Anda di halaman 1dari 13

10 Lembaga PBB akan Bangun Kabupaten Belu

JAKARTA, RABU - Sepuluh lembaga yang ada di bawah PBB secara bersama-sama
mengembangkan program pembangunan di Indonesia, yakni di kabupaten Belu, Nusa
Tenggara Timur, kata Deputi Pendanaan Luar Negeri Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo
di Jakarta, Rabu.

10 lembaga PBB itu yakni UNDP, FAO, ILO, UNESCO, UNFPA, UNICEF, UNIDO,
UNV, WFP dan WHO. Rencana kerja tertuang dalam Dokumen Program Bersama
Lembaga PBB di Kabupaten Belu yang ditandatangani Koordinator Kepala Perwakilan
PBB bersama Gubernur NTT di Jakarta, Rabu yang disaksikan Menteri Negara
Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas Paskah Suzetta.

Lukita menyatakan, kerjasama antara lembaga-lembaga di bawah PBB tersebut akan


melakukan program untuk mengatasi permasalahan seperti kemiskinan, air bersih dan
sanitasi, pendidikan dasar.

Selain itu peningkatan kesehatan ibu dan anak, penanggulangan krisis dan peningkatan
tata pemerintahan terutama di Belu NTT.

"Namun program tersebut dapat dilaksanakan pula di daerah lain di Indonesia," katanya.
Menyinggung anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut, dia menyatakan,
nilainya sebesar 5,4 juta dollar AS, dan kegiatan yang sudah didanai sebesar 1,7 juta
dollar AS.

Sedangkan 3,7 juta dollar lainnya, tambahnya, belum mendapatkan alokasi dana sehingga
pemerintah mengharapkan donor lain untuk berpartisipasi mendanai kegiatan-kegiatan
yang belum memperoleh anggaran.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas, Paskah Suzetta


menyatakan, dipilihnya Belu sebagai tempat pelaksanaan program itu karena tingkat
kemiskinan di kabupaten tersebut tertinggi di Indonesia.

Tingkat kemiskinan di kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste itu mencapai 60
persen jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 16-17 persen. Paskah
menyatakan, pemerintah akan membentuk Tim Pengarah yang melibatkan seluruh pihak
terkait guna mendukung pelaksanaan program tersebut.

Di tingkat daerah, tambahnya, telah dibentuk Sekretariat Bersama, dibawah Bappeda


Belu khusus untuk mengkoordinasikan program bersama tersebut.

Dewan Keamanan PBB Akan Selidiki Kejahatan Perang Gaza

Jum'at, 06 November 2009 | 09:19 WIB

TEMPO Interaktif, Washington -Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengerahkan


Dewan Keamanan menyelidiki dugaan kejahatan perang Gaza,.jika Israel enggan
melakukannya.

Sebelumnya, PBB mendesak Israel segera menyelidiki dugaan perang di Gaza selama
musim angin lalu. Atas desakan itu PBB mendapat dukungan 132 negara anggota PBB,
dari jumlah total 192 negara. Sedang 60 negara lainnya, 44 negara absen dan 16 tak
mendukung.

Para negara pendukung menginginkan adanya akuntabilitas, khususnya dari Israel, atas
dugaan pelanggaran hukum internasional dalam perang Gaza yang merenggut nyawa
1.400 warga Palestina serta 13 warga Israel tersebut.

Israel sendiri tidak mendukung desakan PBB yang tertuang dalam resolusi negara Arab
tersebut, dan menyatakan resolusi tersebut hanya menguntungkan sepihak. Sementara
Amerika Serikat menilai resoslusi tersebut 'tidak adil dan bias' dan berpotensi melukai
proses perdamaian di Timur Tengah.

Namun pengamat Palestina dari PBB Riyad Mansour, mengatakan resolusi negara Arab
tersebut justru penting dan menjadi sejarah perlawanan terhadap tirani.

Dalam resolusi tersebut Israel dan Palestina diharuskan melakukan penyelidikan bersama
atas dugaan tersebut dalam waktu tiga bulan.

Selanjutnya jika tidak ada hasil dalam tiga bulan tersebut, Sekretaris Jendral PBB Ban
Ki-moon akan membuat laporan ke Dewan Keamanan. "Apakah perlu ada tindakan lebih
lanjut dari Dewan Keamanan," kata Mansour.

Dewan Keamanan Desak Karzai Segera Berantas Korupsi

Sabtu, 07 November 2009 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Washington -Presiden Afganistan kembali didesak untuk


memerangi korupsi ditubuh pemerintahannya. Desakan kali ini datang dari Dewan
Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah sebelumnya Presiden Amerika Serikat
Barack Obama melalui Sekretaris Negara Hillary Rodham Clinton.

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon mengatakan dirinya telah menemui Karzai dan
membahas soal itu secara langsung. "Saya dengan tegas mengatakan pada Karzai tentang
perlunya pemerintahan yang bersih, dan perlawanan terhadap korupsi," kata Ban.

Dia juga akan mengikuti jejak Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, yang sementara
tidak menempatkan warganya ke Afganistan. Apalagi menyusul terjadinya serangan
Taliban terhadap rumah tinggal pegawai PBB di perbatasan Afganistan-Pakistan.

