Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Minyak adalah salah satu sumber energi di bumi. Minyak di hasilkan dari fosil
fosil hewan pada masa purba yang telah mati berjuta juta tahun yang lalu. Fosil
fosil yang telah mati itu kemudian terkubur dalam tanah dan menjadi minyak bumi.
Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi diperoleh
dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal
tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak.
Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang
sedap. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk
keperluan lainnya, tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung
sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50. Titik didih
hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam
molekulnya. Oleh karena itu, pengolahan minyak bumi dilakukan melalui suatu proses
yang disebut dengan Distilasi atau penyulingann, yang tepatnya melalui proses distilasi
fraksinasi atau bertingkat, dimana dalam proses ini minyak mentah dipisahkan ke dalam
kelompok-kelompok

(fraksi)

dengan

titik

didih

yang

mirip.

Destilasi fraksinasi atau bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam


bagian-bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan
bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. Destilasi bertingkat merupakan
proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang
titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan
dimurnikan. Dengan perkataan lain, destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawasenyawa dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki perbedaan titik
didih relatif kecil. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton-metanol,
karbon tetra klorida-toluen, dll.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu distilasi fraksinasi?
2. Apa peralatan dalam distilasi fraksinasi?
3. Bagaimana mekanisme kerja dari distilasi faksinasi?
4. Apa saja produk yang di hasilkan dari distilasi fraksinasi?
5. Apa karakteristik bahan olahan dari distilasi fraksinasi?
C.

TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat :
1. Mengetahui pengertian dari distilasi fraksinasi.
2. Mengetahui peralatan peralatan dalam distilasi fraksinasi.
3. Mengetahui mekanisme atau proses dari distilasi fraksinasi.
4. Mengetahui produk produk dari distilasi fraksinasi.
5. Mengetahui karakteristik bahan olahan dari distilasi fraksinasi.

D. METODE PENELITIAN
Metode yang kami lakukan dalam membuat makalah ini adalah dengan mencari dan
menelaah jurnal Distilasi Fraksinasi/bertingkat melalui website yang ada di internet.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Umum

Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam
pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol
menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi
semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman
Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal
dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar. Ia juga telah
menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai
sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi
(801-873). Teknik penyulingan itu kemudian di kenal dengan Distilasi Fraksinasi.
Distilasi atau penyulingan adalah
suatu
metode pemisahan bahan
kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Distilasi

dibedakan

menjadi

macam

yaitu

distilasi

sederhana,

distilasi

fraksinasi,distilasi uap, distilasi dibawah tekanan atmosfer, dan distilasi pemecahan.


Destilasi fraksinasi merupakan suatu teknik pemisahan untuk larutan yang
mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30 oC atau lebih.
Dalam destilasi fraksional atau destilasi bertingkat proses pemisahan parsial diulang
berkali-kali dimana setiap kali terjadi pemisahan lebih lanjut. Hal ini berarti proses
pengayaan dari uap yang lebih volatil juga terjadi berkali-kali sepanjang proses destilasi
fraksional itu berlangsung.
2. Peralatan Distilasi Fraksinasi
Peralatan pokok distilasi fraksinasi terdiri dari labu penguap, kolom distilasi
fraksinasi, penukar panas, unit vakum, dan burner pemanas. Labu penguap berfungsi
sebagai wadah yang digunakan untuk menguapkan bahan yang akan diolah dengan proses
destilasi fraksinasi menjadi uap. Kolom Fraksinasi digunakan untuk memberikan luas
permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat
bersentuhan. Dalam praktek, kolom tutup gelembung kurang efektif untuk pekerjaan di
laboratorium. Hasilnya relatif terlalu sedikit bila dibandingkan dengan besar bahan yang
tergantung di dalam kolom. Dengan kata lain kolom tutup gelembung memiliki keluaran
yang kecil dengan sejumlah besar bahan yang masih tertahan di dalam kolom.
Keefektifan kolom ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cara
pengaturan materi di dalam kolom, pengaturan temperatur, panjang kolom dan kecepatan
penghilangan hasil destilasi. Satuan dasar efisiensi adalah tinggi setara dengan sebuah
lempeng teoritis (HETP atau H). Besarnya H sama dengan panjang kolom dibagi dengan
jumlah plat teoritis. Banyaknya plat teoritis H bergantung pada sifat campuran yang
3

