Anda di halaman 1dari 67

BAB I

INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG

A.

UMUM
1.

LINGKUP
PEKERJAAN

1.1
1.2
1.3

1.4

PPKm menentukan nama paket pekerjaan yang dituangkan


dalam data lelang dan diumumkan secara luas melalui media
internet.
Penyedia jasa harus memilih paket pekerjaan berdasarkan
IUJK sesuai dengan bidang sub bidang yang telah ditentukan
dalam data lelang.
Pemenang lelang wajib menyelesaikan pekerjaan dalam
jangka waktu yang ditentukan dalam data lelang dan syaratsyarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis
dan biaya sesuai kontrak.
Lingkup pekerjaan yang dilelangkan sesuai dengan
ketentuan dalam data lelang.

2.

SUMBER DANA

3.

PERSYARATAN
PESERTA LELANG

3.1 Pelelangan ini dapat diikuti oleh semua penyedia jasa


Pelaksana Konstruksi (Pemborong) dari luar propinsi /
kabupaten / kota yang memenuhi persyaratan pelelangan
Umum.
3.2 Peserta Lelang adalah suatu Badan Usaha Bidang Jasa
Konstruksi yang terdaftar di LPJKN dan memiliki IUJK yang
masih berlaku dari Pemerintah Kota / Kabupaten domisili
peserta lelang dengan bidang, sub bidang dan kualifikasi
sesuai dengan data lelang yang SKK dan SKP-nya
memenuhi syarat untuk pelaksanaan pekerjaan ini.
3.3 Peserta lelang harus mengutamakan penggunaan bahan,
peralatan, dan jasa produksi dalam negeri.
3.4 Peserta lelang harus mengupload dokumen penawaran sesuai
persyaratan yang ditentukan.
3.5 Penyedia jasa yang ditunjuk oleh PPKm untuk melaksanakan
layanan jasa konsultansi perencanaan atau pengawasan
pekerjaan atau yang berafiliasi dengan peserta lelang tidak
diperkenankan menjadi peserta lelang.

4.

KUALIFIKASI
PESERTA LELANG

4.1 Dalam hal pelelangan dilakukan dengan pasca kualifikasi, form


isian kualifikasi diupload bersamaan dengan dokumen
penawaran.
4.2 Dalam hal pelelangan dilakukan dengan prakualifikasi, form
isian kualifikasi diupload pada waktu pemasukan dokumen
prakualifikasi
4.3 Persyaratan kualifikasi peserta lelang tercantum dalam form
isian kualifikasi.

5.

BIAYA
PENAWARAN

Semua biaya yang dikeluarkan oleh penyedia jasa untuk mengikuti


pelelangan menjadi beban penyedia jasa dan tidak mendapat
penggantian dari PPKm.

6.

PENJELASAN
LELANG (Aanwijzing)

6.1 Gugus Tugas Pengadaan memberikan penjelasan mengenai


dokumen lelang (Aanwijzing) pada waktu dan tempat sesuai
ketentuan dalam data lelang.
6.2 Dalam acara penjelasan dokumen lelang, dijelaskan mengenai:
a. Metoda penyelenggaraan pelelangan;
b. Cara penyampaian penawaran (satu sampul atau dua
sampul atau dua tahap);
c. Dokumen yang harus dipenuhi dalam dokumen
penawaran;

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2010.

d.
e.
f.
g.
h.

Acara pembukaan dokumen penawaran;


Metoda evaluasi;
Hal-hal yang menggugurkan penawaran;
Jenis kontrak yang akan digunakan;
Ketentuan dan cara evaluasi berkenaan dengan
preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri;
i. Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan
kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil;
j. Besaran, masa berlaku dan penjamin yang dapat
mengeluarkan jaminan penawaran.
6.3 Pertanyaan dari peserta lelang, jawaban dari Unit Layanan
Pengadaan dalam hal ini Gugus Tugas Pengadaan, serta
keterangan lain termasuk perubahannya, dituangkan dalam
Berita Acara Penjelasan (BAP) yang telah disetujui oleh
GTPdan
PPKm
melalui
portal
e-Procurement
(www.surabayaeproc.or.id) paling lambat 4 (empat) hari
kerja setelahpenjelasan pekerjaan (aanwijzing).
6.4 Peserta lelang yang tidak hadir pada saat penjelasan dokumen
lelang dapat mengajukan pertanyaan melalui portal eProcurement sesuai waktu dalam data lelang.
6.5 Dalam acara penjelasan lelang, diumumkan nilai total harga
perkiraan sendiri (HPS), Rincian HPS tidak boleh dibuka dan
bersifat rahasia.
6.6 Peserta lelang yang tidak hadir pada saat penjelasan dokumen
lelang
tidak
dapat
dijadikan
dasar
untuk
menolak/menggugurkan penawarannya.
7.

PENINJAUAN
LAPANGAN

B. DOKUMEN LELANG
8.
ISI DOKUMEN
LELANG

7.1 Bila dipandang perlu, Gugus Tugas Pengadaan dapat


memberikan penjelasan lanjutan dengan melakukan
peninjauan lapangan.
7.2 Peserta lelang dengan risiko dan biaya sendiri dianjurkan untuk
meninjau lapangan pekerjaan dengan saksama untuk
memperoleh data dan informasi yang diperlukan guna
menyiapkan penawaran.
Dokumen lelang terdiri dari:
BAB I
Instruksi Kepada Peserta Lelang;
BAB II
Data Lelang;
BAB III
Syarat-Syarat Umum Kontrak;
BAB IV
Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
BAB V
Spesifikasi Teknis;
BAB VI
Gambar-Gambar;
BAB VII Daftar Kuantitas, Analisa Harga Satuan dan Metoda
Pelaksanaan

9.

KLARIFIKASI
DOKUMEN LELANG

9.1 Klarifikasi dokumen lelang dilakukan pada saat Penjelasan


Pekerjaan (Aanwijziing) yang jadwal dan tempatnya
ditentukan oleh Gugus Tugas Pengadaan.
9.2 Gugus Tugas Pengadaan tidak akan menanggapi permohonan
klarifikasi yang diterima di portal eprocurement yang diajukan
peserta lelang diluar waktu yang ditentukan dalam data
lelang.

10.

ADDENDUM
DOKUMEN LELANG

10.1 Jika terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting


yang perlu ditampung dalam Penjelasan pekerjaan, maka
Gugus Tugas Pengadaan akan mengubah ketentuan
dokumen lelang dengan menerbitkan addendum.
10.2 Addendum dokumen lelang menjadi bagian tak terpisahkan
dari dokumen lelang yang telah disetujui oleh GTP dan PPKm
melalui portal e-procurement bersamaan dengan Berita Acara
Penjelasan Pekerjaan (BAP) atau paling lambat 4 (empat)
hari kerja setelah penjelasan pekerjaan (aanwijzing).

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

10.3 Addendum yang dikeluarkan dapat di download dari portaleProcurement.


C. PENYIAPAN PENAWARAN
11.
BAHASA
PENAWARAN
12.
DOKUMEN
PENAWARAN

Semua dokumen penawaran harus menggunakan Bahasa


Indonesia.
Dokumen penawaran terdiri dari:
a.
Surat penawaran yang diupload melalui
SePS client yang telah ditandatangani dengan tanda tangan
digital;.
b.
Lampiran Surat Penawaran dapat dilihat
pada Bab II Dokumen Lelang
13.1 Harga penawaran adalah harga yang tercantum dalam surat
penawaran berdasarkan jumlah rincian dalam daftar
kuantitas dan harga.
13.2 Peserta lelang harus mengisi harga satuan dan jumlah harga
untuk semua mata pembayaran dalam Daftar Kuantitas dan
Harga. Apabila harga satuan dicantumkan nol/tidak diisi
untuk mata pembayaran tertentu, maka dianggap sudah
termasuk dalam harga satuan mata pembayaran yang lain
dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan.
13.3 Semua pajak dan retribusi yang harus dibayar oleh penyedia
jasa dalam pelaksanaan kontrak, serta pengeluaran lainnya
sudah termasuk dalam harga penawaran.
13.4 Harga satuan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan
Harga adalah tetap.

13.

HARGA
PENAWARAN

14.

MATA UANG
PENAWARAN DAN
CARA PENAWARAN

14.1 Harga satuan dasar, harga satuan pekerjaan, jumlah harga


penawaran dan pembayarannya harus menggunakan mata
uang Rupiah.
14.2 Cara pembayaran dilakukan sesuai ketentuan dalam data
lelang

15.

MASA
BERLAKUNYA
PENAWARAN

15.1 Masa berlakunya penawaran adalah sesuai ketentuan dalam


data lelang.
15.2 Dalam keadaan khusus, sebelum akhir masa berlakunya
penawaran, Gugus Tugas Pengadaan dapat meminta
kepada peserta lelang secara tertulis untuk memperpanjang
masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu
tertentu.
15.3 Peserta lelang dapat :
a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah
penawaran, tetapi diminta memperpanjang masa
berlakunya jaminan penawaran untuk jangka waktu
tertentu dan menyampaikan pernyataan perpanjangan
masa berlakunya penawaran dan perpanjangan jaminan
penawaran kepada Gugus Tugas Pengadaan;
b. Menolak permintaan tersebut secara tertulis agar
jaminan penawarannya tidak disita dan tidak dikenakan
sanksi.

16.

JAMINAN
PENAWARAN

16.1 Peserta lelang harus menyediakan jaminan penawaran dalam


mata uang Rupiah dengan nominal sebesar 3% (tiga
persen) dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS). Nilai dan
masa berlakunya sesuai ketentuan dalam data lelang.
16.2 Jaminan Penawaran ditujukan sesuai ketentuan dalam data
lelang.
16.3 Jaminan penawaran harus diterbitkan oleh bank umum (tidak
termasuk bank perkreditan rakyat) atau oleh perusahaan
asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian
(surety bond) yang mempunyai dukungan reasuransi
sebagaimana yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
16.4 Jaminan Penawaran bilamana dikeluarkan oleh Perusahaan

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Asuransi, harus merujuk pada berita acara kesepakatan


antara Pemerintah Kota dengan Asosiasi Asuransi.
16.5 Penawaran harus dilampiri dengan jaminan penawaran yang
diterbitkan oleh Bank atau Perusahaan Asuransi yang
berlaku di Pemerintah Kota Surabaya, hal ini mengacu
kepada Berita Acara Kesepakatan antara Pemerintah Kota
Surabaya dan Asosiasi Asuransi, dengan substansi format
jaminan penawaran harus sesuai dengan ketentuan didalam
dokumen pengadaan. Bilamana ketentuan dimaksud diatas
tidak sesuai maka penawaran dinyatakangugur administrasi.
16.6 Jaminan penawaran dari Kerja Sama Operasi (KSO) harus
ditulis atas nama semua anggota KSO.
16.7 Jaminan penawaran dari peserta lelang yang tidak menang
dikembalikan segera setelah penetapan pemenang lelang.
16.8 Masa berlaku Surat Jaminan Penawaran sesuai ketentuan
dalam data lelang.
16.9 Nama penawar sama dengan nama yang tercantum dalam
Jaminan Penawaran dengan nilai tidak kurang dari yang
dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/
Jasa.
16.10 Paket pekerjaan yang dijaminkan sama dengan paket
pekerjaan yang dilelang
16.11 Jaminan penawaran dari pemenang lelang dikembalikan
segera setelah pemenang lelang menanda tangani perjanjian
dan menyerahkan jaminan pelaksanaan.
16.12 Jaminan penawaran akan disita apabila:
a.
Peserta lelang menarik penawarannya
selama masa berlakunya penawaran; atau
b.
Peserta lelang menolak koreksi aritmatik
atas harga penawarannya (Jika menggunakan koreksi
aritmatik); atau
c.
Pemenang lelang mengundurkan diri; atau
d.
Pemenang lelang dalam batas waktu yang
ditentukan gagal:
1) Menyerahkan jaminan pelaksanaan; atau
2) Menandatangani surat perjanjian.
17.

DOKUMEN
PENAWARAN

17.1 Peserta lelang harus mengupload dokumen penawaran sesuai


dengan ketentuan dokumen lelang;
17.2 Dokumen penawaran asli dan rekaman harus ditandatangani
oleh orang yang berhak atas nama badan usaha peserta
lelang sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya, akta
pendirian cabang dan perubahannya atau perjanjian KSO.

D. PEMASUKKAN PENAWARAN
18.1 Penyampaian dokumen penawaran dalam pelaksanaan proses
18.
PENYAMPAIAN
pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya
DOKUMEN
dengan sistem eProcurement dilakukan melalui SePS client
PENAWARAN SAMPUL
dengan menggunakan IKP;
ELEKTRONIK
18.2 Sampul penawaran menggunakan sampul elektronik (suatu
paket data yang telah dienkripsi untuk dikirim secara
elektronik) yang diupload sebagai dokumen penawaran
melalui SePS client;
18.3 Penyampaian dokumen penawaran menggunakan sistem satu
sampul.
18.4 Penyampaian dokumen penawaran dalam sampul elektronik
yang terdiri dari pemenuhan persyaratan administrasi, teknis,
penawaran harga dan data kualifikasi yang diupload sebagai
dokumen penawaran melalui SePS client;
19.

BATAS AKHIR
WAKTU PEMASUKAN
PENAWARAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

19.1 Penyampaian dokumen penawaran dilakukan oleh penyedia


barang/jasa paling lambat 1 (satu) jam sebelum pembukaan
sampul penawaran sebagaimana jadwal yang telah
ditentukan pada portal eProcurement;

19.2 Gugus Tugas Pengadaan dapat mengundurkan batas akhir


waktu pemasukan penawaran dengan mencantumkan hal
tersebut dalam addendum dokumen lelang.
20.

PERUBAHAN
DOKUMEN
PENAWARAN

20.1 Peserta lelang dapat melakukan perubahan dokumen


penawaran paling lambat 1 (satu) jam sebelum pembukaan
sampul penawaran;
20.2 Perubahan terakhir terhadap dokumen penawaran harus
diupload melalui SePS client;

E. PEMBUKAAN PENAWARAN DAN EVALUASI


21.1 Gugus Tugas Pengadaan membuka dokumen penawaran di
21.
PEMBUKAAN
hadapan peserta lelang, pada waktu dan tempat sesuai
PENAWARAN
ketentuan dalam data lelang.
21.2 Gugus Tugas Pengadaan tidak akan membuka penawaran
melalui SePS client, jika jumlah penyedia barang/jasa yang
memasukkan dokumen penawaran melalui SePS client
kurang dari 3 (tiga). Selanjutnya pelelangan tidak dapat
diteruskan dan akan dilakukan pelelangan ulang dengan
mengumumkan kembali dan mengundang peserta lelang
yang baru.
21.3 Gugus Tugas Pengadaan meminta kesediaan sekurang
kurangnya dua wakil peserta lelang yang hadir sebagai
saksi. Apabila tidakterdapat saksi dari peserta pelelangan,
Gugus Tugas Pengadaan menunda pembukaan dokumen
penawaran sekurang-kurangnya dua jam. Setelah sampai
waktu yang telah ditentukan wakil peserta lelang tetap tidak
ada yang hadir, Gugus Tugas Pengadaan menghubungi
perwakilan dari peserta lelang untuk bertindak sebagai saksi
dengan menyetujui Berita Acara Pembukaan Penawaran.
21.4 Gugus Tugas Pengadaan memeriksa, menunjukkan dan
membacakan dihadapan para peserta pelelangan mengenai
dokumen penawaran yang terdiri dari :
(a) Surat penawaran yang menyebutkan masa berlaku
penawaran
(b) Jaminan penawaran
(c) Daftar kuantitas dan harga
21.5 Gugus Tugas Pengadaan harus membuat berita acara
pembukaan penawaran (BAPP).
22.

KERAHASIAAN
PROSES

22.1 Proses evaluasi dokumen penawaran bersifat rahasia dan


dilaksanakan oleh Gugus Tugas Pengadaan secara
independen.
22.2 Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi,
klarifikasi, konfirmasi dan usulan calon pemenang lelang
tidak boleh diberitahukan kepada peserta lelang atau orang
lain yang tidak berkepentingan.
22.3 Setiap usaha peserta lelang untuk mencampuri proses
evaluasi dokumen penawaran atau keputusan pemenang
akan
mengakibatkan
ditolaknya
penawaran
yang
bersangkutan.

23.

KLARIFIKASI
DAN KONFIRMASI
PENAWARAN

23.1 Untuk menunjang penelitian dan evaluasi dokumen


penawaran, Gugus Tugas Pengadaan dapat melakukan
klarifikasi. Peserta lelang harus memberikan tanggapan atas
klarifikasi. Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan
harga penawaran. Klarifikasi dan tanggapan atas klarifikasi
harus dilakukan secara tertulis.
23.2 Terhadap hal-hal yang diperlukan, Gugus Tugas Pengadaan
dapat melakukan konfirmasi kepada peserta lelang dan
instansi terkait.

24.
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

PEMERIKSAAN

24.1 Penawaran yang memenuhi syarat administrasi adalah yang

PENAWARAN DAN
PENAWARAN YANG
MEMENUHI SYARAT

memenuhi persyaratan sebagai berikut:


a)
Syarat-syarat yang diminta
berdasarkan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa
dipenuhi/ dilengkapi dan isi setiap dokumen benar serta
dapat
dipastikan
bahwa
dokumen
penawaran
ditandatangani oleh orang yang berwenang;
b)
Dokumen penawaran yang
masuk menunjukkan adanya persaingan yang sehat,
tidak terjadi pengaturan bersama (kolusi) di antara para
peserta dan/atau dengan panitia/pejabat pengadaan
yang dapat merugikan negara dan/atau peserta lainnya;
24.2 Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang
memenuhi syarat administrasi, tanpa adanya penyimpangan
yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.
Penawaran
dengan
penyimpangan
yang
bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah:
a. Jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal
yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup,
kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan;
b. Substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen
lelang;
c. Persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen lelang
yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat
dan/atau tidak adil di antara peserta lelang yang
memenuhi syarat.
24.3 Apabila penawaran tidak memenuhi ketentuan dokumen
lelang, akan ditolak oleh Gugus Tugas Pengadaan dan tidak
dapat diperbaiki (post bidding) sehingga menjadi memenuhi
syarat.

25.

KOREKSI
ARITMATIKA
(jika
menggunakan
koreksi aritmatik
dan jika tidak
menggunakan
koreksi aritmatik
pasal 27 ini
dihapus)

25.1 Koreksi aritmatik dapat dilakukan sebelum evaluasi dokumen


penawaran, sebagai berikut:
a. Kesalahan kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan kuantitas
yang tercantum dalam dokumen lelang.
b. Koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan harga
dilakukan terhadap perkalian antara kuantitas dengan
harga satuan beserta penjumlahannya, sebagai berikut:
1) Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas
dan harga tidak boleh dikoreksi;
2) Apabila terdapat kesalahan hasil pengalian antara
kuantitas dengan harga satuan dan penjumlahan,
maka dilakukan pembetulan dan yang mengikat
adalah hasil koreksi;
3) Mata pembayaran yang tidak diberi harga satuan
dianggap sudah termasuk dalam harga satuan mata
pembayaran yang lain, dan harga satuan dalam
daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong;
4) Hasil koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan
harga tersebut harus diberitahukan kepada penawar
dalam waktu secepatnya.
c. Apabila terdapat perbedaan antara harga satuan pada
daftar kuantitas dan harga, dengan harga satuan pada
analisa harga satuan yang bersangkutan, maka yang
mengikat adalah harga satuan pada daftar kuantitas dan
harga.
25.2 Bila penawar tidak dapat menerima jumlah penawaran hasil
koreksi aritmatik, maka penawarannya ditolak dan jaminan
penawarannya disita.

26.

MATA UANG
UNTUK EVALUASI
PENAWARAN

Penawaran akan dievaluasi berdasarkan mata uang Rupiah.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

27.

EVALUASI
PENAWARAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

27.1 Gugus Tugas Pengadaan hanya akan mengevaluasi


penawaran yang memenuhi syarat.
27.2 Metoda evaluasi penawaran dilakukan sesuai dengan
ketentuan dalam data lelang.
27.3 Urutan pelaksanaan evaluasi penawaran adalah sebagai
berikut :
a. Evaluasi administrasi
Evaluasi administrasi meliputi:
1) Surat penawaran;
a.
Surat penawaran harus ditandatangani
dengan tanda tangan digital oleh Direktur
perusahaan atau penerima kuasa yang tercantum
dalam akte pendirian atau perubahannya, atau
kepala cabang perusahaan yang diangkat kantor
pusat, atau Pejabat yang menurut perjanjian
kerjasama.
b.
Surat
Penawaran
ditujukan
sesuai
ketentuan dalam data lelang.
c.
Jangka waktu berlakunya surat penawaran
tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam
dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
d.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang
ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang
ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa.
e.
Surat penawaran diupload melalui SePS
client yang telah ditandatangani dengan tanda
tangan digital;
f.
Harga penawaran adalah harga yang
tercantum dalam surat penawaran harga / SPH
berdasarkan jumlah rincian Daftar Kuantitas dan
Harga untuk seluruh item pekerjaan.
2) Surat jaminan penawaran;
a. Diterbitkan oleh bank pemerintah, bank umum
(tidak termasuk bank perkreditan rakyat) atau
oleh perusahaan asuransi yang mempunyai
program asuransi kerugian (surety bond) yang
mempunyai dukungan reasuransi sebagaimana
persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri
Keuangan.
b. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang
dari jangka waktu yang ditetapkan dalam
dokumen pemilihan penyedia barang/jasa.
c. Nama peserta lelang sama dengan nama yang
tercantum dalam surat jaminan penawaran.
d. Besar jaminan penawaran tidak kurang dari nilai
nominal yang ditetapkan dalam dokumen
pemilihan penyedia barang/jasa.
e. Besar jaminan penawaran dicantumkan dalam
angka dan huruf.
f. Nama pengguna barang/jasa yang menerima
jaminan penawaran sama dengan nama
pengguna
barang/jasa
yang
mengadakan
pelelangan.
g. Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket
pekerjaan yang dilelang.
h. Isi surat jaminan penawaran harus sesuai dengan
ketentuan dalam dokumen pemilihan penyedia
barang/jasa.
Apabila ada hal-hal yang kurang jelas dan/atau
meragukan dalam surat jaminan penawaran
perludiklarifikasi dengan pihak yang terkait tanpa
mengubah substansi dari jaminan penawaran.

