Anda di halaman 1dari 44

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehendak-
Nya laporan Pratikum Mekanika tanah 1 ini dapat terselesaikan sesuai
dengan baik dan berjalan dengan lancar.

Laporan pratikum ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah


Mekanika Tanah 1. Selain itu, tujuan kami dalam pembuatan laporan
pratikum ini dalah untuk dapat mempelajari bahan yang terkandung
dalam tanah. Mudah-mudahan laporan ini dapat diterima aleh mahasiswa
atau pelajar.

Kami menyadari bagi seorang mahasiswa yang pengetahuannya


belum seberapa dan perlu masih banyak memiliki kekurangan. Oleh
sebab itu, kami masih memerlukan saran positif agar laporan ini dapat
menjadi lebih baik.

Penulis pun menyadari bahwa laporan pratikum ini jauh dari


sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca
laporan ini. Penulis pun berharap agar pratikum ini dapat bermanfaat bagi
pembaca, amin.

Jakarta, 01 Januari 2010

1
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI …………………………………………………………………… 2

KADAR AIR ……………………..…………………………………………….. 3

BERAT ISI TANAH …………………… ………………………………........... 9

BERAT JENIS TANAH………………………………………………………… 14

SIEEVE ANALYSIS ……………………………………………………..…….. 14

HIDROMETER ANALYSIS ……………..……………………………………. 18

ATTERBERG LIMIT

A. PLASTIS LIMIT ……………………………………………………. 21

B. LIQUID LIMIT ……………………………………………………….… 24

C. SHINKAGE LIMIT……………………………………………………… 27

PEMADATAN(COMPACTION)………………………………………………. 34

KEPADATAN LAPANGAN (SAND CONE) ………………..……………….. 38

2
CBR LAPANGAN ………………………………………………….…………… 42

BAB I

KADAR AIR TANAH (WATER CONTENT)

I. Maksud
Maksud percobaan ini adalah untuk memeriksa kadar air suatu
tanah. Kadar air tanah adalah perbandingan antara berat air yang di
kandung tanah dengan berat kering tanah. Kadar air dinyatakan dalam
persentasi.

II. Alat-alat
1. Cawan kedap air “moinsture content” yang biasanya terbuat dari
aluminium
2. Timbangan yang mempunyai ketelitian sampai 0,01 gram
3. Alat pendingin “DESICATOR”
4. Oven dengan suhu (110±5)ºC
5. Capit “ laboratory tongs “

I. Proses Pelaksanaannya
1. Periksa semua alat dan dibersihkan
2. Timbang cawan dan tuutupnya lalu beri tanda / nomor dan
beratnya dicatat(W 1)
3. Masukkan tanah ke dalam cawan, ditutup dan di timbang
beratnya (W 2)
4. Cawan pada keadaan point 3 dimasukkan kedalam oven (tutup
cawan dibuka) dibiarkan didalam oven yang suhhunya 105ºC
-110ºC selama 24 jam
5. Ambil cawan dan tutupnya dari oven dengan menggunakan
capit dan masukan kedalam desicator agar dingin.
6. Setelah dingin, timbang lagi cawan dan tutupnya yang berisi
tanah kering tersebut (W 3).
7. Untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti, lakukanlah percobaan
ini dengan beberapa kali dengan kata lain contoh tanah
dimasukkan dalam beberapa cawan dan dilakukan dengan
seperti no : 1 – 6 .

3
I. Perawatan alat
1. Bersihkan semua peralatan setelah selesai melakukan
percobaan .
2. Jemur silica gel yang ada dalam desicator secara berkala untuk
menghilangkan air yang diserapnya.
3. Sinpan semua alat yang dipakai pada tempatnya.

I. Perhitungan
Rumus : kadar air = w = w2-w3w3-w1 x 100% =…….%

Hasil Praktikum
• Masa Ring (W1) = 23 gram
• Masa Ring + Tanah Basah (W2) = 164 gram
• Masa Ring + Tanah Kering (W3) = 140.7gram
• Berat Air = W2 – W3 =23.3 gram
• Berat tanah kering – berat ring = W3 – W1 = 117.7 gram
• Kadar Air = (Berat air / Berat tanah kering) x 100%
w2-w3w3-w1 → 164-140.7140.7-23 x 100% = 19.79%

Kesimpulan:

Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa kadar air yang terkandung
dalam tanah adalah 19.79%. Jadi semakin rendah berat air yang dikandung
dalam tanah maka akan semakain rendah pula kadar air yang terkandung di
dalamnya.

