua ujung pipa atau fitting yang terakhir, yang tidak
dilanjutkan lagi harus ditutup dengan doop atau plug,
dengan bahan material yang sama.
4) Pipa-pipa sebelum disambung harus di test dahulu
terhadap kebocoran, hal ini dilakukan sebelum pekerjaan
finishing dilaksanakan.
5) Pipa PVC untuk saluran air bekas dan air kotor yang
tertanam ditanah,pada setiap jarak 3 m harus diberikan
pondasi bantalan beton 1 pc + 3 ps + 5 krl, pondasi ini
juga

dipasang

pada

bagian

sambungan

pipa

percabangan dan belokan.


6) Pipa tegak (riser) harus diberikan bantalan beton pondasi
pada bagian pertemuan antara pipa tegak dan datar
dilantai dasar.
7) Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara
bagian demi bagian dengan panjang pipa maksimum
50m, dalam

hal

ini lokasi setiap toilet perlu

diperhatikan.
8) Selain mengikuti ketentuan seperti tercantum diatas,
semua Pekerjaan Instalasi Pipa untuk Air Kotor, Air
Bekas harus sesuai dengan ketentuan seperti di bawah
ini:
a) Penanaman pipa pada tembok harus tertutup oleh
Pekerjaan Finishing sesuai gambar.
b) Pipa-pipa harus dipasang sedemikian rupa sehingga
tidak ada hawa busuk yang keluar,

dan tidak ada

rongga-rongga udara, letaknya harus lurus. Untuk


pipa mendatar harus dibuat kemiringan minimal 1%
(satu persen).
c) Setiap pencabangan arah dibuat dengan Y (wai)
atau TY (tiwai) sanitari dan dilengkapi dengan lobang
pembersih (clean out), kecuali ditentukan lain dalam
gambar.
d) Pada ujung

buntu

dilengkapi

dengan

lobang

pembersih (clean out), dan diperlukan adanya


lubang-lubang pemeriksa (lubang kontrol).
e) Untuk menghindarkan hawa busuk didalam ruangan
perlu adanya pipa vent (pelepas udara), yang
dipasang pada pembuangan air kotor dan air bekas
pada tempat-tempat tertentu (lihat gambar).
Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo
| Pola Data Consultant - 2014
95

f)

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Di ujung pipa-pipa induk air kotor, didalam shaft
digabungkan menjadi satu pipa vent menuju atap

dengan diameter 3" (atau sesuai gambar).


g) Ujung-ujung pipa dan lobang-lobang
didoop/plug

selama

dimaksudkan

untuk

pemasangan,
mencegah

harus

hal

ini

masuknya

kotoran/serangga ke dalam pipa.


h) Pipa-pipa PVC yang tertanam di tanah yang
melintasi jalan harus dilindungi dengan pipa besi
BSP medium class, pada setiap jarak 3 m dan pada
kedua ujung pipa besi diberikan bantalan beton.
14.3.

Pekerjaan Peralatan Saniter


1. Spesifikasi Bahan
Lantai 1:
Kran 0.5"
Floordrain
Wastafel + kran + cermin + aksesoris
Jet washer
Kloset duduk
Zink + kran
Pegangan stainless
Lantai 2:
Kran 0.5"
Floordrain
Jet washer
Kloset duduk
Wastafel + kran + cermin + aksesoris
2. Pelaksanaan Pekerjaan
1) Sebelum pemasangan

dimulai,

Penyedia

Jasa

Konstruksi harus meneliti gambar-gambar yang ada dan


kondisi di lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola,
penempatan, cara pemasangan dan detail-detail sesuai
gambar.
2) Penyedia Jasa Konstruksi tidak dibenarkan memulai
pekerjaan di suatu tempat bila ada kelainan perbedaan di
tempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
3) Penyedia
Jasa
Konstruksi
wajib
memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan
yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa
garansi, atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi, selama
kerusakan

bukan

disebabkan

oleh

tindakan

Pemilik/Pemakaian/Pemberi Tugas.
14.4.

Pekerjaan Tata Udara


1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan pada pekerjaan tata udara ini meliputi
pemasangan stop kontak AC dan pengkabelannya.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
96

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


2. Spesifikasi Bahan
Instalasi Power AC 1 Fasa (NYM 3 x 2.5 mm2)
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
konsultan pengawas
b. Intalasi daya AC dikerjakan sesuai dengan gambar kerja
c. Kabel sparing harus dimunculkan dari atas plafon
d. Pemasangan Drain AC harus tertanam dalam dinding
tembok maupun partisi, agar tidak tampak dari luar, di
sambungkan pada saluran keliling gedung
14. PENUTUP

15.1.

Pekerjaan lain di luar lingkup dokumen ini, yang ternyata timbul


dalam pelaksanaan pekerjaan, harus dilaporkan kepada panitia
penerima hasil pekerjaan (PPHP), dan boleh dilakukan setelah
memperoleh perintah dari pemberi tugas.

15.2.

Semua bagian pekerjaan harus selesai 100% dan setelah itu


penyerahan pertama dapat dilaksanakan.

15.3.

Penyedia Jasa harus selalu menjaga ketertiban dalam lokasi


pekerjaan.

15.4.

Penyedia Jasa harus menjaga kerusakan-kerusakan dari fasilitas


yang ada. Dan apabila ada kerusakan yang diakibatkan oleh
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa wajib memperbaiki atas
biaya dan tanggungan Penyedia Jasa.

15.5.

Penyedia Jasa harus membersihkan sisa-sisa bahan material


dan sisa bongkaran, sehingga lokasi proyek betul-betul bersih.

15.6.

Apabila penyerahan pertama dapat dilaksanakan maka dibuat


Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang Pertama.