3)

Daftar kuantitas dan harga;


Daftar kuantitas dan harga satuan setiap jenis
pekerjaan untuk harga satuan diisi lengkap. Jika
harga satuan-nya nol atau tidak ditulis dilakukan
klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap
dilaksanakan, dianggap termasuk dalam harga
satuan pekerjaan lainnya.
4) Analisis harga satuan pekerjaan utama;
Analisa pekerjaan utama harus disampaikan dengan
lengkap sesuai yang ditentukan dalam dokumen
pemilihan penyedia barang/jasa.
5) Bukti tanda terima penyampaian Surat Pajak
Tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) tahun
terakhir dan Surat Setoran Pajak (SSP) PPh pasal
29.
6) Kerja sama operasi (bila ada);
b. Evaluasi Teknis
1. Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran yang
dinyatakan memenuhi persyaratan/ lulus administrasi;
2. Evaluasi Teknis dilakukan terhadap kelengkapan,
keabsahan dan kebenaran dari Dokumen Teknis,
yang terdiri dari :
a.
Metode Pelaksanaan sesuai pekerjaan
yang ditawarkan secara substansif;
b.
Spesifikasi Teknis memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam Dokumen Lelang;
c.
Jadwal waktu pelaksanaan kemajuan fisik
pekerjaan per-minggu (dengan Kurva-S) tidak
melebihi jangka waktu yang ditetapkan, dilengkapi
dengan :
a)
Analisa Kegiatan masingmasing Harga Satuan Pokok Kegiatan
b)
Grafik balok/ barchart
dilengkapi dengan kebutuhan volume untuk:
(1)
Tenaga kerja;
(2)
Material;
(3)
Peralatan yang
digunakan,
d.
Personil inti yang ditempatkan secara
penuh sesuai dengan persyaratan yang
ditentukan pada dokumen pemilihan penyedia
barang/ jasa serta posisinya dalam manajemen
pelaksanaan
pekerjaan
sesuai
organisasi
pelaksanaan pekerjaan yang diajukan; masingmasing personil dilampiri :
a) Data Pengalaman yang ditanda tangani oleh
yang bersangkutan dan Direktur perusahaan
yang mengajukan;
b) Ijazah,
c) Sertifikat Keahlian/ Ketrampilan sesuai
dengan bidang dan atau sub bidang (sesuai
data lelang) yang masih berlaku;
d) KTP yang masih berlaku.
e.
Daftar peralatan yang digunakan, harus
sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam
Dokumen Lelang, Jenis, Kapasitas, Komposisi
dan Jumlah;
f.
Surat Pernyataan Mengikuti Lelang Sampai
Akhir Proses Pelelangan.
3. Metode Pelaksanaan
Penjelasan Metode Pelaksanaan diuraikan secara
sistematis sesuai spesifikasi teknis yang disyaratkan
pada Dokumen Pengadaan (Bab 2 : Data Lelang,
huruf D. Syarat-syarat ketentuan Dokumen Teknis
Pasal 9 : Metode Pelaksanaan),
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

4. Spesifikasi Teknis
Penjelasan mutu/ kualitas bahan, komposisi
campuran dan persyaratan lain seperti disyaratkan
pada Dokumen Pengadaan (Bab 2 : Data Lelang,
huruf D. Syarat-syarat ketentuan Dokumen Teknis
Pasal 10), disampaikan secara lengkap dan benar.
5. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal waktu pelaksanaan kemajuan fisik pekerjaan
perminggu (dengan Kurva-S) tidak melebihi jangka
waktu yang ditetapkan, dilengkapi dengan :
a) Analisa Kegiatan
Analisa kegiatan merupakan suatu perhitungan
yang menguraikan kebutuhan peralatan, material,
dan tenaga kerja yang akan digunakan terhadap
semua unsur kegiatan sesuai target rencana yang
kemudian dituangkan dalam bentuk grafik balok/
barchart sesuai waktu yang dibutuhkan.
b) Grafik balok/ barchart
Merupakan uraian suatu kegiatan berbentuk
grafik balok/ barchart dan menggambarkan bobot
yang ingin dicapai pada setiap minggu sesuai
perhitungan dari analisa kegiatan.
Penggambaran grafik balok/ barchart untuk
kebutuhan pelaksanaan, meliputi :
(1) Grafik balok/ Barchart untuk kebutuhan
tenaga kerja;
(2) Grafik balok/ Barchart untuk kebutuhan
material;
(3) Grafik balok/ Barchart untuk kebutuhan
peralatan yang digunakan.
6. Personil Inti Yang Ditempatkan
a)
Untuk usaha kecil
(1) Personil inti yang ditempatkan secara penuh
sesuai persyaratan yang ditentukan pada
dokumen pemilihan penyedia barang/ jasa
serta
posisinya
dalam
manajemen
pelaksanaan pekerjaan sesuai organisasi
pelaksanaan pek. yang diajukan; masingmasing personil dilampiri :
1) Data Pengalaman yang ditanda tangani
oleh yang bersangkutan dan Direktur
perusahaan yang mengajukan;
2) Ijazah,
3) Sertifikat Keahlian/ Ketrampilan sesuai
dengan bidang dan atau sub bidang
(sesuai data lelang) yang masih berlaku;
4) KTP yang masih berlaku.
(2) Personil inti yang ditempatkan untuk
melaksanakan pekerjaan yang dilelang
sekurang-kurangnya :
Tenaga STM Sipil 2 orang dan tenaga
Administrasi 2 orang, atau
Tenaga S-1 Sipil / sesuai bidang yang
dibutuhkan
1 orang dan
tenaga
Administrasi 2 orang
Personil Inti harus memiliki Sertifikat
Keahlian Tenaga Ahli (SKA) atau Sertifikat
Keahlian Tenaga Terampil (SKT).
(3) SKA yang disyaratkan hanya untuk keahlian
jasa konstruksi seperti ahli teknik jalan, ahli
teknik bendungan, ahli teknik sanitasi, ahli
teknik bangunan. Keahlian yang bukan jasa
konstruksi seperti ahli hukum, ahli ekonomi,
dan lain-lain, tidak dipersyaratkan mempunyai
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

SKA.
(4) SKT yang
disyaratkan
hanya
untuk
ketrampilan jasa konstruksi seperti juru ukur,
juru gambar, teknisi laboratorium. Untuk
keterampilan yang bukan jasa konstruksi
tidak dipersyaratkan mempunyai SKT.
b)
Untuk usaha Non - Kecil
(1) Personil inti yang ditempatkan secara penuh
sesuai persyaratan yang ditentukan pada
dokumen pemilihan penyedia barang/ jasa
serta
posisinya
dalam
manajemen
pelaksanaan pekerjaan sesuai organisasi
pelaksanaan pekerjaan yang diajukan;
masing-masing personil dilampiri :
1) Data Pengalaman yang ditanda tangani
oleh yang bersangkutan dan Direktur
perusahaan yang mengajukan;
2) Ijazah,
3) Sertifikat Keahlian/ Ketrampilan sesuai
dengan bidang dan atau sub bidang
(sesuai data lelang) yang masih berlaku;
4) KTP yang masih berlaku.
(2) Personil inti minimal yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan yang dilelang ;
Komposisi dan Kriteria Minimum dari Kemampuan
Personil
Jenis
Persyaratan minimum untuk pengalaman
tahun
Pekerjaan
Jabatan
NP
SP
SW
SKA/SKT
General
Superitende
1
3
3
SKA
nt *)
Structure
Arsitektur
1
2
2
SKT
Engineer
Material/
Quality
1
2
2
Engineer
Catatan :
*) GS : Setara dengan Kepala Proyek atau Site Manager yang
bertanggungjawab
penuh
terhadap
manajemen
pelaksanaan proyek.
NP
: Jumlah personil minimum
SP
: Persyaratan minimum pengalaman pada jabatan yang
sama
SW
: Persyaratan minimum pengalaman pada pekerjaan yang
sama (tahun)
(3) Tenaga ahli dan tenaga terampil yang
disediakan oleh penyedia jasa harus memiliki
SKA atau SKT;
7. Daftar Peralatan yang digunakan
Memuat tentang kebutuhan peralatan yang sesuai
dipersyaratkan Dokumen Lelang, jumlah, jenis dan
kapasitas peralatan yang akan digunakan untuk
pelaksanaan pekerjaan.
8. 8. Surat Pernyataan Mengikuti Lelang Sampai Akhir
Proses Pelelangan.
9. Memenuhi syarat teknis lainnya yang ditetapkan
dalam dokumen pemilihan penyedia barang/ jasa;
10. Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi
sebagaimana yang dipersyaratkan pada pasal 29.2
s/d pasal 29.10 diatas dinyatakan GUGUR.
11. Tidak dapat menggugurkan teknis berdasarkan
analisa harga satuan;
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

10

12. Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang


kurang jelas atau meragukan, gugus tugas
pengadaan melakukan klarifikasi dengan pihak
penawar;
Dokumen Penawaran yang lulus Evaluasi Teknis, akan
dilanjutkan ke Evaluasi Kewajaran Harga
c) Evaluasi kewajaran harga
1. Evaluasi kewajaran harga hanya dilakukan
terhadap penawaran yang dinyatakan lulus/
memenuhi persyaratan administrasi dan teknis ;
2. Unsur-unsur yang diteliti dan dinilai dalam
evaluasi kewajaran harga adalah :
1) Total harga penawaran terhadap pagu
anggaran;
(a) Apabila total harga penawaran melebihi
pagu anggaran dinyatakan GUGUR;
(b) Apabila semua harga penawaran diatas
pagu anggaran, dilakukan lelang ulang;
2) Unsur-unsur yang mempengaruhi substansi/
lingkup/ kualitas pekerjaan untuk kontrak
harga satuan, apabila mata pembayaran
utama dibawah persyaratan/ spesifikasi yang
ditentukan
dalam
dokumen
pemilihan
penyedia
barang/
jasa
dan
akan
mempengaruhi substansi/ kualitas pekerjaan,
maka penawaran dinyatakan GUGUR;
3) Harga satuan timpang yang nilainya lebih
besar dari 110% (seratus sepuluh persen)
dari HPS dilakukan klarifikasi. Apabila setelah
dilakukan klarifikasi ternyata harga satuan
tersebut timpang, maka harga satuan
timpang hanya berlaku untuk volume sesuai
dengan dokumen pemilihan penyedia barang/
jasa;
4) Mata pembayaran yang harga satuannya nol
atau tidak ditulis, dilakukan klarifikasi dan
kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan,
dianggap termasuk dalam harga satuan
pekerjaan lainnya;
5) Untuk kontrak lumpsum atau kontrak harga
satuan yang harga satuannya ditulis dalam
angka dan huruf, apabila terdapat perbedaan
antara penulisan nilai dalam angka dan huruf
maka nilai penawaran yang diakui adalah
nilai dalam tulisan huruf;
6) Memperhitungkan preferensi harga atas
penggunaan produksi dalam negeri;
7) Evaluasi kewajaran Harga, harga dianggap
tidak wajar jika :
a. mata pembayaran utama yang ditawar
rendah
tersebut
mengakibatkan
persyaratan/ spesifikasi teknis yang
ditentukan dalam dokumen pemilihan
penyedia barang atau jasa tidak terpenuhi
(mempengaruhi kualitas pekerjaan)
b. harga satuan penawaran untuk upah
pekerja dibawah upah minimum regional
(UMR yang berlaku).
c.Setelah dilakukan klarifikasi peserta lelang
menyatakan tidak mampu melaksanakan
pekerjaan sesuai dokumen pemilihan
penyedia barang /jasa.
F. PEMENANG LELANG
28.
KRITERIA
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

PPKm akan menetapkan pemenang lelang dari peserta lelang yang

11

PEMENANG

harga penawarannya terendah responsif dan memenuhi syarat


sesuai ketentuan dokumen lelang serta memenuhi syarat
kualifikasi.

29.

PENILAIAN
KUALIFIKASI

30.

HAK PPKM
UNTUK MENERIMA DAN
MENOLAK PENAWARAN

31.

PENUNJUKAN
PENYEDIA JASA

Untuk pelelangan umum dengan pasca kualifikasi, terhadap 3 (tiga)


penawaran terendah yang memenuhi persyaratan dilakukan
pembuktian kualifikasi (sesuai Keppres 80 tahun 2003 beserta
perubahannya).
PPKm mempunyai hak untuk menerima atau menolak salah satu
atau semua penawaran dan membatalkan proses lelang setiap saat
sebelum penetapan pemenang lelang, tanpa tuntutan dari peserta
lelang yang bersangkutan dan tanpa kewajiban memberikan alasan
apapun kepada peserta lelang, apabila dipandang seluruh
penawaran tidak menunjukkan adanya persaingan yang sehat,
terjadi pengaturan bersama (kolusi), dan tidak cukup tanggap
terhadap dokumen lelang.
31.1 Sebelum PPKm menunjuk penyedia jasa, Gugus Tugas
Pengadaan mengumumkan pemenang lelang. Peserta
lelang yang berkeberatan atas hasil penetapan pemenang
lelang tersebut dapat mengajukan sanggahan.
31.2 Sebelum akhir masa berlakunya penawaran yang ditetapkan
PPKm, PPKm mengeluarkan surat penunjukan penyedia
jasa (SPPBJ) yang menjadi bagian dokumen kontrak.

32.

JAMINAN
PELAKSANAAN

32.1 Dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja


setelah diterbitkannya SPPBJ, penyedia jasa harus
menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada PPKm dengan
nilai dan waktu sesuai ketentuan dalam data lelang.
32.2 Jaminan pelaksanaan yang diserahkan penyedia barang/jasa
harus dikeluarkan oleh bank umum diluar Bank Perkreditan
Rakyat (BPR).
32.3 Apabila penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pemenang lelang
tidak menyerahkan jaminan pelaksanaan selama 14 (empat
belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ, maka
penyedia jasa dinyatakan batal sebagai pemenang lelang
dan disita jaminan penawarannya serta dikenakan sanksi
sesuai ketentuan yang berlaku.
32.4 Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya
sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan 14
(empat belas) hari setelah tanggal masa pemeliharaan
berakhir berdasarkan kontrak. Jaminan Pelaksanaan
ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen sesuai
ketentuan dalam data lelang.

33.

PENANDATANGA
NAN KONTRAK

Penandatanganan kontrak dilakukan selambat-lambatnya 14


(empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ dan
penyedia jasa telah menyerahkan jaminan pelaksanaan.

34.

UANG MUKA
DAN JAMINAN UANG
MUKA

Diatur dalam kontrak

35.

LARANGAN
PERSENGKONG
KOLAN

35.1 Penyedia jasa dilarang melakukan persengkongkolan dengan


penyedia jasa lain dan atau dengan Gugus Tugas
Pengadaan
untuk mengatur
dan/atau menentukan
pemenang dalam pelelangan sehingga mengakibatkan
terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat.
35.2 Penyedia jasa dan Gugus Tugas Pengadaan yang melakukan
persekongkolan, dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku

36.

PAKTA
INTEGRITAS

36.1 Pakta integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak


melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) yang dibuat

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

12

oleh penyedia jasa.


36.2 Pakta integritas ditandatangani oleh GTP, PPKm yang
selanjutnya diikuti oleh penyedia barang/jasa yang memilih
paket pekerjaan;
36.3 Pakta integritas harus ditandatangani dengan tanda tangan
digital oleh pemimpin/ direktur utama perusahaan atau
penerima kuasa dari direktur utama yang nama penerima
kuasanya
tercantum
dalam
akta
pendirian
atau
perubahannya, atau kepala cabang perusahaan yang
diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen
otentik, atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama
adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerjasama.
G. SURAT KUASA
37.
SURAT KUASA

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Pada saat klarifikasi dokumen penawaran harus dihadiri oleh


direktur perusahaan dan apabila yang hadir bukan direktur
perusahaan dapat dikuasakan pada personel yang tercantum pada
daftar isian datakualifikasi atau dalam akta perusahaan dengan
membawa surat kuasa bermaterai.

13

BAB II
DATA LELANG
1.

LINGKUP
PEKERJAAN

1.1
1.2
1.3
1.4
1.5

2.

SUMBER DANA

Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Ir. Susprijanto, MM


Nama paket pekerjaan : Pembangunan Sentra PKL Type B
(Penutup Atap Polikarbonat Rangka Baja) Pasar
Tradisional Dukuh Menanggal.
Jangka waktu penyelesaian pekerjaan : 150 Hari kalender
terhitung sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai
kerja (SPMK) Masa Pemeliharaan : 180 Hari
Metode Kontrak = Rincian
Harga satuan penawaran untuk upah pekerja minimum
sesuai dengan upah minimum regional {(UMR) yang berlaku
Rp. 1.031.500,-)}

2.1 Pekerjaan ini dibiayai dengan dana APBD Tahun 2010.


2.2 Nilai HPS/OE = (Disampaikan pada saat Penjelasan Pekerjaan)
2.3 Kemampuan Dasar (KD) minimal sama dengan nilai HPS/OE.

3.

PENJELASAN
DOKUMEN LELANG

Penjelasan dokumen lelang akan dilaksanakan pada:


Hari
: Jumat
Tanggal
: 15 Januari 2010
Pukul
: 15.00 WIB
Tempat
: Unit Layanan Pengadaan (Procurement Unit)
Jl. Sedap Malam No. 1 Surabaya

4.

MATA UANG DAN


CARA PEMBAYARAN

Mata uang rupiah dan Pembayaran dilakukan dengan cara


angsuran (termijn) atau diatur lebih lanjut dalam kontrak.

5.

SURAT
PENAWARAN HARGA

Surat Penawaran Harga ditujukan kepada Pejabat Pembuat


Komitmen Pembangunan Sentra PKL Type B (Penutup Atap
Polikarbonat Rangka Baja) Pasar Tradisional Dukuh Menanggal
Pemerintah Kota Surabaya.

6.

MASA
BERLAKUNYA
PENAWARAN

Masa laku penawaran sekurang-kurangnya selama 120 (seratus


duapuluh) hari kalender sejak tanggal pembukaan sampul
penawaran.

7.

JAMINAN
PENAWARAN

7.1 Besarnya jaminan penawaran ditetapkan sebesar 3% (tiga


persen) dari HPS/OE.
7.2 Jaminan Penawaran ditujukan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen Pembangunan Sentra PKL Type B (Penutup
Atap Polikarbonat Rangka Baja) Pasar Tradisional Dukuh
Menanggal.
7.3 Masa berlaku Surat Jaminan Penawaran sekurangkurangnya
120 (seratus duapuluh) hari kalender sejak tanggal
pembukaan sampul Penawaran.

8.

BATAS AKHIR
WAKTU PEMASUKAN

Batas akhir waktu pemasukan penawaran :


Hari
: Jumat
Tanggal
: 22 Januari 2010
Pukul
: 08.00 WIB
Tempat
: Melalui SePS Client

9.

PEMBUKAAN
PENAWARAN

Pembukaan penawaran:
Hari
: Jumat
Tanggal
: 22 Januari 2010
Pukul
: 09.00 WIB

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

14

Tempat

: Unit Layanan Pengadaan (Procurement Unit)


Jl. Sedap Malam No. 1 Surabaya.

10.

EVALUASI
PENAWARAN

Metoda evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.

11.

JAMINAN
PELAKSANAAN

Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai


kontrak. Bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah (kurang dari
80% HPS), maka nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebagai
berikut :
a)
jika penawaran 75% s/d 79% HPS
(tujuh puluh lima persen sampai dengan tujuh puluh sembilan
persen), jaminan pelaksanaan dinaikkan menjadi 5% (lima
persen) dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
b)
jika penawaran 70% s/d 75% (tujuh
puluh persen sampai dengan tujuh puluh lima persen) HPS,
jaminan pelaksanaan dinaikkan menjadi 10% (sepuluh persen)
dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
c)
jika penawaran 60% s/d 70% (enam
puluh persen sampai dengan tujuh puluh persen) HPS, jaminan
pelaksanaan dinaikkan menjadi 15% (lima belas persen)
dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
d)
jika penawaran 50% s/d 60% (lima
puluh persen sampai dengan enam puluh persen) HPS, jaminan
pelaksanaan dinaikkan menjadi 20% (dua puluh persen)
dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
e)
jika penawaran 45% s/d 50% HPS
(empat puluh lima persen sampai dengan lima puluh persen),
jaminan pelaksanaan dinaikkan menjadi 25% (dua puluh lima
persen) dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
f)
jika penawaran kurang dari 45%
(empat puluh lima persen) HPS, jaminan pelaksanaan dinaikkan
menjadi 50% (lima puluh persen) dikalikan 80% (delapan puluh
persen) HPS

12.

KUALIFIKASI
PESERTA LELANG

Golongan
Bidang
Sub Bidang

13.

: Non kecil
: ARSITEKTUR
: Bangunan komersial, termasuk perawatannya.

