Anda di halaman 1dari 21

Lempeng Tektonik (Tectonic Plate)

4 Votes
Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut perkembangannya (Van Krevelen, 1993) :
1. Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh peristiwa yang
katastrofik dalam sejarah bumi.
Hipotesa pemekaran lantai samudra dikemukakan pertama kalinya oleh Harry Hess (1960) dalam
tulisannya yang berjudul Essay in geopoetry describing evidence for sea-floor spreading.
Dalam tulisannya diuraikan mengenai bukti-bukti adanya pemekaran lantai samudra yang terjadi
di pematang tengah samudra (mid oceanic ridges), Guyots, serta umur kerak samudra yang lebih
muda dari 180 juta tahun.
Teori Terbentuknya Benua
Pemekaran
Lantai
Samudra
(Sea
Floor
Spreading)
Hipotesa pemekaran lantai samudra dikemukakan pertama kalinya oleh Harry Hess (1960) dalam
tulisannya yang berjudul Essay in geopoetry describing evidence for sea-floor spreading.
Dalam tulisannya diuraikan mengenai bukti-bukti adanya pemekaran lantai samudra yang terjadi
di pematang tengah samudra (mid oceanic ridges), Guyots, serta umur kerak samudra yang lebih
muda dari 180 juta tahun.
Hipotesa pemekaran lantai samudra pada dasarnya adalah suatu hipotesa yang menganggap
bahwa bagian kulit bumi yang ada didasar samudra Atlantik tepatnya di Pematang Tengah
Samudra mengalami pemekaran yang diakibatkan oleh gaya tarikan (tensional force) yang
digerakan oleh arus konveksi yang berada di bagian mantel bumi (astenosfir). Akibat dari
pemekaran yang terjadi disepanjang sumbu Pematang Tengah Samudra, maka magma yang
berasal dari astenosfir kemudian naik dan membeku.
Arus konveksi yang menggerakan lantai samudra (litosfir), pembentukan material baru di
Pematang Tengah Samudra (Midoceanic ridge) dan penyusupan lantai samudra kedalam interior
bumi (astenosfir) pada zona subduksi.
Continental drift

2. Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa benua-benua
bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912). Akan
tetapi teori ini tidak bisa menerangkan adanya dua sabuk gunung api di bumi.
1.
Kecocokan
/
kesamaan
Garis
Pantai
Kecocokan garis pantai benua Amerika Selatan Bagian Timur dengan garis pantai benua
Afrika Bagian Barat
Wegener menduga bahwa benua benua tersebut diatas pada awalnya adalah satu atas dasar
kesamaan garis pantai. Atas dasar inilah kemudian Wegener mencoba untuk mencocokan semua
benua benua yang ada di muka bumi.
2. Persebaran Fosil
Diketemukannya fosil-fosil yang berasal dari binatang dan tumbuhan yang tersebar luas dan
terpisah di beberapa benua, seperti (gambar 2.10):

Fosil Cynognathus, suatu reptil yang hidup sekitar 240 juta tahun yang lalu dan
ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika.

Fosil Mesosaurus, suatu reptil yang hidup di danau air tawar dan sungai yang hidup
sekitar 260 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika.

Fosil Lystrosaurus, suatu reptil yang hidup di daratan sekitar 240 juta tahun yang lalu,
ditemukan di benua benua Afrika, India, dan Antartika.

Fosil Clossopteris, suatu tanaman yang hidup 260 juta tahun yang lalu, dijumpai di benua
benua Afrika, Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika.

Persebaran fosil Cynognathus diketemukan hanya di benua Amerika Selatan dan benua
Afrika; fosil Lystrosaurus dijumpai di benua-benua Afrika, India, dan Antartika; fosil
Mesosaurus di benua benua Amerika Selatan dan Afrika, dan fosil Glossopteris dijumpai
di benua benua Amerika Selatan, Afrika, India, Antartika, dan Australia.