Mengenai kepemimpinan Karzai, Ban punya penilaian tersendiri. Meski terpilih melalui
pemilu yang cacat, namun menurut Ban komitmen Karzai memberantas korupsi cukup
tinggi. "Dia menyatakan akan berupaya sekuat tenaga memberantas korupsi," kata Ban.

Situasi politik Afganistan, lanjut Ban, kian buruk pasca pemilihan umum yang cacat.
Dewan Keamanan bahkan belum bisa menerima kemenangan Karzai tersebut, karena dia
menang setelah saingannya Abdullah Abdullah mundur.

Meski begitu Dewan Keamanan tetap akan bekerjasama dengan Karzai demi terciptanya
pemerintahan Afganistan yang bersih, bebas korupsi dan perdagangan narkotika.
PBB Serukan Proses Perdamaian Timteng Dilanjutkan

Sabtu, 20 Pebruari 2010 16:25 WIB | Mancanegara | Timur Tengah/Afrika | Dibaca 541
kali
PBB (ANTARA News/APP-OANA) - Wakil Sekjen bidang politik Perserikatan Bangsa
Bangsa (PBB), Lynn Pascoe, menyerukan dilanjutkannya kembali proses perdamaian
Timur Tengah yang macet, dan menyebut pembangunan permukiman Israel di wilayah
Palestina ilegal.

Pascoe, dalam memberikan penjelasan di Dewan Keamanan Kamis mengatakan, kegiatan


pembangunan permukiman yang masih terus dilakukan Tel Aviv jelas melanggar
kewajiban internasionalnya.

Mengenai keamanan Palestina, dia menandaskan bahwa keamanan berkesinambungan


akan lebih baik dicapai melalui kerja sama intensif, melanjutkan penguatan upaya
keamanan pemerintah Palestina dan kinerjanya, dan pengurangan serangan yang
dilakukan militer Israel terhadap wilayah Palestina.

Dia menyuarakan `keprihatinan yang dalam` pada terhentinya proses perdamaian saat ini,
dan berharap kedua pihak, Israel dan Palestina, akan menerima usulan dimulainya
kembali perundingan-perundingan mendatang.

Pascoe mengatakan, satu usulan dari utusan Amerika Serikat, George Mitchell, untuk
melakukan perundingan tidak langsung dengan mediasi AS, saat ini menjadi
pertimbangan serius.

Israel mengindikasikan kesediaannya untuk melakukan perundingan dengan cara ini,


sedangkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, masih menunggu klarifikasi.

"Sekjen berharap bahwa Presiden Abbas akan melangkah ke depan untuk melaksanakan
usulan ini, agar perundingan-perundingan serius bisa dimulai," katanya di depan 15
anggota Dewan Keamanan.

"Kami terus menegaskan pentingnya melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk
menjamin berlangsungnya perundingan, dalam tempo yang jelas untuk mencapai
perjanjian penyelesaian semua masalah secara tuntas, termasuk persoalan Jerusalem,
perbatasan, pengungsi, keamanan, permukiman dan air," katanya.

Dia menambahkan, bahwa konsensus internasional mengenai apa yang dilakukan untuk
mencapai perjanjian yang lestari adalah kuat.

Dalam hal ini, Kuartet Timur Tengah - PBB, Uni Eropa, Rusia dan AS - memberikan
dukungan penting bagi proses untuk kembali ke rencana Peta-Jalan, demi solusi dua
negara dalam konflik Israel-Palestina.

Untuk pelanjutan perundingan, Pascoe menyeru pelaksanaan komitmen Peta-jalan, terus


berlangsungnya upaya-upaya perbaikan ekonomi dan kondisi keamanan, serta
pendekatan Gaza yang lebih positif, di mana saat ini penutupan wilayah itu masih
dilakukan oleh Israel.

Kepala politik PBB juga mencatat, bahwa pemerintah Israel harus mengendalikan diri
mengenai pembangunan permukiman di Tepi Barat, termasuk di Jerusalem Timur.
Ketentuan itu masih berlaku dan hendaknya menurunkan kegiatan pembangunan
permukiman di wilayah-wilayah Palestina yang didud
PBB Gandeng "American Idol" Bantu Haiti

New York (ANTARA News) - Upaya penyaluran bantuan kepada para korban gempa
bumi di Haiti akan menjadi salah satu episode dalam kontes menyanyi prestisius
"American Idol" yang ditayangkan stasiun televisi AS, Fox.

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Jumat, menyatakan


Yayasan PBB sedang menjalin kerjasama dengan manajemen "American Idol" untuk
membantu jutaan warga Haitiyang menjadi korban gempa.

Yayasan yang dibentuk raja media Amerika, Ted Turner, itu akan mendatangkan
pemenang "American Idol" tahun lalu, Kris Allen, ke Haiti.

Dalam tayangan pada 25 Februari mendatang, Allen akan membawakan beberapa


lagu andalannya, serta berbagi cerita mengenai kunjungannya di Haiti.

Allen, penyanyi berusia 24 tahun yang juga dikenal sebagai musisi dan pencipta
lagu, dijadwalkan berangkat ke Haiti pada Sabtu malam waktu setempat (Minggu
pagi WIB, 21/2).

Di sana dia akan bertemu dengan para staf PBB di lapangan dan langsung meninjau
para korban gempa berkekuatan 7 skala Richter yang telah memporakporandakan
Haiti dan menewaskan setidaknya 200.000 orang itu, termasuk puluhan anggota staf
PBB.

