Anda di halaman 1dari 20

A.

JUDUL
Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan
aktifitas sehari-hari di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan
Jatiasih Kota Bekasi.
B. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan
keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya gambaran distribusi frekuensi dukungan keluarga
(dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental,
dukungan penghargaan)
b. Diketahuinya hubungan dukungan emosional keluarga dengan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/
RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
c. Diketahuinya hubungan dukungan informasi keluarga dengan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/
RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
d. Diketahuinya hubungan dukungan instrumental keluarga dengan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/
RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
e. Diketahuinya hubungan dukungan penghargaan keluarga dengan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/
RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
f. Diketahuinya faktor yang memiliki pengaruh paling besar terhadap
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/
RW004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

C. KERANGKA KONSEP PENELITIAN

Variabel Independen

Variabel Dependen

1. Dukungan emosional
keluarga
2. Dukungan informasi
keluarga
3. Dukungan instrumental
keluarga
4. Dukungan penghargaan
keluarga

Kemandirian lansia dalam


pemenuhan aktifitas seharihari

D. DEFINISI OPERASIONAL

No

Variabel

Variabel Dependen
1 Kemandirian
Lansia dalam
pemenuhan
aktifitas
sehari-hari

Definis Operasional
Kemampuan yang
dimiliki oleh lansia
untuk melakukan
aktifitas sehari-hari
menurut indeks Katz
yang meliputi
mandi,berpakaian,
kekamar kecil,
berpindah,
kontinen,makan dan
minum tidak
tergantung pada orang

Alat
Ukur

Cara
Ukur

Kuesioner
mengguna
kan skala
likert

Mengisi
kuesioner

Hasil Ukur

Skala

1. Mandiri, jika Ordinal


Lansia dapat
melakukan
aktivitas
sehari-hari
secara
mandiri
tanpa
bantuan Skor
13-17

lain dalam melakukan


aktivitasnya,
semuanya dilakukan
sendiri dengan
keputusan sendiri
dalam rangka
memenuhi
kebutuhannya.

1. Ketergantun
gan, jika
lansia dalam
melakukan
aktivitas
sehari-hari
memerlukan
bantuan atau
ketergantung
an Skor 0-12

Variabel Independen
2

No

Dukungan
emosional
keluarga

Variabel

Suatu dukungan yang


diwujudkan dalam
bentuk afeksi, seperti
adanya kepercayaan,
perhatian,
memberikan
cinta,didengarkan dan
mendengarkan

Definis Operasional

Kuesioner
mengguna
kan skala
likert

Mengisi
kuesioner

Alat
Ukur

Cara
Ukur

2. Baik,
Ordinal
jika keluarga
memberikan
dukungan
emosional
nilai median
1. Kurang baik,
jika keluarga
tidak
memberikan
dukungan
emosional<
nilai median

Hasil Ukur

Skala

Variabel Independen

Dukungan
Informasi
keluarga

Suatu bentuk
dukungan yang
diberikan dengan
memberikan
nasihat,informasi
,saran dan usulan.

Kuesioner
mengguna
kan skala
likert

Mengisi
kuesioner

2. Baik,
Ordinal
jika keluarga
memberikan
dukungan
informasi
nilai median
1. Kurang baik,
jika keluarga
tidak
memberikan
dukungan
informasi <
nilai median

Dukungan
Instrumental
keluarga

Merupakan dukungan
yang diberikan oleh
keluarga berupa
pertolongan praktis
dan konkrit seperti
bantuan dan pelayanan
langsung dalam
membantu lansia
dalam menyediakan
makanan,penyediaan
sarana,transportasi,
mempertahankan
kegiatan rumah
tangga,dukungan
material.

Kuesioner
mengguna
kan skala
likert

Mengisi
kuesioner

2. Baik,
Ordinal
jika keluarga
memberikan
dukungan
instrumental
nilai
median
1. Kurang baik,
jika keluarga
tidak
memberikan
dukungan
instrumental
<nilai
median

Alat
Ukur

Cara
Ukur

No

Variabel

Definis Operasional

Hasil Ukur

Skala

Variabel Independen

Dukungan
Penghargaan
keluarga

Dukungan yang
berupa bimbingan
umpan balik untuk
memberikan support,
perhatian,dan
memberikan reward
serta menengahi
dalam menyelesaikan
masalah.

