Anda di halaman 1dari 11

4.1.

4 Hinterland Pelabuhan Makassar


4.1.4.1. Daerah Hinterland Pelabuhan Makassar
Wilayah hinterland suatu pelabuhan sangat berpengaruh terhadap jumlah
barang yang akan dilayani atau melintasi pelabuhan tersebut. Wilayah hinterland
pelabuhan Makassar sangat dipengaruhi oleh pelabuhan-pelabuhan yang ada
dipropinsi Sulawesi Selatan.
Propinsi Sulawesi Selatan memiliki 20 kabupaten dan 4 kota, dan Makassar sebagai
ibu kota propinsi. Keduapuluh Kabupaten tersebut yakni; Maros, Luwu, Gowa,
Bulukumba, Barru, Pangkep, Soppeng, Bone, Wajo, Takalar, Sinjai, Sidrap,
Enrekang, Tanah Toraja, Pinrang, Luwu Timur, Luwu Utara, Jenne Ponto. Dan
dibeberapa daerah terdapat pelabuhan diantaranya pelabuhan awerang di Barru,
pelabuhan Makassar, Pelabuhan Palopo dan Pelabuhan Pare-Pare. Namun kelima
pelabuhan tersebut hanya pelabuhan Makassar yang memiliki pelayanan petikemas
yakni diterminal Petikemas Makassar Pangkalan Hatta, dimana daerah-daerah yang
dilayani meliputi seluruh kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan, oleh karena itu
terminal petikemas merupakan pintu gerbang keluar masuknya barang khususnya
petikemas dipropinsi Sulawesi Selatan. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya
peningkatan arus petikemas yang terjadi setiap tahunnya. Berdasarkan aksesbilitas
dengan attribuk jarak, batas-batas wilayah administrative kota Makassar, fasilitafasilitas yang ada pada pelabuhan Petikemas Makassar serta memperhatikan kondisi
jaringan jalan yang menghubungkan kota Makassar dengan kabupaten-kabupaten
disekitarnya. Maka wilayah hinterland pelabuhan Makassar meliputi seluruh wilayah
kabupaten di Sulawesi Selatan. Hal ini dikarenakan secar geografis daerah-daerah
tersebut memiliki jarak yang cukup dekat dan berhubungan langsung dengan daerah
pelabuhan sehingga keluar masuknya petikeams akan menuju atau keluar dari daerah
hinterland akan melalui pelabuhan Petikemas Makassar terlebih dahulu.

Gambr 4.2 Peta Wialayah Hinterland Pelabuhan Makassar


4.1.4.2. Gambaran Potensi Daerah Wilayah Hinterland
Sulawesi selatan merupakan daerah investasi yang berpotensi oleh hasil Perikanan,
Pertambangan, dan Perkebunan. Berikut ini adalah pusat perkembangan komoditas
Sulawesi Selatan;
Jenis Komodity
Pertanian dan Peternakan
1
Kakao
2
Perikanan
3
Kelapa Sawit
4
Ternak Sapi
5
Tebu
6
Kacang Mete
7
Rumput Laut
8
Lada
9
Pengolahan Kopi
Pertambangan dan Industri
1
Batu Kapur
2
Logam
3
Gas Alam
4
Batu Bara
5
6
7
8
9

Nikel
Pasir Besi
Marmer
Pasir Kuarsa
Granit

Pusat Komodity
Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, soppeng
Luwu, Bone, Sinjai, Wajo, Bulukumba
Maros, Jeneponto, Takar dan Pinrang
Luwu Timur dan Luwu Utara
Bone, Gowa, Bulukumba, Maros dan Barru
Gowa,Takalar, Bone,Luwu
Pangke, Bone, Sidrap
Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bone
Bulukumba, Sinjai, Enrekang, dan Luwu utara
Tanah Toraja, dan Enrekang
Maros, Pangkep, Sidrap, Bulukumba, Bone, Soppeng
Luwu, Maros, takalar, Selayar, Jeneponto, dan Barru
Wajo, jeneponto, Enrekang
Maros, Pangkep, Barru, sidrap, Enrekang, Bone, Sinjai
Tator, Gowa, Jenneponto dan Enrekang
Luwu
Luwu
Bone,Maros
Sidrap dan Pinrang
Luwu, Selayar, Maros

4.1.5. Perkembangan Petikemas Ekspor-Impor


Komponen-komponen daerah belakang/hinterland yang mendukung perkembangan
arus petikemas di pelabuhan petikemas Makassar tidak terlepas dari kondisi dan
pertumbuhan ekonomi daerah, anatara lain adalah
1.

Produk domestik bruto (PDRB)


Merupakan niali dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam satu tahun
disuatu wilayah tertentu. Angka PDRB berdasarkan harga berlaku, yang mana
berdasarkan harga berlaku merupakan jumlah hasil produksi, penfapatan, atau
pengeluaran yang dinilai sesuai dengan harga yang berlaku pada tahun berjalan.