Gempa bumi juga menyebabkan 300 ribu orang luka-luka dan membuat satu juta
warga Haiti kehilangan tempat tinggal.

Kris Allen, penyanyi beraliran pop-rock, adalah pemenang kompetisi "American


Idol" musim kedelapan yang dalam final 20 Mei 2009 mengalahkan Adam Lambert.

Pasca kemenangannya di "American Idol", pada November 2009 dia mengeluarkan


album di bawah perusahan rekaman Jive Records.

Dua lagu dari album itu, "No Boundaries" dan "Heartless", masuk daftar Top 20
versi Billboard Hot 100

Sekjen PBB Prihatin Keresahan Politik di Sri Lanka

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon mengungkapkan keprihatinannya sehubungan


kekisruhan politik di Sri Lanka.

Sekretaris Jenderal mengeluarkan pernyataan dimana dikatakannya ia berbicara dengan


Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa Selasa, dan mendesak pemerintah agar menjamin
keselamatan dari kandidat presiden yang dikalahkan, Sarath Fonseka.

Ia juga mendesak Rajapaksa agar memenuhi komitmennya untuk mencarikan pemecahan


politik dengan masyarakat Tamil, serta menghukum setiap kejahatan atau pelecehan yang
terjadi selama perang saudara Sri Lanka.

Fonseka, mantan Panglima Militer Sri Lanka, ditangkap Senin dengan tuduhan
berkonspirasi melawan pemerintah.
Pada hari Rabu, polisi Sri Lanka menembakkan gas air mata dan meriam air guna
membubarkan ribuan pendukung Fonseka yang melakukan demonstrasi di depan gedung
Mahkamah Agung di Kolombo.

PBB: Penyaluran Bantuan Makanan di Haiti Makin Lancar

PBB mengatakan penyaluran makanan makin lancar dari di Haiti yang dilanda gempa
dan sampai hari ini, Program Pangan Dunia telah menyalurkan 16 juta paket makanan
kepada 600 ribu orang sejak gempa melanda bulan lalu.

Edmond Mulet, Pejabat Kepala Misi PBB di Haiti hari Senin mengatakan para petugas
bantuan telah menyalurkan beras kepada 100 ribu orang di sembilan lokasi hari Minggu.
Tambahnya, jumlah pos-pos penyaluran bantuan pangan di Haiti akan ditambah menjadi
19 pos hari Selasa dan cadangan makanan diperkirakan cukup untuk dua minggu.

Pejabat-pejabat organisasi bantuan di Haiti mengatakan sistem kupon telah menciptakan


ketertiban pembagian makanan yang sebelumnya sempat tidak teratur.

Hari Minggu, pejabat-pejabat mulai membagikan 25 kilogram beras bagi perempuan


yang telah mendapat kupon dari para petugas bantuan. Mereka telah didaftar sebagai
korban yang paling memerlukan beras yang tinggal dalam kamp-kamp penampungan
yang penuh sesak.

PBB Perpanjang Misi Penjaga Perdamaian di Somalia

Dewan Keamanan PBB telah memutuskan untuk memperpanjang mandat pasukan


penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia (AMISOM). Pasukan penjaga perdamaian
selama ini ikut mempertahankan pemerintahan transisi yang lemah itu melawan militan
Islamis yang ingin mendirikan negara Islam yang ketat.

Dalam sebuah resolusi, yang disetujui dengan suara bulat hari Kamis, Dewan Keamanan
memperpanjang mandat pasukan itu untuk setahun lagi, atau sampai 31 Januari 2011.

Misi penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia itu terdiri atas sekitar 4.000 tentara dari
Uganda dan Burundi.

Sementara itu, Dewan Keamanan mengatakan dalam laporan yang baru dirilis bahwa
ketidak-amanan di Somalia masih meluas dan menggambarkan situasi kemanusiaan di
sana sebagai "mengerikan."

Laporan itu menyatakan, sementara Mogadishu tetap menjadi fokus pemberontakan itu,
pertempuran sengit juga terjadi tahun lalu di bagian-bagian lain Mogadishu, termasuk di
Beledweyne dan Kismayo.

PBB Selidiki Kekerasan di Guinea


Internasional / Sabtu, 31 Oktober 2009 08:45 WIB

Metrotvnews.com, New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)


Ban Ki-moon mengirim seorang diplomat Aljazair untuk menyelidiki dan memeriksa
tindakan keras terhadap pengunjuk rasa di Guinea, bulan lalu.

Sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan ke pengunjuk rasa antipemerintah, 28


September lalu, di sebuah stadion di Conakry, ibu kota negara Afrika barat itu. Kekerasan
itu menewaskan 157 orang dan melukai lebih dari 1000 orang yang lain.

Dewan Keamanan PBB awal pekan ini mengutuk kekerasan itu. Tapi Dewan Keamanan
gagal menyuarakan dukungan tegas pada penyelidikan Ban karena Rusia menentang.
Mokswa tidak menyukai gagasan untuk campur tangan dalam politik domestik sebuah
negara tersendiri.

