Anda di halaman 1dari 5

Alat ukur listrik

(AMPEREMETER)

1. A.

Pengertian Amperemeter

Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus. Bagian terpenting dari ampermeter adalah
galvanometer. Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan paralel dengan resistor
yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur ampermeter.
Dalam praktikum sumber listrik arus searah , amperemeter biasanya digunakan untuk mengukur
besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar.
1. B.

Konfigurasi

Amperemeter bisa jadi tersusun atas mikroamperemeter dan shunt. Mikroamperemeter berguna
untuk mendeteksi ada tidaknya arus melalui rangkaian karena nilai kuat arus yang kecilpun dapat
terdeteksi. Untuk mengukur kuat arus yang lebih besar dibantu dengan hambatan Shunt sehingga
kemampuan mengukurnya disesuaikan dengan perkiraan arus yang ada. Jika kita memperkirakan
dalam rentang miliampere, dapat kita gunakan shunt yang tertera 100 mA atau 500 mA.
1. C.

Prinsip Kerja

Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (Gaya Lorentz). Ketika arus mengalir
melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnet timbul gaya lorentz yang menggerakan
jarum penunjuk menyimpang. Apabila arus yang melewati kumparan besar, maka gaya yang
timbul juga akan membesar sedemikian sehingga penyimpangan jarum penunjuk juga akan lebih
besar. Demikian sebaliknya, ketika kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk akan dikembalikan
ke posisi semula oleh pegas. Besar gaya yang dimaksud sesuai dengan Prinsip Gaya Lorentz F =
B.I. L. Kemampuan amperemeter dapat ditingkatkan dengan memasang hambatan shunt secara
parallel terhadap amperemeter. Besar hambatan shunt tergantung pada berapa kali kemampuan
yang akan ditingkatkan.
Rumus :Rsh= Rg
(n-1)
Contoh Soal:
Sebuah amperemeter dengan hambatan RG = 100 ohm dapat mengukur kuat arus maksimum 100
mA. Berapa besar hambatan shunt yang diperlukan agar dapat mengukur kuat arus sebesar 10 A.

1. D.

Cara Merubah Batas Ukur

Ampermeter memiliki pengukuran yang terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang tertera
dlm alat ukur itu, ada yang maksimum 5A,10A dan 20A. Ampermeter bisa jadi tersusun atas
mikrometer amper dan shunt gunanya untuk mendeteksi ada tidak arus dalam rangkaian karena
nilai kuat arus yang kecilpun dapat terdeteksi.
Jika kita akan mengukur arus yang melewati penghantar dengan menggunakan Amperemeter
maka harus kita pasang seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melewati
ampere meter.
Setelah amperemeter terpasang, kita dapat mengetahui besar kuat arus yang mengalir melalui
penghantar dengan membaca amperemeter melalui jarum penunjuk.
Dalam membaca amperemeter harus diperhatikan karakteristik alat ukur karena jarum
penunjuk tidak selalu menyatakan angka apa adanya.
Gambar :

1. E.

Sensitivitas

Sensitivitas arus didefenisikan sebagai perbandingan penyimpangan (defleksi) galvanometer


terdapat arus yang menghasilkan defleksi tersebut. Arus dinyatakan dalam mikrometer amper
(mA) dan didefleksi dalam milimeter (mm). Bagi galvanometer skala yang tidak dikalibrasi
dalam mm, defleksi dapat dinyatakan dalam bagian skala sensivitas arus yang dinyatakan dalam
persamaan dimana:
SI=sensitivitas arus
I= arus galvanometer dan mA

d =defleksi galvanometer dalam bagian skala (mm)

1. F.

Contoh Soal
1. Sebuah ampermeter dengan hambatan Rg= 100 ohm dapat mengukur kuat arus
maksimum 100 mA . Berapa besar hambatan shunt yang diperlukan agar dapat
mengukur kuat arus sebesar 10 A ?

1. Kawat yang mempunyai panjang 5 cm dialiri arus sebesar 30 A. Dan mempunyai medan
magnet sebesar 0,8 T. Berapa gaya lorentz yang terjadi?
Diket: B=0,8 T
I=30 A
L=5cm=0,05m
Ditanya: F.?
Jawab: F=B.I.L
=0,8T.30A.0,05m
=1,2N
1. Coba anda jelaskan bagaimana cara penggunaan ampermeter?
Jawab :
Jika kita akan mengukur arus yang melewati penghantar dengan menggunakan ampermeter maka
harus kita pasang seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melewati
ampermeter. Setelah kita buka skalar S, kemudian kita putus pengantar kemudian sambung
ampermeter di tempat itu, setelah itu kita dapat mengetahui besar kuat arus melalui jarum
penunjuk.

DAFTAR PUSTAKA

Cooper W.D., 1985, Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran, Jakarta : Erlangga.
www.google.com
Douglas Giancoli, 2001, Fisika, Jakarta: Erlangga.
www. Hendripdf/alat ukur listrik/amperemeter.com