Anda di halaman 1dari 3

Tugas Visit Besar

Nama : Annisa Fadhilah


NPM : 1102011033
Gigitan Ular berbahaya bila ularnya termasuk golongan jenis ular yang berbisa. Bisa ular
terdiri dai berbagai macam polipeptida yaitu fosfolipase A, hialuronidase, ATP-ase, nukleotidase,
kolin esterase, protease, fosfomonoesterase, RNA-ase, dan DNA-ase. Enzim ini menyebabkan
destruksi jaringan lokal, bersifat toksis terhadap saraf, menyebabkan hemolisis, atau pelepasan
histamin sehingga timbul reaksi anafilaksis. Hialuronidase merusak bahan dasar sel sehingga
memudahkan penyerapan racun.
Ular berbisa memiliki bentuk kepala segitiga, dua gigi taring besar dirahang atas
sehingga bekas gigitan terdapat dua luka gigitan utama akibat gigi taring ular yang berbisa.
Sedangkan ular tidak berbisa bentuk kepala segiempat, dan luka bekas gigitan halus disepanjang
lengkung bekas gigitan.
Gejala dan tanda yang menonjol adalah nyeri hebat yang tidak sebanding dengan luas
gigitan ular, udem, eritema, petekia, ekimosis, bula dan tanda nekrosis jaringan. Dapat terjadi
perdarahan di peritoneum atau perikardium, udem paru dan syok berat karena efek langsung
racun pada otot jantung.
Gejala neurotoksik berupa rasa kesemutan, mual dan muntah, sdan salivasi. Pada
pemeriksaan ditemukan ptosis, refleks abnormal, dan sesak nafas sampai akhirnya henti nafas
akibat kelumpuhan otot pernapasan.

DERAJAT VENERASI GIGITAN ULAR


DERAJAT

VENERASI

LUKA

NYERI

UDEM/ERITEMA

TANDA

GIGIT

SISTEMIK

+/-

<3 cm/12 jam

+/-

3-12 cm/12 jam

II

+++

>12-25 cm/12 jam

+
Neurotoksik,
mual, pusing,

III

+++

>25 cm/12 jam

syok
++
Syok,
petekia,

IV

+++

+++

>ekstremitas

ekimosis
++
Gangguan
faal

ginjal,

koma,
perdarahan

DAFTAR PUSTAKA
2

Sjamsuhidajat.R, Wim de Jong, Buku Ajar Ilmu bedah, Edisi 3, Penerbit Buku Kedokteran EGC,
Jakarta, 2007.

Anda mungkin juga menyukai