Anda di halaman 1dari 10

INSAN Vol. 8 No.

3, Desember 2006

Pengaruh Kepribadian Type A dan


Peran Terhadap Stres Kerja Manajer Madya

Sutarto Wijono
Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

ABSTRACT
The research is designed to study the effects of type A personality and role to job stress and
job performance in the company in Central Java. Subjects consisted of 145 middle managers
of companies in Central Java, Indonesia. A questionnaire constructed by Friedman &
Rosenman (1974) is used to assess the type A personality. A role self inventory constructed by
Philip (1990) is used to assess the role stress. A job stress questionnaire by Spielberger
(1991) is used to assess job stress. The SPSS/PC+ is used to analyze the collected data.
The statistical methods used are Multiple Regression. The results obtained indicate that there
are significant effects of type A personality and role to job stress middle managers in the
companies.

strategi menemukan terobosan untuk


Keywords: melakukan kompetisi dengan perusahaan-
type A personality, role, and job stress, perusahaan lain dapat dilakukan dengan cara
middle manager in Central Java. mengidentifikasi berbagai faktor yang
menjadi kelemahan sumber daya manusia.
Oleh sebab itu, agar perusahaan dapat
Persaingan yang semakin tajam sebagai memenangkan persaingan bisnis, kelemahan
dampak globalisasi dan perkembangan ilmu sumber daya manusia yang ada perlu
dan teknologi (IPTEK) memaksa diperbaiki.
perusahaan melakukan usaha peningkatan Pengakuan akan peran penting sumber
mutu dan menciptakan keung gulan daya manusia (SDM) dalam rangka
kompetitif yang bisa menjamin menciptakan competitive advantage ini telah
kelangsungan hidup sumber daya manusia berkembang sedemikian pesat. Komponen
dan perkembangan perusahaan. Tanpa dan keunggulan kompetitif (competitive ad-
menemukan, menciptakan, dan vantage) sumber daya manusia diantara
mengelaborasi keunggulan kompetitif, sulit adalah: pengetahuan (knowledge), pengalaman
rasanya bagi perusahaan untuk (experience), keahlian (skill), dan komitmen
memenangkan persaingan bisnis. Salah satu (commitment), serta hubungan (relationship)

© 2006, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006
188
Sutarto Wijono

dengan rekan sekerja maupun dengan pihak Eustress adalah perasaan-perasaan yang
lain di luar perusahaan. menyenangkan (positif) individu, yang
Pesatnya perkembangan teknologi di dialami karena mendapatkan penghargaan
Indonesia yang diterapkan dan atau mendapat pujian atas dasar prestasi
dikembangkan melalui berbagai kebijakan kerjanya yang memuaskan. Tipe stres yang
pembangunan di bidang industri untuk kedua disebut sebagai distress, yaitu perasaan-
meningkatkan produktivitas dan efisiensi perasaan yang tidak menyenangkan (negatif)
kerja telah membawa akibat-akibat tertentu individu dan dapat menyebabkan prestasi
pada masayarakat secara umum, khususnya kerjanya turun.
terhadap individu-individu yang terlibat Penelitian ini mengartikan stres kerja
dalam organisasi perusahaan. Individu- sebagai distress, yaitu perasaan-perasaan
individu tersebut dituntut lebih banyak negatif yang tidak menyenangkan dan dapat
menciptakan keunggulan kompetitif melalui mengganggu atau menghambat individu
peningkatan pengetahuan (knowledge), untuk berprestasi dalam kehidupan
pengalaman (experience), keahlian (skill) dan organisasi. Jika individu menilai
komitmen (commitment) serta hubungan kemampuannya cukup untuk memenuhi
kebersamaan (relationship) dengan rekan tuntutan lingkungan kerja dalam organisasi,
sekerja maupun dengan pihak lain di luar maka stres tidak terjadi. Stres dialami atau
perusahaan. Namun dalam kenyataannya, tidak dialami oleh individu tergantung pada
seringkali terlihat bahwa individu atau penghayatan subyektif terhadap kondisi,
kelompok individu secara tidak langsung, situasi atau peristiwa yang menjadi sumber
sadar atau tidak, pada umumnya stres.
menunjukkan ciri-ciri kepribadian yang Munculnya stres dapat disebabkan
tidak sesuai dengan tuntutan tersebut. Hal oleh adanya berbagai sumber stres,
ini terutama disebabkan oleh benturan- diantaranya: kepribadian, lingkungan, dan
benturan, ketegangan, tekanan atau interaksi antara kepribadian dan lingkungan.
penyesuaian dirinya yang kurang harmonis Sejalan dengan ini, Friedman & Rosenman
dengan lingkungan yang kemudian (1974), Kiev & Kohn (1979), serta Cooper,
menimbulkan stres dan mempengaruhi dkk. (1988) menemukan bahwa sumber
tingkahlaku individu. stres adalah kepribadian tipe A. Temuan
Stres tersebut akan muncul apabila ada berikutnya menunjukkan bahwa sumber
tuntutan-tuntutan pada seseorang yang stres kerja adalah interaksi hubungan yang
dirasakan menantang, menekan, tidak harmonis antara individu yang
membebani atau melebihi daya penyesuaian berkepribadian tipe A dan lingkungan
yang dimiliki individu. Akibat dari stres kerjanya dalam organisasi, sehingga
adalah produktivitas kerja menjadi turun menimbulkan stres kerja (Ivancevich,
(Kirkcaldy, dkk., 2000). Matteson & Preston, 1982; Hamel &
Stres sendiri dapat dikelompokkan Bracken, 1986, dalam Kirkcaldy, dkk., 2000).
menjadi 2 tipe, yaitu eustress dan distress. Hal yang sama juga ditemukan oleh Steers,

