Anda di halaman 1dari 25

DESKRIPSI LUKA

PENDAHULUAN
Luka adalah hilang atau rusaknya kontuinitas dari jaringan tubuh. Keadaan ini
dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau benda tumpul, perubahan suhu, zat
kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan. Dalam prakteknya nanti
seringkali terdapat kombinasi trauma yang disebabkan oleh satu jenis penyebab,
sehingga klasifikasi trauma ditentukan oleh alat penyebab dan usaha yang
menyebabkan trauma.(1,2,)
Tubuh biasanya mengabsorbsi kekuatan baik dari elastisitas jaringan atau
kekuatan rangka. Intensitas tekanan mengikuti hukum fisika. Hukum fisika yang
terkenal dimana kekuatan = massa x kecepatan. Sebagai contoh, 1 kg batu bata
ditekankan ke kepala tidak akan menyebabkan luka, namun batu bata yang sama
dilemparkan ke kepala dengan kecepatan 10 m/s menyebabkan perlukaan. Faktor lain
yang penting adalah daerah yang mendapatkan kekuatan. Kekuatan dari masa dan
kecepatan yang sama yang terjadi pada daerah yang lebih kecil menyebabkan pukulan
yang lebih besar pada jaringan. Pada luka tusuk, semua energi kinetik terkonsentrasi
pada ujung pisau sehingga terjadi perlukaaan, sementara dengan energi yang sama
1

pada pukulan oleh karena tongkat pemukul kriket mungkin bahkan tidak
menimbulkan memar. Efek dari kekuatan mekanis yang berlebih pada jaringan tubuh
dan menyebabkan penekanan, penarikan, perputaran, luka iris. Kerusakan yang
terjadi tergantung tidak hanya pada jenis penyebab mekanisnya tetapi juga target
jaringannya. Contohnya, kekerasan penekanan pada ledakan mungkin hanya sedikit
perlukaan pada otot namun dapat menyebabkan ruptur paru atau intestinal, sementara
pada torsi mungkin tidak memberikan efek pada jaringan adiposa namun
menyebabkan fraktur spiral pada femur. (3)

ANATOMI KULIT
Bagian paling atas adalah lapisan sel keratinisasi stratum korneum yang
ketebalannya bermacam-macam pada bagian-bagian tubuh tertentu. Pada tumit dan
telapak tangan adalah yang paling tebal sementara pada daerah yang terlindungi
seperti skrotum dan kelopak mata hanya pecahan dari millimeter. Berkaitan dengan
forensik pada perkiraan perlukaan penetrasi pada kulit.
Kemudian epidermis yang tidak terdapat pembuluh darah. Lapisan epidermis
umumnya berkerut, permukaan bawahnya terdiri dari papilla yang masuk ke dalam
dermis. Dermis (korium) terdiri dari jaringan ikat dengan adneksa kulit seperti folikel
rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Terdapat banyak pembuluh darah,
saraf pembuluh limfe serta ujung saraf taktil, tekan, panas. Bagian bawah dari dermis
terdapat jaringan adiposa dan (tergantung dari bagian tubuh) fascia, jaringan lemak,
dan otot yang berurutan di bawahnya.(3)
DESKRIPSI LUKA
Perlu dijelaskan bahwa deskripsi luka harus seobjektif mungkin, meliputi:
1. Jumlah luka

2. Lokasi luka, meliputi:


a. Lokasi berdasarkan regio anatomiknya
b. Lokasi berdasarkan garis aksis dan garis ordinat.
Garis aksis adalah garis hayal yang mendatar melalui umbilikus atau
papilla mammae atau ujung skapula. Garis ordinat adalah garis hayal yang melalui
sternum atau vertebra. (4,5)
Ket:
1. Kepala
2. Wajah:Dahi, Mata, Telinga, Hidung,
Mulut, Lidah, Gigi, Rahang, Pipi, Dagu
3. Leher, Tenggorokan, Jakun
4. Bahu
5. Dada, Buah dada, Tulang rusuk
6. Pusar
7. Perut, Pinggul
8. Organ seks
9. Penis/Skrotum atau Klitoris/Vagina
10. Paha
11. Lutut
12. Betis, tulang kering
13. Pergelangan kaki
14. Telapak kaki, Tumit, Jari kaki
15. Lengan
16. Siku/sikut
17. Pergelangan tangan
18. Telapak tangan,
19. Jari tangan (Ibu jari, telunjuk, tengah,
manis, kelingking
Gambar.1
Lokasi tubuh berdasarkan regio anatomi (6)