4
Lampiran

5
BAB II
BERAT ISI TANAH (UNIT WEIGHT)

I. Maksud
Maksud dari percobaan ini untuk mengetahui berat isi tanah ( unit
weight ). Berat isi adalah perbandingan antara berat suatu tanah
dengan isinya atau volumenya

II. Alat – alat


1. Ring ( cicin uji )
2. Alat ukur diameter ( jangka sorong ) “ verinier califer “
3. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
4. Alat untuk mengeluarkan tanah “ extruder “
5. Oven
6. Alat pendingin “ desicator “
7. Capit “ laboratory tongs”
8. Pisau pemotong contoh tanah

I. Proses pelaksanaannya
1. Periksa semua alat-alat yang akan dipergunakan
2. Bersihkan ring ( cincin uji ) yang di pergunakan
3. Ukur diameter dalam cincin uji tersebut beserta tingginya
dengan alat verinier califers kemudian beratnya ditimbang ( W 1
)
4. Masukkan tanah ke dalam ring langsung dari tabung contoh
tanah dengan menggunakan extruder
5. Ratakan permukaan tanah dikedua ujung ring dengan
menggunakan pisau pemotong
6. Bersihkan bagian luar ring, kemudian timbang beratnya ( W 2 )
7. Hitung “ v “ ( volume ) tanah contoh

6
8. Masukan ring yang berisi contoh tanah tadi kedalam oven
dengan suhu 105ºC-110ºC selama 24 jam
9. Dengan menggunakan capit, ambil ring yang berisi contoh tanah
dari oven lalu dinginkan didalam desicator
10.Setelah diambil dari desicator ( setelah dingin ) lalu di timbang
beratnya(W3)

I. Perhitungan
Rumus :
Jb = berat tanahvolume silinder → 1721943.9 = 1.82 gr/cm3

Derajat kejenuhan ( Sr )

=w2-w1v-w3 x100%= 164-23943.9-140.7×100%=17.55%

Hasil Praktikum
W1 = masa ring = 23 gram
W2 = masa ring + tanah basah = 164 gram
W3 = masa ring +tanah kering = 140.7 gram
Volume ring = πr²t = v = ∏r2 . t → 227 x 5.082 x 11.633 = 943.9 cm3

Volume tanah=Volume ring

Berat isi kering = berat tanah kering / volume tanah


= 117.7/943.9
= 0.12 gr/cm3
Berat isi basah = berat tanah basah / volumetanah
=141/943.9
= 0.15 gr/cm3

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan berat isi tanh yang telah
dilakukan yaitu nilai berat isi dari suatu contoh tanah bergantung dari berat
air yang terkandung dri suatu contoh tanah. Berat isi basah tanah yang
diperoleh dari praktikum ini adalah 0.15 gr/cm3 . Sedangkan berat isi kering
tanah adalah 0.12 gr/cm3

7
Lampiran

8
BAB III

BERAT JENIS (SPECIFIC GRAVITY)

I. MAKSUD

Maksud dari percobaan ini ialah untuk mengetahui berat jenis suatu tanah
yang lolos saringan no.4. dan mengetahui perbandingan antara berat butir tanah
dengan berat air suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu.

II. ALAT-ALAT
a. Piknometer
b. Timbangan dengan ketelitian 0.01 gr
c. Air destilasi
d. Oven
e. Alat pendingin desikator
f. Thermometer
g. Cawan porselin dengan pengaduk

I. PROSES PELAKSANAANNYA
a. Timbang piknometer beserta tutupnya (w 1)
b. Masukkan tanah yang sudah dikeringkan ke dalam piknometer ± 1/3 dari
isi piknometer, kemudian ditimbang (w 2)
c. Masukkan air destilasi kedalam piknometer sehingga tanah terendam
seluruhnya
d. Udara yang terperangkap diantara butir-butir dikeluarkan dengan cara
piknometer dioven selama 24 jam (w 3)
e. Piknometer dikosongkan dan dibersihkan kemudian diisi penuh air
destilasi dan selanjutnya ditimbang (W 4)

9
I. PERHITUNGAN
Untuk menentukan berat jenis tanah pada suhu tºc
Rumus :
Gt =w2-w1w2-w1-(w3-w4)

Misalnya : t =27,5ºc

Gs = berat jenis air pada tºcberat jenis air pada 27,5ºc

II. PELAPORAN
Berat jenis dilaporkan dalam dua angka di belakang koma, sesuai
dengan form PB-0108-76.

III. CATATAN

Kalibrasi piknometer

Piknometer dibersihkan, dikeringkan, ditimbang, dan beratnya


dicatat (W1), piknometer diisi air suling, dan dimasukan kedalam
bejana air pada suhu 25ºC, setelah itu isi botol piknometer
mencapai suhu 25ºC tutupnya dipasang. Bagian luar piknometer
dikeringkan dan piknometer beserta isinya ditimbang (W2).

Dari nilai W2 yang ditentukan pada suhu 25ºC, susunlah table harga
W4 untuk suatu urutan suhu kira-kira antara 18ºC sampai dengan
31ºC.

