Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini dunia keperawatan semakin berkembang. Perawat dianggap
sebagai salah satu profesi kesehatan yang harus dilibatkan dalam pencapaian
tujuan pembangunan kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia.
Perawat komunitas bekerja di berbagai bidang, memberikan perawatan
kesehatan primer sepanjang umur. Mereka menyediakan keperawatan yang
komprehensif di berbagai kebutuhan kesehatan untuk klien di mana saja di
masyarakat dari pusat-pusat kesehatan masyarakat, klinik kesehatan primer, unit
kesehatan masyarakat, sekolah dan universitas, dewan lokal dan rumah klien.
Perawat komunitas memberikan perawatan kesehatan untuk mereka yang
memerlukan intervensi kesehatan dan juga mempertimbangkan kondisi sosial
yang mempengaruhi status kesehatan. Setiap orang atau wali dapat mengakses
perawat komunitas. Banyak Rumah sakit dan dokter merujuk ke komunitas
perawat dan klien menanyakan langsung bantuan.
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan
kesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di
berbagai bidang. Saat ini perawat memiliki peran yang lebih luas dengan
penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga
memandang klien secara komprehensif. Perawat menjalankan fungsi dalam
kaitannya dengan berbagai peran pemberi perawatan, pembuat keputusan klinik
dan etika, pelindung dan advokat bagi klien, manajer kasus, rehabilitator,
komunikator dan pendidik. Untuk itu, penulis akan membahas lebih lanjut tentang
peran dan fungsi perawat dalam komunitas.

1.2. Rumusan Masalah


1
2
3
4
5
6
7

Apa defenisi peran perawat ?


Apa saja elemen peran perawat ?
Apa s peran perawat menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan tahun1989?
Apa peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun
1983 ?
Apa saja peran perawat komuntas?
Apa defenisi fungsi perawat ?
Apa tugas perawat sesuai peran dan fungsi perawat komunitas

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui defenisi peran perawat
2. Untuk mengetahui elemen peran perawat
3. Untuk mengetahui peran perawat menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan
tahun1989
4. Untuk mengetahui peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan
tahun 1983
5. Untuk mengetahui peran perawat komunitas
6. Untuk mengetahui defenisi fungsi perawat
7. Untuk mengetahui tugas perawat sesuai peran dan fungsi perawat
komunitas

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defnisi Peran Perawat


Peran dalam bidang dunia keperawatan merupakan cara untuk menyatakan
dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan, penelitian
dan dapat mengembangkan asuhan keperawatan dalam membina kerjasama dari
tenaga kesehatan lainnya serta dapat memenuhi kebutuhan pasien dalam
melakukan tindakan.
Peran pada dasarnya adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan
oleh orang lain terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu sistem.
Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar yang
besifat stabil (Kozier dan Barbara, 1995).
Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktivitas
perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang
diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan
tanggung jawab keperawatan secara profesional sesuai dengan kode etik
profesional. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk
kejelasan.
Menurut (Lokakarya Nasional,1996) Peran perawat adalah sebagai pelaksana
pelayanan

keperawatan,

pengelola

pelayanan

keperawatan

dan

institusi

pendidikan,sebagai pendidik dalam keperawatan, peneliti dan pengembangan


keperawatan. atau peran perawat adalah cara untuk menyatakan aktivitas perawat
dalam praktek,dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya diakui dan
diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab
keperawatan secara propesional, sesuai dengan kode etik profesinya.
2.2 Elemen Peran Perawat
Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat
professional antara lain : care giver, client advocate, conselor, educator,
collaborator, coordinator change agent, consultant.
1. Care Giver
Pada peran ini perawat diharapkan mampu :

a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok


atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah
yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
b. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat
harus memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan signifikan dari klien.
c. Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mendiagnosis
keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.
2. Client Advocate (Pembela Klien)
Tugas perawat :
a. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga
b. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien
Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan
termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan
kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Disparty, 1998 :140).
Hak-Hak Klien (Dysparty,1998) antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.

Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya


Hak atas informasi tentang penyakitnya
Hak atas privacy
Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.