Garis tengah tubuh


Garis mendatar
yang
Garis mendatar
yang
Melewati pusat

Garis mendatar
yang
Melewati ujung
Gambar 2
Penentuan lokasi luka berdasarkan garis aksis dan ordinat (4)

Untuk luka tembak, kita menentukan lokasi luka dengan cara mengukurnya
dari tumit lalu kita ukur jaraknya dari garis yang melalui tulang dada atau
punggung pada sebelah kanan atau kirinya.(5)

Gambar 3
Penentuan lokasi luka tembak

Letak luka pada dada kiri atas, yaitu :


-

4cm sebelah kiri garis tengah tubuh


120cm di atas garis mendatar yang melewati ujung tumit (6)

Luka dengan ukuran Panjang

Gambar.4
Lokas luka berdasarkan ukuran panjang(4)

Lokasi luka pada perut sebelah kanan atas, yaitu:


-

Ujung I 3cm sebelah kanan garis tengah tubuh dan 14cm di atas garis

mendatar yang melewati pusat.


Ujung II 15cm sebelah kanan garis tengah tubuh dan 5cm di atas garis
mendatar yang melewati pusat.(4)

Luka dengan ukuran lebar

Gambar.5
Lokasi luka berdasarkan ukuran lebar (4)

Lokasi luka pada daerah dada dan perut, yaitu:


-

Batas teratas 17cm di atas garis mendatar yang melewati putting susu dan

batas terbawah 17cm di bawah garis mendatar yang melewati putting susu
Batas paling kanan 10cm sebelah kanan garis tengah tubuh dan batas paling
kiri 9cm sebelah kiri garis tengah tubuh. (4)

Luka dengan ukuran kecil

Gambar.6
Lokasi luka berdasarkan ukuran kecil(4)

Lokasi luka pada dada kanan atas, yaitu:


6

16cm sebelah kanan garis tengah tubuh


12cm di atas garis mendatar yang melewati puting susu

3. Bentuk luka, meliputi:


a. Bentuk sebelum dirapatkan
b. Bentuk sesudah dirapatkan
4. Ukuran luka, meliputi:
a. Ukuran sebelum dirapatkan
b. Ukuran sesudah dirapatkan
Ukuran luka kita tentukan dengan mengukur panjang luka dan kedalaman
luka. Sebelum panjang luka kita ukur, kita mesti merapatkan luka korban terlebih
dahulu. Kita harus menyebutkan alat tubuh apa saja yang dilalui luka tersebut saat
kita melakukan pengukuran kedalaman luka korban. Misalnya luka mengenai kulit
dinding perut, otot perut dan jaringan hati sejauh 5 cm.(4,5)
5. Sifat-sifat luka, yaitu:
a. Garis batas luka, meliputi:
- Bentuk (teratur atau tidak teratur).
- Tepi (rata atau tidak)
- Sudut luka (ada atau tidak, jumlahnya berapa dan bentuknya runcing atau
tidak)
b. Daerah di dalam garis batas luka, meliputi:
- Tebing luka (rata atau tidak serta terdiri dari jaringan apa saja)
- Antara kedua tebing ada jembatan jaringan atau tidak
- Dasar luka (terdiri atas jaringan apa, warnanya, perabaannya, ada apa di
atasnya)
c. Daerah di sekitar garis batas luka, meliputi:
- Memar (ada atau tidak)
- Tatoase (ada atau tidak)
- Jelaga (ada atau tidak)
- Bekuan darah (ada atau tidak)
- Lain-lain ada atau tidak.(4)

