Anda di halaman 1dari 2

Sebuah halte

By haruma

Kala itu, hujan turun dengan derasnya. Aku terpaksa pulang ke rumah dg terlamba
t, karna aku sma sekai tak membaya mantel ataupun paying. Akhirnya aku putuskan
menunggu hujan reda di sebuah pinggiran pertokoan kota itu. Tempatnya cukup keci
l ternyata, hingga kami yg berteduh harus berdempet-dempet ria, agar tubuh ini
tak terkena air hujan. Setelah menunggu hampir 1 jam, hujan pun reda. Aku pulang
naik bus. Untuk mendapatkan bus jurusan rumahku, aku harus menyeberang dulu, ba
ru aku menemukan halte bus itu.
Lalu lintas saat itu cukup padat, sepertinya hampir semua kendaraan beradu cepat
di jalan itu, hingga aku selalu mengurungkan gerak kakiku tiap kali akan menyeb
erang jalan. Demi keselamatan, aku harus menunggu sampai keadaan di jalan sdh ko
song,yah setidaknya aku masih punya waktu cukup untuk berjalan menyeberang jalan
. Dan tidak hanya aku yang berusaha untuk menyeberang, ada sekitar mungkin 7 ora
ng hendak menyeberang. Tak sabar rasanya ingin cepat sampai rumah, ingin sekali
aku bertemu adek-adekku di rumah, bisa berkumpul bersama mereka, sungguh menyena
ngkan hatiku.
Ah, gara-gara melamunkan keadaan rumah, aku jadi pejalan kaki yang hampir terlam
bat menyeberang jalan. Yang lain sudah mulai berjalan sampai ke tengah jalan. Ta
pi aku baru menyusul, dan sepertinya aku benar-benar terlamabat. Tinggal aku seo
rang. Kendaraan mulai berdatangan, aku menjadi gugup, takut. Tiba-tiba sebuah ta
ngan meraihku. Aku kaget, dia menarikku dan membantuku menyeberang jalan. Dia me
megang tanganku erat, seakan tak ingin melepaskannya. Aku melihat kearah dia, di
a tampak serius. Akhirnya kami berhasil menyeberang jalan. Dia tersenyum kearahk
u, kemudian berkata lain kali hati-hati kalo menyeberang jalan disini. Terimakas
ih,jawabku. Akupun tersenyum kearahnya.
Sejak saat itu aku menjadi sering melihat dia di halte itu, karena aku memang se
ring menunggu bus di situ. Awalnya aku ragu untuk menyapanya. Tapi ternyata just
ru dia yg pertama menyapaku duluan. Kamipun berkenalan, ternyata dia mahasiswa d
i salah satu PTN di kota itu, dia ambil jurusan teknik arsitek. Sejak saat itu,
kami sering bertemu dalam satu bus, dan kamipun jadi sering mengobrol. Menyenang
kan saat bisa berdiskusi dengannya, kami saling bertukar pikiran ttg keseharian
dan aneka kegiatan selama kuliah. Aku jadi mengerti kegiatan anak teknik, dan di
a jadi tahu kegiatan anak kedokteran. Ya benar, aku mahasiswi fakultas kedoktera
n. Kami jadi nyambung kalo ngobrol.
Suatu ketika aku di tugaskan magang di sebuah puskesmas daerah selama hampir 2 b
ulan, kami jadi jarang bertemu. Aku bahkan tak sempat menanyakan nomor telponnya
. Ah, bodohnya aku. Tiba-tiba aku jadi kepikir ttg dia, bagamana kabarnya?, seda
ng apa dia?. Aku jadi ingat ttg obrolan-obrolan kami saat di bus.
Akhirnya tugas ku selesai di puskesmas, banyak hal yang aku dapat disana. Terny
ata mjd dokter tidak semudah yang aku bayangkan dulu.
Pagi itu, aku akan ke fakultas, kali ini aku akan naik bus. Entah kenapa, aku ja
di berharap bisa bertemu dengannya. Tapi sayang, aku tak menemukan dia disana. A
ku kecewa. Aku masih berharap bisa bertemu dengannya kelak. Semoga saja, gumanku
dalam hati.
Sore itu sepulang dari fakultas, aku menaiki bus yang sama seperti saat aku bera
ngkat tadi pagi. Penumpang kali ini padat, aku bahkan tak mendapat tempat duduk.
Seakan bus ini terisi orang semua, aku jadi merasa sesak di dalam. Tiba-tiba ad
a seseorang menarikku. Oh ternyata dia.!. Senangnya hatiku. Dia yang membuatku c
emas ingin bertemu dengannya. Dia memberikan tempat duduk kosong bwat ku. Kami p
un duduk berdampingan. Kami langsung berbincang ttg hal-hal yang terjadi sebelum
nya. Tapi sayang, kami tak sempat berbincang lama, karena tempat tujuanku sudah
hampir sampai. Sebelum aku turun dari bus, dia memberikan sesuatu padaku. Aku ta
k tahu apa isinya. Aku berterima kasih, kami pun berpisah.
Sampai di rumah, aku segera membuka isi bungkusan itu. Ternyata sebuah CD. Aku n
yalakan laptopku, dan aku buka. Ternyata sebuah kumpulan mp3. Semua nya about lo
ve, about falling in love, ada puluhan judul lagu yang berisi ttg lagu-lagu cint
a.seperti ME-inikah cinta, Jrock falling in love dsb⠦⠦⠦⠦⠦..Aku tersenyum, aku me
rasa gembira. Apakah aku jatuh cinta padanya. Sulit di deskripsikan apa rasa ini
, tapi aku merasakan ingin segera bertemu kembali dengannya. Lagi-lagi aku lupa
menanyakan ttg no telpon dia. Akhirnya kuputuskan membuat sebuah cerita ini, aka
n aku burning di sebuah CD, dan akan aku kasihkan ke dia kelak saat bertemu.
****
Singkat cerita kamipun jadian, betapa bahagianya hatiku. Pria yg meraih tanganku
saat aku menyeberang jalan itu, sekarang dia adalah suamiku. Aku tak pernah men
yangka akan hal ini. Kamipun merasa demikian. Dan sekarang ada malaikat kecil di
sampingku. Putri cantik, yang kami beri nama, sheilla..Semua ini membuat kami m
erasa lengkap. Terimakasih Tuhan, Kau berikan aku seorang Imam yang sholeh, baik
, perhatian dan tentunya sayang dengan keluarga kecilku ini..*** (haruma)