Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sehat itu mahal kata-kata itu tidak asing lagi ditelinga kita bukan? Tingkat
kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan masyarakat kita sangat rendah, sebagian
besar masyarakat kita menganggap enteng tentang kesehatan, oleh karena itu angka kematian
semakin meningkat. Minyak ikan merupakan salah satu jenis zat koloid yang dapat
membantu menjaga kesehatan tubuh manusia
Dewasa ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa minyak ikan
merupakan jenis minyak yang memiliki banyak khasiat dan mudah didapatkan dalam
kehidupan sehari-hari. Minyak ikan bisa berperan banyak dalam proses kesehatan manusia.
Selain itu, minyak ikan tersebut bisa kita dapatkan dengan harga yang terjangkau.

B. Manfaat Minyak Ikan


Minyak ikan merupakan minyak yang mengandung banyak nutrisi dan protein tinggi.
Adapun manfaat minyak ikan diantaranya:
1. Kesehatan Jantung
Menurut American Heart Association (AHA), uji klinis menunjukkan bahwa omega 3
efektif mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular (CVD). Minyak ikan merupakan
sumber omega 3, dengan demikian dikaitkan dengan pengurangan resiko penyakit jantung.
Hal lain yang juga berhubungan adalah menurunkan tingkat kolesterol jahat ( LDL ), dan
meningkatkan tingkat kolesterol baik (HDL). Minyak ikan juga mencegah mengumpulnya
trigliserida dan mengurangi trigliserida yang berlebih. Dengan demikian, minyak ikan efektif
mencegah stroke dan penggunaan rutin bisa membantu menghindari serangan jantung
mendadak. Temuan-temuan awal ini masih perlu untuk dikonfirmasi oleh penelitian lebih
lanjut.
2. Berat Badan
Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Peter Howe di University of South Australia
telah menunjukkan bahwa minyak ikan meningkatkan efektivitas latihan/olahraga dalam

upaya untuk mengurangi berat badan. Relawan yang diberikan minyak ikan menunjukkan
penurunan berat badan yang lebih besar, dibandingkan dengan mereka yang tidak.
3. Peningkatan Imunitas
Omega-3 asam lemak dalam minyak ikan bermanfaat membantu meningkatkan sistem
kekebalan tubuh dengan cara mempengaruhi jumlah dan aktifitas sitokin dan eicosanoid
dalam tubuh kita. Penelitian yang dilakukan pada tikus di Rumah Sakit Umum Veteran
Taichung, Taiwan, memberikan hasil yang positif akan manfaat ini. Dengan demikian tubuh
tak mudah terkena virus yang biasa menyerang dikala pertahanan tubuh lemah. Pada
dasarnya minyak ikan memiliki potensi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh
manusia, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Minyak ikan juga bermanfaat bagi
penderita lupus, yaitu penyakit autoimun yang ditandai oleh sistem kekebalan tubuh yang
menyerang organ dan jaringan sendiri.
4. Sifat anti inflamasi
Minyak ikan efektif mengurangi peradangan dalam darah dan jaringan tubuh.
Mengkonsumsi rutin suplemen minyak ikan atau kapsul bisa sangat membantu bagi yang
menderita penyakit peradangan kronis. Bagi penderita penyakit Crohn yang sulit menyerap
nutrisi, Suplemen minyak ikan adalah diet yang efektif. Dalam hal colitis, minyak ikan akan
mencegah akumulasi leukotriene pada usus besar.
5. Radang sendi
Hal ini terkait dengan sifat anti inflamasi, sehingga minyak ikan juga bisa membantu
pengobatan arthritis, rematik, gejala Raynaud dan kondisi serupa lainnya. Menggunakan
minyak ikan bisa membantu mengurangi kebutuhan dosis besar NSAID (obat anti inflamasi
nonsteroid). The Royal Adelaide Hospital dan University of Newcastle, di Australia
melaporkan bahwa penggunaan minyak ikan telah menunjukkan efek positif pada pengobatan
arthritis. Dalam kasus osteoarthritis, minyak ikan juga dapat membantu mengurangi dampak
dari enzim yang merusak tulang rawan.
6. Depresi dan Kecemasan
Karena adanya asam lemak Omega 3, minyak ikan juga telah dipromosikan untuk
menghilangkan depresi, kesedihan, kecemasan, gelisah, kelelahan mental, stres, penurunan
gairah, dan gangguan saraf lainnya Para peneliti di Case Western Reserve University School