Hak-Hak Tenaga Kesehatan :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Hak atas informasi yang benar


Hak untuk bekerja sesuai standart
Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
Hak atas rahasia pribadi
Hak atas balas jasa

3. Conselor
Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi
tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal
yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang.
Peran perawat

a. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat


sakitnya.
b. Perubahan pola interaksi merupakan Dasardalam merencanakan
metode
c. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau
keluarga
d. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan
4. Educator
Mengajar adalah merujuk kepada aktifitas dimana seseorang guru membantu
murid untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses interaktif antara guru dengan
satu atau banyak pelajar dimana pembelajaran obyek khusus atau keinginan untuk
merubah perilaku adalah tujuannya (Redman, 1998 : 8 ).
Inti dari perubahan perilaku selalu didapat dari pengetahuan baru atau
keterampilan secara teknis.
a. Dilakukan kepada klien atau keluarga , tim kesehatan lain baik secara
spontan pada saat berinteraksi maupun formal.
b. Membantu klien mempertinggi
pengetahuan

dalam

upaya

meningkatkan kesehatan .
c. Dasar pelaksanaan adalah intervensi dalam proses keperawatan.
5. Collaborator
Peran perawat sebagai kolaborator dapat dilaksanakan dengan cara bekerja
sama dengan tim kesehatan yang terdiri dari dokter fisioterapis, ahli gizi, dan lainlain dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan
termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan
selanjutnya dalam kaitannya membantu mempercepat penyembuhan klien.
6. Coordinator
Tujuan Perawat sebagi coordinator adalah :
a. Untuk memenuhi asuhan kesehatan secara

efektif, efisien dan

menguntungkan klien.
b. Pengaturan waktu dan seluruh aktifitas atau penanganan pada klien.
c. Menggunakan keterampilan perawat untuk :
1) Merencanakan
2) Mengorganisasikan
3) Mengarahkan
4) Mengontrol

7. Change Agen
Pembawa perubahan adalah seseorang yang berinisiatif membantu orang lain
membuat

perubahan

pada

dirinya

atau

pada

system

(Kemp,1986).

Mengidentifikasi masalah, mengkaji motivasi pasien dan membantu klien untuk


berubah, menunjukan alternative, menggali kemungkinan hasil dari alternative,
mengkaji

sumber

daya

menunjukan

peran

membantu,

membina

dan

mempertahankan hubungan membantu membantu selama fase dari proses


perubahan dan membimbing klien melalui fase ini (Marriner Torney).
8. Consultant
Perawat berperan sebagai tempat konsultasi bagi pasien terhadap masalah
yang dialami oleh pasien atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.
2.3 Peran Perawat Menurut Konsorsium Ilmu Kesehatan tahun 1989
Perawat

mempunyai

beberapa

peranan

dalam

melaksanakan

pekerjaannya.Dan menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 terdiri dari


beberapa

peranan.

peranan perawat tersebut adalah :


1. Peran Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan.
Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan
dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan
dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis
keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai
dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat
perkembangannya.Peranan ini umumnya dilaksanakan oleh para pelaksana
keperawatan, baik itu dari puskesmas sampai dengan tingkat rumah sakit.
2. Peran Perawat sebagai advokat klien.
Peran ini dilakukan oleh perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam
menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi

lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang


diberikan kepada pasien, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi
hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas
informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya
sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian.
3. Peran Perawat sebagai Edukator.
Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat
pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan, sehingga
terjadi

perubahan

perilaku

dari

klien

setelah

dilakukan

pendidikan

kesehatan.Biasanya bila dalam lingkungan rumah sakit diberikan sewaktu pasien


akan pulang sehingga diharapkan pasien dapat menjalankan pola hidup sehat dan
juga menjaga kesehatannya.
4. Peran Perawat sebagai koordinator.
Peran

ini

dilaksanakan

dengan

mengarahkan,

merencanakan

serta

mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian


pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.Dalam
rumah sakit ataupun tempat pelayanan kesehatan lainnya dijalankan oleh perawat
sruktural atau kepala ruangan dan setingkatnya.
5. Peran Perawat sebagai kolaborator.
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri
dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi
pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat
dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.Sehingga perawat tidak bisa
menjalankan peranan ini bila tidak bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang
terkait.
6. Peran Perawat sebagai Konsultan.