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


189
Pengaruh Kepribadian Type A dan Peran Terhadap Stres Kerja Manajer Madya

(1977), Caplan, French, Harrison & Pnineua pimpinannya, “ke bawah” pada
(dalam Abush & Burkhead, 1984), Beehr karyawannya, “ke samping” pada rekan
dan Newman (dalam Abush & Burkhead, kerjanya, dan “ke luar” pada masyarakat luas
1984). Sementara itu, Lee (1994, dalam pengguna jasanya. Manajer madya dalam
Kirkcaldy, dkk., 2000) juga menemukan menghayati perannya untuk mengelola
bahwa stres kerja individu dipengaruhi oleh fungsi manajemennya dalam suatu iklim
interaksi antara kepribadian dan lingkungan organisasi tersebut tidaklah mudah, karena
kerja dalam iklim organisasi yang kondusif. dia akan mengalami berbagai benturan dan
Sejumlah penelitian yang dilakukan oleh pertentangan yang dapat menimbulkan stres
para peneliti di atas menegaskan bahwa bagi dirinya.
sumber stres adalah individu yang Berdasarkan latar belakang di atas,
berkepribadian tipe A dan interaksi antara penulis secara umum ingin mengetahui
kepribadian dan lingkungan. Faktor apakah kepribadian tipe A dan peran
lingkungan yang menjadi sumber stres adalah berpengaruh sekaligus terhadap stres kerja
peran. Hasil penelitian dari Katz & Kahn manajer madya?
(1978) menjelaskan bahwa peran yang
dimainkan oleh individu adalah sumber METODE PENELITIAN
stres, terutama apabila terjadi ketidakjelasan
peran (role ambiquity), konflik dalam Subjek Penelitian
menjalankan peran (role conflict), atau beban Subjek penelitian diperoleh dari
peran yang berlebih maupun terlalu sedikit sebuah perusahaan swasta di Semarang,
(role overload-underload). yang berjumlah 145 orang, yang terdiri atas
Penelitian ini akan memfokuskan manajer divisi, kepala divisi, kepala bagian,
kepada manajer madya yang bekerja dalam kepala unit atau kepala supervisor. Subjek
suatu organisasi. Penulis tertarik untuk penelitian sebanyak 145 orang tersebut
meneliti manajer madya karena manajer diambil secara keseluruhan untuk dijadikan
madya mempunyai kekhususan dalam sebagai subyek penelitian.
melaksanakan fungsi manajemen yang sarat
dengan benturan-benturan dan Alat Ukur Penelitian
pertentangan-pertentangan yang dapat Alat ukur penelitian ini disusun dalam
menimbulkan stres bagi dirinya. Pernyataan bentuk angket (questionnaire). Alat ukur
ini didukung oleh Keys & Bell (1983, dalam kepribadian tipe A disusun mengacu pada
Kirkcaldy, 2000) yang menjelaskan bahwa kerangka Friedman & Rosenman (1974).
manajer madya menghadapi 4 macam Ada 3 ciri kepribadian tipe A yang diukur
hubungan dalam menjalankan fungsi melalui 18 item, yaitu: 1) orientasi perilaku
manajemennya, yaitu: planning, organizing, tipe bersaing; 2) rasa terburu-buru dikejar
staffing , leading, dan controlling. Dalam waktu; dan 3) rasa permusuhan dan
melakukan hubungan ini, manajer madya kemarahan.
harus berhadapan “ke atas”, yaitu Skala Peran terdiri atas 45 item yang

