Anda di halaman 1dari 1

Susi Fauziah 0906500002

Ikhtisar Kapita Selekta Linguistik

Teori Leonard Bloomfield

Salah seorang pelopor Linguistik struktural adalah Leonard Bloomfield. Ia


menerbitkan hasil analisisnya mengenai suatu bahasa tertentu berdasarkan
penelitian lapangan yang telah dilakukannya. Hasil pemikirannya yang sangat
mempengaruhi Linguistik Amerika adalah bukunya yang berjudul Language (1933)
yang menggambarkan secara garis besar tentang teori Bloomfield berkenaan
dengan bahasa.

Pada awalnya, Bloomfield adalah seorang mentalis karena ia menganggap


kalau struktur linguistik mencerminkan cara pandang suatu masyarakat. Oleh karena
itu, cara pandang atau realitas mental suatu masyarakat dapat diteliti dengan cara
menganalisis bahasa dan penggunaan bahasa masyarakat tersebut. Akan tetapi,
melalui buku Language yang ditulisnya pada tahun 1933, ia menunjukkan kalau ia
telah berubah menjadi seorang empirisis.

Dengan berpegang pada pendekatan empiris, maka dia berpendapat bahwa


penelitian bahasa hanya bisa dilakukan berdasarkan pengamatan langsung
terhadap suatu fenomena bahasa atau melakukan generalisasi berdasarkan
pengamatan atau penelitian yang dilakukan berdasarkan seperangkat prosedur
mekanis tertentu.

Pemikiran Bloomfield yang empiris mempengaruhi pendekatan yang


diambilnya berkenaan dengan menganalisis makna. Meskipun dia mengakui kalau
fungsi utama bahasa adalah untuk menyampaikan makna tetapi dia merasa skeptis
kalau makna dapat diteliti secara ilmiah. Oleh karena itu, Bloomfield menyarankan
supaya penelitian tentang makna dihindari sebisa mungkin.

Dominasi Bloomfield pada bidang Linguistik Struktural Amerika menunjukkan


pengaruh filosofi empiris yang sangat besar pada komunitas intellektual Amerika
pada tahun 1930an dan 1940an. Hal ini sangat mencengangkan karena tidak
pernah ada lagi periode dalam sejarah Amerika yang menunjukkan metode ilmu
pengetahuan yang dapat menandingi kejayaan empiris pada masanya.