Anda di halaman 1dari 3

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Menurut WHO Report on Global Tobacco Epidemic 2008, merokok
merupakan salah satu pencetus penyakit penyebab kematian yang bisa dicegah di
dunia. Data menunjukkan kematian akibat tembakau pada abad ke-20 telah
mencapai angka sebanyak 100 juta orang secara global dan 5,4 juta populasi dunia
meninggal akibat produk tembakau pada tahun 2008, melebihi total kematian
yang disebabkan oleh tuberculosis, HIV (human immunodeficiency virus)/AIDS
(acquired immune deficiency syndrome) dan malaria.1
Kebiasaan merokok di Indonesia dan di berbagai Negara berkembang
lainnya memang cukup luas, dan bahkan ada kecenderungan bertambah dari
waktu ke waktu.1 Dari data Survei Nasional tahun 2004 menyatakan sebanyak
63,2% laki-laki dan 4,4% perempuan di Indonesia merupakan perokok. Jika
digabung jumlah perokok laki-laki dan perempuan, maka sebanyak 30% (
60.000.000 orang) penduduk Indonesia adalah perokok. Kebiasaan itu
mengakibatkan terjadinya 80%-90% kematian akibat kanker paru, 75% kematian
akibat bronchitis, 40% kematian akibat kanker kandung kemih dan 25% kematian
akibat penyakit jantung iskemik serta 18% kematian pada stroke.2
Pada rokok terdapat berbagai zat kimia, salah satunya adalah Carbon
Monoksida (CO). CO akan berikatan dengan hemoglobin sehingga mengurangi
daya angkut bagi oksigen. Hal itu menyebabkan sedikit demi sedikit dengan
lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan nafas dan pembuluh
darah. Supaya tubuh kita sehat maka ikatan oksigen dan hemoglobin harus lebih
banyak agar dapat meningkatkan kemampuan aerobik.
Olahraga secara umum mempengaruhi fungsi sistem pernafasan, sirkulasi,
neuromuskular

dan

endokrin.3

Pengaruh

yang

ditimbulkan

cenderung

meningkatkan fungsi sistem dan meningkatkan kesehatan.4 Pada sistem sirkulasi


salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan parameter hematologis,

perubahan ini meliputi peningkatan leukosit dan eritrosit.5 Peningkatan komponen


hematologis ini (eritrosit) berkaitan erat dengan peningkatan hemoglobin darah,
kadar hemoglobin darah meningkat sebagai mekanisme kompensasi terhadap
keadaan kekurangan oksigen akibat aktivitas fisik yang meningkat.6
Melihat efek yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok maka penulis
bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin
pada mahasiswa yang perokok dan tidak perokok sebelum dan sesudah melakukan
treadmill di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara tahun 2014.
1.2.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kadar hemoglobin
sebelum dan sesudah melakukan treadmill pada mahasiswa yang merokok di
Fakultas Kedokteran UISU Stambuk 2012.

1.3.

Hipotesa
Hipotesa penelitian ini adalah adanya peningkatan kadar hemoglobin sesudah
melakukan treadmill pada perokok dibandingkan dengan yang tidak perokok pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU tahun 2012.

1.4.5.

Tujuan Penelitian

1.4.1.Tujuan Umum
Tujuan umum pada penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan kadar
hemoglobin sebelum dan sesudah melakukan treadmill antara perokok dan tidak
perokok pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU tahun 2012

1.4.1.

Tujuan Khusus

Tujuan khusus pada penelitian ini adalah mengetahui besarnya perubahan kadar
hemoglobin pada mahasiswa merokok dengan yang tidak merokok.

1.5.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah


1. Bagi peneliti, Manfaat penelitian bagi peneliti adalah untuk menambah
wawasan tentang perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah
melakukan treadmill antara perokok dan tidak perokok.
2. Bagi responden, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait
perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah melakukan treadmill antara
perokok dan tidak perokok.
3. Bagi fakultas, Menambah penelitian yang sudah ada khususnya terkait pada

perubahan kadar hemoglobin.


4. Bagi masyarakat, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi

kepada masyarakat tentang pengaruh rokok terhadap perubahan kadar


hemoglobin saat melakukan aktivitas fisik.