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


190
Sutarto Wijono

dirancang sebagai hasil kombinasi modifikasi taraf signifikansi 5% dengan N = 145,


dari alat ukur VOR-D (Vragenlijst Organisatie adalah sebagai berikut:
Stress-Doctinchem, 1986) yang mengacu pada 1) Kepribadian tipe A
Ann Harbour Michigan Model dari Caplan Koefisien korelasi alat ukur kepribadian
(1975) dan skala yang dirancang oleh Philip tipe A ini bergerak antara 0,2434 dan
(1990) dengan dasar acuan perspektif mul- 0,5902. Semua item skala ini skornya di
tidimensional. Pengertian multidemensional atas 0.2050. Ini artinya item-item pada
ini artinya stres ditinjau tidak hanya sebagai skala ini dinyatakan valid semua. Alat
suatu kejadian parsial, tetapi memiliki banyak ukur kepribadian tipe A dari hasil uji
dimensi yang saling tumpang tindih, yaitu: statistik dengan rumus cronbach alpha
dimensi frekuensi, waktu, dan intensitas yang diperoleh angka reliabilitas 0,8215.
dihayatinya (Sumintardja, 1993). Alat ini juga 2) Peran
telah digunakan oleh Sumintardja (1993) Nilai koefisien korelasi pada item-item
dalam penelitiannya. skala peran berturut-turut untuk skala
Alat ukur stres kerja disusun peran A bergerak antara 0,2231 dan
berdasarkan kerangka Spielberger (1991). 0,5789; untuk skala peran B bergerak
Alat ukur ini terdiri atas 2 alat ukur yang antara 0,2724 dan 0,5909; dan skala
masing-masing berisi 30 item yang sama. peran C bergerak antara 0,3571 dan
Alat stres kerja bagian A untuk mengukur 0,6452. Semua item skala ini skornya di
derajat intensitas atau tinggi rendah stres atas 0,2050, artinya item-item pada skala
kerja. Skala stres kerja menunjukkan item- peran (yang menunjukkan stres) secara
item yang bercirikan adanya tekanan dalam keseluruhan dinyatakan valid. Jadi dapat
situasi dan kondisi kerja. Alternatif jawaban disimpulkan bahwa alat ukur skala
khusus untuk stres bagian A ini, sebelumnya peran ini dari hasil uji statistik dengan
mempunyai skala 1-9. Skornya antara 10- rumus cronbach alpha diperoleh angka
90, sebagai hasil dari jumlah skor seluruh reliabilitas secara berturut-turut sebagai
item dibagi dengan 30 (jumlah seluruh item). berikut: 0,9253 (peran A); 0,9401 (peran
Alat stres kerja B untuk mengidentifikasi B); dan 0,9354 (peran C).
tingkat frekuensi dengan alternatif jawaban 3) Stres Kerja
skala 0-9 bagi individu yang mengalami stres Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan
kerja dibuat patokan (benchmark). bahwa hanya 4 item stres kerja A dan
Spielberger (1991) telah membuat indeks stres kerja B (nomor 2, 12, 20, dan 26)
yang dibagi menjadi 3 bagian (rendah, yang tidak dapat dipertahankan dan
sedang, dan tinggi). terpaksa dibuang. Dengan hanya
menggunakan 26 item ditemukan
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas bahwa koefisien korelasi alat ukur stres
Alat Ukur kerja A ini berkisar antara 0,2231 dan
Validitas dan reliabilitas masing-masing 0,5711, dan koefisien korelasi alat ukur
alat ukur berdasarkan cronbach alpha pada stres kerja B berkisar antara 0,3824 dan