Harga-harga W4 dihitung sebagai berikut ;

W4 = W2 x K

Dimana, W4 = berat piknometer dan air yang telah dikoreksi

W5 = berat piknometer dan air pada suhu 25ºC

10
K = Faktor koreksi (daftar no1)

Daftar no 1

T 18 19 20 21 22 23 24

K 1.001 1.001 1.001 1.001 1.000 1.000 1.000


6 4 2 0 7 5 3

T 25 26 27 28 29 30 31

K 1.000 0.999 0.999 0.999 0.998 0.998 0.998


0 7 5 2 9 6 3

K = factor koreksi

T = suhu

i. Untuk benda uji kering, benda uji kering oven sesudah ditumbuk dan
diayak harus dimasukan kedalam oven kembali sampai beratnya
konstan.

ii. Untuk benda uji tanpa pengering oven harus diketahui berat
keringnya dengan perhitungan kadar air dan berat ini sebagai W2-W1

Hasil Praktikum

Dalam praktikum berat jenis tanah didapat data-data sebagai


berikut :

Berat piknometer (W1) = 36,5 gram

Berat piknometer + tanah kering (W2) = 56,5 gram

Berat piknometer + air + tanah(sesudah dioven) (W3) = 146,8 x


k

= 146,8 x 0.9995 =
146.7 gram

Berat piknometer + air (sesudah dioven) (W4) = 134,5 gram

11
Perhitungan

Gt = w2-w1w2-w1-(w3-w4)

→ Gt = w2-w1w2-w1- (w3-w4) = 56,5 gr -36,5 gr56,5 gr -36,5 gr- (146.7


gr-134,5 gr) = 2.56

Gs = w2-w1W4-W1- (W3-W2)

Gs = 56,5 gr -36,5 gr134,5 gr-36,5 gr- (146.7 gr-56,5 gr) = 2,4 gr/cm3

I. KESIMPULAN

Berat jenis tanah yang diperoleh dari praktikum yang telah dilakukan
adalah 2,4 gr/cm³. dari data diatas berarti tanah diatas termasuk
dalam lempung kelanauan.

GS

1.85 - 2.24=organic

2.25 - 2.58=lempung kelanauan

2.58 - 2.70=lempung kepasiran

2.70 - dst =pasir

12
Lampiran

13
BAB IV

SIEVE ANALYSIS

I. MAKSUD

Untuk mengetahui ukuran butir dan susunan butir tanah (gradasi tanah).

II. ALAT – ALAT


• Mesin pengguncang saringan
• saringan 1 set
• timbangan
• oven

I. PROSES PELAKSANAAN
a. Timbang berat masing – masing saringan yang akan dipakai dan susun sesuai standart yang
dipakai
b. Letakan saringan sesuai standart yang dipakai diatas alat pengguncang
c. Keringkan benda uji didalam ove kemudian ditimbang
d. Masukan benda uji kedalam saringan kemudian ditutup
e. Kencangkan penjepit susunan saringan
f. Hidupkan motor penggerak mesin pengguncang selama 15 menit
g. Matikan motor penggerak mesin pengguncang biarkan selama 5 menit untuk member
kesempatan debu – debu agar mengendap.
h. Timbang masing – masing saringan beserta benda uji yang tertahan didalamnya

14
I. PERHITUNGAN

No. Berat Tertahan(gr) % tertahan %lolos


Saringan (dalam %) (dalam %)
4 2 0.4 99.6
10 5 1 98.6
20 3 0.6 98
40 8 1.6 96.4
80 12 2.4 94
100 40 8 86
200 65 13 73
Pan 365 73 0
Total 500 100 0

% tertahan = nN x 100%

Dimana : n = berat tertahan saringan

N = Total sample ( 500 gr )

D10= 0

D30= 0

D60= 0

Cu=D60D30=0

Cc=D302D10(D60)=0

15
II. KESIMPULAN

Dengan melakukan sieve analysis ini kita dapat mengetahui variasi


butiran-butiran tanah. Hasil dari tanah yang kami uji di laboratorium
adalah sebagai berikut :

• Kerikil = 0.4%
• Pasir = 26,6%
• Lanau dan lempung = 73%
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa tanah yang diuji
sebagaian besar adalah berlanau dan berlempung. Harga Cu dan Cc
yang didapat adalah 0, sedangkan untuk tanah yang bergradasi
baik nilai Cu>15 dan Cc antara dan 3. Maka gradasi tanah yang
telah dihasilkan tidak baik atau POOR GRADED

CATATAN :

 Kesalahan penimbangan sebelum dan sesudah penyaringan tidak


boleh dari
2%

 Grafik terlampir
 Berkurangnya berat benda uji biasa disebabkan oleh beberapa hal :
1. Keisengan yang dilakukan salah seorang praktikum pada

benda uji atau

2. Tumpahnya benda uji karena prakteknya kurang hati – hati

16
Lampiran

17
BAB V

HYDROMETER ANALYSIS

I. MAKSUD

Menentukan distribusi tanah yang lolos saringan no. 200 ASTM yang
dilakukan analisis pengendapan (HIDROMETER ANALISIS).