dipisahkan. Alat pertukaran panas yang berfungsi sebagai kondensor (mengembunkan uap
yang kemudian sebagian dikembalikan ke dalam kolom, dibuat diameter shell
30 cm, panjang 100 cm menggunakan diameter pipa 33 mm dan sebanyak 10 batang yang
diatur segi empat. Tungku burner digunakan untuk tempat membakar minyak bakar dan
panasnya diambil oleh minyak pemanas Unit vakum, yang terdiri dari tangki vakum yang
divakumkan oleh pompa vakum, untuk membuat kolom mempunyai tekanan tertentu.
Hasil produk distilasi fraksinasi dengan kondisi vakum 15 mm Hg dan perbandingan
refluk = 1 pada alat skala laboratorium dapat dihasilkan eugenol 99%.
3.

Proses Destilasi Fraksinasi


Gambar 3.1. Proses distilasi fraksinasi/bertingkat

Contoh dari proses Destilasi Fraksinasi adalah penyulingan minyak. Mula-mula


minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu
lebih dari 300C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk
kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga
bagian bawah kolom fraksinasi). Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka
dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).

Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas
kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. Komponen yang
titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah, sedangkan yang
titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkupsungkup yang disebut sungkup gelembung. Makin ke atas, suhu yang terdapat dalam
kolom fraksiasi tersebut makin rendah, sehingga setiap kali komponen dengan titik didih
lebih tinggi akan terpisah, sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke
bagian yang lebih atas lagi. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai
puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. Komponen yang berupa gas
ini disebut gas petroleum, kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum
Gas). Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. Residu minyak bumi
meliputi parafin, lilin, dan aspal. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih
dari 20.
4. Produk dari Distilasi Fraksinasi
Produk produk dari Distilasi Fraksinasi pada penyulingan minyak seperti : Gas,
Gasolin (Bensin), Kerosin (Minyak Tanah), Solar, Minyak berat, dan Residu. Karakteristik
produk produk tersebut seperti berikut:
Produk
Gas

Rantai karbon
C1 C6

Titik didih
500

kegunaan
Gas Tabung

Gasolin (Bensin)

C6 C11

85

(LPG)
Bahan Bakar

Kerosin (Minyak

C12 C20

1050

Motor
Bahan Bakar

Tanah)
Solar

C21 C30

1350

Rumah Tangga
Bahan Bakar

Motor Diesel
Minyak Berat
Residu

3000

C31 - C40
Diatas C40

Diatas 300

Minyak Pelumas
0

dan Lilin
Bahan Bakar
Boiler, Aspal dan
Bahan Pelapis
Anti Bocor

5. Karakteristik Bahan Olahan


5

Karakteristik bahan pada destilasi fraksinasi adalah cairan yang mempunyai


perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu hanya sekitar 30 oC atau lebih . Aplikasi
dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan
komponen-komponen dalam minyak mentah.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Destilasi fraksinasi merupakan suatu teknik pemisahan untuk larutan yang
mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30oC atau lebih.
2. Peralatan yang digunakan dalam proses distilasi fraksinasi yaitu labu penguap, kolom
distilasi fraksinasi, penukar panas, unit vakum, dan burner pemanas.
3. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke
bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian
atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung.
6

4. Produk distilasi fraksinasi dari minyak bumi adalah Gas, Gasolin (bensin), Kerosin
(minyak tanah), Solar, Minyak berat, dan Residu.
5. Karakteristik bahan olahan dari distilasi fraksinasi dalah cairan yang mempunyai
perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu hanya sekitar 30oC atau lebih.

DAFTAR PUSTAKA
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Riski%20Septiadevana%20060
6249_IE6.0/halaman_18.html
Sukarsono, Imam Dahroni. 2005.Pembuatan Alat Distilasi Fraksinasi Minyak Daun Cengkeh.
Dalam (file:///C:/users/user/donloads/0216-3126-2005-2-006%20(1).pdf)
Diakses pada tanggal 19 maret 2015
http://sitifauziahmardika.blogspot.com/2012/04/destilasifraksinasi.html#sthash.r64e00Wz.dpf
http://id.wikipedia.org/wiki/Elpiji
7