Anda di halaman 1dari 16

Rumus

CH3COOH
H2C6H6O6
C7H5O2H
H3BO3
H2CO3
H3C6H5O7
CHCOOH
HN3
HCN
HF
H2O2
HClO
HC3H5O3
HNO2
C2H2O4
C6H5OH
CH3CH2COOH
H2SO3
C5H3N4O3H
H3PO4
H2S
H3AsO4
C3H7COOH
C4H9COOH
C5H11COOH
C7H15COOH
C6H13COOH
HCl
HNO3
H2SO4
HBr
HClO4
HClO3
HBrO3
HBrO4
HIO3
HIO4
HI

Nama
Asam asetat
Asam askorbat
Asam benzoat
Asam borat
Asam karbonat
Asam sitrat
Asam format
Asam hidrazida
Asam sianida
Asam fluorida
Hidrogen
peroksida
Asam hipoklorit
Asam laktat
Asam nitrit
Asam oksalat
Fenol
Asam propanoat
Asam sulfit
Asam urat
Asam fosfat
Asam sulfida
Asam arsenat
Asam butanoat
Asam heptanoat
Asam heksanoat
Asam oktanoat
Asam pentanoat
Asam klorida
Asam nitrat
Asam sulfat
Asam bromida
Asam perklorat
Asam klorit
Asam bromit
Asam perbromat
Asam iodit
Asam periodat
Asam iodida

Kekuatan
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah

Senyawa
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Biner
Terner
Biner

Lemah

Biner

Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Lemah
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat
Kuat

Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Quartener
Terner
Biner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Biner
Terner
Terner
Biner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Terner
Biner

Pernahkah Anda mendengar istilah rambut terbelah? Kelainan ini


berupa terbelahnya batang rambut berawal dari ujung rambut sampai

pangkal rambut. Kerusakan ini terjadi akibat penggunaan zat-zat


kimia memiliki pH tinggi yang mengakibatkan kekeringan di kulit
rambut atau karena menurunnya kualitas keratin rambut sejak
pertumbuhannya. Belahan rambut yang terjadi di ujung-ujung rambut
saja dapat diatasi dengan menggunting bagian rambut yang terbelah.
Belahan yang terlalu panjang dapat diatasi dengan pemakaian
conditioner. Bagaimana kita bisa mengetahui suatu zat kimia memiliki
pH tinggi? Bagaimana cara menentukan pH suatu zat kimia atau larutan
kimia?

Derajatkeasaman atau Potenz Hydrogen (pH) suatu larutan dapat


ditentukan menggunakan indikator universal dan pH meter.

Indikator Universal
Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam
indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan
warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator yang
berupa kertas dan larutan.
1) Indikator Kertas (Indikator Stick)
Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan
indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. Penggunaannya sangat

sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan


diukur pH-nya. Kemudian dibandingkan dengan peta warna yang
tersedia.

2) Larutan Indikator
Salah satu contoh indikator universal jenis larutan adalah larutan
metil jingga (Metil Orange = MO). Pada pH kurang dari 6 larutan ini
berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih dari 7 warnanya menjadi
kuning. Contoh indikator cair lainnya adalah indikator fenolftalin
(Phenolphtalein = pp). pH di bawah 8, fenolftalin tidak berwarna, dan
akan berwarna merah anggur apabila pH larutan di atas 10 (Gambar
berikut).

Potenz Hydrogen (pH) Meter


Pengujian sifat larutan asam basa dapat juga menggunakan pH
meter. Penggunaan alat ini dengan cara dicelupkan pada larutan yang
akan diuji, pada pH meter akan muncul angka skala yang menunjukkan
pH larutan.

Sumber: ilmubawang.blogspot.com

Derajat Keasaman dan Kebasaan (pH dan pOH)


Mungkin kamu pernah mendengar istilah pH suatu larutan.
Apakah pH itu? Pada dasarnya derajat/tingkat keasaman suatu larutan
(pH = potenz Hydrogen)) bergantung pada konsentrasi ion H + dalam
larutan. Semakin besar konsentrasi ion H + semakin asam larutan
tersebut. Umumnya konsentrasi ion H+ pada larutan sangat kecil, maka
untuk menyederhanakan penulisan digunakan konsep pH untuk
menyatakan konsentrasi ion H+. Nilai pH sama dengan negatif logaritma
konsentrasi ion H+ dan secara matematika dinyatakan dengan
persamaan:
pH = - log (H+)

Analog dengan pH, konsentrasi ion OH juga dapat dinyatakan


dengan cara yang sama, yaitu pOH (Potenz Hydroxide) dinyatakan
dengan persamaan berikut.
pOH = - log (OH)
Derajat keasaman suatu zat (pH) ditunjukkan dengan skala 0-14.
1. Larutan dengan pH < 7 bersifat asam.
2. Larutan dengan pH = 7 bersifat netral.
3. Larutan dengan pH > 7 bersifat basa.
Jumlah harga pH dan pOH = 14. Misalnya, suatu larutan memiliki pOH
= 5, maka harga pH = 14 5 = 9. Harga pH untuk beberapa jenis zat

yang dapat kita temukan di lingkungan sehari-hari dinyatakan dalam


Tabel berikut.

