Anda di halaman 1dari 13

PENDAMPINGAN KELUARGA KKN PPM UNUD

PERIODE TAHUN 2015

DESA /KELURAHAN

: NONGAN

KECAMATAN

: RENDANG

KABUPATEN/KOTA

: KARANGASEM

NAMA MAHASISWA

:I GUSTI NGURAH RAKA ARYAWAN

FAK/PS

: MIPA / KIMIA

NIM

: 1208105012

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN


KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

BAB I
GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN
1.1 Profil Keluarga Dampingan
Program

Pendampingan

Keluarga

(PKK)adalah

program

unggulan

yang

dikembangkan sebagai muatan lokal dalam pelaksanaan program KKN PPM di Universitas
Udayana. PPK merupakan program non-tema yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa
peserta KKN yang bersifat individu. Setiap mahasiswa peserta KKN-PPM mendampingi salah
satu keluarga yang termasuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) atau keluarga yang
tergolong kedalam keluarga pra sejahtera (Pra-KS). Kegiatan KK Dampingan yang berlokasi di
Desa Nongan, dilaksanakan pada 14 dusun yang ada di Desa Nongan diantaranya : Dusun Dinas
Segah, Dusun Dinas Manggan, Dusun Dinas Ambengan, Dusun Dinas Pande, Dusun Dinas
Bujaga, Dusun Dinas Nongan Kaler, Dusun Dinas Bucu, Dusun Dinas Bukian, Dusun Dinas
Sekar, Dusun Dinas Sigar, Dusun Dinas Tengah, Dusun Dinas Saren Kaler, Dusun Dinas Saren
Tengah dan Dusun Dinas Saren Kelod.
Pada periode KKN-PPM periode IX ini penulis mendapatkan kesempatan untuk
mendampingi keluarga dari Bapak I Gusti Nyoman Natih yang berlokasi di Dusun Dinas Sigar.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini disajikan profil keluarga dalam bentuk tabel di bawah ini :
No

Nama

1.

2.
3.
4.

Status

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Sudah

55 Tahun

Tamat

Pembuat

Suami

SLTA/Sederajat

Keranjang

Keluarga)

I Made Sudana

Menikah

Ni Ketut Pudah

Almarhum
Sudah

I Nyoman Sarkali
Ni Putu Ariani

Menikah
Belum
Menikah

Almarhum
32 Tahun

Almarhum
Tamat
SLTA/Sederajat

8 Tahun

SD

Ket
(Kepala

Bambu
Almarhum

Almarhum

Anak
Cucu

Di rumah tersebut Bapak I Gusti Nyoman Natih tinggal bersebelahan dengan adiknya
yang bernama I Gusti Ngurah Wiguna Landih yang bekerja sebagai wakil kepala dinas Bukian.
Sedangkan anaknya tinggal dibelakang rumahnya dan sudah berkeluarga. Rumah Bapak I Gusti
Nyoman Natih tergolong kecil karena berbagi dengan adiknya. Hanya memiliki 1 tempat tidur
yang tergabung dengan ruang tamu, 1 kamar mandi dan 1 dapur. Rumah tersebut merupakan

rumah sendiri yang sudah dimiliki sejak 10 tahun yang lalu dan dibangun secara gotong royong
oleh keluarga.
1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan
1.2.1 Pendapatan Keluarga
-

Sumber Penghasilan

Pendapatan keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih berasal dari hasil kerjanya sebagai
tukang bangunan dan juga sebagai pemangku. Pekerjaannya tersebut tergantung dari
adanya warga yang membangun rumah atau lainnya. Penghasilan yang didapat dari
bekerja sebagai tukang bangunan yaitu Rp. 80.000 Rp. 100.000 per hari tergantung dari
adanya pekerjaan.
1.2.2

Pengeluaran Keluarga
-

Kebutuhan Sehari-Hari

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih


memerlukan biaya sekitar Rp 50.000,00 perharinya.Untuk pengeluaran listrik dan air
sejumlah Rp 35.000,00 perbulan dengan bantuan swadaya dari keluarganya.
-

Pendidikan

Dalam hal pendidikan, keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih tidak mengeluarkan biaya
karena anaknya telah berkeluarga dan mempunyai pekerjaan.
-

Kesehatan

Dari sisi pengeluaran kesehatan, keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih telah memiliki
jaminan kesehatan yaitu JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Jadi biaya
pengeluaran kesehatan telah diminimalisir dengan menggunakan kartu JKBM. Hanya saja
untuk biaya pembelian obat tertentu, terkadang tidak sepenuhnya di tanggung dengan
menggunakan kartu JKBM.
-

Sosial
Untuk biaya sosial keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih tidak menganggarkan
secara khusus keperluan-keperluan sosial yang diperlukan seperti iuran banjar,uang untuk
duka yaitu warga sakit,mengalami kematian ataupun ngaben,uang untuk hadiah atau
sumbangan untuk warga yang memiliki hajatan atau acara pernikahan.

