Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

MODUL KESEHATAN JIWA

GANGGUAN PSIKOTIK SINGKAT

Oleh :

Suharyadi Sasmanto

I 111 06 012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2010

Gangguan Psikotik Singkat


Diagnostic and Statistical Manual of Mentaal Disorders edisi keempat (DSM-IV)
mengkombinasikan dua konsep diagnostic menjadi diagnosis gangguan psikotik
singkat. Pertama, gangguan berlangsung singkat, didefinisikan didalam DSM-IV
sebagai kurang dari satu bulan tetapi sekurangnya satu hari; gejala mungkin
memenuhi atau tidak memenuhi criteria diagnosis untuk skizofren. Kedua,
gangguan mungkin berkembang sebagai respon terhadap stressor psikososial yang
parah atau kelompok stressor. Pengelompokan bersama kedua konsep tersebut
didalam DSM IV sebagai gangguan psikotik singkat ialah dengan mengingat
kesulitan praktis dalam membedakan konsep-konsep tersebut didalam praktik
klinis.

Sejarah

Pada umumnya, gangguan psikotik singkat belum dipelajari dengan baik di


psikiatrik amerika dikarenakan seringnya perubahan criteria diagnostic yang
terjadi selama lebih dari 15 tahun terakhir. Pasien dengan gangguan yang mirip
dengan gangguan psikotik singkat sebelumnya telah diklasifikasikan sebagai
menderita psikosis reaktif, histerikal, stress dan psikogenik.

Psikosis reaktif sering kali digunakan sebagai sinonim untuk skizofrenia


berprognosis baik, diagnosis DSM IV gangguan psikotik singkat tidak berarti
menyatakan hubungan dengan skizofrenia. Ditahun 1913 Karl Jasper
menggambarkan sejumlah cirri penting untuk diagnosis psikosis reaktif, termasuk
adanya stressor traumatis berat yang dapat diidentifikasi, hubungan yang erat
antara stressor dan perkembangan psikosis dan perjalanan episode psikotik yang
ringan. Disamping itu, isi psikosis sering kali mencerminkan sifat pengalaman
traumatis dan perkembangan psikosis dihipotesiskan sebagai memuaskan tujuan
pasien, seringkali suatu tipe pelepasn suatu kondisi traumatis.

Epidemiologi

Pada umumnya gangguan ini dianggap jarang, seperti yang dinyatakan oleh suatu
penelitian tentang perekrutan militer dimana insidens psikosis reaktif singkat
diperkirakan adalah 1,4 per 100.000 yang direkrut ( DSM III). Lebih sering pada
pasien muda daripada pasien lanjut usia , walaupun beberapa kasus melaporkan
adanya riwayat kasus yang memang mengenai orang lanjut usia. Beberapa klinisi
mengatakan bahwa gangguan mungkin paling sering pada pasien dari kelas
sosioekonomi rendah dan pada pasien dengan ganggaun kepribadian yang telah
ada sebelumnya ( histrionic, narsistik, paranoid, skizotipal, dan ambang). Orang
yang telah mengalami bencana berat atau perubahan cultural yang besar. Tetapi
semua hal tersebut belum dibuktikan benar didalam penelitian klinis yang
terkontrol baik.

Etiologi

Didalam DSM III R factor psikososial bermakna dianggap menyebabkan psikosis


reaktif singkat, tetapi criteria tersebut telah dihilangkan dari DSM IV. Perubahan
dalam DSM IV menempatkan diagnosis gangguan psikotik singkat didalam
kategori yang sama dengan banyak diagnosis psikiatrik utama lainnya yang
penyebabnya tidak diketahui dan diagnosis kemungkinan termasuk gangguan
yang heterogen.