of Medicine di Cleveland , Ohio, menyatakan bahwa minyak ikan bisa berguna stabilisasi
suasana hati dan pengobatan gangguan bipolar.
7. Gangguan mata
Hal ini juga diketahui bahwa minyak ikan memiliki kemampuan untuk memperbaiki
masalah penglihatan, dan membantu menghindari degenerasi makula terkait usia.
8. Penyakit Alzheimer
Penelitian yang dilakukan di Louisiana State University telah menunjukkan bahwa
asam lemak efektif dalam pengobatan penyakit Alzheimer. Hal ini karena minyak ikan adalah
salah satu sumber terbaik asam lemak esensial, termasuk EPA dan DHA, yang bisa membantu
pengobatan penyakit Alzheimer.
9. ADHD atau ADD
Minyak ikan memiliki kemampuan untuk mengobati kondisi Attention Deficit
Hyperactivity Disorder (ADHD) karena konsentrasi tinggi kandungan asam lemak. Penelitian
yang dilakukan di University of South Australia dan CSIRO telah menunjukkan bahwa ketika
anak-anak yang menderita ADHD diberi dosis minyak ikan dan kapsul primrose selama 15
minggu, ternyata menunjukkan perbaikan perilaku yang signifikan. Karena otak terdiri dari
sekitar 60 % lemak ( terutama asam lemak esensial seperti omega 3 dan omega 6), maka
minyak ikan membantu untuk meningkatkan fungsi otak. Selain itu minyak ikan juga
diyakini berguna untuk perkembangan normal otak, yang membantu anak untuk bisa
berkonsentrasi dengan maksimal pada studi mereka.
10. Perawatan Kulit
Minyak ikan sangat bagus untuk mengatasi kondisi kulit kering dengan cara
membuatnya menjadi segar dan bersemangat. Hal ini juga berguna untuk mengobati
berbagai masalah kulit seperti eksim, psoriasis, gatal, kulit kemerahan, bekas jerawat, dan
ruam. Dalam hal psoriasis, EPA yang terdapat dalam minyak ikan akan membatasi
pertumbuhan agen pro inflamasi dengan memproduksi asam arakidonat. Minyak ikan juga
dapat dioleskan untuk membantu kondisi psoriasis.
Konsumsi rutin kapsul minyak ikan membantu mengurangi hilangnya kelembaban
dari kulit. Hal ini juga diklaim oleh beberapa orang bahwa minyak ikan membantu mencegah
kulit terbakar matahari, namun masih belum ada penelitian yang membenarkan anggapan ini.
3

11. Jerawat
Minyak ikan adalah pengobatan yang efektif untuk mengatasi masalah jerawat. EPA
diketahui sebagai penghambat pembentukan androgen, yang dapat mempengaruhi
pembentukan sebum di folikel rambut, yang menyebabkan jerawat.
12. Kanker
Minyak ikan berguna mengurangi berat badan pada pasien yang menderita kanker
pankreas. Suplemen minyak ikan juga dapat membantu pasien yang menderita hiperlipidemia
terkait kanker .
13. Diabetes
Pasien diabetes tipe II rentan terhadap penyakit kardiovaskuler seperti penyakit
jantung koroner, aterosklerosis, dan stroke. Sebagaimana telah disebutkan di atas, minyak
ikan bisa membantu pengobatan berbagai masalah jantung. Penelitian yang dilakukan di
University of Oxford telah menunjukkan minyak ikan bermanfaat menurunkan kadar
trigliserida pada pasien dengan diabetes.
14. kehamilan
Minyak ikan sangat bermanfaat bagi wanita hamil, karena DHA alam minyak ikan
sangat membantu perkembangan mata dan otak bayi yang sehat. Hal ini juga bisa membantu
untuk menghindari kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan keguguran. Penelitian
yang dilakukan di Denmark yang melibatkan 8.729 wanita hamil menyimpulkan bahwa, diet
dengan rendah ikan mengakibatkan risiko bayi prematur lebih tinggi.
Hal ini juga diyakini bahwa wanita hamil yang tidak cukup mendapat asupan EPA dan
DHA dalam diet menderita depresi setelah melahirkan, karena ada pengalihan sejumlah
massa otak dari ibu ke anak pada tahap terakhir kehamilan. Oleh karena itu mengkonsumsi
minyak ikan bisa sangat bermanfaat, baik dari suplemen minyak ikan, tablet, kapsul, atau pil
selama hamilan. Namun perlu diketahui bahwa minyak ikan yang diperoleh dari hati ikan,
misalnya minyak ikan cod , sebaiknya tidak dikonsumsi selama kehamilan.
15. Perawatan Rambut
Minyak ikan sangat membantu menjaga kilau rambut karena manfaat omega 3 yang
bersifat merangsang pertumbuhan dengan menyediakan makanan ke folikel. Hal ini akan
membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok. Protein juga
4