Pemerinah militer Guinea, yang dipimpin oleh Kapten Moussa Dadis Camara, berjanji
bekerja sama dengan penyelidikan PBB. Camara memegang tampuk kekuasaan melalui
kudeta Desember lalu setelah kematian pemimpin veteran Presiden Lansana Conte.

Penyelidikan Ban itu akan dipimpin oleh diplomat dan ahli hukum Aljazair, Mohamed
Bedjaoui. Tim penyelidikan memiliki dua anggota, Francoise Ngendahyo Kayiramirwa
dari Burundi, yang telah bertugas bersama Pengadilan Kejahatan Internasional untuk
Rwanda, dan Pramila Patten dari Mauritius, anggota Komisi PBB mengenai Penghapusan
Diskriminasi terhadap Wanita.

Mereka akan melaporkan hasil penyelidikan pada Ban untuk diserahkan itu pada Dewan
Keamanan. Michele Montas, juru bicara Ban Ki-moon, mengatakan anggota komisi itu
akan bertemu dengan Ban di New York sebelum menuju Jenewa dan Guinea untuk
melakukan tugas mereka. (Ant/DOR)

PBB: Ada 270 Ribu Korban Perdagangan Manusia


Internasional / Senin, 19 Oktober 2009 07:28 WIB

Metrotvnews.com, Wina: Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan, Ahad (18/10), ada


sekitar 270 ribu korban perdagangan gelap manusia di Uni Eropa. Badan dunia itu
meminta dilakukannya upaya lebih besar untuk memerangi perdagangan tidak sah itu.

Pemerintah di Eropa mengetahui hanya sebagian kecil dari korban itu, kata Kantor PBB
mengenai Obat Bius dan kejahatan (UNODC). Diperkirakan, ada 30 kali lebih banyak
orang yang jadi korban ketimbang yang diketahui.

Pengungkapan itu disampaikan pada Hari Anti-Perdagangan Gelap Eropa. Ini


dimaksudkan untuk menarik perhatian kepada keadaan menyedihkan korban perdagangan
itu yang dipaksa bekerja secara tidak sah setelah diselundupkan melintasi perbatasan.
(Ant/RAS)

PBB Menginvestigasi Pelanggaram HAM di Srilanka


Headline News / Internasional / Rabu, 27 Mei 2009 10:06 WIB

Metrotvnews.com, Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menginvestigasi dugaan


pelanggaran hak asasi manusia di Srilanka pascaperang terbuka antara tentara pemerintah
dan pemberontak Macan Tamil. Perang menyebabkan puluhan ribu warga sipil tewas.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Navi Pillay di Jenewa, Swiss, menegaskan ada
indikasi kuat terjadi pelanggaran HAM berat di Srilanka. Menurut dia, semua persoalan
itu harus dituntaskan.
Kecamanan juga disuarakan sekitar 100 aktivis perdamaian di Paris, Prancis. Di depan
Kantor Pusat UNESCO, mereka mengecam keras tindakan tentara Srilanka yang diduga
melakukan pelanggaran HAM.

Menanggapi protes ini, Duta Besar Srilanka di Prancis, Jayatileka mengatakan, tidak
mungkin tentara pemerintah melakukan pelanggaran HAM. Andinya ada, itu pasti
dilakukan pemberontak Macan Tamin.

Pun demikian pendapat sebagian anggota PBB lainnya. Bahkan sebanyak 47 negara
anggota PBB menolak mengajukan dugaan kasus pelanggaran HAM di Srilanka ke
tingkat lebih tinggi.(ICH)

Pasca Ungsi Pegawai, PBB Kembali Pantau Pakistan-Afganistan

Jum'at, 06 November 2009 | 10:40 WIB

TEMPO Interaktif, Kabul -Pasca dipindahkannya separuh pegawai kantor Perserikatan


Bangsa-Bangsa (PBB) di Pakistan akibat serangan maut pasukan Taliban 28 Oktober
lalu, PBB tetap terus memantau kesepakatan Pakistan-Afganistan.

Taliban mengaku melakukan serangan ke rumah dinas pegawai PBB tersebut karena
menganggap PBB menjadi kaki tangan pihak barat dalam pemilihan umum Afganistan.

Diplomat Norwegia Kai Eide, yang juga anggota PBB mengatakan, pihaknya sebenarnya
peduli dengan situasi di Afganistan. Khususnya membantu Presiden Afganistan Hamid
Karzai menumpas korupsi ditubuh pemerintahannya.

"Beberapa dari kami percaya bahwa komitmen dunia internasional terhadap kebaikan
Afganistan tetap berjalan, apapun resikonya," kata Eide. "Saya juga ingin menekankan
bahwa anggapan itu (berpihak ke barat, red) salah. Bahkan komitmen itu datang dari
masyarakat negara donor dan negara yang menaruh pasukannya di Afganistan,".

Beberapa waktu terakhir aksi kekerasan di Pakistan dan Palestina kerap terjadi. Beberapa
pekan lalu terjadi pembunuhan lima tentara Inggris oleh polisi Afganistan. Kemudian
Oktober lalu, 300 orang terbunuh dan 11 pegawai PBB terluka akibat aksi kekerasan di
Pakistan.

PBB Usulkan Dana Keamanan US $ 75 Juta di Afganistan

Kamis, 05 November 2009 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Kabul -Sekretaris Jenderal mengusulkan dana keamanan dan


persiapan menghadapi konflik di Afganistan US $ 75 juta, pasca penyerangan terhadap
kantor PBB di Afganistan.