II. ALAT – ALAT


• Hidrometer type 152 H
• 2 buah silinder gelas berukuran 1000 cc
• Pengaduk mekanis (malt mixer) dengan stick glass
• Saringan ASTM no. 200
• Neraca timbangn dengan ketelitian 0.01 gr
• Mangkuk atau gelas pengaduk
• Oven dengan suhu 105 – 1100c

I. PELAKSANAAN PERCOBAAN
a. Ambil pasir yang loos saringn no. 200 sebanyak 50 gr ke dalam
mangkuk,campur dengan air destilasi
b. Aduk pasir hingga merata dengan air
c. Masukan adukan tersebut ke adalm gelas hydrometer
d. Isi gelas hydrometer sampai 1000 ml dengan air destilasi
e. Kocok gelas hydrometer sebanyak 6 kali sampai campuran homogen
f. Masukan hydrometer jar control
g. Hitung ketelitian dari hydrometer jar control yang telah ditentukan
waktunya

18
IV. PERHITUNGAN
GRAIN SIZE ANALISYS – HYDROMETER ANALISYS
Gs of Soil Solid : 2,6 α=1.01

Zero Coerroction : -2

Dat Tim Ele Te Actu Cor % Hyd L L K D.


e e pse mp al r Fine for Fro t Fro mm
of d 8C Hyd Hy r only m m
Re tim readi d for Tabl Tabl
adi e ng Ra rea mini e 6- e 6-4
ng min din s 5
g cus
Rc R
0 27° 0 -2
1 27° 41 41 18.4 39 9.6 9.6 0.01 0.03
5 28 9
2 27° 30 30 13.5 28 11.4 5.7 0.01 0.03
28 0
3 27° 22 22 9.9 20 12.7 4.23 0.01 0.02
28 6
4 27° 20 20 9 18 13.3 3.32 0.01 0.02
5 28 3
8 27° 19 19 8.55 17 13.5 1.68 0.01 0.01
7 28 6
15 27° 19 19 8.55 17 1.35 0.9 0.01 0.01
28 2
30 27° 17 17 7.65 15 13.8 0.46 0.01 0.00
28 8
60 27° 16 16 7.2 14 13.7 0.25 0.01 0.00
28 6
“ 27° “ “ “ “ “ “ “ “
“ 27° “ “ “ “ “ “ “ “
144 27° 3 3 1.35 1 15.8 0.01 0.01 0.00
0 28 1

Rc=R actual-Zero correction+Ct

%Finer=Rc(a)Ws

D=LtxK

Ws= 2.4

IV. KESIMPULAN

19
Butiran yang mengendap dalam cairan mempunyai kerapatan mengendap yang
tergantung pada diameter butir dan kerapatan butiran dalam cairan

Lampiran

20
BAB VI

ATERBERG LIMIT

a. BATAS PLASTIS DAN INDEKS PLASTIS ( PLASTIS LIMIT )

I. MAKSUD
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui batas plastis dari suatu tanah.

Batas plastis adalah kadar air minimum yang dikandung tanah tersebut dimana tanah itu masih
dalam plastis atau untuk menentukan kadar air contoh tanah pada peralihan keadaan plastis ke
keadaan semi padat.

II. ALAT – ALAT


• Saringan no = 40
• Batang pembanding
• Cawan Porselin ( mortar ) dan penumbuk ( pastel )
• Spatel
• Plat kaca
• Oven
• Alat pendingin ( Desicator )

I. PROSES PELAKSANAANNYA
a. Periksa semua alat apakah semua siap pakai.
b. Ambil contoh tanah kira – kira 20 gram yang lolos saringan no = 40.
c. Aduk tanah pada cawan dan tambahkan air secukupnya, sampai didapat tanah yang homogen.
d. Ambil tanah contoh kira – kira 8 gram dan buatlah bola – bola kecil kemudian digiling –
giling dengan menggunakan telapak tangan sampai berdiameter 3 mm yaitu dengan
membandingkannya dengan batang pembanding.
e. Apabila sudah mencapai diameter 3 mm tapi tanah itu belum menunjukkan retak – retak
berarti tanah itu masih terlalu basah dan apabila belum mencapai diameter 3 mm sudah retak
– retak itu berarti terlalu kering.
f. Percobaan 3 – 5 diulang – ulang sehingga sampai didapat tanah yang berdiameter 3 mm mulai
menunjukkan retak – retak pada permukaannya. Hal itu menunjukkan bahwa tanah itu telah
mencapai batas plastis.

21
g. Setelah tanah itu ( cara 5 ) sudah benar, maka tanah dimasukkan kedalam cawan timbang
( moisture cans ) untuk ditimbang beratnya dan diperiksa kadar airnya.

I. PERHITUNGAN
DETERMINATION NO. 1
CONTAINER NO. I
CONTAINER + 44.5
WET SOIL (Gr) W2
CONTAINER + 42.5
DRY SOIL (Gr) W3
WEIGHT OF WATER 2.5
WEIGHT OF 24.5
CONTAINER (Gr) W1
WEIGHT OF DRY SOIL 18
WATER CONTENT (PL) 11.11%

Rumus : batas plastis (PL)

w2-w3w3-w1 x 100%

= 44.5-42.542.5-24.5 x 100% = 11.11%

PI (Indeks Plastis)= LL – PL

= 41-11.11

= 29.89

LL = Liquid Limit (batas cair)

II. KESIMPULAN
Dari data praktikum yang telah kami peroleh sehingga dapat kami
simpulkan bahwa kadar air suatu tanah pada keadaan batas plastic
adalah sebesar 11.1% dan indeks plastisitas sebesar 29.89.
Tanah tergolong CH yakni lempung anorganik dengan plastisitas tinggi

22
Lampiran

a. BATAS CAIR ( LIQUID LIMIT )

23
I. MAKSUD

Maksud dari percobaan ini adalah untuk menentukan batas cair ( Liqut Limit )
suatu tanah. Batas cair adalah kadar air tanah pada keadaan batas peralihan
antara cair dan keadaan plastis.

