Anda di halaman 1dari 24

CARSINOMA REKTUM

Oleh :
dr. Hendra Kastiaji
Pembimbing :
dr. Muslim Sp.B KBD

CA rektum

Karsinoma rekti merupakan tumor ganas terbanyak


di antara tumor ganas saluran cerna
lebih 60% tumor kolorektal
berasal dari rektum.

Kanker rektal merupakan salah satu jenis


kanker yang tercatat sebagai penyakit yang
paling mematikan di dunia
Data di Amerika Serikat dan Inggris usia 60 - 80 thn
berisiko tiga kali lipat dari kelompok usia lainnya.

DEFINISI DAN ANATOMI


kanker
yang terjadi pada rektum.

Rektum terletak di anterior sakrum dan


coccygeus panjangnya kira kira 15 cm.

Rectosigmoid junction terletak pada


bagian akhir mesocolon sigmoid.

Karsinoma merupakan suatu proses pembelahan


sel-sel (proliferasi) yang tidak mengikuti aturan baku
proliferasi yang terdapat dalam tubuh.

ANATOMI REKTUM

Vasa rektum

Persarafan Rektum

Serabut simpatik :

Serabut parasimpatis :

pleksus mesenterikus inferior yang


berasal dari lumbal 2, 3, dan 4.
Serabut ini mengatur fungsi
emisi air mani dan ejakulasi.

berasal dari sakral 2, 3, dan 4


ereksi penis, klitoris
mengatur aliran darah ke dalam
jaringan.

ANGKA KEJADIAN
Insidensi kanker
kolorektal
di Indonesia

12,8 per 100.000


penduduk usia
dewasa

Mortalitas 9,5% dari


seluruh
kasus kanker

90% berumur lebih


dari 50 tahun.

5% pasien berusia
kurang dari 40 tahun

ETIOLOGI
Price dan Wilson (1994) etiologi masih belum
diketahui penyebabnya.
Faktor predisposisi :
Polyposis familial
Defisiensi Imunologi
Kolitis Ulseratifa
Granulomatosis
Kebiasaan makan
Masyarakat yang dietnya rendah selulosa tapi tinggi
protein hewani dan lemak, memiliki insiden yang cukup tinggi.
Burkitt (1971) : Diet rendah serat, tinggi karbohidrat refined
perubahan pada flora feces dan perubahan degradasi
garam-garam empedu bersifat karsinogenik

FAKTOR RESIKO

3.Diet
1. Idiopathic
( Inflammatory
Bowel Disease)
Ulseratif
Kolitis
b. Penyakit
Crohns

2. Faktor Genetik

a.

a. Riwayat Keluarga
b. Herediter Kanker Kolorektal
c. FAP (Familial Adenomatous Polyposis)
d. HNPCC (Hereditary Non Polyposis
Colorectal Cancer)

4.Gaya Hidup

5.Usia

MANIFESTASI KLINIK
1. Histologi
Dari 201 kasus kanker kolorektal periode 1994-2003 di RS Kanker
Dharmais (RSKD) :Tipe histopatologis yang paling sering dijumpai
adalah adenocarcinoma diferensiasi,

baik 48 (23,88%),

sedang 78 (38,80%),

buruk 45 (22,39%)],

2. Gejala Klinis

Perubahan
BAB /
darah pada
feses,

Feses lebih
kecil

Diare,
konstipasi

Keluhan tidak
nyaman pada
perut seperti
sering flatus,
kembung,
rasa penuh
pada perut atau
nyeri

Rasa letih
dan lesu
Penurunan
berat badan
yang tidak
diketahui
sebabnya
Mual
dan
muntah

Pada tahap
lanjut gejala
traktus urinarius
dan nyeri pada
daerah gluteus.

3. Metastase
Invasi ke pembuluh
darah vena

hepar

cavum peritoneum

kelenjar limfa
regional

paru-paru

kelenjar adrenal

ovarium

tulang

DIAGNOSIS DAN STAGING


1.Diagnosis
Skrining harus dimulai pada individu berusia 50
tahun dengan pilihan berikut :

FOBT atau TDS setiap 1 tahun


Sigmoidoskopi fleksibel setiap 5 tahun
Kolonoskopi setiap 10 tahun
Barium enema dengan kontras ganda setiap 5 tahun
CT colonography setiap 5 tahun
United States Preventive Services Task Force
(USPSTF) :
gFOBT, sigmoidoskopi, atau kolonoskopi dimulai saat
individu berusia 50 tahun sampai berusia 75 tahun.

Beberapa tes pada daerah rektum dan


kolon untuk mendeteksi kanker rektal :
1. Pemeriksaan CEA (Carcinoma Embrionik
Antigen) dan Uji faecal
occult blood test
(FOBT)
2. Digital rectal examination (DRE)

3. Barium Enema

5. Colonoscopy
6. Biopsi

4. Sigmoidoscopy

2. Staging
St Deskripsi
a
di
u
m

N
Stad
ium
N0

Regional lymph nodes cannot


be assesse

No evidence of primary
tumor

N1

Ti
s

Carcinoma in situ :
intraepithelial or invasion
of lamina propia

N1a

Metastases in 1 regional lymph


nodes

T
1

Tumor invades submukosa

N1b

Metastases in 2-3 regional lymph


nodes

T
2

Tumor invades muscularis


propia

T
3

Tumor invades through the


muscularis propia into
pericolorectal tissue

N1c

Tumor deposit in the subserosa,


mesentery, or nonperitonealized
pericolic or perirectal tissues
without regional nodal
metastases

N2

Metastases in >4 regional lymph


nodes

N2a

Metastases in 4-6 regional lymph


nodes

N2b

Metastases ini >7 regional lymph


nodes

Tumor penetrates to the


surface of the visceral
peritonium

T
4
b

Tumor directly invades or


is adherent to other
organs or structures

No distant
metastasis

No regional lymph nodes


metastasis

T
0

T
4
a

M
0

Metastases in 1-3 regional lymph


nodes

M
1

Distant
metastasis

M
1
a

Metastasis
confined to 1
organ or site (e.g.
Liver, lung, ovary,
nonregional)

M
1
b

Metastasis in >1
organ / site or the
peritonium

PENATALAKSANAAN

Kemoterapi
A. 5-Fluorourasil (5-FU)
B. Leucovorin / Ca-folinat
C. Capecitabine
D. Oxalipatin
E. Irinotecan

Mayo
1.
2.
3.

5FU 425mg/m2 , bolus iv 5 hr berturut-turut 1 jam setelah


LV
LV 20mg/m2 , iv setiap hari 5 hr berturut-turut
Frek.: ulang setiap 4-5 mgg

De Gramont
1.
2.
3.
4.

LV 200mg/m2 , infus 2 jam diikuti


5FU 400mg/m2 , iv bolus diikuti
5FU 600mg/m2 , infus kontinu 22 jam
Frek.: hari 1+2, ulang setiap 21 hari

Terapi Biologis
A. Bevacizumab
B. Cetuximab
C. Ziv-Aflibercept
D. Panitumumab, Regorafenib, BIBF 1120,
cediranib

PROGNOSIS
Secara keseluruhan 5-year survival rates
untuk kanker rektal adalah sebagai berikut
a.Stadium I - 72%
b.Stadium II - 54%
c.Stadium III - 39%
d.Stadium IV - 7%

TERIMAKASIH