3. Kesamaan Jenis Batuan


Jalur pegunungan Appalachian yang berada di bagian timur benua Amerika Utara dengan
sebaran berarah timurlaut dan secara tiba-tiba menghilang di pantai Newfoundlands. Pegunungan
yang umurnya sama dengan pegunungan Appalachian juga dijumpai di British Isles dan
Scandinavia. Kedua pegunungan tersebut apabila diletakkan pada lokasi sebelum terjadinya
pemisahan / pengapungan, kedua pegunungan ini akan membentuk suatu jalur pegunungan yang
menerus.
4. Bukti Iklim Purba (Paleoclimatic)
Para ahli kebumian juga telah mempelajari mengenai ilklim purba, dimana pada 250 juta tahun
yang lalu diketahui bahwa belahan bumi bagian selatan pada zaman itu terjadi iklim dingin,

dimana belahan bumi bagian selatan ditutupi oleh lapisan es yang sangat tebal, seperti benua
Antartika, Australia, Amerika Selatan, Afrika, dan India
5. Pengapungan Benua dan Paleomagnetisme
Kurva dari perpindahan kutub utara magnet bumi berdasarkan hasil analisa arah kemagnetan
purba yang terekam dalam batuan lava yang berasal dari hasil analisa batuan-batuan di benua
Eropa dan Asia serta batuan-batuan yang berasal dari benua Amerika Utara. Kedua kurva
perpindahan kutub utara magnet bumi membentuk sudut 300 dan apabila dianggap arah kutub
utara bumi tetap ditempatnya, maka dengan cara mennyatukan ke dua kurva tersebut dapat
menjelaskan adanya perpindahan / pemisahan benua-benua seperti posisi saat ini.
Teori Tektonik Lempeng
3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para ilmuwan sekarang yaitu Teori Tektonik
Lempeng.
Teori ini lahir pada pertengahan tahun enampuluhan.
Teori ini terutama didukung oleh adanya Pemekaran Tengah Samudera (Sea Floor Spreading)
dan bermula di Pematang Tengah Samudera (Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh
Hess (1962).
Perkembangan Teori
nTeori Tektonik Lempeng berasal dari hipotesis continental drift yang dikemukakan Alfred
Wegener tahun 1912 dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and
Oceans terbitan tahun 1915.
nIa mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang
bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti bongkahan
es dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih
padat.

Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori
ini dipinggirkan.

Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap
saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak.

Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes
tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut.

Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan
penggeraknya.
nBukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan
dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda
usianya. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania
tahun 1956.

Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi bumi, namun selanjutnya
justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan
penyebaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan,
tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau
berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction
zone), dan sesar translasi (translation fault).

Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi
teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan.

Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan
tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain.

Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang.

Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah
berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan
meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan
samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra
(oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earths mantle).

Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer.
Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak
benua.

Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding
elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu
dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak
mengalir seperti cairan (fluid).

Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu
dengan lainnya.

Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:

nLempeng Afrika, meliputi Afrika Lempeng benua

Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika Lempeng benua

Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50


sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua

Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa Lempeng benua

Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut Lempeng
benua

Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan Lempeng benua

Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik Lempeng samuderaLempeng-lempeng


penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng
Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina,
dan Lempeng Scotia.

Jenis-jenis Batas Lempeng


nBerdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan lainnya
(plate boundaries) terbagi dalam 3 jenis, yaitu
1. divergen,
2. konvergen, dan
3. transform
Jenis Batas Konvergen:
Obduction/Obduksi (atas) dan Subduction/Subduksi (bawah)
Batas-batas lempeng : Konvergen (atas), Divergen (tengah) dan Transforms (bawah).
Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries)

Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika
sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah, membentuk batas
divergen.

Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor
spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya
lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling
menjauh tersebut.

Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi


yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik,
membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.

Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries)

Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi, yang
mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath
another).

Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau
lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones).

Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan
parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.

Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur
pulau Jepang (Japanese island arc).

Batas konvergen ada 3 macam, yaitu


1. antara lempeng benua dengan lempeng samudra,
2. antara dua lempeng samudra, dan
3. antara dua lempeng benua.
Konvergen lempeng benuasamudra (OceanicContinental)

Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk
ke lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh.