Kuesioner
mengguna
kan skala
likert

Mengisi
kuesioner

2. Baik,
Ordinal
Jika keluarga
memberikan
dukungan
penghargaan
nilai
median
1. Kurang baik,
jika keluarga
tidak
memberikan
dukungan
penghargaan
<nilai
median

E. HIPOTESIS PENELITIAN
1) Ada hubungan dukungan emosional keluarga dengan kemandirian lansia
dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/ RW 004 Kelurahan
Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
2) Ada hubungan dukungan informasi keluarga dengan kemandirian lansia
dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/ RW 004 Kelurahan
Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
3) Ada hubungan dukungan instrumental keluarga dengan kemandirian lansia
dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/ RW 004 Kelurahan
Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
4) Ada hubungan dukungan penghargaan keluarga dengan kemandirian lansia
dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT 003/ RW 004 Kelurahan
Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
F. METODOLOGI PENELITIAN
1. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan
kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemandirian lansia
dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari dan hubungannya dengan dukungan

keluarga

(dukungan

emosional,

dukungan

informasi,

dukungan

instrumental, dan dukungan penghargaan) yang akan dilakukan dengan


desain cross-sectional yaitu suatu desain penelitian yang mengukur atau
mengobservasi sekaligus variabel-variabelnya pada satu rentang waktu
yang sama, dan tiap subjek hanya diukur atau diamati satu kali saja.
2. Tempat dan Waktu Penelitian
a. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juni 2015

3. Populasi dan Sampel


a. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berusia diatas
60 tahun keatas yang tinggal bersama keluarga di RT 003/ RW 004
Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi yang berjumlah
55 orang Lansia
b. Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan total sampling, yaitu
semua populasi dijadikan sampel, jumlah sampel dalam penelitian ini
adalah 55 responden Lansia yang tinggal bersama keluarga
4. Instrumen Penelitian
Intrumen penelitian adalah kuesioner terstruktur yang telah dikembangkan
dengan mengadopsi dari berbagai penelitian yang serupa yang sudah
pernah digunakan.
5. Teknik menjaring Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang
diperoleh dengan melakukan wawancara tatap muka menggunakan
kuesioner langsung dengan responden.
6. Pengolahan data

Pengolahan data dimulai pada saat pengumpulan data telah selesai. Daftar
pernyataan yang telah diisi dikumpulkan dan dilakukan prosedur analisa
data, meliputi :

a. Editing, yaitu untuk melakukan pengecekan pengisian kuesioner apakah


jawaban yang ada dalam kuesioner lengkap, jelas, relevan dan konsisten.
b. Coding, yaitu kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data
berbentuk angka atau bilangan.
c. Processing, yaitu pemprosesan data yang diawali dengan menginput
data pada program komputer.
d. Cleaning, yaitu membersihkan data yang merupakan kegiatan
pengecekan kembali data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau
tidak.
7. Analisis Data
a. Analisis Univariat
Analisis univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari penelitian untuk
melihat distribusi dengan melihat prosentase masing-masing (Hastono,
2001). Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi
frekuensi variabel independen yang terdiri (dukungan emosional
keluarga, dukungan informasi, dukungan instrumental, dan dukungan
penghargaan) dan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas seharihari sebagai variabel dependennya.
b. Analisis Bivariat
Analisa Bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan dua variabel
yaitu variabel independen (dukungan emosional keluarga, dukungan

informasi, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan) dan


variabel dependen (kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas
sehari-hari), adapun uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square,
karena variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) pada
penelitian ini merupakan data katagorik, dengan batas kemaknaan alfa
0,05 dengan uji ini dapat diketahui kemaknaan hubungan antara variabel
independen dan dependen. Kemudian juga dilihat Odd Ratio (OR).
Variabel Independen

