Anda di halaman 1dari 4

KARAKTERISTIK BMI

BMI adalah suatu massa bumi yang keseluruhannya terdiri dari 17.508
pulau beserta segenap air laut di sekitarnya sampai sejauh 200 mil dari garis
pangkalnya. Zona pesisir, landas benua, lereng benua, cekungan samudera
di bawahnya, dan udara di atasnya (Dewan Hankamnas & BPPT, 1996: 12)
BMI terbentang dari 920 BT sampai dengan 1410 BT dan dari 70 20 LU
sampai dengan 140 LS merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang
terdiri dari :

- 5.707 pulau yang telah bernama dan 11.801 pulau yang belum
-

bernama
Luas perairan 3,1 juta km2, luas perairan nusantara 2,8 juta km2,
luas lat territorial 0,3 juta km2dan luas perairan ZEE 2,7 juta km2.
Panjang seluruh garis pantai 80.791 km (43.670 mil), panjang garis dasar
14.698 km (7.945 mil)

BMI mempunyai kompleksitas dalam cuaca dan iklim (meteorology dan


klimatologi), keadaan perairan laut (oseanografi), serta tatanan kerak bumi
(geologi) yang menyebabkan perbedaan potensi sumberdaya alam hayati
dan nonhayatinya dengan massa bumi (benua) lainnya.
Bagian dalam kawasan barat BMI tersusun oleh pulau-pulau utama
sumatera, jawa, dan kalimantan yang merupakan paparan sunda (sunda
shelf) dengan kedalaman dasar laut hingga 200m. Kearah timur terletak
selat makassar, laut bali, laut flores. Di ujung bagian timur BMI ditempati
oleh sistem laut banda yang merupakan laut dalam dengan kedalaman dasar
laut antara 1000-6000m yang dikelilingi oleh pulau sulawesi di bagian barat,
gugusan pulau sula dan seram di utara, rangkaian gunung api di selatan dan
timur. Di bagian selatan ditandai oleh gugusan kepulauan gunung api aktif
NTB-NTT yang relativ kecil.
Bagian luar BMI sebagian besar membentuk tepi benua konvergen
aktif, terdiri dari Samudera Hindia (selatan-barat) dan Samudera Pasifik
(timur-laut). Laut Sulawesi (utara) serta Laut Cina Selatan (barat-laut).
Bagian tenggara umumnya tersusun oleh system Paparan Sahul dan massa
daratan Papua yang menghubungkan tepi Benua Australia.
Menurut konsepsi tepi benua yang juga dianut oleh konvensi mengenai
Hukum Laut Internasional, BMI merupakan kombinasi dari tepi benua aktif
konvergen tipe pasifik dan tepi benua tidak aktif tipe Laut Cina Selatan.

