Anda di halaman 1dari 12

BAB III

CARA KERJA DAN ANALISA

3.1 Blok Diagram


Rangkaian alat ukur suhu digital menggunakan IC L7107 ini terdiri beberapa
blok rangkaian, yaitu:
1. Power Supply
2. Sensor
3. Control
4. Output
Setiap blok rangkaian memiliki fungsi yang berbeda namun saling
berinteraksi untuk dapat bekerja dengan baik. Penggabungan antar blok tersebut akan
ditunjukkan pada gambar 3.1, dan rangkaian lengkap pada gambar 3.2.

Gambar 3.1 Blok diagram rangkaian alat ukur suhu digital

27
28

Gambar 3.2 Rangkaian Alat Ukur Suhu Digital Menggunakan IC L7107


29

3.2 Cara Kerja dan Analisa Masing-masing Blok Rangkaian


3.2.1 Power Supply
Penggunaan catu daya dari listrik yang disediakan oleh jala-jala dengan sistem
regulasi konvensional sebagai tegangan kerja masing-masing rangkaian alat ukur
digital ini. Ada beberapa kebutuhan tegangan yang dibutuhkan pada alat ini
diantaranya catu daya 5 volt yang dibutuhkan sebagai catu sensor suhu dan catu ADC
IC L7107. Sedangkan pada tegangan simetris menggunakan regulator pembentuk
tegangan 7805 untuk membentuk tegangan positif 5 volt dan regulator 7905 untuk
menghasilkan tegangan negatif -5 volt. Pada perancangan sistem tegangan simetris ini
tidak disertai dengan transistor sebab regulator tersebut telah dilengkapi dengan
sistem penstabil.

Gambar 3.3 Rangkaian Power Supply

Pada blok power supply ini digunakan IC 7805 dan IC 7905. IC ini
mempunyai karakeristik diantaranya sebagai berikut :
 Output Voltagenya IC 7805 adalah 4,8 V sampai 5,2 V
 Output Voltagenya IC 7905 adalah -4,8 V sampai -5,2 V
 Arus outputnya adalah 1,5 mA sampai 1A
30

Power Supply sangat diperlukan dalam perancangan alat ini, karena tanpa
power supply alat ini tidak dapat bekerja. Jenis rangkaian power suplay gelombang
penuh ini dengan mengunakan trafo simetris. Tegangan DC yang dihasilkan adalah
tegangan DC ± 5 Volt dan DC ± -5Volt.
Pada setengah siklus positif, D1 (1N4002) akan lebih positif dibandingkan CT
(center-tap) sedangkan CT akan lebih positif dibandingkan D2 (1N4002). Dalam hal
ini dioda D1 akan forward bias atau dengan kata lain akan menghantar dan dioda D2
akan reverse bias atau tidak menghantar sehingga dalam setengah siklus positif hanya
D1 saja yang menghantar.
Pada setengah siklus negatif, D2 (1N4002) akan lebih positif dibandingkan
CT (center-tap) sedangkan CT akan lebih positif dibandingkan D1 (1N4002). Dalam
hal ini dioda D2 akan forward bias atau dengan kata lain akan menghantar dan dioda
D1 akan reverse bias atau tidak menghantar sehingga dalam setengah siklus negatif
hanya D2 saja yang menghantar.
Kemudian tegangan akan melewati sebuah kapasitor 4700F. Kapasitor
tersebut berfungsi untuk memastikan bahwa tegangan output akan tetap berada pada,
atau mendekati, tegangan puncak bahkan ketika dioda – dioda tidak menghantar.
Kapasitor tersebut menyimpan muatan selama setengah siklus positif dari tegangan
sekunder dan melepaskannya selama setengah siklus negatif atau kapasitor tersebut
biasa disebut sebagai kapasitor resevoir. Tegangan setelah melewati kapasitor lalu
menuju ke kaki 1 IC7905. Dimana keluaran dari kaki 3 IC 7905 adalah -5 Volt DC.
Lalu akan menuju ke kaki 1 IC7805. Dimana keluaran dari kaki 3 IC 7805 adalah 5
Volt. Dan pada IC7805 dipasang kapasitor yang berfungsi untuk menghaluskan ripple
pada tegangan keluaran dari IC 7805, sehingga tegangan yang keluar dari IC7805
dapat benar – benar stabil.
31

3.2.2 Sensor Suhu LM35DZ


Sensor suhu berfungsi untuk mengubah besaran fisis yang berupa suhu
menjadi besaran elektris tegangan. Sensor ini memiliki parameter bahwa setiap
kenaikan 1oC tegangan keluarannya naik sebesar 10mV dengan batas maksimal
keluaran sensor adalah 1V pada suhu 100oC. Gambar sensor suhu LM35DZ
ditunjukkan pada gambar 3.4

Gambar 3.4 sensor suhu LM35DZ

Rangkaian sensor suhu berguna untuk mendeteksi suhu pada medium.