II. ALAT - ALAT


• Alat – alat cair Cassagrande ( Atterberg )
• Alat pembarut ( pembuat air ) “Graving Tool”
• Cawan / penumbuk dari porselin “mixing dish”
• Spatel “Flexibel Spalulas”
• Plat kaca
• Saringan no = 40
• Air suling ( air destilasi )
• Alat – alat pemeriksa kadar air

I. PROSES PELAKSANAANNYA
a. Pastikan bahwa alat cassagrande ( Atterberg ) dapat dipergunakan
dengan baik, periksa semua alat.
b. Atur tinggi jatuhnya mangkok cassagrande.
c. Ambil contoh tanah yang lolos saringan no = 40 kira – kira 200 gram lalu
letakkan di atas plat kaca.
d. Aduk contoh tanah dengan menggunakan spatel sambil menambahkan air
suling sedikit demi sedikit. Pengadukan diusahakan tidak berhenti agar
didapat campuran yang homogen.
e. Kemudian diambil secukupnya lalu dimasukkan kedalam mangkok
cassagrande dengan alat spatel, ratakan permukaannya sehingga sejajar
dengan alas. Lapisan tanah paling tebal kira – kira 1 cm.
f. Dengan menggunakan Graving Tool , buatlah alur melalui garis tengah
mangkok searah dengan sumbu alat, sehingga tanah terbagi dua.
g. Putar tuas pemutar pada alat dengan kecepatan konstan sampai kedua
sisi berimpit kira – kira 1,27 cm ( 0,5 ) dihitung jumlah putaran, jika
sampai 40 kali pemutaran permukaan tanah belum berimpit maka
percobaan diulang.

24
h. Cara seperti no = 6 diulang tetapi alurnya dibuat tegak lurus dengan
sumbu alat.
i. Cara no = 4 – 8 diulang 3 kali yaitu 3 kali dengan jumlah putaran
( pukulan ) antara 15 – 25 kali dan 2 kali dengan jumlah putaran ( pukulan
) antara 25 – 40 kali.
j. Setelah tanahnya sudah berimpit kira – kira 1,27 cm tanahnya diambil
sebagian dan dimasukkan kedalam cawan kedap air “ Moisture Cans “
untuk diukur kadar airnya sesuai dengan pengukuran kadar air.

I. PERHITUNGAN
DETERMINATION 1 2 3 4
NO.
NUMBER OF 12 20 21 47
BLOW
CONTAINER NO. I II III IV
CONTAINER + 61.8 36.2 36.4 35.4
WET SOIL (Gr)
CONTAINER + 54.6 28.9 28.5 28.4
DRY SOIL (Gr)
WEIGHT OF 7.2 7.3 7.9 7
WATER
WEIGHT OF 37.2 10.02 10.02 10.02
CONTAINER (Gr)
WEIGHT OF DRY 36.1 17.98 18.48 18.38
SOIL
WATER CONTENT 19.94 40.6% 42.7% 38%
(%) %

Rumus : kadar air (W) = berat airberat tanah kering

=W2-W3W3-W1 X 100%

*batas cair ( att ) kadar air dimana jumlah pukulan 25 kali.

LL pada ketukan 25= 41%

II. KESIMPULAN
Dari data praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa nilai batas cair
dari suatu tanah berbeda – beda, dimana nilai batas cair yang diambil
ádalah kadar air pada 25 ketukan. Nilai batas cair yang periode dari
praktikum kelompok ini ádalah sebesar 41%

25
Lampiran

26
a. BATAS SUSUT ( SHRINKAGE LIMIT)

I. MAKSUD

Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui batas susut dari suatu
contoh tanah yang meliputi batas susut, susut volumerik dan linier.

II. ALAT – ALAT


• Cawan pencampur
• Cawan susut
• Cawan timbang
• Spatel
• Pisau perata ( straight edge)
• Alat pengukur volume tanah yang terdiri dari :
• Air raksa
• Mangkok gelas
• Plat kaca
• Gelas ukur
• Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
• Oven
• Alat pendingin (desicator)
• Saringan no = 40
• Air destilasi
• Vaselin

I. PROSES PELAKSANAANNYA
a. Periksa semua alat apakah sudah siap pakai.
b. Saring tanah yang akan diuji dengan saringan no = 40 bersihkan cawan
susut dan ditimbang beratnya (W1).
c. Contoh tanah dimasukkan kedalam cawan pencampur dan diaduk secara
merata dengan air destilasi secukupnya. Pemberian air ini sedikit demi
sedikit sampai tanah tersebut berupa tanah yang plastis.
d. Olesi bagian dalam cawan susut dengan vaselin kemudian isikan contoh
tanah yang telah diaduk tadi secara 3 tahap yaitu 1/3 bagian 1/3 bagian.