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


191
Pengaruh Kepribadian Type A dan Peran Terhadap Stres Kerja Manajer Madya

0,7335. Semua item skala ini skornya mengalami stres kerja sedang mempunyai
di atas 0,2050, ini berarti item-item pengalaman kerja antara 11 tahun hingga
pada skala ini dinyatakan valid semua. 30 tahun. Demikian juga, subjek yang
Dengan demikian, dapat disimpulkan mengalami stres kerja tinggi mempunyai
bahwa alat ukur stres kerja dari hasil uji pengalaman kerja antara 1 tahun hingga 10
statistik dengan rumus cronbach alpha tahun.
diperoleh angka reliabilitas berturut-turut Subjek dengan lama menjabat antara
untuk stres kerja A adalah 0,8713 dan 16 hingga 25 tahun mengalami stres kerja
stres kerja B adalah 0,9234. rendah, sedangkan subjek dengan lama
menjabat antara 6 hingga 15 tahun
HASIL DAN PEMBAHASAN mengalami stres kerja sedang. Namun,
subjek dengan lama menjabat 1 hingga 5
Deskripsi hasil penelitian menunjukkan tahun mengalami stres kerja tinggi.
bahwa subjek yang mempunyai kepribadian Temuan lain menunjukkan bahwa
tipe A dengan kategori kuat ada 75 orang subjek yang mengalami stres kerja rendah
dan kategori lemah ada 70 orang, sementara mempunyai jumlah jam kerja/minggu
subjek yang mempunyai locus of control antara 37 hing ga 40 jam, sedangkan
eksternal dengan kategori kuat ada 80 or- responden yang mengalami stres kerja
ang dan yang lemah ada 65 orang. sedang mempunyai jumlah jam kerja/
Subjek laki-laki cenderung mengalami minggu antara 61 hingga 71 jam. Sebaliknya,
tingkat stres kerja yang lebih ting gi subjek yang mengalami stres kerja tinggi
dibandingkan dengan perempuan. mempunyai jumlah jam kerja/minggu
Sementara itu, subjek yang berada pada usia antara 41 hingga 60 jam.
56 hingga 60 tahun mengalami stres kerja Data deskripsi terakhir menunjukkan
rendah, sedangkan subjek yang berusia bahwa subjek yang mengalami stres kerja
antara 41 hingga 55 tahun mengalami stres rendah didominasi oleh jenis jabatan
kerja sedang. Stres kerja yang tinggi ternyata manajer divisi, sedangkan subjek yang
dialami responden yang berusia antara 26 mengalami stres kerja sedang ada dalam jenis
hingga 30 tahun. jabatan kepala bagian dan kepala unit.
Subjek dengan tingkat pendidikan Sebaliknya, subjek yang mengalami stres kerja
Sarjana Muda mengalami stres kerja rendah, tinggi berada pada jenis jabatan kepala divisi
sedangkan subjek yang berada pada tingkat dan kepala supervisor.
pendidikan SMU/SMK dan Diploma Hasil pengujian hipotesis pertama
mengalami stres kerja sedang. Sebaliknya, menunjukkan bahwa kepribadian tipe A dan
subjek yang berpendidikan SLTP, Sarjana peran berpengaruh sekaligus terhadap stres
Strata 1 dan Sarjana Strata 2 mengalami stres kerja manajer madya dapat diterima. Hal
kerja tinggi. Subjek yang mengalami stres ini seperti yang digambarkan dalam tabel
kerja rendah mempunyai pengalaman kerja 1, 2 dan 3 berikut ini:
>30 tahun, sedangkan subjek yang

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


192
Sutarto Wijono

Tabel 1.
Korelasi antara Kepribadian tipe A dan Peran terhadap Stres Kerja

Model R R Square Adjusted R Std. Error of Durbin-


Square The Estimate Watson

1 0.576 0.332 0.323 0.67166 1,856

a. Predictors: (Constant), Kepribadian tipe A dan Peran (ketidakjelasan


peran, konflik peran dan beban peran) Durbin-Watson=1,856.
b. Dependent variable: Stres Keja

Nilai R = 0,576 pada tabel di atas, kerja adalah sebesar 33,2 %, sedangkan
menunjukkan ada korelasi antara sisanya (66,8 %) dipengaruhi oleh variabel
kepribadian tipe A dan peran sekaligus lainnya. Standar kesalahan estimasi adalah
dengan stres kerja dengan koefisien 0.67166. Hal ini disebabkan kedua variabel

Tabel 2. Regresi Berganda Signifikansi Nilai F

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig

1 Regression 31.83 2 15.915 35.278 0.000


Residual 64.061 142 0.451
Total 95.891 144

a. Predictors : (constant), Keprib Tipe A dan Peran.