Pada lapisan litosfer tepat di atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic
mountain range). Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman,
terbentuklah parit samudra (oceanic trench).

Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah salah satu pegunungan yang terbentuk dari
proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan
Lempeng Amerika Selatan.

Konvergen lempeng samudrasamudra (OceanicOceanic)

Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya,


menyebabkan terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel
terhadap parit tersebut, juga di dasar laut.

Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk
gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).

Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari proses ini. Pulau
ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.

Batas transform (transform boundaries)

Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu
bergerak sejajar namun berlawanan arah.

Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu.

Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan,
salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA.

Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah
tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia.

Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen.

Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.

Selain itu di bagian timur, bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng
Philipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, subduksi antara dua lempeng menyebabkan


terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra.

Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia


menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di
Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali dan Lombok,
serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda).

Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau
benturan yang cukup keras.

Bila ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke
permukaan.

Jadi, tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang
seringkali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra
dan Jawa juga turut meningkat.

Adapun pergerakan lempeng bumi ini memiliki beberapa jenis. Jenis pergerakan
tersebut adalah sebagai berikut:

1. Divergen

Divergen adalah pergerakan lempeng tektonik yang saling menjauh satu sama
lainnya (break apart) atau terpecah. Ketika lempeng tektonik terpecah, lapisan
lithosfer menipis dan akan terbelah membentuk batas divergen. Bila pergerakan
ini terjadi pada lempeng samudra, akan menyebabkan pemekaran lempeng
samudra yang menghasilkan palung laut. Namun bila pergerakan terjadi pada
permukaan lempeng benua, maka akan menghasilkan lembah retakan akibat
kedua lempeng saling berjauhan. Kedua bentuk pergerakan tersebut pada
akhirnya akan membuahkan benua dan samudra yang baru.

Gambar 4:
Divergen yang terjadi di permukaan bumi, awal terbentuknya pulau atau benua
baru

Gambar 5:
Divergen yang terjadi di bawah permukaan laut, awal terbentuknya lautan atau
samudra baru

2. Konvergen

Konvergen adalah pergerakan lempeng tektonik yang saling mendekat. Biasanya


ketika lempeng benua dan lempeng samudra saling berdekatan, akan terjadi
tumbukan yang menyebabkan lempeng samudra melesak masuk ke bawah
lempeng benua. Hal ini terjadi akibat lempeng samudra yang terbentuk dari
SiMa(Silikon + Megnesium) relatif lebih lemah dibandingkan lempeng benua
yang kuat karena terbentuk dari SiAl(Silikon + Alumunium). Daerah dimana
lempeng benua dan lempeng samudra saling bertumbukan itu disebut sebagai
Zona Subduksi(Subduction Zone).

Gambar 6:
Zona subduksi, tempat meleksaknya lempeng samudra ke bawah lempeng
benua

3. Transform

Transform terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain
secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan
relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan
pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan
pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.

Gambar 7:
Patahan San Andreas California, USA

Pergerakan lempeng tektonik di atas tadi, merupakan pergerakan yang akan


terus terjadi selama bumi memiliki tenaga endogen. Bahkan kelak mungkin
akibat pergerakan yang terus terjadi, sebuah negara atau pun benua bisa saja
hilang dari permukaan bumi digantikan oleh laut atau samudra. Ini merupakan
sebuah siklus atau sunnatullah yang telah Alloh beritakan kepada kita dalam
firman-Nya berikut ini:

Artinya: Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap pada
tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan, (itulah) ciptaan Alloh
yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Maha Teliti apa
yang kamu kerjakan (Q.S. An-Naml [27]:88).

