Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MORFOLOGI TUMBUHAN

DESKRIPSI TANAMAN
Jasminum sambac (L.) Ait.

Disusun oleh :
DEVY CANDRAWATI
4411414018
BIOLOGI

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

KLASIFIKASI
Taksonomi tumbuhan melati (Jasminum sambac (L.) Ait.) diklasifikasikan sebagai
berikut :
Kingdom
Divisi
Subdivisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae
: Spermatophyta
: Angiospermae
: Dicotyledonae
: Oleales
: Oleaceae
: Jasminum
: Jasminum sambac (L.) Ait.

DESKRIPSI
Melati putih (Jasminum sambac (L.) Ait.) adalah spesies melati yang berasal
dari Asia selatan seperti Myanmar, Filipina, India, dan Sri Lanka. Penyebarannya
hingga ke Indonesia.. Melati merupakan tanaman hias yang menjadi lambang
pesona bunga Indonesia, berbunga putih mungil dengan aroma khas yang memberi
kesan romantis. Tanaman melati bisa tumbuh dari mulai dataran rendah sampai
ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Mahkota bunga bervariasi dari
tunggal hingga yang bersusun seperti bunga mawar kecil. Warna bunga umumnya
putih, namun beberapa spesies ada yang berwarna kuning (J. bignoniaceum, J.
fruticans, J. humile, J.humile revolutum, J. mesnyi, J. nudiflorum, J. primulinum),
merah atau pink seperti J. besianum, Forest and Diels, maupun waktu kuncup pink
atau merah muda, namun sesudah mekar berwarna putih seperti pada J.
grandiflorum, Linn. Tanamannya tumbuh agak merambat berupa perdu, batangnya
lemah.Daunnya sempit dan kecil, majemuk bersirip ganjil, bertekstur halus dan
berwama hijau terang. Bunganya kecil memanjang dengan warna merah tua atau
merah gambir pada waktu kuncup dan menjadi putih sesudah mekar. Bunganya
dipetik untuk bahan pewangi teh.

MORFOLOGI

DAUN
Golongan daun
Bagian terlebar

: Daun tidak lengkap (daun bertangkai)


: Di pangkal helaian daun

Circumscriptio
(bulat telur)

: Pangkal daunnya tidak bertoreh berbentuk Ovatus

Apex folii
: Acuminatus (meruncing), kedua tepi daun di kanan kiri
ibu tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan titik pertemuan kedua tepi
daunnya lebih tinggi dari bentuk runcing. Ujung daun nampak sempit dan
panjang, dan meruncing.
Basis folii
bulat telur.

Rotundatus (membulat), pangkat daun dengan bentuk

Nervatio
: Penninervis (menyirip), daun ini mempunyai satu ibu
tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai
daun. Dari ibu tangkai ini kesamping keluar tulang-tulang cabang, sehingga
susunannya seperti tulang ikan.
Margo folii

: Integer (rata)

Intervenium
: Papyraceus (seperti kertas) tipis tetapi cukup tegar,
apabila di sobek mengeluarkan bunyi.
Warna daun

: Hijau tua

Permukaan

o Atas

: Laevis nitidus (licin mengkilap)

o Bawah

: rugosus (berkerut)

Nama lengkap
: Daun majemuk menyirip (pinnatus), daun majemuk
yang anak daunnya terdapat di kanan dan kiri ibu tangkai daun
tersusun seperti sirip pada ikan.
Filotaksis daun
: Folia decussata, yaitu dengan setiap buku batang
terdapat dua lembar daun yang berhadapan.

BATANG

Jenis batang
Bentuk batang

: Berkayu (lignosus)
: Teres (bulat)

: Berambut (Pilosus) sedikit berbulu halus dan

Permukaan
jarang.
Arah tumbuh batang

Tipe percabangan

: Dikotom (Menggarpu)

: Erectus (tegak lurus)

Arah tumbuh cabang

: Patens (condong ke atas)

Umur
meter.

: Perenial (menahun), dengan tinggi kurang dari 5

AKAR

Sistem perakaran : Radix primaria (akar tunggang), jika akar lembaga


tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar
yang lebih kecil.
Bentuk akar
: Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh
lurus ke bawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang- cabangnya
bercabang lagi, sehingga dapat memberi kekuatan lebih besar kepada
batang, dan juga daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat
menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak. Berbentuk seperti akar
banir tetapi lebih besar dan menggembung. Modifikasi akar ini berguna untuk
memperkokoh tegaknya pohon.

BUNGA
Jenis tumbuhan
:
Berdasarkan jumlahnya merupakan planta
multiflora (tumbuhan berbunga banyak).
Jenis bunga
:
o Berdasarkan letak bunga
daun)

: Flos axillaris (bunga pada ketiak

o Berdasarkan persebaran bunga : Bunga majemuk (Inflorescentia)


Jenis bunga majemuk
:
Inflorescentia cymosa (bunga majemuk
berbatas), bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan
suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas.
Bersifat dichasial yaitu dari ibu tangkainya keluar dua cabang yang
berhadapan.
Bentuk bunga
: Anak payung menggarpu (Dichasium), pada
ujung ibu tangkai terdapat satu bunga. Dibawahnya terdapat dua cabang
yang sama panjang, masing-masing mendukung satu bunga yang terdapat
pada ujung ibu tangkainya.
Warna

Rumus bunga

Keterangan :

Putih
* K0 C7 A2 G1

Bunga berkelamin ganda / bunga banci (flos hermaproditus), simetri bunga


actinomorf, tidak memiliki kelopak, memiliki 7 daun mahkota tidak berlekatan
berlapis-lapis ini akan berbentuk datar. Bunga Jasminum sambac punya
androecium (alat kelamin jantan) ditandai dengan adanya stamen yang terdiri
dari kepala sari, tangkai sari, kotak sari, dan serbuk sari dan juga mempunyai
alat kelamin betina (gynaecium) yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik
dan bakal buah. Posisi stamen berada dalam rongga tangkai bunga, tidak
terlalu terlihat dan untuk mengamatinya harus membelah bunganya terlebih
dahulu. Posisi kepala putik lebih pendek dibandingkan kepala sarinya. Bunga
ini dapat mekar selama 2 hari kemudian mahkotanya berubah warna menjadi
ungu kebiru-biruan.

BUAH DAN BIJI


Buah melati termasuk ke dalam buah buni karena buah berdaging yang
terbentuk dari bakal buah (ovarium) tunggal. Secara morfologi, semua lapisan
pembungkusnya (perikarp) lunak: lapisan terluar (eksokarp atau epikarp) tipis dan
lunak, lapisan dalamnya (mesokarp dan endokarp kerap tidak dapat dibedakan)
tebal, lunak, dan berair. Biji atau kumpulan biji (biasanya relatif kecil) berkumpul
lepas di dalam ruang dalam, seringkali biji memiliki salut biji sangat lunak yang mirip
lendir (secara teknis disebut pulp) buah yang masak berwarna hitam mengkilat,
panjang lk 1 cm, berlekuk dan berbiji dua, atau karena kegagalan berbiji satu dan
tidak berlekuk.