BAB II
IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH

2.1 Permasalahan Keluarga


Program kegiatan KK Dampingan bertujuan agar mahasiswa diharapkan mampu
mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga tersebut dan bertindak sebagai
motivator dan problem solver sehingga dapat memberikan solusi serta motivasi untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut.Identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga
dampingan diperoleh setelah beberapa kali mengadakan kunjungan ke rumah keluarga
dampingan. Penulis menggunakan metode pendekatan secara kekeluargaan dengan Bapak I Gusti
Nyoman Natih sebagai kepala keluarga dan ibu I Gusti Biang Mangku sebagai istri. Pendekatan
dilakukan melalui perbincangan tentang berbagai hal dengan Bapak I Gusti Nyoman Natih dan
istrinya, berdiskusi, mensosialisasikan program KKN, berkenalan dengan seluruh keluarga
Bapak I Gusti Nyoman Natih serta melihat-lihat keadaan tempat tinggal keluarga ini.
Dari hasil kunjungan, wawancara dan pantauan kepada keluarga Bapak I Gusti Nyoman
Natih, permasalahan keluarga yang dihadapi diantaranya permasalahan ekonomi, permasalahan
kesehatan dan permasalahan mengenai kondisi rumah yang tidak memenuhi standar.Pendapatan
Bapak I Gusti Nyoman Natih yang relative minim membuat keluarga bapak I Gusti Nyoman
Natih untuk sangat berhemat dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.
2.2 Masalah Prioritas
Masalah yang terjadi pada keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih adalah masalah
perekonomian. Masalah tersebut terjadi karena pendapatan dari Bapak I Gusti Nyoman Natih
tidak menentu sehingga sering kali tidak dapat mencukupi kehidupan keluarganya .Bapak I Gusti
Nyoman Natih sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan dan juga sebagai pemangku.
Penghasilan sehari-harinya tidak menentu karena terkadang hanya menunggu panggilan kerja.

2.2.1 Masalah Perekonomian


Permasalahan ekonomi merupakan permasalahan pokok yang dihadapi oleh keluarga
Bapak I Made Sudana. Pendapatan yang tidak seberapa yaitu Rp.80,000 Rp. 100.000 per hari
dengan kebutuhan sehari-hari yang relative banyak dan tanggungan lainnya.

2.2.2 Masalah Lingkungan


Lingkungan sekitar rumah Bapak I Gusti Nyoman Natih yang kurang bersih membuat
pandangan kurang sedap untuk dilihat. Rumah dari Bapak I Gusti Nyoman Natih bersebelahan
dengan hutan sehingga pemandangan agak menyeramkan.

BAB III
USULAN PENSOLUSIAN MASALAH
3.1 Program

Dari permasalahan yang diprioritaskan terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan selama
kegiatan KK Dampingan KKN-PPM. Kegiatan tersebut terdiri dari :
a. Memberikan saran bagi pihak keluarga

Bapak I Gusti Nyoman Natih untuk mengajak

anaknya berkumpul sehingga keharmonisan tetap terjamin walaupun tinggal bersebelahan.


b. Menyarankan

Bapak I Gusti Nyoman Natih untuk tetap menjaga kebersihan wilayah

rumahnya bersama dengan adiknya


3.2 Jadwal Kegiatan
Hari/Tanggal

Agenda

Kegiatan

10 Agustus 2014

Mencari Tempat Tinggal KK Dampingan

Berkunjung

pertama

kali

rumah

11 Agustus 2014

Perkenalan dengan KK Dampingan

dampingan
Berbincang-bincang

12 Agustus 2014

Pendataan profil KK Dampingan

Dampingan sekaligus sosialisasi program.


Berbincang-bincang dan mencatat profil

dengan

kk
KK

KK Dampingan
13 Agustus 2014

Mengidentifikasi permasalahan keluarga

14 Agustus 2014

Mengidentifikasi

15 Agustus 2014

Dampingan
Mengikuti kegiatan KK Dampingan

16 Agustus 2014

Mengidentifikasi

18 Agustus 2014

Dampingan
Mengidentifikasi masalah yang dihadapi

Dampingan
Berbincang-bincang mengenai masa lalu,

19 Agustus 2014

oleh KK Dampingan
Mengidentifikasi masalah yang dihadapi

KK Dampingan.
Berbincang-bincang mengenai masalah-

oleh KK Dampingan

masalah keluarga yang dihadapi oleh KK

20 Agustus2014

Mencari solusi untuk masalah keluarga KK

Dampingan
Membicarakan

masalah

yang

21 Agustus 2014

dampingan
Mencari solusi untuk masalah kondisi

dihadapi keluarga KK dampingan


Membicarakan mengenai solusi

yang

rumah KK dampingan

dihadapi masalah ekonomi yang di alami

23 Agustus 2014

Berkunjung ke rumah KK Dampingan

KK Dampingan
Berbincang-bincang

24 Agustus 2014

Mencari Solusi untuk masalah kebersihan

Dampingan
Membicarakan mengenai kebersihan dan

dan kesehatan rumah

kesehatan rumah dan mengajari cucu KK

Berkunjung ke rumah KK Dampingan


Berkunjung ke rumah KK Dampingan

dampingan membaca.
Membantu KK dampingan menata rumah.
Berbincang-bincang
dengan
KK