27
Setiap pengisian ini cawan susut dipukul – pukulkan ke permukaan yang
rata agar tidak ada udara yang terperangkap, sehingga cawan susut
penuh dan padat. Ratakan permukaan tanah dengan pisau perata dan
timbang beratnya (W2).
e. Cawan susut + tanah masukkan kedalam oven dan biarkan didalam oven
selama 24 jam (1050c – 1100c )kemudian didinginkan didalam desikator
( setelah dibiarkan 24 jam didalam oven ) lalu ditimbang (W3).
f. Untuk mengetahui volume tanah kering
• Mangkok gelas ditempatkan dalam cawan pencampur kemudian di isi
mangkok itu dengan air raksa sampai penuh, bersihkan bagian luar
dari mangkok gelas.
• Timbang cawan pencampur (W4)
• Tanah kering dari cawan susut diambil dengan hati – hati kemudian
masukkan kedalam mangkok gelas yang berisi air raksa kemudian
ditekan dengan plat kaca sehingga air raksa akan melimpah dari
mangkok gelas, air raksa limpahan ini ditampung dan ditimbang
beratnya (W5).
a. Volume tanah kering = berat air raksa limpahan dibagi dengan berat jenis.

I. PERHITUNGAN
No. Cawan I II III IV

Berat cawan + tanah basah (W2) 61.8gr 36.2 gr 36.4 gr 35.4 gr

Berat cawan + tanah kering (W3) 54.6 gr 28.9 gr 28.5 gr 28.4 gr

Berat cawan (W1) 37.2 gr 10.02 gr 10.02 gr 10.02 gr

Berat tanah basah (WW) 24.6 gr 26.18 gr 26.39 gr 25.38 gr

Berat tanah kering (Wd) 17.4 gr 18.88 gr 18.48 gr 18.38 gr

Berat cawan + air raksa 240.9 gr 218.4 gr 219.4 gr 222 gr

Berat air raksa yg tumpah + 202.2 gr 176.02 174.02 175.02


cawan gr gr gr

Volume tanah basah (VW) 12.1 gr 12.2 gr 12.05 gr 12.1 gr

Volume tanah kering (Vd) 10.3 gr 9.8 gr 10.25 gr 11.1 gr

28
1. Shrinkage Limit (1) = (Ww- Wd )- Vw- Vd ρwWd x 100%

= 24.6 -17.4- 12.1 -10.3117.4 x 100%

= 7.2-1.817.4 x 100%

= 31.0.3%

Shrinkage Ratio (1) = WdVd = 17.410.3 = 1.68

2. Shrinkage Limit (2) =26.18 -18.88- (12.2-9.8)118.88 x 100%

= 7.3-2.418.88 x 100%

= 25.95 %

Shrinkage Ratio (2) = WdVd = 18.889.8 = 1.92

3. Shrinkage Limit (3) = 26.39 -18.48- (12.05-10.25)118.48 x 100%

= 7.91-1.818.48 x 100%

= 33 %

Shrinkage Ratio (3) = WdVd = 18.4810.25 = 1.8

4. Shrinkage Limit (4) = 25.38 -18.38- (12.1-11.1)118.38 x 100%

= 7-118.38 x 100%

= 32.6%

Shrinkage Ratio (4) = WdVd = 18.3811.1 = 1.65

Rata-rata :

Shrinkage Limit = (SL 1+SL 2+SL 3+SL 44) %

29
= (31.0.3+25.95+33+32.6 4)%

= 30.65%

Shrinkage Ratio = SR 1+SR 2+SR 3+SR 44

= 1.68+1.92+1.8+1.654

= 1.76

Kesimpulan:

Dari hasil praktikum didapat Shrinkage Limit rata-rata sebesar 30.65%


dan Shrinkage Ratio rata-rata sebesar 1.76

Diagram Batas-batas Atterberg

Brittl Semi
e Solid Plast Liqui
d

Water
W
0 S P LL
Liquidity
Indeks LI<0 LI=0 0<LI LI=1 LI>1
30
PL = 11.11%

LL = 41%

SL = 30.65%

PL  Li = Wn-PLPI

Li = 11.11-11.1129.89

=0

LL  Li = Wn-PLPI

Li = 31.15-11.1129.89

= 0.67

SL  Li = Wn-PLPI

Li = 26.3-11.1129.89

= 0.5

KESIMPULAN

Karena sample tanah yang berada didapatkan SL = 30.65% %, PL = 11.11%, yaitu


SL>PL sedangkan diteori seharusnya SL<PL. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan
uji ulang agar didapat data sesuai dengan teori.

31
Lampiran

32
BAB VII

PEMADATAN ( COMPACTION TEST )

I. MAKSUD

Menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan atau berat kolom kering suatu tanah apabila
didapat dengan tenaga pemadat tertentu.