Gambar.7
Bagian-bagian luka (4)

Tebing luka:
Permukaan rata.
Terdiri atas kulit, jaringan ikat, otot
dan tulang.
Antar tebing luka:
Tidak terdapat jambatan jaringan
Dasar luka:
Terdiri atas tulang
Gambar.8
Bagian-bagian pada Luka Tajam (4)

Tebing luka:
Permukaan tidak rata
Terdir atas kulit, jaringan ikat dan
otot
Antar tebing luka:
Terdapat jembatan jaringan
Dasar luka:
Terdiri atas tulang
Gambar.9
Bagian-bagian pada Luka Tumpul (4)

Gambar.10
Bagian-bagian pada Luka Tembak masuk (4)

Tebing cincin lecet Tak begitu jelas, terdiri atas kulit. Dasar cincin lecet tak
rata, terdiri atas jaringan ikat.Tebing luka tak rata, berbentuk silinder/corong dan
terdiri atas jaringan ikat serta otot. (4)

TRAUMA TUMPUL
9

Dua variasi utama dalam trauma tumpul adalah:


1. Benda tumpul yang bergerak pada korban yang diam.
2. Korban yang bergerak pada benda tumpul yang diam
Organ atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang
disebabkan objek atau alat, daya tahan tersebut menimbulkan berbagai tipe luka.(2)
Ada 3 jenis luka akibat kekerasan benda tumpul (blunt force injury), yaitu :
1. Luka lecet (abrasion) : tekan, geser & regang
2. Luka memar (contussion)
3. Luka robek, retak, koyak (laceration)(5)
Luka Lecet/ Abrasi
Luka lecet (abrasion) adalah jenis kekerasan benda tumpul (blunt force injury)
yang merusak lapisan atas kulit (epidermis). Abrasi yang sesungguhnya tidak
berdarah karena pembuluh darah terdapat pada dermis. Kontak gesekan yang
mengangkat sel keratinisasi dan sel di bawahnya akan menyebabkan daerah tersebut
pucat dan lembab oleh karena cairan eksudat jaringan. Ketika kematian terjadi
sesudahnya, abrasi menjadi kaku, tebal, perabaan seperti kertas berwarna kecoklatan.
Pada abrasi yang terjadi sesudah kematian berwarna kekuningan jernih dan tidak ada
perubahan warna. (2,3)
Ada 3 jenis luka lecet (abrasion), yaitu :
1. Luka lecet (abrasion) tekan.
Ada 3 sifat luka lecet (abrasion) tekan, yaitu :
Makin coklat, luka makin keras perabaannya, makin lama & kuat

penekanannya.
Kadang sesuai dengan bentuk bendanya.
Eritem, vesikel tanda intravital.

2. Luka lecet (abrasion) geser.


Ada 2 sifat luka lecet (abrasion) geser, yaitu :

Epidermis tergeser seperti ombak.


Arah pergeseran sesuai dengan arah pengumpulan epidermis.

3. Luka lecet (abrasion) regang.


Luka lecet (abrasion) regang letaknya sesuai dengan garis kulit.(5)
10

Ada 4 ciri-ciri luka lecet (abrasion), yaitu :


1. Sebagian atau seluruh epitel hilang.
2. Kemudian luka akan tertutup oleh eksudat lalu luka mengering atau terbentuk
krusta.
3. Terjadi reaksi radang dengan adanya infiltrasi PMN.
4. Tidak meninggalkan jaringan parut / sikatriks. (5)
Pola dari abrasi dapat menentukan bentuk dari benda yang mengenainya.
Waktu terjadinya luka sendiri sulit dinilai dengan mata telanjang. Perubahan warna
menjadi coklat kemerahan pada hari ke-1 sampai hari ke-3. Warnanya berubah
menjadi suram / gelap / coklat pada hari ke-2 sampai hari ke-3 berikutnya. Epidermis
baru akan terbentuk pada hari ke-7 sampai hari ke-14. Penyembuhan lengkap terjadi
setelah beberapa minggu (2,5)

Gambar.11
Abrasi pada wajah (7)