Allah Swt,. menggunakan kata al-jabal yang berarti gunung mempunyai maksud
karena gunung merupakan benda alam yang besar dan mudah diamati.
Sedangkan perumpamaan gunung-gunung yang berjalan(bergerak) bagaikan
berjalannya(pergerakan) awan ditujukan kepada daratan(benua) dimana gunung
tersebut berdiri. Seperti yang Anda lihat di video awal, benua yang pada asalnya
satu kesatuan yang luas, secara perlahan dalam kurun waktu tertentu
mengalami pergerakan yang akhirnya pecah dan berpisah satu sama lain. Sama
halnya seperti gumpalan awan besar yang pada akhirnya pecah-pecah menjadi
bentuk baru yang lebih kecil-kecil dan berbeda dari awan besar pada mulanya.
Ini merupakan pengkiasan yang teramat indah. Allah membuat perumpamaan
demikian agar manusia terdorong untuk berfikir mentafakuri alam yang ada di
sekitarnya. Hal ini dimaksudkan Allah untuk kemaslahatan ummat manusia
sendiri. Memahami proses pergerakan lempeng tektonik sangat penting artinya
bagi kehidupan kita. Supaya kita mempunyai pengetahuan tentang bagaimana
cara menyiasati peristiwa tersebut agar terhindar dari bencana alam yang
ditimbulkannya.

Namun tidak berhenti sampai di situ saja. Kita patut mempertanyakan mengapa
Allah menghendaki terjadinya pergerakan lempeng tektonik tersebut. Tentunya,
ada hikmah di balik setiap sunnatullah yang Allah takdirkan. Adapun hikmah
yang sementara ini saya fahami adalah sebagai beikut:

1. Adanya distribusi hujan yang merata ke sebagian besar permukaan


bumi.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan angin laut dalam membawa uap air yang
merupakan bahan baku hujan. Seperti yang telah dikemukakan oleh para
ilmuwan, angin laut hanya memungkinkan untuk membawa uap air sampai
dengan jarak tertentu tergantung relief daratan yang dilewatinya. Bila daratan
berupa relief datar, maka angin dapat membawa uap air sejauh ratusan kilometer
dari laut. Sedangkan andai saja terdapat pegunungan di wilayah yang tidak jauh
dari laut, maka hujan akan jatuh di sana tanpa menjangkau daratan yang lebih
luas. Dengan illustrasi seperti itu, maka dapat dibayangkan bagaimana jadinya
bila daratan masih berupa benua yang masih besar dan luas. Otomatis hujan
tidak akan terdistribusi secara merata ke benua itu terutama di bagian tengah
benua. Hal ini dapat Anda amati di kawasan Asia Tengah atau di Autralia bagian
tengah. Di sana curah hujan sangat sedikit sekali dan jarang turun hujan.
Sehingga tanah di sana tandus dan hanya berupa gurun padang pasir saja.

Gambar 8:
Perhatikan! Daerah berwarna hijau adalah daerah yang terjangkau oleh angin
yang membawa hujan. Namun tidak selalu daerah yang dekat dengan laut
secara otomatis memiliki curah hujan yang tinggi. Hal ini tergantung pula pada
arah pergerakan angin dan kondisi permukaan/relief di daerah tersebut

2. Menimbulkan adanya variasi flora dan fauna di permukaan bumi

Menurut para ahli, variasi flora dan fauna pada saat Benua Pangea masih
bersatu, relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan variasi flora dan fauna
yang hidup pada jaman sekarang(sesudah pecahnya benua). Informasi tersebut
didapatkan dari fosil-fosil flora dan fauna yang terawetkan. Hal ini karena dengan
pecahnya Benua Pangea tersebut, maka akan terdapat kondisi lingkungan yang
berbeda-beda. Dengan demikian, maka flora dan fauna akan memiliki variasi
bentuk dan spesies sebagai akibat hasil adaptasi terhadap lingkungan yang
berbeda-beda.

Gambar 9:
Peta Persebaran/Zonasi Flora dan Fauna di Dunia

3. Adanya variasi iklim di permukaan bumi

Dapat kita bayangkan bila Benua Pangea tetap pada bentuk dan tempatnya.
Kondisi iklim di dunia kemungkinan hanya akan ada satu di permukaan bumi,
yakni Iklim Kutub. Hal tersebut karena benua ini terletak di Kutub Selatan bumi.
Maka dengan pecahnya benua tersebut ke dalam beberapa bagian benua yang
lebih kecil, menimbulkan terdapatnya berbagai macam variasi iklim yang
berbeda di permukaan bumi.

