Anda di halaman 1dari 3

The Board Problem Area And Defining The Problem Statement

The Board Problem Area


Penelitian dalam area bisnis diartikan sebagai upaya sistematis dan terorganisir untuk
menyelidiki masalah spesifik yang dihadapi di lingkungan kerja. Manajer haruslah waspada dan
responsif terhadap apa yang sedang terjadi, baik di dalam organisasi maupun di lingkungan luar
organisasi agar dapat mengambil keputusan secara efektif. Sebagian besar penelitian berasal dari
keinginan untuk mendapatkan isu , hubungan, dan konflik di dalam perusahaan atau lingkungan
luar perusahaan. Dengan kata lain, penelitian biasanya dimulai dengan masalah.
Suatu masalah tidak hanya diartikan sebagai sesuatu yang tidak beres dengan situasi
saat ini dan perlu diperbaiki segera. Masalah juga bisa menunjukkan minat dalam mengatasi
masalah dimana akan menemukan jawaban atas kemungkinan untuk membantu situasi yang ada.
Problems Versus Symptoms Of Problems
Sangat penting memahami gejala masalah yang tidak didefinisikan sebagai masalah
yang sebenarnya. Misalnya, seorang manajer telah mencoba untuk meningkatkan produktifitas
dengan meningkatkan upah karyawan, akan tetapi keberhasilannya hanya sedikit. Sebenarnya
masalah yang ada mungkin moral yang rendah dan motivasi karyawan yang merasa tidak diakui
sebagai kontributor yang berharga dalam perusahaan dan mereka tidak mendapatkan pujian
untuk pekerjaan baik yang mereka lakukan. Produktifitas yang rendah mungkin hanya
merupakan gejala dari semangat dan motivasi merupakan masalah yang mendalam
How The Selection Of An Academic Perspective Will Help Us To Narrow Down Our Research
Pemilihan sudut pandang tertentu akan membantu untuk membentuk pemikiran tentang
masalah dan untuk mempersempit masalah ke topik yang layak untuk diteliti. Misalnya, literatur
pemasaran pada persepsi layanan pelanggan dapat membantu untuk menggali lebih dalam
masalah penundaan yang lama dan sering dialami oleh penumpang penerbangan.

Prelimanary Information Gathering


Nature Of Information To Be Gathered
Informasi awal didapatkan biasanya melalui introspeksi, wawancara atau berbagai
sumber informasi seperti artikel, konfrensi ataupun internet akan menolong peneliti untuk
menemukan sumber masalah dan mendefinisikan masalah secara spesifik. Meskipun sifat dari
informasi yang dibutuhkan tergantung pada suatu jenis masalah, akan tetapi terdapat dua
klasifikasi yang dapat digunakan antara lain :
1. informasi latar belakang organisasi dan lingkungannya yang merupakan faktor
kontekstual
2. Literatur- ilmu pengetahuan yang tersedia yang relevan untuk setiap penelitian
Setiap tipe informasi seperti rincian mengenai perusahaan dapat diperoleh melalui
website perusahaan atau sumber lainnya. Data dikumpulkan melalui sumber yang ada seperti
dokumen disebut data sekunder. Artinya, data sekunder adalah data yang sudah ada dan tidak
perlu dikumpulkan oleh peneliti. Sedangkan, data primer merujuk pada informasi yang
dikumpulkan oleh peneliti pertama kalinya baik melalui instrumen seperti survei, wawancara,
focus group atau observasi .
Background Information on the Organization
Penting bagi peneliti atau tim penelitian untuk mengetahui latar belakang perusahaan.
Informasi latar belakang mencangkup beberapa faktor, antara lain :
1. Asal-usul dan sejarah perusahaan kapan bisnis itu ada, dimana bisnis tersebut, tingkat
pertumbuhan, kepemilikan dan kontrol, dan sebagainya.
2. Ukuran dari segi karyawan, aset, ataupun keduanya.
3. Piagam- Tujuan dan ideologi .
4. Lokasi- regional, nasional, atau lainnya
5. Sumber Daya - manusia dan lain-lain
6. Hubungan saling terkait dengan institusi lain dan lingkungan eksternal .
7. Posisi keuangan selama lima sampai sepuluh tahun sebelumnya dan data keuangan yang
relevan

8. Informasi tentang faktor-faktor struktural (misalnya, peran dan posisi dalam organisasi
dan jumlah karyawan di setiap tingkat pekerjaan, saluran komunikasi, sistem kontrol ,
sistem alur kerja)
9. Informasi mengenai filosofi manajemen