b. Dependent Variable: Stres Kerja

determinasi (R2) sebesar 0,332. Koefisien yang berpengaruh terhadap stres kerja
determinasi sebesar 0,332 menunjukkan memberi pengaruh yang cukup besar secara
bahwa pengaruh variabel kepribadian tipe bersama-sama terhadap stres kerja.
A dan peran sekaligus dengan variabel stres Berdasarkan tabel Anova diperoleh
Tabel 3. Korelasi Kepribadian dan Peran Terhadap Stres Kerja

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model β SD Beta t Sig

1 (Constant) 6..379E-02 .320 .199 .842


Keprib tipe A .277 .137 .149 2.020 .045
Peran .824 .121 .504 6.828 .000

a. Dependent Variable: Stres Kerja

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


193
Pengaruh Kepribadian Type A dan Peran Terhadap Stres Kerja Manajer Madya

nilai F hitung sebesar 35,278 dengan df1 kepribadian tipe A adalah mudah stres.
(derajat kebebasan pembilang) = 10 dan df2 Sementara itu jika ditinjau dari posisinya,
(derajat kebebasan penyebut) = 144. Pada manajer madya yang berkepribadian tipe A
kolom signifikansi diperoleh nilai 0,000, mempunyai posisi menengah yang dapat
dengan F tabel pada taraf signifikansi 5% membuat dirinya mengalami banyak
sebsar 1,89. Dengan demikian F hitung lebih benturan dan tekanan baik dari atasan, teman
besar daripada F tabel pada taraf kerja, bawahan atau pihak luar, sehingga ia
signifikansi 5%. (35,278>1,89), sehingga sering mengalami stres kerja. Seperti yang
hipotesis yang menyatakan bahwa dikatakan oleh Car ver, Diamond &
kepribadian tipe A dan peran berpengaruh Humphries, 1985; Glass, 1977 (dalam
sekaligus terhadap stres kerja manajer Sarafino, 1994) bahwa individu yang
madya dapat diterima. berkepribadian tipe A mempunyai ciri-ciri:
Persamaan regresi linier yang diperoleh terus-menerus berusaha untuk menyesuaikan
dari analisis tersebut adalah sebagai berikut: diri dengan pekerjaan, membenci kegiatan
terencana dan selalu berorientasi pada
Y1 = 6,379E-02 + 0,277 X 1 + 0,824 X 2 pekerjaan, melakukan pekerjaan sebanyak
mungkin dalam jangka waktu yang singkat,
Nilai t-test untuk variabel kepribadian bersaing, penuh kekuatan, berbicara
tipe A adalah 2,020 (signifikan), sedangkan eksploratif, ambisius, tidak sabar, emosional
untuk variabel peran adalah 6,828 dan merasa terancam karena dirinya adalah
(signifikan). Hal ini menunjukkan bahwa sumber stres.
masing-masing variabel secara mandiri Peran sebagai faktor lingkungan juga
berpengaruh terhadap perubahan variabel merupakan sumber stres seperti yang
stres kerja. dikatakan oleh Kahn, dkk (1964) bahwa
Hasil penelitian ini didukung oleh hasil- stres kerja timbul karena individu mengalami
hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli ketidakjelasan peran dan sasaran yang
sebelumnya yang mengemukakan bahwa akhirnya mengarah pada ketidakpuasan
pengaruh interaksi yang kompleks antara kerja. Van Sell, dkk. (1988) juga menunjukkan
individu dan lingkungan kerja dapat bahwa individu yang mengalami konflik
menimbulkan stres (Mongolis & Kroes, peran lebih banyak mempunyai kepuasan
dalam Beehr & Newman, 1987; Steers, lebih rendah yang diikuti oleh ketegangan
1977; Caplan, dkk., dalam Abush & pekerjaan lebih tinggi dan kebosanan
Burkhead, 1984). sehingga sumber stres yang nyata dialami
Hasil penelitian ini juga menunjukkan oleh operator kran (Cooper, dkk., 1988).
bahwa variabel kepribadian tipe A Newstrom & Devis (1993)
berpengaruh terhadap stres kerja. Ini sejalan menjelaskan arti peran sebagai suatu pola
dengan penggolongan kepribadian tipe A tindakan yang diharapkan oleh individu
dan tipe B oleh Friedman & Rosenman untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan
(1974) yang menyebutkan salah satu ciri atau sekumpulan fungsi manajemen. Pola

