Anda di halaman 1dari 2

AC Milan Terpuruk

Hingga pekan kelima seri-a, AC Milan masih harus berkutat di papan tengah
klasemen. Berbagai spekulasi mengenai masa depan allenatore mereka,Massimiliano Allegri,
terus saja dipertanyakan. Ada yang bilang kalau sang allenatore akan dipecat bila tidak bisa
menang di dua pertandingan selanjutnya, yaitu melawan Sampdoria di Seri-A dan Ajax di
ajang liga champions. Namun, semua masih berspekulasi tanpa ada yang tahu bagaimana
keadaan internal AC Milan saat ini. Wajar saja, mengingat klub sekelas dan memiliki banyak
nilai historis seperti AC Milan harus bertengger di posisi 12 klasemen sementara dengan
hanya mencatat 1kemenangan, 2 kali seri dan sisanya kalah.
Di pekan pertama, AC Milan harus rela kalah memalukan dari klub promosi, Hellas
Verona dengan skor 2-1. Beberapa perbaikan terus dilakukan oleh klub seperti dengan
mendatangkan Allesandro Matri,yang diharapkan dapat menggantikan Pazzini sampai dia
pulih hingga kembali mendatangkan anak emas mereka yang sempat membawa AC Milan
berada di puncak tertinggi Eropa pada tahun 2007, yaitu Ricardo Kaka. Namun apa daya, di
debut keduanya, Kaka harus rela keluar lebih cepat karena cedera yang dialaminya,setelah
sebelumnya mendapat ban kapten karena Montolivo mendapat cedera juga, dan performa
Allesandro Matri yang belum berada di puncak walaupun dia kembali bekerja sama dengan
pelatih yang membesarkan namanya.
Beda di Seri-A, beda pula di liga champion. AC Milan dengan pasti berhasil
menggulung tim yang musim lalu menyulitkan Barcelona di ajang yang sama, yaitu Celtic
dengan skor 2-0. AC Milan mencetak gol lewat Zapata dan Muntari di penghujung laga.
Hasil tersebut menempatkan Milan berada di posisi 2 atau di bawah Barcelona yang menang
meyakinkan 4-0 melawan Ajax.
Kembali ke Seri-A, seharusnya banyak pengamat dapat melihat bahwa selama dilatih
Allegri, AC Milan selalu mengalami kesulitan di awal-awal musim. Pada musim pertama
melatih, AC Milan bahkan dikalahkan tim promosi, Novara 2-0. Namun, AC Milan dengan
pasti bangkit dan berhasil meraih scudetto. Musim lalu pun begitu, tetapi musim lalu Milan
harus berjuang lebih keras karena kehilangan pemain-pemain berpengalaman mereka, seperti
Inzaghi (kini melatih primavera), Nesta (Montreal Impact), Zambrotta (Lega Pro), Gattuso
(Baru saja dipecat Palermo) dan Van Bommel. Dengan mengandalkan pemain-pemain muda,

seperti Stephan EL Shaarawy, Mattia De Sciglio dan Mario Balotelli (baru masuk
pertengahan musim), Milan dengan pasti merangkak naik ke posisi 3 akhir klasemen dan
berhasil mengalahkan Barcelona 2-0 di ajang liga champion walaupun harus rela kalah 0-4 di
Camp Nou.
Musim ini, seharusnya Milan bisa lebih siap dari musim lalu. Namun, kembali badai
cedera menghantam mereka. Sebelum musim dimulai pun Pazzini,yang disiapkan untuk
Piala Konfederasi 2013 di Brazil, harus menepi 6-7 bulan. Begitu juga dengan Mattia De
Sciglio dan Ignazio Abate yang harus mengalami cedera di Brazil. Pun demikian dengan
Stephan EL Shaarawy,yang musim lalu berhasil menolong Milan di hampir seluruh
pertandingan,harus menepi. Sang kapten, Ricardo Montolivo dan wakil kapten mereka,
Ricardo Kaka juga harus menepi dan baru bisa kembali 1-2 minggu ke depan. Mario
Balotelli pun harus mengalami hari yang pahit, mendapat kartu merah di setelah akhir laga,
diskorsi 3 laga, dan yang lebih pahit lagi adalah gagal mengeksekusi penalti untuk pertama
kalinya dalam karir profesionalnya. Belum lagi dengan skuad yang apa adanya, AC Milan
harus menjalani laga berat melawan Sampdoria, Ajax Amsterdam dan Juventus.
Sebenarnya, tidak ada yang bisa disalahkan dalam kejadian ini. Banyak dari mereka
menyalahkan Allegri dengan metode latihan yang keras dan tidak mempunyai visi dalam
menerapkan formasi, menyalahkan Galliani yang bukannya berinvestasi dengan membeli
pemain belakang dan malah membeli Matri yang jelas-jelas musim lalu karirnya tenggelam di
Juventus, hingga menyalahkan Milan Lab yang disangka tidak dapat menyembuhkan pemain
dengan metode-metode mereka yang cepat, padahal dulu Milan Lablah yang dapat membuat
Paolo Maldini bisa bugar sampai tua. Semua itu mungkin ada benarnya, tapi ada baiknya kita
lihat saja kerja keras mereka mulai dari presiden, wakil presiden, staf-staf kepelatihan dan
pemain, untuk membangun kembali AC Milan menjadi tim yang lebih solid dan bisa
berprestasi kembali.