Variabel Dependen

Dukungan emosional

Kemandirian lansia

keluarga

dalam pemenuhan

Dukungan

informasi

aktifitas sehari-hari
kemandirian lansia

keluarga

dalam pemenuhan

Dukungan

aktifitas sehari-hari
kemandirian lansia

instrumental keluarga

dalam pemenuhan

Dukungan

aktifitas sehari-hari
kemandirian lansia

penghargaan keluarga

dalam pemenuhan

Uji statistik
Kai-Kuadrat (2)

Kai-Kuadrat (2)

Kai-Kuadrat (2)

Kai-Kuadrat (2)

aktifitas sehari-hari
c. Analisis multivariate
Analisa multivariat bertujuan untuk melihat hubungan beberapa variabel
independen dengan satu atau beberapa variabel dependen, umumnya
satu variabel dependen (Hastono, 2011). Uji statistik yang digunakan
pada analisa ini menggunakan uji statistik regresi logistik berganda
dikarenakan variabel dependen dan independen merupakan data yang
bersifat kategorik. Analisis multivariat dilakukan dengan berbagai
langkah pembuatan model. Dalam pemodelan multivariat, akan

dilakukan analisis secara bersama-sama antara variabel independen yaitu


(dukungan

emosional

keluarga,

dukungan

informasi,

dukungan

instrumental, dan dukungan penghargaan) dihubungkan dengan variabel


dependen kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
yaitu . Langkah-langkah dalam pemodelan dalam regresi logistik ganda
adalah sebagai berikut :
1) Seleksi analisis bivariat antara variabel dependen dan independen.
Jika hasil uji bivariat mempunyai p value 0,25 maka variabel
tersebut dimasukkan kedalam analisis multivariat. Bila p value >
0,25 dan secara substansi dianggap penting, bisa saja dianalisis
dengan multivariate.
2) Memasukkan variabel yang dianggap penting kedalam model.
Caranya dengan mempertahankan variabel yang mempunyai p
value 0,05 dan mengeluarkan variabel yang p value > 0,05 yang
dilakukan secara bertahap dimulai dari variabel yang mempunyai p
value terbesar.

KUESIONER

Dukungan Keluarga

Keterangan :
STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
N
O
1

3
4

5
6

7
8
9

S : Setuju
SS : Sangat Setuju

Dukungan emosional keluarga

STS

TS

SS

Keluarga sangat memperhatikan kebersihan


diri dan penampilan diri lansia (menyisir
rambut, mencuci rambut, menggosok gigi,
mencukur kumis)
Keluarga mempercayai lansia untuk
melakukan kegiatan rumah tangga seperti
merapikan tempat tidur ,mencuci pakaian,
memasak dan membersihkan ruangan sesuai
dengan kemampuan
Keluarga menyempatkan waktu untuk
mendengarkan keluhan-keluhan lansia seperti
tidak bisa mengontrol BAB dan BAK
Jika lansia sakit keluarga menyiapkan obat
dan membantu lansia untuk minum obat
sesuai dengan aturan
Dukungan Informasi keluarga
Jika lansia sakit keluarga menyarankan lansia
untuk menggunakan fasilitas pelayanan
kesehatan seperti puskesmas dan Rumah sakit
Keluarga memberikan usulan kepada lansia
untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan
keagamaan, sosial, rekreasi, olahraga, dan
menyalurkan hobi
Keluarga menasihati lansia apabila lansia
tidak mau melaksanakan ibadah sesuai
dengan kepercayaan yang di anut
Keluaga memberitahu kepada lansia untuk
BAB dan BAK di WC
Dukungan Instrumental keluarga
Keluarga menyiapkan makanan yang

10

10

N
O
11
12
13
14
15
16

disesuaikan dengan kebutuhan lansia


Keluarga mendukung Lansia untuk
menggunakan sarana transportasi jika
bepergian jauh
Dukungan Instrumental keluarga