Pasien dengan gangguan psikotik singkat yang pernah memiliki gangguan


kepribadian mungkin memiliki kerentanan biologis atau psikologis kearah
perkembangan gejala psikotik. Walaupun pasien dengan perkembangan psikotik
singkat sebagai suatu kelompok mungkin tidak memiliki peninggian insidensi
skizofren didalam keluarganya, beberapa data menyatakan bahwa adanya suatu
peninggian insidensi gangguan mood. Perumusan psikodinamika telah menyadari
adanya mekanisme menghadapi (coping mechanism) yang tidak adekuat dan
kemungkianan adanya tujuan sekunder pada pasien dengan gejala psikotik.
Seperti pada teori biologis tentang gangguan, teori psikologis belum disahkan oleh
penelitian klinis yang terkontrol cermat. Teori psikodinamik tambahan
menyatakan bahwa gejala psikotik adalah suatu pertahanan terhadap fantasi yang
dilarang, pemenuhan harapan yang tidak dicapai, atau suatu pelepasan dari situasi
psikososial tertentu.

Diagnosis DSM IV memiliki rangkaian diagnosis untuk gangguan psikotik,


didasarkan terutama atas lama gejala. Untuk gejala psikotik yang berlangsung
sekurangnya satu hari tetapi kurang dari satu bulan dan yang tidak disertai dengan
satu gangguan mood, ganggaun yang berhubungan dengan zat, atau suatu
gangguan psikotik karena kondisi medis umum , diagnosis gangguan psikotik
singkat kemungkianan merupakan diagnosis yang tepat. Untuk gejala psikotik
yang lebih dari satu hari diagnosis sesuai yang harus dipertimbangkan adalah
gangguan delusional ( jika waham merupakan gejala psikotik utama), gangguan
skizofreniform (jika gejala berlangsung kurang dari 6 bulan) dan skizofrenia(jika
gejala telah berlangsung lebih dari 6 bulan.

Jadi gangguan psikotik singkat diklasifikasikan didalm DSM IV sebagai suatu


gangguan psikotik dengan durasi singkat. Criteria diagnostic menentukan
sekurang-kurangnya satu gejala yang jelas psikotik yang berlangsung selama satu
hari sampai satu bulan. DSM IV menentukan lebih lanjut penentuan dua cirri:
adanya atau tidak adanya satu atau lebih stressor yang jelas dan; suatu onset pasca
persalinan.

Seperti pada pasien psikiatrik akut, riwayat yang diperlukan untuk membuat
diagnosis mungkin tidak dapat diperoleh hanya dari pasien. Walaupun adanya
gejala psikotik mungkin jelas, informasi mengenai gejala prodromal, episode
suatu gangguan mood sebelumnya, dan riwayat ingesti zat psikotomimetik yang
belum lama mungkin tidak dapat diperoleh dari wawancara klinis saja. Disamping
itu, klinis mungkin tidak mampu memperoleh informasi yang akurat tentang ada
atau tidaknya stressor pencetus.

Gambaran Klinis

Gejala gangguan psikotik singkat selalu termasuk sekurang kurangnya satu gejala
psikosis utama, biasanya dengan onset yang tiba-tiba, tetapi tidak selalu
memasukkan keseluruhan pola gejala yang ditemukan pada skizofrenia. Beberapa
klinisi telah mengamati bahwa gejala afektif, konfusi dan gangguan pemusatan
perhatian mungkin lebih sering ditemukan pada gangguan psikotik singkat
daripada gangguan psikotik kronis. Gejala karakteristik untuk gangguan psikotik
singkat adalah perubahan emosional, pakaian atau perilaku yang aneh, berteriak
teriak atau diam membisu dan gangguan daya ingat untuk peristiwa yang belum
lama terjadi. Beberapa gejala tersebut ditemukan pada gangguan yang
mengarahkan diagnosis delirium dan jelas memerlukan pemeriksaan organic yang
lengkap, walaupun hasilnya mungkin negative.
Criteria diagnostic untuk gangguan psikotik singkat
A. Adanya satu atau lebih gejala berikut
• Waham
• Halusinasi
• Bicara terdisorganisasi
• Perilaku terdiorganisasi jelas atau katatonik
A. Lamanya suatu episode gangguan adalah sekurangnya satu hari tetapi
kurang dari satu bulan, akhirnya kembali penuh pada tingkat fungsi
pramorbid
B. Gangguan tidak lebih baik diterangkan oleh suatu gangguan mood dengan
cirri psikotik, gangguan skizoafektif atau skizofrenia dan bukan karena
efek fisiologis langsung dari suatu zat atau kondisi umum medis
Sebutkan jika:
Dengan stressor nyata: jika gejala terjadi segera setelah dan tampak
sebagai respon dari suatu kejadian yang, sendirian atau bersama sama,
akan menimbulkan stress yang cukup besar bagi hamper setiap orang
dalam keadaan yang sama dalam kultur orang tersebut

