Anda di halaman 1dari 23

TUMOR LIDAH

NUR SYAZNI HASNI


UMMU ASMA'
PEMBIMBING :
DR. G. EVANS

PENDAHULUAN
Lidah merupakan organ muskularis yang sangat
mobile yang mengisi sebagian besar rongga
mulut.
Peran utama dari lidah adalah mendorong bolus
makanan ke belakang dan ke faring untuk
memulai proses menelan dan membentuk katakata untuk mengaktifkan komunikasi.
Tumor pada lidah mempunyai presentase kedua
paling banyak dari seluruh keganasan rongga
mulut atau sekitar 30% kasus.
Tumor lidah tahap awal umumnya ditangani
melalui pembedahan sementara untuk yang tahap
lanjut diterapi dengan terapi kombinasi.

ANATOMI LIDAH

INNERVASI LIDAH

VASKULARISASI LIDAH

ALIRAN LIMFE RONGGA MULUT

ETIOLOGI

TEMBAKAU - zat karsinogenik


ALKOHOL - zat karsinogenik
FAKTOR GIGI DAN MULUT -higienitas
INFEKSI VIRUS- virus HPV

PATOGENESIS
Mutasi dan inaktivasi dari gen P53

DIAGNOSIS

ANAMNESIS
disfagi
odinofagi
disartria
nyeri menjalar ke telinga ipsilateral
trismus
benjolan

MANIFESTASI KLINIS
benjolan di lidah
benjolan di leher
PEMERIKSAAN FISIK
inspeksi
pemeriksaan palpasi bimanual

DIAGNOSIS BANDING
Ulserasi Traumatik
Ulserasi Inflamatorik
Leukoplakia dan
eritroplakia lidah
Papiloma lidah
Penyakit lain

PEMERIKSAAN PENUNJANG
BIOPSI

SITOLOGI EKSFOLIATA DARI SPESIMEN KEROKAN


Dilakukan pada lesi yang berupa bercak / superfisial.
Klasifikasi:
- kelas I: tidak ditemukan sel atipik atau sel abnormal
- kelas II: sitologi atipik tetapi tidak ditemukan keganasan
- kelas III: sitologi sugestif tetapi tidak konklusif
keganasan
- kelas IV: sitologi sangat sugestif keganasan
- kelas V: sitologi konklusif keganasan
Bila hasilnya :
Kelas I- III : lakukan ulangan sitologi 3 bulan lagi.
Bila 2 kali pengulangan sitologi tetap kelas III maka perlu
dibiopsi
Kelas IV-V : lakukan biopsi

TOLUIDINE BLUE
menentukan lokasi yang akan ditindaki meski tidak dapat
menunjukkan tumor yang berada di bawah epitel yang
normal.
Pada epitel normal dan lesi jinak biasanya tidak akan
ada zat warna yang tersisa.
Pada lesi pre-malignan atau lesi eritematous jinak akan
ada zat warna yang tertinggal. Untuk lesi jinak biasanya
akan memberi gambaran tepi yang rata sedangkan pada
lesi pre-malignan dan malignan akan menmberi
gambaran tepi yang tidak teratur.

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

CT-SCAN

STAGING

STADIUM BERDASARKAN TNM

PENATALAKSANAAN
Penanganan tumor lidah sama halnya
dengan penanganan tumor pada rongga
mulut
lainnya
dimana
penanganan
sebaiknya dilakukan secara multidisipliner
yang
melibatkan
beberapa
bidang
spesialis.
Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam penanganan ialah eradikasi dari
tumor, pengembalian fungsi dari lidah,
serta
aspek
kosmetik/
penampilan
penderita.

Terapi kuratif diberikan pada tumor lidah


stadium I, II, dan III.
Terapi utama untuk stadium I dan II ialah
operasi atau radioterapi.
Stadium III dan IV yang masih operabel
ialah kombinasi operasi dan radioterapi
pasca bedah.

Untuk lesi yang kecil (T1 dan T2), tindakan


operasi atau radioterapi saja dapat memberikan
angka kesembuhan yang tinggi, dengan catatan
bahwa pada kasus tumor ganas pilihan
radioterapi saja
pada T2 memberikan angka kekambuhan yang
lebih tinggi dari pada tindakan operasi.
Untuk T3 dan T4, terapi kombinasi operasi dan
radioterapi memberikan hasil yang paling baik.
Pemberian neo-adjuvant radioterapi dan atau
kemoterapi sebelum tindakan operasi dapat
diberikan pada kanker rongga locally advanced
(T3,T4).

PROGNOSIS
Prognosis pada tumor jinak lidah umumnya baik apabila
ditangani dengan cepat dan tepat. Sedangkan prognosis
pada tumor ganas biasanya jelek, meskipun angka statistik
penyakit bervariasi diantara kelompok penderita angka
penyembuhan selama lima tahun bergantung pada stadium.
Faktor-faktor yang sangat berpengaruh pada prognosis
penderita karsinoma lidah adalah ada atau tidaknya
metastase.
Pada akhir-akhir ini dilaporkan bahwa angka five year
survival rates untuk karsinoma lidah terus meningkat
karena ditemukannya pilihan reseksi menyeluruh pada lidah
/ glossektomi total.