DOKUMEN LELANG

NO

DOKUMEN PENAWARAN

Diluar
Sampul Elektronik

Didalam
Sampul Elektronik

DOKUMEN ADMINISTRASI
1
2
3
4

5
6

Jaminan Penawaran
(Dokumen di scan kemudian Pdf)
Surat Penawaran Harga
(Dokumen Otomatis dari SePS Client)
Detail Penawaran
(Dokumen Otomatis dari SePS Client)
Analisa Harga Satuan, Lumpsum (bilamana ada)
dan Daftar Harga Satuan Dasar (Upah, Bahan dan
Alat)
(Buat dari MS Office Excell kemudian dijadikan
1 file Pdf)
Bukti Surat Setoran Pajak (SSP) PPh pasal 29.(bila
terjadi kurang bayar) (Dokumen di scan
kemudian Pdf)
Surat perjanjian kemitraan/KSO (jika ada
kemitraan) (Data
di scan kemudian Pdf)

Upload melalui
SePS client
-

Upload melalui
SePS client
Upload melalui
SePS client
Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

DOKUMEN TEKNIS
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

15

7
8
9
10
11

Spesifikasi Tekhnis
(Buat dari MS Office Word kemudian Pdf)
Metode Pelaksanaan
(Buat dari MS Office Word kemudian Pdf)
Rencana Jadwal Pelaksanaan(Kurva S)
(Buat dari MS Office Excell kemudian Pdf)
Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan (bilamana
ada) (Buat dari MS Office Excell kemudian Pdf)
Distributor Barang (Pilih Pendukung Data di
download dari Portal eProcurement buat Pdf)
Dukungan dari Leveransir bahan/material
untuk item Pekerjaan Utama dan harga
satuannya.
Dukungan pabrikan untuk Tiang Pancang
yang memiliki Sertifikat ISO 9001 : 2000
disertai dengan harga satuan dari pabrikan
beserta gambar teknis sesuai dokumen lelang.
{Apabila penyedia barang/jasa yang ditunjuk
sebagai pemenang tidak dapat memenuhi
spesifikasi teknis sesuai dengan dokumen lelang
maka pengguna barang/jasa membatalkan SPPBJ,
mencairkan jaminan penawaran dan Penyedia
Barang/Jasa tersebut diblacklist selama 2 (dua)
tahun}

Upload melalui
SePS client
Upload melalui
SePS client
Upload melalui
SePS client
Upload melalui
SePS client
Penyedia
Barang/Jasa
pilih Distributor
Barang
pada eSourching

DOKUMEN KUALIFIKASI
12
13
14

15
16

17
18

Surat Pernyataan Minat


(Data di download dari Portal eProcurement
buat Pdf)
Pakta Integritas
(Data di download dari Portal eProcurement
buat Pdf)
Form Isian Penilaian Kualifikasi (yang telah di up
date sesuai data terakhir)
(Data di download dari Portal eProcurement
buat Pdf)
Keterangan :
Apabila data yang disampaikan pada FIPK tidak
benar, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan
Kepres 80/2003.
Dukungan keuangan dari Bank sekurangkurangnya 10%
dari HPS/OE (Dokumen di scan kemudian Pdf)
Perhitungan KD = 2 NPt (KD : Kemampuan Dasar,
NPt :
Nilai Pengalaman Tertinggi pada sub bidang yang
sejenis)
dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.
(Dokumen di scan kemudian Pdf)
Perhitungan Neraca Perusahaan Tahun 2008 harus
dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik
(Dokumen di scan kemudian Pdf)
Perhitungan SKK dan SKP, dimana untuk
perhitungan KB (Kekayaan Bersih) harus
didasarkan pada KB dalam neraca perusahaan
yang telah diaudit, dilengkapi dengan perhitungan
kemampuan dasar sesuai bidang dan sub bidang
yang
memenuhi.
Foto
copy
kontrak
+
pajakpajaknya (NPt : Nilai Pengalaman Tertinggi
pada sub bidang yang sejenis) dalam kurun waktu
7 (tujuh) tahun terakhir)
(Disampaikan pada saat klarifikasi)

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

Upload melalui
SePS client

16

Catatan :

Penandatangan kontrak dilaksanakan apabila APBD 2010 Pemerintah Kota Surabaya


sudah disahkan oleh Gubernur dan dinyatakan batal apabila paket-paket pekerjaan yang
telah dilelang tidak disetujui oleh Gubernur.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

17

BAB III
SYARAT-SYARAT UMUM LELANG
A.
1.

KETENTUAN UMUM
DEFINISI

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

1.1

Dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini kata-kata dan


ungkapan-ungkapan harus mempunyai arti seperti yang
dimaksudkan atau didifinisikan disini.
a.
Jasa Pemborongan adalah layanan
pekerjaan pelaksanaan konstruksi atau wujud fisik
lainnya yang perencanaan teknis dan spesifikasinya
ditetapkan PPKm dan proses serta pelaksanaannya
diawasi oleh PPKm
b.
PPKm adalah pejabat yang diangkat
dengan keputusan PA, atau KPA jika pada Sekretariat
Daerah, sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung
jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa
c.
Gugus Tugas Pengadaan disebut GTP
adalah tim yang diangkat oleh Walikota Surabaya,
dengan
Keputusan
Walikota
Surabaya
untuk
melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa;
d.
Pelaksana Pengawasan Teknis adalah
personil yang ditunjuk untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan dalam waktu tertentu sesuai jangka waktu
yang telah ditetapkan sebagaimana dalam kontrak pada
paket pekerjaan tersebut, dalam hal ini adalah Direksi
Harian dan Pengawas Lapangan
e.
Penyedia jasa adalah badan usaha atau
orang
perseorangan
yang
kegiatan
usahanya
menyediakan barang/layanan jasa;
f.
Sub penyedia jasa adalah penyedia jasa
yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia
jasa Penanggungjawab kontrak, untuk melaksanakan
sebagian pekerjaan setelah disetujui oleh PPKm
g.
Konsultan Perencana adalah pihak yang
ditunjuk oleh Pemberi Tugas untuk bertindak
sepenuhnya
mewakili
Pemberi
tugas
dalam
merencanakan suatu pekerjaan, dalam hal ini adalah
perusahaan jasa konsultansi perencana
h.
Konsultan Pengawas
Untuk efektifitas pelaksanaan pengawasan, Pelaksana
pengawasan teknis dapat digantikan oleh konsultan
pengawas yang mempunyai wewenang penuh untuk
menolak / melarang segala sesuatu yang menyimpang
dari peraturan-peraturan dalam bestek (RKS) dan
gambar serta Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
i.
Kontrak adalah perikatan antara PPKm
dengan penyedia jasa dalam pelaksanaan pengadaan
jasa;
j.
Kontrak harga satuan adalah kontrak
pengadaan
jasa
pelaksanaan
konstruksi
atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu
tertentu berdasarkan harga satuan untuk setiap
satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis
tertentu, yang kuantitas pekerjaannya masih bersifat
perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya
didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas
kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh
penyedia jasa;
k.
Dokumen kontrak adalah keseluruhan
dokumen yang mengatur hubungan hukum antara
PPKm dan penyedia jasa untuk melaksanakan dan
menyelesaikan pekerjaan, yang terdiri dari dan dengan
urutan kekuatan hukum sebagai berikut :

18

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
l.
m.
n.

o.

p.
q.
r.
s.

t.

u.

v.

2.

3.

PENERAPAN

ASAL PENYEDIA
BARANG/JASA

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

SPK/KPBJ
Surat penunjukan penyedia jasa;
Surat penawaran;
Adendum dokumen lelang (bila ada);
Syarat-syarat khusus kontrak;
Syarat-syarat umum kontrak;
Spesifikasi teknis;
Gambar-gambar;
Daftar kuantitas dan harga;
Dokumen lain yang tercantum dalam
lampiran kontrak;
Harga kontrak adalah harga yang
tercantum dalam surat penunjukan penyedia jasa yang
selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan kontrak;
Hari adalah hari kalender; bulan adalah
bulan kalender;
Daftar kuantitas dan harga adalah daftar
kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya
keseluruhannya
yang
merupakan
bagian
dari
penawaran;
Mata pembayaran utama adalah mata
pembayaran pokok dan penting yang nilai bobot
kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh persen) dari
seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran yang nilai bobotnya terbesar yang
ditetapkan dalam dokumen lelang;
Pekerjaan harian adalah pekerjaan yang
pembayarannya berdasarkan penggunaan tenaga kerja,
bahan dan peralatan;
Pekerjaan sementara adalah pekerjaan
penunjang yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan permanen;
Perintah perubahan adalah perintah yang
diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen kepada
penyedia jasa untuk melakukan perubahan pekerjaan;
Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai
kerja penyedia jasa yang dinyatakan pada Surat
Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang dikeluarkan oleh
PPKm;
Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah
tanggal penyerahan pertama pekerjaan, dinyatakan
dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang
diterbitkan oleh PPKm;
Masa pemeliharaan adalah kurun waktu
kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus
kontrak, dihitung sejak tanggal penyerahan pertama
pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir
pekerjaan;
Kegagalan bangunan adalah keadaan
bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia
jasa kepada PPKm menjadi tidak berfungsi, baik secara
keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai
dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari
segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja,
dan/atau keselamatan umum.

Ketentuan-ketentuan pada syarat - syarat umum kontrak harus


diterapkan secara luas tanpa melanggar ketentuan yang ada dalam
dokumen kontrak keseluruhan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Jasa pemborongan untuk pekerjaan ini adalah merupakan layanan
jasa dari penyedia jasa nasional yang berdomisili di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

19

4.

ALAMAT
PENYEDIA
BARANG/JASA

Alamat Penyedia Barang/Jasa :


Apabila alamat kantor Penyedia Barang/Jasa ada yang tidak sama
dengan yang tercantum dalam surat-surat asli sebagaimana
dimaksud dalam dokumen kualifikasi dan dokumen penawaran,
yaitu :
1)
Surat Penawaran Harga
2)
UJK
3)
Sertifikat
Tanda
Daftar
Penyedia
Barang/Jasa
4)
NPWP dan PKP
5)
Surat Jaminan Penawaran
maka alamat yang digunakan alamat terakhir sesuai dengan Surat
Keterangan Domisili dari Lurah setempat.

5.

PENGGUNAAN
DOKUMEN KONTRAK
DAN INFORMASI

Penyedia jasa tidak diperkenankan menggunakan dokumen kontrak


dan informasi yang ada kaitannya dengan kontrak di luar keperluan
dari pekerjaan yang tersebut dalam kontrak, kecuali lebih dahulu
mendapat ijin tertulis dari PPKm.

6.

HAK PATEN, HAK


CIPTA DAN MEREK

6.1 Penyedia barang/jasa dengan ini menjamin atas keabsahan


setiap jenis hak atas kekayaan intelektual yang digunakan
dan atau diterapkan dalam pekerjaan sebagaimana diatur
dalam kontrak ini dan Penyedia barang/jasa membebaskan
PPKm dari segala tuntutan atau gugatan dari pihak lain yang
terkait dengan penggunaan dan atau penerapan hak atas
kekayaan intelektual dalam pekerjaan ini.
6.2 Hak intelektual yang lahir atau tercipta sebagai akibat dari
pelaksanaan kontrak ini menjadi hak PPKm.

7.

ASURANSI

7.1 Selama masa pelaksanaan pekerjaan sampai dengan


berakhirnya masa pemeliharaan, penyedia barang/jasa wajib
mengasuransikan pada Perusahaan Asuransi yang
disepakati kedua belah pihak atas pelaksanaan pekerjaan
ini, dan terhadap kemungkinan tuntutan ganti rugi sebagai
akibat dari pelaksanaan pekerjaan yang salah oleh penyedia
barang/jasa, serta semua kemungkinan kerugian lain yang
tercakup dalam polis Contractors All Risk (CAR), dengan
nilai pertanggungan sebesar nilai riil pekerjaan tersebut
sebelum PPN sebesar 10 % (sepuluh persen), paling lambat
14 (empat belas) hari kerja sejak dimulainya pelaksanaan
pekerjaan dimaksud;
7.2 Semua polis asuransi sebagaimana dimaksud ayat (2) Pasal ini,
dibuat untuk dan atas nama PPKM, dan polis asli serta bukti
pembayaran premi asli yang telah dibayarkan oleh penyedia
barang/jasa harus diserahkan kepada PPKM paling lambat
dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah premi dibayarkan.
7.3 Apabila terjadi risiko atas pekerjaan yang diasuransikan
tersebut diatas, maka hak klaim asuransi sepenuhnya
berada pada PPKM, dan uang pertanggungan yang
diperoleh dari perusahaan asuransi digunakan untuk
perbaikan kembali bangunan yang mengalami resiko oleh
penyedia barang/jasa;
7.4 Penyedia barang/jasa wajib mengasuransikan tenaga kerja
(Jamsostek) pada perusahaan asuransi tenaga kerja yang
telah ditetapkan Pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku,
paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dimulainya
pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

8.

KESELAMATAN
KERJA

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

8.1 Penyedia barang/jasa harus menjaga keselamatan para


pekerja, dan petugas proyek lainnya ketika melaksanakan
pekerjaan/tugas, dan atau ketika berada di dalam lokasi
pekerjaan.

20

8.2 Penyedia
barang/jasa
wajib
menghindarkan
segala
kemungkinan bahaya yang dapat timbul atas para pekerja
dalam melaksanakan tugas pekerjaannya. Apabila terjadi
kecelakaan, maka segala akibatnya menjadi tanggung jawab
Penyedia barang/jasa.
8.3 Untuk
menyimpan
bahan-bahan
bangunan
dan
perlengkapan/peralatan kerja yang dibutuhkan untuk
pekerjaan, maka Penyedia barang/jasa harus membuat
gudang/tempat khusus yang baik. Untuk menghindarkan
kehilangan bahan bangunan, perlengkapan/peralatan kerja,
perlu dilakukan penjagaan yang cukup memadai oleh
Penyedia barang/jasa.
9.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

PEMBAYARAN

9.1 Kedua belah pihak menyetujui pembayaran biaya pelaksanaan


pekerjaan tersebut dalam Pasal 4, dilakukan secara bertahap
dengan angsuran pembayaran (termijn) sebagai berikut :
a. Angsuran Kesatu :
Sebesar .....% dari biaya pelaksanaan pekerjaan, atau
sebesar .......% X Rp. .......... = Rp. ..................
(........................................);
Dibayarkan dari kode rekening :
a. Kode Rekening ............. Rp. .........
b. Kode Rekening ............ Rp. .........
c. Kode Rekening ............ Rp. .........
Jumlah Rp. .........
Dibayarkan kepada penyedia barang/jasa setelah
kemajuan fisik pekerjaan mencapai prestasi ........... %
dari biaya pelaksanaan pekerjaan;
b. Angsuran Kedua :
Sebesar .....% dari biaya pelaksanaan pekerjaan, atau
sebesar ..% X Rp ........= Rp. ........... ( .....................);
Dibayarkan dari kode rekening :
a. Kode Rekening ............... Rp. ..................
b. Kode Rekening .............. Rp. .................
c. Kode Rekening .............. Rp. ................
Jumlah Rp. ................
Dibayarkan kepada penyedia barang/jasa setelah
kemajuan fisik pekerjaan mencapai prestasi ........... %
dari biaya pelaksanaan pekerjaan;
c. Angsuran Ketiga :
Sebesar .....% dari biaya pelaksanaan pekerjaan, atau
sebesar ... % X Rp........= Rp. .............. ( ....................);
Dibayarkan dari kode rekening:
a. Kode Rekening ............ Rp. ..............
b. Kode Rekening ........... Rp. ..............
c. Kode Rekening ........... Rp. ..............
Jumlah Rp. ..............
Dibayarkan kepada penyedia barang/jasa setelah
kemajuan fisik pekerjaan mencapai prestasi ........... %
dari biaya pelaksanaan pekerjaan;
d. Angsuran Keempat :
Sebesar .....% dari biaya pelaksanaan pekerjaan, atau
sebesar
.....
%
X
Rp.......=
Rp.
...........
( ..................................);
Dibayarkan dari kode rekening:
a. Kode Rekening ................. Rp. .................
b. Kode Rekening ............... Rp. .................
c. Kode Rekening................... Rp. ................
Jumlah Rp. ................
Dibayarkan kepada penyedia barang/jasa setelah
kemajuan fisik pekerjaan mencapai prestasi 100 %
(seratus persen) atau pekerjaan telah selesai dikerjakan
dan diadakan Serah Terima Pekerjaan Tingkat I (ST T-I).
e. Angsuran Kelima :
Sebesar 5 % (lima persen) dari biaya pelaksanaan

21

pekerjaan, atau sebesar 5% (lima persen) X Rp. .......... =


Rp. ................ (...................................................);
Dibayarkan dari kode rekening :
a. Kode Rekening ............... Rp. .................
b. Kode Rekening .............. Rp. ..................
c. Kode Rekening ............. Rp. ..................
Jumlah Rp. ..................
Dibayarkan kepada penyedia barang/jasa setelah masa
pemeliharaan pekerjaan berakhir dan dilakukan Serah
Terima Pekerjaan Tingkat II (STT-II):
9.2 a. Untuk setiap pengajuan permintaan pembayaran angsuran
(termijn). penyedia barang/jasa diwajibkan menyertakan
Laporan Rincian Kemajuan Fisik Pekerjaan yang ditanda
tangani oleh konsultan pengawas/pengawas lapangan:
b. Yang diperhitungkan sebagai kemajuan fisik pekerjaan
adalah bagian-bagian pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan (volume terpasang), memenuhi persyaratan,
disetujui
dan
diterima
baik
oleh
Konsultan
Pengawas/Pengawas lapangan.
9.3 Pembayaran-pembayaran angsuran dilakukan setelah bagian
pekerjaan yang bersangkutan (volume terpasang) telah
diperiksa/disetujui oleh Konsultan Pengawas/Pengawas
lapangan, yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan
Fisik Pekerjaan yang dilengkapi bukti hasil uji kualitas
material dan ditandatangani oleh Pejabat Pembuat
Komitmen.
9.4 PPKm wajib melakukan pembayaran kepada penyedia
barang/jasa paling lambat 7 (tujuh) hari dari tanggal Berita
Acara Pemeriksaan Fisik Pekerjaan yang ditandatangani
oleh Konsultan Pengawas /Pengawas lapangan.
9.5 Dari setiap pembayaran angsuran, PPKm akan memungut
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% (sepuluh
persen).
10.

HARGA DAN
SUMBER DANA

10.1 PPKm membayar kepada penyedia jasa atas pelaksanaan


pekerjaan berdasarkan ketentuan kontrak.
10.2 Kontrak pekerjaan ini dibiayai dengan sumber dana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
10.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum
dalam daftar kuantitas dan harga.
10.4 Surat perjanjian untuk pekerjaan yang bernilai di atas Rp.
50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) ditandatangani
oleh PPKm setelah memperoleh pendapat ahli hukum
kontrak yang profesional yang ditetapkan dengan keputusan
Wali Kota.

11.

WEWENANG
DAN KEPUTUSAN
PPKM

PPKm memutuskan hal-hal yang bersifat kontraktual antara PPKm


dan penyedia jasa dalam kapasitas sebagai pemilik pekerjaan.

12.

PENYERAHAN
LAPANGAN

12.1 PPKm wajib menyerahkan seluruh/sebagian lapangan


pekerjaan kepada penyedia jasa sebelum diterbitkannya
surat perintah mulai kerja.
12.2 Sebelum penyerahan lapangan, PPKm bersama-sama
penyedia jasa melakukan pemeriksaan lapangan berikut
bangunan, bangunan pelengkap dan seluruh aset milik
PPKm yang akan menjadi tanggungjawab penyedia jasa,
untuk dimanfaatkan, dijaga dan dipelihara.
12.3 Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam berita acara
serah terima lapangan yang ditandatangani kedua belah
pihak.

13.

SURAT
PERINTAH MULAI

13.1 PPKm harus sudah menerbitkan SPMK selambat-lambatnya


14 (empat belas) hari sejak penandatanganan kontrak,

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

22

14.

KERJA (SPMK)

setelah dilakukan penyerahan lapangan.


13.2 Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya
pelaksanaan kontrak yang akan dinyatakan penyedia jasa
dalam pernyataan dimulainya pekerjaan.

PERSIAPAN
PELAKSANAAN
KONTRAK

14.1 Sebelum pelaksanaan kontrak PPKm bersama-sama dengan


penyedia jasa, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan,
menyusun rencana pelaksanaan kontrak.
14.2 PPKm harus menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan
kontrak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal
diterbitkannya SPMK.
14.3 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat adalah:
a.
Organisasi kerja;
b.
Tata cara pengaturan pekerjaan;
c.
Jadual pelaksanaan pekerjaan;
d.
Jadual pengadaan bahan, mobilisasi
peralatan dan personil;
e.
Penyusunan
rencana
pemeriksaan
lapangan;
f.
Sosialisasi
kepada
masyarakat
dan
pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja;
g.
Penyusunan program mutu.

15.

PROGRAM MUTU

16.

PEMERIKSAAN
BERSAMA

17.