STS

TS

SS

Keluarga melibatkan lansia dalam melakukan


pekerjaan rumah tangga sesuai kemampuan
lansia
Keluarga menyediakan biaya untuk belanja
memenuhi kebutuhan lansia dan keluarga
Dukungan penghargaan keluarga
Keluarga memberikan pujian kepada lansia
ketika lansia mandiri dalam merawat diri
Keluarga memberikan support kepada lansia
untuk melakukan kegiatan aktifitas seharihari secara mandiri
Keluarga menerima lansia apa adanya apabila
lansia tidak mampu melakukan aktifitas
sehari-hari
Keluarga melarang lansia melakukan aktifitas
sehari-hari yang membahayakan lansia

KUESIONER :Kemampuan aktifitas sehari-hari pada lansia menurut


Indeks Katz (dijawab oleh lansia)
Petunjuk Pengisian:
Beri tanda check list () pada kolom jawaban yang saudara/i pilih
Ya
No.
Aktifitas
Nilai (1)
1
Saya mandi di kamar mandi (menggosok,
membersihkan, dan mengeringkan badan)
tanpa bantuan keluarga
2
Saya menyiapkan pakaian, membuka, dan
menggunakannya tanpa bantuan keluarga
3
Saya memakan makanan yang telah disiapkan
tanpa bantuan keluarga
4
Saya memelihara kebersihan diri untuk
penampilan diri (menyisir rambut, mencuci
rambut, mengosok gigi, mencukur kumis)
tanpa bantuan keluarga
5
Saya buang air besar di WC (membersihkan
dan mengeringkn daerah bokong) tanpa
bantuan keluarga
6
Saya dapat mengontrol pengeluaran feses

Tidak
(Nilai 0)

11

7
8

(tinja) secara mandiri


Saya buang air kecil di kamar mandi
(membersihkan dan mengeringkan daerah
kemaluan) tanpa bantuan keluarga
Saya dapat mengontrol pengeluaran air kemih
secara mandiri

No.

Aktifitas

Saya berjalan di lingkungan tempat tinggal


atau ke luar ruangan tanpa alat bantu, seperti
tongkat
Saya menjalankan agama sesuai agama dan
kepercayaan yang dianut.
Saya melakukan pekerjaan rumah, seperti:
merapikan tempat tidur, mencuci pakaian,
memasak, dan membersihkan ruangan tanpa
bantuan keluarga
Saya berbelanja untuk kebutuhan sendiri atau
kebutuhan keluarga.
Saya mengelola keuangan (menyimpan dan
menggunakan uang sendiri).
Saya mengguanakan sarana transfortasi
umum untuk berpergian.
Saya menyiapkan obat dan minum obat sesuai
dengan aturan (takaran obat dan waktu
minum obat tepat) tanpa bantuan keluarga
Saya
merencanakan
dan
mengambil
keputusan untuk kepentingan keluarga dalam
hal penggunakan uang, aktivitas sosial yang
dilakukan dan kebutuhan akan pelayanan
kesehatan.
Saya melakukan aktivitas di waktu luang
(kegiatan keagamaan, sosial, rekreasi, olah
raga dan menyalurkan hobi.

10
11

12
13
14
15
16

17

Ya
Nilai (1)

Tidak
(Nilai 0)

Jumlah Skor

12

G. INTERPRETASI HASIL PENGOLAHAN SPSS


1. Analisis Univariat
a. Variabel Dependen
Tabel 5.1
Distribusi responden berdasarkan kemandirian lansia dalam pemenuhan
aktifitas sehari-hari di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Kemandirian lansia
Ketergantungan
Mandiri
Total

Jumlah
30
25
55

Persentase (%)
54,5
45,5
100

Pada tabel 5.1 diatas dapat dilihat bahwa dari 55 responden sebagian besar
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari ketergantungan
sebanyak 30 responden (54,5%)
b. Variabel Independen
Tabel 5.2
Distribusi responden berdasarkan dukungan emosional keluarga
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Dukungan emosional keluarga
Kurang baik
Baik
Total

Jumlah
34
21
55

Persentase (%)
61,8
38,2
100

Pada tabel 5.2 diatas dapat dilihat bahwa dari 55 responden sebagian besar
dukungan emosional keluarga kurang baik sebanyak 34 responden (61,8%)

