Anda di halaman 1dari 8

STUDI KASUS

DERMATITIS NUMULARIS

OLEH
Aldy Ayatullah

110.2009.022

Ajeng Febriyanti

110.2010.013

Deny Rahmat P.

110.2009.072

Rindayu Ambarsih

110.2010.242

Yuke Putri

110.2010.300

Pembimbing
dr. Hedi Hendrawan R. Sp.KK, MKes

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RSUD SOREANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
PERIODE 18 MEI 2015 20 JUNI 2015

2015

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama
: An. J
Jenis Kelamin
: Perempuan
Umur
: 4 tahun
Alamat
: Ciwidey kulon, RT 1 RW13, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung
Agama
: Islam
Pekerjaan
: di bawah umur
Status Pernikahan
: Belum menikah
Suku Bangsa
: Sunda
II. ANAMNESIS
Heteroanamnesis dengan pasien sendiri dan ayah pasien dilakukan pada hari
Jumat, tanggal 05 Juni 2013 pukul 10.15 WIB di Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUD Soreang.
Keluhan Utama
Beruntus merah
Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang anak perempuan berusia 4 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUD Soreang dibawa ayahnya dengan keluhan beruntus-beruntus merah
yang terasa gatal dan semakin membesar serta berair pada kedua tungkai sisi luar
yang tidak juga sembuh kurang lebih sejak 1 tahun yang lalu.
Satu tahun yang lalu setelah pasien pulang bermain, pasien merasakan gatal di
tungkai kiri bawah sisi luar. Selain gatal pasien juga merasakan beruntus-beruntus
yang berukuran lebih kecil dari ujung jarum pentul. Awalnya beruntus-beruntus padat,
tetapi lama-kelaman saat di garuk karena gatal mengeluarkan air. Awalnya beruntusberuntus di tungkai ukurannya hanya kecil, tetapi semakin lama semakin banyak dan
meluas dan menyatu menjadi sebuah bentuk bulat agak lonjong. Luka ini tidak
sembuh juga, malahan menjadi basah dan berair dan tungkai kanan juga mengalami
hal serupa. Ayah pasien sudah pernah memberikan obat salep untuk di oleskan di atas
luka tetapi kambuh lagi.

Riwayat Penyakit Dahulu


Menurut ayah pasien hal ini baru pertama kali di alami oleh pasien. Selama ini
pasien belum pernah mengalami sakit pada kulit.
Riwayat Penyakit Keluarga
Menurut ayah pasien, dirumah tidak ada yang mengalami hal yang sama
dengan pasien. Baik ayah pasien, maupun ibu pasien tidak ada riwayat asma, bersinbersin di pagi hari, dan alergi lainnya baik makanan maupun obat-obatan.
Riwaya Kebiasaan
Pasien mandi 2 kali sehari, memakai handuk sendiri, di lap sampai kering, dan
air di rumah menggunakan air sumur. Pasien saat ini sedang menjalankan minggu
ujian di sekolahnya dan tidak mengalami kesulitan.
Riwayat Lingkungan Rumah
Pasien tinggal di rumah dengan ayah, ibu, dan adiknya. Di dalam rumah
cahaya matahari dapat masuk, dan ventilasi udara baik.
III.PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum
Kesadaran
Tanda vital

: Tampak sakit ringan


: Compos mentis
:

Tekanan darah : Nadi


: 112 x/menit, regular
Suhu
: afebris
Pernafasan
: 20x/menit

Berat badan
Kesan gizi
Kepala
Mata
Telinga
Hidung
Mulut
Thorax

: 21 kg
: Gizi baik
: Rambut hitam,tidak ada kelainan kulit kepala
: Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, alis
mata hitam.
: Normotia, tidak ada kelainan kulit
: Normal, deviasi (-), sekret (-), tidak ada kelainan kulit
: Bibir tidak pucat, tidak ada kelainan kulit

Inspeksi

Palpasi
Perkusi
Auskultasi
o Paru

: Bentuk normal, pergerakan simetris, tidak terdapat


kelainan kulit
: Tidak dilakukan
: Tidak dilakukan
: Suara nafas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-

o Jantung: Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-)


Abdomen

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

Genitalia
Ekstremitas atas
Ekstremitas bawah
I.

: Datar, tidak terdapat kelainan kulit


: Supel, hepar dan lien tidak teraba membesar
: Tidak dilakukan
: Tidak dilakukan
: Tidak diperiksa
: Akral hangat, tidak ada edema, tidak sianosis, tidak
terdapat kelainan kulit (sesuai status dermatologis)
: Akral hangat, tidak ada edema, tidak sianosis,
terdapat kelainan kulit (sesuai status dermatologikus)

Status Dermatologikus
Distribusi
: Regional
Ad regio
: Kedua tungkai bawah (kruris sinistra dan dextra)
Lesi
: Multipel konfluens, berbentuk bulat,ukuran diameter 2,5cm,
Efloresensi

berbatas tegas,
: Papul-eritema, erosi-eksoriasi, basah, krusta

Gambar 1. Lesi kulit pada tungkai kiri

Gambar 2. Lesi pada tungkai kanan

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan pada pasien ini.