PERUBAHAN
KEGIATAN PEKERJAAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

15.1 Program mutu harus disusun oleh penyedia jasa dan


disepakati oleh PPKm dan dapat direvisi sesuai kebutuhan.
15.2 Program mutu minimal berisi:
a.
Informasi pengadaan;
b.
Organisasi proyek PPKm dan
penyedia jasa;
c.
Jadual pelaksanaan pekerjaan;
d.
Prosedur pelaksanaan pekerjaan;
e.
Prosedur instruksi kerja;
f.
Pelaksana kerja.
16.1 Pada tahap awal pelaksanaan kontrak, setelah penerbitan
SPMK, konsultan pengawas/pengawas lapangan selaku
Pelaksana Pengawasan Teknis dan penyedia jasa
melaksanakan pemeriksaan lapangan bersama dengan
melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi
lapangan untuk setiap rencana mata pembayaran guna
menetapkan kuantitas awal.
16.2 Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita
acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan
perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk
adendum kontrak.
16.3 Selanjutnya pemeriksaan lapangan bersama terhadap setiap
mata pembayaran harus dilakukan oleh konsultan
pengawas/pengawas
lapangan
selaku
Pelaksana
Pengawasan Teknis selaku Pelaksana Pengawasan Teknis,
dan penyedia jasa selama periode pelaksanaan kontrak
untuk menetapkan kuantitas pekerjaan yang telah
dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan.
17.1 Kontrak yang dilakukan dengan sistem Kontrak Harga Satuan
(Fixed Unit Price Contract) ini, dimungkinkan adanya
pekerjaan tambah atau kurang (Contract Variation Order),
berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan;
a.
Pada saat pekerjaan fisik akan mulai
dilaksanakan, harus dibuat perhitungan menyeluruh atas
hasil pengukuran, dan jika terjadi perbedaan maka dibuat
perhitungan menyeluruh atas semua contract variation
order (CVO)/mutual chek untuk dipakai sebagai dasar
pembuatan Addendum/Amandemen Kontrak sebagai

23

dasar pelaksanaan pekerjaan, yang selanjutnya


merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak
ini.
b.
Yang dimaksud dengan pekerjaan
tambah/kurang adalah suatu pekerjaan yang terjadi
karena kondisi lapangan dan pelaksanaan pekerjaan
yang tidak diperhitungkan (tak terduga) akan terjadi dan
tidak dapat dihindari, dalam rapat persiapan pelaksanaan
pekerjaan,
sehingga
mengakibatkan
bertambah/
berkurangnya volume dan jenis pekerjaan yang
tercantum dalam kontrak;
c.
Apabila berdasarkan penelitian yang
dilakukan memang benar mengakibatkan bertambah/
berkurangnya volume dan jenis pekerjaan tertentu, maka
penyedia
jasa
dapat
melaksanakan
pekerjaan
tambah/kurang tersebut setelah menerima Surat Perintah
pekerjaan tambah/kurang dari PPKm.
d.
Surat
perintah
pekerjaan
tambah/kurang tersebut harus memenuhi :
1. Uraian pekerjaan tambah/kurang yang bersangkutan;
2. Perkiraan biaya pekerjaan tambah/kurang;
3. Persetujuan penyedia jasa untuk melaksanakan
pekerjaan tambah/kurang tersebut;
e.
Pekerjaan tambah disepakati kedua
belah pihak, tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari
nilai kontrak awal pekerjaan ini dan tidak termasuk
pekerjaan yang belum direncanakan;
17.2 PPKm dapat melakukan perubahan mengenai mutu atau
volume pekerjaan atas suatu bagian pekerjaan yang
dianggap perlu atau dianggap lebih, dan PPKm mempunyai
wewenang menetapkan bahwa penyedia barang/jasa harus
melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang
tercantum dalam dokumen Kontrak;
b. Menghapus bagian pekerjaan;
c. Mengubah mutu atau macam pekerjaan;
d. Mengubah elevasi, kedudukan, dan dimensi dari bagianbagian pekerjaan;
e. Melaksanakan pekerjaan tambahan yang diperlukan
untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan, dan pekerjaan
tambahan tersebut tidak akan mempengaruhi berlakunya
Kontrak;
17.3 a.
Perubahan - perubahan pekerjaan tidak diperkenankan
dilaksanakan oleh penyedia jasa tanpa suatu ijin/perintah
perubahan. Perintah perubahan tersebut diberikan
secara tertulis oleh PPKm dan disetujui oleh penyedia
barang/jasa.
b. Dalam
keadaan
mendesak,
konsultan
pengawas/pengawas lapangan dapat memberikan
perintah perubahan yang harus diikuti dengan perintah
tertulis dari PPKm. Baik sebelum maupun sesudah
perintah tertulis dari PPKm, perintah konsultan
pengawas/pengawas lapangan tersebut merupakan
perintah untuk melakukan perubahan pekerjaan.
17.4 a.
Penyedia asa wajib melaksanakan setiap perubahan dari
volume pekerjaan seperti telah dijelaskan dalam Pasal
ini, dan berhak mengajukan perubahan biaya yang
dihitung berdasarkan harga satuan yang tercantum
dalam daftar kuantitas dan harga satuan.
b. Perhitungan penambahan atau pengurangan pekerjaan
yang disebabkan adanya perintah perubahan, dilakukan
atas dasar yang disetujui oleh kedua belah pihak,
dihitung berdasarkan daftar harga satuan pekerjaan, dan
atau perhitungan analisa pekerjaan berdasarkan yang
tercantum dalam daftar kuantitas dan harga satuan.
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

24

17.5 Apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan yang harus


dilaksanakan sehingga mengakibatkan penambahan dan
atau pengurangan pekerjaan, atas persetujuan bersama oleh
kedua belah pihak akan dituangkan dalam suatu Addendum,
yang selanjutnya merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari Kontrak ini.
18.

PEMBAYARAN
UNTUK PERUBAHAN

18.1 Apabila diminta oleh PPKm, penyedia jasa wajib mengajukan


usulan biaya untuk melaksanakan perintah perubahan
18.2 Apabila harga satuan untuk tambahan pekerjaan terdapat
dalam daftar kuantitas dan harga, maka harga tersebut dapat
digunakan untuk acuan perhitungan harga tersebut.
18.3 Jika pekerjaan tambah adalah item yang harga penawarannya
dinilai timpang pada saat evaluasi kewajaran harga, maka
penyedia jasa tidak boleh mengajukan harga tersebut untuk
acuan penambahan volume pekerjaan.
18.4 Apabila harga satuan perlu berubah karena harga pasar atau
pekerjaan dalam perintah perubahan tidak ada harga
satuannya dalam daftar kuantitas dan harga, maka jika dinilai
wajar usulan biaya dari penyedia jasa merupakan harga
satuan baru untuk perubahan pekerjaan yang bersangkutan.
18.5 Apabila usulan biaya dari penyedia jasa dinilai tidak wajar,
maka PPKm mengeluarkan perintah perubahan dengan
mengubah harga kontrak berdasarkan harga perkiraan
PPKm.
18.6 Selanjutnya ditetapkan dengan negosiasi teknis dan harga
dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum
dalam kontrak.
18.7 Penyedia jasa tidak berhak menerima pembayaran tambahan
untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari
melalui peringatan dini.

19.

AMANDEMAN
KONTRAK

20.

HAK DAN
KEWAJIBAN PARA
PIHAK

19.1 Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan


kontrak.
Perubahan kontrak dapat terjadi apabila:
a.
Perubahan pekerjaan disebabkan oleh
perbedaan atas perhitungan menyeluruh atas hasil
pengukuran pada saat pekerjaan fisik akan mulai
dilaksanakan.
b.
Terjadinya
peristiwa-peristiwa
diluar
kekuasaan atau kemampuan penyedia barang/jasa yang
dianggap sebagai keadaan kahar yang disetujui oleh
PPKm.
c.
Jika terdapat sesuatu yang belum cukup
diatur dalam kontrak dan/atau perubahan yang dianggap
perlu oleh kedua belah pihak
19.2 Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut:
a. PPKm memberikan perintah tertulis kepada penyedia
jasa untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau
penyedia jasa mengusulkan perubahan kontrak;
b. Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas
perintah perubahan dari PPKm dan mengusulkan
perubahan harga (bila ada) selambat-lambatnya dalam
waktu 7 (tujuh) hari atau selambat-lambatnya 14 (empat
belas) hari sejak terjadinya kahar;
c. Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan
dibuat berita acara hasil negosiasi;
d. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat
amandemen kontrak.
20.1 Hak dan kewajiban PPKm
a.
Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh penyedia jasa.
b.
Meminta laporan-laporan secara periodik
mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

25

penyedia jasa.
Melakukan perubahan kontrak.
Menangguhkan pembayaran.
Mengenakan denda keterlambatan.
Membayar uang muka, hasil pekerjaan,
danuang retensi.
g.
Menyerahkan seluruh atau sebagian
apangan pekerjaan.
h.
Memberikan instruksi sesuai jadual.
Hak dan kewajiban penyedia jasa
a. Menerima pembayaran uang muka, hasil pekerjaan, dan
uang retensi.
c.
d.
e.
f.

20.2

b. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai


dengan jadual pelaksanaan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam kontrak.
c. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik
kepada PPKm.
d. Memberikan peringatan dini dan keterangan-keterangan
yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang
dilakukan PPKm.
e. Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadual
penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
kontrak.
f. Mengambil langkah-langkah yang memadai untuk
melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar
tempat kerja dan membatasi perusakan dan
pengaruh/gangguan
kepada
masyarakat
maupun
miliknya, sebagai akibat polusi, kebisingan dan
kerusakan lain yang disebabkan kegiatan penyedia jasa.
21.

RESIKO PPKM
DAN PENYEDIA JASA

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

21.1 PPKm bertanggungjawab atas resiko yang dinyatakan dalam


kontrak sebagai resiko PPKm, dan penyedia jasa
bertanggungjawab atas resiko yang dinyatakan dalam
kontrak sebagai resiko penyedia jasa.
21.2 Resiko PPKm
a.
Resiko kecelakaan, kematian, kerusakan
atau kehilangan harta benda (di luar pekerjaan,
peralatan, instalasi dan bahan untuk pelaksanaan
pekerjaan) yang disebabkan oleh:
1)
Penggunaan
atau
penguasaan
lapangan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan
yang tidak dapat dihindari sebagai akibat pekerjaan
tersebut; atau
2)
Keteledoran, pengabaian kewajiban
dan tanggungjawab, gangguan terhadap hak yang
legal oleh PPKm atau orang yang dipekerjakannya,
kecuali disebabkan oleh penyedia jasa.
b.
Resiko kerusakan terhadap pekerjaan,
peralatan, instalasi, dan bahan yang disebabkan karena
disain atau disebabkan oleh kesalahan PPKm, keadaan
kahar dan pencemaran/terkontaminasi limbah radio
aktif/nuklir.
c.
Resiko yang terkait dengan kerugian atau
kerusakan dari pekerjaan, peralatan, instalasi dan
bahan sejak saat pekerjaan selesai sampai berakhirnya
masa pemeliharaan, kecuali apabila:
1)
Kerusakan yang terjadi pada
masa pemeliharaan; atau
2)
Kejadian sebelum tanggal
penyerahan pertama pekerjaan yang bukan
tanggunggjawab PPKm.
21.3 Resiko penyedia jasa
Kecuali resiko-resiko PPKm, maka penyedia jasa
bertanggungjawab atas setiap cidera atau kematian dan

26

22.

LAPORAN HASIL
PEKERJAAN

23.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

CACAT MUTU

semua kerugian atau kerusakan atas pekerjaan, peralatan,


instalasi, bahan dan harta benda yang mungkin terjadi
selama pelaksanaan kontrak.
22.1 Buku Harian Lapangan (BHL) diisi oleh penyedia jasa dan
diketahui oleh Konsultan Pengawas / Pengawas lapangan
selaku Pelaksana Pengawasan Teknis, dan selanjutnya
mencatat seluruh rencana dan realisasi aktivitas pekerjaan
sebagai bahan laporan harian.
22.2 Laporan harian dibuat oleh penyedia jasa, diperiksa oleh
Konsultan Pengawas / Pengawas lapangan selaku
Pelaksana Pengawasan Teknis, dan disetujui oleh Pejabat
Pembuat Komitmen.
22.3 Laporan harian berisi:
a.
Tugas, penempatan dan jumlah tenaga
kerja di lapangan;
b.
Jenis dan kuantitas bahan di lapangan;
c.
Jenis, jumlah dan kondisi peralatan di
lapangan;
d.
Jenis dan kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan;
e.
Cuaca dan peristiwa alam lainnya yang
mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
f.
Catatan lain yang dianggap perlu.
22.4 Laporan mingguan dibuat oleh penyedia jasa, terdiri dari
rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik
pekerjaan mingguan serta catatan yang dianggap perlu.
22.5 Laporan bulanan dibuat oleh penyedia jasa, terdiri dari
rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan
fisik pekerjaan bulanan serta catatan yang dianggap perlu.
22.6 Untuk kelengkapan laporan, penyedia jasa dan konsultan
pengawas/pengawas
lapangan
selaku
Pelaksana
Pengawasan Teknis wajib membuat foto-foto dokumentasi
pelaksanaan pekerjaan.
23.1 Konsultan Pengawas/Pengawas lapangan selaku Pelaksana
Pengawasan Teknis wajib memeriksa pekerjaan penyedia
jasa dan memberitahu penyedia jasa bila terdapat cacat
mutu dalam pekerjaan. Konsultan Pengawas/Pengawas
lapangan selaku Pelaksana Pengawasan Teknis dapat
memerintahkan penyedia jasa untuk menguji hasil
pekerjaan yang dianggap terdapat cacat mutu.
23.2 Apabila Konsultan Pengawas/Pengawas lapangan selaku
Pelaksana Pengawasan Teknis memerintahkan penyedia
jasa untuk melaksanakan pengujian dan ternyata pengujian
memperlihatkan adanya cacat mutu, maka biaya pengujian
dan perbaikan menjadi tanggungjawab penyedia jasa.
Apabila tidak ditemukan cacat mutu, maka biaya pengujian
dan perbaikan menjadi tanggungjawab PPKm.
23.3 Setiap kali pemberitahuan cacat mutu, penyedia jasa harus
segera memperbaiki dalam waktu sesuai yang tercantum
dalam surat pemberitahuan konsultan pengawas diketahui
Pejabat Pembuat Komitmen.
23.4 Pejabat Pembuat Komitmen dapat meminta pihak ketiga untuk
memperbaiki cacat mutu bila penyedia jasa tidak
melaksanakannya dalam waktu masa perbaikan cacat mutu
sesuai yang tercantum dalam surat pemberitahuan
konsultan pengawas/pengawas lapangan selaku Pelaksana
Pengawasan Teknis diketahui dengan biaya dibebankan
kepada penyedia jasa.
23.5 Cacat mutu harus diperbaiki sebelum penyerahan pertama
pekerjaan dan selama masa pemeliharaan. Penyerahan
pertama pekerjaan dan masa pemeliharaan dapat
diperpanjang sampai cacat mutu selesai diperbaiki.

27

24.

JADWAL
PELAKSANAAN
PEKERJAAN

24.1 Pelaksanaan Pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 (satu) diatas


dilaksanakan sesuai ketentuan dalam data lelang terhitung
sejak tanggal ditandatanganinya Kontrak Jasa Pemborongan
ini sampai dengan Serah Terima Pekerjaan Tingkat I (STT-1).
24.2 Pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 (satu) diatas, harus sudah
selesai dilaksanakan dan dilakukan Serah Terima Pekerjaan
Tingkat I (STT-I), oleh penyedia barang/jasa kepada PPKm,
paling lambat pada tanggal : (diatur didalam kontrak).
24.3 Batas waktu tersebut dalam ayat (2) Pasal ini dapat
diperpanjang dengan persetujuan tertulis dari penyedia
barang/jasa, berdasarkan Berita Acara dari Konsultan
Pengawas /Pengawas lapangan, setelah mempertimbangkan
permintaan
secara
tertulis
dari
PPKm
dengan
mengemukakan alasan-alasan yang cukup kuat, diluar
kewenangan dan kekuasaan PPKm antara lain :
a.
Pembebasan tanah/bangunan, dan atau
utilitas, dari penguasaan pihak lain, yang dilaksanakan
oleh penyedia barang/jasa;
b.
Terjadinya Keadaan kahar;
c.
Perubahan desain;
d.
Keterlambatan yang disebabkan oleh
penyedia barang/jasa.

25.

WAKIL
PENYEDIA JASA

25.1 Penyedia jasa wajib menunjuk personil sebagai wakilnya yang


bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan dan
diberikan wewenang penuh untuk bertindak atas nama
penyedia jasa, serta berdomisili di lokasi pekerjaan.
25.2 Apabila Pejabat Pembuat Komitmen atas masukkan dari
konsultan pengawas/pengawas lapangan selaku Pelaksana
Pengawasan Teknis menilai bahwa wakil penyedia jasa tidak
sesuai dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dan
memadai, maka secara tertulis dapat meminta penyedia jasa
untuk mengganti dengan personil lain yang kualifikasi,
kemampuan, dan pengalamannya melebihi wakil penyedia
jasa yang diganti, selambat-lambatnya dalam waktu 14
(empat belas) hari dan wakil penyedia jasa yang akan diganti
harus meninggalkan lapangan selambat-lambatnya dalam
waktu 14 (empat belas) hari.

26.

27.

PENGAWASAN

KETERLAMBATA
N PELAKSANAAN
KONTRAK

28.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Pengawasan pelaksanaan pekerjaan, dilakukan oleh Pengawas


Lapangan/Konsultan Pengawas;
27.1 Apabila penyerahan pekerjaan tingkat pertama (STT I),
dilakukan melampaui batas waktu yang telah disepakati
maka penyedia barang/jasa dikenakan denda keterlambatan
untuk setiap satu hari keterlambatan sebesar 1 (satu
permil) dari biaya pelaksanaan pekerjaan.
27.2 Apabila keterlambatan pelaksanaan pekerjaan terjadi karena
keadaan kahar, maka Pasal 27.1. tidak diberlakukan.

KONTRAK KRITIS 28.1 Kontrak dinyatakan kritis apabila:


a.
Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan
0% 70% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan
terlambat lebih besar 15% dari rencana;
b.
Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan
70% - 100% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan
terlambat lebih besar 10% dari rencana.
28.2 Penanganan kontrak kritis
a.
Rapat pembuktian (show cause
meeting/SCM)
1)
Pada saat kontrak dinyatakan
kritis Pejabat Pembuat Komitmen menerbitkan surat

28

2)

3)

4)

5)

6)

b.
1)
2)

3)

4)
5)

29.

JANGKA WAKTU
PEMELIHARAAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

peringatan kepada penyedia jasa, selanjutnya


menyelenggarakan SCM.
Dalam
SCM
Konsultan
Pengawas/Pengawas lapangan selaku Pelaksana
Pengawasan Teknis dan penyedia jasa membahas
dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu
tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam
berita acara SCM tingkat proyek.
Apabila penyedia jasa gagal
pada uji coba pertama, maka harus diselenggarakan
SCM tingkat atasan langsung yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu
tertentu (uji coba kedua) yang dituangkan dalam
berita acara SCM tingkat atasan langsung.
Apabila penyedia jasa gagal
pada uji coba kedua, maka harus diselenggarakan
SCM tingkat atasan yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu
tertentu (uji coba ketiga) yang dituangkan dalam
berita acara SCM tingkat atasan.
Pada setiap uji coba yang
gagal, PPKm harus menerbitkan surat peringatan
kepada penyedia jasa atas keterlambatan realisasi
fisik pelaksanaan pekerjaan.
Apabila pada uji coba ketiga
masih gagal, maka PPKm dapat menyelesaikan
pekerjaan melalui kesepakatan tiga pihak atau
memutuskan kontrak secara sepihak dengan
mengesampingkan pasal 1266 Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata.
Kesepakatan tiga pihak
Penyedia
jasa
masih
bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sesuai
ketentuan kontrak.
PPKm
menetapkan
pihak
ketiga
sebagai
penyedia
jasa
yang
akan
menyelesaikan sisa pekerjaan atau atas usulan
penyedia jasa.
Pihak ketiga melaksanakan
pekerjaan dengan menggunakan harga satuan
kontrak. Dalam hal pihak ketiga mengusulkan harga
satuan yang lebih tinggi dari harga satuan kontrak,
maka selisih harga menjadi tanggungjawab penyedia
jasa.
Pembayaran kepada pihak
ketiga dapat dilakukan secara langsung.
Kesepakatan
tiga
pihak
dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar
pembuatan amandemen kontrak.

29.1 Masa pemeliharaan untuk pekerjaan ditetapkan selama


ditetapkan sesuai ketentuan dalam data lelang terhitung
sejak dilakukan Serah Terima Pekerjaan Tingkat I (STT-I)
antara PPKm dengan penyedia jasa.
29.2 Penyedia jasa dalam masa pemeliharaan tersebut diwajibkan
mengadakan pemeliharaan pekerjaan agar tetap sempurna
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
29.3 Segala biaya yang diperlukan untuk pekerjaan pemeliharaan,
sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
29.4 Apabila penyedia barang/jasa tidak mengindahkan kewajiban
tersebut diatas, maka pekerjaan pemeliharaan akan
dilaksanakan oleh Pihak Lain atas perintah PPKm dan biaya

29

pemeliharaannya dibebankan kepada penyedia jasa.


29.5 Setelah masa pemeliharaan pekerjaan berakhir dan penyedia
jasa sudah memenuhi kewajibannya sesuai Pasal 29.2 dan
29.3, maka diadakan Serah Terima Pekerjaan Tingkat II (STT
II/Terakhir), dan penyedia jasa dibebaskan dari
kewajibannya dalam pemeliharaan.
30.

PERPANJANGAN
WAKTU PELAKSANAAN

30.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPKm


atas pertimbangan yang layak dan wajar, yaitu untuk:
a.
Pekerjaan tambah;
b.
Perubahan disain;
c.
Keterlambatan yang disebabkan oleh
PPKm;
d.
Masalah yang timbul di luar kendali
penyedia jasa;
e.
Keadaan kahar.
30.2 Penyedia jasa mengusulkan secara tertulis perpanjangan
waktu pelaksanaan dilengkapi alasan dan data kepada
PPKm. PPKm menugaskan konsultan pengawas/pengawas
lapangan selaku Pelaksana Pengawasan Teknis untuk
meneliti dan mengevaluasi usulan tersebut. Hasil penelitian
dan evaluasi dituangkan dalam berita acara dilengkapi
dengan
rekomendasi
dapat
atau
tidaknya
diberi
perpanjangan waktu.
30.3 Berdasarkan berita acara hasil penelitian dan evaluasi
perpanjangan waktu pelaksanaan dan rekomendasi, maka
PPKm dapat menyetujui/tidak menyetujui perpanjangan
waktu pelaksanaan.
30.4 Apabila perpanjangan waktu pelaksanaan disetujui, maka
harus dituangkan di dalam amandemen kontrak.