Gambar.12

11

Abrasi kuku jari (8)

Luka Memar (Contussion)


Luka memar (contussion) adalah jenis kekerasan benda tumpul (blunt force injury)
yang merusak atau merobek pembuluh darah kapiler dalam jaringan subkutan sehingga

darah meresap ke jaringan sekitarnya. Mula-mula timbul pembengkakan kemudian


timbul warna merah kebiruan lalu warnanya berubah menjadi biru kehitaman pada
hari ke-1 sampai hari ke-3. Setelah itu warnanya berubah menjadi biru kehijauan
kemudian coklat. Warna menghilang pada minggu pertama sampai minggu ke-4.(5)
Salah satu bentuk luka memar yang dapat memberikan informasi mengenai
bentuk dari benda tumpul ialah apa yang dikenal dengan istilah perdarahan tepi
(marginal haemorrhages), misalnya bila tubuh korban terlindas ban kendaraan,
dimana pada tempat tekanan justru tidak menunjukkan kelainan, perdarahan akan
menepi sehingga terbentuk perdarahan tepi yang bentuknya sesuai dengan bentuk
celah antara kedua kembang ban yang berdekatan. Hal yang sama bila seseorang
dipukul dengan rotan atau benda yang sejenis, maka akan tampak memar yang
memanjang dan sejajar yang membatasi daerah yang tidak menunjukkan kelainan.
Darah antara kedua memar yang sejajar dapat menggambarkan ukuran lebar dari alat
pemukul yang mengenai tubuh korban.(9)

Gambar.13
Gambaran luka memar(7)

12

Luka Robek
Luka robek (laceration) adalah jenis kekerasan benda tumpul yang merusak
atau merobek kulit (epidermis & dermis) dan jaringan dibawahnya (lemak, folikel
rambut, kelenjar keringat & kelenjar sebasea). Luka robek mempunyai tepi yang tidak
teratur, terdapat jembatan-jembatan jaringan yang menghubungkan kedua tepi luka,
akar rambut tampak hancur atau tercabut bila kekerasannya di daerah yang berambut,
disekitar luka robek sering tampak adanya luka lecet atau luka memar.(5,9)
Cara terjadinya luka robek (laceration), yaitu :

Arah kekerasan tegak lurus terhadap kulit sedangkan jaringan dibawah kulit
terdapat tulang misalnya kepala yang terbentur pada sisi meja. Hal ini disebut

luka retak (harus kita bedakan dengan luka iris (incissed wound).
Arah kekerasan miring (tangensial) sehingga luka robek (laceration) dan
terkelupas.

Benda yang berputar menyebabkan luka yang sirkuler misalnya gilasan mobil.
Patah tulang yang menembus kulit (5)

Gambar.14

13

Gambaran luka robek (7,8)

Contoh Deskripsi Luka Akibat Trauma Benda Tumpul


Pada pemeriksaan ditemukan luka
Jumlah

: Satu

Lokasi

: Di dahi bagian kanan, 3 sentimeter sebelah kanan dari garis tengah


tubuh dan 4 sentimeter di atas garis mendatar yang melewati kedua
matanya.

Bentuknya

: Berupa luka terbuka, tak teratur dan jika ditautkan tidak rapat

Ukurannya

: 3 sentimeter, lebar 2 sentimeter dan dalamnya 0,6 sentimeter.

Sifatnya

: Garis batas luka tak teratur, terdapat 6 buah sudut yang terdiri atas
sudut tumpul dan runcing. Tebing luka tak rata, terdiri atas jaringan
kulit dan jaringan ikat. Terdapat jembatan jaringan diantara kedua
tebing. Dasar luka berupa tulang dahi yang masih normal. Daerah di
sekitar luka tampak bengkak (menonjol) dan berwarna kebiruan.(4)

