Anda di halaman 1dari 8

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA

JOURNAL READING
Radikal Prostatectomy dengan Waspada Tunggu pada Pengelolaan Kanker
Prostat Dini

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik


di Bagian Bedah
Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa

Diajukan Kepada :
Pembimbing : dr. Hery Unggul Wicaksono Sp.B.
Disusun Oleh :
Firdha Aulia Nisa 13202211127

Kepaniteraan Klinik Departemen Bedah


FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA
Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa
Periode 20 Oktober 27 Desember 2014

LEMBAR PENGESAHAN KEPANITERAAN BEDAH


Journal Reading dengan judul :
Radikal Prostatectomy dengan Waspada Tunggu pada Pengelolaan Kanker Prostat Dini

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Departemen


Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa
Disusun Oleh :
Firdha Aulia Nisa

1320221127

Telah disetujui oleh Pembimbing :


Nama Pembimbing

dr. Herry Unggul Wicaksono, Sp.B.

Tanda Tangan

Tanggal

Mengesahkan :
Koordinator Kepaniteraan Bedah

dr. Herry Unggul Wicaksono, Sp.B.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa kareana atas
berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Journal Reading dengan
Radikal Prostatectomy dengan Waspada Tunggu pada Pengelolaan Kanker Prostat Dini.
Laporan kasus ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat ujian Kepaniteraan Klinik Bagian
Bedah.
Penyusunan tugas laporan kasus ini terselesaikan atas bantuan dari banyak pihak yang
turut membantu terselesaikannya tugas laporan kasus ini. Untuk itu, dalam kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Hery Unggul,
Sp.B atas bimbingannya selama ini dan juga tidak lupa kepada teman-teman seperjuangan
di kepaniteraan klinik bedah atas kerjasamanya selama penyusunan laporan kasus ini.
Semoga laporan kasus ini dapat bermanfaat baik bagi penulis sendiri, pembaca,
maupun bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan.

Ambarawa, Desember 2014


Penulis

Radikal Prostatectomy dengan Waspada Tunggu pada


Pengelolaan Kanker Prostat Dini

ABSTRAK
Latar Belakang
Pada tahun 2002, kami melaporkan hasil awal dari percobaan membandingkan
prostatektomi radikal dengan waspada tunggu dalam pengelolaan kanker prostat dini. Setelah
kurang lebih tiga tahun tindak lanjut, kami melaporkan hasil perkiraan 10 tahun.
Metode
Sejak oktober 1989 hingga februari 1999, 695 pria dengan kanker prostat dini (ratarata berusia 64 tahun), secara acak ditugaskan untuk prostatektomi radikal (347 laki-laki) dan
waspada tunggu (348 laki-laki). Tindak lanjut akan selesai dilakukan hingga tahun 2003,
dengan evaluasi penyebab kematian diabaikan. Dan titik akhir primer adalah kematian akibat
kanker prostat, sedang titik akhir sekunder kematian dengan menilai dari beberapa penyebab
yaitu metastasis dan kemajuan lokal.
Hasil
Selama rata-rata 8,2 tahun masa tindak lanjut, 83 laki-laki di kelompok bedah dan 106
laki-laki dalam kelompok waspada tunggu mengalami kematian (P=0,004). Ada 30 dari 347
laki-laki ditugaskan operasi (8,6 persen) dan 50 dari 348 laki-laki ditugaskan untuk
menunggu waspada (14,4 persen) mengalami kematian primer akibat kanker prostat.
Perbedaan kumulatif dari kematian akibat kanker prostat meningkat dari 2,0 persen setelah 5
tahun menjadi 5,3 persen setelah 10 tahun, sedang untuk resiko relatif sebesar interval 0,56
(dengal interval kepercayaan 95%- 0,36-0,88- P=0,01 dengan uji gray). Dan untuk kemajuan
lokal kanker, kenaikan dari 19,1-25,1 persen, untuk resiko relatif adalah 0,33 (dengan interval
kepercayaan 95%- 0,25-0,44- P<0,001 dengan uji gray).