33
II. ALAT-ALAT
• Timbangan dengan kapasitas 2,0 kg
• Saringan no.4 dan Pemukul kayu
• Gelas ukur dan botol plastic
• Nampan logam dan beberapa kantong plastic
• Silinder pemadat
• Penumbuk standart
• Pisau perata
• Alat mengeluarkan tanah dari lubang pemadat
• Alat pengukur diameter dan tinggi
• Desikator dan oven dengan suhu 1050C – 1100C

I. PROSES PELAKSANAAN
a. Contoh tanah dihancurkan dengan menggunakan penumbuk kayu diusahakan agar butiran
tanah tidak rusak.
b. Tanah yang lolos saringan no.4 dikumpulkan dan dimasukan ke dalam plastic seberat
2000 gram dan diberi air sebanyak 350 ml. Didiamkan selama 24 jam.
c. Siapkan silinder pemadat standart beserta plat alasnya, melepaskan semua bagian dan
bersihkan lalu ditimbang. Ukur tinggi dan diameternya.
d. Bagian silinder utama dan sambungan diolesi oli, kemudian dipasang kembali bagian-
bagian silinder dan klem diantara plat dasarnya dan silinder.
e. Masukan tanah kedalam silinder sebanyak 1/3 tinggi silinder kemudian ditumbuk
sebanyak 25 kali. Langkah ini diulangi sampai silinder terisi penuh oleh tanah.
f. Silinder dan tanah yang ada didalamnya ditimbang.
g. Keluarkan tanah dari silinder utama dengan alat pengeluarkan tanah kemudian ambil
sebagian tanah padat dan diperiksa kadar airnya.
h. Setelah kadar air diporoleh, maka dapat dijabarkan hubungan antara kepadatan tanah
dengan kadar airnya, sehingga didapatkan kadar air optimal dari grafik.

I. PERHITUNGAN
a. Menghitung kadar air

w2-w3w3-w1 → 164-140.7140.7-23 x 100% = 19.79%

34
b. Menghitung volume silinder

v = ∏r2 . t → 227 x 5.082 x 11.633 = 943.9 cm3

c. Menghitung kepadatan

γ = berat tanahvolume silinder → 2000943.9 = 2.12 gr/cm3

d. Menghitung kepadatan kering


γd=γ1+w=2.11+0.19=1.76

Kelompok
250m 500m
l 350ml 400ml 450ml l
Berat Mold+tanah
Basah (gr) 3643 3682 3567 3632 3588
Berat Mold (gr) 1867 1867 1796 1867 1867
Berat Tanah Basah (gr) 1776 1815 1771 1755 1721
943. 943.9 943.9 943.
Volume Mold (cm) 97 7 943.97 7 97
Kepadatan (gr/cm) 1.88 1.95 1.05 1.86 1.82
Kepadatan kering
(gr/cm) 1.54 1.56 0.86 1.5 1.52

Kelompok
250 500m
ml 350ml 400ml 450ml l
Berat Cawan+tanah
Basah (gr) 135 195 135.5 150 164

35
Berat Cawan+tanah 115.
Kering (gr) 1 116.2 115.1 121.3 140
Berat Air (gr) 19.9 33.8 20.4 28.7 23.3
Berat Cawan (gr) 24.5 24.5 24.5 34.6 23
Berat Tanah Kering (gr) 20.6 136.7 90.6 167.5 113
19.7
Kadar Air (%) 21.9 24.45 22.5 23.66 9

I. KESIMPULAN

Dari data praktek diatas dapat disimpulkan kepadatan kering maksimum (γd max) =1.72 dan kadar air
optimum (W%max) yang didapat adalah 24.45

Lampiran

36
BAB VIII

KEPADATAN LAPANGAN ( SAND CONE SYSTEM)

37
I. MAKSUD

Maksud dari percobaan ini adalah untuk menentukan kepadatan dari lapisan tanah atau perkerasan
yang telah dipadatkan. Kepadatan lapangan adalah berat kering per satuan isi.

II. ALAT-ALAT
• Botol transparan untuk tempat pasir
• Corong kalibrasi pasir
• Plat untuk corong pasir
• Palu, sendok, pahat, kuas
• Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram
• Pasir kwarsa
• Kaleng tempat tanah
• Peralatan untuk mencari kadar air

I. PROSES PELAKSANAAN
a. Periksa semua alat apakah siap pakai
b. Menentukan isi botol pasir
• Timbanglah botol + corong = w1
• Letakkan alat dengan botol dibawah, buka kran dan isi dengan air jernih sampai
penuh sampai atas kran. Tutuplah kran dan lap bagian luar botl lalu timbanglah
( botol pasir + air ) = w2
a. Menentukan berat isi pasir
• Letakkan alat dengan botol dibawah pada dasar yang rata, tutup kran dan isi corong
dengan pasir pelan-pelan.
• Buka kran, isi botol sampai penuh
• Timbanglah beratnya= w3
a. Menentukan berat pasir pada corong
• Isi botol dengan pasir dan timbanglah beratnya = w4
• Letakkan alat dengan corong dibawah pada plat corong
• Buka kran sampai pasir berhenti mengalir
• Tutuplah kran lalu timbanglah beratnya = w5
• Hitung berat pasir dalam corong = w4 – w5
a. Menentukan berat isi tanah
• Isi botol dengan pasir secukupnya
• Ratakan permukaan tanah yang akan diperiksa, letakkan plat corong diatas
permukaan tersebut
• Galilah lubang kira-kira 5cm
• Tanah hasil galian masukkan dalam plastic = w9