Menurut juru bicara PBB di Afganistan Adrian Edwards, meski situasi genting, pihaknya
tidak akan mundur. "Sistim keamanan kami bukan untuk menghindar dari situasi seperti
ini," kata Edwards.

Di perbatasan Pakistan-Afganistan, PBB menarik pegawainya dalam waktu yang cukup


lama dari proyek lima tahunan, karena konflik di barat laut ibukota provinsi. Daerah
tersebut juga kerap dikuasai Taliban.

Di Pakistan sendiri, selama 2009 telah 11 pegawai PBB tewas akibat serangan, termasuk
aksi bom di kantor Organisasi Pangan Dunia, yang merenggut lima korban jiwa.

PBB Berikan Penghormatan Untuk Gus Dur


Masyarakat internasional yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),
termasuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyampaikan penghormatan dan
penghargaan mereka kepada mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur,
yang meninggal pada 30 Desember 2009.

Ungkapan penghormatan bagi sosok yang menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, periode 20
Oktober 1999-24 Juli 2001, tersebut mengalir melalui Perwakilan tetap RI untuk PBB di
New York. PTRI yang berlokasi beberapa blok dari Markas Besar PBB itu selama tiga
hari, yaitu 4-6 Januari, menyediakan Buku Duka Cita yang ditempatkan di Perpustakaan
Abdurrahman Wahid di gedung PTRI New York.

Di perpustakaan itu diletakkan foto Gus Dur, bendera Merah Putih yang dipasang
setengah tiang, serta bunga. Perpustakaan itu diresmikan langsung Gus Dur pada 5
September 2000 di sela-sela kunjungannya sebagai Presiden RI ke New York dalam
rangka menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahunan.

Menurut Kuasa Usaha Ad Interim PTRI-New York, Duta Besar Hasan Kleib ucapan
duka cita dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon disampaikan melalui sekretaris
kabinetnya, Vijay Nambiar. Sekjen PBB mencatat, bahwa Gus Dur merupakan tokoh
yang membuat Indonesia terkenal di seluruh dunia. "Gus Dur akan dikenang untuk
ketakwaan, kesederhanaan dan visi besarnya. Ia menjadikan bangsa Indonesia dihormati
di seluruh dunia, karena semangat demokratisnya," demikian seperti ditulis Vijay
Nambiar atas nama Sekjen PBB.

Hasan Kleib mencatat setidaknya ada empat hal yang banyak dinyatakan berbagai pihak
di kalangan PBB tentang kontribusi Gus Dur terhadap Indonesia dan dunia, yaitu
upayanya memajukan penghormatan HAM; peningkatan proses demokrasi; harmonisasi
antar-agama; dan pluralisme di Indonesia. Sementara itu, seorang pejabat tinggi PBB
yang pernah mengenal secara pribadi sosok Gus Dur, yaitu Wakil Sekjen PBB urusan
Politik B. Lynn Pascoe, juga mendatangani Gedung PTRI New York.

Lyn Pascoe, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia
periode Oktober 2004-Februari 2007, menulis: "Presiden Gus Dur merupakan mercu suar
kebijaksanaan dan toleransi bangsa Indonesia dan dunia. Saya merasa sangat terhormat
pernah mengenal dan bekerja sama dengan beliau".

Penghormatan bagi Gus Dur juga diberikan oleh perwakilan negara-negara anggota PBB
dari berbagai kawasan, termasuk sembilan negara sahabat sesama negara ASEAN, yaitu
Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja
dan Myanmar. Para wakil tetap negara-negara ASEAN itu langsung mendatangi PTRI
New York untuk menyatakan duka cita serta mengapresiasi kontribusi yang telah
diberikan Gus Dur.

Wakil Tetap Singapura Vanu Gopala Menon, misalnya, menulis "Pak Abdurrahman
Wahid akan selalu dikenang sebagai sosok yang menjunjung tinggi harmonisasi antar-
keyakinan serta membangun dasar Indonesia menjadi negara demokrasi yang bergairah
seperti sekarang. "Beliau adalah ulama yang disegani dan merupakan reformis sejati.
Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya. Sumbangsih dan peninggalan Pak
Wahid akan dikenang oleh Indonesia dan teman-temannya di seluruh dunia."

Negara tetangga Indonesia lainnya, yakni Australia, melihat Gus Dur selain sebagai
penjunjung semangat toleransi, juga sebagai sosok dengan karakter unik. Perwakilan
tetap Australia untuk PBB, Gary Francis Quinlan, melihat Gus Dur sebagai sosok yang
memiliki pemikiran terbuka dan bersikap santai. Gus Dur dinilai unik karena canda yang
dilontarkannya namun juga karena keingintahuan, optimisme serta komitmennya
terhadap perlindungan sipil dan penegakkan demokrasi. "Ia dihormati di kawasan dan
dunia global," tulis Quinlan.

PTRI New York menyampaikan surat pemberitahuan tentang meninggalnya Gus Dur ke
Sekretariat PBB pada 30 Desember 2009. PBB saat ini beranggotakan 192 negara,
termasuk Indonesia. Lebih 70 pihak termasuk petingggi PBB lainnya, seperti para wakil
Sekjen PBB, utusan khusus Sekjen PBB serta wakil tetap maupun kuasa usaha ad interim
negara-negara anggota PBB, secara langsung menyampaikan ucapan duka cita mereka.