Kesimpulan
Radikal prostatektomi mengurangi kematian dari penyebab kanker prostat, kematian
dari berbagai penyebab dan resiko akibat metastasis dan kemajuan lokal dari kanker prostat.
Secara keseluruhan perkiraan penurunan resiko kematian setelah 10 tahun adalah kecil tetapi
dapat mendukung untuk mengurangi metastasis dan kemajuan lokal kanker prostat.
Radikal prostatetktomi menjadi salah satu prosedur tindakan bedah utama di berbagai
Negara Barat. Di Amerika Serikat sendiri, diperkirakan 60.000 laki-laki menjalani operasi ini
setiap tahunnya. Pada tahun 2002, kami telah mempresentasikan hasil klinis dari penelitian
yaitu membandingkan antara prostatektomi radikal dengan waspada menunggu dalam
pengelolaan kanker prostat dini.
Kami menemukan bahwa perbandingan prostatektomi radikal dibandingkan dengan
waspada menunggu mengurangi resiko kematian akibat kanker prostat sebesar 50 persen dan
resiko mestastasis jauh sebesar 37 persen tetapi tidak mengalami penurunan statistik
signifikan dalam keseluruhan kematian.
Dan kini hadir sebuah analisis kedua setelah tambahan kurang lebih 3 tahun masa
tindak lanjut, sesuai dengan protokol penelitian. Tujuan kami adalah untuk menganalisis
hipotesis : pertama, bahwa penurunan resiko kematian akibat kanker prostat setelah di operasi
meningkat dari waktu ke waktu karena bertujuan untuk mencegah tumor metastasis. Kedua,
bahwa prostatektomi radikal secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup penderita
secara keseluruhan.
METODE
Desain
Rincian tentang desain penelitian dan metode telah diterbitkan sebelumnya. Protokol
telah ditetapkan tahun 1988, tersedia dengan teks lengkap dari artikel ini di www.nejm.org.
Kriteria inklusi, umur di bawah 75 tahun, pasien baru didiagnosa, belum diobati,
kanker prostat masih bersifat lokal di lihat dari penjabaran pemeriksaan sitologi atau histologi
yaitu dengan stadium tumor T0d (sekarang telah berganti menjadi T1b), T1, atau T2(yang
sebelumnya pada tahun 1999 disebut T1c), status kesehatan dengan izin prostatektomi radikal
dan kemungkinan harapan hidup lebih dari 10 tahun, dan tumor harus dibedakan dengan
cukup baik menurut definisi yang telah ditetapkan oleh WHO, pasien harus melakukan scan

photo tulang yang tidak menunjukkan adanya suatu kelainan, dan Prostat Spesific Antigen
(PSA) kurang dari 50 ng per mililiter.
Jika diagnosis telah didirikan setelah reseksi transuretral, setidaknya 6 jaringan prostat
sudah diperiksa. Setelah mendapat informed consent (persetujuan) dan diterima karena telah
memenuhi syarat, kemudian mereka di acak untuk pembagian kelompok. Untuk kelompok
laki-laki yang ditetapkan radikal prostatektomi, operasi dimulai dengan diseksi dari kelenjar
getah bening panggul. Jika tidak ada tanda-tanda metastasis dalam frozen seksi, operasi
dilanjutkan dengan retropubik radikal prostatektomi. Sedangkan pada kelompok laki-laki
waspada menunggu tidak menerima pengobatan awal selain transuretral reseksi.
Pengobatan hormonal di anjurkan pada kelompok laki-laki radikal prostatektomi
dengan gejala dari kemajuan lokal tumor, dan untuk kedua kelompok dengan kanker prostat
yang telah menyebar. Transuretral reseksi di anjurkan sebagai pengobatan awal kelompok
waspada menunggu dengan komplikasi obtruksi saluran kemih.
Tindak lanjut definisi peristiwa klinis
Pasien setiap 6 bulan selama 2 tahun di awasi, dan kemudian setiap tahun dilakukan
pemeriksaan klinis dan tes darah (untuk mengevaluasi hemoglobin, PSA, fosfatase alkali dan
kreatinin). Scan photo tulang dan rontgen dada setiap tahun. Dan sebuah komite independen
sebagai penentu akhir dari penyebab kematian pasien membagi menjadi 6 kategori penyebab
kematian :
1.
2.
3.
4.

Kanker prostat
Kanker prostat dengan kasus akibat metastasis
Kanker prostat tanpa metastasis tapi dengan kemajuan tumor lokal atau rekuren.
Kanker prostat dengan status metastasis tidak dikethui tetapi mempunyai

perkembangan tumor lokal.


5. Kanker prostat tanpa ada diketahui metastasis atau kemajuan lokal atau rekurennya.
6. Kanker prostat yang hanya bertahan selama 1 bulan setelah pengelompokan
Pada kelompok radikal prostatektomi, kemajuan lokal dapat diketahui pada
pemeriksaan histologi untuk mengetahui konfirmasi keadaan tumor lokal. Pada
kelompok waspada menunggu, laki-laki dengan pertumbuhan tumor transcapsular
dengan gejala obstruksi saluran kemih mengharuskan melakukan intervensi untuk
mengklasifikasikan kemajuan lokal tumor.