31.

KERJASAMA
ANTAR PENYEDIA JASA
DAN SUB PENYEDIA
JASA

31.1 Penyedia jasa golongan non usaha kecil wajib bekerjasama


dengan penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk
koperasi kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian
pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.
31.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan harus disetujui oleh
PPKm dan tetap menjadi tanggungjawab penyedia jasa.
31.3 PPKm mempunyai hak intervensi atas pelaksanaan sub
kontrak meliputi pelaksanaan pekerjaan dan pembayaran.

32.

PENGGUNAAN
PENYEDIA JASA USAHA
KECIL TERMASUK
KOPERASI KECIL

32.1 Penyedia Jasa wajib mengikutsertakan Golongan Usaha Kecil,


dalam pelaksanaan bagian pekerjaan, sebagai sub
kontraktor
atau
sebagai
pemasok
bahan
sesuai
spesialisasi/keahlian yang diperlukan, dengan tetap
memperhatikan bonafiditas yang bersangkutan, memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dan disetujui oleh PPKM.
32.2 Penyedia Jasa bertanggung jawab penuh atas hasil kerja yang
dilaksanakan baik yang dikerjakan sendiri ataupun yang
dikerjakan oleh PIHAK KETIGA atas persetujuan PPKM.
32.3 Penyedia Jasa wajib melaporkan secara berkala dan
berkesinambungan kepada PPKM, tentang pelaksanaan
Pasal ini.
32.4 Dalam hal penyedia jasa ternyata melalaikan kewajiban
sebagaimana tersebut dalam Pasal 14, dan Pasal 15 ayat (1)
dan (2) tersebut diatas, dan setelah diawali teguran tertulis
dari PPKM tidak juga diindahkan oleh penyedia jasa, maka
dapat diberlakukan Pasal 23.

33.

KEADAAN
KAHAR

33.1 Penyedia jasa dibebaskan dari denda-denda dan sanksi


keterlambatan penyelesaian pekerjaan disebabkan oleh
terjadinya peristiwa-peristiwa diluar kekuasaan atau
kemampuan Penyedia jasa yang dianggap sebagai keadaan
kahar yang disetujui oleh PPKm, misalnya:

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

30

a.
b.

Bencana alam atau peperangan;


Kejadian-kejadian akibat kebijaksanaan
Pemerintah dalam bidang moneter dan yang telah
ditetapkan oleh Pemerintah bahwa akibat kebijaksanaan
tersebut dapat digolongkan sebagai Keadaan kahar.
33.2 Apabila terjadi peristiwa-peristiwa tersebut diatas, Penyedia
jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada PPKm
dalam waktu paling lambat 14(empat belas) hari setelah
terjadinya keadaan kahar dengan menyertakan pernyataan
keadaan kahar dari instansi yang berwenang.
33.3 Atas persetujuan PPKm, dibuatkan Berita Acara dan
selanjutnya
batas
waktu
penyelesaian
pekerjaan
sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 dapat diperpanjang,
yang dituangkan dalam Addendum/Amandemen Kontrak.
34.

35.

PERINGANTI DINI

RAPAT
PELAKSANAAN

36.

37.

ITIKAD BAIK

PENGHENTIAN
DAN PEMUTUSAN
KONTRAK

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

34.1 Penyedia jasa wajib menyampaikan peringatan dini kepada


Pejabat
Pembuat
Komitmen
melalui
konsultan
pengawas/pengawas
lapangan
selaku
Pelaksana
Pengawasan Teknis selambat-lambatnya 14 (empat belas)
hari sejak terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu atau
keadaan-keadaan yang dapat berakibat buruk terhadap
pekerjaan, kenaikan harga kontrak atau keterlambatan
tanggal penyelesaian pekerjaan. Pejabat Pembuat Komitmen
melalui konsultan pengawas/pengawas lapangan selaku
Pelaksana Pengawasan Teknis dapat meminta penyedia jasa
untuk membuat perkiraan akibat yang akan timbul terhadap
pekerjaan, harga kontrak dan tanggal penyelesaian
pekerjaan. Perkiraan tersebut wajib diserahkan penyedia
jasa sesegera mungkin.
34.2 Penyedia jasa wajib bekerja sama dengan Pejabat Pembuat
Komitmen melalui konsultan pengawas/pengawas lapangan
selaku Pelaksana Pengawasan Teknis dalam menyusun dan
membahas
upaya-upaya
untuk
menghindari
atau
mengurangi akibat dari kejadian atau keadaan tersebut.
34.3 Penyedia jasa tidak berhak menerima pembayaran tambahan
untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari
melalui peringatan dini.
35.1 Pejabat Pembuat Komitmen, konsultan pengawas / pengawas
lapangan selaku Pelaksana Pengawasan Teknis, dan
penyedia jasa dapat meminta dilakukan rapat pelaksanaan
yang dihadiri semua pihak, untuk membahas pelaksanaan
pekerjaan dan memecahkan masalah yang timbul
sehubungan dengan peringatan dini.
35.2 Tanggung jawab masing-masing pihak atas tindakan yang
harus diambil ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen
secara tertulis.
36.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang
disesuaikan dengan hak dan kewajiban yang terdapat dalam
kontrak.
36.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur
tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Bila
selama kontrak salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan
tersebut.
37.1 Penghentian kontrak dilakukan bilamana terjadi hal-hal diluar
kekuasaan para pihak untuk melaksanakan kewajiban yang
ditentukan dalam kontrak, yang disebabkan oleh timbulnya
perang, pemberontakan, perang saudara, sepanjang
kejadian-kejadian tersebut berkaitan dengan negara

31

kesatuan republik Indonesia, kekacauan dan huru-hara serta


bencana alam yang dinyatakan resmi oleh pemerintah, atau
keadaan yang ditetapkan dalam kontrak.
37.2 Pemutusan kontrak dapat dilakukan bilamana para pihak
cidera janji dan/atau tidak memenuhi kewajiban dan
tanggung jawabnya sebagaimana diatur didalam kontrak.
37.3 Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kelalaian penyedia
jasa dikenakan sanksi sesuai yang ditetapkan dalam kontrak
berupa:
a.
Jaminan pelaksanaan menjadi milik negara;
b.
Sisa uang harus dilunasi oleh penyedia
jasa;
c.
Membayar denda dan ganti rugi kepada
negara;
d.
Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu
tertentu.
37.4 PPKm dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila
denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat
kesalahan penyedia jasa sudah melampaui besarnya
jaminan pelaksanaan
37.5 Kontrak batal demi hukum apabila isi kontrak melanggar
perundang-undangan yang berlaku.
37.6 Kontrak dibatalkan apabila para pihak terbukti melakukan KKN,
kecurangan, dan pemalsuan dalam proses pengadaan
maupun pelaksanaan kontrak.
37.7 PPKm berhak membatalkan Kontrak ini secara sepihak apabila
penyedia jasa :
a.
Didalam jangka waktu satu bulan
berturut-turut terhitung dari tanggal ditandatangani
Kontrak ini, tidak atau belum memulai tugas
pekerjaannya;
b.
Dalam waktu 1 (satu) bulan berturutturut tidak melanjutkan pekerjaannya;
c.
Secara langsung atau tidak langsung
dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan;
d.
Memberikan keterangan-keterangan
yang tidak benar, yang merugikan kepentingan PPKm;
37.8 Para pihak sepakat untuk menyimpangi ketentuan dalam Pasal
1266 jo 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
38.

PEMANFAATAN
MILIK PENYEDIA JASA

Semua bahan, peralatan, instalasi, pekerjaan sementara, dan


fasilitas milik penyedia jasa, dapat dimanfaatkan oleh PPKm bila
terjadi pemutusan kontrak oleh penyedia jasa.

39.

PENYELESAIAN
PENYELISIHAN

39.1 Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan kontrak ini,


PPKM dan penyedia jasa sepakat untuk menyelesaikan
secara musyawarah untuk mufakat;
39.2 Jika penyelesaian sebagaimana dimaksud ayat (1) di atas tidak
tercapai, maka kedua belah pihak sepakat untuk
menyelesaikan perselisihan di Pengadilan Negeri Surabaya
sesuai dengan Hukum Acara Perdata yang berlaku.

40.

BAHASA DAN
HUKUM

Kontrak dibuat dalam bahasa Indonesia serta tunduk kepada


peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

41.

PERPAJAKAN

Seluruh beban pajak dan biaya-biaya lain yang timbul akibat dari
Kontrak Pengadaan Jasa Pemborongan ini menjadi tanggungan
dan harus dibayarkan oleh penyedia jasa sesuai ketentuan
perundangundangan yang berlaku.

42.

DENDA DAN
GANTI RUGI

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

42.1 Apabila penyerahan pekerjaan tingkat pertama (STT I),


dilakukan melampaui batas waktu yang telah disepakati
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, maka penyedia jasa

32

dikenakan denda keterlambatan untuk setiap satu hari


keterlambatan sebesar 1 (satu permil) dari biaya
pelaksanaan pekerjaan (diatur didalam kontrak).
42.2 Apabila penyedia jasa melalaikan ketentuan-ketentuan yang
telah disepakati dan atau ketentuan serta syarat-syarat
teknis, dan ternyata tidak segera memperbaiki kelalaian
tersebut setelah menerima 2 (dua) kali surat peringatan dari
PPKM, maka untuk tiap kelalaian yang telah diperingatkan,
penyedia jasa dikenakan sanksi denda setiap kali kelalaian
(diatur didalam kontrak).
42.3 Apabila jadwal waktu penyerahan pekerjaan tingkat I (STT-I)
yang telah disepakati ternyata dilampaui, sedangkan
pekerjaan secara keseluruhan belum selesai, dan karena
sesuatu hal terjadi pemutusan kontrak, maka penyedia jasa
tetap dikenakan denda tersebut ayat (1) dan (2) Pasal ini,
dengan mempertimbangkan nilai fisik (volume terpasang)
yang telah dilaksanakan dan yang dapat disetujui PPKm.
42.4 Semua denda tersebut diatas, dapat dilaksanakan oleh PPKM
melalui pemotongan terhadap pembayaran angsuran
(termijn) yang diterimakan kepada penyedia jasa.
42.5 Besarnya denda yang dibayar oleh PPKm atas keterlambatan
pembayaran tagihan penyedia jasa sebesar bunga terhadap
nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat
suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan
Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi sesuai
ketentuan dalam dokumen kontrak.
43.

SERAH TERIMA
PEKERJAAN

43.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen), penyedia


jasa mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPKm
untuk penyerahan pertama pekerjaan.
43.2 PPKm memerintahkan panitia penerima pekerjaan untuk
melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan oleh penyedia jasa selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari setelah diterimanya surat permintaan dari
penyedia jasa. Apabila terdapat kekurangan dan/atau cacat
hasil
pekerjaan,
penyedia
jasa
wajib
menyelesaikan/memperbaiki, kemudian panitia penerima
pekerjaan melakukan pemeriksaan kembali dan apabila
sudah sesuai dengan ketentuan kontrak, maka dibuat berita
acara penyerahan pertama pekerjaan.
43.3 Penyedia jasa wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa
pemeliharaan sehingga kondisi tetap berada seperti pada
saat penyerahan pertama pekerjaan.
43.4 Setelah masa pemeliharaan berakhir penyedia jasa
mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPKm untuk
penyerahan akhir pekerjaan.
43.5 PPKm menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia
jasa melaksanakan semua kewajibannya selama masa
pemeliharaan dengan baik, setelah diperiksa oleh panitia
penyerahan pekerjaan dan telah dibuat berita acara
penyerahan akhir pekerjaan.
43.6 Apabila penyedia jasa tidak melaksanakan kewajiban
pemeliharaan sesuai kontrak, maka PPKm berhak
mencarikan jaminan pemeliharaan untuk membiayai
pemeliharaan
pekerjaan
dan
mencairkan
jaminan
pelaksanaan dan disetor ke kas negara, penyedia jasa
dikenakan sanksi masuk daftar hitam selama 2 (dua) tahun.

44.

GAMBAR
PELAKSANAAN

44.1 Penyedia jasa harus menyerahkan kepada Pejabat Pembuat


Komitmen gambar pelaksanaan (as built drawing) paling
lambat 14 (empat belas) hari sebelum penyerahan akhir
pekerjaan.
44.2 Apabila penyedia jasa terlambat menyerahkan gambar
pelaksanaan, maka PPKm dapat menahan sejumlah uang
sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

33

44.3 Apabila penyedia jasa tidak menyerahkan gambar


pelaksanaan, maka PPKm dapat memperhitungkan
pembayaran kepada penyedia jasa sesuai dengan ketentuan
dalam syarat-syarat khusus kontrak.
45.

PERHITUNGAN
AKHIR

46.

KEGAGALAN
BANGUNAN

B. KETENTUAN KHUSUS
47.
PERSONIL

48.

PENILAIAN
PEKERJAAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Penyedia jasa wajib mengajukan kepada Pejabat Pembuat


Komitmen perhitungan terinci mengenai jumlah yang harus
dibayarkan kepadanya sesuai ketentuan kontrak sebelum
penyerahan pertama pekerjaan.
46.1 Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan setelah
diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada PPKm, baik
secara keseluruhan maupun sebagian menjadi tidak
berfungsi dan atau tidak sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatannya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan
penyedia jasa dan atau PPKm;
46.2 Penyedia jasa wajib bertanggung jawab atas kegagalan
bangunan yang terjadi pada pekerjaan sebagaimana
dimaksud oleh kontrak ini.
46.3 Kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia
jasa ditentukan terhitung sejak penyerahan akhir pekerjaan
kontruksi dan paling lama 10 (sepuluh) tahun.
46.4 Jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan karena
kesalahan penyedia jasa, dan hal tersebut terbukti
menimbulkan kerugian bagi pihak lain, maka penyedia jasa
wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang usaha dan
dikenakan ganti rugi;
46.5 Apabila penyedia jasa melakukan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan
ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan
mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau
kegagalan bangunan, dikenakan pidana paling lama 5 (lima)
tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak sebesar
10% (sepuluh persen) dari nilai kontrak
46.6 Kegagalan bangunan dinilai dan ditetapkan oleh 1 (satu) atau
lebih penilai ahli yang profesional dan kompeten dalam
bidangnya serta bersifat independen dan mampu
memberikan penilaian secara obyektif, yang harus dibentuk
dalam waktu paling lambat 1 (satu) bulan sejak diterimanya
laporan mengenai terjadinya kegagalan bangunan.
46.7 Penilai ahli yang dimaksud disepakati bersama oleh PPKm dan
penyedia jasa.
47.1 Penyedia jasa wajib menugaskan personil inti yang tercantum
dalam daftar personil inti atau menugaskan personil lainnya
yang disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Pejabat
Pembuat Komitmen hanya akan menyetujui usulan
penggantian personil inti apabila kualifikasi, kemampuan,
dan pengalamannya sama atau melebihi personil inti yang
ada dalam daftar personil inti.
47.2 Apabila Pejabat Pembuat Komitmen meminta penyedia jasa
untuk memberhentikan personilnya dengan alasan personil
inti tidak memadai, maka penyedia jasa harus menjamin
bahwa personil tersebut sudah harus meninggalkan
lapangan dalam waktu 7 (tujuh) hari dan harus diganti
selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari.
48.1 PPKm harus melakukan penilaian atas hasil pekerjaan dalam
masa pelaksanaan pekerjaan.
48.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan

34

kemajuan fisik pekerjaan.


49.

PENEMUANPENEMUAN

50.

51.

KOMPENSASI

PENANGGUHAN
PEMBAYARAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Penemuan-penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah


atau penemuan-penemuan menurut Undang-undang yang dikuasai
oleh negara di lokasi pekerjaan pada masa pelaksanaan kontrak,
penyedia jasa wajib memberitahukan kepada PPKm dan Pihak
berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia.
50.1 Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia jasa bila dapat
dibuktikan merugikan penyedia jasa dalam hal sebagai
berikut:
a.
Penyedia jasa belum bisa masuk ke lokasi
pekerjaan,
karena
PPKm
tidak
menyerahkan
seluruh/sebagian lapangan kepada penyedia jasa;
b.
PPKm
tidak
memberikan
gambar,
spesifikasi, atau instruksi sesuai jadual yang telah
ditetapkan;
c.
PPKm memodifikasi atau mengubah jadual
yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
d.
PPKm menginstruksikan untuk melakukan
pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan
pengujian ternyata tidak diketemukan kerusakan /
kegagalan / penyimpangan pekerjaan;
e.
PPKm menolak sub penyedia jasa tanpa
alasan yang wajar;
f.
Penyedia jasa lain, petugas pemerintah,
petugas utilitas atau PPKm tidak bekerja sesuai waktu
yang ditentukan, sehingga mengakibatkan keterlambatan
dan/atau biaya tambah bagi penyedia jasa.
g.
Dampak
yang
menimpa/membebani
penyedia jasa diakibatkan oleh kejadian-kejadian yang
menjadi resiko PPKm.
h.
PPKm menunda berita acara penyerahan
pertama pekerjaan dan/atau berita acara penyerahan
akhir pekerjaan.
i.
PPKm
memerintahkan
penundaan
pekerjaan.
j.
Kompensasi lain sesuai dengan yang
tercantum dalam syaratsyarat khusus kontrak.
50.2 Penyedia
jasa
dapat
meminta
kompensasi
biaya
dan/atauwaktu pelaksanaan.
51.1 PPKm berhak melakukan penangguhan pembayaran pada
setiap tahap angsuran pembayaran (termijn) jika penyedia
jasa tidak melaksanakan kewajiban sesuai dengan kontrak,
dengan surat pemberitahuan penangguhan pembayaran
disertai alasan yang jelas.
51.2 PPKm memberikan kesempatan kepada penyedia jasa untuk
segera memperbaiki kekurangan dan atau kesalahan dalam
pelaksanaan pekerjaan dan pelaksanaan pekerjaan dimulai
paling lambat 3 hari sejak diterimanya surat pemberitahuan
penangguhan pembayaran.
51.3 PPKm akan melakukan pembayaran yang ditangguhkan
sebagaimana disebut dalam ayat (1) diatas kepada penyedia
jasa, setelah penyedia jasa memperbaiki kekurangan dan
atau kesalahan dan dituangkan dalam suatu berita acara
yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan konsultan
pengawas.
51.4 Penangguhan pembayaran sebagaimana disebut pada ayat (1)
diatas tidak berakibat pada perubahan jangka waktu
pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal
(7) kontrak jasa pemborongan ini.

35

52.

HARI KERJA

52.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya


disimpan oleh penyedia jasa. Daftar pembayaran
ditandatangani oleh masing-masing pekerja dan dapat
diperiksa oleh PPKm.
52.2 Penyedia jasa harus membayar upah hari kerja kepada tenaga
kerjanya setelah formulir upah ditandatangani.
52.3 Jam kerja dan waktu cuti untuk karyawan harus dilampirkan.
52.4 Penyedia jasa harus memberitahukan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen sebelum bekerja di luar jam kerja.

53.

PENGAMBILALIH

53.1 Pekerjaan tersebut dalam Pasal 1 (satu), baik sebagian


maupun seluruhnya dilarang dialihkan oleh penyedia jasa
kepada pihak lain, tanpa persetujuan tertulis dari PPKm.
53.2 Jika ternyata penyedia jasa menyerahkan sebagian pekerjaan
atau seluruhnya kepada pihak lain, dan peringatanperingatan tertulis dari PPKm tidak diindahkan oleh penyedia
jasa, maka setelah mengadakan perhitungan, PPKm berhak
membatalkan Kontrak ini secara sepihak dan memblacklist
penyedia jasa.

AN

54.

PEDOMAN
PEMELIHARAAN DAN
PENGOPERASIAN

Penyedia jasa wajib memberikan pedoman kepada PPKm tentang


pengoperasian dan pemeliharaan.

PENYESUAIAN

55.1 Harga kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian


biaya.
55.2 Penyesuaian biaya harus mengikuti peraturan yang berlaku,
termasuk mata uang yang dipakai untuk penyesuaian biaya
sesuai dengan kesepakatan para pihak.

55.
BIAYA

56.

PENUNDAAN
ATAS PERINTAH PPKM

PPKm dapat memerintahkan penyedia jasa untuk menunda


dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau memperlambat kemajuan
suatu kegiatan pekerjaan.

57.

INTRUKSI

57.1 Penyedia jasa wajib melaksanakan semua instruksi Pejabat


Pembuat Komitmen yang berkaitan dengan kontrak.
57.2 Semua instruksi harus dilakukan secara tertulis.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

36

BAB IV
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
Syarat-syarat khusus kontrak terdiri atas :
A.
a. PPKm adalah Pejabat Pembuat Komitmen :
KETENTUAN UMUM
b. Masa pemeliharaan (diatur didalam kontrak)
1. DEFINISI

2. JAMINAN

2.1

2.2
2.3
3. ASURANSI

4. KESELAMATAN KERJA

5. PEMBAYARAN

a.
b.