Ucapan duka cita dan penghormatan bagi Gus Dur juga datang dari Israel, anggota PBB
yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Dalam Buku Duka Cita,
Kuasa Usaha Ad Interim Israel Daniel Carmon menulis, "Presiden Abdurrahman Wahid
adalah negarawan dunia, pemimpin dan promotor dialog antar-agama dan kebudayaan.
Upayanya membawa perdamaian adalah sesuatu yang harus dihargai dan diingat. Dunia
membutuhkan pemimpin-pempimpin seperti Presiden Wahid!". (Ant)

PBB PERLU RP13,5 TRILIUN UNTUK BANGUN HAITI

BB, New York, PBB pada Kamis mengumumkan permohonan bantuan 1,44 miliar dolar
AS (sekitar Rp13,5 triliun) untuk membantu tiga juta warga Haiti korban bencana
gempa bumi hebat pada 12 Januari lalu hingga menewaskan setidaknya 200.000
orang.

Jumlah tersebut, menurut catatan PBB, adalah jumlah dana kemanusiaan terbesar
sepanjang sejarah yang diperlukan dalam menangani situasi pasca bencana alam.

Sebelumnya permohonan bantuan dana terbesar yang pernah diumumkan PBB


adalah pada tahun 2005 --sejumlah 1,41 miliar dolar, yaitu dalam rangka penanganan
pasca bencana tsunami yang melanda wilayah Samudera India, terutama Provinsi
Aceh .

Permohonan senilai 1,44 juta dolar itu secara khusus diluncurkan oleh Sekretaris
Jenderal PBB Ban Ki-moon di New York, Kamis.

Dalam peluncuran itu, Ban didampingi oleh Wakil Sekjen PBB untuk Masalah
Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, John Holmes, serta Duta Besar
Haiti untuk PBB, Leo Merores.

Tidak hanya itu, peluncuran juga dihadiri oleh utusan Sekjen PBB untuk Haiti serta
koordinator penggalangan bantuan internasional untuk Haiti, Bill Clinton.

Clinton, yang juga mantan presiden Amerika Serikat, itu sendiri pekan lalu baru saja
menjalani operasi jantung, yaitu pemasangan beberapa "stent" (kawat berbentuk
tabung) di pembuluh darah menuju jantungnya.

Masalah dengan jantung itu muncul tak lama setelah ia tiba dari Haiti dalam rangka
memantau koordinasi bantuan di lapangan.
Menurut PBB, sekitar satu bulan setelah gempa berkekuatan 7 skala Richter
memporakporandakan Haiti --terutama ibu kota Port-au-Prince, sekitar 1,2 juta
warga memerlukan segera tempat penampungan dan saran kebersihan.

Selain itu, setidaknya 2 juta warga membutuhkan bantuan makanan.

PBB mengungkapkan, bantuan dana miliaran dolar yang diharapkan akan


berdatangan dari berbagai pihak di dunia itu akan digunakan untuk membantu
pembangunan kembali Haiti di berbagai sektor, antara lain tempat tinggal darurat,
kesehatan, gizi, pertanian dan pendidikan.

Dana yang nanti terkumpul juga akan digunakan untuk program yang dijalankan
PBB dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi para warga Haiti.

Saat ini PBB setiap harinya mempekerjakan 75.000 warga untuk membangun
kembali daerah dan negaranya.

"Dengan membayar para warga Haiti yang bekerja, itu berarti kita menyimpan uang
di tangah mereka sendiri untuk memberi makan keluarga, membangun perekonomian
dan menciptakan jaringan pengaman sosial," kata Ban Ki-moon. (ant)

DK PBB Perluas Wewenang Atas NATO


Headline News / Internasional / Sabtu, 10 Oktober 2009 03:03 WIB

Metrotvnews.com, New York: Rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di


New York, Amerika Serikat, Jumat (9/10), menuai kesepakatan. Mereka akan
memperluas wewenang PBB atas 70 ribu pasukan NATO di Afghanistan selama satu
tahun.

Resolusi juga meminta penambahan pasukan, peralatan dan sumber daya lainnya bagi
pasukan. Kendati begitu, resolusi dibuat tanpa mempertimbangkan adanya perdebatan
yang terjadi di tubuh NATO terkait keberadaan pasukan mereka di Afghanistan.

Kini di Washington juga tengah terjadi perdebatan terkait rencana penambahan 40 ribu
pasukan AS ke Afghanistan. Kini Presiden AS Barak Obama tengah mempertimbangkan
pemberian rekomendasi dan diharapkan akan dikeluarkan pekan ini.

Saat ini AS telah mengerahkan sebanyak 65 ribu pasukan ke Afghanistan. Tercatat,


sebanyak 31 ribu pasukan bergabung bersama NATO dan 34 ribu pasukan lainnya di
bawah komando langsung AS sendiri.(RAS)

PBB Siapkan Resolusi Kejahatan Perang Israel


Headline News / Internasional / Kamis, 5 November 2009 05:15 WIB

Metrotvnews.com, New York: Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan menggelar


sidang untuk mempertimbangkan kemungkinan mengeluarkan resolusi atas kejahatan
perang Israel pada akhir tahun lalu. Resolusi ini berdasarkan laporan badan hak asasi
manusia yang berbasis di Jenewa, Swiss, 16 Oktober lalu, tentang Perang Gaza yang
dipimpin Hakim Afrika Selatan, Richard Goldstone.