diperlukan untuk pertumbuhan rambut, sehingga makan ikan akan akan mendapatkan banyak
protein.
16. Untuk hewan piaraan
Banyak orang yang memberi makan minyak ikan untuk hewan peliharaan mereka,
terutama anjing dan kucing, karena bisa membuat bulunya berkilau dan kulitnya menjadi
halus. Hal ini juga dapat membantu anjing dan kucing yang terkena arthritis, yang merupakan
penyakit yang sangat umum pada hewan peliharaan .

C. Tujuan Pembuatan Makalah

Menambah pengetahuan tentang manfaat minyak ikan


Menambah pengetahuan tentang Koloid
Menganalisis kandungan minyak ikan
Menganalisis Proses Pengolahan Minyak Ikan
Menganalisis Potensi Pemanfaatan Minyak Ikan

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Sistem Koloid
Koloid atau dispersi koloid (sistem koloid) adalah sistem dispersi dengan ukuran
partikel yang lebih besar dari laritan tapi lebih kecil dari suspensi, dengan ukuran partikel
antara 1nm-100nm sehingga tidak bisa diamati dengan mata telanjang tetapi dapat diamati
dengan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi.
Secara umum perbedaan suspensi, larutan dan koloid dapat dilihat pada tabel berikut.
Larutan
(Dispersi Molekuler)
Homegen, tak dapat
Dibedakan walaupun
menggunakan
mikroskop ultra.
Semua partikel
berdimensi (panjang,
lebar, atau tebal) kurang
dari 1nm.
Satu fasa.
Stabil.
Tidak dapat disaring.

Contoh:
Larutan gula, larutan
garam, alkohol 70%,
larutan cuka, airlaut,
udara yang bersih, dan
bensin.

Koloid

Suspensi

(Dispersi Koloid)

(Dispersi Kasar)

Secara mikroskopis
bersifat homogen, tetapi
heterogen jika

Heterogen.

diamati dengan
mikroskop ultra.
Partikel berdimensi

Salah satu atau semua

anatara 1nm sampai

dimensi partikel besar

100nm.

dari 100nm.

Dua fasa.
Pada umunya stabil.
Tidak dapat disaring,

Dua fasa.
Tidak stabil.

kecuali dengan

Dapat disaring

penyaringan ultra.
Contoh:

Contoh:

Sabun, susu, santan, jeli,

Air Sungai yang keruh,

selai, mentega, dan

campuran air dengan

mayones.

pasir, campuran kopi


dengan air, dan
campuran minyak
dengan air

B. Jenis-Jenis Koloid

Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fase terdispersinya menjadi 3 yaiu:


1. Sol
Sol adalah suatu jenis koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi berupa
zar padat, zat cair, atau gas. Ada 3 jenis sol, yaitu sol padat, sol cair (sol), dan sol gas (aerosol
padat).
1) Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat.
Contoh : paduan logam, gelas berwarna, intan hitam
2) Sol cair (sol) adalah sol dalam medium pendispersi cair
Contoh : cat, tinta, tanah liat, tepung dalam air
3) Sol gas ( aerosol padat) adalah sol dalam medium pendispersi gas.
Contoh : debu di udara, asap pembakaran

2. Koloid Emulsi
Dalam sistem koloid dikenal istilah emulsi yaitu sistem koloid di mana zat terdispersi dan
pendispersi adalah zat cair yang tidak dapat bercampur. di dalam industri farmasi, emulsi juga
berperan dalam pembuatan obat antara lain dalam pembuatan minyak ikan, salep dan krim.
Koloid emulsi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut.
1) Emulsi padat (cair-padat)
Emulsi padat (gel) adalah koloid dengan zat fase cair terdispersi dalam zat fase padat.
Artinya, zat terdispersi berfase cair dan zat pendispersi (medium) berfase padat. Contoh:
mentega, keju, jeli, dan mutiara.
2) Emulsi cair (cair-cair)
Emulsi cair (emulsi) adalah koloid dengan zat fase cair terdispersi dalam zat fase cair.
Artinya, zat terdispersi berfase cair dan zat pendispersi (medium) berfase cair. Contoh: susu,
minyak ikan, dan santan kelapa.
3) Emulsi gas (cair-gas)