Gambar 10:
Zonasi iklim di permukaan bumi menurut garis lintang/iklim matahari

4. Timbulnya variasi ruang dan lingkungan

Dampak selanjutnya dari adanya pergerakan lempeng tektonik ini adalah


menimbulkan adanya variasi ruang dan lingkungan. Karena dengan adanya
pergerakan tersebut dapat mengubah rupa permukaan bumi yang monoton

menjadi lebih bervariasi dan berbeda-beda. Hal ini dapat kita perhatikan apabila
berkunjung ke berbagai tempat yang berbeda. Kita akan menemukan berbagai
keindahan alam yang berbeda satu sama lainnya. Keindahan alam tersebut
dapat berupa gunung, pegunungan, padang pasir ataupun laut dan pantai yang
berbeda antara satu dan lainnya di berbagai tempat.

Gambar 11:
Adanya variasi ruang dan lingkungan di dunia merupakan dampak langsung dari
pergerakan lempeng tektonik

5. Dampak dari bencana gempa tidak dirasakan oleh seluruh permukaan


bumi

Gempa adalah getaran di permukaan bumi sebagai akibat adanya pelepasan


energi. Energi tersebut dapat berasal pergerakan lempeng tektonik, gunung
meletus, runtuhnya gua bawah tanah atau pun karena adanya tabrakan asteroid
di atas permukaan bumi. Gempa disebarkan melalui getaran ke permukaan bumi
yang dapat menimbulkan kerusakan dan bencana di sekitar daerah yang
dilaluinya. Bila saja Benua Pangea belum terpecah, maka efek dari gempa
tersebut akan tersebar ke seluruh permukaan benua. Hal ini akan menimbulkan
kerusakan dan bencana yang lebih dahsyat karena seluruh permukaan bumi
akan terkena dampaknya. Beruntung hal itu tidak kita rasakan sekarang karena
adanya pergerakan lempeng tektonik yang menyebabkan pecahnya Benua
Pangea ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil.

Gambar 12:
Sao Paulo, Brazil

Dengan pembahasan tadi, mungkin kita dapat sedikit memahami mengapa Allah
Swt., mentakdirkan adanya pergerakan lempeng tektonik. Hal ini merupakan
karunia besar yang Allah rencanakan agar kita menafakuri fenomena tersebut.
Maka benarlah mengapa Allah selalu memotivasi agar manusia selalu
mempergunakan akal pikiran untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi
di sekitarnya. Tujuan-Nya adalah agar manusia dapat selalu mengambil hikmah
dan manfaat dari segala sesuatu yang terjadi. Dengan demikian, tidak ada
alasan lagi bagi kita untuk mengeluh dan marah kepada-Nya. Mudah-mudahan
kita selalu berada di dalam limpahan kasih sayang-Nya, dengan cara selalu
bertafakur dan bersyukur atas segala bentuk ciptaan-Nya. Amin. . .

1.

pengertian lempeng tektonik, batas konvergen, divergen, dan transform


Lempeng Tektonik adalah setruktur dan bentuk bumi khususnya susunan batuan
yang membentuk benua, pulau ataupun gunung. Pulau atau benua pada dasarnya
ditopang oleh sebuah plat atau landasan yang kuat ke dasar bumi yang sebagian
besar tertutup oleh lautan.
Tiap pulau atapun benua memiliki pelat atau landasan yang masing-masing berdiri
sendiri atau bersamaan, dan pelat ini setiap saat bergeser sedikit demi sedikit
kearah tertentu. Kalau seandainya ribuan tahun silam permukaan bumi telah
digambarkan pada atlas atau peta, maka gambaran pada atlas tersebut tidaklah
sama dengan keadaan permukaan bumi saat ini.
Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu
lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap
yang lain.

2.

1. Batas Divergen
divergenTerjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break
apart). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfer menipis dan terbelah,
membentuk batas divergen.
Pada lempeng samudra, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor
spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya
lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling
menjauh tersebut.
Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi
yang paling terkenal, membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra
Atlantik, membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.
2. Batas Konvergen
konvergenTerjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak
bumi, yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain
(one slip beneath another).
Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau
lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona
tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan
parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini.
3. Batas Transform
transformTerjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide
each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling
memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar
ubahan-bentuk (transform fault).