PBB sepertinya akan menyetujui dikeluarkannya resolusi, yang mendesak Israel dan
bangsa Palestina untuk melakukan investigasi secara independen, selama tiga bulan atas
terjadinya kejahatan perang, saat serangan Israel ke Gaza terjadi akhir tahun lalu. Dewan
Keamanan PBB bahkan akan melakukan tindakan tegas, bila mereka tidak melakukan
investigasi.

Pengamat PBB dari Palestina, Riyad Mansur, mengatakan, draft resolusi sudah seimbang
dan akan disetujui. Namun upaya negosiasi saat ini masih terus dilakukan. Voting belum
akan berlangung hingga Kamis (5/11) hari ini.

Riyad Mansur sempat mengeluhkan komunitas internasional, termasuk PBB, yang gagal
menerapkan resolusi atas kejahatan perang Israel terhadap bangsa Palestina.(RIZ)

Sekjen PBB Minta Langkah Praktis Hadapi Pemanasan Global


Internasional / Selasa, 28 Juli 2009 09:55 WIB

Metrotvnews.com, New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)


Ban Ki-moon meminta seluruh negara ambil langkah praktis menghadapi pemanasan
global. Demikian dikutip salah satu juru bicara Ban Ki-moon, Farhan Haq, di Markas
Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (28/8).

Langkah praktis bisa dimulai dengan mengumpulkan data ilmiah tentang dampak
perubahan iklim. Dengan begitu negara yang bersangkutan bisa mengarahkan sumber
daya mencari solusi terbaik. Ban juga mengimbau negara yang rentan pemanasan global
segera bertindak mengurangi risiko bencana.

Menanam pohon bakau di daerah pesisir, meningkatkan pendidikan masyarakat, dan


menyusun rencana evakuasi, disebut Sekjen sebagai contoh langkah praktis dan
cenderung murah.

Kesepakatan pembicaraan global tentang kelanjutan Protokol Kyoto yang akan


berlangsung di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009, harus memuat ketentuan bagi
negara makmur untuk membantu negara miskin. "Miliaran (dolar AS) dana akan
diperlukan. Harus ada dana baru, bukan berbentuk bantuan pembangunan resmi yang
dirancang ulang," kata Ban.

Ban berencana menggelar pertemuan tingkat tinggi di New York, 22 September 2009,
untuk mendorong selesainya kesepakatan Protokol Kyoto. Periode pertama Protokol
Kyoto berakhir 2012. Pertemuan itu disebut-sebut terbesar tahun ini yang membahas soal
perubahan iklim.(Ant/****/DSY)

PBB Minta Bantuan untuk Palestina

VIVAnews - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga kemanusiaan internasional


mengajukan pendanaan senilai US$664,4 juta untuk program bantuan kemanusiaan di
jalur Gaza, Yerusalem dan Tepi Barat Palestina.

Berbicara pada konferensi pers di Yerusalem Timur, PBB dan LSM internasional
menyatakan uang tersebut untuk membangun lebih dari 239 proyek. Proyek terdiri dari
proyek pengembangan pangan dan distribusi pertanian, pendidikan, kesehatan dan
sanitasi.

Koordinator kemanusiaan PBB Maxwell Gaylard mengatakan sekitar 80 persen


penduduk di Jalur Gaza hidup dari bantuan internasional. "Warga Palestina yang hidup di
wilayah sendiri akan menghadapi krisis kepercayaan," katanya seperti dikutip dari
Jerussalem Post. "Jika dibiarkan, (ketergantungan) akan menggerus kehidupan mereka
dan ini mengingkari hak azasi manusia. Pada akhirnya warga Palestina akan semakin
tergantung pada bantuan internasional," kata Gaylard.

Gaylard menambahkan bantuan internasional di jalur Gaza bertambah setelah serangan


militer Israel yang dikenal dengan 'Cast Lead', Januari lalu. Dunia dan PBB, kata
Gaylard, menghadapi tantangan berat untuk menanggulanginya. Dia mendesak Israel
agar melonggarkan blokade dan menghentikan pembangunan di Tepi Barat. "Jika
blokade masih berlaku, maka dana pembangunan ini tidak berarti," kata Gaylard.

Juru Bicara PBB Bidang Kemanusiaan Christopher Gunnes menyatakan penggalangan


dana bukan hanya memitigasi dampak dari serangan tetapi juga memberikan sanksi
setimpal kepada Israel. Blokade Israel, katanya membuat kemiskinan di wilayah ini
semakin besar. Dia menambahkan, jumlah penduduk miskin Gaza melonjak dari 100.000
jiwa menjadi 300.000 jiwa. "Sekarang saatnya warga dunia membayar untuk itu," kata
Gunnes.

PBB Perpanjang Mandat Penjaga Perdamaian di Kongo


Kamis, 24 Desember 2009 12:53 WIB
PBB, (tvOne)
Dewan Keamanan PBB Rabu memperpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian PBB
di Republik Demokratik Kongo yang dicabik perselisihan dengan lima bulan dan
memberi tugas untuk melindungi lebih baik warga sipil.