TRAUMA TAJAM
Luka yang diakibatkan oleh benda tajam dapat dibedakan dari luka yang
disebabkan oleh benda lainnya, yaitu dari keadaan sekitar luka yang tenang, tidak ada
luka lecet atau memar, tapi luka yang rata dan dari sudut-sudutnya yang runcing
seluruhnya atau hanya sebagian yang runcing serta tidak adanya jembatan jaringan.
Ada 3 jenis luka akibat kekerasan benda tajam, yaitu:
1. Luka iris/ luka sayat (incised wound)
2. Luka tusuk (stab wound)
3. Luka bacok (chop wound) (5,9)
Luka Iris/ Luka Sayat (Incissed Wound)
Luka iris / luka sayat (incissed wound) adalah luka yang lebar tetapi dangkal
akibat kekerasan benda tajam yang sejajar kulit. Ada 3 bentuk luka iris / luka sayat
(incissed wound), yaitu :

14

1. Bentuk celah yaitu luka iris / luka sayat (incissed wound) yang arah datangnya
sejajar dengan arah serat elastis / otot.
2. Bentuk menganga yaitu luka iris / luka sayat (incissed wound) yang arah datangnya
tegak lurus terhadap arah serat elastis / otot.
3. Bentuk asimetris yaitu luka iris / luka sayat (incissed wound) yang arah datangnya
miring terhadap arah serat elastis / otot.
Ada 8 ciri-ciri luka iris / luka sayat (incissed wound), yaitu :
1. Tepi dan ujung luka tajam.
2. Jembatan jaringan tidak ada.
3. Rambut terpotong.
4. Permukaan luka rata
5. Sekitar luka tidak ada luka memar (contussion) atau luka lecet (abrasion).
6. Luka tidak mengenai tulang.
7. Panjang luka lebih besar daripada dalam luka.
8. Semua senjata bermata tajam berpotensi sebagai penyebab luka iris / luka sayat
(incised wound) sehingga identifikasi alat tidak berguna.(5)

Gambar.15
Gambaran luka iris

Perbedaan Antara Luka Iris / Luka Sayat (Incissed Wound) dengan Luka Robek (5)
Luka Iris/Luka Sayat/Incissed Wound
Bentuk luka teratur
Tepi luka tajam atau rata.
Sudut luka tajam.

Luka Robek
Bentuk luka tidak teratur.
Tepi luka tidak tajam atau tidak rata
Sudut luka tidak tajam.
15

Permukaan luka rata.


Jembatan jaringan tidak ada.
Rambut terpotong.
Sekitar luka tidak memar atau tidak lecet.
Dasar luka teratur.
Lokasi luka dimana saja.

Permukaan luka tidak rata.


Jembatan jaringan ada.
Rambut tercabut
Sekitar luka memar atau lecet.
Dasar luka tidak teratur.
Lokasi luka hanya pada tempat yang ada tulang

Luka Tusuk (Stab Wound)


Luka tusuk (stab wound) adalah luka dengan kedalaman luka yang melebihi
panjang luka akibat alat yang berujung runcing dan bermata tajam atau bermata
tumpul yang terjadi dengan suatu tekanan tegak lurus atau serong pada permukaan
tubuh.(5)
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk, salah
satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar, hal tersebut dapat
menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. Atau manipulasi yang dilakukan
pada saat penusukan juga akan mempengaruhi. Beberapa pola luka yang dapat
ditemukan :
1. Tusukan masuk, yang kemudian dikeluarkan sebagian, dan kemudian ditusukkan
kembali melalui saluran yang berbeda. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai
dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan
yang lebih dalam maupun pada organ.
2. Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut,
sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan
kulit seperti ekor.
3. Tusukan masuk kemuadian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain, sehingga
saluran luka menjadi lebih luas. Luka luar yang terlihat juga lebih luas
dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan.
4. Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam
sebagai landasan, sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar
pada bagian superfisial. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata
yang digunakan.
16

5. Tusukan diputar saat masuk, keluar, maupun keduanya. Sudut luka berbentuk
ireguler dan besar. (2)
Bentuk luka tusuk (stab wound) pada kulit dan otot, yaitu :

Alat pisau dapat menimbulkan luka tusuk (stab wound) yang berbentuk celah,

menganga, atau asimetris.


