P. 1
Agama Buddha Di Indonesia

Agama Buddha Di Indonesia

|Views: 562|Likes:
Dipublikasikan oleh JohannesRustan
3
Kursus Dharma Universal

PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA

AGAMA NENEK MOYANG
• Sumber sejarah: Catatan LN, a.l. perjalanan biksu-biksu Tionghoa; prasasti-prasasti, candi-candi, kitab-kitab berbahasa Kawi.

• Agama Buddha pernah menghantarkan Nusantara menjadi negara kesatuan yang besar: Sriwijaya dan Majapahit.
• Kemudian, sekitar 5 abad tertidur….

ZAMAN KERAJAAN DI JATENG
• 418 - Biksu Fa-hien di Rembang 5 bln, melihat sedikit penganut agama Buddha • 423 - Biku Gunawarman (Kashmir,
3
Kursus Dharma Universal

PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA

AGAMA NENEK MOYANG
• Sumber sejarah: Catatan LN, a.l. perjalanan biksu-biksu Tionghoa; prasasti-prasasti, candi-candi, kitab-kitab berbahasa Kawi.

• Agama Buddha pernah menghantarkan Nusantara menjadi negara kesatuan yang besar: Sriwijaya dan Majapahit.
• Kemudian, sekitar 5 abad tertidur….

ZAMAN KERAJAAN DI JATENG
• 418 - Biksu Fa-hien di Rembang 5 bln, melihat sedikit penganut agama Buddha • 423 - Biku Gunawarman (Kashmir,

More info:

Published by: JohannesRustan on Mar 07, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

3

Kursus Dharma Universal

PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA DI INDONESIA

AGAMA NENEK MOYANG
• Sumber sejarah: Catatan LN, a.l. perjalanan biksu-biksu Tionghoa; prasasti-prasasti, candi-candi, kitab-kitab berbahasa Kawi.

• Agama Buddha pernah menghantarkan Nusantara menjadi negara kesatuan yang besar: Sriwijaya dan Majapahit.
• Kemudian, sekitar 5 abad tertidur….

ZAMAN KERAJAAN DI JATENG
• 418 - Biksu Fa-hien di Rembang 5 bln, melihat sedikit penganut agama Buddha • 423 - Biku Gunawarman (Kashmir, Sri Lanka) • 664 - Biksu Hwi-ning di Kaling 3 th menerjemahkan kitab Hinayana dibantu biksu lokal Jnanabhadra • 778 - Raja Rakai Panangkaran (Sanjaya/Mataram) mendirikan Candi Kalasan bagi Dewi Tara • 824 - Raja Samaratungga (Syailendra) mendirikan Candi Borobudur • Candi Mendut, Pawon, Sewu dll.

SRIWIJAYA
• 671, 685, 695 - Biksu I-tsing menerjemahkan Kitab Suci • Universitas dengan lebih dari 1.000 biksu, di antaranya banyak orang asing • Guru terkenal Sakyakirti • Abad ke-11 Biksu Atisa Dipankara belajar pada Biksu Darmakirti, pergi ke Tibet membawa 9 kitab yg sekarang masuk dalam Kanjur • Candi-candi: Muara Takus, Gunung Tua

ZAMAN KERAJAAN DI JATIM
• Akulturasi kebudayaan – sinkretisme Siwa Buddha • Konsep Dewa-Raja, integrasi negara kerajaan & agama • 1268 - Raja Wisnuwardhana meninggal, dipuja sbg Siwa di Candi Waleri, Amoghapaca di Candi Jago • 1292 - Raja Kertanegara meninggal, dipuja sbg Siwa & Buddha di Candi Jawi, Wairocana di Sagala (istrinya sbg Locana), Bhairawa di Singasari.

SINKRETISME DALAM KARYA TULIS
• Cerita Bubuksah di Candi Hindu Panataran
• Kertanegara = Siwa Buddha dlm Kitab Pararaton • Arjunawijaya: Buddha menurut penjuru alam = Siwa • Kunjarakarna: Tiada kesempurnaan jika

memisahkan Siwa Buddha

MAJAPAHIT
• Paralelisme/koalisi • Negarakretagama: Siwa Buddha berbeda ajaran, berbeda pendeta dan tempat peribadatan, mengatur daerah binaan, Dharmadhyaksa Kasogatan beda dengan Kasiwan • Sutasoma (Mpu Tantular): Siwa Buddha “bhinneka tunggal ika tan hana Dharmma mangrwa”

KONSEP ADI BUDDHA DAN BUDDHAYANA
• Namasangiti versi Chandrakirti (Sriwijaya)
• Sanghyang Kamahayanikan (zaman Mpu Sindok) • Negarakretabhumi karya P. Wangsakerta: wangsa Syailendra penganut Buddhayana • Candi Borobudur, cerminan Therawada, Mahayana, Wajrayana menyatu.