Badan yang memiliki 15 anggota itu menyetujui dengan suara bulat Resolusi 1906, yang
mempertahankan kekuatan MONUC (misi penjaga perdamaian PBB di Kongo) pada
tingkatnya sekarang ini 21.000 tentara dan polisi, serta mempertimbangkan perpanjangan
satu tahun mandat PBB itu mulai 31 Mei.

Naskah rancangan Prancis itu menangguhkan keputusan mengenai kapan memulai


penarikan pasukan itu, yang telah dikerahkan di Kongo selama 10 tahun terakhir, dan
minta Sekjen PBB Ban Ki-moon melakukan peninjauan kembali situasi yang strategis
pada 1 April.

Resolusi itu menetapkan tiga tugas pokok MONUC: menjamin perlindungan efektif atas
warga sipil, dan juga personil kemanusiaan dan PBB; mendemobilisasi dan
mengintegrasikan kembali kelompok-kelompok bersenjata asing dan Kongo; serta
mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan keamanan.

Naskah itu juga minta Kinshasa, "untuk melindungi secara efektif penduduk sipil, untuk
mengembangkan lembaga bidang keamanan yang berkelanjutan yang sepenuhnya
menghormati pemerintahan berdasar hukum dan untuk menjamin pernghormatan pada
hak-hak asasi manusia serta perang melawan pembebasan dari hukuman" (mereka yang
terbukti bersalah).

Kinshasa telah minta perpanjangan enam bulan mandat MONUC agar supaya pada Juni,
yang akan menandai ulang tahun ke50 kemerdekaan bekas Kongo Belgia itu, penarikan
berangsur-angsur satu tahun lamanya dapat dimulai.

"Ini resolusi penting karena resolusi ini menekankan komitmen tegas dewan bahwa
perlindungan warga sipil akan menjadi pusat perhatian utama dan terutama MONUC,"
Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mengatakan setelah pemungutan suara di dewan
itu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan independen telah mengkritik serangan


pemerintah yang didukung PBB di Kongo timur terhadap para pemberontak Hutu
Rwanda anggota Pasukan Demokratik untuk Pembebasan Rwanda (FDLR).

Human Rights Watch menyatakan serangan itu telah menyebabkan lebih dari 1.400
warga sipil dibunuh tahun ini oleh tentara Kongo dan pemberontak. Kinshasa membantah
laporan tersebut.

Utusan khusus PBB untuk Kongo Alan Doss mengatakan pekan lalu bahwa operasi itu,
bernama sandi Kimia II, akan rampung pada akhir tahun ini.

Dukungan MONUC pada pasukan pemerintah Kongo "mensyaratkan dengan keras pada
pemenuhan (mereka) pada hukum pengungsi, hak asasi manusia dan kemanusiaan
internasional serta pada perencanaan bersama operasi yang efektif, kata resolusi Rabu itu.

Sekitar dua juta orang diperkirakan telah tewas dalam perang satu dasawarsa terakhir di
Kongo, menurut LSM. MONUC sejauh ini merupakan pasukan terbesar PBB yang
pernah dikerahkan oleh organisasi dunia itu. (Ant)

PBB Periksa Musharraf Selidiki Kematian Bhutto


slamabad, (tvOne)

Komisi PBB yang menyelidiki pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir
Bhutto memeriksa mantan penguasa militer Pervez Musharraf, kata PBB, Rabu.

Tim itu tiba di Pakistan Juli lalu untuk mengusut menyelidiki keadaan sekitar serangan
tahun 2007 yang menewaskan mantan perdana menteri itu dan bertemu dengan belasan
orang.

Komisi Pemeriksaan itu telah melakukan percakapan yang blak-blakan, terbuka dan
hangat dengan mantan Presiden Musharraf dan mengajukan banyak pertanyaan mengenai
masalah mandatnya, kata sebuah pernyataan badan dunia itu.

Benazir, wanita pertama menjadi perdana menteri sebuah negara Muslim,tewas 27


Desember 2007 akibat tembakan senjata api dan serangan bunuh diri setelah berpidato
dalam rapat pemilu di Rawalpindi, satu kota garnizun dekat ibu kota Islamabad.

Musharraf, yang berkuasa saat Benazir dibunuh, digantikan tahun lalu sebagai presiden
oleh duda Benazir, Asif Ali Zardari, yang partainya meminta PBB mengusut kasus
sekitar pembunuhannya itu.

Para pendukung Benazir marah akibat simpang siurnya berita tentang bagaimana ia
dibunuh dan siapa yang bertanggungjawab, walaupun tim PBB mengatakan mandatnya
terbatas pada mencari fakta dan tidak termasuk penyelidikan kejahatan.

Polisi rahasia Scotland Yard London juga melakukan penyelidikan menyangkut


pembunuhan itu dan menyatakan bahwa Benazir tewas akibat serangan bom bunuh diri
bukan oleh tembakan senjata api. Komisi itu akan menyampaikan sebuah laporan kepada
Sekjen PBB Ban Ki-moon akhir tahun ini, yang juga akan diberikan kepada pemerintah
Pakistan dan Dewan Keamanan PBB. (Ant)