Anda di halaman 1dari 1

1.

2.

Asap Rokok
Keberadaan partikel asap di paru-paru menyebabkan terjadinya respon inflamasi dengan peningkatan
masuknya makrofag dan neutrofil ke paru-paru. Sel-sel imun ini mengeluarkan sitokin, kemokin dan
hormon elastase. Hormon elastase adalah hormon dari golongan protease yang bekerja melakukan
break down protein. Dalam hal ini hormon elastase merusak elastin pada paru-paru, yang bersama
dengan kolagen menentukan elastisitas dari paru-paru. Ketika elastin telah rusak, elastisitas paru-paru
kemudian menurun, dan mengganggu parenkim paru-paru seiring dengan waktu.
Paparan Debu dan Bahan Kimia
Etiologi ini masih belum jelas, namun diduga terjadi proses inflamasi yang sama dan merusak alveoli
pada paru-paru.

Defisiensi Alpha-1 antitripsin


Alpha-1-antitripsin adalah inhibitor serin protease (serine protease inhibitor, SERPIN) yang
disekresikan hati ke darah yang bekerja menghambat enzim elastase neutrofil yang merusak
jaringan paru-paru. Defisiensi alpha-1-antitripsin ini menyebabkan perusakan serat elastin
pada dinding alveolus dan perkembangan emfisema awal.
4. Pengguna obat injeksi IV kronis
3.

Pengguna obat IV kokain, metadon dan heroin adalah orang-orang dengan resiko lebih tinggi untuk
perkembangan penyakit emfisema karena penggunaan tersebut menyebabkan kerusakan pembuluh
yang disebabkan oleh pengisi yang tidak larut yang ditemukan pada obat-obatan IV seperti kanji,
selulosa, talk, serat, dsb.
Sumber: http://www.pathophys.org/copd/