38
• Berat kaleng + tanah = w8
• Berat corong dengan pasir didalamnya = w6
• Letakkan alat pada tempatnya dengan keadaan corong, buka kran sehingga pasir
masuk kedalam lubang, setelah penuh tutuplah kran lalu timbang beratnya = w7
• Ambil sedikit tanah dari plastic untuk ditentukan kadar airnya ( w% )

I. PERHITUNGAN

No.Titik
Berat pasir + gelas + corong 7895 gr
(W₆)
Berat sisa pasir + gelas + 3942gr
corong (W₇)
Berat pasir didalam corong + 7895-3942=3953 gr
lubang
(W₆ - W₇)
Berat pasir didalam corong (W₄ 6673-3942=2731 gr
- W₅)
Berat pasir didalam lubang 3953-2731=1222gr
W₁₀ = (W₆ - W₇) - (W₄ - W₅)
Berat isi pasir γp = (W₃ - W₁) (W₂ - γp= (7895-1907)(6080-1907)= 1.43
W₁) =
Volume tanah V = (W₁₀)γp= V=12221.43=854.54
Berat tanah basah (W₈ - W₉) 1460.65 – 8 = 1452.65 gr
Berat isi tanah basah γ = (W₈- 1452.65854.54=1.7
W₉) v=
Kadar air (W%) 30%
Berat isi kering γd = 1.7130x100%= 1.31
γ100+wx100%
Derajat kepadatan dilapangan 1.71.72x100%=98.8%
D = γd lap. γplab.x100%

a. J pasir :

Jp = w3-w1w2-w1=7895-19076080-1907=59884173=1.43

39
b. Volume tanah/pasir dalam lubang :
V = w6-w4 –( w4-w5 )Jp=7895-6673-6673-39421.43=2764.33

c. Berat isi tanah basah :

J = w8-w9V=1460.65 – 82764.33=0.525

d. Berat isi kering :

Jd = J100+W x 100%= 0.525100+30x100%=0.40

I. Kesimpulan
Dari hasil praktikum diatas nilai derajat kejenuhan lapangan mencapai >90%, berarti
praktikum yang dilaksanakan sudah cukup akurat baik berdasarkan teori dalam lapangan
maupun laboratorium.

Lampiran

40
BAB IX

CBR LAPANGAN

41
I. MAKSUD

Untuk mengetahui nilai daya dukung tanah, kelengkapan tanah, serta nilai
daya dukung tanah keras pada kedalaman tertentu. Dimana dari nilai – nilai
tersebut dapat digunakan untuk menganalisis dan memperkirakan jenis
pondasi apa yang sesuai dengan pondasi tersebut. Lapisan tanah keras jika
OC (daya dukung) lebih besar dari 200 kg / cm2.

II. ALAT-ALAT

• Sondir berat kapasitas 10 T


• 1 unit alat sondir ringan 2,5 T
• 4 buah angkur penahan sondir dan 4 buah kuncinya
• T pemutar angkur dan 2 stang pemutarnya
• 20 m / lebih pipa sondir
• 1 buah by canus
• 1 manometer skala 0 – 2,5 kg / cm2
• 1 manometer skala 0 – 300 kg / cm2
• 1 kunci stelan hidrolik
• 1 kunci inggris
• 2 kunci pipa besar
• 2 balok besi 80 cm
• 2 balok besi 110 cm

I. PROSES PELAKSANAAN

1. Pasang dan aturlah agar mesin sondir vertical ditempat yang akan
diperiksa dengan menggunakan angkur yang dimasukkan secara kuat
kedalam tanah.
2. Pengisian minyak hidrolik harus bebas dari gelembung udara
3. Pasang konus atau bikonus, sesuai kebutuhan pada ujung pipa
pertama
4. Pasang rangkaian pipa pertama beserta konus tersebut (b) pada mesin
sondir.

42
Perhitungan

Penurun Pembaca
Waktu an an Beban
(menit) (inch) Arloji (Lbs)
0 0 ATAS ATAS
¼ 0.0125 15 28.65
½ 0.025 29 55.39
1 0.05 49 93.59
147.0
1½ 0.075 77 7
2 0.1 100 191
3 0.15 160 305.6
4 0.2 190 362.9
506.1
6 0.3 265 5
506.1
8 0.4 265 5
506.1
10 0.5 265 5

Kesimpulan:

Semakin besar penurunan beban yang diangkat oleh tanahpun semakin besar.

43
Lampiran

44