13

Tabel 5.3
Distribusi responden berdasarkan dukungan informasi keluarga
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Dukungan informasi keluarga
Kurang baik
Baik
Total

Jumlah
28
27
55

Persentase (%)
50,9
49,1
100

Pada tabel 5.3 diatas dapat dilihat bahwa dari 55 responden sebagian besar
dukungan informasi keluarga kurang baik sebanyak 28 responden (50,9%)

Tabel 5.4
Distribusi responden berdasarkan dukungan instrumental keluarga
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Dukungan instrumental keluarga
Kurang baik
Baik
Total

Jumlah
40
15
55

Persentase (%)
72,7
27,3
100

Pada tabel 5.4 diatas dapat dilihat bahwa dari 55 responden sebagian besar
dukungan instrumental keluarga kurang baik sebanyak 40 responden (72,7%)

Tabel 5.5
Distribusi responden berdasarkan dukungan penghargaan keluarga
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Dukungan penghargaan keluarga
Kurang baik
Baik
Total

Jumlah
34
21
55

Persentase (%)
61,8
38,2
100

14

Pada tabel 5.5 diatas dapat dilihat bahwa dari 55 responden sebagian besar
dukungan penghargaan keluarga kurang baik sebanyak 34 responden (61,8%)
2. Analisis Bivariat

Tabel 5.6
Distribusi responden menurut dukungan emosional keluarga dan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Variabel
Independen

Dukungan
emosional
keluarga:
Kurang baik
Baik
Jumlah

Kemandirian lansia dalam


pemenuhan aktifitas seharihari
ketergantunga
mandiri
n
n
%
N
%

Total

23

67,6

11

32,4

34

100

7
30

33,3
60

14
25

66,7
50

21
55

100
100

OR
95% CI

P
value

4,182
1,314-13,304

0,028

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 5.6 diperoleh bahwa kemandirian lansia dalam
pemenuhan aktifitas sehari-hari ketergantungan lebih banyak pada dukungan emosional
keluarga yang kurang baik yaitu sebesar 23 responden (67,6%). Dengan uji chi square
menunjukan P value = 0,028 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan
emosional keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di
RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Hasil analisis juga
diperoleh nilai OR (Odd Ratio) = 4,182 (95% CI.1,314-13,304) artinya lansia yang
mendapatkan dukungan emosional keluarga kurang baik akan berpeluang untuk
ketergantungan dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari sebesar 4,182 kali dibandingkan
dengan lansia yang mendapatkan dukungan emosional keluarga baik.

15

Tabel 5.7
Distribusi responden menurut dukungan informasi keluarga dan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Variabel
Independen

Dukungan
informasi keluarga:
Kurang baik
Baik
Jumlah

Kemandirian lansia dalam


pemenuhan aktifitas seharihari
ketergantunga
mandiri
n
n
%
N
%

Total

25

89,3

10,7

28

100

5
30

18,5
60

22
25

81,5
50

27
55

100
100

OR
95% CI

P
value

36,667
7,847171,338

0,000

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 5.7 diperoleh bahwa kemandirian lansia dalam
pemenuhan aktifitas sehari-hari ketergantungan lebih banyak pada dukungan informasi
keluarga yang kurang baik yaitu sebesar 25 responden (89,3%). Dengan uji chi square
menunjukan P value = 0,000 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan
informasi keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di RT
003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Hasil analisis juga
diperoleh nilai OR (Odd Ratio) = 36,667 (95% CI.7,847-171,338) artinya lansia yang
mendapatkan dukungan informasi keluarga kurang baik akan berpeluang untuk
ketergantungan dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari sebesar 36,667 kali dibandingkan
dengan lansia yang mendapatkan dukungan informasi keluarga baik.

