Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK: 4

M. Irfan Zaenal Arifin


Teguh Muhamad Subagja
Siti Maemunah
Yeni Sonia
 kegiatan persuteraan alam
mencakup mulai dari
penyediaan pakan (Tanaman
Murbei), pemeliharaan ulat
sutera, panen kokon dan
pasca panen.
 Dalam pemeliharaan ulat
sutera diperlukan sarana
dengan teknologi tepat guna
agar menghasilkan kokon
berkualitas.
 Mahasiswa dapat memenuhi salah satu tugas
mata kuliah poduksi kokon.
 Mahasiswa dapat mengetahui kegiatan
persuteraan alam.
 Mahasiswa mengetahui usaha preventif
(sanitasi) terhadap timbulnya penyakit pada
murbei dan ulat sutera termasuk untuk
menekan mortalitas.
 Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh
sanitasi terhadap kegiatan persuteraan alam.
 Sanitasi
adalah suatu kegiatan pembersihan
agar keadaan sekitar atau lingkungan selalu
dalam keadaan bersih.

 Kegiatan sanitasi dilakukan pada Tanaman


Murbei, Ruangan pemeliharaaa ulat dan pada
ulat itu sendiri.
 Sanitasi Pada Murbei ( Morikultur)
Kegiatan ini bertujuan untuk mengganti
tanaman yang mati atau pertumbuhan
tanaman yang tidak normal.
Sanitasi Pada Murbei ( Morikultur)
1) Kultur Teknis Sanitasi Kebun:
Menanam tanaman murbei dengan waktu yang
cocok adalah bdilakukan pada waktu permulaan
musim hujan, supaya pertumbuhan akar cukup kuat
untuk bertahan pada musim kemarau.
Untuk perlakuan sesudah penanaman apabila pada
sewaktu-waktu biit tanaman bersaing dengan
gulma, maka harus diadakan penyiangan, air hujan
yang tergenang disekitar tanaman perlu dibuang,
dan sebalum musim kemarau tiba, perlu diberikan
mulsa (seperti rumput yang di potong dsb) untuk
menghindari kerusakakan akibat kekeringan.
2). Mekanis

Dilakuan dengan bantuan alat contohnya


pemangkasan/pembuangan. Seperti pada
penjelasan dibawah ini:
 Penyisipan
 Pengguludan
 Penggemburan Tanah
 Pengendalian Gulma
 Mulsa
 Pemupukan
3) Kimia

Menggunakan bahan-bahan kimia, pada saat


sanitasi, misalnya saja menggunakan cairan
zat-zat aktif untuk membasmi gulma/
penyakit pada daun murbei itu sendiri.
Cara ini memang sangat efektif karena
prosesnya cepat, contoh penyemprotan pada
daun murbei yang terserang penyakit bercak
daun, Misalnya penyemprotan fungisida
Sanitasi Pada Ulat Sutera (Serikultur)

Yaitu kegiatan pembersihan dalam


pembudayaan pemeliharaan khususnya pada
ulat sutera yang dibudidayakan, serta
pengaturan lingkungan sekitar tempat
pemeliharaan agar tetap dalam kondisi
aseptik atau hidup bersih dengan maksud
menjaga kebersihan dari kotoran atau bahan
buangan.
 Pengaturan kondisi dalam ruangan ulat kecil :
Ulat kecil sifatnya tahan terhadap temperatur dan
kelembaban yang relatif tinggi. Suhu dan
kelembaban dalam ruangan perlu disesuaikan
untuk mempertahankan suhu 27-28°C dan
kelembaban 85-90% sebelum pemeliharaan
dimulai.
 Pengaturan Kondisi Lingkungan ulat besar
Ulat sutera sensitif terhadap temperatur dan
kelembaban tinggi serta sirkulasi udara yang
buruk. Ulat besar membutuhkan ruang
pemeliharaan yang lebih sejuk dibanding ulat
kecil.
Suhu dan kelembaban harus diatur pada 25-26°C
dan 75% selam instar IV, dan 24-25°C dan 70%
selama instar V. Sirkulasi udara harus lancar
sehingga ruangan akan tetap bersih dan dapat
menghindarkan ulat dari serangngan penyakit.
 Desinfeksi Ruangan
1. Desinfeksi Pertama
2. Penyemprotan ruangan yang baru saja digunakan
dengan larutan kaporit 5%
3. Pencucian dengan penyemprotan air
4. Fumigasi dengan penguapan(bila ruangan dapat
ditutup rapat)
5. Formalin 36% dicampur air dengan perbandingan
1:2 untuk 30 m3 diuapkan dalam ruangan
6. Memakai alas kaki dalam/ alas kaki luar jangan
sampai tercampur dengan alas kaki dalam.
7. Bebas dari polusi atau yang dapat
membahayakan bagi pertumbuhan dan
perkembangan.
 Desinfeksi Lingkungan Sekitar
Ruangan Pemeliharaan
1.Penyemprotan dengan larutan kaporit 5%
2. Untuk mencegah terjadinya infeksi kuman
penyakit, diluar ruangan pemeliharaan ulat selalu
disediakan larutan formalai atau kaporit 1% untuk
mencuci tangan para petugas pemelihara sebelum
bekerja didalam ruangan, larutan pencuci
diusahakan diganti setiap hari, di luar ruangan di
sediakan keset yang dibasahi larutan formalin 2%,
setiap yang akan masuk ke dalam ruangan harus
menggunakan sandal khusus yang telah di sediakan
didalam ruangan ulat, setelah selesai bekerja,
setiap hari ruangan ulat dan teras luar dibersihkan
dan dipel dengan larutan formalin 2%.
 Desinfeksi Alat-Alat Pemeliharaan

1. Pengeringan peralatan pemeliharaan


dengan sinar matahari
2. Desinfeksi peralatan dari kayu ,bamboo
dan plastic dilakukan perendaman dalam
larutan desinfektan.
3. Kertas paraffin dan kertas alas desinfeksi
dan disimpan .bila kertas-kertas tersebut
merupakan kertas bekas pemeliharaan
dimana banyak ulat yang sakit,kertas
tersebut agar dibakar.
 Menghindarkan Ulat Dari Serangan Hama
1. Tikus
Sebelum pemeliharaan dilakukan ,di pasang
“racumin “agar nantinya ulat tidak diserang
tikus,menutup pintusetiap selesai melakukan
kegiatan di ruang pemeliharaan seperti
pemberian makan dan pembersihan,
2. Dari Semut
Melilitkan kain pada kaki rak ,kemudian
diberi sedikit solar dan kaki rak direndam
dalam mangkok- mangkok kecil yang terbuat
dari plastic dan di isi air.
 Kegiatan sanitasi pada pemeliharaan ulat
sutera sangat penting sekali dilakukan karena
kegiatan tersebut sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan pemeliharaan,apabila
sanitasinya baik dan tekendali maka hasil
dari pemeliharaan akan baik pula tetapi
sebaliknya apabila sanitasi ruangan dan
kebun kurang di perhatikan maka hasil yang
di dapat tidak akan sesuai dengan apa yang
diinginkan.
 Dalampemelihaan ulat sutera harus
diperhatikan kebersihan lingkungan dan
ruang pemeliharaan karena sangat
berpengaruh pada kondisi ulat sutera.