Peran ini sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan


keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien
terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.Dan
biasanya diberikan oleh para perawat senior dalam suatu lahan pelayanan
perawatan.
7. Peran Perawat sebagai Pembaharuan.
Peran ini dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan
yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan
keperawatan.Biasanya dilakukan oleh perawat dalam level struktural.
2.4 Peran Perawat Menurut Hasil Lokakarya Keperawatan Tahun 1983
Berdasarkan hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 maka peran perawat
dibagi menjadi empat yaitu :
1. Perawat sebagai pelaksana pelayanan keperawatan
Perawat bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan keperawatan dari
yang bersifat sederhana sampai yang paling kompleks, secara langsung atau tidak
langsung kepada klien sebagai individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Ini
merupakan peran utama dari perawat, dimana perawat dapat memberikan asuhan
keperawatan yang profesional, menerapkan ilmu atau teori, prinsip, konsep, dan
menguji kebenarannya dalam situasi nyata, apakah kriteria profesi dapat
ditampilkan dan sesuai dengan harapan penerima jasa keperawatan.
Masyarakat mengaharapkan perawat mempunyai kemampuan khusus untuk
menganggulangi masalah-masalah individu, keluarga, kelompok atau mayarakat.
Perawat harus menguasai konsep-konsep dalam lingkup kesehatan dan melatih
diri sehingga dapat memiliki kemampuan tersebut. Kemampuan ini diperoleh
selama masa pendidikan dan dimantapkan saat menjalankan tugasnya di sarana
pelayanan kesehatan.
2. Perawat sebagai pengelola pelayanan dan institusi keperawatan

Perawat bertanggung jawab dalam hal administrasi keperawatan baik di


masyarakat maupun di dalam institusi dalam mengelola pelayanan untuk individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat. Perawat juga bekerja sebagai pengelola suatu
sekolah atau program pendidikan keperawatan. Sebagai administrator bukan
berarti perawat harus berperan dalam kegiatan administrative secara umum.
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang secara spesifik dalam system pelayanan
kesehatan tetap bersatu dalam profesi lain dalam pelayanan kesehatan.
Setap tenaga kesehatan adalah anggota potensial dalam kelompoknya dan
dalam mengatur, merencanakan, melaksanakan dan menilai tindakan yang
diberikan, mengingat perawat merupakan anggota profesional yang paling lama
bertemu dengan klien, maka perawat harus merencanakan, melaksanakan, dan
mengatur berbagai alternative terapi yang harus diterima oleh klien. Tugas ini
menuntut adanya kemampuan menegerial yang handal dari perawat.
3. Perawat sebagai pendidik dalam keperawatan
Perawat bertanggung jawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu
keperawatan kepada klien, tenaga keperawatan maupun tenaga kesehatan lainnya.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam keperawatan adalah aspek
pendidikan, karena peruahan tingkah laku merupakan salah satu sasaran dari
pelayanan keperawatan. Perawat harus bisa berperan sebagai pendidik bagi
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
4. Perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.
Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembeharu atau inovator dalam
ilmu keperawatan karena ia memiliki kreativitas, inisiatif, cepat tanggap terhadap
rangsangan dari lingkungannya. Kegiatan ini dapat diperoleh melalui kegiatan
riset atau penelitian. Penelitian pada hakikatnya adalah melakukan evaluasi,
mengukur kemampuan, menilai dan mempertimbangkan sejauh mana efektifitas
tindakan yang telah diberikan. Dengan hasil penelitian, perawat dapat
menggerakkan orang lain untuk berbuat sesuatu yang baru berdasarkan
kebutuhan, perkembangan dan aspirasi individu, keluarga, kelompok atau
masyarakat.

