Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Upaya pengelolaan lingkungan merupakan suatu upaya untuk meminimalisir bahkan
mengeliminir dampak yang bersifat negatif dari setiap kegiatan serta untuk memaksimalkan
dampak positif dari setiap kegiatan. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan di setiap rencana/
usaha, adalah merupakan kepedulian dunia usaha dalam mewujudkan program pembangunan
yang berwawasan lingkungan, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Dalam berbagai aturan, pengelolaan lingkungan hidup sering didefinisikan sebagai
upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan
penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan
pengendalian lingkungan hidup. Terkait dengan rencana kegiatan pembangunan pabrik baja,
sudah tentu akan berdampak terhadap berbagai komponen lingkungan. Maka konsep
pengelolaan adalah upaya meminimalkan perubahan yang negatif yang terjadi pada berbagai
kompenen lingkungan hidup serta memaksimalkan perubahan yang positif untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Tindak lanjut dari pengelolaan lingkungan hidup adalah pengawasan dan
mengevaluasi pencapaian pelaksanaan program untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup
yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemeliharaan, dan pemulihan guna mencapai
optimalisasi dampak positif dan minimalisasi dampak negatif yang terjadi dalam kegiatan
pembangunanpabrik baja. Kegiatan ini merupakan upaya pemantauan terhadap komponen
lingkungan hidup yang terkena dampak penting dan telah dikelola oleh pelaksana rencana
kegiatan. Pemantauan lingkungan hidup dapat digunakan untuk memahami fenomenafenomena yang terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkat proyek (untuk memahami
perilaku dampak yang timbul akibat usaha dan/ atau kegiatan), sampai ke tingkat kawasan
atau bahkan regional; tergantung pada skala masalah yang dihadapi. Pemantauan merupakan
kegiatan yang berlangsung secara terus-menerus, sistematis, dan terencana.
Pemantauan lingkungan merupakan upaya sistematis dan terencana untuk
memperoleh data kondisi lingkungan hidup secara periodik di ruang tertentu berikut
perubahannya menurut waktu. Pemantauan dilakukan terhadap komponen lingkungan yang
relevan untuk digunakan sebagai indikator dalam mengevaluasi penaatan (compliance),
kecenderungan (trendline), dan tingkat kritis (critical level) dari suatu pengelolaan
lingkungan hidup.

Pemrakarsa mempunyai komitmen terhadap konsep pembangunan berkelanjutan dan


ramah lingkungan dan senantiasa melakukan penyempurnaan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan secara terus-menerus agar kegiatan dapat memberikan keuntungan terhadap
seluruh pihak yang terkait. Karena itu Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) dibuat sebagai pedoman bagi instansi
pelaksana dalam mengelola dan memantau lingkungan hidup dalam kaitannya dengan
aktivitasnya.
Rencana-rencana kegiatan untuk pengelolaan dan pemantauan lingkungan seperti
yang tertuang dalam dokumen RKL dan RPL ini tentunya terkait langsung dengan hasil
kajian dalam dokumen ANDAL RKL-RPL ini memuat mengenai upaya untuk menangani
dampak dan memantau komponen lingkungan hidup yang terkena dampak terhadap
keseluruhan dampak, bukan hanya dampak yang disimpulkan sebagai dampak penting dari
hasil proses evaluasi holistik dalam ANDAL. Sehingga untuk beberapa dampak yang
disimpulkan sebagai bukan dampak penting, namun tetap memerlukan dan direncanakan
untuk dikelola dan dipantau (dampak lingkungan hidup lainnya), maka tetap disertakan
rencana pengelolaan dan pemantauannya dalam dokumen RKL-RPL ini.
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Maksud pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan
oleh instansi pelaksana dalam kaitan dengan kegiatan pembangunan pabrik baja ini adalah :
a) Mematuhi semua peraturan perundangan-undangan yang berlaku yang berkaitan
dengan pengendalian pencemaran, pengelolaan limbah, dan pengawasan kualitas
lingkungan
b) Melakukan upaya pencegahan dan meminimalkan perubahan yang dialami oleh
lingkungan hidup dalam hal ini komponen lingkungan fisik-kimia, biologi, sosial
ekonomi dan sosial budaya, serta kesehatan masyarakat.
c) Melakukan kegiatan penanggulangan, penanganan, dan pemulihan fungsi lingkungan
hidup yang telah mengalami kerusakan dan pencemaran, agar fungsi lingkungan
hidup secara berkelanjutan dapat mendukung segala aspek kehidupan.
d) Meyakinkan bahwa kegiatan-kegiatan instansi pelaksana akan mentaati ketentuanketentuan pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan dengan
pengelolaan sumber daya alam sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya

demi pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia dan khususnya pembangunan


ekonomi dan sosial
e) Mengevaluasi kesungguhan pemrakarsa dalam melaksanakan rencana pengelolaan
lingkungan hidup yang telah disusun, sebagai wujud tanggungjawab lingkungan
sebagai pelaksana kegiatan.
f) Sebagai pedoman, arahan dan petunjuk operasional kegiatan pembangunan pabrik
baja dalam pemantauan lingkungan hidup sehubungan dengan kegiatan yang
dilakukannya.
g) Mengetahui keberhasilan penataan, pemeliharaan, pemulihan, pengendalian
lingkungan hidup, dan optimalisasi dampak positif yang terjadi akibat pengelolaan
lingkungan hidup yang telah dilakukan oleh pihak pemrakarsa.
h) Mengetahui pelaksanaan sistem pemantauan lingkungan apakah sesuai dengan yang
direncanakan.
i) Membuat rumusan bersama pihak-pihak yang terkait tentang pelaksanaan pemantauan
lingkungan.
1.2.2

Tujuan Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


Tujuan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang akan dilakukan

oleh instansi pelaksana dalam kaitan dengan kegiatan pembangunan pabrik baja ini adalah :
a) Memberikan pokok-pokok arahan serta prinsip-prinsip yang harus dilakukan dalam
pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup kegiatan Pembangunan
pabrik baja.
b) Tercapainya upaya untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap berbagai
komponen lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan pabrik
baja.
c) Menyusun mekanisme koordinasi kegiatan pengelolaan dampak lingkungan dengan
instansi yang terkait dalam pelaksanaan pengelolaanlingkungan.
d) Memantau komponen lingkungan yang terkena dampak kegiatan pembangunan pabrik
baja sesuai dengan studi ANDAL yang telah dilakukan.
e) Memastikan bahwa pelaksanaan RPL sudah memenuhi target dan dapat menekan
dampak negatif seminimal mungkin dan mengembangkan dampak positif semaksimal
mungkin.

1.3 Kegunaan Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RPL), ini bermanfaat bagi berbagai pihak, baik pemrakarsa, pemerintah,
maupun masyarakat setempat. Manfaat bagi masing-masing pihak tersebut adalah :
a. Pemrakarsa
1) Sebagai pernyataan bahwa pemrakarsa dalam membangun pabrik baja tidak akan
merugikan masyarakat bahkan akan memberikan manfaat, baik langsung maupun
tidak langsung terhadap masyarakat.
2) Sebagai

pernyataan

memelihara,

bahwa

pemrakarsa

menanggulangi, dan

bertanggung

jawab

mencegah,

memulihkan fungsi lingkungan hidup

bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan pembangunan dan operasionalisasi


pabrik baja.
3) Sebagai pedoman bagi pemrakarsa dalam melaksanakan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup dimaksud.
4) Sebagai pedoman dalam melaksanakan pemantauan komponen lingkungan yang
diprakirakan terkena dampak penting kegiatan pembangunan pabrik baja.
5) Sebagai pedoman dalam melakukan upaya pemantauan untuk menanggulangi dan
mengendalikan dampak negatif serta mengembangkan dampak positif akibat
kegiatan.
b. Pemerintah
1) Sebagai upaya optimalisasi berbagai upaya dalam mewujudkan kelestarian
lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat.
2) Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dan menetapkan
kebijakan pembangunan.
3) Sebagai pedoman dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan.
c. Masyarakat
1) Sebagai sarana untuk mengetahui kesungguhan dan upaya pengelolaan lingkungan
hidup yang akan dilakukan oleh pemrakarsa di sekitar kegiatan pembangunan pabrik
baja.
2) Sebagai dasar komitmen untuk secara bersama-sama berpartisipasi memelihara fungsi
lingkungan hidup.

Beri Nilai