16

Tabel 5.8
Distribusi responden menurut dukungan instrumental keluarga dan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Variabel
Independen

Dukungan
instrumental
keluarga:
Kurang baik
Baik
Jumlah

Kemandirian lansia dalam


pemenuhan aktifitas seharihari
ketergantunga
mandiri
n
n
%
N
%

Total

26

65,0

14

35,0

40

100

4
30

26,7
60

11
25

73,3
50

15
55

100
100

OR
95% CI

P
value

5,107
1,370-19,041

0,025

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 5.8 diperoleh bahwa kemandirian lansia dalam
pemenuhan aktifitas sehari-hari ketergantungan lebih banyak pada dukungan instrumental
keluarga yang kurang baik yaitu sebesar 26 responden (65,0%). Dengan uji chi square
menunjukan P value = 0,025 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan
instrumental keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di
RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Hasil analisis juga
diperoleh nilai OR (Odd Ratio) = 5,107 (95% CI.1,370-19,041) artinya lansia yang
mendapatkan dukungan instrumental keluarga kurang baik akan berpeluang untuk
ketergantungan dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari sebesar 5,107 kali dibandingkan
dengan lansia yang mendapatkan dukungan instrumental keluarga baik.

17

Tabel 5.9
Distribusi responden menurut dukungan penghargaan keluarga dan
kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
di RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur
Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi
Tahun 2015
Variabel
Independen

Dukungan
penghargaan
keluarga:
Kurang baik
Baik
Jumlah

Kemandirian lansia dalam


pemenuhan aktifitas seharihari
ketergantunga
mandiri
n
n
%
N
%

Total

24

70,6

10

29,4

34

100

6
30

28,6
60

15
25

71,4
50

21
55

100
100

OR
95% CI

P
value

6,000
1,807-19,925

0,006

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 5.9 diperoleh bahwa kemandirian lansia dalam
pemenuhan aktifitas sehari-hari ketergantungan lebih banyak pada dukungan penghargaan
keluarga yang kurang baik yaitu sebesar 24 responden (70,6%). Dengan uji chi square
menunjukan P value = 0,006 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara dukungan
penghargaan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari di
RT 003/ RW 004 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Hasil analisis juga
diperoleh nilai OR (Odd Ratio) = 6,000 (95% CI.1,807-19,925) artinya lansia yang
mendapatkan dukungan penghargaan keluarga kurang baik akan berpeluang untuk
ketergantungan dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari sebesar 6,000 kali dibandingkan
dengan lansia yang mendapatkan dukungan penghargaan keluarga baik.

18

3. Analisis Multivariat
Tabel 5.10
Model Awal Uji Regresi Logistik
Variabel
Dukungan informasi
Dukungan penghargaan
Dukungan emosional
Dukungan instrumental

P value

Exp. (B)

0,001
0,046
0,451
0,707

46,452
15,469
2,368
1,566

95% CI
Lower
Upper
4,548
474,490
1,043
229,331
0,251
22,308
0,151
16,273

Dari tabel diatas terlihat ada 2 variabel independen yang memiliki P value >
(0,05) yaitu variabel dukungan emosional dan dukungan instrumental
Untuk itu variabel yang memiliki P value > 0,05 satu persatu dikeluarkan
dari model dimulai dari variabel dengan P value terbesar, kemudian
dilakukan analisis yang sama kembali. Hasil analisis akhir menghasilkan
model regresi logistik sebagai berikut :
Tabel 5.11
Model Akhir Uji Regresi Logistik
Variabel
Dukungan informasi
Dukungan penghargaan

P value

Exp. (B)

0,000
0,018

68,947
14,540

95% CI
Lower
Upper
7,745
613,762
1,584
133,492

Dari tabel 5.11 diatas terlihat bahwa semua variabel yang terdapat di dalam
model adalah variabel dengan P value < (0,05). Maka model diatas
dinyatakan sebagai model terakhir dalam uji regresi logistik dan variabel
yang memiliki nilai Exp. (B) terbesar dinyatakan sebagai variabel yang
memiliki pengaruh terbesar yakni variabel dukungan informasi yang
memiliki nilai Exp. (B) sebesar 68,947, dengan demikian variabel dukungan
informasi adalah variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap
variabel dependen kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari
dan dapat dinyatakan faktor dukungan informasi memiliki pengaruh 68,947
kali terhadap kemandirian lansia dalam pemenuhan aktifitas sehari-hari.

19

20