15.7.

Serah terima kedua (terakhir) dapat dilaksanakan dengan syarat


semua pekerjaan yang cacat atau kurang sempurna dalam masa
pemeliharaan pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik dan
sempurna dan dibuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang
kedua.

Demikian Dokumen Pengadaan Penyedia Barang/Jasa dapat kami


sampaikan.

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
97

Standar Dokumen Pengadaan Teknis

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
98

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


Tabel Spesifikasi Teknis

NO

BAHAN

PEKERJAAN STRUKTUR
I. PEKERJAAN BETON
Semen
II. PEKERJAAN ANTI RAYAP
Bahan Aktif Cypermnathrium
III. PEKERJAAN ATAP
Usuk dan Reng Baja Ringan
Genteng Keramik
Bubungan Genteng Keramik
Bubungan Tiga Arah
Bubungan Penutup
Listplang Woodplank
PEKERJAAN ARSITEKTUR
I. PEKERJAAN FINISHING LANTAI DAN
DINDING
Keramik Tile
Plint Keramik
Step Nosing
II. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
Kusen Aluminium
Daun Pintu
Kaca Tempered, Kaca Bening, Kaca Rayban
Aksesoris
III. PEKERJAAN PARTISI
Rangka Stud Baja Ringan
Gypsum Board
IV. PEKERJAAN PLAFOND
Rangka Metalfuring
Gypsum Board
Kalsiboard
V. PEKERJAAN PENGECATAN
Cat Dalam
Cat Luar
Cat Plafond
Zinc Chromate
Cat Besi
Cat Batu Alam
Waterproofing Plat
Waterproofing KM
VI. PEKERJAAN RAILING
Railing Stainless Steel
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
I. PEKERJAAN PANEL
Panel
MCCB
MCB
Ampere meter
Volt meter Cam Switch
Curent Transformator
II. PEKERJAAN PENARIKAN KABEL
Kabel NYY
III. PEKERJAAN INSTALASI LAMPU & KOTAK
KONTAK

SPESIFIKASI/MERK

SPEK YANG
DIPILIH
PENYEDIA JASA
KONSTRUKSI

Tiga Roda, Holcim


Prevail EC 100, Premise 200 SL
Bisesa sekualitas
Kanmuri sekualitas
Kanmuri sekualitas
Kanmuri sekualitas
Kanmuri sekualitas
Elephant sekualitas

KIA, Roman
KIA, Roman
KIA, Roman
Alexindo, YKK
Natural sekualitas
Asahimas sekualias
Solid, Kend
BMyS, Knauf
Jayaboard sekualitas
Jayaboard, Elephant
Jayaboard, Elephant
Kalsiboard, GRC Board
Catylac, Jotun
Catylac, Jotun
Catylac, Jotun
Meiji sekualitas
Emco sekualitas
Mowilex sekualitas
BASF Masterseal 555 sekualitas
BASF Masterseal 555 sekualitas

Saka, ABB
Schneider, ABB
Schneider, ABB
OTTO sekualitas
OTTO sekualitas
OTTO sekualitas
Eterna sekualitas

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
99

NO

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


SPEK YANG
DIPILIH
SPESIFIKASI/MERK
PENYEDIA JASA
KONSTRUKSI
Eterna sekualitas
Clipsal, Panasonic
Clipsal, Panasonic

BAHAN
Kabel Instalasi
Saklar
Stop Kontak
IV. PEKERJAAN TELEPON
Kabel Instalasi

Jenis ITC/UTC pair eternal


sekualitas

V. PEKERJAAN LAN
Kabel Instalasi
VI. PEKERJAAN CCTV
Instalasi Cabel Coaxial RG 59
VII. PEKERJAAN TATA SUARA
Intalasi ceiling speaker
Kabel NYMHY
PEKERJAAN MEKANIKAL
I. PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH,
BEKAS, KOTOR
Pipa Air Bersih
Pipa Buangan
Valve
Pompa
II. PERALATAN SANITER
Kran
Floor Drain
Wastafel. Kran, Cermin, Aksesoris
Jet Washer
Kloset Duduk
Zink Kran
III. PEKERJAAN TATA UDARA
Pipa Drain AC
Pipa Refrigerant
AC Split

UTP cat.6 Belden sekualitas


Belden, EZO
Eterna sekualitas

Westpex, Genova
Pralon, Wavin
Kitz sekualitas
Ebara, Grundfos
San Ei, TOTO
American Standard, TOTO
American Standard, TOTO
American Standard, TOTO
American Standard, TOTO
San Ei, TOTO
Pralon, Wavin
Artic, Denji
Daikin, Panasonic

Pekerjaan yang Harus Disubkonkan


NO

PEKERJAAN

Pekerjaan Struktur

Pekerjaan Arsitektur

Pekerjaan Elektrikal

SUB PEKERJAAN
-

Pekerjaan Anti Rayap


Pekerjaan Beton (ready mix)
Pekerjaan Plafon
Pekerjaan Pintu dan jendela
Pekerjaan Pengecatan
Pekerjaan Panel
Pekerjaan Pengkabelan
Pekerjaan Instalasi Lampu & Kotak Kontak
Pekerjaan Telepon
Pekerjaan LAN
Pekerjaan CCTV
Pekerjaan Tata Suara

Pekerjaan yang Harus Memiliki Garansi


NO
1

PEKERJAAN
Pekerjaan Bangunan Utama

SUB PEKERJAAN
- Pekerjaan Anti Rayap

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
100

Pekerjaan Arsitektur

Standar Dokumen Pengadaan Teknis


- Pekerjaan Pengecatan
Pengecatan
Waterproofing

Pembangunan Gedung Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo


| Pola Data Consultant - 2014
101