Cara Mengetahui Kekuatan Asam dan Basa


Apakah asam dan basa mempunyai kekuatan yang sama?
Kekuatan suatu asam atau basa tergantung bagaimana senyawa tersebut
dapat diuraikan menjadi ion-ion dalam air. Peristiwa terurainya
suatu zat menjadi ion-ionnya dalam air disebut ionisasi.
Asam atau basa yang terionisasi secara sempurna dalam larutan
merupakan asam kuat atau basa kuat. Sebaliknya asam atau basa yang
hanya terionisasi sebagian merupakan asam lemah atau basa lemah.
Jika ingin mengetahui kekuatan asam dan basa kamu dapat
melakukan

percobaan

sederhana.

Perhatikan

nyala

lampu

saat

mengadakan percobaan uji larutan elektrolit. Bila nyala lampu redup


berarti larutan tergolong asam atau basa lemah, sebaliknya apabila nyala
lampu terang berarti larutan tersebut tergolong asam atau basa kuat.

Asam kuat atau asam lemah pada konsentrasi yang sama


menghantarkan listrik yang berbeda. Nyala lampu pada Gambar 2.9(a)
tampak redup. Ini berarti larutan yang diuji berupa asam lemah atau
basa lemah. Adapun pada Gambar 2.9(b) lampu menyala terang,
menandakan bahwa larutan yang diuji berupa asam kuat atau basa kuat.

Identifikasi Sifat asam, Basa dan Garam


Banyak sekali larutan di sekitar kita, baik yang bersifat asam, basa,
maupun netral. Tahukah kamu bagaimana cara menentukan sifat asam
dan basa larutan secara tepat? Indikator yang dapat digunakan untuk
menentukan sifat asam dan basa larutan secara tepat adalah indikator
asam basa. Apa pengertian indikator?
Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda
dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa
bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan
larutan indikator atau indikator alami. Berikut adalah dua cara menguji

sifat larutan yaitu dengan menggunakan indikator buatan (salah satunya


dengan mengidentifikasinya dengan kertas lakmus) dan indikator alami.

Identifikasi dengan Kertas Lakmus


Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa dan
larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu
lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus
tersebut adalah sebagai berikut.
1) Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam
larutan basa berwarna biru.
2) Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan
basa berwarna biru.
3) Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah
warna.

Identifikasi Larutan Asam, Basa dan Garam Menggunakan


Indikator Alami
Ada beberapa cara yang dapat lakukan untuk mengetahui apakah
zat

tersebut

tergolong

asam,

basa

atau

garam,

yaitu

dengan

menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau

tumbuhan dapat digunkan sebagai indikator untuk menentukan asam,


basa atau garam suatu zat, misalnya bunga kembang sepatu, bunga
mawar, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu.

Contoh indikator alami dalam kehidupan sehari-hari. Sumber


gambar: Winarsih, et al., 2008.

Sebagai contoh, ambillah kulit manggis, tumbuklah sampai halus


dan campur dengan sedikit air. Warna kulit manggis adalah ungu (dalam
keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis dibagi tiga dan masingmasing diteteskan larutan asam, basa dan garam, maka dalam larutan
asam terjadi perubahan warna dari ungu menjadi cokelat kemerahan.
Larutan basa yang diteteskan akan mengubah warna dari ungu menjadi
biru kehitaman, sedangkan pada larutan garam tidak berubah warnanya.

Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit


Zat-zat yang larut dalam air dan dapat membentuk sifat larutan
yang menghantarkan arus listrik dinamakan larutan elektrolit. Demikian
juga larutan asam, basa, dan garam. Jika dilarutkan dalam air maka
larutan tersebut akan bersifat elektrolit.

Contoh minuman elektrolit. Sumber gambar:


psbkimia.blogspot.com

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dari zat yang bersifat


asam, basa dan garam jika dilarutkan dalam air akan menjadi sebagai
berikut:

Zat yang bersifat asam


Zat asam adalah zat yang jika dimasukkan dalam air melepas ion
H+. Sebagai contoh zat yang bersifat asam misalnya asam kloroda (HCl)
jika terurai dalam air akan menjadi H+ + Cl- selanjutnya ion H+ akan
bereaksi dan bergabung dengan H2O menjadi ion hidronium (H3O+) dan
persamaan reaksinya adalah:
H+ + H2O = H3O+

Zat yang bersifat basa

Zat bersifat basa adalah zat yang jika dimasukkan dalam air
melepas ion OH- sebagai contoh yang bersifat basa misalnya Natrium
hidroksida (NaOH) jika terurai dalam air akan menjadi Na + + OHselanjutnya ion OH- akan bereaksi dengan air (H2O) dan persamaan
reaksinya menjadi
OH- + H2O = H2O + OH-

Zat yang bersifat garam


Yakni senyawa yang terbentuk dari logam dan non logam yang
bergabung dengan ikatan ion. Sebagai contoh garam adalah natrium
klorida atau garam dapur NaCl yang terbentuk dari ion Na + dan Cl-. Dari
penjelasan di atas terlihat bahwa zat asam yang dilarutkan dalam air
akan terbentuk ion Na+ dan Cl- yang ketiganya adalah ion-ion yang
bermuatan sehingga jika ketiga zat tersebut dapat digunakan untuk
menghantar listrik yang di
sebut larutan elektrolit.