Rangkaian sensor suhu diperlihatkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 3.5 Rangkaian Sensor Suhu


32

3.2.3 Cara kerja rangkaian sensor suhu


Komponen utama yang digunakan pada rangkaian sensor suhu ini adalah
sebuah sensor berbentuk IC (Integrated Circuit) dengan tipe LM35DZ. LM35DZ ini
adalah sebuah sensor suhu yang keluarannya sudah dalam celcius yang memiliki
kemampuan penginderaan suhu dari 0oC sampai 100oC. IC LM35DZ ini akan
mengkonversikan besaran suhu menjadi besaran tegangan. Dimana IC LM35DZ ini
akan mengeluarkan tegangan pada kaki 2 sebagai output sebesar 10mV untuk setiap
kenaikan suhu sebesar 1oC.
Penerapan sensor ini sangat mudah, sensor ini cukup diletakkan pada suatu
medium, dimana pada medium tersebut suhunya akan dikendalikan. IC LM35DZ ini
tinggal diberi tegangan catu daya. Dalam rangkaian ini diberikan catu daya +5 Volt
pada kaki 1 dan ground pada kaki 3. Sedangkan keluaran (output) pada kaki 2.
Keluaran dari sensor suhu LM35 ini (pada kaki 2) akan diumpankan ke rangkaian
pembagi tegangan. Pada rangkaian pembagi tegangan yang dihasilkan oleh sensor
suhu LM35DZ ini akan dibandingan dengan tegangan referensi.

3.2.4 Analisa Rangkaian Sensor Suhu


Besaran tegangan yang dikeluarkan dari sensor suhu LM35DZ ini dapat
dihitung menggunakan rumus yang diperoleh dari data sheet IC yang bersangkutan
sebagai berikut : Vout = x 10,0 mV/ oC. Pada perancangan alat pengendali suhu ini
suhu yang dikeluarkan pada output LM35DZ akan bernilai variabel (berubah-ubah)
sesuai suhu yang telah terbaca oleh LM35DZ. Dimisalkan LM35DZ mendeteksi suhu
sebesar 30, 50,60 …80 dst, maka pada keluaran kaki 2 LM35 akan diperoleh:
 Vout (30oC) = (10,0 mV/ oC) x 30 oC
Vout (30oC = 300 mV
 Vout (50oC) = (10,0 mV/ oC) x 50 oC
Vout (50oC) = 500 mV
 Vout (60oC) = (10,0 mV/ oC) x 60 oC
33

Vout (60oC) = 600 mV


 Vout (80oC) = (10,0 mV/oC) x 80 oC
Vout (80oC) = 800 mV……………dst
Pada persamaan di atas menunjukkan bahwa setiap keluaran pada LM35 akan
dikalikan dengan 10,0 mV sehingga nilai suhu pada kaki 2 (output) pada IC1 ini
menjadi tegangan sebesar = x10 mV dari suhu yang terdeteksi oleh LM35DZ.
LM35DZ menghasilkan 0.3V (300mV), tegangan ini di olah dengan menggunakan
rangkaian pembagi tegangan agar sesuai dengan tahapan masukan IC L7107.
Sensor suhu LM35DZ diuji dengan cara memberikan catu 5V dan
memberikan pemanasan secara tidak langsung, sedangkan tegangan keluaran
langsung diamati dengan voltmeter.
Dari pengujian didapatkan data sebagai berikut.

Table 3.1 Hasil Pengujian Sensor LM35


Suhu (oC) Tegangan keluaran LM35DZ (V)

35oC 0.35

40oC 0.40

45oC 0.45

50oC 0.51

55oC 0.55

60oC 0.65

65oC 0.71

70oC 0.76

Dari hasil pengujian diketahui tegangan keluaran sensor naik sebesar 50mV
untuk setiap 5oC atau 10mV/oC, maka sensor telah bekerja dengan baik.
34

Uji coba ini bertujuan untuk membuktikan karakteristik sensor yang


o
memiliki sensitifitas sebesar 10mVolt untuk setiap C-nya dengan
membandingkan suhu yang terbaca pada tujuh segmen dengan tegangan pada pin
Vout LM35.

