Anda di halaman 1dari 3

Macam Macam Definisi Pendidikan Jasmani

1. 1 Menerjemahkan

Physical education is a part of the general educational program that con


tributes, primarily through movement experiences, to the total growth and develo
pment of all children. Physical education is defined as education of and through
movement, and must be conducted in a manner that merit this meaning”Artinya ada
lah .Pendidikan Jasmani merupakan bagian dari program pendidikan umum yang membe
ri kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, terhadap pertumbuhan dan perke
mbangan anak secara menyeluruh. Pendidikan Jasmani didefinisikan sebagai pendidi
kan gerak dan pendidikan melalui gerak, dan harus dilakukan dengan cara-cara ya
ng sesuai dengan definisi tersebut.

“Modern physical education with its emphasis upon education through the
physical is based upon the biologic unity of mind and body. This view sees life
as a totality”.yang Berarti bawha Pendidikan Jasmani modern yang lebih menekank
an pada pendidikan melalui aktivitas jasmani didasarkan pada anggapan bahwa jiwa
dan raga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Pandangan in
i memandang kehidupan sebagai totalitas

“Children are complex being whose thoughts, and actions are constantly i
n a state of flux. Because of the dynamic nature of children as they grow and ma
ture, change ini one element often affects the others. Thust, it is a ‘whole’ ch
ild whom we must educate, not merely the physical or bodily aspect of the child.
” Yang Artinya Masa anak-anak adalah masa yang sangat kompleks, dimana pikiran,
perasaan, dan tindakannya selalu berubah-ubah. Oleh karena sifat anak-anak yang
selalu dinamis pada saat mereka tumbuh dan berkembang, maka perubahan satu eleme
nt sering kali mempengaruhi perubahan pada eleman lainnya. Oleh karena itulah,
adalah anak secara keseluruhan yang harus kita didik, tidak hanya mendidik jasma
ni atau tubuhnya saja.

1.2 Definisi Pendidikan Jasmani

Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas


jasmani untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Namun demikian,
perolehan keterampilan dan perkembangan lain yang bersifat jasmaniah itu juga s
ekaligus sebagai tujuan. Melalui Pendidikan Jasmani, siswa disosialisasikan ke d
alam aktivitas jasmani termasuk keterampilan berolahraga. Oleh karena itu tidakl
ah mengherankan apabila banyak yang meyakini dan mengatakan bahwa Pendidikan Jas
mani merupakan bagian dari pendidikan menyeluruh, dan sekaligus memiliki potensi
yang strategis untuk mendidik
Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu mau
pun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbag
ai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbu
han, kecerdasan, dan pembentukan watak, Pendidikan jasmani pada hakikatnya adala
h proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubah
an holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosion
al

Pendidikan Jasmani adalah pendidikan yang mengaktualisasikan potensi-pot


ensi aktivitas manusia berupa sikap, tindak , dan karya yang diberi bentuk, isi,
dan arah menuju kebulatan pribadi sesuai dengan cita-cita kemanusiaan.

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu mau


pun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbag
ai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbu
han, kecerdasan, dan pembentukan watak

Pendidikan Jasamani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai per


seorangan maupun angota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik me
lalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan da
n ketrampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak.

1.3 Definisi Pendidikan Jasmani Menurut Ilmuan

Barrow (1971, 1983) menyatakan Pendidikan Jasmani dalam konteks ‘pengala


man pendidikan menyeluruh’ dan berkait dengan hal seumur hidup setiap individu.
Baley & Field (1976), satu proses pengubahsuaian dan pembelajaran berken
aan organik, neuromaskular, intelektual, sosial, budaya, emosional dan estetik,
hasil melalui aktiviti-aktiviti fizikal yang terpilih dan agak rancak,
Freeman (1977, 1992) menegaskan bahasa Pendidikan Jasmani meliputi pemba
ngunan fizikal dan mental dan menumpu pada tiga domain pendidikan, iaitu psikomo
tor, kognitif dan afektif.
Lumpkin (1990) berpendapat Pendidikan Jasmani merupakan suatu proses yan
g membolehkan individu mempelajari kemahiran-kemahiran fizikal, mental dan sosia
l serta tahap kecergasan yang tinggi.
Dauer (1995) berpendapat Pendidikan Jasmani ialah sebahagian daripada pr
ogram pendidikan yang menyeluruh, yang memberi sumbangan pada asasnya melalui pe
ngalaman-pengalaman pergerakan kepada perkembangan dan pembangunan keseluruhan k
anak-kanak.