Tanpa stressor nyata: jika gejala psikotik tidak terjadi segera setelah atau
tampak bukan sebagai respon terhadap kejadian yang sendirian atau
bersama sama akan menimbulkan stress yang cukup besar bagi hamper
setiap orang dalam keadaan yang sama dalam kultur orang tersebut.

Dengan onset pasca persalinan: jika onset dalam waktu empat minggu
setelah persalinan.
Stresos Pencetus

Contoh yang paling jelas dari stresos pencetus adalah peristiwa kehidupan yang
besar yang dapat menyebabkan kemarahan emosional yang bermakna pada tiap
orang. Peristiwa tersebut adalah kematian anggota keluarga dekat dan kecelakaan
kendaraan yang berat. Beberapa klinis berpendapat bahwa keparahan peristiwa
harus dipertimbangkan didalam hubungan dengan kehidupan pasien. Walaupun
pandangan tersebut adalah beralasan, tetapi mungkin memperluas definisi stressor
pencetus dengan memasukkan peristiwa yang tidak berhubungan dengan episode
psikotik. Klinisi lain berpendapat bahwa stressor mungkin merupakan urutan
peristiwa yang menimbulkan stress sedang, bukannya peristiwa tunggal yang
menimbulakan stress dengan jelas. Tetapi penjumlahan derajat stress yang
disebabkan oleh urutan peristiwa memerlukan suatu derajat pertimbangan klinis
yang hampir tidak mungkin.

Diagnosis Banding

Klinis tidak boleh menganggap bahwa diagnosis yang tepat untuk pasien yang
psikotik singkat adalah gangguan psikotik singkat,bahkan jika factor psikosocial
pencetus yang jelas ditemukan. Factor tersebut dapat semata-mata terjadi
bersama-sama. Diagnosis lain yang dipertimbangkan didalam diagnosis banding
adalah gangguan buatan dengan tanda dan gejala psikologis yang menonjol,
berpura-pura, gangguan psikotik karena kondisi medis umum, dan gangguan
psikotik akibat zat. Seorang pasien mungkin tidak mau mengakui penggunaan zat
gelap, dengan demikian membuat pemeriksaan intoksikasi zat atau putus zat sulit
tanpa menggunakan tes laboratorium. Pasien dengan epilepsy atau delirium dapat
juga datang dengan gejala psikotik yang dengan ditemukan pada gangguan
psikotik singkat. Gangguan psikiatrik tambahan yang harus dipertimbangkan
didalam diagnosis banding adalah gangguan identitas disosiatif dan episode
psikotik yang disertai dengan gangguan kepribadian ambang dan skizotipal.

Perjalanan Penyakit dan Prognosis

Menurut definisinya, perjalanan penyakit gangguan psikotik singkat adalah


kurang dari satu bulan. Namun demikian, perkembangan gangguan psikiatrik
bermakna tertentu dapat menyatakan suatu kerentanan mental pada pasien.
Sejumlah pasien dengan persentasi yang tidak diketahui yang pertama kali di
klasifikasikan menderita gangguan psikotik singkat selanjutnya menunjukkan
sindroma psikiatrik kronis, seperti skizofrenia dan gangguan mood. Tetapi, pada
umumnya pasien dengan gangguan psikotik singkat memiliki prognosis yang
baik, dan penelitian di eropa telah menyatakan bahwa 50 sampai 80 persen dari
semua pasien tidak memilki masalah psikiatrik berat lebih lanjut.