Kerusakan harta benda


Pihak ketiga tiap orang untuk cidera badan
termasuk kematian untuk satu kali peristiwa.
c.
Kegagalan bangunan
d.
Asuransi sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
Peraturan tentang keselamatan kerja yang harus dipatuhi penyedia
jasa sesuai Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
5.1
5.2
5.3

6. JADUAL PELAKSAAN
PEKERJAAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Besarnya jaminan pelaksanaan sebesar 5 % (lima persen)


dari nilai kontrak. Bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah
(kurang dari 80% HPS), maka nilai jaminan pelaksanaan
ditetapkan sebagai berikut :
a) jika penawaran 75% s/d 79% HPS (tujuh puluh lima
persen sampai dengan tujuh puluh sembilan persen),
jaminan pelaksanaan dinaikkan menjadi 5% (lima
persen) dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
b) jika penawaran 70% s/d 75% (tujuh puluh persen sampai
dengan tujuh puluh lima persen) HPS, jaminan
pelaksanaan dinaikkan menjadi 10% (sepuluh persen)
dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
c) jika penawaran 60% s/d 70% (enam puluh persen
sampai dengan tujuh puluh persen) HPS, jaminan
pelaksanaan dinaikkan menjadi 15% (lima belas persen)
dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
d) jika penawaran 50% s/d 60% (lima puluh persen sampai
dengan enam puluh persen) HPS, jaminan pelaksanaan
dinaikkan menjadi 20% (dua puluh persen) dikalikan 80%
(delapan puluh persen) HPS;
e) jika penawaran 45% s/d 50% HPS (empat puluh lima
persen sampai dengan lima puluh persen), jaminan
pelaksanaan dinaikkan menjadi 25% (dua puluh lima
persen) dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS;
f) jika penawaran kurang dari 45% (empat puluh lima
persen) HPS, jaminan pelaksanaan dinaikkan menjadi
50% (lima puluh persen) dikalikan 80% (delapan puluh
persen) HPS.
Tidak ada uang muka
Besarnya jaminan pemeliharaan (diatur didalam kontrak)

Tidak ada uang muka


Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara
angsuran (termijn).
Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran,
besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar
setinggitingginya sebesar 80% (delapan puluh persen) dari
jumlah nilai tagihan.

Waktu pelaksanaan kontrak sesuai ketentuan dalam data lelang.

37

7. PENGGUNAAN
PENYEDIA JASA USAHA
KECIL TERMASUK
KOPERASI

8. PENYELESAIAN
PERSELISIHAN

9. DENDA DAN GANTI


RUGI

Kepada penyedia jasa bukan usaha kecil yang terbukti


menyalahgunakan fasilitas dan kesempatan yang diperuntukkan
bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang No.9 Tahun 1995, maka yang bersangkutan
dikenakan sanksi sebagaimana termaktub dalam Pasal 34, Pasal
35 dan Pasal 36 undang-undang tersebut yaitu sebagai berikut:
a.
Barang siapa dengan maksud untuk
menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan
hukum dengan mengaku atau memakai nama usaha kecil
sehingga memperoleh fasilitas kemudahan dana, keringanan
tarif, tempat usaha, bidang dan kegiatan usaha, atau
pengadaan barang dan jasa atau pemborongan pekerjaan
Pemerintah yang diperuntukkan dan dicadangkan bagi usaha
kecil yang secara langsung atau tidak langsung menimbulkan
kerugian bagi usaha kecil diancam dengan pidana penjara
paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp
2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah);
b.
Perbuatan sebagaimana dimaksud
pada butir 1. di atas adalah tindak pidana kejahatan;
c.
Jika tindak pidana sebagaimana
dimaksud pada butir 1. dilakukan oleh atau atas nama badan
usaha, dapat dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan
sementara atau pencabutan tetap ijin usaha oleh instansi yang
berwenang.
Penyelesaian perselisihan melalui :
1. Musyawarah untuk mufakat
2. Pengadilan
9.1

9.2

10. KEGAGALAN
BANGUNAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

Kompensasi atas keterlambatan pembayaran adalah


sebesar nilai tagihan yang terlambat dibayar berdasarkan
tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut
ketetapan Bank Indonesia.
a. Denda langsung dipotong dari pembayaran penyedia
jasa.
b. Ganti rugi dibayar kepada panitia jasa setelah dibuat
amandemen kontrak.

Jangka waktu pertanggungjawaban atas kegagalan bangunan


selama 10 (sepuluh) tahun.

38

BAB V
SYARAT-SYARAT TEKNIS

LINGKUP

Lingkup Pekerjaan Pada Kegiatan Pembangunan Sentra PKL adalah


Pekerjaan Pembangunan Sentra PKL Type B (Penutup Atap
Polikarbonat Rangka Baja) Pasar Tradisional Dukuh Menanggal Kota
Surabaya. Kegiatan ini didanai dari APBD Pemerintah Kota Surabaya
Tahun Anggaran 2010. Seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan
sesuai yang tertuang di dalam RKS, Gambar, dan Berita Acara
Penjelasan Pekerjaan.

PENJELASAN UMUM

V.2.1.Nama Pekerjaan :
Pembangunan Sentra PKL Type B (Penutup Atap Polikarbonat
Rangka Baja) Pasar Tradisional Dukuh Menanggal.
V.2.2. Uraian/Jenis Pekerjaan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

JENIS DAN MUTU BAHAN

Pekerjaan Pendahuluan.
Pekerjaan Urugan Lahan.
Pekerjaan Gedung Pasar.
Pekerjaan Saluran.
Pekerjaan Gapura & Pos Jaga.
Pekerjaan Taman.
Pekerjaan Akhir.

A. Bahan Alam
1. Batu Merah
Berasal dari pembakaran yang masak dengan maksimum pecah
20 % dan merupakan produksi lokal yang berukuran sama padat
2. Pasir Pasang
Untuk semua pekerjaan pasangan, plesteran, paving harus
memakai pasir pasang berbutir kasar tidak mengandung kadar
Lumpur terlalu banyak
3. Pasir (Sirtu)
Untuk semua pekerjaan sirtu alam berasal dari (Porong, Pandaan)
atau setara dan sudah terbukti mempunyai kadar tanah 5%.
4. Pasir Cor
Berbutir kasar, tajam dan bersih dari kotoran atau kadar lumpur.
Khusus pasir cor beton lihat syarat teknis (PBI 1971 ). Pasir
pasang tidak diperkenankan untuk pekerjaan pengecoran.
5. Batu Pecah
Berasal dari batu kali pecah 3/5cm dan 4/6cm yang
menggunakan mesin, yang dipergunakan untuk campuran dalam
pengecoran
B. Bahan Pabrikasi
1. Semen (PC)
Hasil Produksi setara dengan (Semen Gresik) dan tidak boleh
memakai semen PC yang sudah mengeras (sweping). Khusus
untuk mengerjakan beton konstruksi harus memakai mutu yang
sejenis dan memenuhi syarat teknis.
2. Besi baja setara dengan Krakatau Steel, ex. bhirawa berkwalitas
baik dengan toleransi 0,4 mm.
3. Paving yang dipergunakan produksi pabrik dengan alat mesin
dengan mutu minimal K-225.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

39

V.3.1. Jenis dan mutu bahan yang dilaksanakan harus diutamakan


bahan-bahan produksi dalam negeri, sesuai dengan keputusan
bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Penertiban Aparatur
Negara Tgl. 23 Desember 1980, Keppres 80 tahun 2003.
V.3.2. Bahan-bahan bangunan atau tenaga kerja lokal/setempat yang
memenuhi syarat teknis sesuai dengan peraturan yang ada (RKS)
dianjurkan untuk dipergunakan dengan mendapatkan ijin tertulis
dari PPKm/Konsultan Pengawas.
V.3.3. Bila bahan-bahan bangunan yang memenuhi spesifikasi teknis
terdapat beberapa/bermacam-macam jenis(merk) diharuskan
untuk memakai jenis dan mutu bahan dipilih satu jenis.
V.3.4. Bahan-bahan bangunan yang telah ditetapkan jenisnya, apabila
bahan bangunan tersebut mempunyai beberapa macam mutu,
maka harus ditetapkan untuk dilaksanakan dipergunakan yang
mutu/kwalitas kelas I (KW. I).
V.3.5. Bila Penyedia Barang / Jasa sudah menandatangani untuk
dilaksanakan jenis dan mutu bahan untuk pekerjaan atau bagian
pekerjaan tidak sesuai dengan yang ditetapkan, harus ditolak dan
dikeluarkan dari lokasi proyek paling lambat 24 jam setelah ditolak
atas biaya/tanggung jawab Penyedia Barang / Jasa Pelaksana .
V.3.6. Contoh/sample yang dikehendaki oleh Pemberi Tugas/Penyedia
Barang / Jasa harus segera disediakan tanpa kelambatan atas
biaya Penyedia Barang / Jasa dan harus sesuai dengan ketetapan
(RKS).
V.3.7. Bila dalam uraian dan syarat-syarat disebutkan nama
pabrik/produk dari suatu barang, maka ini hanya dimaksudkan
untuk menunjukkan kwalitas dan tipe dari barang-barang yang
dikehendaki Pemberi Tugas/Pelaksana kegiatan.
V.3.8. Penyedia Barang / Jasa Pelaksana harus menawarkan hargaharga barang/bahan tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Rapat
Penjelasan Pekerjaan dan bahan yang ditawarkan dalam harga
satuan pekerjaan dan atau harga satuan bahan/upah adalah
mengikat.
URAIAN PEKERJAAN

V.4.1. Penyedia Barang / Jasa harus menyediakan segala yang


diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara baik, sempurna
dan efisien dengan urutan yang teratur,
V.4.2. Kuantitas dan Kualitas Pekerjaan :
a. Kuantitas pekerjaan yang berkualitas baik yang termasuk
dalam harga kontrak harus dianggap seperti apa yang tertera
dalam Gambar-gambar Bestek atau diuraikan dalam Rencana
Kerja dan Syarat-syarat dan Berita Acara Rapat Penjelasan
Pekerjaan , kecuali yang disebut diatas, apa yang tertera
dalam uraian dan syarat-syarat dalam kontrak itu.
Bagaimanapun
tidak
boleh
menolak,merubah
atau
mempengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang
tercantum dalam syarat-syarat ini.
b. Kekeliruan/perbedaan dalam uraian pekerjaan dan kuantitas
baik pengurangan maupun penambahan bagian-bagian dari
gambar dan uraian syarat-syarat tidak boleh merusak
(membatalkan) Perjanjian/ Kontrak ini, tetapi hendaknya
diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki
oleh Pemberi Tugas/Pelaksana kegiatan.
V.4.3. Gambar-gambar Pekerjaan :
a. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang terdiri dari gambar
bestek, gambar detail konstruksi, gambar situasi dan
sebagainya yang dilaksanakan oleh perencana telah
disampaikan kepada Penyedia Barang / Jasa beserta

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

40

b.

c.

d.

e.

V.5. PERATURAN TEKNIS


YANG
DIPERGUNAKAN.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

dokumen-dokumen lain. Penyedia Barang / Jasa tidak boleh


mengubah atau menambah tanpa persetujuan tertulis dari
Pelaksana kegiatan /Direksi. Gambar-gambar tersebut tidak
boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya
dengan pekerjaan pemborongan ini atau dipergunakan untuk
maksud-maksud lain.
Bila Direksi menganggap perlu maka kontraktor harus
membuat tambahan gambar detail (gambar penjelasan) yang
diperiksa dan disyahkan oleh Direksi dan gambar-gambar
tersebut menjadi milik Direksi.
Untuk semua pekerjaan yang belum terdapat dalam gambar
bestek baik penyimpangan atau perubahan atas perintah
Pemberi Tugas atau tidak, Penyedia Barang / Jasa harus
membuat gambar kerja atau gambar penjelasan (Shop
Drawing) untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi
Tugas/Pelaksana Kegiatan.
Penyedia Barang / Jasa Pelaksana harus menyediakan
dilokasi pekerjaan 1 (satu) Dokumen Kontrak lengkap
termasuk Gambar bestek, Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS), Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan, Time
Schedule yang telah disetujui oleh PPBJ/Konsultan Pengawas
dalam masa pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Barang / Jasa Pelaksana dianggap sudah
mempelajari / memahami maksud dan tujuan perencana
Penyedia Barang / Jasa Pelaksana harus membuat gambar
yang sesuai dengan apa yang dilaksanakan (As Built Drawing)
yang jelas, memperhatikan perbedaan atau
perubahan
antara gambar-gambar dalam Dokumen Kontrak dan
pekerjaan yang dilaksanakan. Gambar-gambar tersebut harus
diserahkan dalam rangkap 5 (lima) .sebelum Serah Terima
Tahap I (STT I).

a. Pedoman Pelaksanaan APBN/Keppres 80 tahun 2003 yang


telah dirubah ketujuh kalinya dengan Perpres no. 95 tahun
2007.
b. Perda nomor 1 tahun 2007 tentang anggaran pendapatan dan
belanja daerah Kota Surabaya.
c. Instruksi Walikota Surabaya nomor 2 tahun 2007 tentang
koordinasi dan persiapan dalam rangka Pelaksanaan
pengadaan barang/ jasa Pemerintah Daerah dengan system eProcurement.
d. Peraturan Walikota nomor 4 tahun 2008 tentang Pedoma Teknis
Pelaksanaan Anggaran Belanja Langsung dan Pengadaan
Barang/ Jasa.
e. Peraturan Beton Indonesia (PBI) 1971 atau SNI 1991.
f. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan (PUBB
NI-3/56).
g. Peraturan Muatan Indonesia (PMI 1983).
h. Peraturan Umum Instalsi Listrik (PUIL) 1987
i. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI NI-5/1961)
j. Algemene Voorwaarder Voor de uitvoering bij aanneming van
open werken (AV) yang disahkan dengan Surat Keputusan
Pemerintah No. 9 tanggal 28 Mei 1994 dan Tambahan
lembaran Negara No. 1457
k. Algemene Voorschriften Voor Drinkwater Instalaties 1946
l. Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan
Tenaga Kerja) antara lain tentang larangan mengerjakan anakanak dibawah umur.
m. Keputusan Walikota Surabaya No. 03 tahun 2001
n. Peraturan-peraturan Pemerintah setempat tentang Bangunan
Gedung dan Peraturan-peraturan lain yang belum tercantum di
atas, tetapi berkaitan dengan pekerjaan ini.

41

V.6. PENJELASAN RKS


DAN GAMBAR

V.7. PERSIAPAN DI
LAPANGAN

a. Bila terdapat perbedaan antara gambar rencana dan gambar


detail, maka gambar detail yang dipakai/diikuti.
b. Bila terdapat skala gambar dan ukuran dalam gambar tidak
sesuai, maka ukuran dengan angka dalam gambar yang
dipakai/diikuti.
c. Bila ukuran-ukuran jumlah yang diperlukan dan bahanbahan/barang yang dipakai dalam RKS tidak sesuai dengan
gambar, maka RKS yang diikuti/dipakai.
d. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengadakan
penelitian
tentang
hal-hal
tersebut
diatas.
Setelah
Rekanan/Penyedia Barang / Jasa menerima Dokumen dari
Panitia Pengadaan/Pemberi Tugas dan hal tersebut akan
dibahas dalam rapat penjelasan pekerjaan ( Aanwijzing ).
e. Sebelum melaksanakan pekerjaan Penyedia Barang / Jasa
diharuskan menelitii kembali semua dokumen yang ada untuk
disesuaikan dengan Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan.
a. Setelah
kontraktor
Penyedia
Jasa mendapat SKPPBJ dari
pelaksana Kegiatan maka segera membuat :
1.

Surat Pernyataan Kesanggupan Kerja Mulai Pekerjaan


bermaterai 6000 tunggal.
2.
Surat Pemberi Tahuan akan memulai Pekerjaan dengan
dilampiri Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan lengkap
dengan Curiculum Vitae.
3.
Rencana Kerja / Time Schedule (kurva S).
b. Penyedia Barang / Jasa Pelaksana diwajibkan membuat bouwkeet /
Bangunan Sementara untuk kantor pegawainya dan gudang untuk
bahan-bahan yang diperlukan agar terhindar dari kerusakan atau
hujan.
c. Bila dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas / Direksi Lapangan,
Penyedia Barang / Jasa Pelaksana harus membuat los kerja untuk
tempat pekerja, sehingga terhindar dari hujan, matahari dan angin.
d. Jalan masuk ketempat pekerjaan yang telah ditetapkan harus
diadakan oleh Penyedia Barang / Jasa Pelaksana bilamana
diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan proyek
tanpa dimasukkan didalam anggaran biaya/kontrak.
e. Kontraktor Penyedia Jasa
diwajibkan memasang papan nama
Proyek dengan ukuran 90 x 120 cm. Biaya pembutan papan nama
proyek sudah termasuk dalam pekerjaan persiapan.
V.7.2. Direksi Keet atau Kantor Direksi.
Penyedia Barang / Jasa Pelaksana harus penyediaan ruangan
yang cukup untuk disewa guna Kantor Direksi dengan
perlengkapannya meja, kursi, papan tulis.
V.7.3. Penyedia Barang / Jasa Pelaksana setelah menerima Surat
Keputusan Penetapan Penyedia Barang dan Jasa (SKPPBJ)
segera membuat Time Schedule berupa Bar Chart yang terinci
untuk dapat diikuti lebih awal perkembangan hasil pelaksanaan
pekerjaan dilapangan , dan apabila terdapat/terlihat adanya
indikasi keterlambatan pekerjaan diperlukan koordinasi atau
langkah-langkah untuk menanggulangi hambatan/ keterlambatan
yang akan terjadi.
V.8. PENJAGAAN
KEAMANAN
PEKERJAAN

V.8.1. Selama pelaksanaan pekerjaan Penyedia Barang / Jasa


diwajibkan mengadakan segala keperluan untuk keamanan dan
kesejahteraan para pekerja dan tamu, seperti PPPK, sanitasi, air
minum dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan. Juga diwajibkan
memenuhi segala peraturan, tata tertib, ordonansi pemerintah atau
Pemerintah Daerah setempat.
V.8.2. Penyedia Barang / Jasa diharuskan membatasi daerah operasinya

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

42

disekitar lokasi pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya


melanggar wilayah orang lain.
V.8.3. Penyedia Barang / Jasa harus menjaga agar jalanan umum, jalan
kecil dan hak pemakai jalan bersih dari bahan-bahan bangunan
dan sebagainya dan memelihara kelancaran lalu lintas, baik bagi
kendaraan maupun pejalan kaki selama pekerjaan berlangsung.
V.8.4. Selama masa pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang / Jasa
bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang
ada disekitarnya, utilitas, jalan-jalan, saluran-saluran pembuangan
dan sebagainya dilokasi dan kerusakan sejenis yang disebabkan
karena pelaksanaan pekerjaan Penyedia Barang / Jasa dalam arti
yang luas. Itu semua diperbaiki Penyedia Barang / Jasa hingga
dapat diterima oleh Pemberi Tugas.
V.8.5. Penyedia Barang / Jasa bertanggung jawab atas keamanan dan
kerusakan seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan bangunan
dan perlengkapan instalasi, hingga Kontrak selesai dan diterima
baik oleh Direksi.
V.9. JAMINAN DAN
KESELAMATAN
BURUH

V.9.1. Air Minum dan Air Kerja.


a. Penyedia Barang / Jasa harus senantiasa menyediakan air
minum yang cukup bersih ditempat pekerjaan untuk para
pekerjanya.
b. Penyedia Barang / Jasa harus mengadakan air kerja untuk
keperluan
pekerjaan
selama
pelaksanaan
dapat
mempergunakan atau menyambung pipa air yang telah ada
dengan meteran air sendiri ( guna memperhitungkan
pembayarannya) atau air sumur yang bersih/jernih dan tawar,
bila hal ini meragukan harus diperiksa dilaboratorium.
V.9.2. Kecelakaan Kerja.
a. Apabila terjadi kecelakaan pada tenaga kerja pada waktu
melaksanakan pekerjaan, Penyedia Barang / Jasa harus segera
mengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan sikorban.
Biaya pengobatan dan lain-lain menjadi tanggung jawab
Penyedia Barang / Jasa dan harus segera melaporkan kepada
Instansi yang berwenang dan Direksi.
b. Dilokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk
PPPK yang selalu tersedia dalam saat dan berada ditempat
Direksi Keet/Bouwkeet.

V.10. ALAT-ALAT
PELAKSANAAN DAN
PENGUKURAN

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

a. Selama pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Barang / Jasa harus


menyediakan / menyiapkan alat-alat baik untuk sarana/peralatan
pekerjaannya maupun peralatan-peralatan yang diperlukan untuk
memenuhi kwalitas hasil pekerjaan antara lain : mesin pemadatan
tanah, pompa air dan alat-alat lainnya yang berkaitan dengan
pekerjaan tersebut.
b. Penentuan titik maupun level (elevasi 0,00) harus ditentukan
memakai alat yang tepat atau alat ukur
( waterpass dan
theodolite ).
c. Penentuan atau batasan pekerjaan sesuai gambar atau menurut
instruksi PPKm/Konsultan Pengawas.
d. Pengukuran Lapangan dituangkan dalam Berita Acara Hasil
Pengukuran (BA Uetzet) dan ditanda tangani oleh pihak pihak
yang terkait.
e. Apabila terdapat perbedaan antara
gambar dengan kondisi
lapangan maka akan dituangkan dalam bentuk Addendum
Perubahan. Dan kontraktor diharuskan membuat gambar perubahan
/ gambar yang sesuai dengan kondisi lapangan (As Build Drawing)
yang ditanda tangani oleh pihak pihak yang terkait.

43

V.11. SYARAT-SYARAT
CARA
PEMERIKSAAN
BAHAN BANGUNAN

a. Penyedia Barang / Jasa harus mengerjakan pekerjaan sesuai


dengan kontrak dan mempunyai keahlian sesuai dengan tugas yang
diserahkan kepadanya.
b. Penyedia Barang / Jasa menjamin bahwa semua bahan bangunan
dan perlengkapan yang disediakan menurut Dokumen Kontrak
dalam keadaan baru dan semua pekerjaan akan berkualitas baik
bebas dari cacat. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan
standart ini dapat dianggap defecktif (rusak)..
Dalam pengajuan penawaran harga Penyedia Barang / Jasa harus
memperhitungkan biaya-biaya pengujian/pemeriksaan berbagai
bahan yang dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan.

V.12. PEKERJAAN YANG


TIDAK BAIK

a.