SIRNANYA PENGANUT BUDDHA SETELAH MAJAPAHIT
• Agama menyatu dengan kekuasaan negara • Merosot seiring dengan jatuhnya Majapahit (1429) • Perang saudara

• Sila/Winaya tidak dipertahankan, pengetahuan tentang Dharma minim dan keliru
• Munculnya kerajaan Islam • Yang tertinggal hanya tradisi: Kejawen

ZAMAN PENJAJAHAN
• Belanda tidak mengakui agama Buddha

• Peran dari Perkumpulan Teosofi (1883, saat kedatangan Blavatsky)
• Di kota: orang Tionghoa mendirikan klenteng. 1650 - Klenteng Jin-de-yuan (Dharma Bhakti) di Batavia. Biksu/biksuni/caici Tionghoa • Di desa: tradisi domestik sporadis. 1935 - diberitakan selamatan jangkar kuno Majapahit, di Kp. Petenon Surabaya ada 1,500 penganut

ORGANISASI BUDDHIS
• 1929 - Association for the Propagation of Buddhism in Java (pusat di Htathon Myanmar) → Java Buddhist Association (Ernest Erle Power & Josias van Dienst) → 1934 - Central Buddhistische Institut voor Java. • Peran Kwan Im Tong Prinsenlaan & Kwee Tek Hoay, Penerbitan Moestika Dharma (1932) • Sam Kauw Hwee (SKH) dg media Sam Kauw Gwat Poo bhs Melayu • 1934 - Biku Narada diundang Teosofi • Batavia Buddhist Association (KTH)

SETELAH KEMERDEKAAN RI
• Kemerdekaan memberi kebebasan beragama Buddha • 1952 - SKH + Thian Li Hwee, Sin Ming Hui, Buddha Tengger → Gabungan Sam Kauw Indonesia • 1953 - Kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia → Upacara Waisak Nasional I di Candi Borobudur, dipelopori Tee Boan An • 1955 - Biku pertama putra Indonesia: Ashin Jinarakkhita (tradisi Therawada & Mahayana)

CIKAL BAKAL BUDDHAYANA
• 1955 - Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia (PUUI), ketua Mangunkawatja • 1956 - 2500 Tahun Buddha Jayanti • 1957 - Persatuan Buddhis Indonesia (Sosro Utomo), 1958 menjadi Perhimpunan Buddhis Indonesia (Perbudhi), pusat di Semarang • Jajaran Perbudhi: Gerakan Pemuda Buddhis Indonesia (GPBI), Wanita Buddhis Indonesia 1973 • Non-sektarian, teis, berkepribadian nasional

PERIODE MULTI-ORGANISASI
• 1962 - sebagian aktivis Perbudhi Jawa Tengah mendirikan Musyawarah Umat Buddha Seluruh Indonesia (MUBSI). • 1963 - DPP Perbudhi pindah ke Jakarta. • 1964 - Nichiren Shoshu Indonesia (NSI) • 1965 - Buddhis Indonesia (Semarang) • 1966 - Dewan Wihara Indonesia (DEWI) • 1967 - Musyawarah Besar Federasi Umat Buddha Indonesia tdd Buddhis Indonesia, Gabungan Tridharma, MUBSI, Agama Hindu Buddha Tengger, Agama Buddha Wisnu Indonesia → anggota Sekber Golkar.

USAHA KE ARAH PERSATUAN?
• 1972 - PUUI & Perbudhi menyatu, ganti nama menjadi Majelis Ulama Agama Buddha Indonesia (MUABI) • 1972 - Bersama dg Buddhis Indonesia, MUBSI, GTI, Persaudaraan Umat Buddha Salatiga mendirikan Budha Dharma Indonesia (BUDDHI). Majelis BUDDHI menampung pemuka agama Buddha berbagai sekte • GPBI (biro pemuda Perbudhi) lenyap, MUABI dan GTI masih berdiri sendiri

DARI MAJELIS KE WALUBI
• 1975 - Majelis Dharmaduta Kasogatan, Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia • 1976 - Majelis Pandita Buddha Dhamma Indonesia • 1976 - MUABI → Majelis Upasaka Pandita Agama Buddha Indonesia • 1977 - Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia • 1978 - Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia • Semua majelis kecuali MUABI bergabung dalam Majelis Agung Agama Buddha Indonesia (MABI) • 1979 - Kongres Umat Buddha Indonesia mendirikan WALUBI dg anggota 7 majelis & 3 Sanggha • 1979 - MUABI ganti nama menjadi Majelis Buddhayana Indonesia (MBI)

WADAH NON-WALUBI
• 1973 - Pemuda Buddhis Indonesia (Pembudi) • 1976 Gabungan Umat Buddha Seluruh Indonesia (GUBSI) • Musyawarah Kekeluargaan Buddhis Indonesia (MKBI/MKGR) • Rumpun Guru Agama Buddha (Rugabi) • 1981 - Sekber PMVBI • 1986 - Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) • 1987 - Keluarga Besar Wanita Buddhis Indonesia • 1988 - Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmah Budhi, asal KMBJ 1971) • 1980 Gabungan Vihara/Klenteng/Rumah Abu (GAVIKRA) • 1992 Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis

ORGANISASI SANGGHA
• 1959 - Ashin Jinarakkhita mengundang Biku Narada dan belasan biku Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja menahbiskan biku (Jinaputta) dan samanera (Ktut Tangkas & Sonto) • 1963 - Sangha Suci Indonesia ganti nama menjadi Maha Sangha Indonesia beranggota biku Therawada dan biksu Mahayana • 1966 - Samanera Jinagiri dan Jinaratana ditahbiskan menjadi biku di Thailand. • 1969 - MSI mengundang 4 biku Thailand • 1970 - penahbisan 5 biku Indonesia di Borobudur

• 1972 - 5 biku memisahkan diri → Sangha Indonesia • 1974 - Organisasi Sanggha dipersatukan → Sangha Agung Indonesia (Sagin) • 1976 - Sangha Theravada Indonesia • 1978 - Sangha Mahayana Indonesia • 1979 - Sanggha-Sanggha ikut mendirikan Walubi • 1994 - Sagin (& MBI) dikeluarkan dari Walubi • 1998 - Sagin diterima kembali dlm Walubi (3 Nov), & Walubi membubarkan diri (6 Nov) • 1998 - Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) dg anggota 3 Sanggha

KRITERIA AGAMA BUDDHA DI INDONESIA
• Konsensus 14 Des 1978; Ketetapan Kongres
Umat Buddha Indonesia 8 Mei 1979 • Kriteria adanya: Tuhan Yang Maha Esa, Triratna, Hukum Trilaksana, Catur Arya Satyani, Pratitya

Samutpada, Karma, Punarbhava, Nirvana,
Bodhisattva

AGAMA BUDDHA BERKEPRIBADIAN NASIONAL
• Lokakarya Pemantapan Ajaran Agama Buddha dengan Kepribadian Nasional Indonesia 20 Feb 1979, Ketetapan Kongres Umat Buddha Indonesia 8 Mei 1979 • Tuhan Yang Maha Esa: sebutan berbeda-beda • Guru Agung: Nabi Buddha Gotama • Kitab Suci: Tripitaka/Tipitaka • Semua sekte mempunyai umat yang berbedabeda di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia • Melaksanakan Pedoman Penghayatan & Pengamalan Pancasila

KODE ETIK
Ketetapan Kongres Umat Buddha Indonesia 8 Mei 1979

1. Menyadari menganut ajaran/sekte berbeda-beda, namun merupakan suatu keluarga besar yg mempunyai Guru Agung yang sama 2. Membabarkan ajaran sekte dihindarkan ucapan, sikap, tindakan yg merugikan sekte lain 3. Setiap pembina umat Buddha dianjurkan mempelajari pula secara positif ajaran sekte lain 4. Dalam setiap kegiatan keagamaan, dikesampingkan pertimbangan pribadi, kelompok atau keuntungan materiil

5. Saling menolong mengadakan prasarana & sarana, dan mengembangkan agama Buddha 6. Menjauhkan diri dari tindakan yang dapat merusak kekeluargaan & kerukunan 7. Menyebarkan Dharma sesuai dg Kitab Suci, tidak mencampuri urusan rumah tangga anggota Walubi 8. Kode Etik anggota Walubi merupakan sikap mental yg senantiasa dipelihara & dikembangkan di lingkungan anggota demi terwujudnya suasana kekeluargaan yg harmonis & lestari

SEKILAS BIMBINGAN MASYARAKAT BUDDHA
• Pembinaan oleh pemerintah, praktiknya oknum • PP No 21/ 1975 tt Sumpah/Janji PNS: Demi Allah diganti Demi Sang Hyang Adi-Buddha → UU No 43/ 1999 ttg Pokok-Pokok Kepegawaian • Direktorat Urusan Agama Buddha dibentuk 16 Des 1980 • 1983 - Waisak libur nasional • Inmendagri No. 455.2-360 ttg Penataan Klenteng (berdasar Inpres No 14/ 1967 ttg Agama, Kepercayaan & Adat istiadat Cina → Walubi menyatakan Imlek bukan hari raya Buddha

KONFLIK-KONFLIK
• 1987 - NSI tidak diakui termasuk rumpun agama Buddha, dikeluarkan dari Walubi • 1992 - Munas II Walubi → konflik perumusan AD/ART, penyetruman 3 tokoh MBI & Tridharma • 1994 - Sagin & MBI dikeluarkan dari Walubi dg alasan disiplin organisasi, sinkretisme besar (Sai Baba), sinkretisme kecil (intersekte), menghidupkan adat Cina • Dirjen Bimas Hindu & Buddha tidak melayani Sagin & MBI sp 27 Des 1999 • 1999 - Konflik pengusulan calon anggota MPR utusan golongan antara MBI/KASI & Walubi

PARADIGMA BARU
• Kembalikan agama pada pemeluknya • Pemerintah tidak mencampuri urusan intern setiap agama

• Demokratis, tidak otokratis
• Inklusif, tidak eksklusif • Pluralisme • Wadah tunggal bukan lagi keharusan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->