Ganco / lembing dapat menimbulkan luka tusuk (stab wound) yang berbentuk

celah atau bulat.


Alat penampang segitiga atau segiempat dapat menimbulkan luka tusuk (stab wound)
yang berbentuk bintang berkaki tiga atau empat. (5)
Ada 5 ciri-ciri luka tusuk (stab wound) yang disebabkan oleh alat yang berujung
runcing dan bermata tajam, yaitu :
1. Tepi luka tajam atau rata.
2. Sudut luka tajam namun kurang tajam pada sisi tumpul.
3. Rambut terpotong pada sisi tajam.
4. Sekitar luka kadang terdapat luka memar (contussion). Ekimosis karena tusukan
sampai mengenai tangkai pisau.
5. Kedalaman luka melebihi panjang luka.(5)
Efek dari kerusakan yang telah digambarkan di atas adalah perdarahan,
pneumothoraks, emboli udara dan sebagainya. (5,10)

Gambar.16
Gambaran luka tusuk (7)

Luka Bacok (Chop Wound)


Luka bacok (chop wound) adalah luka dengan kedalaman luka kurang lebih
sama dengan panjang luka akibat kekerasan yang arahnya miring terhadap kulit. Luka

17

bacok (chop wound) adalah luka akibat alat yang berat dan bermata tajam atau agak
tumpul, akibat suatu ayunan yang disertai tenaga yang besar.
Ada 6 ciri-ciri luka bacok (chop wound), yaitu :
1.
Ukuran luka bacok (chop wound) biasanya besar.
2.
Tepi luka bacok (chop wound) tergantung pada mata senjata.
3.
Sudut luka bacok (chop wound) tergantung pada mata senjata.
4.
Hampir selalu mengakibatkan kerusakan pada tulang.
5.
Kadang-kadang memutuskan bagian tubuh yang terkena bacokan.
6.
Di sekitar luka dapat kita temukan luka memar (contussion) atau luka lecet
(abrasion) atau aberasi.(5)

Gambar.17
Gambaran luka bacok (7)

Contoh Deskripsi Luka Akibat Trauma Benda Tajam


Pada pemeriksaan ditemukan luka
Jumlah
Lokasi

: Satu
: Di dada bagian kanan atas, 10 sentimeter sebelah kanan garis tengah
tubuh dan 7 sentimeter di atas garis mendatar yang melewati puting
susu.

Bentuknya : Berupa luka tembus seperti celah dan ketika ditautkan rapat serta
membentuk garis lurus yang arahnya mendatar.

18

Ukurannya : Sebelum dirapatkan panjangnya 2,5 sentimeter, lebar 0,6 sentimeter


dan dalamnya belum dapat ditentukan pada pemeriksaan luar sebab
luka menembus dinding dada. Ketika dirapatkan panjangnya menjadi
2,7 sentimeter.
Sifatnya

: Garis batas luka bentuknya teratur dan simetris, tepinya rata serta kedua
ujungnya runcing. Tebing luka rata terdiri atas kulit, jaringan ikat,
jaringan lemak dan otot. Tidak ditemukan adanya jembatan jaringan
dan dasar luka tidak terlihat pada pemeriksaan luar. Disekitar garis
batas luka tidak ada memar.

LUKA TEMBAK
Harus selalu ada di dalam benak kita bahwa saat tembakan terjadi, dilepaskan
3 substansi berbeda dari laras senjata. Yaitu anak peluru, bubuk mesiu yang tidak
terbakar, dan gas. Deskripsi luka yang minimal untuk pasien hidup terdiri dari:
1.
lokasi luka
2.
ukuran dan bentuk defek
3.
lingkaran abrasi
4.
lipatan kulit yang utuh dan robek
5.
bubuk hitam sisa tembakan, jika ada
6.
tattoo, jika ada
7.
bagian yang ditembus/dilewati
8.
titik hitam atau tanda penyembuhan akibat bedah pengeluaran benda asing
9.

dan susunannya
penatalaksanaan luka, termasuk debridement, penjahitan, pengguntingan
rambut, pembalutan, drainase, dan operasi perluasan luka.(3)

19

Gambar.18
Gambaran luka tembak masuk dan luka tembak keluar (7)

Contoh Deskripsi Luka Tembak Masuk


Pada pemeriksaan ditemukan luka
Jumlah
Lokasi

: Satu
: Di perut bagian kanan atas, 8 sentimeter disebelah kanan dari garis
tengah tubuh dan setinggi 110 sentimeter dari tumit.