Oleh karena itu perawat dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan,


memanfaatkan media massa atau media informasi lain dari berbagai sumber.
Selain itu perawat perlu melakukan penelitian dalam rangka : mengembangkan
ilmu keperawatan dan meningkatkan praktek profesi keperawatan dan
administrasi keperawatan. Perawat juga menunjang pengembangan di bidang
kesehatan dengan berperan serta dalam kegiatan penilitian kesehatan.
2.5 Peran Perawat Komunitas
1. Pelaksana Pelayanan Keperawatan ( Provider o Nursing Care )
Peranan yang utama bagi perawat komunitas adalah sebagai pelaksana asuhan
keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas, baik itu sehat
atau sakit atau mempunyai masalah kesehatan di rumah, disekolah, dipanti,
ditempat kerja, dan lain-lain.
2. Sebagai Pendidik ( Health Educator )
Memberikan pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan
komunitas, baik dirumah, dipuskesmas, dikomunitas secara terorganisir serta
menanamkan perilaku hidup sehat sehingga terjadi perubahan perilaku untuk
mencapai tingkat kesehatan optimal.

3. Sebagai Pengamat Kesehatan ( Health Monitor )


Monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga,
kelompok, komunitas. Memonitoring masalah kesehatan yang timbul serta
dampaknya terhadap status kesehatan melalui :
a.
b.
c.
d.

Kenjungan rumah
Pertemuan-pertemuan
Observasi
Pengumpulan data

4. Koordinator Yankes ( Coordinator of Servises )

10

Mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dalam


mencapai tujuan kesehatan melalui kerja sama dengan tim kesehatan lainnya
sehingga diharapkan terciptanya keterpaduan dalam sistem pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan yang menyeluruh dan tidak terpisahpisah.
5. Sebagai Pembaharu ( Inovator )
Pembaharu terhadap individu, keluarga, kelompok, dan komunitas. Serta
merubah perilaku dan pola hidup agar tercapainya peningkatan dan pemeliharaan
kesehatan yang optimal.
6. Pengorganisir Pelayanan Kesehatan
Perawat komunitas berperan serta dalam memberikan motivasi dalam rangka
meningkatkan peran serta individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam
setiap upaya yankes yang dilaksanankan oleh masyarakat.
Misalnya kegiatan posyandu, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan,
sampai dengan tahap penilaian, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan
pengembangan dang pengorganisasian masyarakat dalam bidang kesehatan.

7. Sebagai Panutan ( Role Model )


Perawat komunitas dapat memberikan contoh yang baik dalam bidang
kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang
bagaimana tata cara hidup sehat yang dapat ditiru dan dicontoh oleh masyarakat.
8. Sebagai Tempat Bertanya ( Fasilitator )
Perawat komunitas sebagai tempat bertanya oleh individu, keluarga, kelompok
dan masyarakat untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam bidang
kesehatan/keperawatan yang dihadapi sehari-hari.Perawat komunitas juga dapat
membantu memberikan jalan keluar dalam mengatasi masalah kesehatan dan

11

keperawatan yang mereka hadapi. Perawat komunitas sebagai penghubung antara


masyarakat dengan unit yankes dan instansi terkait.
9. Sebagai Pengelola ( Manager )
Perawat komunitas dapatmengelola berbagai kegiatan yankes dan masyarakat
sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diemban kepadanya.
Perawat komunitas juga mengkoordinasikan upaya-upaya kesehatan yang
dijalankan, melalui puskesmas sebagai institusi pelayanan dasar utama, baik di
dalam atau di luar gedung ataukah di keluarga, terhadap kelompok-kelompok
khusus seperti kelompok ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas/menyusui, anak balita,
usia lanjut, sesuai dengan peran, fungsi dan tanggung jawabnya.
2.6 Defenisi Fungsi Perawat
Fungsi adalah suatu pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan
perannya. Fungsi dapat berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Dalam
menjalankan profesinya

sebagai

perawat, maka seorang perawat akan

menjalankan fungsi perawat sebagaimana mestinya.


Berikut beberapa fungsi perawat diantaranya yaitu :
1 Fungsi Independen.
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, dimana
perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan
sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar
manusia seperti pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan
oksigenasi, pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenhuan kebutuhan
nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas, dan lain-lain), pemenuhan kebutuhan
keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai, pemenuhan
kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
2. Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan
atau instruksi dari perawat lain sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan.