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


194
Sutarto Wijono

tindakan ini sebagai tanggapan terhadap dan konflik peran (â= -0,174
harapan-harapan orang lain dan harapan diri >0,097>0,078). Ini berarti beban peran
sendiri, atas jabatan yang didudukinya dalam mempunyai pengaruh lebih besar
suatu sistem sosial tertentu. Dalam kaitannya dibandingkan dengan ketidakjelasan peran
dengan sistem inilah, Katz & Kahn (1978) maupun konflik peran terhadap munculnya
menjelaskan bahwa penyimpangan- stres kerja dalam organisasi. Situasi atau
penyimpangan dan ketidaksesuaian antara peristiwa tersebut dapat terjadi karena: 1)
pemberi peran dan penerima peran, beban peran yang dialami oleh manajer
memunculkan ketidakjelasan peran, konflik madya terlalu banyak terfokus pada sebagian
peran, dan beban peran yang dapat individu saja; 2) keseimbangan sistem
menimbulkan stres kerja. pengaturan kerja masih belum merata dan
Beban peran dalam penelitian ini beban kerja terlalu berpusat pada manajer
ternyata mempunyai pengaruh yang lebih madya; dan 3) beban peran yang dihadapi
besar dibandingkan dengan ketidakjelasan individu mengarah pada beban psikis dan
peran ataupun konflik peran. Pernyataan ini beban fisik.
didukung oleh beberapa hasil penelitian Hasil penelitian di atas didukung oleh
Kahn & Quinn (1970) yang menjelaskan Singleton (1989) yang menyatakan bahwa
bahwa ketidakjelasan peran dapat dikatakan beban psikis kerja (psychology workload) dan
memiliki kaitan dengan aktivitas-aktivitas, beban fisik kerja (physical workload)
tanggung jawab, gaya dan norma-norma mempunyai ciri-ciri umum yang sama,
pribadi. Salah satu fokus ketidakjelasan peran seperti: kerja keras, tanggung jawab yang
adalah tuntutan serta peran-peran dalam besar, baik pekerjaan itu dikerjakan secara
proses yang dapat menimbulkan ancaman manual atau menggunakan kemampuan
dan stres. intelektual. Beban psikis kerja dan beban fisik
Hammer & Tosi (1974) menemukan kerja berbeda tetapi memisahkan keduanya
bahwa konflik peran berkorelasi dengan hampir tidak mungkin. Singleton (1989) juga
rendahnya keterlibatan manajer, serta menjelaskan bahwa beban psikis biasanya
timbulnya perasaan terancam dan cemas. dianggap sebagai stressor.
Hal ini dibedakan dengan ketidakjelasan Dalam kesempatan lain, Kiev & Kohn
peran yang berkorelasi dengan rendahnya (1979) menunjukkan bahwa beban peran
kepuasan kerja, timbulnya rasa terancam dan dapat menjadi salah satu sumber
rasa cemas. pembangkit stres bagi individu, baik beban
Apabila dianalisis lebih rinci ditemukan peran yang berlebih (kualitatif dan
bahwa nilai beta untuk ketidakjelasan peran kuantitatif) maupun beban peran yang terlalu
(â= -0,097), konflik peran (â= 0,078), dan sedikit. Para manajer menyebutkan heavy
beban peran (â= -0,174). Dari ketiga workload/time pressures/unrealistic deadlines
dimensi peran, nampak bahwa nilai beta (â) sebagai faktor utama yang menimbulkan
beban peran lebih besar dibandingkan stres pada mereka.
dengan nilai beta (â) ketidakjelasan peran Beban peran yang terlalu sedikit juga