Metastasis di ketahui dengan pemeriksaan scan tulang, radiografi tulang, scan


tomografi dan rontgen dada, selain itu dapat diketahui melalui pemeriksaan sitologia
atau histologi kanker prostat.
Analisis statistik
Ada 4 titik akhir utama yang dinilai
1. Kematian akibat kanker
2. Metastasis jauh
3. Kemajuan lokal tumor
4. Kematian dari sebab lain
Semua analisis didapatkan sesuai dari prinsip kesungguhan untuk pengobatan. Resiko
relatif (dengan interval kepercayaan 95%) dan perbedaan insiden kumulatif (dengan interval
kepercayaan 95%) digunakan sebagai ukuran untuk masing-masing. Hasil kalkulasi resiko
relatif di lakukan dengan metode Cox propotional-hazards model. Sedangkan kalkulasi
Insiden kumulatif dilakukan dengan metode Kalbfeisch and Prentice. Sedang uji gray
digunakan untuk menguji hipotesis bahwa tidak ada perbedaan antara pengobatan kelompok,
nilai P< 0,05 dianggap menunjukkan signifikansi statistik.
Pegaruh modifikasi pertama kali diselidiki melalui analisis bertingkat sederhana. Tiga
analisis sub kelompok prespesifik adalah dengan dilakukan:
1. Analisis sesuai usia saat diagnosis. Kurang dari 65 tahun dibandingkan dengan lebih dari
65 tahun.
2. Analisis menurut tingkat PSA. Pada diagnosis 10 ng per mililiter atau lebih rendah
dibandingkan dengan lebih dari 10 ng per mililiter.
3. Analisis sesuai skor Gleason pada biopsi spesimen. Lebih rendah dari skala 7
dibandingkan dengan lebih dari skala 7.
Setelah itu setiap modifikasi efek radikal prostatektomi menurut sub kelompok di uji
dengan metode Cox porpotional-hazards model, yang mencakup interaksi kategori dan sub
kelompok. Dan langkah kedua, lebih lanjut kami explorasi interaksi dengan memasukkan
kemungkinan efek modifier (umur, tingkat PSA dan Gleason sebagai variable continue.
Ketika ada indikasi modifikasi efek, kemudian di catat dan ditambahkan dalam tabel model
Cox- propotional hazards.
HASIL
Kami telah mengacak 347 laki-laki untuk prostatektomi radikal dan 348 laki-laki
untuk waspada menunggu. Dan selama masa tindak lanjut, kematian pada kelompok lakilaki radikal prostatektomi lebih sedikit ddari pada kelompok laki-laki waspada menunggu
yang diakibatkan kanker prostat (30 vs 50, P=0,01).

Sedangkan penyebab kematian selain kanker prostat, masing- masing kelompok


mempunyai nilai yang hampir sama (53 vs 56). Namun pada kelompok ini lebih akibat
metastasis dan kemajuan lokal tumor yang lebih banyak didapatkan pada kelompok
waspada tunggu. Dan dalam kematian dari sebab apapun, 23 laki-laki juga lebih banyak
pada kelompok waspada menunggu dari pada kelompok radikal prostatektomi.
Kematian akibat kanker prostat
Perbedaan antara kedua kelompok dalam kumulatif kejadian kematian akibat kanker
prostat meningkat dari waktu ke waktu, dari 2% setelah 5 tahun tindak lanjut, dan 5,3%
setelah 10 tahun. Resiko relatif antara kelompok radikal prostatektomi dan waspada
menunggu adalah 0,56 (dengan interval kepercayaan 95%- 0,36-0,38).
Metastasis jauh
Insiden kumulatif metastasis jauh adalah 8,1% pada kelompok radikal prostatektomi
dan 9,8% pada kelompok waspada menunggu dengan pengurangan resiko absolut 1,7%
dan P=0,42. Sedangkan pada 10 tahun, pengurangan resiko absolut adalah 10,2%.
Kemajuan lokal tumor
Perbedaan antara kedua kelompok dalam kumulatif kejadian kemajuan lokal tumor
dengan statistik signifikan setelah 5 tahun masa tindak lanjut (8,1% pada kelompok
radikal prostatektomi vs 27,2% pada kelompok waspada menunggu. Pada 10 tahun resiko
absolut 25,1% dengan resiko relatif 0,33%.
Keseluruhan kematian
Insiden kumulatif kematian dari sebab apapun adalah serupa pada kedua kelompok
selama 5 tahun pertama (7,8 persen untuk kelompok prostatektomi radikal vs 9,8 persen
untuk kelompok waspada menunggu. Pada terakhir tindak lanjut, 83 dari 347 laki-laki
dalam kelompok prostatektomi radikal, sedangkan penurunan absolut dalam risiko
kematian setelah 10 tahun adalah 5 persen.
DISKUSI
Pada waspada menunggu, frekuensi terhadap pengobatan hormonal dan radiasi
paliatif yang lebih sering digunakan tidak dmasukkan kedalam suatu varian faktor resiko.
Ada kemungkinan bahwa dengan operasi berarti menghapuskan tumor hingga
mengakibatkan efek samping dan gejala yang timbul lebih sedikit.
Efek samping yang ditimbulkan karena prostatektomi radikal tidak dimunculkan yaitu
impotensi dan inkontinensia.