12

Biasanya dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari
perawat primer ke perawat pelaksana.
3. Fungsi Interdependen
Fungsi perawat dalam interdepanden ini bahwasanya tindakan perawat
berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau tim kesehatan lainnya.
Fungsi ini tampak ketika perawat bersama tenaga kesehatan lainnya melakukan
kolaborasi

dalam

memberikan

pelayanan

kesehatan

yang

bertujuan

mengupayakan kesembuhan pasien. Mereka biasanya tergabung dalam sebuah tim


yang dipimpin oleh seorang tanaga medis. Sebagai sesama tenaga kesehatan,
masing-masing tenaga kesehatan mempunyai kewajiban untuk memberikan
pelayanan kesehatan kepada pasien sesuai dengan bidang ilmunya.
Dalam kolaborasi ini, pasien menjadi fokus upaya pelayanan kesehatan.
Hal ini dapat dicontohkan dalam penanganan ibu hamil yang menderita DM /
diabetes mellitus, perawat bersama tenaga gizi berkolaborasi membuat rencana
untuk menentukan kebutuhan makanan yang diperlukan bagi ibu dan
perkembangan janin. Ahli gizi memberikan kontribusi dalam perencanaan
makanan dan perawat mengajarkan pasien memilih makan sehari-hari. Dalam
fungsi ini, perawat bertanggung jawab secara bersama-sama dengan tenaga
kesehatan lain terhadap kegagalan pelayanan kesehatan terutama untuk bidang
keperawatannya

2.7 Tugas perawat sesuai peran dan fungsi perawat komunitas


Tugas perawat dilakukan sesuai dengan fungsi perawat sedangkan fungsi
perawat dilakukan sesuai peran perawat
Fungsi perawat dalam melaksanakan perannya, yaitu:
a. Fungsi independent
Yaitu fungsi dimana perawat melaksanakan perannya secara mandiri, tidak
tergantung kepada orang lain. Perawat harus dapat memberikan bantuan terhadap
adanya penyimpangan atau tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia baik bio-

13

psiko-sosio/kultural maupun spiritual, mulai dari tingkat individu utuh, mencakup


seluruh siklus kehidupan, sampai pada tingkat masyarakat, yang juga
mencerminkan pada tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada tingkat sistem organ
fungsional sampai molecular. Kegiatan ini dilakukan dengan diprakarsai oleh
perawat, dan perawat bertanggung jawab serta bertanggung gugat atas rencana
dan keputusan tindakannya.
b. Fungsi dependent
Kegiatan ini dilakukan atau dilaksanakan oleh seorang perawat atas
instruksi dari tim kesehatan lainnya (dokter, ahli gizi, radiology dan lainnya).
c. Fungsi interdependent
Fungsi ini berupa kerja tim yang sifatnya saling ketergantungan baik
dalam keperawatan maupun kesehatan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Peran perawat adalah cara untuk menyatakan aktivitas perawat dalam
praktek,dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya diakui dan diberi
kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab
keperawatan secara propesional, sesuai dengan kode etik profesinya. Dalam peran
prerawat terdapat beberapa elemen peran antara lain : care giver, client advocate,

14

conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant.Dimana


setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah untuk kejelasan.
Fungsi itu sendiri adalah suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan
perannya. Fungsi dapat berubah disesuaikan dengan keadaan yang ada.
Perawat komunitas bekerja di berbagai bidang, memberikan perawatan
kesehatan primer sepanjang umur. Mereka menyediakan keperawatan yang
komprehensif di berbagai kebutuhan kesehatan untuk klien di mana saja di
masyarakat dari pusat-pusat kesehatan masyarakat, klinik kesehatan primer, unit
kesehatan masyarakat, sekolah dan universitas, dewan lokal dan rumah klien.
Perawat komunitas memberikan perawatan kesehatan untuk mereka yang
memerlukan intervensi kesehatan dan juga mempertimbangkan kondisi sosial
yang mempengaruhi status kesehatan. Tugas perawat dilakukan sesuai dengan
fungsi perawat sedangkan fungsi perawat dilakukan sesuai peran perawat

3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini penulis menyarankan agar pembaca dapat
memahami tentang peran dan fungsi perawat dalam komunitas. Dengan makalah
ini, penulis juga menyarankan agar kita sebagai seorang perawat lebih memahami
peran dan fungsi kita sebagai seorang perawat dalam menjalankan tugas
dimanapun kita ditempatkan.

15