3.

Bumi berguncang, menggucang semua yang ada di dalamnya, itulah gempa


bumi. Gempa bumi, bisa di definisikan sebagai suatu energi yang berasal dari dasar
atau permukaan bumi yang yang dapat menggetarkan bagian permukaan bumi.
Energi vibrasi tersebut berasal dari pusat getaran dan merambat sampai ke seluruh
permukaan bumi.
Dahulu, orang kesulitan untuk mengetahui dari mana gempa itu berasal, berapa
kekuatan gempa bumi tersebut, dan bagaiana cara menghitung kekuatannya. Tapi,
studi tentang gempa bumi atau sering dikenal dengan istilah seismologi membuat
para ahli akhirnya menemukan sebuah alat pendeteksi atau sensor yang dapat
mendeteksi, merekam, dan mengetahui berapa kekuatan gempa bumi tersebut dan
juga dapat mengetahui dari mana gempa bumi itu berasal. Alat tersebut dinamakan
seismometer atau seismograf.

4.

Gempa bumi adalah pergerakan tanah secara tiba-tiba yang terjadi di bumi hingga
menimbulkan getaran yang dinyatakan dalam skala richter. Secara umum, gempa

bumi dibedakan menjadi beberapa bagian berdasarkan faktor utama penyebab


terjadinya gempa tersebut, yaitu:

Gempa Tektonik. Ini merupakan tipe gempa yang paling sering terjadi dan
yang paling banyak menimbulkan kerusakan bahkan korban jiwa. Gempa ini
terjadi akibat dari pergerakan lempeng tektonik bumi yang terjadi secara
tiba-tiba, sehingga menimbulkan getaran hingga dipermukaan bumi. Pada
gempa tektonik, tidak semua bagian pada permukaan bumi ini berpotensi
terjadi gempa tersebut, melainkan lebih sering terjadi pada daerah atau
wilayah pertemuan antara lempeng tektonik bumi baik didarat ataupun
dilautan. Lempeng tektonik bumi memang selalu berberak (30mm - 70mm
per tahun) dan apabila lapisan batuan atau tanah yang terdapat pada kerak
bumi sudah tidak dapat menahan pergerakan tersebut, maka akan terjadi slip
dan patahan sehingga energi yang besar akibat tumbukan dari lempeng
tersebut terlepas secara tiba-tiba. Akibat dari hal tersebut akan terjadi
getaran hingga kepermukaan bumi, dan apabila getaran tersebut terjadi
dalam sekala besar, maka dampaknya akan sangat merusak terutama pada
bangunan-bangunan dan juga dapat menimbulkan korban jiwa. Dan ada efek
lain yang dampaknya juga sangat besar dari gempa type ini, yaitu Tsunami.
Apabila gempa ini terjadi dilautan, pergerakan tanah yang terjadi secara tibatiba didasar laut dapat menyebabkan air laut bergejolak dan menimbulkan
gelombang besar dipantai yang dapat memiliki ketinggian hingga puluhan
meter.

Gempa Vulkanik. Sesuai dengan namanya, gempa ini terjadi akibat dari
aktivitas gunung berapi, walaupun hal ini jarang terjadi dan apabila terjadi
skala dari gempa ini tidak sebesar gempa tektonik. Apabila sebuah gunung
berapi mengalami peningkatan aktivitas hingga terjadi letusan, pergerakan
magma pada perut bumi disekitar gunung tersebut akan mengalami
peningkatan dan hal inilah yang menyebabkan getaran-getaran pada tanah
yang disebut gempa vulkanik. Seperti halnya gempa tektonik, gempa ini
dapat terjadi hanya dibeberapa bagian bumi yang disekitarnya terdapat
gunung berapi aktif (daerah ring of fire).