Emulsi gas (aerosol cair) adalah koloid dengan zat fase cair terdispersi dalam zat fase gas.
Artinya, zat terdispersi berfase cair dan zat pendispersi (medium) berfase gas. Contoh:
insektisida (semprot), kabut, dan hair spray
3. Buih
Buih adalah suatu jenis koloid dengan fase terdispersi berupa gas dan medium pendispersi zat
cair atau zat padat.
1) Buih padat
Buih padat adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi zat
padat. Contoh : batu apung, roti, karet busa
2) Buih cair (buih)
Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dan medium pendispersi zat
cair. Contoh : busa sabun, putih telur yang dikocok, alat pemadam kebakaran

C. Peranan Koloid Dalam Bidang Farmasi


1) Kosmetik
`Bahan bahan kosmetika sangat banyak jenisnya, akan tetapi pada prinsipnya hampir
90% dari bahan itu dibuat dalam keadaan koloid. Hal itu disebabkan sifat koloid yang mudah
menyerap pewangi dan pewarna, lembut, mudah dibersihkan, tidak merusak kulit dan
rambutm dan sekaligus mengandung dua macam bahan yang tidak dapat saling larut.
2) Dalam industri farmasi
o Minyak ikan
o Penisilin untuk suntikan
3) Dalam bidang kesehatan
Prinsip dialisis digunakan untuk membantu pasien gagal ginjal.
4) Karbon
Serbuk karbon (norit), yang dibuat dalam bentuk pil atau tablet, apabila diminum dapat
menyembuhkan sakit perut dengan cara absorpsi. Dalam usus, norit dengan air akan

membentuk sistem koloid yang mampu mengabsorpsi dan membunuh bakteri-bakteri


berbahaya yang menyebabkan sakit perut.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengolahan Minyak Ikan


Minyak ikan termasuk senyawa lipida yang bersifat tidak larut dalam air. Minyak ikan
ini dibagi dalam dua golongan, yaitu minyak hati ikan (fish liver oil) yang terutama
dimanfaatkan sebagai sumber vitamin A dan D, dan golongan lainnya adalah minyak tubuh
ikan (body oil) seperti halnya minyak ikan lemuru.
Minyak ikan lemuru mengandung asam lemak berikatan rangkap, misalnya Eicosa
Pentanoat Acid (EPA), dan Deocosa Hexaenoat Acid (DHA), dengan nama populernya asam
lemak omega-3. Sifat minyak ikan yang telah dimurnikan secara organoleptik, yaitu cairan
yang berwarna kuning muda, jernih dan berbau khas minyak ikan. Sifat fisiknya berbentuk
cair dengan berat jenis sekitar 0,92 gr/ml dan sifatnya yaitu angka iod lebih dari 65 gr/100 gr,
angka penyabunaan 185-195 mg/gr, asam lemak bebas 0,1-13 %, dan angka tidak
tersabunkan 0,5-2,0 mg/gr.
Minyak ikan yang diperoleh sebagai hasil samping dari pengolahan tepung ikan dan
ikan kaleng sering banyak mengandung banyak kotoran. kotoran pada minyak ikan dapat
dikelompokan menjadi tiga, yaitu pertama adalah kotoran yang tidak larut dalam minyak
(kotoran fisik, air dan protein), kedua adalah kotoran yang berbentuk susupensi koloid dalam
minyak (fosfatida dan karbohidrat) dan ketiga adalah kotoran yang terlarut dalam (asam
lemak bebas, pigmen, mono dan digliserida, senyawa hasil oksidasi, logam dan bahan-bahan
yang tak tersabunkan).
Minyak ikan diperoleh dengan cara ekstraki. Ekstraksi minyak adalah suatu cara untuk
mendapatkan minyak atau lemak dari bahan. Cara ekstraksi yang biasa dilakukan, yaitu
metode ekstraksi dengan aseton, metode ekstraksi dengan hidrolisa, metode Dry Rendering,
metode Wet Rendering dan ekstraksi dengan silase.
Pada praktikum minyak ikan dilakukan metode Wet Rendering, yaitu proses yang
umumnya digunakan untuk membuat tepung ikan. Tahap proses ini meliputi kombinasi
pemasakan dan pengeringan dengan mengguanakan uap panas pada keadaan hampa.
Pengadukan secara lambat dilakukan selama pengeringan tepung ikan dan dilakukan
pengepresan untuk memisahkan tepung dan minyak ikan.
10