Sifat-sifat Asam, Basa, dan Garam


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunkan bahan-bahan
yang besifat asam, basa maupun garam. Misalnya pada saat kita
membuat rujak biasanya menggunakan asam jawa atau cuka sebagai

bahannya agar rasanya masam. Asam jawa dan cuka merupakan contoh
asam dalam kehidupan sehari-hari yang sering dijumpai.

Kita juga tidak asing dengan sabun, deterjen dan shampo, yang sering
kita gunakan sebagai bahan pembersih. Sabun, deterjen dan shampo
merupakan salah satu contoh basa dalam kehidupan sehari-hari. Contoh
garam adalah garam meja atau garam dapur yang sering digunakan
untuk campuran masakan sebagai penyedap. Selain digunakan sebagai
bahan penyedap, garam juga bisa digunakan sebagai bahan pengawet
makanan. Bagaimanakah sifat-sifat dari asam, basa dan garam?

Asam
Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka.
Tentunya Anda sudah tahu bagaimana rasa cuka tersebut. Selain cuka,
buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam.
Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan
karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam.

Contoh buah yang mengandung asam. Sumber gambar: Winarsih, et al.,


2008.

Istilah asam dalam ilmu kimia adalah zat yang dapat menghasilkan ion
hidrogen (H+) ketika dilarutkan ke dalam air. Asam akan terionisasi
menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.
Beberapa asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti
ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Sumber Tabel: Winarsih, et al., 2008

Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan logam-logam,
marmer dan berbagai bahan lain. Logam besi dapat bereaksi cepat
dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas
hydrogen (H2), berikut rumus reaksi kimianya:
2HCl + Fe FeCl2 + H2
Sifat ini dapat menjelaskan mengapa asam bersifat korosif terhadap
sebagian besar logam

Basa

Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Istilah basa
dalam ilmu kimia adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidroksida
negatif (OH) ketika dilarutkan ke dalam larutan air.

Contoh benda yang mengandung basa dalam kehidupan sehari-hari. Sumber


gambar: dikabiounesa.blogspot.com

Basa dalam kehidupan sehari-hari mudah ditemukan dalam bentuk


padat ataupun cairan, seperti kapur tulis, abu, sabun, larutan kapur,
detergen, daun sirih, dan lain-lain. Basa terasa pahit dan licin seperti
sabun sehingga bersifat kaustik. Beberapa basa yang dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Sumber tabel: Winarsih, et al., 2008

Tentunya Anda sekarang sudah tahu kenapa pada zaman dahulu


(sebelum adanya pasta gigi) orang-orang kalau membersihkan giginya
menggunakan abu yang dikenal dengan nama "abu gosok"?

Garam
Garam dalama bahasa Inggrisnya "salt", merupakan hasil reaksi antara
asam dengan basa. Apa maksudnya? Pada reaksi kimia, apabila asam
direaksikan dengan basa akan menghasilkan garam dan air, reaksi ini
disebut reaksi penggaraman.

Sumber gambar:

perikanan.dharmawangsa.ac.id
dan

omahtani.wordpress.com

Beberapa basa yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti


ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Sumber tabel: Winarsih, et al., 2008

Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dam basa
cenderung bereaksi satu sama lain. Jadi reaksi asam dengan basa
disebut juga penggaraman, karena:

Persamaan berikut menunjukkan apa yang terjadi pada semua ion-ion


selama terjadi reaksi penetralan. Reaksi penetralan berguna bagi
manusia, antara lain:

Produksi asam lambung (HCl) yang berlebihan dapat dinetralkan


dengan menggunakan senyawa basa Mg(OH)2, sehingga pada saat
orang mengalami sakit maag maka orang tersebut mencari aspirin
untuk menghilangkan sakit maag. Sakit maag terjadi akibat
produksi asam lambung yang berlebihan (HCl).
Para petani menggunakan reaksi penetralan agar tanah yang
terlalu asam dan tidak baik bagi tanaman dapat menjadi netral
dengan menambahkan senyawa basa Ca(OH)2 atau air kapur.
Ketika sawah akan ditanami palawija biasanya ditaburi dulu
dengan kapur dengan maksud tanah yang terlalu asam akan
menjadi netral karena bereaksi dengan kapur, kapur bersifat basa.
Diharapkan keasaman tanah berkurang.
Pasta gigi mengandung basa berfungsi untuk menetralkan mulut
kita dari asam, yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau
mulut. Asam pada mulut terjadi akibat kita makan sayuran (asam
askorbat) dan produksi asam lambung (asam klorida).