V.13. SYARAT-SYARAT
PELAKSANAAN
PEKERJAAN

Syarat-Syarat Untuk Bahan yang dipergunakan untuk pekerjaan ini


adalah :
a. Semen Pc :
Hasil produksi lokal/dalam negeri jenis I yang belum
kadaluarsa/mengeras (swiping), mutu yang sejenis produksi Semen
Gresik, Semen Tiga Roda atau yang mempunyai SNI dan harus
memakai merk pabrik dengan jenis dan kualitas yang sama .
b. Kerikil :
Berasal dari Batu Pecah Mesin padat (Stone Crusher) ukuran 1-1,
1-2 cm dan 2-3 cm.
c. Air kerja :
Air bersih / tawar atau air dari saluran PDAM.
d. Batu Merah :
Berasal dari produk lokal kwalitas I, padat berukuran sama dan dari
hasil pembakaran yang matang serta pecah maximum 20 %.
e. Pasir Pasang :
Berasal dari dari sungai, berbutir agak kasar/keras,tajam, bersih dan
tidak mengandung lumpur.
f. Pasir Cor
:
Berbutir Sangat kasar tajam dan bersih dari lumpur
g. Pasir Urug :
Berasal dari pasir yang halus, padat dan bersih dari kotoran/tanah.

Pemberi Tugas/PPKm dan Konsultan Pengawas


berhak mengeluarkan instruksi agar Penyedia Barang / Jasa
membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa
atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan-bahan atau
barang-barang baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan
dalam pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Biaya untuk
pekerjaan dan sebagainya menjadi beban Penyedia Barang / Jasa
untuk disempurnakan sesuai dengan dokumen kontrak.
b.
Pemberi Tugas / PPKm dan Konsultan Pengawas
berhak mengeluarkan instruksi untuk menyingkirkan dari tempat
pekerjaan, pekerjaan-pekerjaan, bahan-bahan atau barang apa saja
yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.
c.
Pemberi Tugas berhak mengeluarkan perintah yang
dikehendaki pemecatan siapa saja dari pekerjaan.

V.13.1. PEKERJAAN PENDAHULUAN


a. 1.

Pekerjaan Persiapan
adalah suatu pekerjaan awal yang
merupakan suatu kesatuan pekerjaan yang tidak terpisahkan
dari pekerjaan utama yang diatur dalam Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS) dan Surat Perjanjian/kontrak, yang
meliputi :
- Pembuatan Foto Dokumentasi
- Pengambilan Foto dokumentasi harus dilakukan pada waktu :
- Permulaan, pertengahan, akhir pekerjaan ( 0 %, 50%,
100% ).
- Setiap Jenis/Item Pekerjaan ( proses dan finish ).
- Setiap Pengajuan Pembayaran Angsuran.
- Setelah masa pemeliharaan berakhir.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

44

Foto harus berwarna ukuran postcard sebanyak masingmasing


3 (tiga) lembar.disusun dalam album dan diberi
keterangan.
2. Test Material pada saat penurunan material dengan memakai
benda uji. Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium
independen yang telah disetujui Konsultan Pengawas /
Direksi.
3. Biaya pengujian menjadi beban atau tanggung jawab pihak
pemborong yang mutlak harus dilaksanakan.
4. Biaya pengujian terhadap material yang tidak ditawar
tersendiri tetapi sudah termasuk didalam harga penawaran
pekerjaan (pihak pemborong harus sudah memperhitungkan
di dalam penawaran).
b. Pekerjaan Pengukuran/Uitzet
c. Pekerjaan Bongkaran, meliputi bongkaran gedung lama dari atap
sampai lantai dan pondasi yang nantinya akan dilaksanakan
pekerjaan gedung baru. Untuk bongkaran pemborong tidak boleh
membawa keluar, bongkaran tersebut kemudian didata untuk
diinventarisir.
V.13.2. PEKERJAAN TANAH.
a. Galian
1. Pekerjaan galian dilaksanakan untuk pekerjaan pondasi sloof,
poer, septic tank, dengan teknis pelaksanaan dan letak
penempatan sesuai yang ditunjukan dalam gambar
perencanaan.
2. Galian untuk pondasi dilaksanakan dengan titik-titik/tanda yang
sudah ditentukan terlebih dahulu.
3. Tinggi dasar 0.00 m peil lantai bangunan, direncanakan
sesuai gambar-gambar pelaksanaan, tiap titik peil dilevelling
terhadap tinggi dasar 0.00 m yang permanen (bangunan
terdekat yang sudah ada).
4. Pekerjaan-pekerjaan tersebut di atas harus dilaksanakan
berikut pengerjaannya dan pengadaan segala macam bahan,
alat-alat, pengerahan tenaga kerja, dll. Meskipun hal tersebut
tidak diuraikan secara terperinci dalam Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS) ini.
5. Galian tanah yang tidak dipakai harus dibuang di luar
bouwplank dan diratakan sedemikian rupa.
6. Dalamnya galian pondasi harus sesuai dengan gambar
dan
detail,
hal-hal
yang
menyimpang
akan
diperhitungkan sebagai pekerjaan lebih atau kurang.
b. Urugan Pasir dan Tanah
1. Urugan pasir dilaksanakan di bawah poer penahan pondasi
pancang, serta di bawah sloof kopel (lihat gambar).
Urugan di dalam gedung menggunakan pasir urug yang
bagus, bebas dari kotoran.
2. Cara pengurugan sirtu dilakukan lapis demi lapis,
tebal
setiap lapis 15 cm dan disiram air lalu dipadatkan dengan
compactor/stamper/vibrator roller. Batu-batu besar yang ada
dalam sirtu agar tidak diurugkan/dibuang.
V.13.3. PEKERJAAN BETON

a. Pekerjaan beton dilaksanakan sesuai dengan yang diminta dalam


Dokumen Kontrak dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku (PBI, SKSNI / SNI 91). Adapun pada garis
besarnya pekerjaan beton bertulang yang dilaksanakan adalah :
1) Pondasi strous 30 cm.
2) Poer.
3) Balok induk.
4) Balok ring, balok anak.
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

45

5)
6)

Kolom induk.
Konstruksi bagian atap yaitu : plat dek atas tebal 10 cm
menggunakan tulangan rangkap .
7) Plat lantai tebal 12 cm
8) Sloof.
Besi beton yang dipakai : U - 39 (ulir) dan U - 24 (polos).
Semua pekerjaan beton : detail, ukuran, dimensi, dan jumlah
tulangan disesuaikan dengan gambar perencanaan.
b. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan beton adalah :
1) Semen, dipakai PC (Portland Cement) Jenis I keluaran segala
merk yang beredar di Indonesia (Standart SNI) dan harus
dipakai satu macam merk semen untuk pekerjaan ini.
2) Agregat, dipakai batu pecah dan pasir butiran kasar yang
memenuhi syarat PBI/SNI 91.
3) Air, dapat digunakan dari segala sumber asal memenuhi
syarat PBI/SNI.
c. Pelaksanaan adukan beton dengan campuran 1Pc : 3Ps : 6Kr
untuk rabat beton dan lantai kerja 5 cm, untuk beton bertulang
campuran 1Pc : 2Ps : 3Kr diaduk dengan mesin pengaduk
mixer/molen/ready mix hingga mencapai mutu sesuai yang
disyaratkan. Mutu beton yaitu K-225, untuk tiang pancang
minimal K-500, untuk lisplank atap menggunakan beton K-300.
d. Begisting harus dibuat kuat dan direncanakan begitu rupa
sehingga beton dapat dengan baik ditempatkan dan dipadatkan,
tidak terjadi perubahan bentuk acuan selama pengecoran
dilaksanakan maupun selama proses pengerasan beton. Pada
bagian lisplank dimiringkan sedemikian rupa agar air tidak
tergenang pada bagian atas.
V.13.4. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN.
Pekerjaan Pasangan Batubata :
1.

Pasangan batu bata trasraam dengan campuran spesi


1Pc : 3Ps dilaksanakan diatas beton sloof s/d
(ukuran sesuai gambar rencana ).

40 cm

2.

Pasangan batu bata dengan campuran spesi 1pc : 5ps,


dilaksanakan pada dinding bagian atas dan gewel.

3.

Pekerjaan Plesteran Halus


Plesteran pasangan bata trasraam campuran 1Pc : 3Ps
Plesteran pasangan bata campuran 1Pc : 4Ps
Plesteran Beton 1Pc : 2Ps

4.

Acian (penutup pori) dilaksanakan setelah pekerjaan


plesteran halus.

5.

Benangan campuran

1Pc : 2Ps

Pasangan bata harus disiram air sampai jenuh sebelum


pekerjaan plesteran dilaksanakan.
Untuk mendapatkan hasil plesteran yang baik atau rata dan siku
harus dibuatkan kepala plesteran selebar 5 cm arah lurus ke
bawah/lot setiap jarak 1,50 m dan cara meratakan plesterannya
dengan menggunakan mistar aluminium.
V.13.5. PEKERJAAN KUSEN, PINTU & PENGGANTUNG
a. Pekerjaan Kusen
Kusen pintu yang dilaksanakan pada pekerjaan ini adalah dari
aluminium kualitas baik warna coklat ukuran 4 . Aluminium yang
dipergunakan lurus dan tidak cacat. Kesemuanya dibuat dengan
bentuk, model, letak penempatan sesuai yang terlihat dalam
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

46

gambar rencana.
b. Pekerjaan Daun Pintu
Daun pintu yang dilaksanakan yaitu : daun pintu aluminium isi kaca
buram 5 mm, pintu rolling door KW I, kesemuanya dibuat dengan
bentuk, model, dan letak penempatan sesuai yang terlihat dalam
gambar rencana.
Semua aluminium yang dipakai kualitas baik, lurus dan tidak cacat.
c. Pekerjaan Penggantung
1. Engsel pintu dan jendela dipakai engsel setara dengan KW I
asli, sehingga daun pintu terpasang kuat / kokoh pada
kusennya dan dapat dibuka tutup dengan baik dan rapat,
2. Pemasangan engsel harus sedemikian rupa sehingga pintu
bisa berhenti pada setiap posisi pembukaan tidak condong
penutup atau membuka sendiri, sekrup harus terpasang
semua.
3. Kunci pintu dipakai yang sesuai dengan daun pintunya,
dipasang dengan ketinggian elevasi sesuai gambar rencana
dan harus mendapat persetujuan direksi, pemasangan kunci
harus rapi dan kuat.
d. Pekerjaan Kaca

1. Kaca Buram kualitas baik dan tidak cacat serta tidak retak,
dipasang pada bagian depan bangunan. Bentuk dan ukuran
sesuai gambar rencana, harus terpasang kuat dan tidak
mudah goyang. Model sesuai gambar perencanaan atau
sesuai petunjuk user/konsultan pengawas.
Untuk semua pekerjaan kaca bagian tepi dipasang karet
sebagai pengikat kaca agar tidak mudah goyang / kuat dan
apabila hujan tidak bocor. Sebelum pemborong memasang jenisjenis kaca terlebih dahulu kepada direksi/konsultan pengawas.
V.13.6. PEKERJAAN ATAP & BESI
a. Kuda - kuda baja :
Bagian utama menggunakan baja WF 300.150. 6,5. 9 dan bagian
konsol baja WF 150. 75. 5. 7 atau yang sesuai di pasaran, seluruh
batang/badan kuda-kuda diberi plat pengaku 10 mm.
Kuda-kuda diberi plat pengaku, pada tumpuan diberi plat flendes
tebal 16 mm, sambungan antara kaki kuda-kuda dengan kolom
dipergunakan baut HTB (2x3) 22 mm, sedangkan untuk tengah
bentang/pertemuan kuda-kuda dipergunakan baut HTB (2x6) 19
mm dan dilas denagn tebal 10 mm yang kuat. Pada simpul antara
kolom dan kuda - kuda diberi potongan WF dilas yang kuat dan
rapih.
b. Gording :
Menggunakan canal kait 150. 50. 20. 3,2. Diberi penggantung
gording 2 bh pada tengah bentang, pada ujungnya dikaitkan pada
kuda-kuda.
Pada pekerjaan kuda-kuda baja dan gording sebelum di setel harus
dimenie /zinkromat baja terlebih dahulu.
c. Lisplank :
Menggunakan woodplank 0,8/30 cm disekrup yang kuat dan rapih.
d. Penutup atap yang dipakai yaitu :
- Penutup atap menggunakan seng galvalum setara dengan KW I
yang dipasang rapat sehingga tidak bocor apabila terkena hujan.
- Penutup nok dipakai bubungan seng galvalum setara dengan
KW I, dipasang lurus, pada sambungan harus rapat dan rapih.
- Penutup atap asbes gelombang kecil tebal 4 mm, kualitas
bagus dan tidak cacat.
- Penutup atap polikarbonat t = 6 mm twinlite (bergaransi)
pabrikan.
e. Besi pipa gip/galvanis yang dipakai yaitu : 6, 4, 3, 2 ,
medium kualitas baik dan tidak cacat serta tidak mudah berkarat,
dipasang pada rangka penyangga penutup atap. Dipasang
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

47

sedemikian rupa, 6 untuk tiang diangkur dengan baut HTB


16 mm ke dalam umpak dan diberi pengaku/landasan dengan
plat flendes t = 16 mm yang kuat. Untuk rangka bagian atas
pertemuan antar galvanis di las keliling dengan kuat dan rapih.
Bentuk dan ukuran sesuai gambar rencana, harus terpasang
kuat dan tidak mudah goyang.
f. Besi kotak 40 x 40 x 1,8 mm sebagai rangka pembagi, besi kotak
50 x 100 x 1,8 mm sebagai main frame (atap polikarbonat & plank
nama) dilas pada ujung-ujungnya yang kuat dan rapih, untuk
bagian depan/kisi-kisi dipakai besi kotak 20 x 30 x 1,8 mm di las
yang kuat pada rangkanya/tiang serta difinish dengan cat gelap,
bentuk, ukuran dan penempatan sesuai gambar rencana.
V.13.7. PEKERJAAN FINISHAN
a. Roster Klingker/Eexpos
1. Roster klingker yang digunakan harus lurus, tidak cacat, kuat
KW I ukuran 20 x 20 cm.
2. Dilaksanakan pada dinding bangunan yang terlihat di gambar,
atau pemasangan dan perletakan sesuai gambar.
3. Pelaksanaan sesuai prosedur yang baik dan benar,
sambungan antar roster di rekatkan dengan campuran 1Pc :
3 Ps harus rapat, kuat.
b. Batu Candi
1. Batu candi di pasang pada dinding yang tampak pada
gambar, atau dengan teknis pemasangan dan perletakan
sesuai gambar.
2. Batu candi dipasang rapat, rata air (levels), lurus dan siku.
Pemasangan dengan pola sesuai gambar / petunjuk Direksi
/ User, memakai perekat 1Pc : 3Ps.
V.13.8. PEKERJAAN KERAMIK & PAVING

a. Dipakai keramik single firing setara dengan ex. Asia, KIA, Roman /
setara KW I dipakai ukuran 40 x 40 cm motif/warna untuk lantai
ruangan, 20 x 20 cm untuk lantai KM/WC motif kasar, 8 x 20 cm
motif warna border keramik, ukuran 20 x 25 cm pada dinding
KM/WC motif/warna, 20 x 20 cm polos untuk meja beton.
Mengenai corak dan warna ditentukan kemudian atau sesuai
persetujuan User /Direksi /Pengawas.
b. Dipasang pada tempat dan batasan-batasan sesuai yang terlihat
dalam gambar rencana.
c.Pemasangan dengan pola sesuai gambar / petunjuk Direksi / User,
memakai perekat 1Pc : 3Ps, jarak celah (nat) 2 mm diisi semen
cair sedemikian rupa datar, dengan nat lurus dan siku.
d. Pekerjaan paving stone dilaksanakan pada seluruh halaman /
mengelilingi gedung baru sesuai gambar rencana. Ukuran paving
yaitu 10 x 20 cm dengan tebal 6 cm dengan kekuatan K-300 dan
dipasang rata, serta pemadatannya dengan alat pemadat (Baby
Roller / tamping rammer berbentuk setrika).
V.13.9.
a.
b.
c.
d.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

PEKERJAAN SANITASI
Pekerjaan yang dilakukan adalah pemasangan kloset jongkok
dan klosed duduk porselin setara dengan merk INA dipasang
sesuai gambar kerja.
Wastafel komplit dan urinoir porselin warna setara dengan INA
KW I kualitas baik dan tidak cacat, dipasang sedemikian rupa,
letak sesuai dengan gambar rencana.
Sekatan antar urinoir memakai aluminium disekrup yang kuat
pada dinding.
Untuk kran air dipakai 3/4 dengan menggunakan merk lokal,
jenis tongkat panjang atau menggunakan merk lain yang
kualitasnya setara.

48

e.

Pekerjaan air bersih dan air kotor dikerjakan sesuai dengan


gambar kerja :
1. Saluran air bersih menggunakan pipa PVC .
2. Saluran air kotor menggunakan pipa PVC 3.
3. Saluran kotoran (WC) menggunakan pipa PVC 4.
Pipa PVC yang dipakai type AW kwalitas baik dan kuat serta
tidak cacat / tidak mudah bocor.
f. Bak mandi terbuat dari pasangan bata 1pc : 4ps, dilapisi dinding
keramik dengan pasangan yang baik dan kuat, dilapisi water
proofing sehingga tidak mudah bocor.
g. Avour 2,5 dipasang sedemikian rupa dengan penempatan
sesuai gambar rencana.
h. Lapisan water proofing merata dilaksanakan pada dinding
KM/WC serta pada bagian atas dek beton.
i. Buis beton U-20 cm dipasang sebagai saluran pembuangan,
pasangan harus kuat dan lurus sebelumnya di lot dengan
benang dengan kemiringan yang cukup
j. Air bersih disambungkan dengan instalasi yang ada.
V.13.10. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan instalasi listrik di laksanakan hanya di dalam dan luar
bangunan gedung dan sampai menyala.
Bahan-bahan yang digunakan untuk keperluan instalasi sebagai
berikut :
a. K a b e l :
Dari KWH meter / Genset : Kabel NYM ukuran 4 x 250 mm2
MCB 35 A
: Kabel NYY ukuran 4 x 6 mm2
Kabel Fedder / Panel
: Kabel NYY ukuran 4 x 6 mm2
Kabel dalam gedung
: Kabel NYM 3 X 2,5 mm2
b. Saklar dan Stop Kontak digunakan setara dengan merk : Ex
Vimar, Broco atau setara keadaan baru & tidak cacat.
Letak titik lampu , Stop kontak, dan saklar disesuaikan gambar
atau di jelaskan dalam berita acara penjelasan pekerjaan.
c. Bola lampu : SL 18 watt, SL 10 watt (fitting WD), SL 25 watt
(fitting gantung), lampu dinding 25 watt, lampu taman 25 watt
setara dengan merk Philip dan letak sesuai dengan gambar.
Sebelum pekerjaan instalasi listrik dikerjakan terlebih dahulu harus
mendapatkan persetujuan/pengesahan dari direksi/Konsultan
Pengawas, yang menyangkut :
- Peralatan Instalasi yang akan di pasang.
- Gambar Instalasi Listrik.
Semua pekerjaan Instalasi listrik yang sudah terpasang dan akan
diadakan penyerahan Tahap I terlebih dahulu harus diadakan uji
coba apakah instalasi yang di maksud dapat berfungsi sebagaimana
mestinya dan disaksikan direksi.
V.13.11. PEKERJAAN CAT - CATAN
Pekerjaan Pengecatan meliputi :
Meni kayu
: setara dengan merk Patna baru atau cap Pedang.
Cat kayu/besi : setara dengan merk patna baru atau emco warna
putih.
Plamur kayu
: setara dengan merk Patna baru.
Plituran
: campuran Cerelax dan Spirtus.
Cat dasar
: Alkali killer
Cat Tembok
: interior setara dengan merk Vinilex, Decolith, Avia
Paint dan exterior setara Dulux weather sield.
Plamur tembok : setara dengan merk yang di pakai untuk pekerjaan
cat dinding.
Cat Plafon
: setara dengan merk Decolith, Vinilex, Avia Paint
atau setara warna Putih.
Warna cat tembok dan lisplank akan ditentukan kemudian oleh
User/Direksi/ Konsultan Pengawas.
a. Pekerjaan Meni / zinkromat.
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

49

Pekerjaan menie dilaksanakan sampai rata .