Bagian luar dari BMI merupakan suatu tepi benua tidak aktif tipe konvergen
yang dicirikan oleh berkembangnya system parit besar. Berdasarkan tatanan
geologi dan tektoniknya, system BMI dapat dibedakan menjadi dua Kawasan
BMI yaitu Kawasan Barat BMI dan Kawasan Timur BMI.
Kawasan Barat BMI memanjang dari pantai barat Sumatera sampai
pantai timur Kalimantan Timur, berciri system Samudera Hindia (bagian luar
BMI), memanjang dari bagian barat Sumatera sampai ke selatan Sumba,
serta system laut Jawa yang merupakan system perairan Sunda (lempeng
benua Eurasia) pada sebagian besar perairan Indonesia bagian dalam BMI.
Kawasan Timur BMI, memanjang dari bagian timur Kawasan Timur BMI
sampai pada batas paling timur dari wilayah yuridiksi Indonesia. Pada bagian
luarnya ditempati oleh tepi benua Australia (laut Timor dan laut Arafura) di
bagian selatan. Laut Karolina dan Samudera Pasifik di bagian timur dan Laut
Sulawesi di bagian utara. Sedangkan bagian dalam ditempati oleh Laut
Flores di bagian barat, Laut Banda di bagian timur dan Laut Maluku di bagian
paling utara.
Secara umum BMI diapit oleh 2 benua dan 2 samudra yaitu benua
yaitu benua Australia dan benua Asia dan samudra Pasifik dan samudra
hindia yang di lalui oleh ekuator geografis dan meteorologis, serta
merupakan pertemuan antara tiga lempeng kerak bumi (Eurasia, indo-pasifik
dan Pasifik). Perairan BMI diperkirakan mempunyai potensi sumberdaya
hayati seperti ikan dan rumput laut maupun non hayati seperti mieral dan
gas bumi, serta sumber daya laut lainnya.
Ditinjau dari sudut pandang geologi kelautan, pakar kebumian (Earth
Scientists) sepakat bahwa BMI adalah merupakan salah satu laboraturium
alam yang terlengkap di dunia. BMI terbentuk sebagai hasil interaksi alamiah
antara tiga lempeng litosfera utama yaitu lempeng Eurasia di sebelah utara,
lempeng Hindia benua Australia di sebelah selatan tenggara dan lempeng
Pasifik di sebelah timur. Ketiga lempeng litosfera ini bergerak relative satu
terhadap lainnya, sehingga memberikan dampak terhadap bentuk kerak
bumi yang kompleks, baik struktur maupun bentuk batuan. Gerakan
lempeng-lempeng tersebut menyebabkan daerah-daerah tertentu di wilayah
BMI memiliki cekungan sedimen laut dalam (deep sedimentary basin)
misalnya Laut Banda, Laut Sulawesi, Laut Gorontalo, dan Laut Maluku. Selain
itu, berkembang pula 60 buah cekungan sedimen (sedimentary basin) yang
memungkinkan terakumulasinya minyak dan gas bumi. Daerah-daerah

lainnya merupakan jalur gunung api dan gempa bumi, serta merupakan
daerah mineralisasi.
Dari kacamata keilmuan, ternyata pakar kebumian internasional
banyak menggunakan proses geologi yang terjadi di BMI saat ini sebagai
suatu acuan untuk menjelaskan proses pembentukan jalur pegunungan.
Acuan ini merupakan kunci untuk memahami proses-proses yang
berlangsung pada masa silam (the present is the key to the past)
BMI mengandung berbagai jenis sumber daya alam yang terdapat di
daratan kawasan pesisir, laut dangkal, serta laut dalam. Sumber daya ala
mini dapat berperan sebagai pelengkap, pengganti maupun pilihan satusatunya bagi upaya pemenuhan kebutuhan umat manusia dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Di sepanjang pantai kepulauan
BMI terdapat hutan bakau yang luas di perairan pantainya terdapat
bentangan wilayah terumbu karang sepanjang 17.500 km, serta rawa nipa
dan rawa pasang surut di sekitar muara delta sungai. Kesemuanya
merupakan lingkungan bagi kehidupan biota laut dengan standing crop
populasi ikan yang tinggi serta habitat fauna yang berkembang ke arah laut
dan darat, merupakan sumber bahan pangan, minuman, bahan bangunan,
energy dan lain-lain.
Para ahli menduga bahwa di bawah dasar laut indonesia terdapat
sumberdaya minyak dan gas bumi yang besar. Diperkirakan juga bahwa
dasar laut indonesia banyak mengandung bahan galian dan tambang. Pada
saat ini hanya mineral-mineral letakan terutama timah yang terdapat pada
system Paparan Sunda di sector barat laut yang telah memberikan nilai
ekonomis bagi perekonomian Indonesia. Sedangkan agregat digunakan pada
skala yang kecil, namun dikhawatirkan akan memberikan dampak pada
lingkungan di kemudian hari.
Dengan fenomena-fenomena tersebut di atas, maka muncul berbagai
kondisi yang merupakan keunggulan kompratif BMI yang dapat
didayagunakan bagi kpentingan umat manusia dan bangsa indonesia pada
khususnya. Kondisi-kondisi yang dimaksud adalah :
a. BMI merupakan media yang ideal untuk menjangkau setiap titik pada
hamparan benua maritim terutama di kawasan laut.
b. BMI dengan keanekaragaman sumberdaya alam, bauk hayati maupun
nonhayati yang ada di dalamnya, memberikan peluang yang lebih
besar dengan menetapkan pilihan bagi umat manusia, terutama
bangsa indonesia dalam memenuhi kebutuhannya.