Tahapan-tahapan pemurnian minyak ikan, yaitu penyaringan, degumming, nertlasisasi,


pemisahan sabun, pemucatan dan deodorisasi. Tujuan dari pemurnian minyak ikan adalah
untuk menghilangkan rasa dan bau yang tidak enak, warna yang tidak menarik, dan
memperpanjang masa simpan minyak sebelum dikonsumsi dan digunakan sebagai bahan
mentah dalam industry.
Pada tahap penyaringan, minyak ikan yang diperoleh sebagai hasil damping pengolahan
tepung ikan atau ikan kaleng disaring terlebih dahulu dengan penyaring kawat untuk
memisahkan kotoran-kotoran visual seperti sisa daging dan gumpalan protein. Minyak yang
telah bebas dari kotoran visual ditentukan kandunga asam lemak bebasnya.
Deguming merupakan proses pemisahan getah dan lender yang terdiri Dri fosfatida,
protein, residu karbohidrat, air, dan resin tanpa mengurangi jumlah asam lemak bebas dalam
minyak. Degumming dilakukan dengan penambahan NaCl 8% kedalam minyak ikan pada
suhu 60oC selama 15 menit. Larutan NaCl yang ditambahkan sebanyak 40% dari volume
minyak yang dimurnikan dan selama degumming dilakukan pengadukan.
Menurut Irianto (2002), netralisasi dilakukan dengan menambahkan larutan NaOH 1N
ke dalam minyak yang sudah mengalami proses degumming. LArutan NaOH 1N
ditambahkan dalam minyak ikan pada suhu 60oC selama 15 menit. Jumlah NaOH yang
ditambahkan ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
%NaOH = %FFA x 0,142

Sedangkan menurut Windsor dan Barlow (1981) dalam Purbosari (1999), proses netralisasi
dilakukan dengan menambahkan larutan alkali atau pereaksi lainnya untuk membebaskan
asm lemak bebas dengan membentuk sabun dan membantuk mengkoagulasikan bahan-bahan
yang tidak diiingainkan. Penambahan larutan alkali ke dalam minyak mentah akan
menyebabkan reaksi kimia maupun fisik, yaitu
a)
b)
c)
d)

Alkali akan bereaksi denag asam lemak bebas dan membantu sabun.
Gum menyerap air dan menggumpal melaliu reksi hidrasi.
Bahan-bahan warna terdegradasi, terserap oleh gum atau larutan oleh alkali.
Bahan-bahan yang tidak terlatur yang terdapat dalam minyak akan menggumpal.
Faktor faktor yang mempengaruhi proses netralisasi adalah konsentrasi alkali, suhu,

pengadukan dan pencucian. Selanjutnya minyak yang telah dinetralkan dibiarkan beberapa
saat supaya terjadi pemisahan sabun yang terbentuk. Lapisan sabun berada pada lapisan
11

bawah dan lapisan minyak pada bagian bawah. Kemudian sabun tersebut diambil. Untuk
menghilangkan sabun-sabun yang masih tersisa, pada minyak ikan ditambahkan air panas
sambil diaduk dan kemudian dibiarkan supaya terjadi pemisahan minyak dan air. Setelah itu
air yang terpisah dibuang.
Pemucatan

