Anda di halaman 1dari 25

PRAKTIKA SENIOR

DI RUANG PSIKIATRI

RSD dr Soebandi Jember


Tujuan Umum
• Meningkatkan mutu layanan keperawatan jiwa di ruang psikiatri,
Tujuan Khusus
– Meningkatkan sistem dokumentasi asuhan keperawatan jiwa
sebagai acuan dalam memberikan intervensi keperawatan jiwa
yang holistic dan terapeutik
– Meningkatkan otonomi peran dan fungsi perawat di ruang
psikiatri dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa
– Mengubah stigma yang tidak baik untuk meningkatkan motivasi
dan rasa percaya diri dalam memberikan asuhan keperawatan
Profil Ruang Psikiatri
• Ruang rawat inap Psikiatri
dibentuk di RSD dr Soebandi
sebagai realisasi atas himbauan
Bapak Imam Utomo sebagai
Gubenur JATIM (2002)
• (April, 2003) dibangunlah ruang
rawat inap Psikiatri sebagai
sarana untuk merawat pasien
psikiatri dan juga sebagai sarat
rumah sakit pendidikan.
PAVILIUN
JIWA
Ruang perawatan
• VISI RUANG
JIWA
Menjadi tempat
pelayanan jiwa
terbaik di wilayah
timur jawa timur
Misi
-Menyelenggarakan pelayanan keperawatan yang
bermutu sesuai IPTEK dan terjangkau oleh
masyarakat
-Mendorong upaya pengembangan keperawatan
melalui penyelenggaraan pendidikan pelatihan dan
penelitian
-Memberikan pelayanan keperawatan jiwa
berdasarkan motto ruangan psikiatri.
-
MOTTO
Budayakan pelayanan dengan penuh tawa
tanggap aktif wajar dan arif.

Analisa Situasi Ruangan


BOR = 364
X 100%
8
= 55,5 %
• Pasien jiwa : 130
• Pasien titipan : 234
Denah
Sistem pendokumentasian dan model
keperawatan
Sistem Pendokumentasian
• Sistim pendokumentasian yang digunakan di ruang psikiatri
adalah model SOR (Source Oriented Record). Dimana sistem
pendokumentasian yang digunakan bersifat umum sama
dengan ruang perawatan lain waupun bunyi diagnosa
keperawatannya menunjukkan masalah keperawatan jiwa
Sehingga menimbulkan kelemahan dikarenakan format yang
belum sesuai, antara lain petunjuk pelaksanaan intervensi
belum menunjukkan intervensi yang mandiri dari perawat
ruang psikiatri. Sehingga diperlukan format asuham
keperawatan jiwa dan SOP agar lebih sesuai dan dapat
dipertangung jawabkan (perlindungan hukum bagi perawat)
Model Konsep keperawatan

• Di ruang jiwa belum mengadopsi salah


satu model konsep keperawatan jiwa,
sehingga otoritas dan peran perawat
di dalam intervensi keperawatan
belum tampak, dan dapat
menimbulkan konflik peran.
Sistem MAKP
• MAKP Keperawatan Primer. Jumlah karyawan di ruang jiwa
sebanyak 9 orang, dimana perawat sebanyak 8 orang,
administrasi 1 orang. Dengan adanya rotasi perawat primer
yang belum ada penghuninya, sehingga jumlah perawat yang
dinas sore dan malam terbatas. Hal ini mengakibatkan
manajemen keperawatan profesional belum optimal,

Terapi Aktifitas Kelompok


Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas dan keluarga pasien
yang dirawat di ruang psikiatri terapi aktifitas kelompok belum
dilakukan karena belum pernah mendapatkan pelatihan, sehingga
membuat perawat tidak percaya diri melakukannya.
IFAS EFAS
CONSERVATIV
AGRESIF

Pengembangan ruang Psikiatri

( 1,43 : 1,55 )5
1

-1 1 2

-1

DEFENSIF DIVERSIFIKASI
Grafik Dokumen SWOT
PELATIHAN ASKEP & TAK
2,79 O
3
2 1.57
O
1 3
1,59 2,16 2
W 0 S
1 2.38
W 0 S
1.99
1,96
T
T 2.65

• Grafik dok menunjukkan


bahwa dokumentasi
mempunyai peluang dan
kekuatan yang dapat
dimanfaatkan(Growth Oriented Grafik pelatihan ASKEP & TAK
menunjukkan area diversikasi yang
stategy)
artinya menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang.
Grafik Stigma
• Pada area
devensiv ini
merupakan
situasi yang
sangat tidak
menguntungka
n karena harus
menghadapi
berbagai
ancaman dan
kelemahan
internal
Hasil
Instrument
PRIORITAS MASALAH
PRIORITAS MASALAH
• Membuat dokumentasi askep Jiwa
• Menampilkan visi dan misi
• Melaksanakan terapi aktifitas kelompok
• Merubah stigma tentang gangguan jiwa
dengan kegiatan promosi dan
mengusulkan pengubahan nama ruang.
• Mengusulkan SOP jiwa
EVALUASI
Evaluasi Struktur
• Pelaksanaan kegiatan yang direncanakan dibawah tanggung jawab
masing-masing peran dengan koordinator penanggung jawabnya
Evaluasi Proses
• Penyusunan dokumentasi asuhan keperawatan jiwa dapat
tereliasisasikan
• Pelaksanaan pelatihan dapat diikuti seluruh perawat ruang jiwa
• Role model terapi aktifitas kelompok dapat dilakukan sesuai dengan
rencana
• Sosialisasi perubahan nama baru ruang jiwa
• Kegiatan promosi ruang jiwa dapat dilakukan
Evaluasi Hasil
• Evaluasi dilakukan setelah kegiatan dilakukan denagan kuisioner dan
observasi
Berusahalah untuk tidak
menjadi manusia yang
berhasil tapi berusahalah
menjadi manusia yang
berguna............................
“Sesungguhnya ALLAH tidak akan merubah nasib
suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri (QS : Ar Ra”d:11 )

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,


niscaya Dia akan melihat (balasan)nya ……”
(QS: Zalzalah: 7)