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


195
Pengaruh Kepribadian Type A dan Peran Terhadap Stres Kerja Manajer Madya

dapat menimbulkan stres bagi individu. disarankan pada peneliti selanjutnya agar:
Kebosanan dalam kerja rutin sehari-hari, 1) memulai penelitian dengan survai baseline
sebagai hasil dari terlampau sedikitnya tugas data yang antara lain menyangkut bidang
yang harus dilakukan, dapat menyebabkan kegiatan dalam organisasi dan peristiwa
berkurangnya perhatian dan menimbulkan kehidupan yang paling dihayati individu
stres. Hal ini, secara potensial secara subjektif yang menimbulkan stres
membahayakan jika individu gagal untuk dan mempengaruhi prestasi kerja dalam
bertindak tepat dalam keadaan mendesak. industri dan organisasi.
Oleh karena itu, beban peran dalam 2) menggunakan lebih banyak sampel dari
penelitian ini mempunyai pengaruh yang berbagai daerah dan berbagai disiplin
lebih besar dan signifikan dibandingkan ilmu dengan latar belakang demografi
dengan ketidakjelasn peran ataupun konflik seperti suku, etnik atau golongan.
peran. Sedangkan ketidakjelasan peran dan
konflik peran menunjukkan pengaruh yang DAFTAR PUSTAKA
tidak signifikan terhadap stres kerja.
Sehubungan dengan ini, Montgomery Abush, R., & Burkhead, D. (1984). Job
(1995) juga menemukan bahwa structrure in midlife working women:
ketidakjelasan peran, konflik peran, dan relationships among personality type,
beban peran merupakan prediksi yang job characteristics and job tension. Jour-
signifikan terhadap munculnya stres kerja. nal of Counseling Psychology, 31(1), 36-44.
Beehr, T.A. & Newman, J.E. (1978). Job
SIMPULAN DAN SARAN
stress, employee health and organiza-
tion effectiveness, a facet analysis,
Hasil penelitian ini menunjukkan
model and literature review. Personnel
bahwa kepribadian tipe A dan peran
Psychology, 31, 665-697.
berpengaruh sekaligus terhadap stres kerja
manajer madya, dimana pengaruh variabel Cooper, G.L., Cooper, R.D. & Eaker, L.H.
kepribadian tipe A dan peran sekaligus (1988). First Edition. Lifing with stress.
dengan variabel stres kerja sebesar 33,2 %, England: The Penguin Group.
sedangkan sisanya (66,8 %) dipengaruhi oleh
variabel lainnya. Penelitian ini juga Cooper, G.L., Watts, J., Baglioni, Jr, A.S. &
menunjukkan bahwa masing-masing Kelly, M. (1988). Occupational stress
variabel secara mandiri berpengaruh amongst general practice dentists. Jour-
terhadap perubahan variabel stres kerja. nal of Occupational Psychology, 61, 163-
Terakhir, dimensi beban peran dalam 174.
penelitian ini ternyata mempunyai pengaruh Friedman, M. & Rosenman, R.H. (1974).
yang lebih besar dibandingkan dengan Type A behavior and your heart. New
ketidakjelasan peran ataupun konflik peran. York: Knopf.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


196
Sutarto Wijono

Hammer, W.C. & Tosi, H.W. (1974). Rela- Montgomery, D.C. (1995). The antecedents
tionship of role conflict and role am- of work stress in financial services
biguity is job involvement measures. salespeople: An emprical investigation.
Journal of Applied Psychology, 59, 497- dissertation, Abstract, Vol 55(8-A),
499. 2478.
Kahn. R.L. & Quinn, R.P. (1970). Role stress: Newstrom, J.W. & Davis, K. (1993), Or-
A frame work for analysis. In a mclean (ed): ganizational behavior, human behavior at
Mental Healthhand Work Organization. work, Ninth Edition. New York,
Chiocago: Rand McNally, 50-155. McGraw-Hill, Inc.
Kahn, R.L.,Wolfe D.M., Quinn R.P., Snoek Sarafino, P. (1994). Health psycholog y,
J.D. & Rosenthal, R.A. (1964). Orga- biopsichology social interactions. 2nd. Edi-
nizational stress. studies in role conflict and tion. New York: John Wiley & Sons.
ambiquity. New York: Wiley. Inc.
Katz, D. & Kahn, R.L. (1978). The social Singleton, W.T. (1989). The mind at work. New
psychology of organization. New York: York: Combridge University Press.
Wiley.
Steers, R.M. (1977). Organizational and effec-
Kiev, A. & Kohn, V. (1979). Executive stress. tiveness, Santa Monica. California:
New York: AMACOM. Goodyear: Publishing Company, Inc.
Kirkcaldy, B. D., Levine, R., & Shephard, Van Sell, M., A.P. Brief., & Schuller, R.S.
R.J. (2000). The impact of working (1981). “Role conflict and tole ambi-
hours on physical and psychological guity: integration of the literature and
health of German managers. European, directions for future research”. Human
Review of Applied Psychology, Vol 50 (4), Relations, 34, 43-71.
443-449.

INSAN Vol. 8 No. 3, Desember 2006


197