Gempa longsoran. Gempa bumi ini terjadi apabila terjadi longsoran tanah
atau tebing didaerah pegunungan atau perbukitan dan sangat jarang terjadi.
Walaupun skala gempa ini kecil, namun gempa ini dapat terjadi di daerah
manapun yang wilayahnya berbukit dan memiliki struktur tanah yang labil.
Tsunami juga dapat terjadi akibat dari gempa ini, yaitu apabila longsoran dari
gunung, bukit ataupun tebing terjadi dilaut. Hal ini pernah terjadi di Indonesia
saat gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Letusan gunung tersebut
sangat besar sehingga mengakibatkan longsoran yang besar dari gunung
tersebut. Karena gunung tersebut berada ditengah laut, maka material
longsoran tersebut jatuh ke laut dan mengakibatkan air laut bergejolak dan
menimbulkan tsunami setinggi 30-36 meter dipesisir Jawa bagian barat dan
Sumatra bagian selatan dan tercatat lebih dari 30.000 nyawa manusia
melayang akibat bencana tersebut.

Gempa Tumbukan. Batu meteor besar yang jatuh di daratan di permukaan


bumi juga dapat menimbulkan gempa bumi. Hal ini sangat jarang terjadi dan
apabila memang terjadi, efek kerusakan yang ditimbulkan dapat sangat
besar tergantung dari besar batu meteor yang jatuh tersebut.Selain beberapa
penyebab diatas, gempa bumi juga dapat terjadi akibat dari ulah manusia.
Gempa bumi ini antara lain gempa akibat dari ledakan bahan peledak (bom)
yang sengaja diledakkan sehingga menimbulkan gempa bumi.

5.

tsunami adalah gelombang dahsyat yang berasal dari laut yang timbul akibat
gempa tektonik berkekuatan besar pada dasar permukaan laut. atau terjadi
kerusakan di dalam laut yang bisa menyebabkan gelombang yang besar dan juga
bisa menghantam kedaratan seperti negara tetangga kita pada jumat yang lalu.
sedangkan air pasang adalah luapan air yang sangat banyak yang hampir sama
seperti halnya tsunami. yang juga meluluh lantahkan yang dilewatinya. akan tetapi
air pasang ini tidak berasal dari laut atau tinbul akibat adanya gempa tektonik,
melainkan ini berasal dari luapan air di sungai2 atau curah hujan yang sangat tinngi
pada suatu tempat tsb. sehingga air tertahan dan meluap hingga melewati batas
timbunan.
itu menurut saya.

6.

Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat
terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. Ini terjadi karena tiga
sebab, yaitu : gempa bumi, letusan gunung api dan longsoran (land slide) yang
terjadi di dasar laut. Dari ketiga penyebab tsunami, gempa bumi merupakan
penyebab utama. Besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh
karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya.
Bagian terbesar sumber gangguan implusif yang menimbulkan tsunami dahsyat
adalah gempa bumi yang terjadi di dasar laut. Walaupun erupsi vulkanik juga dapat
menimbulkan tsunami dahsyat, seperti letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.
Gempa bumi di dasar laut ini menimbulkan gangguan air laut, yang disebabkan
berubahnya profil dasar laut. Profil dasar laut iniumumnya disebabkan karena
adanya gempa bumi tektonik yang bisa menyebabkan gerakan tanah tegak lurus
dengan permukaan air laut atau permukaan bumi. Apabila gerakan tanah horizontal
dengan permukaan laut, maka tidak akan terjadi tsunami.
Apabila gempa terjadi didasar laut, walaupun gerakan tanah akibat gempa ini
horizontal, tetapi karena energi gempa besar, maka dapat meruntuhkan tebingtebing (bukit-bukit) di laut, yang dengan sendirinya gerakan dari runtuhan in adalah
tegak lurus dengan permukaan laut. Sehingga walaupun tidak terjadi gempa bumi
tetapi karena keadaan bukit/tebing laut sudah labil, maka gaya gravitasi dan arus
laut sudah bisa menimbulkan tanah longsor dan akhirnya terjadi tsunami. Hal ini
pernah terjadi di Larantuka tahun 1976 dan di Padang tahun 1980.
Gempa-gempa yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah :
1. Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
2. Kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km.

3. Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 Skala Richter.


4. Jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Gaya-gaya
semacam ini biasanya terjadi pada zona bukaan dan zona sesar.

1. Berdasarkan gambar 3 di atas,uraikan ada berapa gerak lempeng di bumi kita.


Jawab :
Divergen
Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Ketika
sebuah lempeng tektonik pecah, lapisan litosfe rmenipis dan terbelah, membentuk batas
divergen. Pada lempeng samudera, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor
spreading). Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah
retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut.
Konvergen
Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) kearah kerakbumi, yang
mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another).
Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong kebawah lempeng benua atau lempeng
samudera lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Di zona tunjaman inilah sering
terjadi gempa. Pematang gunung-api (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga
terbentuk di wilayah ini.
Transform

Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu
bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling
menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesaru bahan-bentuk (transform fault). Batas
transform umumny berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya
adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan
pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak arah tenggara, dengan Lempeng
Pasifik yang bergerak kearah barat laut.
Batas konvergen ada 3 macam, yaitu
a. Antara lempeng benua dengan lempeng samudera,
b. Antara dua lempeng samudra,
c. Antara dua lempeng benua.
2. Berdasarkan gambar 3 di atas, uraikan interaksi lempeng tersebut antara kerak mana
dengan kerak mana.
Jawab :
a. Divergen
Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang
paling terkenal, membujur dari utara keselatan di sepanjang Samudra Atlantik, membatasi Benua
Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika.
Pasifik Timur antara Pasifik dengan Nazca, Pasifik dengan Cocos, Nazca dengan Antartic, IndoAustralia dengan Antartic.
b. Konvergen
Konvergen terjadi antar alempeng pasifik dengan Amerika Selatan , Pasifik dengan Amerika
Utara, Pasifik dengan Eurasia, Pasifik dengan Indo-Australia, Indo- Australia dengan Eurasia,
India dengan Eurasia membentuk rangkaian Ring of Fire bumi ( Pegununganlingkarpasifik)
c. Transform
Interaksi Transform terjadi di atlantik ridges, pasifik timur ridges, antartik pasifik ridges,
pasifik-nazca ridges, pasifik-cocos ridges.
3. Uraikan sifat-sifat gerakan lempeng tersebut diatas.
Jawab :
a.

Antara lempeng Pasifik dengan lempeng Nazca saling menjauh menimbulkan East Pacific Rise.

b. Jika lempeng benua dan lempeng smudera saling mendekat, umumnya lempeng samudera akan
menujam ke bawah lempeng benua hingga jauh ke dalam lapisan astenosfer. Sepanjang jalur
tekukan terdapat titik-titik hiposentrum gempa yang di kenal sebagai jalur Benioff.
c. Antara Lempeng Amerika Selatan dengan lempeng Nazca saling mendekat membentuk palung
peru-cili dan pegununganan des.
d. Antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia saling mendekat membentuk palung
Jawa.
e. Terkadang lempeng samudera ada juga yang mendekati lempeng benua dengan posisi tertekuk ke
atas sehingga kerak samudra relatif berada di atas kerak benua. Gejala tubrukan seperti ini
dikenal dengan tipe titian (tythian type) atau subduction.
f. Antara lempeng Amerika utara dengan lempeng pasifik saling bergeser membentuk sesar San
Andreas
g. Pemekaran lempeng yang terdapat di atas benua disebut rifting, sedangkan pemekaran yang
berada di atas samudera disebut spreading. Proses pemekaran ini menyebabkan lempeng
bergerak saling menjauh.

Gambar 2.Potongan melintang tipe utama batas dan gerakan kerak bumi

Gambar 3.Gambaran jenis dan sebaran gerakan kerak bumi

KESIMPULAN

Gerak lempeng dibumi kita ada 3 yaitu, Konvergen, Divergen dan Transform.

Batas konvergen ada 3 macam, yaitu antara lempeng benua dengan lempeng samudera,
antara dua lempeng samudra, antara dua lempeng benua.