Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kabupaten Badung merupakan tujuan utama pariwisata di Bali. Dengan luas
wilayah 419 km2 dan jumlah penduduknya mencapai 589.000 jiwa ditambah
dengan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Badung mencapai angka
232.568 unit (BPS Badung, 2014), dan salah satu kawasan yang memiliki arus
lalu lintas yang cukup padat adalah daerah wisata Seminyak. Seminyak terkenal
dengan berbagai macam jenis tempat wisata yang banyak diminati oleh para
wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Tempat wisata
tersebut di antaranya pantai, pusat perbelanjaan, pertokoan, gallery, kerajinan
Bali dan restaurant.
Satu-satunya ruas jalan yang menjadi jalur akses pariwisata menuju ke
daerah Seminyak adalah ruas jalan raya Seminyak itu sendiri, dimana pada
sepanjang ruas jalan raya Seminyak tersebut menghubungkan para wisatawan ke
tempat wisata pantai Seminyak yang merupakan salah satu tempat wisata favorit
di Bali, oleh karena itu pada jam-jam sibuk sering terjadi tundaan lalu lintas di
sepanjang ruas jalan tersebut. Hal ini diakibatkan karena di kawasan ini terdapat
pertokoan, gallery, serta restaurant-restaurant yang tidak menyediakan ruang
parkir yang memadai. Tundaan yg sering terjadi biasanya pada siang hari saat jam
makan siang dan pada sore hari saat matahari mulai terbenam karena aktivitas
menuju pantai semakin meningkat.
Tundaan yang terjadi pada ruas jalan ini selain diakibatkan oleh lalu lintas
yang padat, juga diakibatkan karena adanya berbagai hambatan samping,
terutama parkir kendaraan di pinggir jalan (on street parking) baik di depan
maupun sekitar pertokoan dan restaurant, Selain akibat parkir di pinggir jalan
tundaan juga diakibatkan karena digunakannya badan jalan oleh pejalan kaki serta
adanya penyeberang jalan. Tundaan lalu lintas di kawasan ini juga terjadi akibat
adanya kendaraan pribadi yang berhenti di pinggir jalan, serta angkutan umum
yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, juga kendaraan
kendaraan pribadi yang keluar masuk tempat umum baik itu restaurant,
pertokoan, serta pusat perbelanjaan.

Semakin bertambahnya arus lalu lintas dan kegiatan (on street parking) pada
ruas jalan ini, akan berdampak menciptakan panjang antrian kendaraan. Panjang
antrian yang terjadi pada ruas jalan ini berhubungan erat dengan waktu tundaan.
Selain itu tundaan yang ditimbulkan, juga menurunkan kecepatan kendaraan
yang melalui ruas jalan tersebut. Halhal tersebut sangat mempengaruhi biaya
operasional kendaraan (BOK) yang melintas pada ruas jalan raya Seminyak
tersebut dimana akan berdampak terhadap biaya perjalanan akibat tundaan.
Dengan demikian dalam analisis ini, ingin mengetahui berapa perbandingan
besar biaya operasional kendaraan (BOK) akibat tundaan yang diakibatkan oleh
tanpa dan dengan adanya kegiatan (on street parking) di ruas jalan raya
Seminyak tersebut.
Penelitian serupa pernah dilakukan pada ruas jalan dari persimpangan Jl. I
Gusti Ngurah Rai Jl. Kampus Udayana sampai persimpangan Jl. I Gusti
Ngurah Rai Jl. Perum Taman Griya Jimbaran oleh Abdawal (2012). Hasil
analisis penelitian tersebut menyebutkan bahwa tingkat pelayanan berubah dari
tingkat pelayanan B menjadi tingkat pelayanan C dimana arus stabil,
kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, pengemudi memiliki kebebasan
yang cukup untuk memilih kecepatan, sedangkan biaya operasional kendaraan
yang dialami oleh pengguna kendaraan berat bus (HV) biaya operasional
kendaraan meningkat dari Rp. 2.476,522 menjadi Rp. 2.562,304 yang berarti
mengalami peningkatan sebesar Rp. 85,782. Untuk Kendaraan ringan (LV) biaya
operasional kendaraan meningkat dari Rp. 477,254 menjadi Rp. 479,165 yang
berarti mengalami peningkatan sebesar Rp. 1,911 dan untuk sepeda motor (MC)
biaya operasional kendaraan mengalami peningkatan dari Rp. 49,155 menjadi
Rp. 50,805 yang berarti mengalami peningkatan sebesar Rp. 1,65. Perbedaan
penelitian ini dan sebelumnya adalah lokasi studi, dan pusat kegiatannya.

1.2

Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai
berikut:
2

1. Bagaimanakah kinerja ruas jalan pada ruas jalan raya Seminyak akibat
adanya on street parking ?
2. Berapakah biaya operasional kendaraan (BOK) yang melintas pada ruas
jalan raya Seminyak akibat adanya on street parking tersebut?
3. Bagaimanakah perbedaan kinerja ruas jalan dan biaya operasional
kendaraan (BOK) tanpa dan dengan adanya on street parking pada ruas
jalan raya Seminyak?
1.2

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk menganalisis kinerja ruas jalan raya Seminyak pada saat ini.
2. Untuk menganalisis biaya operasional kendaraan (BOK) yang melintas di
ruas jalan raya Seminyak yang diakibatkan oleh adanya on street parking.
3. Untuk menganalisis kinerja ruas jalan dan biaya operasional kendaraan
(BOK) tanpa dan dengan adanya on street parking pada ruas jalan raya
Seminyak.

1.4

Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi mahasiswa dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan tentang
bertambahnya biaya operasional kendaraan serta biaya kemacetan yang
terjadi yang diakibatkan oleh volume arus lalu lintas dan hambatan
samping.
2. Sebagai masukan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan dan
kebijakan

di dalam karakteristik

parkir

dalam

tujuannya

untuk

meminimalkan biaya operasional kendaraan yang melewati ruas jalan raya


Seminyak.

1.5

Batasan Masalah
Adapun batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Wilayah studi penelitian ini dibatasi pada ruas jalan raya Seminyak
sepanjang 200 meter dan tidak dipengaruhi oleh simpang.
2. kinerja ruas jalan yang ditinjau meliputi kapasitas, kecepatan, derajat
kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan raya Seminyak.

3. Data kecepatan pada saat tidak ada on street parking didapat dengan
menggunakan grafik derajat kejenuhan yaitu kecepatan sebagai fungsi dari
(Q/C) untuk jalan dua arah MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia).
4. Biaya operasional kendaraan ini didapat dari kecepatan rata-rata ruang
(space mean speed) tanpa dan dengan adanya on street parking pada ruas
jalan raya Seminyak.
5. Perhitungan BOK untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat
menggunakan model PCI (Pasific Consultant International) yang
dikembangkan sejak tahun 1979.
6. Untuk menghitung BOK sepeda motor mengacu pada metode yang
digunakan oleh DLLAJ Provinsi Bali Konsultan PTS 1999.
7. Analisis ini tidak memperhitungkan kebutuhan akan ruang parkir, tetapi
menganalisis kinerja ruas jalan dengan adanya parkir dan biaya
operasional kendaraan dengan atau tanpa adanya parkir di pinggir jalan.
8. Volume lalu lintas diasumsikan sama untuk menganalisis kinerja ruas jalan
dengan dan tanpa adanya parkir di pinggir jalan.

Anda mungkin juga menyukai