2. Pertanian
Pembangunan disektor pertanian menjadi lebih penting disebabkan jumlah
penduduk sebagian besar mata pencahariannya

dibidang pertanian, hal ini

ditunjukkan angka pproduksi tiap tahunnya mengalami peningkatan. Daerah hasil


produksi tertinggi padi di Sulawesi Selatan pada tahun 2014 adalah kabupaten
Bone dimana hasil produksi mencapai 591.508 ton, kemudian produksi padi
tertinggi kedua adalah kabupaten Wajo dengan hasil produksi 480.122 ton.
3. Perdagangan
Arus perdagangan di Sulawesi selatan dari tahun ketahun terus meningkat, neraca
perdagangan mencakup data tentang ekspor dan impor barang
4. Perkebunan
Budidaya tanaman pangan yang dapat dikembangkan sebagai komoditas
unggulan berbasis agrobisnis adalah, kelapa, kelapa sawit, coklat dan kopi.
5. Pertambangan
Salah satu sector yang mendorong tingginya PDRB Provinsi Sulawesi Selatan
adalah sector pertambangan. Produksinya mencakup mangan, besi, pasir besi,
granit, timah hitam, batu nikel sebagai produk unggulnya, produksi terdapat di
Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.
6. Industri

Perkembangan perindustrian di Sulawesi Selatan yang sangat mendukung


sebagai daerah hinterland pelabuhan Makassar menunjukkan hasil yang
meningkat. Peningkatan ini didukung oleh keberadaan kawasan industry
Makassar (KIMA), PT. TONASA, PT. BOSOWA, Pabrik Trafo Kalla Electrick .
4.1.6. Gambaran Komodity Petikemas Di CY Terminal Petikemas Makassar
a. Gambaran Komodity di CY Internasional Petikemas Makassar
1. Impor
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jenis Komoditas
Kertas
Tepung Terigu
Batu Bata
Mesin
Timah
Alat Berat
Suku Cadang
Karung Goni
Kayu Papan
Beras

Tonase
6.282
2.336
1.942
1.855
1.608
740
522
441
250
25

Asal
Swedia
Australia
Swedia/Korea
Korea/Singapore
Swedia
Singapore
Singapore/Germa
Singapore
Thailand
Thailand

Tonase
100,03

Tujuan
China/Korea/Jepang

57.640
32.640
32.417
7.617
7.204
4.840
3.986
3.122

Amerika/Belanda
Hongkong/China
Belanda/Australia
Amerika
Amerika
Jepang
Amerika/Jepang
India

2. Ekspor
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jenis Komoditas
Marmer Marbel
Biji Coklat dan Hasil
Coklat
Rumpu Laut
Kayu Olahan
Ikan Beku
Karet
Udang Beku
Kopi
Biji Mente

Sumber : PT. Pelindo IV cab. Terminal Petikemas Makassar


b. Gambaran Komodity di CY Domestik Petikemas Makassar
3. Bongkar

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jenis Komoditas
Campuran
Minuman
Makanan Ternak
Bahan Makanan
Keramik
Bahan Pembersih
Minyak Goreng
Rokok
Elektronik
Besi/Rongsokan

Tonase
1.524
35.439
25.439
24.356
24.110
19.988
19.232
17.314
1.206
5.526

Asal
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya

Sumber : PT. Pelindo IV cab. Terminal Petikemas Makassar


4. Muat

No
1
2
3
4
5
6
7
8

Jenis Komoditas
Jagung
Beras
Tepung Terigu
Semen
Campuran
Marmer
Palawija
Kayu Olahan

Tonase
174.128
148.692
136.338
86.784
84.506
70.679
68.004
50.842

Tujuan
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Ambon
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Ambon
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya
Jakarta/Surabaya

Sumber : PT. Pelindo IV cab. Terminal Petikemas Makassar

Gambar 4.3.Peta jaringan lalu-lintas Kapal dari pelabuhan Makassar kebeberapa


pelabuhan lainnya.(Sumber: PT. (Persero) Pelindo IV Cabang Makassar & hasil
analisa data)

Model Summary

Model

.995

R Square
a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.991

.958

18275.978

a. Predictors: (Constant), PDRB, Pertambangan, Perdagangan,


Perkebunan, Pertanian, Jasa_jasa, Industri_Pengolahan

Coefficients

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)

Std. Error

Beta

400065.759 190980.999

Sig.

2.095

.171

Pertanian

.025

.031

.201

.794

.511

Perdagangan

.023

.019

.955

1.204

.352

-5.603

2.400

-1.291

-2.334

.145

-.023

.048

-.661

-.475

.681

.453

.157

2.991

2.894

.102

-.113

.085

-1.211

-1.331

.315

.001

.005

.043

.272

.811

Pertambangan
Industri_Pengolahan
Jasa_jasa
Perkebunan

PDRB

a. Dependent Variable: Petikemas_Impor

Model Tarikan Petikemas Impor per tahun, untuk hinterland Terminal Petikemas
Makassar
Y = 400065,759 + (0,025(X1))+ (0,023(X2)) (5,603(X3)) ( 0,023(X4)) +
(0,453(X5)) (0,113 (X6)) + (0,001(X7))

variable yang paling mempengaruhi pergerakan Petikemas Impor di TPM adalah


sebagai berikut

Variables Entered/Removed

Model

Variables Entered Variables Removed

Method
Stepwise
(Criteria:
Probabilityof-F-to-enter

Perkebunan

. <= ,050,
Probabilityof-F-toremove >=
,100).