Bentuknya : Terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian luar berupa cincin lecet dan bagian
dalamnya berupa lubang. Posisi lubang terhadap cincin lecet
konsentris.
Ukurannya : Diameter cincin lecet 11 milimeter dan diameter lubang 9 milimeter.
Sifatnya

: Garis batas luar dari cincin lecet bentuknya teratur (bulat) serta tepinya
tak rata dan garis-garis lubang bentuknya juga teratur serta tepinya
tidak rata.
Tebing luka tak rata, berbentuk silinder dan terdiri atas jaringan kulit,
otot dan tulang.
Dasar cincin lecet adalah jaringan ikat, sedang dasar lubang tidak
dapat ditentukan pada pemeriksaan luar sebab menembus dinding
perut. Daerah disekitar cincin lecet terlihat memar berwarna merah
kebiruan, jelaga dan tatoase. (4)

20

LUKA BAKAR
Dry heat (burn heat / luka bakar) adalah luka bakar yang diakibatkan oleh
persentuhan tubuh dengan api atau benda panas (bukan cairan).(5)
Ada lima mekanisme timbulnya luka bakar:
1. Api: kontak dengan kobaran api
2. Luka bakar cair: kontak dengan air mendidih, uap panas, dan minyak panas.
3. Luka bakar kimia: asam akan menimbulkan panas ketika kontak dengan jaringan
organik.
4. Luka bakar listrik memiliki karakteristik yang unik, sebab sekalipun sumber
panas (listrik) berasal dari luar tubuh, kebakaran/kerusakan yang parah justru
terjadi di dalam tubuh.
5. Luka bakar kontak : kontak langsung dengan obyek panas, misalnya dengan
wajan panas atau knalpot sepeda motor. Hal ini sangat sering terjadi di Indonesia.
(11)

Luka bakar biasanya dinyatakan dengan derajat

yang ditentukan oleh

kedalaman luka bakar. Luka bakar diklasifikasi menjadi derajat 1, 2, dan 3. Kadangkadang digunakan pula istilah derajat 4 pada kulit yang hangus terbakar mirip arang.
Klasifikasi tersebut ialah :
Luka bakar derajat 1 = superficial burn. Luka bakar permukaan yang tidak terlalu
serius dan hanya mengenai lapisan kulit bagian atas. Sering kali disertai

pembentukan vesikel (gelembung berisi cairan).


Luka bakar derajat 2 = partial thickness burn (luka bakar parsial). Artinya luka
bakar mengenai sebagian dari ketebalan kulit. Luka bakar dengan kedalaman ini
sering kali disertai dengan rusaknya struktur di bawah kulit, seperti folikel
rambut, kelenjar sebaseus (minyak), atau jaringan kolagen.

Luka bakar derajat 3 = full thickness burn. Luka bakar mengenai seluruh
ketebalan kulit. Struktur di bawah kulit pun sering kali mengalami kerusakan.
Sekalipun demikian, kulit tidaklah lenyap, musnah, atau hilang, tetapi rusak.