3.2.5 IC L7107
IC L7107 seperti diperlihatkan pada gambar 3.6, merupakan pengubah
analog ke digital (A/D Converter) 3 1/2 digit. Tersedia dipasaran berupa paket tunggal
40 pin dengan pengubahan dari analog ke digital dilakukan melalui metode dual
slope. Nilai digital dari tegangan hasil pengubahannya ditampilkan dengan
menggunakan peraga seven segment dengan LED common anoda sebanyak 4 buah.
Pemilihan penampil peraga seven segment yang sesuai dengan rangkaian
pengubahan analog ke digital yang menggunakan IC L7107, adalah peraga seven
segment LED (Light Emiting Diode). Peraga tersebut mempunyai anoda-anoda yang
dibutuhkan satu sama lain dan keluar di sisi kanan sebagai hubungan tunggal
(common anoda). Gambar IC L7107 ditunjukkan pada gambar 3.6

Gambar 3.6 IC L7107


35

Tampilan dengan peraga seven segmen dirancang sedemikian, sehingga


dengan jelas menun jukkan nilai suhu ruang yang diukur. Alat ini dirancang dengan
menggunakan 5 buah seven segmen, 4 buah seven segmen digunakan untuk
menampilkan angka suhu yang diukur dan 1 buah seven segmen digunakan untuk
menampilkan oC.
Rangkaian untuk bagian IC L7107 diperlihatkan pada gambar 3.7

Gambar 3.7 Rangkaian Bagian IC L7107

3.2.6 Cara kerja rangkaian penampil


Inti rangkaian ini adalah sebuah IC berkaki 40 disebut ICL 7107 dimana
berfungsi sebagai converter analog to digital. Pada intinya IC ini digunakan sebagai
pengukur tegangan keluaran sensor demikian pula prinsipnya yang digunakan pada
rangkaian ini. Dipilihnya IC ini karena tergolong mudah dalam perancangan. Cukup
36

dengan menambahkan beberapa komponen elektronika lainnya serta 4 buah seven


segmen (3 ½) digit sebagai penampil nilai tegangan yang terukur.
Tegangan yang masuk ke kaki ini akan disesuaikan nilainya sesuai pengaturan
pada pembagi tegangan yang mengacu pada tegangan refefensi. Untuk menentukan
nilai tegangan referensi, maka digunakan perhitungan sebagai berikut:

Vreff = (VR10.Vcc)/ (VR10.R9)……………………………….3.1

Karena pada VR4 menggunakan R variabel berjenis trimpot, maka dapat


diatur dengan merubah-ubah nilai tahanan terhadap tegangan referensi.
Pada tampilan ICL 7107 ini menggunakan rumus :

Tampilan = (1000 x Vin) / Vreff…………………….3.2

3.2.7 Output
Seven-Segment merupakan sebagian dari blok output pada rangkaian ini yang
diaktifkan oleh blok rangkaian IC L7107. Seven segmen disini akan aktif apabila
output dari IC L7107 bernilai 0. Dalam suatu komponen Seven-Segment didalamnya
merupakan susunan dari LED yang dibentuk menjadi suatu tampilan display.
Sehingga LED dalam seven segmen mempunyai sifat yang sama seperti halnya sifat
dioda pada umumnya. Dan bila output dari IC L7107 bernilai 0, maka hal ini
membuat kutub anoda lebih positif dari kutub katoda dan menyebabkan keadaan LED
pada seven segmen menjadi aktif dengan cara memancarkan cahaya seperti yang
ditunjukkan pada gambar 3.8
37

Gambar 3.8 Seven Segment Sebagai Penampil

3.3 Pengujian Sistem Keseluruhan


Pengujian keseluruhan dilakukan dengan menempatkan sensor LM35DZ dan
thermometer dalam suhu yang sama kemudian membandingkan antara suhu
penunjukan yang tertampil pada seven segmen terhadap penunjukan suhu pada
thermometer selama 30 menit.

Table 3.2 hasil pengujian system


Tampilan Tampilan suhu Error
seven segmen termometer
30OC 29,7OC 0,3OC
32OC 32OC 0OC
34OC 34OC 0OC
37OC 37,5OC 0,5OC
40OC 40OC 0OC
45OC 45,6OC 0,6OC
46OC 46OC 0OC
47OC 46.7OC 0,3OC
∑ error 1,7OC
38

Hasil percoban menunjukan bahwa rangkaian alat ukur suhu digital memiliki
error rata-rata sebesar 0,2125OC, nilai ini didapat dengan menjumlahkan semua nilai
error dari setiap pengujian dibagi jumlah pengujian (8 kali). Secara rumus adalah
sebagai berikut:

Σ ୣ୰୰୭୰
ܺ ݁‫= ݎ݋ݎݎ‬
୨୳୫ ୪ୟ୦ ୮ୣ୬୥୳୨୧ୟ୬
ଵ,଻
= = 0,2125OC