a. Dependent Variable: Petikemas_Impor

Model Summary
Std. Error of the
Model

R Square
.972

Adjusted R Square

.945

Estimate

.938

22148.853

a. Predictors: (Constant), Perkebunan

Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

B
(Constant)
Perkebunan

Std. Error

-3866.579

20518.340

.091

.008

Coefficients
Beta

.972

Sig.
-.188

.855

11.754

.000

a. Dependent Variable: Petikemas_Impor

Koefesien determinasi atau angka R square adalah 0,945 merupakan kuadrat dari
korelasi variabel Perkebunan 0,9722, artinya 94,5 % variabel Perkebunan yang
mempengaruhi petikemas Impor di TPM, dan 5,5% di pengaruhi oleh faktor lain

4.1.7. Model Tarikan dan Bangkitan Petikemas


1. Model Bangkitan Petikemas Ekspor
Variabel
Tahun
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014

Ekspor
(Teus)
131839
121902
148380
165290
184275
220792
222997
266455
355613
390940

X1
X2
X3
X4
X5
X6
Pertanian Perdagangan PertambanganIndustri Pengolahan Jasa-Jasa
Perkebunan
(Ton)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Ton)
2185277
4384748
132347
4529827
1273933
1429393
2498601
5754096
159834
5536359
1682666
1738392
2895474
6392823
164569
6393562
1735672
1822839
3580249
7269263
173983
6892435
1892639
1927363
3619652
7880009
179461
7137863
1953776
1896738
3365509
9507866
187152
8245336
2178422
2106055
3615127
10986578
190143
9158522
2326591
2674841
4064033
13191799
193115
11064400
2618938
3374645
4293870
16690285
195708
12514885
2770345
3726354
4271115
10195884
198539
10769844
3258491
4183648

X7
PDRB
(Rp)
2485928
4249477
4892028
5679394
6895138
7982347
8996056
1090767
1263253
1396000

Sumber : analisis data dummy

Model Summary
Std. Error of the
Model

R Square
.997

Adjusted R Square

.994

.974

Estimate
15011.505

a. Predictors: (Constant), PDRB, Pertambangan, Perdagangan, Perkebunan,


Pertanian, Jasa_jasa, Industri_Pengolahan

ANOVA
Model
1

Sum of Squares
Regression
Residual
Total

df

Mean Square

7.612E10

1.087E10

4.507E8

2.253E8

7.657E10

F
48.253

a. Predictors: (Constant), PDRB, Pertambangan, Perdagangan, Perkebunan, Pertanian,


Jasa_jasa, Industri_Pengolahan
b. Dependent Variable: Petikema_Ekspor

Sig.
.020

Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients
Model

(Constant)

Std. Error

558163.342

156867.787

Pertanian

.042

.026

Perdagangan

.015

Coefficients
Beta

Sig.

3.558

.071

.329

1.634

.244

.016

.595

.943

.445

-7.769

1.972

-1.732

-3.940

.059

Industri_Pengolahan

.007

.039

.195

.177

.876

Jasa_jasa

.500

.129

3.192

3.885

.060

-.159

.070

-1.639

-2.267

.152

.003

.004

.103

.828

.495

Pertambangan

Perkebunan
PDRB
a. Dependent Variable: Petikema_Ekspor

Model Bangkitan Petikemas Ekspor per tahun, untuk hinterland Terminal Petikemas
Makassar
Y = 558163,342 + (0,042(X1)) + (0,015(X2)) (7,769 (X3)) + (0,007 (X4)) +
(0,500 (X5)) (0,159 (X6)) + (0,003 (7))

2. Model Bangkitan Petikemas Impor

Variabel
Tahun
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014

Impor
(Teus)
123839
141902
155380
166290
186257
221758
227570
262941
352852
389340

X1
X2
X3
X4
X5
X6
Pertanian
Perdagangan Pertambangan Industri Pengolahan Jasa-Jasa Perkebunan
(Ton)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Rp)
(Ton)
2185277
4384748
132347
4529827
1273933
1429393
2498601
5754096
159834
5536359
1682666
1738392
2895474
6392823
164569
6393562
1735672
1822839
3580249
7269263
173983
6892435
1892639
1927363
3619652
7880009
179461
7137863
1953776
1896738
3365509
9507866
187152
8245336
2178422
2106055
3615127
10986578
190143
9158522
2326591
2674841
4064033
13191799
193115
11064400
2618938
3374645
4293870
16690285
195708
12514885
2770345
3726354
4271115
10195884
198539
10769844
3258491
4183648

Sumber : analisis data dummy

X7
PDRB
(Rp)
2485928
4249477
4892028
5679394
6895138
7982347
8996056
1090767
1263253
1396000

Anda mungkin juga menyukai