Luka bakar derajat 4 = hitam bagai arang, nekrotik.(1,11)

21

Ada 4 reaksi lokal dari tubuh korban dry heat (burn heat / luka bakar), yaitu :
1. Eritem dengan ciri-ciri : epidermis intak, kemerahan, sembuh tanpa meninggalkan
sikatriks.
2. Vesikel, bulla & bleps dengan albumin atau NaCl tinggi.
3. Necrosis coagulativa dengan ciri-ciri : warna coklat gelap hitam dan sembuh
dengan meninggalkan sikatriks (litteken).
4. Karbonisasi (sudah menjadi arang).(5)

Gambar.19
Gambaran luka bakar (7)

Contoh Deskripsi Luka Bakar


Pada pemeriksaan ditemukan luka
Jumlah
Lokasi

: Dua buah
: Keduanya di paha sisi depan, yang satu 10 sentimeter di atas lutut dan
lainnya 17 sentimeter di atas lutut

Bentuknya : Yang letaknya 10 sentimeter di atas lututberupa luka terbuka yang


bentuknya tidak teratur dan yang lainya berupa gelembung dan tidak
teratur.
Ukurannya : Yang berupa luka terbuka panjangnya 10 sentimeter, lebar 7 sentimeter
dan dalamnya 0,6 sentimeter, sedang yang berupa gelembung
ukurannya 3x4x1 sentimeter.
Sifatnya

: Garis batas luka terbuka tidak teratur dan tepinya tidak teratur.
Tebing luka tak rata. Dasar luka jaringan ikat, tidak rata, terlihat basah
dan berwarna kemerahan.
Garis batas luka yang berupa gelembung tidak teratur.
22

Isi gelembung berupa cairan bening.


Sekitar gelembung tampak kemerah-merahan.(4)

ASPEK MEDIKOLEGAL.
Didalam melakukan pemeriksaan terhadap orang yang menderita luka akibat
kekerasan pada hakekatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan dari
permasalahan sebagai berikut :
a. Jenis luka apa yang terjadi.
b. Jenis kekerasan/senjata apakah yang menyebabkan luka.
c. Bagaimana kualifikasi luka itu.(9)
Karena deskripsi luka bersifat obyektif maka tidak boleh dikemukakan hal-hal
yang bersifat interpretatif. Jika misalnya ditemukan luka tusuk atau luka tembak
maka kata-kata luka tusuk atau luka tembak tidak boleh di utarakan. Pembuatan
Visum et Repertum cukup menyatakan ditemukan luka dan kemudian diceritakan
tentang jumlah, lokasi, bentuk, ukuran dan sifatnya.(4)
Demikian pula dengan menimbulkan perasaan nyeri, sukar sekali untuk dapat
dipastikan secara objektif, maka kewajiban dokter didalam membuat Visum Et
Repertum hanyalah menentukan secara objektif adanya luka , dan bila ada luka dokter
harus menentukan derajatnya.
1. Luka Ringan
Luka yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam menjalankan
pekerjaan jabatan atau pekerjaan mata pencahariannya.(4)
Pasal 352
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang
tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan
jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana
penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu
lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang
melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi
bawahannya.
23

(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.(12)


2. Luka sedang.
Luka yang dapat menimbulkan penyakit, atau halangan dalam menjalankan
pekerjaan jabatan/pekerjaan mata pencaharian untuk sementara waktu saja, maka
luka ini dinamakan luka derajat kedua.(4,9)
Pasal 351
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan
bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan
pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh
tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.(12)

3. Luka Berat
Apabila penganiayaan mengakibatkan luka berat, seperti yang dimaksud dalam
pasal 90 KUHP, luka tersebut dinamakan luka derajat ketiga, dengan kriteria :
a. Penyakit atau luka yang tak dapat diharapkan sembuh dengan sempurna.
b. Luka yang dapat mendatangkan bahaya maut.
c. Rintangan tetap menjalankan pekerjaan jabatan atau pekerjaan mata
d.
e.
f.
g.
h.

pencaharian.
Kehilangan salah satu panca indera.
Cacat besar atau kudung.
Mengakibatkan kelumpuhan.
Mengakibatkan gangguan daya pikir 4 minggu lamanya atau lebih.
Mengakibatkan keguguran atau matinya janin dalam kandungan. (4,9)

Pasal 90

24

Luka berat berarti:

Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh
sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut;
Tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan
pencarian;
Kehilangan salah satu pancaindera;
Mendapat cacat berat;
Menderita sakit lumpuh;
Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih;
Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. (12)

25

Anda mungkin juga menyukai