26 Agustus 2014
27 Agustus 2014

pendapatan

pengeluaran

KK

KK

Berbincang-bincang

dengan

KK

Dampingan
Berbincang-bincang

dengan

KK

Dampingan
Berbincang-bincang

dengan

KK

Dampingan
Berbincang-bincang

dengan

KK

solusi

dengan

KK

28 Agustus 2014

Berkunjung ke rumah KK Dampingan

Dampingan
Berbincang-bincang

30 Agustus 20 14

Memberikan Tanaman Obat kepada KK

Dampingan
Memberikan

Dampingan

Berbincang-bincang

Tanaman

dengan
Obat
dengan

Dampingan

BAB IV
PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA
4.1 Waktu
Pelaksanaan kegiatan KK Dampingan dilakukan penulis selama masa kegiatan KKN PPM
Universitas Udayana yaitu dari tanggal 10 Agustus 2014 hingga tanggal 30 Agustus 2014.
Penulis biasanya melakukan kunjungan di siang atau sore hari sekitar pk. 14.00 WITAselama
kurang lebih 4-5 jam.

KK
dan
KK

4.2 Lokasi
Lokasi pelaksanaan kegiatan KK Dampingan berlangsung di semua Dusun Dinas di Desa
Nongan. Untuk kesempatan kali ini, penulis mendapat kesempatan untuk mendampingi keluarga
Bapak I Gusti Nyoman Natih yang bertempat tinggal di Dusun Dinas Sigar, Desa Nongan,
Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
4.3 Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan KK Dampingan dilakukan selama kurang lebih 3 Minggu yaitu
selama berlangsungnya kegiatan KKN PPM Universitas Udayana. Penulis sebagai peserta
kegiatan KKN PPM diwajibkan untuk melakukan pendampingan terhadap KK dampingan
dengan minimal kunjungan sebanyak 15 kali. Untuk kesempatan kali ini penulis sebagai
pendamping keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih telah melakukan kunjungan dan pendekatan
sebanyak 17 kali dalam tempo waktu satu bulan masa kegiatan KKN PPM Universitas Udayana.
4.4 Kendala
Adapun kendala yang dihadapi ketika berinteraksi dengan keluarga

Bapak I Made

Sudana adalah sebagai berikut :


1. Sulitnya melakukan pertemuan pada Bapak I Gusti Nyoman Natih pada pagi hari karena
Bapak I Gusti Nyoman Natih sudah mulai melakukan aktifitasnya.

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Dari hasil pembahasan di atas, kesimpulan yang di dapat antara lain :
1. KKN PPM Universitas Udayana merupakan salah satu bentuk perwujudan pengabdian
kepada masyarakat melalui pembelajaran pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Salah satu program dalam KKN PPM ini adalah program KK Dampingan yang bertujuan
untuk membantu pemberdayaan keluarga yang didampingi.

2. Keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih adalah keluarga yang terbilang sangat sederhana.
Dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, Keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih bekerja
untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan berprofesi sebagai tukang bangunan.
3. Permasalahan yang terjadi pada keluarga

Bapak I Gusti Nyoman Natih adalah

permasalahan Ekonomi,. Permasalahan Ekonomi yang terjadi di Keluarga Bapak I I


Gusti Nyoman Natih adalah keterbatasannya dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari,
terlebih dengan penghasilannya perbulan yang sangat minim.
4. Masalah ekonomi yang dialami keluarga ini adalah pendapatan yang tidak menentu dan
tidak dapat mencukupi kehidupan sehari-hari, dimana solusi yang dapat ditawarkan
adalah dengan meminjam modal untuk membuat usaha dan membuka lahan disamping
rumahnya yang bersebelahan dengan hutan untuk membuat tempat pembibitan ikan.

5.2 Rekomendasi
Dari pengamatan yang saya dapatkan di lapangan, maka rekomendasi yang dapat saya ajukan
antara lain :
1. Hendaknya pelaksanaan kegiatan KK Dampingan dalam rangkaian kegiatan KKN PPM
ini mampu dijalankan secara berkelanjutan oleh pihak penyelenggara pada KKN
berikutnya sehingga permasalahan yang dihadapi benar-benar tuntas.
2. Keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih untuk sesegera mungkin mendapatkan bantuan
berupa dana ataupun lapangan pekerjaan yang layak dari pemerintah sehingga dapat
memperbaiki kondisi perekonomiannya.

3. Memberikan beberapa sembako seperti beras, gula, kopi, teh dan minyak untuk
kebutuhan sehari-hari walaupun yang diberikan hanya cukup untuk beberapa hari.
4. Menyarankan keluarga Bapak I Gusti Nyoman Natih untuk tetap menjaga kebersihan
sekitar rumah agar keadaan rumah tetap terjaga dengan baik kesehatannya.

LAMPIRAN DOKUMENTASI

TAMPAK DEPAN RUMAH

DAPUR

KANDANG BABI DAN KANDANG AYAM DI BELAKANG DAPUR

KAMAR MANDI