V. RESUME
Seorang anak perempuan berusia 4 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUD Soreang dibawa ayahnya dengan keluhan beruntus-beruntus merah
yang terasa gatal dan semakin membesar serta berair pada kedua tungkai sisi luar
yang tidak juga sembuh kurang lebih sejak 1 bulan yang lalu.
Pada anamnesis di dapatkan lesi kulit pada tungkai kiri dan kanan sudah
berlangsung satu bulan di mulai dari papul yang eritema dan terasa gatal, yang
menjadi vesikel,kemudian di garuk mengeluarkan cairan. Papul yang tadinya hanya
sedikit menjadi semakin besar dan menjadi basah.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada tungkai kiri dan kanan bawah
distirbusi regional Lesi multipel,

konfluens, berbentuk bulat,ukuran diameter

2,5cm, berbatas tegas, efloresensi berupapapul-eritema, erosi-eksoriasi, basah, krusta.


Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang.
VI. DIAGNOSIS BANDING
1. Dermatitis Numularis
2. Dermatitis Kontak Iritan
3. Dermatitis Atopik
VII.

DIAGNOSIS KERJA

Dermatitis Numularis

VIII.

USULAN PEMERIKSAAN

Usulan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis banding :


1. Mikologi kerokan kulit pada tungkai bawah kanan, yaitu kerokan kulit dari
pinggir lesi di tambah larutah KOH 10%, kemudian dilihat di bawah mikroskop.
2. Pemeriksaan Darah Laboratorium : Hitung jenis leukosit, Eosinofil darah total,
IgE darah.
3. Patch Test atau Prick Test.

IX. PENATALAKSANAAN

1. Non medikamentosa
Memberikan penjelasan pada orangtua pasien tentang penyakit yang diderita

dan pengobatannya.
Menyarankan orang tua untuk mandi dengan air dingin, sehingga kulit pasien
tidak terlalu kering

Memberikan edukasi mengenai cara kompres terbuka, yaitu kasa steril


dibasahi dengan larutan NaCl 0,9%steril, kemudian diperas, sehingga kasa
tidak terlalu basah, kemudian kasa 3 lapis di taruh menutupi luka di tungkai
kiri bawah pasien, selama 10 menit. Diulangi sebanyak 6 kali. Dilakukan 2
kali, saat siang dan malam, dengan tujuan agar lukanya kering. Hari kedua
yaitu besok paginya, luka tidak perlu dikompres lagi.

Pemakaian obat yang diberikan harus diberikan rutin sesuai aturan

agar

mencapai penyembuhan maksimal


2. KHUSUS
Sistemik (oral) :
o Lameson tablet 4 mg ( Metylprednisolone) diminum 2 kali sehari 1 tablet
selama 5 hari setelah makan.
Dosis : 0,5-1,7 mg/kgBB/hari dibagi per 12 jam. Pada anak ini dengan berat
badan 20 kg : 10mg-34 mg per hari.
o Chlorpheniramine maleat 4 mg diminum 2 kali sehari tablet selama 5 hari.
Dosis : 2mg/ hari setiap 4-6 jam, dosis harian tidak melebihi 12 mg/ hari.

Topikal :
o Kompres terbuka menggunakan NaCl 0,9% dan kasa steril sebanyak 2
kali pengulangan yaitu, siang hari dan malam hari untuk hari ini saja.
Besok pagi sudah tidak dikompres lagi.

Satu kompres dilakukan

sebanyak 10 kali, dengan durasi 10 menit setiap kalinya. Kasa steril


dibasahi dengan larutan NaCl 0,9%steril, kemudian diperas, sehingga
kasa tidak terlalu basah, kemudian kasa 3 lapis di taruh menutupi luka
di tungkai kiri bawah pasien.
o Antibitoik (Gentamisin 5 gr) dan kortikosteroid ( mometason furoate
Krim 10 g )yang dicampur menjadi satu tempat, dioleskan tipis-tipis
pada kulit yang gatal ( kedua tungkai bawah dan kedua lengan ) 2 kali
sehari, segera sehabis mandi.

X. PROGNOSIS

Quo ad vitam
Quo ad fungtionam
Quo ad sanationam
Quo ad kosmetikum

: Ad bonam
: Ad bonam
: Ad bonam
: Ad bonam