Lamanya gejala akut dan residual sering kali hanya beberapa hari. Kadang-
kadang, gejala depresif mengikuti resolusi gejala psikotik. Bunuh diri adalah suatu
keprihatinan pada fase psikotik maupun fase depresif pascapsikotik. Sejumlah
indikator telah dihubungkan dengan prognosis yang baik. Pasien dengan cirri-ciri
tersebut kecil kemungkinannya kemudian akan menderita skizofrenia atau suatu
gangguan mood,

Cirri prognosis yang baik untuk gangguan psikotik singkat


Penyesuaian premorbid yang baik sedikit trait schizoid pramorbid stressor
pencetus yang berat onset gejala mendadak gejala afektif. Konfusi selama psikosis
sedikit penumpulan afektif gejala singkat tidak ada saudara yang skizofrenik

Terapi

Perawatan di Rumah Sakit

Jika seorang pasien psikotik secara akut, perawatan singkat di rumah sakit
mungkin diperlukan untuk pemeriksaan dan perlindungan pasien. Pemeriksaan
pasien membutuhkan monitoring ketat terhadap gejala dan pemeriksaan tingkat
bahaya pasien terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Disamping itu, lingkungan
rumah sakit yang tenang dan terstruktur dapat membantu pasien memperoleh
kembali rasa realitasnya. Sambil klinisi menunggu lingkungan dan obat
menunjukkan efeknya, pengurungan, pengikatan fisik, atau monitoring berhadap-
hadapan dengan pasien mungkin diperlukan.

Farmakoterapi

Dua kelas utama obat yang perlu dipertimbangkan didalam pengobatan gangguan
psikotik adalah obat antipsikotik antagonis resptor dopamine dan benzodiazepine.
Jika dipilih suatu antipsikotik, suatu antipsikotik potensi tinggi, misalnya
haloperidol biasanya digunakan. Khususnya pada pasien yang berada pada resiko
tinggi untuk mengalami efek samping ekstrapiramidal, suatu obat antikolinergik
kemungkinan harus diberikannbersama-sama dengan antipsikotik sebagai
profilaksis terhadap gejala gangguan pergerakan akibat medikasi. Selain itu,
benzodiazepine dapat digunakan dalam terapi singkat psikosis. Walaupun
benzodiazepine memiliki sedikit kegunaan atau tanpa kegunaan dalam pengobatan
jangka panjang gangguan psikotik, obat dapat efektif untuk jangka singkat dan
disertai dengan dengan efek samping yang lebih jarang daripada antipsikotik..
pada kasus yang jarang benzodiazepine disertai dengan peningkatan agitasi dan
pada kasus yang lebih jarang lagi dengan kejang putus obat yang hanya biasanya
terjadi pada penggunaan dosis tinggi terus menerus. Medikasi hipnotik sering kali
berguna selama satu sampai dua minggu pertama setelah resolusi episode psikotik.
Pemakaian jangka panjang medikasi harus dihindari dalam pengobatan gangguan
ini.

Psikoterapi

Walaupun perawatan dirumah sakit dan farmakoterapi merupakan kemungkinan


untuk mengendalikan situasi jangka pendek, bagian yang sulit dari terapi adalah
integrasi psikologis dari pengalaman kedalam kehidupan pasien dan keluarganya.
Psikoterapi individual, keluarga atau kelompok mungkin diindikasikan. Diskusi
tentang stressor, episode psikotik dan perkembangan strategi untuk mengatasinya
adalah topic utama untuk terapi tersebut. Masalah yang berhubungan adalah
membantu pasien mengatasi kehilangan harga diri dan kepercayaan.

Daftar Pustaka