ialah

suatu

proses

pemurnian

minyak

yang

bertujuan

untuk

menghilangkan atau memucatkan warna yang tidak disukai dan menghilangkan getah (gum)
yang ada dalam minyak. Pemucatan dilakukan dengan penambahan adsorben, umumnya
dilakukan dalam ketele yang dilengkapi dengan pipa uap dan alat penghampa udara. Minyak
dipanaskan pada suhu 105oC selam 1 jam. Adsorban ditambahkan saat minyak mencapai suhu
70-80oC sebanyak 1-1,5% dari berat minyak. Selain warna, diserap pula suspensi koloid dan
hasil degradasi minyak seperti peroksida. Faktor yang mempengaruhi pemucatan adalah
suhu, waktu, tekanan.
Deodorasai adalah suatu tahap proses pemurnian minyak yang bertujuan untuk
menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam minyak. Prinsip proses deodorasi, yaitu
penyulinagan minyak dengan uap panas pada tekana atamosfer atau keadaan hampa.
Proses deodorasi dilakukan dengan cara memompa minyak ke dalam ketelen deodorasi.
Kemudian minyak tersebut dipanaskan pada suhu 200-250oC pada tekanan 1 atmosfer dan
selanjutnya pada tekanan rendah (kursng lebih 10 mmHg), sambil dialiri uap panas selama 46 jam untuk mengankut senyawa yang dapat menguap. Setelah proses deodorisasi selesai,
minyak ikan kemudian didinginkan sehingga suhu menjadi kurang lebih 84oC dan selanjutnya
minyak ikan dikeluarkan.

B. Potensi Pemanfaatan Minyak Ikan


Sebenarnya, jenis asam lemak pada minyak ikan ada tiga, yaitu:
1) Asam lemak tidak jenuh (tidak punya ikatan rangkap pada rantai karbonnya), seperti
palmitat.
2) Asam lemak tidak jenuh tunggal (punya satu ikatan rangkap pada rantai karbonnya),
contohnya oleat.
3) Asam lemak tidak jenuh ganda (punya lebih dari satu ikatan rangkap pada rantai
karbonnya), contohnya linoleat, linolenat, asam eikosapentanoat (EPA), dan asam
dokosaheksanoat (DHA).

12

Semakin panjang rantai karbon pada suatu jenis asam lemak dan semakin banyak
jumlah ikatan rangkap pada rantai karbon penyusunnya, maka asam lemak itu akan semakin
kaya manfaatnya bagi kesehatan.
Minyak ikan adalah salah satu zat gizi yang mengandung asam lemak kaya manfaat
itu, karena mengandung sekitar 25% asam lemak jenuh dan 75% asam lemak tidak jenuh.
Asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid/PUFA ) di dalamnya akan
membantu proses tumbuh-kembang otak (kecerdasan), serta perkembangan indera
penglihatan dan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita.
Ada 2 jenis PUFA yang sangat terkenal, yakni DHA dan EPA, dimana gabungan
konfigurasi atom karbon keduanya dikenal sebagai omega-3. Jenis ikan laut yang kaya
kandungan omega-3 antara lain salmon, tuna (khususnya tuna sirip biru, tuna sirip kuning,
dan albacore ), sardin, herring , makerel, dan kerang-kerangan.
Minyak ikan juga mengandung vitamin A dan D dua jenis vitamin yang larut dalam
lemak dalam jumlah tinggi. Manfaat vitamin A membantu proses perkembangan mata,
sementara vitamin D untuk proses pertumbuhan dan pembentukan tulang yang kuat. Nah,
kadar kedua vitamin ini dalam tubuh ikan akan meningkat sejalan dengan bertambah
umurnya. Umumnya, kadar vitamin A dalam minyak ikan berkisar antara 1.0001.000.000 SI
(Standar Internasional) per gram, sementara vitamin D sekitar 5030.000 SI per gram.

13

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa minyak ikan merupakan sistem koloid
berjenis emulsi cair, minyak ikan dapat diperolah setelah melalui beberapa tahap pengolahan
yang membutuhkan waktu cukup lama dan teknologi yang mendukung.
Minyak ikan merupakan zat yang mengandung banyak vitamin, Asam lemak omega
3, dan protein tinggi yang berfungsi banyak bagi kehidupan makhluk hidup, terutama pada
manusia. Sehingga kita disarankan untuk mengonsumsi minyak ikan dengan dosis yang
sesuai.

14

DAFTAR PUSTAKA

http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/manfaat-minyak-ikan-bagi-kesehatan.html

http://ozenjoy.blogspot.com/2008/06/proses-pembuatan-minyak-ikan_28.html

https://bengkeltip.wordpress.com/2013/01/17/proses-pengolahan-minyak-ikan/

http://maulanseptia.blogspot.com/2014/01/koloid-dalam-farmasi.html

http://minyakikan.org/

15