Pekerjaan yang di menie meliputi :
- Semua bidang - bidang kusen dari kayu.
- Semua bidang - bidang lisplank kayu, papan kompres yang
kelihatan maupun yang tidak kelihatan.
- Semua bidang - bidang rangka baja WF dan kanal C di
zinkromat atau cat dasar sampai rata.
- Bidang - bidang lain yang seharusnya dimenie kayu atau Baja
yang di dalam bestek tidak tercantum.
b. Pekerjaan Cat Kayu/besi
Pekerjaan cat dilakukan setelah pekerjaan pendahuluan seperti
menie, plamur dan diamplas, selesai dikerjakan pengecatan
dilaksanakan sampai rata, minimal 3 kali. Pekerjaan cat
kayu/besi meliputi :
- Bidang lis plafon yang kelihatan, kayu lisplank, papan
kompres yang kelihatan.
- Bidang besi kotak (kisi-kisi) yang kelihatan maupun yang
tidak kelihatan.
- Bidang - bidang lain yang seharusnya dicat kayu/besi yang di
dalam bestek ini tidak tercantum.
Warna cat akan ditentukan kemudian oleh PPKm/User/
Konsultan Pengawas.
c. Pengecatan Tembok
Pengecatan Tembok dilaksanakan setelah pekerjaan plamur
tembok dikerjakan.
Pengecatan Tembok meliputi :
- Semua bidang-bidang dinding yang kelihatan.
- Semua bidang-bidang kolom yang kelihatan.
- Semua bidang-bidang plafon yang kelihatan
Bidang-bidang lainnya yang seharusnya di cat tembok tetapi di
dalam bestek ini tidak tercantum.
V.13.12. PEKERJAAN LAIN - LAIN
- Untuk
papan nama : landasan tulisan dipergunakan
woodplank warna gelap yang baik dan tahan cuaca
dipaku/sekrup yang kuat agar tidak mudah lepas.
- Tulisan terbuat dari plat 2 mm finish cat, dipaku pada papan
woodplank landasan yang kuat agar tidak mudah lepas.
V.13.13. PEKERJAAN TAMAN
a. Pekerjaan Tanah Taman
Tanah tanam dituangkan ke lokasi taman sesuai denah
lokasi/gambar rencana setelah digali dengan kedalaman 20 cm,
kemudian tanah dibentuk dengan bentuk, model, atau sesuai
yang terlihat dalam gambar rencana. Tanah taman dicampur
dengan pupuk kandang dengan perbandingan 50 % : 50 %.
b. Penanaman Tanaman
Sebelum taman ditanami tanaman hias yang berupa batang,
terlebih dahulu digali atau dibuat lubang terlebih dahulu dengan
ukuran 60 x 60 x 60 cm tanaman tinggi dan 30 x 30 x 30 cm
untuk tanaman kecil/perdu, dengan jenis dan letak tanaman
yang sudah ditentukan atau sesuai gambar rencana.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

50

V.13.14. PEKERJAAN AKHIR


Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, pemborong harus
membersihkan tempat kerja atau bagian yang telah
dilaksanakan sehingga siap diserah terimakan.
Bagian-bagian yang terkena dampak pengerjaan harus
dibersihkan dan dikembalikan seperti semula.
Kerusakan benda-benda/barang-barang akibat pelaksanaan
pekerjaan menjadi tanggung jawab pemborong.
V.14. PEMBERITAHUAN
PENYERAHAN
PEKERJAAN YANG
PERTAMA

Apabila pekerjaan telah selesai atau Kontrak berakhir, Kontraktor


penyedia jasa harus segera menyerahkan hasil pekerjaannya
dengan baik sesuai dengan kontrak kepada PPKm secara tertulis
dan Konsultan Pengawas berkewajiban :
1. Membuat evaluasi atau cek list tentang hasil seluruh
pelaksanaan sesuai dengan kontrak pemborong.
2. Menyampaikan/melaporkan kepada PPKm tentang hasil
pekerjaan yang telah dilaksanakan tersebut secara tertulis.
PPKm akan meneruskan kepada Tim Pemeriksa Pekerjaan untuk
mengadakan rapat kegiatan mengenai pekerjaan penyerahan
tersebut diatas berdasarkan :
1. Surat penyerahan pekerjaan dari pemborong.
2. Surat tanggapan dari pengawas lapangan , setelah dapat
menerima penyerahan pekerjaan tersebut.

V.15. PEMELIHARAAN
BANGUNAN
SEBELUM
PENYERAHAN
KEDUA

Terhitung mulai dari tanggal diterimanya penyerahan pekerjaan


yang pertama, hingga masa pemeliharan berakhir masih menjadi
tanggung jawab pemborong sepenuhnya, antara lain :
- Keamanan dan penjagaan.
- Penyempurnaan dan pemeliharaan.
- Pembersihan.
Apabila pemborong telah melaksanakan hal tersebut diatas sesuai
dengan kontrak, maka penyerahan pekerjaan yang kedua dapat
dilaksanakan seperti pada tata cara ( prosedur ) pada penyerahan
pekerjaan yang pertama.

BAB VI
RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

51

PENUTUP
Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya merupakan
bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini,
akan dijelaskan pada pelaksanaan pekerjaan dan semua tambahan atas yang ditandatangani Gugus
Tugas Pengadaan Barang/Jasa dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan
berikutnya.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

52

LAMPIRAN RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT


BENTUK FORM / SURAT PERNYATAAN
Form 1
ANALISA HARGA LUMPSUM UNTUK MOBILISASI
( CONTOH )
NAMA KEGIATAN
PAKET PEKERJAAN
JENIS PEKERJAAN
SATUAN PENGUKURAN
No

Uraian

A
B
C
D
E
F

Jumlah ( A + B + C + D )
Harga Lumpsum

:
:
:
:

.....................................
.
.
.
Satuan

Perkiraan
kuantitas

Biaya satuan
(Rp)

Jumlah
(Rp)

Catatan :
Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis terpakai dan operator
Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak
termasuk PPN yang dibayarkan dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Harga Lumpsum yang diajukan oleh Penawar harus mencakup seluruh tambahan tenaga kerja,
bahan, peralatan atau kerugian yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan spesifikasi dan gambar.
Harga Lumpsum yang diberikan oleh Peserta Lelang harus tidak termasuk Biaya umum &
keuangan.
Analisa harga Lumpsum untuk pekerjaan yang tidak ada (non mobilisasi) harus dibuat.

.., .. 20
Tanda Tangan dan Cap Perusahaan

( )

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

53

Form 2
ANALISA HARGA UNTUK PEKERJAAN
YANG TIDAK TERDAPAT DALAM ANALISA HARGA SATUAN
( CONTOH )
NAMA KEGIATAN
PAKET PEKERJAAN

: .....................................
: .

JENIS PEKERJAAN
SATUAN PEMBAYARAN

:
:

.
.

NO

URAIAN

SATUAN

KOEFISIEN

HARGA
SATUAN
(RP)
5

HARGA
(RP)
6=4X5

HARGA SATUAN PEKERJAAN


HARGA SATUAN SETELAH DIBULATKAN
SATUAN PEMBAYARAN

NO

URAIAN

SATUAN

KOEFISIEN

HARGA
SATUAN
(RP)
5

HARGA
(RP)
6=4X5

HARGA SATUAN PEKERJAAN


HARGA SATUAN SETELAH DIBULATKAN
Catatan :
Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis terpakai dan operator
Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak
termasuk PPN yang dibayarkan dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Harga satuan yang diajukan oleh penawar harus diperinci berdasarkan tenaga kerja, bahan dan
peralatan yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan
gambar.
Harga Lumpsum yang diberikan oleh Peserta Lelang harus tidak termasuk Biaya umum &
keuangan.
.., .. 20
Tanda Tangan dan Cap

( )

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

54

Form 3
JADWAL WAKTU PELAKSANAAN
Nama Kegiatan
Paket Pekerjaan
Nama Kontraktor

No

:
:
:

Uraian Kegiatan

Bobot
pekerjaan
(%)

Masa pelaksanaan
(disesuaikan)
Bulan I
Bulan II
II
III IV
I
II
II

Keterangan
IV

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah Nilai Pekerjaan
Kemajuan Pekerjaan (%)
Kemajuan Pekerjaan
Kumulatif (%)

Masa Pemel
Hari
Kalender

100%

Catatan :
- Uraian Kegiatan/Pekerjaan harus sesuai
dengan sub item dalam RAB
- Masa Pelaksanaan dan Pemeliharaan harus
sesuai dengan Dokumen Lelang
- Kurva S dan Grafik Balok harus digambarkan
(sesuai bobot pekerjaan)

,....20

Tanda Tangan
dan Cap Perusahaan

(.)

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

55

Form 4
JADWAL PENGGUNAAN PERALATAN
Nama Kegiatan
Paket Pekerjaan
Nama Kontraktor
No

:
:
:

Nama/Jenis Alat

Satuan
I

Masa pelaksanaan
Bulan I
Bulan II
II
III IV
I
II
II

Keterangan
IV

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Catatan :
1.
Nama/Jenis Alat harus
disesuaikan dengan Daftar Usulan
Peralatan (Form 10)
2.
Masa Pelaksanaan sesuai dengan
Dokumen Lelang
3.
Satuan Diisi dalam satuan jam

,....20

Tanda Tangan
dan Cap Perusahaan

(.)

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

56

Form 5
JADWAL PENYEDIAAN MATERIAL
Nama Kegiatan
Paket Pekerjaan
Nama Kontraktor
No

:
:
:

Nama/Jenis Material

Satuan
I

Masa pelaksanaan
Bulan I
Bulan II
II
III IV
I
II
II

Keterangan
IV

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Catatan :
1.
Nama/Jenis Material harus
disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan
jadwal pelaksanaan
2.
Masa Pelaksanaan sesuai dengan
Dokumen Lelang
3.
Satuan Diisi sesuai dengan
Satuan dari Harga Satuan

,....20

Tanda Tangan
dan Cap Perusahaan

(.)

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

57

Form 6
JADWAL PENYEDIAAN TENAGA KERJA
Nama Kegiatan
Paket Pekerjaan
Nama Kontraktor
No

:
:
:

Jenis Tenaga Kerja

Satuan
I

Masa pelaksanaan
Bulan I
Bulan II
II
III IV
I
II
II

Keterangan
IV

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Catatan :
1.
Nama/Jenis Material harus
disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan
jadwal pelaksanaan
2.
Masa Pelaksanaan sesuai dengan
Dokumen Lelang
3.
Satuan Diisi sesuai dengan
Satuan dari Harga Satuan

,....20

Tanda Tangan
dan Cap Perusahaan

(.)

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

58

FORM 7
DAFTAR PERSONIL INTI YANG DIUSULKAN UNTUK PELAKSANAAN PEKERJAAN
Nama Kegiatan
Paket Pekerjaan
Nama Kontraktor

NO

NAMA

: ....................
: ..
:...
TGL /
BLN /
THN
LAHIR

PENDIDIKA
N

JABATAN
DALAM
PROYEK

PENGALAMA
N
KERJA
(TAHUN)

PROFESI
/
KEAHLIA
N

SERTIFKAT
/ IJAZAH
(TAHUN)

Catatan:
Personil/staf yang diusulkan untuk proyek harus
Sesuai dengan data personalia dalam formulir
isian kualifikasi
,....20
Tanda Tangan
dan Cap Perusahaan

(.)

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

59

Form 8
1. RINGKASAN PENGALAMAN PERSONIL
Jabatan yang diusulkan
Data
Calon

Calon
Utama
Pengganti
2. Tempat dan tanggal lahir

1. Nama calon
3. a. Ijazah
b. Keahlian

Pekerjaan
Sekarang

4. Nama perusahaan
Alamat perusahaan
Telepon

Nama yang dapat dihubungi


(manager/staf Sumber Daya
Manusia)
Telex

Fax
Jabatan

Lama bekerja di perusahaan


sekarang tahun

Rangkuman pengalaman profesi selama 5 tahun terakhir diuraikan dari saat ini. Mengindikasikan
pengalaman teknik dan manajerial khusus yang berhubungan dengan proyek.
Dari tahun

Sampai
tahun

Perusahaan/Proyek/Jabatan/Pengalaman
teknik dan manajerial yang berhubungan
dengan pekerjaan

Tanda tangan
Nama Jabatan
Nama Personil

Catatan :
Ringkasan Pengalaman Personil
untuk proyek harus dibuat sesuai
dengan data personil dalam Form 07.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

60

Form 9
KOP PERUSAHAAN
SURAT PERNYATAAN
Pendukung Data Ringkasan Pengalaman Personil
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
Alamat
Jabatan yang diusulkan

: (Nama Personil)
: .............................................................................................
: .............................................................................................

Bahwa Saya bukan Pegawai Negeri Sipil/TNI/POLRI, semua data yang Saya sajikan pada Ringkasan
Pengalaman Personil adalah benar adanya dan Saya bekerja penuh waktu pada perusahaan :
PT / CV
Alamat
Telepon / Fax
E - Mail

:
:
:
:

.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................

Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan Saya sanggup dituntut di muka
Pengadilan serta sanggup dinyatakan GUGUR pada pelelangan ini apabila keterangan yang
diberikan tidak benar
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya
Mengetahui
PT/CV.

( Nama Jelas )
Direktur Utama/Penanggung Jawab

.,..20..
Yang Membuat Pernyataan

( Nama Personil )
Jabatan yang diusulkan
.,..2006

Yang Membuat Pernyataan


Catatan :
Semua Personil dalam Form 7 harus
dinyatakan dengan Surat Pernyataan

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

61

Form 10
DAFTAR USULAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PELAKSANAAN PEKERJAAN
Nama Kegiatan
Paket Pekerjaan
Nama Kontraktor

KUANTITA
S

: ....................
: ..
:...

URAIAN

MERE
K
DAN
MODE
L

TAHUN
PEMBUATAN

UKURAN
KAPASITAS
ATAU
DAYA

MILIK
SENDIRI/
AKAN
DIBELI /
AKAN
DISEWA

KONDISI

LOKASI
SAAT
INI

Catatan:
Untuk pekerjaan utama harus dilampiri perhitungan kapasitas produksi
, . 20..
Tanda Tangan dan Cap

()

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

62

Form 11
FORMULIR ISIAN PERHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA
1. DATA KONTRAKTOR
Nama Perusahaan
Kualifikasi
Bidang/ Sub Bidang
Kekayaan Bersih
Nilai Proyek yang sedang
dilaksanakan.
Jumlah Proyek yang
dilaksanakan

: ..................................................................
: ..................................................................
: ..................................................................
: Rp. ......................
: Rp........................
: ............................(proyek)

Tabel 1 Daftar proyek yang sedang dilaksanakan.


NO

NAMA PROYEK

MULAI
DILAKSANAKAN

RENCANA
SELESAI

NILAI
PROYEK
(Rp)

1
2
Proyek (J) : .....proyek
Tabel 2
NO
1
2

Nilai Proyek : Rp..................................

Nilai Faktor Likuidasi (fl), Fakto Perputaran Modal (fp), dan kemampuan menangani paket
pekerjaan (KP).

KUALIFIKASI
Kecil
Non Kecil
Proyek (J) : .....proyek

fl
fp
KP)
0.3
6
3
0.8
8
8 atau 1.2 N
Nilai Proyek : Rp..................................

Dimana N adalah nilai jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan
selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

63

2. KEMAMPUAN NYATA
Adalah kemampuan/keseluruhan penyedia jasa meliputi Kemampuan Keuangan (KK), kemampuan
menangani Paket Pekerjaan/proyek (KP) dan Kemampuan Dasar untuk setiap sub bidang :
a. Perhitungan Modal Kerja (MK)
MK = fl x KB
= Rp................
b. Perhitungan Kemampuan Keuangan (KK)
KK = fp x MK
= Rp................
c. Sisa Kemampuan Keuangan (SKK)
SKK = KK nilai pekerjaan yang sedang dikerjakan.
= Rp................
d. Sisa Kemampuan Menangani Pekerjaan/Proyek (SKP)
SKP = KP nilai pekerjaan yang sedang dilaksanakan (J).
= Rp................
3. PERHITUNGAN KEMAMPUAN DASAR/KD (HANYA UNTUK KUALIFIKASI NON KECIL)
Nilai KD diperhitungkan sebagai berikut:
KD = 2 x NPt
= Rp...........................
Dimana :
KD = Kemampuan Dasar
NPt = Nilai pengalaman tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan pada sub
bidang yang sesuai dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir, sesuai paket pekerjaan
yang dilelang.
Pengalaman pekerjaan tertinggi perusahaan adalah sebagai berikut :
Nama Pekerjaan
Lokasi Pekerjaan
Nilai Kontrak
Tanggal Kontrak
Tanggal STT I /PHO
Tanggal STT II /FHO
Bukti copy PPn/PPh

:
:
:
:
:

: ..(sertakan copy kontrak)


..
Rp..
..
..(sertakan copy BA STT I/ PHO)
..(sertakan copy BA STT II /FHO)
untuk nilai kontrak terlampir.
............., ................20..
PT./CV..............................

(Nama Jelas)
Direktur/penanggung jawab

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

64

FORM 12. Bentuk bentuk Jaminan :


a. Bentuk Jaminan Penawaran
(JAMINAN BANK)
1. Oleh karena (nama penggunajasa) selanjutnya
disebut
Pengguna
Jasa
telah
mengundang:
.......
(nama
peserta
pengadaan)......
.............(alamat
peserta
pengadaan)selanjutnya
disebut
Peserta
Pengadaan
mengajukan
penawaran
untuk
.. (uraian singkat mengenai Pekerjaan)
2. Dan oleh karena itu peserta pengadaan terkait pada instruksi kepada peserta pengadaan
mengenai pekerjaan tersebut di atas yang mewajibkan peserta pengadaan memberikan kepada
pengguna jasa suatu jaminan penawaran sebesar Rp................(jumlah Jaminan dalam Rupiah)
(terbilang.............
3. Maka kami Penjamin yang bertanggung jawab dan mewakili......................... (nama
bank) berkantor resmi di .................................................(alamat bank) selanjutnya
disebut Bank, berwenang penuh untuk menandatangani dan melaksanakan kewajiban atas
nama Bank, dengan ini menyatakan bahwa Bank menjamin Pengguna Jasa atas seluruh nilai
uang sebesar tersebut di atas sebagai jaminan penawaran dari Peserta Pengadaan yang
mengajukan
penawaran
untuk
pekerjaan
tersebut
di
atas
tertanggal
............................... (tanggal penawaran)
4. Syarat-syarat kewajiban ini adalah:
a. Apabila peserta pengadaan menarik kembali penawarannya sebelum berakhirnya masa laku
penawaran yang dinyatakan dalam surat penawarannya, atau
b. Apabila penawaran dimenangkan dalam masa laku penawaran dan peserta pengadaan gagal
atau menolak :
1) Memberikan jaminan pelaksanaan yang diperlukan; atau
2) Untuk menandatangani kontrak; atau
3) Instruksi Kepada Peserta Pengadaan.
maka Bank wajib membayar sepenuhnya jaminan penawaran tersebut di atas kepada
Pengguna Jasa dalam waktu 15 (lima belas) hari kalender setelah menerima permintaan
pertama dari Pengguna Jasa, dan tanpa mempertimbangkan adanya keberatan dari Peserta
Pengadaan.
5. Jaminan ini berlaku sepenuhnya selama jangka waktu ................ (..................................) (jumlah
hari dalam angka dan huruf yang sekurang-kurangnya 28 (dua puluh delapan) hari lebih lama dari
jangka waktu berlakunya penawaran yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan) hari kalender
sejak batas akhir pemasukan penawaran.
6. Setiap permintaan pembayaran atas jaminan ini harus telah diterima oleh Bank selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal terakhir berlakunya jaminan bank sebagaimana
disebutkan dalam butir 5 di atas.
7. Menunjuk ketentuan Pasal 1832 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Bank mengesampingkan
hak preferensinya atas harta benda milik Peserta Pengadaan yang berkenaan dengan penyitaan
dan penjualan harta benda tersebut untuk melunasi hutangnya sebagaimana ditentukan dalam
Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

65

Dengan itikad baik, kami Penjamin yang secara sah mewakili Bank, dengan ini membubuhkan
tandatangan serta cap dan meterai pada jaminan ini pada tanggal ................. ...........................
BANK
Tandatangan, cap dan materai

Saksi

Penjamin

b. Bentuk Jaminan Penawaran


(SURETY BOND)
Nomor Bond : Nilai: Rp.(.................................... ) (jumlah nilai
jaminan)
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: ...................................................................... (nama dan
alamat peserta pengadaan) sebagai peserta pengadaan, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan
.......................... (nama dan alamat perusahaan asuransi atau
penjamin) sebagai penjamin, selanjutnya disini disebut SURETY, bertanggungjawab dan
dengan tegas terikat pada ....................................... (nama pengguna jasa) sebagai pengguna
jasa, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atas uang sejumlah Rp........(...
.) (jumlah nilai jaminan angka dan huruf)
2. Maka kami, PRINCIPAL dan SURETY dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran
jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana PRINCIPAL tidak memenuhi kewajiban
sebagaimana
ditetapkan
dalam
instruksi
kepada
peserta
pengadaan
untuk
pekerjaan ............................................................................(uraian singkat pekerjaan) yang
diselenggarakan
oleh
OBLIGEE
pada
tanggal
........................................
di ..........................................................(tanggal dan tempat pepengadaanan)
3. Adapun ketentuan dari surat jaminan ini adalah jika:
a. PRINCIPAL menarik kembali penawarannya sebelum berakhirnya masa laku penawaran yang
dinyatakan dalam penawarannya, dan
b. Apabila penawaran PRINCIPAL disetujui oleh OBLIGEE dalam masa laku penawaran, dan
PRINCIPAL telah :
1) Menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diperlukan;
2) Menandatangani kontrak; dan
3) Menandatangani dokumen perikatan lain sebagaimana yang diharuskan dalam dokumen
pengadaan;
..............................................................................................................maka jaminan ini berakhir
jika PRINCIPAL tidak dapat memenuhinya, surat jaminan ini tetap berlaku dari
tanggal .................sampai dengan tanggal .........................................................................
4. Tuntutan penagihan (klaim) atas surat jaminan ini dilaksanakan oleh OBLIGEE secara tertulis
kepada SURETY segera setelah timbul cidera janji (wanprestasi/default) oleh pihak PRINCIPAL
sesuai dengan ketentuanketentuan dalam dokumen pengadaan.

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

66

SURETY akan membayar kepada OBLIGEE dalam jumlah penuh selambat-lambatnya 15 (lima
belas) hari kalender setelah menerima tuntutan penagihan dari pihak OBLIGEE berdasar keputusan
OBLIGEE mengenai pengenaan sanksi akibat tindakan cidera janji oleh pihak PRINCIPAL.
5. Menunjuk pada Pasal 1832 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa SURETY melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak
yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
6. Setiap pengajuan ganti rugi terhadap SURETY berdasarkan jaminan ini harus sudah diajukan
selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya masa laku jaminan ini.
Ditandatangani serta dibubuhi cap dan meterai di ................ pada tanggal.
PESERTA PENGADAAN (PRINCIPAL)
.

PENJAMIN (SURETY)
.

(.)
nama jelas

(.)
nama jelas

RKS-Konstruksi
Unit Pelayanan Pengadaan

67